Anda di halaman 1dari 14

2011

MUHAMAD ERVAN MOKOBOMBANG


100 211 046
9/9/2011
REKAYASA HIDROLOGI
PENAKAR HUJAN BIASA (OBS.)
Penakar hujan ini tidak dapat mencatat sendiri (non recording), bentuknya sederhana terbuat
dari seng plat tingginya sekitar 60 Cm. dicat aluminium terdiri dari :
a.Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat, mulut corong (bagian atasnya)
terbuat dari kuningan yang berbentuk cincin (lingkaran) dengan luas 100 Cm2.
b. Bak tempat menampung air hujan.
c. Kran, untuk mengeluarkan air dari dalam bak ke gelas ukur.
d. Kaki yang berbentuk silinder, tempat memasang penakar hujan pada pondasi kayu dengan
cara disekrup
e. Gelas penakar hujan, dengan skala 0 s/d 25 mm.
Keseragaman pemasangan alat, cara pengamatan, dan waktu observasi sangat diperlukan
untuk memperoleh hasil pengamatan yang teliti, dengan maksud data yang dihasilkan dapat
dibandingkan satu sama lain. Menentukan tempat pemasangan penakar hujan merupakan
faktor yang sangat diperhatikan dalam pengukuran curah hujan. Jika penakar hujan
akan dipasang pada Stasiun Meteorologi yang mempunyai Taman alat- alat, letak
pemasangannya dapat disesuaikan dengan pola taman alat-alat. Tetapi banyak penakar hujan
yang dipasang pada Stasiun Meteorologi Khusus / Stasiun kerja sama yang belum atau tidak
mempunyai taman alat, dalam hal ini untuk penentuan tempat pemasangan penakar hujan
perlu diperhatikan hal hal berikut.
1. Syarat syarat pemasangan :
a. Penakar hujan harus dipasang pada lapangan terbuka, tanpa ada gangguan disekitar
penakar, seperti pohon dan bangunan, kabel atau antene yang melintang diatasnya. Jarak
yang terdekat antara pohon / bangunan dengan penakar hujan adalah 1 kali tinggi pohon /
bangunan tersebut.
b. Penakar hujan tidak boleh dipasang pada tanah miring (lereng bukit), puncak bukit, diatas
dinding atau atap.
c. Penakar dipasang dengan cara disekrup / dipaku pada balok bulat yang dicat putih dan
ditanam pada pondasi beton (lihat gambar), sehingga tinggi penakar hujan dari permukaan
corong sampai permukaan tanah 120 Cm.(lihat gbr), letak penampang corong harus datar
(horizontal) bukaan kran diberi gembok sebagai pengaman.
d.Penakar harus dipagar keliling dengan kawat, ukuran 1.5 m x 1.5 m dengan tinggi 1m, agar
tidak dapat diganggu binatang dan orang yang tidak berkepentingan.


2. Cara pengamatan :
a. Pengamatan untuk curah hujan harus dilakukan tiap hari pada jam 07.00 waktu
setempat, atau jam-jam tertentu.
b. Buka kunci gembok dan letakkan gelas penakar hujan dibawah kran, kemudian kran
dibuka agar airnya tertampung dalan gelas penakar.
c. Jika curah hujan diperkirakan melebihi 25 mm. sebelum mencapai skala 25 mm. kran
ditutup dahulu, lakukan pembacaan dan catat. Kemudian lanjutkan pengukuran sampai
air dalam bak penakar habis, seluruh yang dicatat dijumlahkan.
d. Untuk menghindarkan kesalahan parallax, pembacaan curah hujan pada gelas penakar
dilakukan tepat pada dasar meniskusnya.
e. Bila dasar meniskus tidak tepat pada garis skala, diambil garis skala yang terdekat
dengan dasar meniskus tadi.
f. Bila dasar meniskus tepat pada pertengahan antara dua garis skala, diambil atau dibaca
ke angka yang ganjil, misalnya :
17,5 mm. menjadi 17 mm..
24,5 mm. menjadi 25 mm.
i. Untuk pembacaan setinggi x mm dimana 0,5 / x / 1,5 mm, maka dibaca
x = 1 mm.
j. Untuk pembacaan lebih kecil dari 0,5 mm, pada kartu hujan ditulis aangka 0 (Nol) dan
tetap dinyatakan sebagai hari hujan.
k. Jika tidak ada hujan, beri tanda ( - ) atau ( . ) pada kartu hujan.
l. Jika tidak dapat dilakukan pengamatan dalam satu atau beberapan hari, beri tanda (X)
pada kartu hujan.
m. Apabila gelas penakar hujan biasa (Obs.) pecah, dapat digunakan gelas penakar hujan
Hellman dimana hasil yang dibaca dikalikan 2.Atau dapat juga dipakai gelas ukur yang
berskala ml. (Cc), yang dapat dibeli di Apotik. Dengan gelas ukur ini, hasil
pengukurannya yaitu volume air yang tertampung dibagi luas corongnya (100
Cm2) dan kemudian satuannya dijadikan millimeter (mm.). Misalnya air yang
tertampung sebanyak 170 ml. (170 Cm3) maka hasilnya adalah : 170 Cm3 : 100
Cm2 = 1.7 Cm = 17 mm. atau 1 mm sama dengan 10 ml (Cc).



