Anda di halaman 1dari 6

MATERIAL/BAHAN DAN KERUSAKANNYA

9.1 Umum
Jembatan dapat menderita dua macam kerusakan yang berbeda yaitu:
- Sehubungan dengan jenis material
- Kerusakan secara keseluruhan

Kerusakan yang Berhubungan dengan Material
Terdapat banyak macam kerusakan yang berhubungan langsung dengan jenis material
yang dipergunakan untuk membuat komponen jembatan.
Sebagai contoh:
- Pelapukan dan keretakan pada kayu.
- Karat pada baja.
- Kerontokan pada beton.
- Kerusakan adukan pada pasangan batu/bata.

Kerusakan yang Berhubungan dengan Elemen
- Penggerusan pada pondasi.
- Pilar yang miring.
- Hilangnya tanda ukuran tinggi.
- Berpindahnya aliran sungai.

Pada Tabel 9.1 terlampir terdapat jenis kerusakan yang biasanya terjadi pada konstruksi
jembatan. Jika mungkin, kerusakan tersebut dihubungkan dengan jenis materialnya. Meskipun
demikian apabila terjadi kerusakan pada material yang disebabkan oleh kerusakan jembatan
secara keseluruhan maka untuk ini harus dibuat catatan secara khusus.

Contoh: balok kepala pada kepala jembatan beton retak yang disebabkan karena adanya penurunan. Pemeriksa harus
membuat catatan kerusakan utama yang terjadi yaitu retak, tetapi selain itu juga dicatat juga penyebabnya yaitu
penurunan. Dengan demikian petugas pemeliharaan dapat memperbaiki kerusakannya maupun penyebabnya.


Tabel 9.1 Bahan dan Jenis Kerusakannya


9.2 Kerusakan Pada Pasangan Batu/Bata
Pasangan batu/bata menggunakan bahan-bahan yang langsung berasal dari alam seperti
batu atau yang dibuat dipabrik seperti batu bata tanah liat atau beton pracetak. Pasangan banyak
dipakai untuk konstruksi jembatan lengkung yang dibangun sebelum tahun 1940. Pasangan juga
sering digunakan untuk membuat kepala jembatan, dinding penahan tanah atau pelindung talud.
Konstruksi pasangan dapat dibuat dari blok-blok dengan bentuk teratur atau dari batu
yang tidak teratur. Blok-blok tersebut atau batu kali biasanya direkatkan satu dengan yang
lainnya dengan menggunakan adukan pasir dan semen. Batu dapat direkatkan dalam beton atau
dengan menggunakan adukan.
Disini akan dijelaskan mengenai tipe kerusakan pada pasangan batu/bata dan bagian yang
biasanya mengalami kerusakan.

Gambar 9.1 Bata dengan Adukan
Batu juga dapat berupa beton atau diikat dengan adukan.

Gambar 9.2 Batu kali dengan adukan
Kerusakan 101 Penurunan Mutu Bata atau Batu dan Retak
Bata atau batu dapat mengalami penurunan mutu secara tersendiri. Hal ini dapat terjadi karena:
- Beberapa bahan/material berbeda mutunya
- Kecelakaan yang merusakkan satu atau lebih bagian daripada bata/batu
- Pengikisan atau gerusan sungai atau hujan dapat jadi lebih membahayakan
pada bagian-bagian tertentu.
Penurunan mutu ini dapat diperiksa dengan penglihatan memukul-mukul untuk mendengarkan
bunyinya.
Penurunan mutu daripada pasangan batu/bata pada sekitar daerah perletakkan atau pada daerah
pembebanan adalah berbahaya.
Adukan pengikatan biasanya akan menurun mutunya terlebih dahulu jika dibandingkan dengan
bata atau batu. Hal ini dapat terjadi karena:
- Pengikisan air atau
- Retak yang menyebabkan adukan bergeser tempat atau
- Hancurnya adukan
Jenis kerusakan ini berbahaya jika mengakibatkan bata/batu bergeser.
Retak merupakan suatu masalah yang berbahaya pada pasangan batu/bata dan ini disebabkan
oleh:
- Penurunan pondasi
- Getaran pada struktur
- Beban atau kejut yang berlebihan
Retak menjadi berbahaya jika akibat retak tersebut konstruksi pasangan batu/bata tidak lagi
bekerja sebagai satu kesatuan melainkan menjadi bagian yang terpisah-pisah. Retak dapat
berkembang dan mengakibatkan keruntuhan pada konstruksi pasangan batu/bata kerusakan pada
bagian-bagian lain jembatan.
Retak biasanya terlihat pada bagian adukan tetapi dapat juga terjadi pada bagian batu atau
batanya.
Retak sangat berbahaya apabila ini terjadi pada daerah perletakkan.
Tanaman akan tumbuh pada daerah retak dan akibat dari ini timbul tekanan yang mengakibatkan
retak bertambah lebar.

Gambar 9.3 Retak pada Pasangan Bata
102 Permukaan Pasangan yang Menggembung
Permukaan konstruksi pasangan batu/bata mungkin menggembung atau bergerak keluar. Hal ini
dapat terjadi pada bagian manapun juga pada struktur pasangan batu/bata yang disebabkan
adanya tekanan di belakang dinding. Kerusakan tersebut menjadi berbahaya jika
penggembungan tersebut menyebabkan retaknya atau lepas adukan.
Pemeriksaan harus memeriksa secara visual apakah permukaan dinding tersebut rata atau dalam
bentuk yang baik.
Apabila ditemukan suatu penggembungan, maka harus dilakukan pemeriksaan pada pondasinya
untuk melihat kemungkinan terjadinya pengikisan (underminning) atau penurunan yang
menyebabkan pergerakkan.

Gambar 9.4 Penggembungan pada Permukaan Pasangan
Penggembungan dan perubahan bentuk pada pelengkung membahayakan stabilitasnya. Terdapat
tiga pengaruh utama yaitu:
- Bentuk pelengkung yang berubah
- Dinding pelengkung yang lepas dari pelengkung aslinya
- Pergerakkan pondasi.

Bentuk pelengkung yang berubah
Bentuk lengkungan dari suatu pelengkung dapat berubah dan lengkungnya menjadi tidak baik
serta mengakibatkan pelengkung tersebut menjadi lemah. Biasanya ini akan diikuti oleh
keretakan. Jika perubahan bentuk pelengkung dan retakan terus berlanjut. Sudah pasti
pelengkung tersebut akan runtuh.

Gambar 9.5 Perubahan Bentuk dan Retak pada Pelengkung
Dinding Pelengkung Mulai Lepas dari Pelengkung Asli
Kerusakan ini terjadi apabila terdapat tekanan yang berlebihan pada bagian belakang dinding
yang mengakibatkan rusaknya lengkungan dari pelengkung dan pergerakkan mengakibatkan
terjadinya pergeseran. Jika pergeseran sudah lebih dari 30 mm maka hal tersebut merupakan
kerusakan yang berbahaya.
Kerusakan ini dapat terlihat dengan adanya jarak yang jelas antara pelengkung dengan
lengkungannya, seperti pada Gambar 9.6

Gambar 9.6 Lengkungan yang Terpisah dari Pelengkungnya
Kerusakan 103 Bagian yang Pecah atau Hilang
Pada pasangan batu/bata seringkali terdapat hilangnya batu/bata yang sudah terpasang dan hal ini
dapat mengakibatkan berkurangnya kekuatan pada pasangan batu/bata tersebut.