Anda di halaman 1dari 2

TRANSPORT ELEKTRON

Transport elektron disebut sebagai reaksi pemanenan energi kimia. Hal tersebut disebabkan karena
transport elektron menghasilkan molekul ATP sebanyak 30 molekul dari elektron yang dibawa oleh
NADH dan FADH2. Reaksi transport elektron terjadi pada membran dalam mitokondria.
Transport elektron merupakan reaksi yang membutuhkan oksigen sebagai akseptor elektron
terakhir. Reaksi penangkapan elektron oleh oksigen akan menyebabkan terbentuknya molekul air
(H2O).
Kompleks transport elektron tersusun atas lima kompleks protein, yang masing-masing memiliki
fungsi spesifik.
1. Kompleks I
Kompleks I dinamakan NADH reduktase. Fungsi dari kompleks I adalah memecah NADH menjadi
NAD+ dan H+. Pemecahan tersebut akan menyebabkan elektron dibebaskan dari NADH. Setiap
elektron yang dibebaskan akan bergerak melintasi kompleks I, yang mengakibatkan ion H+ bergerak
dari matriks menuju ruang intermembran. Elektron yang melintasi kompleks I selanjutnya akan
ditangkap oleh ubiquinon da dibawa menuju kompleks III.
2. Kompleks II
Kompleks II dinamakan suksinat dehidrogenase. Fungsi dari kompleks II adalah membebaskan
elektron yang ada pada FADH2, diikuti dengan reaksi perubahan suksinat menjadi fumarat. Elektron
yang melintasi kompleks II tidak menyebabkan pergerakan ion hidrogen menuju ruang
intermembran. Elektron juga akan ditangkap oleh ubiquinon, yang akan dibawa menuju kompleks III.
3. Kompleks III
Kompleks III dinamakan dengan sitokrom reduktase. Elektron dari ubiquinon akan dilalukan melalui
kompleks ini. Pergerakan elektron melintasi kompleks ini menyebabkan ion hidrogen bergerak dari
matriks menuju ruang intermembran. Elektron selanjutnya akan dibawa oleh sitokrom C menuju
kompleks IV.
4. Kompleks IV
Pergerakan ion pada kompleks IV menyebabkan aliran ion hidrogen dari matriks menuju ruang
intermembran. Selain itu, elektron akan dikembalikan ke matriks. Proses ini membutuhkan oksigen.
Oksigen berperan sebagai penangkap elektron terakhir. Reaksi penangkapan tersebut menyebabkan
terbentuknya molekul air (H2O).
5. Kompleks V
Kompleks V merupakan enzim ATP sintase. Enzim tersebut berfungsi untuk membentuk molekul
berenergi, ATP, dari ADP dan Pi.
Ion hidrogen yang dibergerak menuju ruang intermembran menimbulkan gradien elektrokimia dari
ruang intermembran dengan matriks mitokondria. Matriks kehilangan ion hidrogen karena bergerak
ke ruang intermembran menyebabkan konsentrasi ion H+ yang lebih rendah. Akibatnya, ion
hidrogen akan bergerak menuju kembali ke matriks untuk menyeimbangkan konsentrasi. Akan
tetapi, membran dalam mitokondria impermeabel (tidak bisa dilalui) terhadap ion H+. Satu-satunya
lintasan yang ada adalah kompleks V.
Pergerakan ion H+ melintasi kompleks V digunakan untuk membentuk ATP. Setiap ion hidrogen
masuk, maka akan dibentuk ATP. Jadi, ada kaitannya antara proses lewatnya elektron dalam
kompleks-kompleks sebelumnya dengan pembentukan ATP. Aliran elektron menyebabkan ion H+
bergerak ke ruang intermembran, akibatnya konsentrasi berbeda dan ion hidrogen yang kembali ke
matriks melalui Kompleks V digunakan untuk membentuk ATP.
Info!
NADH dan FADH2 Jumlah ATP Berbeda!
Dalam berbagai buku disebutkan bahwa NADH bisa menghasilkan 3 ATP, sedangkan FADH2 hanya 2
ATP. Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan pertama kali NADH dan FADH2 dipecahkan.
NADH akan masuk pertama kali di kompleks I, yang menyebabkan transport ion H+ dari matriks ke
ruang intermembran. Setelah itu, transport ion H+ dari aliran elektron yang dibebaskan NADH juga
terjadi di kompleks III dan Kompleks IV. Akan tetapi, FADH2 pertama kali akan dipecah di kompleks
II, yang tidak menyebabkan pergerakan ion H+ menuju ruang intermembran. Akibatnya, transport
hidrogen ke ruang intermembran dari elektron yang dibebaskan FADH2 hanya terjadi di kompleks III
dan IV saja.
Perbedaan jumlah ion hidrogen yang dipindahkan, NADH dan FADH adalah 3 kali berbanding 2 kali.
Akibatnya, jumlah ATP yang dihasilkan pun 3 : 2. Secara mudah, elektron dari NADH melintasi 3 kali
sistem transport (kompleks I, III, dan IV), sedangkan elektron dari FADH2 hanya melintasi 2 kali
sistem transport (III, dan IV). Hal itulah yang menyebabkan perbedaan hasil dari FADH2 dan NADH.
Info!
Jumlah ATP yang dihasilkan itu 36 atau 38?
Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sangat bagus. Ya, memang kadang orang
menyebutkan begitu saja. Akan tetapi, jumlah 36 dan 38 itu memiliki perbedaan mendasar.
Jumlah ATP total 36 terjadi pada eukariotik, sedangkan jumlah total ATP respirasi 38 terjadi pada
organisme prokariotik.
Eukariotik memiliki jumlah ATP hasil respirasi lebih sedikit 2 molekul karena dua ATP digunakan
untuk memindahkan asam piruvat dari sitoplasma menuju matriks mitokondria. Di lain pihak,
organisme prokariotik yang tidak memiliki mitokondria tidak memerlukan proses tersebut.
Akibatnya, jumlah ATP yang seharunsya ada 38 pada eukariotik dikurangi untuk penggunaan ketika
transport asam piruvat dari sitoplasma menuju matriks mitokondria melintasi membran
mitokondria.