3. Pemeliharaan :
a. Alat harus selalu dijaga tetap bersih, dan dicat aluminium.
b. Kayu di cat putih, supaya tahan lama terhadap rayap dan cuaca.
c. Corong harus tetap bersih, tidak boleh tertutup oleh benda-benda atau kotoran yang
dapat menyumbatnya.
d. Kran harus selalu diperiksa, jika bocor (air menetes keluar) sumbu pembuka kran
dikeluarkan kemudian diberi gemuk. Apabila badan penakar hujan bocor, maka harus
segera diperbaiki dengan disolder.
e. Bak penampung air hujan harus sering dikontrol dan dibersihkan dari endapan debu /
kotoran, dengan jalan menuangkan air kedalamnya dan kran dibuka.
f. Gelas penakar hujan harus dijaga tetap bersih jangan sampai berlumut, dan disimpan
pada tempat yang aman agar tidak terjatuh / pecah.
g. Rumput disekitar tempat penakar hujan dipasang, harus selalu pendek dan rapih tidak
boleh ada semak-semak disekitarnya.




Gambar Penakar Hujan Biasa (OBS)




PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN



Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu instrument/alat untuk mengukur curah
hujan.Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording
atau dapat mencatat sendiri.Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara
permukaan.Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam
tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah
hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini
memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang
sering terjadi pada alat ini.

Dasar Teori

Cuaca merupakan suatu keadaaan fisis atmosfer sesaat pada suatu tempat dipermukaan bumi
dalam waktu yang relative singkat.Salah satu unsur cuaca yang significant dalam present
weather (ww) yang diamati oleh seorang pengamat/observer adalah unsur curah.
Banyaknya curah hujan yang mencapai tanah atau permukaan bumi dalam selang waktu
tertentu dinyatakan dengan ketebalan atau ketinggian air hujan tadi seandainya menutup
proyeksi horizontal permukaan bumi tarsebut dan tidak ada yang hilang karena penguapan,
limpasan, dan infiltrasi atau penyerapan.Oleh sebab itu biasanya banyaknya curah hujan
dinyatakan dengan satuan millimeter(mm).
Dibeberapa Negara banyaknya curah hujan masih dinyatakan dengan inchi. Penakar
hujan merupakan alat untuk mengukur curah hujan.ada 2 jenis panakar hujan yaitupenakar
hujan rekam(recording) dan penakar hujan non rekam(non recording).salah satunya
yaitu penakar hujan Janis hellman.Alat ini termasuk jenis alat penakar hujan
recording atau alat yang dapat mencatat sendiri.Alat ini telah dikenal lama,dan sering dipakai
observer untuk melakukan observasi/pengamatan curah hujan.
Pemasangan alat ini sama seperti penakar hujan lainnya,bertujuan mendapatkan data
jumlah curah hujan yang jatuh pada periode dan tempat-tempat tertentu.Jenis penakar
hujan ini berbentuk silinderdengan tingi 115 cm serta luas permukaan corong 200 cm
serta berat alat ini 14 Kg. seluruh bagian luar alat ini dicat warna hijau muda atau abu- abu.

