Anda di halaman 1dari 10

1

Kata Pengantar


Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada
Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas
makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam.


Agama sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan umat manusia dapat dikaji melalui
berbagai sudut pandang. Islam sebagai agama yang telah berkembang selama empat belas
abad lebih menyimpan banyak masalah yang perlu diteliti, baik itu menyangkut ajaran
dan pemikiran keagamaan maupun realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun
penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kaitan Etos Kerja Bangsa
Jepang dan Islam, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi,
referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu
yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran
dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Mercu Buana. Saya sadar
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen
pembimbing saya meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa
yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca



2
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini dapat menjamin
terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin.
Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana
terdapat di dalam sumber ajarannya, Alquran dan Hadis, tampak amat ideal dan agung. Islam
mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran melalui
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan
material dan spiritual, senantiasa mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu,
bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas, egaliter, kemitraan, anti-feodalistik,
mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif
lainnya.
B. Rumusan Masalah
1. Sistematika Sumber Ajaran Islam dalam Al-Quran
2. Kandungan Al-Quran
3. Hadist (Arti dan Fungsinya)
4. Pengertian Ijitihad dan Jenis-jenis Ijtihad (Ijma dan Qiyas)
5. Beberapa definisi Istihsan dan Maslahah Murshalah

C. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Memenuhi salah satu tugas Metodologi Study Islam
2. Mengetahui peranan mahasiswa dalam pembelajaran Metodologi Islam di Indonesia
3. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap profesional yang diperlukan mahasiswa
untuk menunjang tanggung jawab sebagai mahasiswa fakultas Pendidikan Agama Islam






3
BAB II
PEMBAHASAN

Sumber Ajaran Islam
1.a Sistematika sumber ajaran islam
Agama Islam bersumber dari Al-Quran yang memuat wahyu Allah dan al-Hadis yang
memuat Sunnah Rasulullah. Komponen utama agama Islam atau unsur utama ajaran agama
Islam (akidah, syariah dan akhlak) dikembangkan dengan rakyu atau akal pikiran manusia yang
memenuhi syarat runtuk mengembangkannya.

1.b AL-QURAN
Al-Quran merupakan sumber pertama dan utama dalam ajaran islam, yakni Kitab suci
yang memuat firman-firman (wahyu) Allah SWT yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada
Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Tujuannya: Untuk menjadi pedoman bagi ummat manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dan
kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat kelak.
Al-Quran terbagi dalam 30 Juz, 114 Surah, 6236 ayat, 74.499 kata, 325.345 huruf.
Diturunkan di gua hira pada 17 Ramadhan tahun pertama sebelum hijrah. Surah pertama
yang diturunkan adalah Surah Al-Alaq (96) : 1-5. Sedangkan ayat terakhir diturunkan di Padang
Arafah pada 9 Zulhijjah tahun ke 10 Hijriyah yakni surah Al-Maidah (5) : 3.
Diturunkan dalam 2 periode: yakni periode Mekkah dan Periode Madinah. Ciri-cirinya:
AYAT MAKKIYAH AYAT MADANIYAH
1). Umumnya pendek-pendek 1). Umumnya panjang-panjang
2). 19/30 dari seluruh isi Al-Quran 2). 11/30 dari seluruh isi Al-Quran
3). 86 Surah, 4.780 ayat 3). 28 Surah, 1.456 ayat
4). Dimulai dengan kata Ya Ayyuhan Naas 4). Dimulai dengan kata Ya Ayyuhal Ladzina
Aamanu
5). Ttg Tauhid, Hari Kiamat, Akhlak, Kisah
umat masa lalu
5). Hukum, Keadilan, dan Masyarakat.


4
6). Duturunkan dalam waktu 12 Tahun 13
Hari
6). Diurunkan dalam waktu 10 Tahun 2 Bulan 9
Hari
Sumber : Nashiruddin Razak, 1977 : 90
Kandungan Al-Quran meliputi soal-soal pokok yang berkenaan dengan:
1). Aqidah
2). Syariah
3). Akhlak
4). Kisah-kisah masa lalu
5). Berita-berita tentang masa yang akan datang
6). Benih dan Prinsip Ilmu Pengetahuan
7). Sunnatullah / Hukum Allah yang berlaku di alam semesta ini.

Kandungan Al-Quran.
Al-Quran sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam hidup baik di dunia dan
akhirat, berisi hal-hal antara lain :

1. Petunjuk mengenai akidah yang harus diyakini oleh manusia. Petunjuk akidah ini berintikan
keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan kepastian adanya hari kebangkitan, perhitungan
serta pembalasan kelak.

