Anda di halaman 1dari 55

TUGAS : MANAJEMEN FARMASI

DOSEN : Drs.Rustiono Budi Satoto, M.M, Apt



STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY)
PEMBUATAN APOTEK





OLEH:

KELOMPOK II (APOTEKER B)

Akbar Awaluddin Assaf (N211110
Agustina (N211110
Rusnah (N211110
Evi Yanti Sri Pakabu (N211110
Rian Marcello L (N211110
Karannu Arruan Bonga Pulio (N211110
Rahesty Windasari (N211110
Arisah (N21111
Prihartini Amalia Anwar (N21111692)
Dita Sri Wahyuni (N21111702)


PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012

BAB I
PENDAHULUAN
Apotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya
(barang yang diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan
bahan obat) dan perbekalan kesehatan (alat kesehatan) (Umar, 2011).
Sebagai perantara, apotek dalam mendistribusikan perbekalan
farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki
5 fungsi kegiatan yaitu : 1). Pembelian, 2). Gudang, 3). Pelayanan dan
Penjualan, 4).Keuangan dan 5). Pembukuan, sehingga agar dapat dikelola
dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA), disamping
ilmu kefarmasian yang telah dikuasai, juga diperlukan ilmu lainnya seperti
ilmu pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting)(Umar, 2011).
Dalam proses pendirian apotek, perlu dilakukan studi kelayakan
(feasibility study). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pendirian
apotek tersebut akan mendatangkan keuntungan atau kerugian atau untuk
menilai layak atau tidaknya suatu bangunan (dalam hal ini apotek) didirikan.
Feasibility Study juga dapat menjadi bahan penilaian bagi investor
untuk memperkirakan apakah mereka akan menanam modal atau
memberikan dalam pendirian apotek ini. Feasibility study menjadi gambaran
dari perencanaan di masa yang akan datang dari kelangsungan hidup apotek
tersebut.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Latar Belakang
Istilah studi kelayakan (feasibility study-FS) adalah suatu metode
studi penjajagan gagasan (idea) suatu proyek mengenai layak ataau
tidaknya untuk dilaksanakan. Apakah pendirian suatu apotik yang
didahului dengan FS, dapat menjamin keberhasilannya? Jawabannya,
pasti belum tentu. Sebab FS pendirian suatu apotek hanya berfungsi
sebagai pedoman atau landasan pelaksanaan pekerjaan, karena dibuat
berdasarkan data-data dari berbagai sumber yang dianalisis dari
berbagai aspek.
Sedangkan tingkat keberhasilannya dipengaruhi oleh dua faktor
yaitu:
1) Kemampuan sumber daya internal (kecakapan menejemen, kualitas
pelayanan, produk yang dijual, kualitas karyawan),
2) Lingkungan external yang tidak dapat dipastikan (pertumbuhan
pasar, pesaing, pemasok, perubahan peraturan).
Sebaliknya sebuah apotik yang pendiriannya dipaksakan,
meskipun menurut FS tidak layak dilaksanakan, maka bukannya peluang
yang diperoleh, tetapi resiko kerugian yang didapat.
Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap FS antara
lain yaitu:
1) Pengusaha: untuk mengetahui apakah gagasan usahanya layak
dilaksanakan atau tidak, karena dengan adanya FS, pengusaha
dapat mengambil peluangatau dapat menghindari resiko kerugian,
(2) Kreditor: untuk dapat mengkaji apakah proyek tersebut pantas
diberikan kredit atau tidak. Meskipun ada faktor-faktor lain yang
dijadikan pertimbangan seperti: besarnya nilai jaminan, bonfiditas
pengusahanya, tingkat hubungan kedua belah pihak,
(3) Investor: untuk dapat menganalisis apakah menanamkan modal
pada proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak.
B. Tujuan Studi kelayakan
Tujuannya adalah agar APA dapat mengerti dan memahami
mengenai:
1) Bagaimana cara membuat studi kelayakan pendirian sebuah apotek?
2) Aspek-aspek apa saja yang menjadi penilaian dalam studi kelayakan
pendirian sebuah apotek?
3) Kapan suatu studi kelayakan pendirian sebuah apotek dapat
dikatakan layak untuk dilaksanakan?
4) Bagaimana cara membuat analisis break even point dalam studi
kelayakan pendirian sebuah apotek?
Setelah memahami pengertian dan manfaat dari studi kelayakan,
yang menjadi pertanyaan adalah bagaimna proses atau cara membuat
studi kelayakan pendirian sebuah apotek. Tata cara dalam membuat
studi kelayakan pendirian sebuah perusahaan, karena seluruh aspek
yang menjadi penelitian dan penilainannya seperti aspek manajemen,