Pada umumnya penakar hujan jenis Hellman yang dipakai di BMG yaitu Rain Fues yang di
impor dari Jerman. Tetapi Penakar hujan jenis Hellman ini ada juga yang dibuat didalam
negeri. Pada bagian depan alat ini terdapat sebuah pintu dalam keadaan tertutup. Apabila
pintu dalam keadaan terbuka, maka bagian-baian alat ini akan terlihat seperti gambar 1
dibawah ini


Penakar hujan jenis hellman beserta bagian-bagiannya keterangan gambar :
1.Bibir atau mulut corong
2. Lebar corong
3.Tempat kunci atau gembok
4.Tangki pelampung
5.Silinder jam tempat meletakkan pias
6.Tangki pena
7.Tabung tempat pelampung
8. Pelampung
9. Pintu penakar hujan
10. Alat penyimpan data
11.Alat pengatur tinggi rendah selang gelas (siphon)
12.selang gelas
13.Tempat kunci atau gembok
14.Panci pengumpul air hujan bervolume







Cara Kerja Alat

Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat
pelampung. Air hujan ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat atau naik
keatas.Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti
tangkai pelampung Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/digulung pada silinder
jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per.
Jika air dalam tabung hampir penuh (dapat dilihat pada lengkungan selang gelas),pena
akan mencapai tempat teratas pada pias.Setelah air mencapai atau melewati puncak
lengkungan selang gelas,maka berdasarkan sistem siphon otomatis (sistem selang air),air
dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung.Bersamaan dengan
keluarnya air,tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis
lurus vertikal.Jika hujan masih terus-menerus turun,maka pelampung akan naik kembali
seperti diatas.Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung atau ditentukan dengan
menghitung garis-garis vertical.

Cara Perawatan/Pemeliharan Alat

Penakar hujan jenis hellman memerlukan perawatan yang cukup intensif .Perawatan tersebut
harus dilakukan untuk menghindari kerusakan-kerusakan pada alat ini.Adapun
cara perawatan/pemeliharaan yang dapat dilakukan pada alat ini antara lain:

1.Corong penakar hujan harus selalu dibersihkan dari benda-benda,sehingga tidak tersumbat
2.Pena harus dijaga tetap bersih.Kalau sudah kelihatan agak kotor supaya dicuci secara hati-
hati dengan menggunakan air hangat dicampur deterjen setelah dilepas dari tangkainya
3.Pena yang sudah kurang baik karena sudah lama dipakai,harus diganti dengan yang baru
4.Pemasangan kembali pena,tidak boleh terlalu keras menekan pias karena akan mengganggu
kepekaan dan ketelitian instrumen/alat
5.Kadang-kadang pada pias terdapat pembacaan dimana pada angka sepuluh,pena sukar/tidak
krmbali keangka nol.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tersumbatnya atau
menyempitnya lengkungan selang gelas oleh kotorankotoran atau lumut.Jika hal ini
terjadi,gelas harus ditarik/diangkat keluar dan dibersihkan dengan kapas dan lidi/kawat
kecil,sehingga selang dapat bersih kembali.Kemudian pasang kembali selang
tersebut dengan cara seperti diatas.

Instalasi / Penempatan Alat

Agar pembacaan atau pengukuran curah hujan yang dilakukan pada berbagai stasiun dapat
saling dibandingkan,maka cara penempatan penakar hujan,periode waktu penakapan curah
hujan,dan prosedur pengamatan harus baku.

Instalasi alat penakar hujan jenis hellman ini sama dengan alat penakar hujanlainnya.Alat ini
juga harus memperhatikan beberapa hal secara umumnya,antara lain:

