Anda di halaman 1dari 2

Pengkajian

Congestive heart failure functional class III


Atas dasar :
Pada anamnesis diperoleh keluhan DOE (+), PND (+)
dan ortopneu (+). Sesak terasa saat melakukan aktivitas
ringan (mandi, berjalan + 10 meter). Terdapat edema di
kedua ekstrimitas bawah dan riwayat diagnosis edema
paru oleh dokter sebelumnya.
Pada pemeriksaan fisis diperoleh pelebaran batas
jantung, dan dari pemeriksaan fisik kedua lapang paru
didapatkan perkusi redup serta bunyi paru vesikular
menurun. Pada ekstrimitas diperoleh pitting edema.

Pengkajian (Lanjutan)
Untuk menegakkan diagnosis yang lebih tepat pada pasien ini maka
direncakan untuk melakukan ekokardiografi dengan tujuan untuk
melihat fraksi ejeksi jantung dan ruang-ruang jantung. Selain itu
juga perlu dilakukan pemeriksaan foto thorax untuk memastikan
ada atau tidaknya kardiomegali.
Jadi pada pasien ini ditegakkan diagnosis congestive heart failure
karena memenuhi kriteria Framingharm yaitu 1 kriteria mayor dan 2
kriteria minor, pada pasien ini kriteria mayornya adalah Paroksismal
Nocturnal Dispneau, sedangkan kriteria minornya adalah Dispnea d
Effort dan juga edema ekstremitas.
Sedangkan pada pasien ini digunakan klasifikasi NYHA untuk
menentukan klasifikasi dari gagal jantung kongestifnya dan pada
pasien ini didapatkan diagnosis congestive heart failure functional
class III karena terdapat batasan aktivitas bermakna, tidak terdapat
keluhan saat istirahat. Keluhan meningkat saat melakukan aktivitas.