Anda di halaman 1dari 3

Nama : Elia Apriani

Kelas : B3
No. Absen : 11
NPM : 151401011

Teori Portofolio
Teori portofolio merupakan teori yang berhubungan mengenai pengembalian portofolio yang
diharapkan dan tingkat risiko portofolio yang dapat diterima, serta menunjukkan cara pembentukan
portofolio yang optimal. Teori portofolio ini saling berkaitan dengan teori pasar modal yang berdasar
pada pengaruh keputusan investor terhadap harga sekuritas serta menunjukkan hubungan yang
seharusnya terjadi antara pengembalian dan risiko sekuritas jika investor membentuk portofolio yang
sesuai dengan teori portofolio.
Tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) adalah return yang yang diharapkan akan
diperoleh oleh investor di masa mendatang dan sifatnya belum terjadi. Dengan adanya ketidakpastian
(uncertainty) tersebut, berarti investor akan memperoleh return di masa mendatang yang belum
diketahui persis nilainya. Return ekspektasi dan tingkat risiko mempunyai hubungan yang positif.
Semakin besar risiko suatu sekuritas, semakin besar return yang diharapkan, dan sebaliknya.
Standar Deviasi dan Varians
Salah satu pengukur risiko adalah deviasi standar atau varian yang merupakan kuadrat dari deviasi
standar. Risiko yang diukur dengan ukuran ini mengukur risiko dari seberapa besar nilai tiap-tiap item
menyimpang dari rata-ratanya. Risiko portofolio juga dapat diukur dengan besarnya deviasi standar
atau varian dari nilai return-return sekuritas tunggal di dalamnya.
Kovarians dan Korelasi
Nilai kovarian positif menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel bergerak ke arah yang sama, yaitu jika
satu meningkat, yang lainnya juga meningkat atau jika satu menurun, yang lainnya juga menurun.
Nilai kovarian yang negatif menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel bergerak ke arah yang
berlawanan, yaitu jika satu meningkat, maka yang lainnya menurun, dan sebaliknya. Konsep dari
kovarian dapat dinyatakan dalam bentuk korelasi. Koefisien korelasi menunjukkan besarnya
hubungan pergerakan antara dua variabel relative terhadap masing-masing deviasinya.
Persyaratan utama untuk dapat mengurangi risiko di dalam portofolio adalah return untuk masing-
masing sekuritas tidak berkorelasi secara positif dan sempurna. Nilai dari koefisien korelasi berkisar
dari +1 sampai dengan -1. Nilai koefisien korelasi +1 menunjukkan korelasi positif sempurna, nilai
koefisien korelasi 0 menunjukkan tidak ada korelasi dan nilai koefisien korelasi -1 menunjukkan
korelasi negatif sempurna.
Jika dua buah aktiva memiliki return dengan koefisien korelasi +1 (positif sempurna), maka semua
risikonya tidak dapat didiversifikasi atau risiko portofolio tidak akan berubah sama dengan risiko
aktiva individualnya. Jika dua buah aktiva memiliki return dengan koefisien korelasi -1 (negative
sempurna), maka semua risikonya dapat didiversifikasi atau risiko portofolio akan sama dengan nol.
Jika koefisiennya di antara +1 dan -1, maka akan terjadi penurunan risiko di portofolio, tetapi tidak
menghilangkan semua risikonya.
Bagian dari risiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang well-
diversified disebut dengan risiko yang dapat didiversifikasikan (diversifiable risk) atau risiko
perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik (unique risk) atau risiko
yang tidak sistematik (unsystematic risk). Karena risiko ini unik untuk suatu perusahaan, yaitu hal
buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal baik yang terjadi di perusahaan lain,
maka risiko ini dapat didiversifikasi di dalam portofolio. Contoh dari risiko ini adalah pemogokan
bruh, tuntutan pihak lain, dan sebagainya.
Sebaliknya, risiko yang tidak dapat didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan non-
diversifiable risk atau risiko pasar (marke risk) atu risiko umum (general risk) atau risiko sistematik
(systematic risk). Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan, seperti
inflasi, resesi, dan lain sebagainya.