1.Tempat terbuka,bebas dari hambatan seperti bangunan,pepohonan dan lainlain. Jarak ideal
sebuah alat penakar hujan dari penghambat adalah 2x ketinggian penghambat.
2.Efek angin,Sebaiknya disekeliling alat dipasangkan penahan angin agar data yang didapat
lbih akurat.Penahan angin harus diletakkan mengelilingi alat tetapi tidak boleh telalu dekat
dan ketinggiannya tidak boleh terlalu tinggi dari alat.
3.Ketinggian alat,Biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan/atau Negara
bersangkutan.BMG menetapkan ketinggian alat penakar hujan adalah 120 cm diatas
permukaan tanah berumput tipis.
4.Cat,sebaiknya menggunakan warna putih/chrome untuk mengurangi efek penguapan.
5.Pelindung alat/pagar,apabila alat dianggap perlu untuk dikelilingi pagar,maka ketinggian
pagar tidak boleh melebihi tinggi alat(biasanya cukup 1 m). Pada umumnya
pemasangan penakar hujan janis hellman disesuaikan dengan pola lapangan alat-
alat. Penakar hujan dipasang atau disekrup diatas sebuah pondasi yang terdiri dari lapisan
papan,lapisan beton dan lapisan batu sungai.seperti yang terlihat pada gambar berikut.

Instalasi/penempatapenakar hujan jenis hellman

Keterangan gambar:
1.Lapisan beton berwarna putih
campuran,1:2:3
2.Lapisan campuran batu kali
3.Lapisan papan
4.Empat buah sekrup















Pondasi dilihat dari atas dan dari sisi/samping. Ukuran dalam cm. Setelah pembuatan fondasi
selesai,ketiga kaki penakar hujan disekrup pada lapisan papan.Letak penakar
hujan diusahakan agar horizontal/mendatar.

Cara Penggunaan Alat/Instrumen

Pengamatan curah hujan dengan penakar hujan jenis hellman dilakukan setiap hari pada jam-
jam tertentu dan dalam periode tertentu,meskipun cuaca dalam keadaan cerah atau pada
musim kemarau.Adapun cara menggunakan penakar hujan jenis hellman ini pada saat
observasi/ pengamatan antara lain:

1.Buka pintu bagian muka instrument (penakar hujan jenis hellman ini),kemudian singkirkan
pena dari pias,lalu angkat silinder jam perlahanlahan kearah vertical.
2.putar per jam secukupnya (jangan terlalu keras atau pol),ambil kertas pias untuk hellman
yang baru dan tulis tanggal pemasangan kertas tersebut,nama stasiun dan nama observer/
pengamat yang bertugas pada saat tersebut pada sisi kiri.
3.pasang pias pada silinder jam dengan menggunakan alat penjepit pias yang melekat pada
silinder.Pada saat pemasangan pias ,diusahakan agar pena menunjukkan atau mendekati
waktu setempat.
4Letakkan kembali silinder pada tempatnya,lalu cocokkan waktu yang ditunjukkan pada pena
pias dengan waktu setempat dengan jalan memutar kekiri atau kekanan silinder petrlahan-
lahan tetapi tidak boleh terlalu banyak putaran.
5.Isi pena dengan tinta recorder,dengan catatan tinta tidak boleh terlalu penuh.Cukup hanya
dengan mengisi tiga perempat bagian saja dengan tujuan supaya tinta tidak mudah tumpah
pada waktu penggantian pias dan cuaca dalam keadaan lembab.
6.Ambil air sebanyak 200 ml (dapat menggunakan gelas penakar hellman),kemudian
tuangkan kedalam corong penakar hujan secar perlahan-lahan sehingga air tumpah
keluardan pada pias terdapat garis vertical dari angka nol sampai sepuluh.Pada keadaan
akhir pena harus menunjukkan angka nol pada pias.Pekerjaan harus dilakukan setiap kali
sesudah penggunaan pias walaupun keaadan cuaca pada saat itu baik atau hari dalam
keadaan cerah.Terutama pada musim kemarau, dimana penguapan cukup besar sehingga air
pada dasar tabung menguap sampai habis yang akan mengurangi pencatatan curah hujan
yang sebenarnya.

Kerusakan-Kerusakan yang Terjadi Pada Alat

Setiap alat/instrument pasti pernah mengalami kerusakan-kerusakan.Adapun kerusakan-
kerusakan yang biasa terjadi pada penakar hujan jenis hellman ini antara lain yaitu:

1.As pelampunng sulit untuk di buka.
2.Pelampung bocor sehingga air mudah masuk.
3.As pelampung dan tiang pemegang tidak sejajar sehungga as pelampung sulit untuk
di buka.
4.Pipa level kotor sehingga menghambat keluarnya air.
5.pipa level terlalu rendah atuau terlalu tinggi.
6.Paking karet dalm mur pipa level rusak.
7.Pena tidak diangka nol.
8.Pena kotor.
9.Jam macet yang disebabkan oleh:
a.Memutarnya terlalu keras.
b.Per putus.
c.Per ujung luar/dalam lepas
pegangannya.
d.As-as dari roda penggerak kotor.
e.Bejana air kurang tegak lurus.

