Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein
pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. el darah merah
mengandung hemoglobin! "ang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru#paru
dan mengantarkann"a ke seluruh bagian tubuh. Anemia men"ebabkan berkurangn"a jumlah
sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah! sehingga darah tidak dapat
mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai "ang diperlukan tubuh.
Pen"ebab umum dari anemia disebabkan oleh perdarahan hebat antara lain sebagai berikut.
Akut (mendadak)! ke$elakaan! pembedahan! persalinan! pe$ah pembuluh darah! kronik
(menahun)! perdarahan hidung! wasir (hemoroid)! ulkus peptikum! kanker atau polip di
saluran pen$ernaan! tumor ginjal atau kandung kemih dan perdarahan menstruasi "ang sangat
ban"ak.
%erkurangn"a pembentukan sel darah merah bisa juga disebabkan karena kekurangan &at
besi! kekurangan 'itamin %()! kekurangan asam *olat! kekurangan 'itamin + dan pen"akit
kronik. elain itu! ,eningkatn"a penghan$uran sel darah merah antara lain pembesaran
limpa! kerusakan mekanik pada sel darah merah! reaksi autoimun terhadap sel darah merah!
hemoglobinuria nokturnal paroksismal! s*erositosis herediter! elliptositosis herediter!
kekurangan -.PD! pen"akit sel sabit! pen"akit hemoglobin +! pen"akit hemoglobin #+!
pen"akit hemoglobin E dan /halasemia
/0N1AUAN PU/A2A
ANE,0A ,E-AL3%LA/02
anemia dimana sel eritrosit muda di dalam sumsum tulang memperlihatkan
abnormalitas "ang khas "aitu pematangan inti terlambat dibandingkan pematangan
sitoplasma.
Sebab terjadin"a Anemia ,egaloblastik4
# De*isiensi 'it %()
# De*isiensi *olat
# Abnormalitas metabolisme 'it %() atau *olat
# +a$at lain dari sintesis DNA $ontohn"a de*inisi en&im kongenital
(.2riteria Diagnosis 4
Anamnesis
riwa"at *aktor predisposisi de*isiensi 'itamin %() (masukan tidak adekuat! kurangn"a
*aktor intrinsik! gangguan absorbsi) dan de*isiensi asam *olat (ba"i berat badan lahir sangat
rendah! malnutrisi ) atau etiologi lain seperti kelainan kongenital sintesis DNA! de*ek sintesis
DNA didapat atau pemakaian obat)an sitostatika.
Pemeriksaan *isik
pu$at! lemah! lesu! anoreksia! glositis. -ejala neurologis berupa parastesia! de*isit sensoris!
hipotoni! kejang! kelambatan perkembangan.
Pemeriksaan Laboratorium
1. Darah Tepi4
# anemia makrositer dimana sel#sel eritrosit membesar
# anisositosis (ukuran eritrosit abnormal ber'ariasi)
# poikilositosis (bentuk eritrosit "ang tidak beraturan)
# lekopenia! netropenia hipersegmentasi
# trombositopenia
# ditemukann"a normoblas di dalam darah tepi.
sediaan apus darah tepi menunjukkan netrofil yang hipersegmentasi dan ukuran sel eritrosit
yang besar
2. Sumsum Tulang:
# Eritropoesis4 sel besar#besar! pertumbuhan sitoplasma lebih $epat dari pada inti! ban"ak
ditemukan sel primiti* (promegaloblas dan megaloblas baso*il).
# Lekopoesis4 sel besar#besar! ban"ak ditemukan granulosit ati*ikal! giant netro*il batang!
terjadi disosiasi inti dan sitoplasma (misaln"a mielosit granula jarang)! hipersegmentasi sel
netro*il.
# /rombopoesis4 megakariosit biasan"a menurun! ati*ikal! agranulasi! terjadi hipersegmentasi
nukleus.
5. 2adar 6olat serum ! lebih akurat lagi kadar 6olat di D, 2adar 7it %() serum !
Schilling Test (absorbsi %()). /est s$hilling "aitu Diberikan sejumlah ke$il 'itamin %()
radioakti* per#oral (ditelan) dan diukur pen"erapann"a. 2emudian diberikan *aktor intrinsik
dan 'itamin %()! lalu pen"erapann"a diukur kembali. 1ika 'itamin %() diserap dengan *aktor
intrinsik! tetapi tidak diserap tanpa *aktor intrinsik! maka diagnosisn"a pasti anemia
pernisiosa.
Terapi
Umum 4
,akanan gi&i seimbang
Hindari makanan "ang mengandung gluten
Atasi *aktor predisposisi
2husus 4
De*isiensi asam *olat 4
8 Asam *olat 9!: ; ( mg<hr po
8 =espons perubahan hematologis dapat diharapkan dalam >) jam! terapi dilanjutkan selama
5#? minggu sampai didapatkan respons hematologis "ang jelas. Lama pengobatan tergantung
pen"ebabn"a (dapat beberapa bulan).
8 Pada malabsorbsi! pengobatan asam *olat diberikan sampai malabsorbsi teratasi! atau dapat
di$oba dengan pemberian awal :9 mg<hr selama >#(? hari.
8 Pada kebutuhan @ (anemia hemolitik kronik) #A pengobatan dengan asam *olat seumur
hidup.
De*isiensi 'itamin %() 4
8 Dosis awal optimal ):#(99 ug<hr selama )#5 minggu. Dosis pemeliharaan )99#(999 ug im
setiap bulan.
8 Pada gangguan absorbsi dapat diberikan (999 ug im ) B seminggu.
8 =espon berupa retikulositosis dapat diharapkan pada hari ke 5 ; ? pengobatan.
/ran*usi Darah
8 /ran*usi darah P=+ (9 ; (: ml<kg%% bila ada tanda gagal jantung "ang mengan$am
8 %ila ada in*eksi harus segera diatasi! karena selama ada in*eksi! sumsum tulang sering tidak
memberikan respons dengan pemberian hematinik.