pasar, tekhnis, dan aspek keuangan juga tedapat pada studi kelayakan
pendirian sebuah apotek.
Berikut akan dijelaskan mengenai:
1) Proses (tahapan) dalam membuat studi kelayakan,
2) Aspek-aspek yang menjadi penilaian dalam sebuah studi kelayakan,
3) Analisis BEP
1) Proses Pembuatan Studi Kelayakan
Tahapan (proses) dalam membuat sebuah studi kelayakan
pendirian apotek, dapat terjadi dari 5 tahapan yaitu tahap :
(1) Penemuan gagasan (idea)
(2) Penelitian lapangan
(3) Evaluasi data
(4) Pembuatan rencana
(5) Pelaksanaan rencana kerja
1. Tahap pertama : Penemuan suatu gagasan
Gagasan adalah sebuah pemikiran terhadap sesuatu yang
ingin sekali untuk dilaksanakan. Gagasan ini biasanya muncul
dari sebuah pemikiran seseorang dalam suatu organisasi yang
mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu. Gagasan yang
baik untuk didiskusikan dan dianalisis, sebelum dilaksanakan
adalah gagasan yang memenuhi beberapa kriteria diantaranya
yaitu bahwa ide harus :
Sesuai dengan visi (angan-angan )organisasi
Dapat menguntungkan organisasi
Sesuai dengan kemampuan sumber dayanya yang dimiliki
organisasi
Tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku
Aman untuk jangka panjang
2. Tahap kedua : Penelitian Lapangan
Setelah gagasan didiskusikan dan dianalisis dapat
memberikan gambaran yang perspektif yang baik bagi
perusahaan dimasa yang akan datang, maka gagasan tersebut
disetujui untuk ditindak lanjuti dengan penelitian dilapangan.
Dalam melakukan penelitian dilapangan, data-data yang
dibutuhkan antara lain yaitu data:
1) Ilmiah yaitu: melalui analisis data-data bisnis mengenai
kondisi lingkungan eksternal yang ada disekitar lokasi yang
ditetapkan seperti:
Nilai strategis sebuah lokasi
Data kelas konsumen
Peraturan yang berlaku didaerah tersebut
Tingkat persaingan yang ada saat ini
2) Non ilmiah yaitu: melalui intuisi (intuition) atau feeling yang
diperoleh setelah melihat lokasi dan kondisi lingkungan
disekitarnya
3. Tahap ketiga: Evaluasi Data
Dalam melakukan evaluasi terhadap data hasil penelitian
dilapangan, dapat dilakukan dengan cara yaitu:
1) Memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh, yang
terdiri dari :
a) Data lingkungan sekitar lokasi (external faktor): apakah
hasil analisis terhadap data external yang ada saat ini
perspektif yang baik atau tidak bagi perusahaan dimasa
mendatang, seperti:
Tipe konsumen yang dilayani (pemukima atau
perkantoran)
Tingkat keuntungan yang diperoleh, kondisi
keamanan
Peraturan tentang pengembangan tata kota (pelebrab
jalan ) ditempat lokasi yang ditetapkan
Kondisi keamanan disekitar lokasi yang ditetapkan
b) Data kemampuan sumber daya yang dimiliki (internal
faktor): apakah sumber daya yang ada saat ini mempunyai
kemampuan untuk merealisasi gagasan pada lokasi yang
ditetapkan, seperti:
Kemampuan keuangan
Ketersediaan tenaga kerja
Ketersediaan produk
Kemampuan pengelolaan (manajemen)
2) Pembuatan usulan proyek (project appraisal), meliputi :
a) Pendahuluan mengenai
Latar belakang, munculnya gagasan
Tujuan merupakan suatu yang akan dicapai dari
rencana pelaksanaan suatu gagasan tersebut, contoh:
dengan menambah jumlah apotek, maka diharapkan
dapat melayani konsumen lebih dekatdan lebih
banyak, sehingga laba bertambah besar
b) Analisis tekhnis mengenai
Peta lokasi dan lingkungan sekitarnya:
Lokasi yang menjadi target pendirian apotek
baru.
Situasi lingkungan yang ada di sekitar lokasi yang
menjadi target seperti : situasi fasilitas
trasportasi,jenis konsumen,jumlah praktek
dokter,apotek pesaing.
Desain interior dan exterior
Warna dan bentuk gedung serta billboard,harus
dapat memberikan identitas tersendiri yang dapat
membedakannya dengan apotek pesaing.
Warna dan bentuk gedung serta billboard,harus
dapat menarik perhatian (eyes cat)
Jenis produk
Jenis produk,dominan ethical product atau otc
product
Jumlah lini produk (kelengkapan produk) yang
tersedia
c) Analisis pasar :
Jenis pasar dan strategi persaingan yaitu gambaran
mengenai :
Pasar monopoli
Pasar oligopoly
Pasar persaingan bebas
Potensi pasar
Jenis konsumen : jenis konsumen yang mana yang
memiliki daya beli tinggi terhadap apotek
Daya tarik laba : bagaimana daya tarik labanya
Target pasar (konsumen sasaran)
Jenis konsumen mana yang menjadi sasaran
Jenis konsumen yang bukan menjadi sasaran