Cara Mengatasi Kerusakan-Kerusakan yang Terjadi

Adapun cara yang digunakan untuk mengatasi kerusakan-kerusakan yang terjadi padapenakar
hujan jenis hellman antara lain:

1. As pelampung diterik keatas lalu dibersihkan dengan ampelas yang dibuat dari kertas putih
HVS dan diolesi dengan pensil hitam 2b sampai tebal,kemudian dibuat menggosok sampai
licin.Dengan catatan as pelampung tidak boleh diminyaki.
2. Pelampung dipanaskan dengan tujuan supaya air menguap,setelah kering kemudian
disolder kuningan atau dengan lilin bagian yang bocor.
3. Biasanya as bisa bergeak,kemudian disejajarkan lagi
4. Pipa dilepas dan dimasukkan kedalam wadah yang berisi air bersabun kemudian dikocok-
kocok hingga bersih
5. Pipa level harus disetel dengan mengendorkan mur,kemudian ditarik pipa terlalu tinggi dan
dimasukkan jika pipa terlalu rendah dengan cara menuangkan air 10 mm.Hal tesebut
dilakukan berulang-ulang sampai pena tepat angka 10,lalu pena kembali turun.Hal ini
disebabkan karena kalau pipa terlalu tinggi pena akan melebihi angka 10.Dan jikalau pipa
terlalu rendah,pena belum sampai ke angka 10 sudah kembali turun.
6. Kalau paking karet rusak,kemungkinan air dapat keluar dari tempat tersebut dan udara
akan masuk sehingga proses keluarnya air tidak sempurna.
7. Kalau pena terlalu tinggi maka pena harus diturunkan.Sebaliknya,jika pena terlalu rendah
harus dinaikkan dengan cara mengendurkan sekrup tangkai pena yang memegang as
pelampung kemudian dicoba dengan memasukkan air 10 mm sampai angka 10 harus turun
diangka nol dan harus diulang-ulang.


8. Pena kotor harus dibersihkan dengan alcohol 90% sampai bersih dan ujung pena tidak
boleh dipegang dengan tangan,karena tangan kita berminyak sehingga tinta tidak akan
mencatat pada kertas pias.
9. a.Kalau memutarnya jangan terlalu keras.hal itu dapat menyebabkan macet.
b.Apabila per putus kalau bisa disambung dengan cara membakar per itu lalu dilubangi
disambungkan.
c.Kalau ujung per bagian luar lepas,harus dibongkar dan digulung kembali,lubangnya
disangkutkan pada dinding tempat per itu.Kalau ujung dalam yang lepas,Pakai tang
ujung runcing sehingga menyangkut pada pemutar.
d.Kalau as-as roda kotor atau karatan harus diberi minyak,tetapi as angkernya harus
dilepas dulu baru diputar berulang-ulang sampai kotoran bersih,kemudian minyak di
gosok dengan lap sampai bersih
e.Apabila bejana air kurang tegak lurus sehingga peralatan pada pias miring.Hal yang
dapat dilakukan yaitu tinggal memutar sekrup yang ada dibawah bejana (ada tiga buah
sekrup)sehingga bejana datar atau tegak lurus.