2. Petunjuk mengenai syariah yaitu jalan yang harus diikuti manusia dalam berhubungan
dengan Allah dan dengan sesama insan demi kebahagiaan

3. Petunjuk tentang akhlak, mengenai yang baik dan buruk yang harus diindahkan leh manusia
dalam kehidupan, baik kehidupan individual maupun kehidupan sosial.

4. Kisah-kisah umat manusia di zaman lampau. Sebagai contoh kisah kaum Saba yang tidak
mensyukuri karunia yang diberikan Allah, sehingga Allah menghukum mereka dengan
mendatangkan banjir besar serta mengganti kebun yang rusak itu dengan kebun lain yang
ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit rasanya.



5
5. Berita tentang zaman yang akan datang. Yakni zaman kehidupan akhir manusia yang
disebut kehidupan akhirat. Kehidupan akhirat dimulai dengan peniupan sangkakala (terompet)
oleh malaikat Israil. Apabila sangkakala pertamaditiupkan, diangkatlah bumi dan gunung-
gunung, la- lu keduanya dibenturkan sekali bentur. Pada hari itulah terjadilah kiamat dan
terbelahlah langit.... (Qs al-Haqqah (69) : 13-16.


6. Benih dan Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.
7. Hukum yang berlaku bagi alam semesta.

4.2 Al-Hadis ( Arti dan Fungsinya )

Al-Hadis adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam. Sebagai sumber agama dan
ajaran Islam, al-Hadis mempunyai peranan penting setelah Al-Quran. Al-Quran sebagai kitab
suci dan pedoman hidup umat Islam diturunkan pada umumnya dalam kata-kata yang perlu
dirinci dan dijelaskan lebih lanjut, agar dapat dipahami dan diamalkan.
Ada tiga peranan al-Hadis disamping al-Quran sebagai sumber agama dan ajaran Islam, yakni
sebagai berikut :

1. Menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam al-Quran. Misalnya dalam Al-Quran
terdapat ayat tentang sholat tetapi mengenai tata cara pelaksanaannya dijelaskan oleh Nabi.
2. Sebagai penjelasan isi Al-Quran. Di dalam Al-Quran Allah memerintah- kan manusia
mendirikan shalat. Namun di dalam kitab suci tidak dijelaskan banyaknya rakaat, cara rukun
dan syarat mendirikan shalat. Nabilah yang menyebut sambil mencontohkan jumlah rakaat
setiap shalat, cara, rukun dan syarat mendirikan shalat.
3. Menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samar-samar ketentuannya
di dalam Al-Quran. Sebagai contoh larangan Nabi mengawini seorang perempuan dengan
bibinya. Larangan ini tidak terdapat dalam larangan-larangan perkawinan di surat An-Nisa (4) :
23. Namun, kalau dilihat hikmah larangan itu jelas bahwa larangan tersebut mencegah rusak atau
putusnya hubungan silaturrahim antara dua kerabat dekat yang tidak disukai oleh agama Islam.
Hadis atau sunnah yang dihimpun kini dalam kitab-kitab hadis (al-Hadis), terdiri dari ucapan


6
(qaul), perbuatan (fiil) dan sikap diam nabi tanda setuju (taqrir atau sukut). Orang-orang yang
mengumpulkan sunnah nabi (dalam kitab-kitab hadis) menyelusuri seluruh jalur riwayat ucapan,
perbuatan dan sikap diam nabi. Hasilnya di kalangan Sunni terdapat enam kumpulan hadis, yang
utama ialah yang dikumpulkan oleh Bukhari dan Muslim yang mendapat pengakuan di kalangan
Sunni (ahlul sunnah wal jamaaah) sebagai sumber ajaran Islam kedua (utama) sesudah kitab
suci al-Quran.

Di kalangan Syiah juga terjadi proses serupa, tetapi disamping ucapan-ucapan nabi melalui
keluarganya, ditambahkan lagi dengan
Pendidikan Agama Islam Hal 5
ucapan para Imam Syiah yang menjelaskan arti petunjuk nabi itu menjadi bagian kumpulan
hadis. Kitab-kitab hadis (al-Hadis), baik di kalangan Sunni maupun Syii adalah sumber
pengetahuan yang monumental bagi Islam, sekaligus menjadi penafsir dan bagian yang
komplementer terhadap al-Quran.
ucapan para Imam Syiah yang menjelaskan arti petunjuk nabi itu menjadi bagian kumpulan
hadis. Kitab-kitab hadis (al-Hadis), baik di kalangan Sunni maupun Syii adalah sumber
pengetahuan yang monumental bagi Islam, sekaligus menjadi penafsir dan bagian yang
komplementer terhadap al-Quran.