Gambar 1. Evaluasi Studi Kelayakan
d) Analisis Manajemen mengenai :
Bentuk badan usaha, yaitu gambaran mengenai :
Bentuk usaha apoteknya : perusahaan terbatas
(PT)
Bentuk usaha apoteknya : koperasi
Struktur organisasi yaitu gambaran mengenai :
Apakah berdiri sendiri atau
Menjadi bagian dari apotek yang sudah ada
Jenis pekerjaan yaitu gambaran mengenai :
Mengerjakan seluruh fungsi kegiatan yang ada
atau
Hanya sebagian (beberapa fungsi saja)
Jumlah kebutuhan tenaga kerja yaitu gambaran
mengenai :
Berapa karyawan yang dibutuhkan untuk omzet
tertentu ?
Pendahuluan Analisis
Tekhnis
Analisis Pasar Analisis
Manajemen
Analiasis
keuangan
Studi
Keyakinan
Jenis karyawan yang bagaimana yang
dibutuhkan?
Program kerja yaitu gambaran mengenai :
Langkah-langkah penting apa yang menjadi
prioritas untuk dikerjakan dalam memperoleh
sasaran yang ditetapkan
Kapan program tersebut dilaksanakan
e) Analisis Keuangan mengenai :
Jumlah biaya investasi dan modal kerja mengenai :
Berapa jumlah biaya investasi yang dibutuhkan
dan digunakan untuk keperluan apa saja
Berapa lama waktu pengembalian (payback
period)
Berapa besar tingkat pengembalian internal yang
aman (internal rate of return)
Sumber pendanaan :
Dari mana sumber biaya investasi diperoleh ?
Berapa besar tingkat efisiensinya dibanding
sumber lain ?
Jenis pinjamannya, jangka pendek atau jangka
panjang


Aliran Kas :
Bagaimana situasi aliran kasnya selama periode
investasi, apakah negative atau positif
Langkah apa saja yang dilakukan bila aliran
kasnya selama periode investasi negative
4. Tahap Keempat : Pembuatan Rencana Pelaksanaan
Setelah usulan proyek disetujui, kemudian menetapkan
waktu (time schedule) untuk memulai pekerjaan sesuai dengan
skala prioritas :
1) Menyediakan dana biaya investasi dan modal kerja
2) Mengurus izin
3) Membangun, merehabilitasi gedung
4) Merekrut karyawan
5) Menyiapkan barang dagangan, sarana pendukung
6) Memulai operasional
5. Tahap Kelima : Pelaksanaan Rencana Kerja
Dalam melaksanakan setiap jenis pekerjaan, dibuatkan
suatu format yang berisi mengenai :
1) Jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan
2) Mencatat setiap penyimpangan yang terjadi
3) Membuat evaluasi dan solusi penyelesaiannya


C. Membuat studi kelayakan dengan metode BEP (Break Even Point)
Dalam memahami analisis break even point terdapat beberapa
istilah dan rumus yang digunakan antara lain yaitu :
1. Yang dimaksud dengan break even point (BEP) adalah suatu titik
yang mengambarkan bahwa : keadaan kinerja apotik berada pada
posisi yang tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak mengalami
kerugian. Posisi keadaan kinerja apotik yang seperti ini disebut
sebagai posisi titik pulang pokok atau titik impas.
Rumus :
2. Yang dimaksud dengan total pendapatan atau revenue ( TR - total
revenue) adalah jumlah penjualan yang diperoleh dari hasil kali
harga ( p-price) dengan jumlah unit barang ( Q-quantity)
Rumus :
3. Yang dimaksud dengan total biaya (TC) adalah biaya yang terdiri
dari:
a. Biaya variabel ( VC Variabel count) adalah suatu jenis biaya
yang secara proporsional berubah-ubah sesuai dengan perubahan
jumlah (volume) penjualan atau produksi. Bila jumlah penjualan
naik, maka biaya ini akan naik atau sebaliknya. Contohnya biaya
variabel ; biaya pembelian barang dagangan/bahan baku.
b. Biaya tetap (FC-Fix count) adalah jenis biaya yang secara total
akan tetap, walaupun terjadi perubahan pada volume penjualan
TR = TC TR - TC = 0
TR = P x Q
atau jumlah produksi. Contoh biaya tetap : Biaya gaji pegawai,
biaya tidak langsung (listrik, telpon, air), biaya bunga pinjaman.
Rumus :
c. Keuntungan (profit) adalah sisa pendapatan dari total penjualan
bersih (TR) setelah dikurangi dengan total biaya (TC) yaitu biaya
variabel (VC) dengan biaya tetap (FC) :
Rumus :