PENAKAR HUJAN TYPE TIPPING BUCKET

Tipping bucket raingauge merupakan alat penakar hujan yang menggunakan prinsip
menimbang berat air hujan yang tertampung menggunakan bucket atau ember kemudian
disalurkan dengan sebuah skala ukur (pias) yang telah ditetapkan berdasarkan pengujian dan
kalibrasi. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1662 untuk pertama kalinya Christoper
Wren menciptakan sebuah perekam curah hujan type tipping bucket rain gauge di Inggris
dengan alat perekam menggunakan kertas yang dibolongkan berdasarkan jumlah curah hujan
yang terekam. Pada perkembangannya, alat ini kemudian dihubungkan dengan pena dan
kertas pias yang berada pada silinder yang berputar untuk merekam data curah hujan yang
terjadi.
Dalam perekaman ini di usahakan sedapat mungkin untuk mengukur curah hujan hingga 0,2
mm atau bahkan 0,1 mm, dengan anggapan bahwa 1 mm hujan berarti ketinggan air hujan
dalam radius 1 m2 adalah setinggi 1 mm, dengan syarat bahwa air hujan itu tidak mengalir,
meresap,atau menguap Dengan teori seperti itu maka
setiap penakar hujan sedapat mungkin menggunakan prinsip itu termasuk tipping bucket.



Bagian Instrument

Jenis penakar hujan tipping bucket ini memiliki bentuk silinder yang terbuat dari tembaga
silinder besar yang tertanam dalam tanah serta instrumen yang ada diatasnya berupa silinder
dengan luas permukaan corong 400 cm2, tinngi 100 cm, berat bersih 30 kg. Jika dilihat dari
atas , ditengah -tengah dasar corong terdapat saringan kawat untuk mencegah benda - benda
memasuki ember (bucket). Lihat gambar 1 berikut,

Pada bagian muka terdapat sebuah pintu untuk mengeluarkan alat pencatat, silinder jam dan
ember penampung air hujan (bucket) sesuai gambar 2


Jika pintu penakar hujan dalam keadaan terbuka pada bagian dalam instrumen ini,kurang
lebih 40 cm dari dasar,terdapat alat pencatat yang terdiri dari alat alat mekanis yang terletak
didalam kotak berdinding kaca seperti gambar berikut:



Keterangan gambar :
1. corong besar
2. penyaring
3. corong kecil
4. ember / bucket
5. penahan ember
6. roda bergigi
7. roda bentuk jantung
8. pengatur kedudukan pena
9. corong penampung air
10. tangkai pena
11. silinder jam
12. ember besar penampung air hujan
Prinsip Kerja

Pengukuran yang dilakukan tipping bucket cocok untuk akumulasi hujan yang berjumlah
diatas 200 mm/jam atau lebih. Prinsip kerja dari alat ini cukup sederhana. Wadah yang
terbuat dari tembaga ringan atau ember terbagi dalam dua bagian yang berupa corong besar
dan corong kecil yang diseimbangkan dalam keadaan tidak stabil secara horizontal. Ketika
hujan turun dalam jumlah cukup banyak (lebih dari 200 mm) menyebabkan penopang tidak
stabil karena bertambah berat sehingga air akan tumpah kedalam. Pada waktu ember
terguling penahan ember ikut bergerak naik turun. Penahan ember mempunyai dua buah
tangkai yang berhubungan dengan roda bergigi. Gerakan naik turun penahan ember
menyebabkan kedua tangkainya bergerak pula dan dengan bentuknya yang khusus dapat
memutar roda bergigi berlawanan dengan arah perputaran jarum jam.
Perputaran roda gigi diteruskan keroda berbentuk jantung. Roda yang berbentuk jantung
mempunyai sebuah per yang menghubungkan kedua pengatur kedudukan pena yang letak
ujungnya selalu bersinggungan dengan tepi roda. Perputaran roda berbentuk jantung akan
menyebabkan kedudukan pena bergerak sepanjang tepi roda. Perubahan kedudukan ini
diteruskan kepena yang bergerak pada pias, sehingga dapat menghasilkan pencatatan. engan
demikian, jumlah curah hujan yang jatuh dapat dinyatakan dengan jumlah gulingan ember
atau jumlah yang tercatat pada pias. Penakar curah hujan tipping bucket secara umum
digunakan dalam stasiun otomatis, karena sifat data yang diperoleh bersifat digital artinya
data yang diperoleh merupakan hasil pencatatan pias. Gerakan dari roda gigi akibat pengaruh
dari gerakan ember dapat diamati dan dikalkulasikan dalam periode tertentu untuk
menghasilkan data curah hujan yang lebih akurat. Hal itu dapat dilakukan dengan pencatat
grafik.