Anda di halaman 1dari 11

EKSKRESI DAN

OSMOREGULASI
BAMBANG HERU BUDIANTO
EKSKRESI
Ekskresi adalah pembuangan limbah hasil
samping metabolisme seluler yang bukan gas
dari dalam tubuh.
Istilah ini umumnya terbatas pada
pembuangan limbah berbahan dasar
nitrogen, hasil dari metabolisme protein dan
asam nukleat melalui proses pengaturan
kontinyu air dan elektrolit-elektrolit tertentu
antara organisme dengan lingkungannya.
Ekskresi dilaksanakan oleh tubula
Malphigi yang terdapat pada daerah
postventriculus saluran pencernaan
atau dilakukan oleh suatu daerah di
mid-gut apabila organ tubula Malphigi
tidak dijumpai ataupun menurun
fungsinya.
Sejumlah organ yang terlibat dalam
keseimbangan ion dan air, misalnya
adalah kelenjar coksal, kelenjar salivary,
papilla genital dan organ Claperede.
Ekskresi
Tubula Malphigi Arachnida berkembang dari
bagian akhir mesenteron embrio, namun
pada Insekta, berasal dari proctodaeum.
Dua pasang tubula terdapat pada
Holothyrida, sepasang pada Notostigmata,
Ixodida dan Mesostigmata.
Pada Prostigmata dan Oribatida, tidak
didapatkan organ ini, namun pada beberapa
famili Astigmata dijumpai sekalipun tidak
terlampau berkembang.
Sebagaimana pada arachnid, produk ekskretori
utama pada beberapa spesies Akari berupa
katabolit nitrogenous, yaitu guanine (2-amino-6-
oxypurine) dan ada juga berupa asam uric (2-6-
8-oxypurine), misalnya pada larva Eutrombicula
splendens. Pada tubula Malphigi, ke dua produk
ekskretori tersebut disimpan dalam bentuk padat.
Ekskresi katabolit tidak larut ini merupakan
adaptasi penting bagi arthropoda pada
lingkungan terrestrial.
Perubahan bentuk menjadi padat, mengurangi
toksisitas produk ekskretori tersebut sehingga
memungkinkan untuk disimpan sementara oleh
organisme. Selain itu, adaptasi tersebut terjadi
pula penyerapan kembali air selama proses
ekskresi.

Osmoregulasi
Ahli fisiologi Perancis, Claude Bernard
menyatakan bahwa kondisi lingkungan
internal yang stabil merupakan kondisi yang
sangat diperlukan untuk hidup bebas.
Pemeliharaan kondisi ini bergantung pada
sejumlah sarana penyeimbang di antara
komponennya, yaitu kadar air (reagen semua
reaksi biokimia penting) dan ion dalam cairan
jaringan.
Akari seperti arthropoda terrestrial lain,
kehilangan air melalui permukaan tubuh dan
organ respiratori dengan cara diffusi.
Untuk meminimalisasi kehilangan air, maka
didapatkan berbagai sarana perlindungan
seperti adanya lapisan lilin pada kutikula yang
melapis seluruh tubuh dan organ-organ
tambahan, penutup mekanis pada stigmata,
dan retensi atau penyerapan kembali air.
Cara-cara tersebut melahirkan mekanisme
perilaku tambahan pada akari berupa
pergerakan menuju microhabitat dalam
upaya mengambil air.
Contoh : Akari tahap makan aktif,
mendapatkan air dari menelan makanan
basah atau mencucup air bebas
Jadi pada tick, keseimbangan air dalam fase
makan, melibatkan pembuangan air,
sedangkan pada fase non-parasitik dipelihara
melalui penghematan dan uptake air.
Banyak sistim organ terlibat dalam regulasi
air dan ion pada Akari, dan organ utama yang
terlibat adalah kelenjar coksal, salivary,
papillae genital dan organ Claparede
sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya.
Kelenjar Coksal
Sepasang kelenjar coksal (=organ coksal) pada
Akari, sebagaimana pada Arachnida yang lain,
tersusun oleh sacculus berdinding tipis yang
terspesialisasi untuk ultrafiltrasi haemolimp dan
tubula atau labirin menggelung yang tersusun oleh
dinding mikrovilla dan mempunyai banyak
mitokondria, sehingga mengarah pada dugaan
penyerapan kembali aktif substransi, termasuk ion-
ion dari bagian lumen.
Organ ini terdapat pada daerah prosomatik dan
umumnya hanya sepasang. Kelenjar coksal tidak
seluruhnya mempunyai bentuk sacculus atau tubula
sebagaimana pada 7 ordo Akari.
Kelenjar salivary
Keseimbangan air dan ion pada tick ixodid
dilakukan terutama oleh kelenjar salivary.
Selama makan, sejumlah air dalam rongga
mulut, dikeluarkan oleh kelenjar ke inang
Selain berfungsi dalam pengeluaran air, kelenjar
ini juga berperan dalam uptake air dalam
bentuk gas khususnya tick yang lama tidak
mendapatkan inang.
Uptake air dari udara juga dilakukan oleh
argasoid melalui sel acini tipe I yang menyusun
rongga mulut.
Papilla genital dan organ Claparede
Papilla genital terdapat di dalam bibir
progenital nimfa maupun dewasa tungau
terrestrial
atau pada bagian tubuh nimfa dan dewasa
beberapa tungau air
sepasang organ Claparede terletak ventral
antara kaki I dan II pada prosoma prelarva
dan larva
Kedua organ tsb berperan dalam uptake air
dan keseimbangan ion