Fungsi analisis Break even Point (BEP)
BEP (Break Even Point) adalah suatu alat analisis yang digunakan
untuk mengetahui hubungan antara variabel pendapatan (revenue), biaya
(cost)- fix cost & variabel cost, dan keuntungan (profit) yang dihasilkan
perusahaan pada periode tertentu.
Fungsi analisis BEP antara lain adalah untuk merencanakan jumlah :
Penjualan, pada tingkat penjualan berapa, laba dapat menutup biaya
variabel dan biaya tetap yang dikeluarkan apotek.
Laba (rugi), berapa jumlah keuntungan (kerugian) yang akan diperol
didiperoleh apotik, ketika jumlah penjualan dan jumlah biaya tercapai
pada tingkat tertentu.
Setelah itu kemudian kita melakukan tahapan-tahapan proses
pembuatan studi kelayakan (Feasibility Study), mulai dari tahap evaluasi
TC = VC + FC
Laba = TR - TC
yaitu kegiatan pembuatan usulan proyek sampai pada tahap
pelaksanaan.
D. Aspek-Aspek Penilaian Studi Kelayakan
Aspek-aspek apa saja yang dinialai dalam suatu studi
kelayakan dan bagaimana cara menilai layak atau tidaknya studi
kelayakan untuk dilaksanakan ? Aspek-aspek yang menjadi bahan
penilaian studi kelayakan dapat terdiri dari :
1) Analisis manajemen
2) Analisis pasar
3) Analisis tekhnis
4) Analisis keuangan

Gambar 2. Aspek-aspek Penilaian Studi Kelayakan
1. Penilaian Aspek Manajemen
Penilaian terhadap aspek manajemen operasional antara lain dapat
meliputi mengenai rencana :
1. Strategi Manajemen
Analisis Tekhnis