Membentuk Efficient Frontier
Efficient Frontier dapat dibentuk dengan cara meminimimkan resiko portofolio pada return portofolio
tertentu. Dengan mengubah-ubah nilai return portofolio maka akan di peroleh titik titik pasangan
masing-masing return dengan resiko yang paling minimum.
Diversifikasi
Diversifikasi ini sangat penting untuk investor, karena dapat meminimumkan risiko tanpa harus
mengurangi return yang diterima. Investor dapat melakukan diversifikasi dengan beberapa cara,
seperti misalnya dengan membentuk portofolio berisi banyak aktiva, membentuk portofolio secara
random atau diversifikasi dengan metode Markowitz.
Diversivikasi dengan banyak aktiva diasumsikan bahwa tingkat hasil (rate of return) untuk masing-
masing sekuritas secara statistik adalah independen. Ini berarti bahwa rate of return untuk satu
sekuritas tidak terpengaruhi oleh rate of return sekuritas lainnya. Semakin banyak sekuritas yang
dimasukkan ke portofolio, semakin kecil risiko portofolionya. Kenyataannya, asumsi rate of return
yang independen untuk masing-masing sekuritas adalah kurang realistis, karena umunya return
sekuritas berkorelasi satu dengan lainnya.
Diversifikasi secara random merupakan pembentukan portofolio dengan memilih sekuritas-sekuritas
secara acak tanpa memperhatikan karakteristik dari investasi yang relevan misalnya return dari
sekuritas itu sendiri. Investor hanya memilih sekuritas secara acak.
Diversifikasi secara Markowitz Dengan menggunakan metode mean-variance dari Markowitz,
sekuritas-sekuritas yang mempunyai korelasi lebih kecil dari + 1 akan menurunkan risiko portofolio.
Semakin banyak sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, semakin kecil risiko portofolio.
Denganmenggunakan metode Markowitz, maka diversifikasi ini dapat dibuktikan secara matematis
Portofolio Optimal
Di dalam membentuk suatu portofolio, terdapat permasalahan yakni terdapat banyak sekali
kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar.
Kombinasi ini dapat mencapai jumlah yang tidak terbatas. Belum lagi kombinasi ini juga
memasukkan aktiva bebas risiko di dalam pembentukan portofolio. Jika terdapat kemungkinan
portofolio yang jumlahnya tidak terbatas, maka akan timbul pertanyaan mana yang akan dipilih oleh
investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal. Portofolio
optimal dapat ditentukan dengan menggunakan model Markowitz atau model indeks tunggal. Untuk
menentukan portofolio yang optimal dengan model-model ini, yang pertama kali dibutuhkan adalah
menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini, semua portofolio yang optimal adalah
portofolio yang efisien. Karena tiap-tiap investor memiliki kurva berbeda, portofolio akan berbeda
untuk masing-masing investor. Investor yang lebih menyukai risiko akan memilih portofolio dengan
return yang tinggi dengan membayar risiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang
kurang menyukai risiko. Jika aktiva tidak berisiko, seperti SBI, dipertimbangkan, maka aktiva ini
dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih oleh investor.
Portofolio yang efisien didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar
dengan risiko yang sudah tertentu atau memberikan risiko terkecil dengan return ekspektasi yang
sudah tertentu. Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi
tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya atau menentukan tingkat risiko yang tertentu
kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio
yang efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua
dimensi, yaitu return ekspektasi atau risiko portofolio.

Portofolio Optimal Berdasarkan Model Markowitz
Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
1. Waktu yang digunakan hanya satu periode.
2. Tidak ada biaya transaksi.
3. Preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan risiko dari portofolio.
4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas risiko

Portofolio Optimal Berdasarkan Model Indeks Tunggal (Single-I ndex Model)
Terdapat banyak model untuk pengambilan keputusan investasi sekuritas. Ketika memilih investasi
sekuritas dalam bentuk saham, obligasi, Reksa dana, atau indeks pasar, investor selalu
mempertimbangkan dua hal, yakni risk dan return. Untuk dapat menghitung retun, investor harus
mengetahui keberadaan undervalued atau overvalued securities, dan untuk tujuan itu banyak model
yang digunakan.