Ijitihad
Ijtihad (Arab: ) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa
dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara
yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan
pertimbangan matang.
Namun pada perkembangan selanjutnya, diputuskan bahwa ijtihad sebaiknya hanya dilakukan
para ahli agama Islam.
Tujuan ijtihad adalah untuk memenuhi keperluan umat manusia akan pegangan hidup dalam
beribadah kepada Allah di suatu tempat tertentu atau pada suatu waktu tertentu.
Oleh Al Quran maupun Al Hadist. Selain itu ada perbedaan keadaan pada saat turunnya Al
Quran dengan kehidupan modern. Sehingga setiap saat masalah baru akan terus berkembang dan


7
diperlukan aturan-aturan turunan dalam melaksanakan Ajaran Islam dalam kehidupan beragama
sehari-hari.
Jika terjadi persoalan baru bagi kalangan umat Islam di suatu tempat tertentu atau di suatu masa
waktu tertentu maka persoalan tersebut dikaji apakah perkara yang dipersoalkan itu sudah ada
dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadist. Sekiranya sudah ada maka persoalan
tersebut harus mengikuti ketentuan yang ada sebagaimana disebutkan dalam Al Quran atau Al
Hadits itu. Namun jika persoalan tersebut merupakan perkara yang tidak jelas atau tidak ada
ketentuannya dalam Al Quran dan Al Hadist, pada saat itulah maka umat Islam memerlukan
ketetapan Ijtihad. Tapi yang berhak membuat Ijtihad adalah mereka yang mengerti dan paham Al
Quran dan Al Hadist.
Jenis-jenis ijtihad
Ijma'
Ijma' artinya kesepakatan yakni kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum hukum
dalam agama berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dalam suatu perkara yang terjadi. Adalah
keputusan bersama yang dilakukan oleh para ulama dengan cara ijtihad untuk kemudian
dirundingkan dan disepakati. Hasil dari ijma adalah fatwa, yaitu keputusan bersama para ulama
dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat.
Qiys
Qiyas artinya menggabungkan atau menyamakan artinya menetapkan suatu hukum suatu perkara
yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan dalam sebab,
manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama. Dalam
Islam, Ijma dan Qiyas sifatnya darurat, bila memang terdapat hal hal yang ternyata belum
ditetapkan pada masa-masa sebelumnya
Beberapa definisi qiys (analogi)
1. Menyimpulkan hukum dari yang asal menuju kepada cabangnya, berdasarkan titik persamaan
diantara keduanya.
2. Membuktikan hukum definitif untuk yang definitif lainnya, melalui suatu persamaan
diantaranya.


8
3. Tindakan menganalogikan hukum yang sudah ada penjelasan di dalam [Al-Qur'an] atau
[Hadis] dengan kasus baru yang memiliki persamaan sebab (iladh).
Beberapa definisi Istihsn
1. Fatwa yang dikeluarkan oleh seorang fqih (ahli fikih), hanya karena dia merasa hal itu
adalah benar.
2. Argumentasi dalam pikiran seorang fqih tanpa bisa diekspresikan secara lisan olehnya
3. Mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima, untuk maslahat orang banyak.
4. Tindakan memutuskan suatu perkara untuk mencegah kemudharatan.
5. Tindakan menganalogikan suatu perkara di masyarakat terhadap perkara yang ada
sebelumnya...

Maslahah murshalah
Adalah tindakan memutuskan masalah yang tidak ada naskhnya dengan pertimbangan
kepentingan hidup manusia berdasarkan prinsip menarik manfaat dan menghindari
kemudharatan.
Sududz Dzariah
Adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentinagn
umat.
Istishab
Adalah tindakan menetapkan berlakunya suatu ketetapan sampai ada alasan yang bisa
mengubahnya.
Urf
Adalah tindakan menentukan masih bolehnya suatu adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat
setempat selama kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan aturan-aturan prinsipal dalam
Alquran dan Hadis.




9

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulkan Makalah ini adalah bahwa sumber-sumber ajaran islam terdiri dari ajaran
islam primer dan skunder
Primer terdiri dari Al-Quran dan Hadist sedangkan Skunder terdiri dari Ijtihad
B. SARAN
Kajian tentang makalah SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM ini akan
memberikan pengetahuan dan wawasan. Hal ini sangat penting agar para pendidik dapat
memahami dan pada giliranya kelak terhadap dinamika pendidikan itu sendiri. Dan yang tidak
kalah pentingnya adalah bahwa dengan pengetahuan SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM
itu sendiri.
Demikianlah makalah kami yang berjudul SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM
kami menyadari makalah ini masih banyak kekuranganya, karena itu kritik dan saran yang
sifatnya membangun kami terima. Semoga makalah ini sangat berguna bagikita semua . Amin


DAFTAR PUSTAKA

1. Fiqih Islam (Nashiruddin Razak)
2. http://www.google.co.id/Al Quran
3. http://www.google.co.id/ijtihad



10