Analisis
Manajemen

Analisis
Keuangan

Analisis Pasar

STUDI
KELAYAKAN
Strategi manajemen yaitu : suatu strategi yang akan digunakan
untuk mengubah kondisi yang ada saat ini (Current condition)
menjadi kondisi disaat yang akan (future condition) datang dalam
suatu periode waktu tertentu.
Strategi manajemen tersebut antara lain mengenai :
Visi : cita-cita yang akan dicapai oleh pendiri dan pemiliknya
Misi : beban tugas utamanya
Strategi : siasat untuk mencapai tujuan
Program kerja : cara-cara untuk memperoleh sasaran
Standar prossedur operasional (SPO): tata cara (langkah-langkah)
melaksanakan suatu kegiatan, berlaku sebagai suatu peraturan
2. Bentuk dan Tata Letak Bangunan
Dalam menetukan bentuk dan tata letak bangunan, terdapat
beberapa hal yang herus diperhatikan yaitu :
a) Bentuk bangunan, dapat menggambarkan :
Identity company image, untuk membentuk opini konsumen
Nuansanya (physical evident) baik interior maupun exterior,
Kemudahan untuk dikembangkan
b) Sistem tata letak (lay out) dapat memberi :
Kemudahan dalam melakukan pengawasan dan pengendalian
mutasi barang
Kemudahan bagi konsumen untuk memperolehnya (unutk
barang otc/bebas)
c) Estetika, rapih, teratur dan tersusun dengan baik
d) Kesesuaian dengan peraturab yang berlaku dan sifat barang,
karena dalam pengolahan sediaan farmasi di apotek telah diatur
oleh undang-undang dan adanya sifat obat yang mudah
terpengaruh oleh berbagai macam keadaan.
3. Jenis Produk Yang Akan Dijual
Persediaan merupakan elemen penting dalam perusahaan
ratail. Seperti diketahui dalam melakukan penilaian terhadap analisis
produk yang akan dijual berkaitan dengan beberapa hal yaitu :
a) Target konsumen, bila target konsumennya yang menengah-atas,
maka barang yang di jual juga barang menengah-atas.
b) Jumlah dan jenis (lini, item) produk kebutuhan konsumen,
umumnya konsumennya yang menengah-atas meminta
perhatian yang lebih dari penjual. Oleh sebab itu lini dan jumlah
itemnya terpenuhi agar kelengkapannya terjaga.
2. Penilaian Aspek Pasar
Dalam menilai aspek pasar terdapat beberapa hal yang harus
diperhatikan antara lain yaitu :
1. Bentuk pasar
a) Persaingan sempurna :
Jumlah penjual dan konsumennya tidak terbatas
Harga ditentukan oleh jumlah penawaran (supply) dan
jumlah permintaan (demand)
Tidak ada hambatan masuk (entery barrier)
Contohnya : pasar industri sembako, buah
b) Persaingan monopolitis
Jumlah penjual dan konsumennya banyak
Harga ditentukan oleh promosi
Tidak ada entry barrier
Contohnya : pasar industri restoran, salon
c) Monopoli yaitu :
Hanya ada satu penjual, tidak ada pesaing
Mempunyai posisi tawar yang dominan, sehingga dapat
bertindak sebagai penentu harga(price marker)
Entry barreirnya tinggi
Contohnya : PLN, Telkom
d) Oligopoli yaitu :
Penjualnya sedikit
Harga ditentukan oleh kualitas produk, servise, promosi
Entry barriernya tinggi
Contohnya : pasar industri outomotif, hand phone
2. Potensi Pasar
Potensi pasar adalah sejumlah pembeli suatu wilayah yang
memiliki uang dann keinginan untuk membelanjakannya
(dikuantumkan dalam suatu mata uang). Cara mengukur potensi
pasar (Q) antara lain dapat dilakukan dengan mengkalikan jumlah
pembeli (n) dan harga rata-rata barang (P).
Rumus : 7.1
3. Penilaian Aspek Tekhnis
Beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan pada penilaian aspek
tekhnis antara lain yaitu :
1. Lokasi dan Lingkungan di sekitarnya
Arti strategi suatu lokasi adalah berkaitan dengan beberapa hal
yang menjadi pertimbangan yaitu meliputi :
a) Jarak lokasi dengan supplier : relative dekat dan mudah dicapai
b) Jarak lokasi dengan domisili konsumennya : relative dekat dan
mudah dicapai dengan berbagai macam jenis alat stransportasi
c) Bentuk dan luas lahan (bangunan) : mudah untuk
mengembangkan usaha, seperti praktek dokter, lab klinik
d) Prospek pertumbuhan pasarnya relative cepat dan besar :
jumlah konsumen dan daya beli (income per kepita) nya relative
tinggi
e) Nyaman dan aman : daerahnya tidak jorok, tidak macet dan
sempit dan tingkat kriminalnya rendah (bukan daerah
premanisme)
2. Bentuk Badan Usaha
Bentuk badan usaha yang akan ditetapkan tentunya memiliki
tujuan tertentu, misalnya :
Q = n x P
a) Koperasi : untuk memperoleh fasilitas kemudahan dalam
mengurus izin, tetapi kurang mendapat perhatian dari kalangan
konsumen, investor, kreditor tertentu
b) Persero (PT) : untuk memperoleh perhatian dari kalangan
konsumen, kreditor tertentu, investor mudah, tetapi dalam
mengurus izin dikenakan biaya yang relative mahal
dibandingkan koperasi
3. Struktur Organisasi
Pembentukan struktur organisasi dimaksudkan untuk member
gambaran mengenai :
a) Jumlah jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan
b) Fungsi-fungsi dan wewenang tanggung jawab setiap pekerjaan
c) Persyaratan jabatan pada setiap pekerjaan
d) Hierarkhis dalam pengambilan keputusan
4. Penilaian Aspek Keuangan
Pertimbangan dalam menilai aspek keuangan dapat meliputi penilaian
