Anda di halaman 1dari 30

Marshal Ryan Asmara

2007730079

PEMBIMBING
Dr. H. Satrio, Sp. THT


REFRESHING
Anatomi Telinga dan
Pemeriksaan Fisik
Telinga
ANATOMI TELINGA
Meatus Akustikus Eksterna
Berbentuk seperti huruf S
Panjang 2,5-3 cm
Diameter 0,5 cm
Telinga tengah berbentuk kubus dengan:
Batas luar : membran timpani
Batas depan : tuba eustachius
Batas bawah : vena jugularis (bulbus jugularis)
Batas belakang : auditus ad antrum, kanalis fasialis pars vertikalis
Batas atas : tegmen timpani (meningen/ otak)
Batas dalam : berturut-turut dari atas ke bawah, kanalis semi
sirkularis horizontal, kanalis fasialis, tingkap lonjong
(oval window), tingkap bundar (round window), &
promontorium
Menghubungkan rongga telinga tengah nasofaring
Bagian lateral bagian yang bertulang
2/3 medial bersifat kartilaginosa
Origo otot tensor timpani sebelah atas bagian bertulang
kanalis karotikus terletak di bagian bawahnya
Bagian bertulang rawan berjalan melintasi dasar tengkorak masuk ke faring di atas otot
levator palatinum dan tensor palatinum disarafi pleksus faringeal dan saraf mandibularis
Menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrana timpani
Koklea (rumah siput) dua
setengah lingkaran dan
vestibuler yang terdiri dari 3
buah kanalis semisirkularis
Ujung/ puncak koklea disebut
helikotrema, menghubungkan
perilimfa skala timpani
dengan skala vestibuli
Kanalis semisirkularis saling
berhubungan secara tidak
lengkap dan membentuk
lingkaran yang tidak lengkap
Pada irisan melintang koklea, tampak skala vestibuli di
sebelah atas media (duktus koklearis) di antaranya
Skala vestibuli dan skala timpani berisi perilimfa,
sedangkan skala media berisi endolimfa
Ion dan garam yang terdapat di perilimfa berbeda
dengan endolimfa (penting untuk pendengaran)
Dasar skala vestibuli membran vestibuli (Reissners
membrane)
Dasar skala media membrana basalis. Pada membran
ini terletak Organo Corti
Ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga






Getaran tersebut menggetarkan membran timpani
Ke telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran
Energi getar yang telah diamplifikasi ini akan diteruskan ke stapes
Menggerakkan tingkap lonjong
Perilimfe pada skala vestibuli bergerak
Diteruskan melalui membrana Reissner yang mendorong endolimfa