terhadap : 1) sumber pendanaan (financing) untuk investasi dan 2)
perhitungan aaliran kas (cash flow) yang akan diperoleh selama investasi
1. Penilaian Sumber Pendanaan
a) Kegunaannya
Dana untuk kebutuhan membeli aktiva tetap, seperti tanah,
bangunan, peralatan interior (computer, meja & rak obat,
kursi pasien) dan eksterior (billboard)
Dana untuk kebutuhan modal kerja (untuk aktiva lancer
yaitu kas, rekening di Bank, membeli barang dagangan)
b) Sumber Dana
Pertimbangan dalam memilih sumber dana adalah biaya
yang paling rendah (efisien) dengan masa tenggang
pengembalian yang lebih lama dibandingkan payback periode
proyeknya. Beberapa sumber dana yang dapat digunakan yaitu :
Modal pemilik perusahaan (modal disetor)
Bank (Kreditor)
Investor, dari hasil penerbitan saham atau obligasi
Lembaga non-bank atau leasing (dana pensiun)
2. Penilaian Analisis Keuangan
Dalam melakukan penilaian aspek keuangan terhadap kelayanan
suatu proyek dapat dilakukan dengan beberapa metode analisis
antara lain meliputi :
a) Metode Analisis Payback Periode (PP)
Pengukuran periode yang diperlukan dalam menutup kembali
biaya investasi (initial cash investment)
Indikatornya adalah :
Bila PP yang diperoleh waktunya < dari maksimum PP yang
ditetapkan, maka proyek tersebut layak dilaksanakan
Bila PP yang diperoleh waktunya > lama dari maksimum PP
yang ditetapkan, maka proyek tersebut tidak layak
dilaksanakan
Bila PP yang diperoleh waktunya = maksimum PP yang
ditetapkan, maka proyek tersebut dikatakan boleh
dilaksanakan dan juga boleh tidak
Kelemahan dari analisis ini adalah bahwa nilai jumlah kasi yang
akan diterima (masuk), nilainya tidak disekarangkan (NPV Net
Present Value) sehingga nilainya tidak sama dengan nilai uang
investasi yang dikeluarkan pada saat ini
b) Metode Analisis Return On Investment (ROI)
Analisis Return On Investment adalah pengukuran besaran
tingkat return (%) yang akan diperoleh selama periode investasi
dengan cara membandingkan jumlah nilai laba bersih per tahun
dengan nilai investasi
Indikatornya adalah :
Bila ROI yang diperoleh > dari bunga pinjaman, maka proyek
dikatakan layak dilaksanakan
Bila ROI yang diperoleh < dari bunga pinjaman, maka proyek
dikatakan tidak layak dilaksanakan
Bila ROI yang diperoleh = bunga pinjaman, maka proyek
boleh dilaksnakan dan juga boleh tidak
Kelemahan dari analisis ini adalah bahwa jumlah laba yang akan
diterima, nilainya tidak disekarangkan (di NPV kan) sehingga
nilai tidak sama dengan nilai uang investasi yang dikeluarkan
pada saat sekarang.
c) Metode Analisis NPV (arus kas yang akan diterima)
Analisis untuk mengetahui nilai arus kas yang akan diterima
selama periode investasi (NPV2) apakah lebih besar atau lebih
kecil dibandingkan dengan nilai investasi yang akan dikeluarkan
pada saat sekarang (NPV1)
Indikatornya adalah :
Bila menggunakan diskon faktor yang sama dengan bunga
pinjaman hasil selisihnya positif, maka proyek tersebut
layak dilaksanakan
Bila menggunakan diskon faktor yang sama dengan bunga
pinjaman dan hasil selisihnya negative, maka proyek
tersebut tidak layak dilaksanakan
Bila menggunakan diskon faktor yang sama dengan bunga
pinjaman dan hasil selisihnya = 0, maka proyek tersebut
boleh dilaksanakan dan boleh juga tidak
d) Metode Analisis Internal Rate of Return (IRR)
Pengukuran besaran diskon faktor (tingkat suku bunga), yang
diperoleh dengan cara disekarangkan (presentate) aliran kas
yang akan diterima selama periode investasi.
Nilai IRR harus lebih besar dari tingkat suku bunga pasar
(market rate), karena investasi mempunyai banyak resiko antara
lain :
Resiko investasi gedung
Resiko investasi mesin
Resiko investasi kendaraan, dll
Metode untuk mencari IRR dari arus kas yang akan diterima
selama periode investasi yaitu : dengan metode Trial & Error
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
Menghitung nilai sekarang (NPV2) arus kas yang akan
diterima selama periode investasi dengan diskon faktor (df1)
yang sama dengan suku bunga pinjaman, lalu NPV2 dikurangi
dengan NPV1 (nilai investasi yang akan dikeluarkan
sekarang)
Bila dengan diskon faktor (df1) yang = suku bunga pinjaman
hasil selisihnya (NPV2-NPV1) nya negative, maka trial yang
kedua dihentikan dan proyek dinyatakan tidak layak. Karena
dengan (df1) yang = suku bunga pinjaman saja selisih
pertamanya sudah negative
Bila dengan diskon faktor (df1) yang = suku bunga pinjaman
hasilnya selisih1 nya positif, maka NPV2 dihitung kembali
dengan diskon faktor yang lebih besar (df2) sampai
memperoleh nilai selisih 2 (NPV2-NPV1) yang paling
mendekati 0 (+) atau (-)
Bila dengan menggunakan diskon faktor yang > dari suku
bunga yang ke n kali telah memperoleh hasi selisih 2nya yang
paling mendekati o, maka itulah diskon faktor (df2) yang
paling maksimal. Karena bila angka diskon faktor diperbesar
lagi maka selisih 2 nya akan negative
















Lampiran 1 : Proposal

STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY)
PEMBUATAN APOTEK





OLEH:

KELOMPOK II
(APOTEKER B)

Akbar Awaluddin Assaf (N211110
Agustina (N211110
Rusnah (N211110
Evi Yanti Sri Pakabu (N211110
Rian Marcello L (N211110
Karannu Arruan Bonga Pulio (N211110
Rahesty Windasari (N211110
Arisah (N21111
Prihartini Amalia Anwar (N21111692)
Dita Sri Wahyuni (N21111712)


PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN
APOTEK SEHATI FARMA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi saat ini, perkembangan dalam bidang
teknologi semakin pesat, semakin banyak pengetahuan yang dapat diraih
dengan mudahnya melalui bantuan teknologi. Seiring dengan
perkembangan teknologi, bidang kesehatan juga mengalami kemajuan,
banyak dijumpai obat-obatan baru hasil sintesis para ahli yang
memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi kemajuan di bidang
kesehatan.
Salah satu pemegang peranan penting dalam pendistribusian obat-
obat tersebut ke dalam lingkungan masyarakat adalah dengan penulisan
resep oleh tenaga medis yang kemudian akan diberikan pada bidang
farmasi untuk masalah penanganan pendistribusiannya (baik dalam
pengelolaan, analisis terhadap resep dan obat yang diresepkan sampai
pada penyampaian informasi kepada pasien yang membutuhkan obat
tersebut.
Apotek merupakan tempat pendistribusian obat dan alat-alat
kesehatan yang umum atau dapat pula dikatakan sebagai suatu jenis
bisnis eceran (retail) yang komoditasnya (barang yang diperdagangkan)
terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan
kesehatan (alat kesehatan). Apotek merupakan perantara pendistribusian
obat dari supplier ke konsumen, dalam hal ini masyarakat luas.
Kemajuan di bidang kesehatan yang semakin pesat inilah yang
mendorong kita untuk menciptakan hal-hal baru dalam bidang
pendistribusian obat di apotek. Mulai dari dekorasi apotek yang
memenuhi standar yang telah ditetapkan sampai pada pemenuhan
keinginan masyarakat terhadap pelayanan di apotek (need and want)
yang mana masing-masing individu memliki perbedaan.
Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya
mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient
oriented) dan unit bisnis (profit oriented). Dalam fungsinya sebagai unit
pelayanan kesehatan, fungsi apotik adalah menyediakan obatobatan
yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang
optimal.Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis, apotek
bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat dimaklumi
mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya juga
tidak sedikit.
Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya
berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan
yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas
hidup pasien.Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara
aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien.
Dengan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan studi
kelayakan (feasibility study) untuk menilai kelayakan dari bangunan
apotek tersebut dibangun dengan mempertimbangkan keseluruhan
aspek, yaitu analisis lingkungan eksternal dan analisis lingkungan
internal (analisis SWOT) yang akan lebih memudahkan kita untuk
mengetahui bagaimana kelangsungan hidup apotek yang akan kita
bangun di masa yang akan datang.
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Adapun maksud dari didirikannya apotek ini secara umum
adalah sebagai pemenuhan atas kebutuhan obat untuk masyarakat di
sekitar Apotek Sehati Farma. Di samping itu, keberadaan apotek
Sehati Farma ini juga diharapkan mampu menjadi sumber informasi
yang diinginkan dari penggunaan obat bagi masyarakat sekitar. Baik
itu dari segi keaslian obat, penggunaan obat serta informasi lain yang
dibutuhkan oleh masyarakat sehingga mencegah timbulnya kesalahan
penggunaan obat (drug misuse) dan penyalahgunaan obat (drug
abuse). Yang nantinya diinginkan akan lebih meningkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya peranan apotek dalam pemberian
informasi mengenai obat-obatan.
2. Tujuan
Tujuan Umum :
Tujuan umum didirikannya apotek Sehati Farma ini adalah
memberikan pelayanan yang prima, optimal dan bermutu terhadap
masyarakat dalam hal pemberian informasi mengenai obat dan
informasi lain mengenai kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat
di sekitar.
Tujuan Khusus :
1. Menjadi tempat pengabdian profesi apoteker yang telah
mengucapkan sumpah jabatan dan profesi lain yang menunjang
bagi pelayanan apotek yang prima, optimal dan bermutu.
2. Menjadi sarana farmasi yang menjadi tempat pelayanan obat
bermutu untuk masyarakat.
3. Meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar apotek Sehati
Farma khususnya dan masyarakat pada umumnya.
4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat
secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).
5. Memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan mudah bagi
pelanggan yang membutuhkan obat dengan segera (layanan drive
thru), serta jasa pelayanan pengantaran obat ke tempat, bagi