Menimbulkan gerak relatif antara membran
basalis dan membran tektoria
Rangsangan mekanik yang menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia
sel-sel rambut
Kanal ion terbuka pengelepasan ion
bermuatan listrik dari badan sel
Depolarisasi sel rambut Potensial aksi pada saraf auditorius
Nukleus auditorius - korteks serebri / korteks
pendengaran (area 39-40) di lobus temporalis
FISIOLOGI
ALAT KESEIMBANGAN
Keseimbangan dan orientasi tubuh tergantung input sensorik dari resptor
vestibuler di labirin, organ visual dan proprioseptif SSP
menggambarkan keadaan posisi tubuh pada saat itu.
Gerakan/ perubahan kepala & tubuh perpindahan cairan endolimfa di
labirin silia sel rambut menekuk.
Tekukan silia permeabilitas membran sel berubah ion kalsium
masuk ke dalam sel depolarisasi merangsang pnglepasan
neurotransmiter eksitator meneruskan impuls sensoris saraf aferen
pusat keseimbangan di otak
Organ vestibuler transduser yang mengubah energi mekanik akibat
rangsangan otolit dan gerakan endolimfa di dalam kanalis semisirkularis
energi biolistrik memberi informasi mengenai perubahan posisi
tubuh akibat percepatan sudut
PEMERIKSAAN FISIK TELINGA
Lampu kepala
Corong telinga
Aplikator kapas
Pengait serumen
Pinset telinga
Garpu tala
Otoskop
Alat Penghisap
Keadaan dan bentuk daun telinga, daerah belakang daun telinga
(retro-aurikuler)
Tanda peradangan, sikatriks bekas operasi, massa, dan sekret yang keluar dari liang
telinga.
Menarik daun telinga superior dorso lateral liang telinga
menjadi lebih lurus dan mempermudah melihat keadaan liang
telinga dan membran timpani dengan menggunakan otoskop
agar lebih jelas melihat bagian-bagian MT.
Kartilago daun telinga agak kaku/ kemiringan liang telinga
spekulum telinga yang disesuaikan dengan besarnya diameter
liang telinga
Bila terdapat serumen harus dikeluarkan
Konsistensi cair kapas yang dililitkan
Konsistensi lunak / liat pengait
Berbentuk lempengan dapat dipegang dengan pengait pinset
Jika serumen sangat keras dan menyumbat seluruh liang telinga
dilunakkan dulu dengan minyak / karbogliserin sudah lunak/cair dapat
dilakukan dengan irigasi dengan air bersih
Stenosis/ atresia meatal, obstruksi yang
disebabkan oleh sekret, jaringan ikat, benda
asing, serumen obturan, polip, jaringan
granulasi, edema atau furunkel
Mengamati liang telinga
Memperhatikan membran timpani
permukaan, posisi membran, warna, ada tidaknya perforasi,
reflkes cahaya, struktur telinga tengah yang terlihat pada
permukaan membran seperti manubrium mallei, prosessus
brevis, plika maleolaris anterior dan posterior
Palpasi dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat
nyeri tekan , atau nyeri tarik , atau terdapat tanda-
tanda pembesaran kelenjar pre dan post aurikuler
Tempat : ruangan sunyi dan jarak 6 m
Penderita:
Mata di tutup
Telinga di hadapkan ke arah pemeriksa
Telinga yang tak di periksa ditutup
Mengulang dengan keras dan jelas kata-kata yang di bisikan.
Pemeriksa:
Kata-kata di bisikan dengan udara cadangan paru-paru, sesudah ekspirasi biasa
Kata-kata yang dibisikan terdiri 1-2 suku kata yang di kenal pemeriksa
Kuantitatif
Fungsi pendengaran Suara bisik
Normal 6 m
Tuli Ringan >4m-<6 m
Tuli sedang > 1 m- < 4 m
Tuli Berat < 1 m
Tuli Total Bila berteriak di depan telinga, penderita
tetap tidak mendengar
Weber Membandingkan
hantaran tulang telinga kiri dan
kanan
Garpu tala 256 Hz atau 512 Hz
Tuli sensorineural mendengar
lebih baik pada telinga yang baik
(lateralisasi ke telinga yang baik)
Tuli konduktif mendengar bunyi
lebih keras (lateralisasi ke telinga
yang sakit)
Rinne Membandingkan hantaran
tulang dengan hantaran udara pada
satu telinga
Garpu tala 256 Hz atau 512 Hz
Normal hantaran udara lebih
panjang dari hantaran tulang.
Tuli sensori neural hantaran udara
lebih panjang daripada hantaran
tulang.
Tuli konduktif hantaran tulang
lebih panjang daripada hantaran
udara.
Bila penderita masih mendengar dikatakan Rinne (+) Bila
tidak mendengar dikatakan Rinne (-)
Evaluasi test Rinne
Rinne (+) normal atau tuli sensorineural
Rinne (-) tuli konduktif

Tujuan : membandingkan hantaran lewat tulang antara penderita
dengan pemeriksa.
Garpu tala frekuensi 512 Hz
Interpretasi
Normal : schwabah normal
Tuli konduksi: Schwabah memanjang
Pada tuli sensori neural : schwabah memendek