pasien yang tidak ingin menunggu.
C. Visi, Misi, dan Motto
Visi :
Menjadi Apotek Terbaik dan Terkemuka di Indonesia
Misi :
1. Memberikan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat dan bermutu
2. Menjadi solusi jasa pelayanan kefarmasian bagi masyarakat dan jasa
layanan tenaga farmasi yang prima
3. Menjadi sarana pengembangan kompetensi, kualifikasi dan komitmen
SDM terhadap pelayanan apotek Sehati Farma guna peningkatan
tingkat kesehatan masyarakat, nilai perusahan dan sumber daya
karyawan
Motto :
Melayani dengan Hati yang artinya apotek kami memberikan
pelayanan informasi terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat dan ikut
merasakan apa yang dirasakan pelanggan (empathy).
Nilai Dasar : Kebersamaan, Kepercayaan dan Pengabdian
Kebersamaan : kebersamaan di sini berarti, apotek ini dijalankan dengan
penuh rasa kebersamaan (antar pegawai apotek dan pegawai dengan
masyarakat) untuk mencapai tujuan bersama yaitu pemberian layanan
kefarmasian yang prima
Kepercayaan : kepercayaan di sini berarti, apotek ini dibangun atas
dasar kepercayaan antar anggota apotek dan kepercayaan masyarakat
terhadap apotek dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang prima
dan bermutu
Pengabdian : pengabdian di sini berarti, pelayanan kefarmasian yang
diberikan oleh apotek ini merupakan bentuk pengabdian kepada
masyarakat dalam hal pelayanan kefarmasian yang prima dan bermutu
BAB II
ANALISIS INVESTASI
Langkah awal yang akan dilakukan dari pendirian apotek Sehati
Farma ini adalah analisis terhadap lingkungan eksternal dan lingkunga
internal dari pembangunan apotek ini sehingga dapat diketahui apa yang
akan dilakukan, apa yang menjadi tantangan, hambatan, keuntungan dan
kerugian yang akan terjadi pada apotek ini serta solusi dan langkah apa yang
seharusnya diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dilakukan
dengan mengadakan analisis SWOT (Strength/Kekuatan,
Weakness/Kelemahan, Oppurtunity/Peluang, dan Threat/Ancaman) langkah
apa yang harus dilakukan.
Analisis Lingkungan Internal
Kekuatan :
Yang menjadi kekuatan dalam pembangunan apotek ini adalah
sebagai berikut :
1. SDM (Sumber Daya Manusia) dimana sumber daya manusia yang ada di
dalam apotek ini merupakan tenaga muda namun telah memiliki
pengalaman kerja di bidangnya, kreatif dan berinovasi tinggi, loyal dan
handal serta memiliki kompetensi dan kualifikasi di bidangnya masing-
masing.
2. Letak apotek di Jalan Perintis Kemerdekaan km 13, merupakan letak
yang ramai dilalui oleh kendaraan. Di samping itu, dekat dengan banyak
kompleks perumahan, Rumah Sakit (RS Wahidin Sudirohusodo, RS
Pendidikan, RS Daya, dan RS Tajuddin Khalid) sehingga memberikan
keuntungan dalam hal pelayanan obat yang mungkin tidak tersedia di
rumah sakit tersebut. Berada dekat dengan beberapa sekolah kesehatan
dan universitas yang memberikan keuntungan dalam hal praktikum atau
laboratorium yang membutuhkan sediaan obat.
3. Apotek yang selalu siap 24 jam melayani pelayanan kefarmasian,
sehingga pasien/pelanggan dapat kapan saja mendapatkan obat yang
diperlukannya
4. Apotek yang juga memberikan pelayanan terbaru (drive thru) dan
pengantaran di tempat, memberikan nilai lebih terhadap pelayanan
kefarmasian bagi pelanggan yang menginginkan kecepatan dan
kemudahan dalam mendapatkan obat
Kelemahan :
Di samping kekuatan-kekuatan yang telah disebutkan di atas, terdapat
beberapa kelemahan dari pendirian apotek ini yaitu :
1. Merupakan apotek yang baru di buka, sehingga belum dikenal oleh
masyarakat luas
2. Memiliki pelayanan kefarmasian dengan sistem yang baru sehingga
masyarakat masih belum memahami keuntungan dan kemudahan yang
ditawarkan dari pelayanan di apotek ini
Solusi yang ditawarkan :
1. Memberikan tanda pengenal (billboard) yang mudah dilihat dengan
warna yang mencolok dan menarik perhatian (eyes cat) pelanggan
2. Memberikan pemahaman dan pengertian tentang pelayanan baru
tersebut kepada pelanggan yang datang serta memasang iklan tentang
pelayanan baru tersebut di media periklanan
Analisis Lingkungan Eksternal
Peluang
1. Dari segi ekonomi, karena apotek ini merupakan apotek swasta sehingga
akan lebih memudahkan dalam hal pengaturan kelengkapan dan
perlengkapan yang diperlukan oleh apotek tanpa memerlukan
persuratan yang memerlukan jalur birokrasi yang lebih rumit
2. Dari segi kebijakan, saat ini telah diberlakukan pelayanan kefarmasin
yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan obat tetapi juga
berorientasi pada pelanggan sehingga akan lebih mudah diterima di
masayarakat dengan pendekatan yang dapat diterima oleh berbagai
kalangan
3. Dari segi ketersediaan SDM, apotek ini berawal dari kerja sama profesi
yang menginginkan pelayanan prima untuk pasien sehingga akan lebih
mudah untuk mendapatkan rekan sesama profesi yang dikenal dan
berkompeten
4. Dari segi networking atau hubungan kerja sama, dengan adanya kerja
sama profesi maka akan lebih mudah untuk mengkonsultasikan hal-hal
lain yang diperlukan serta memudahkan untuk menjalin kerja sama
dengan sesama tenaga kesehatan lainnya
5. Dari segi lingkungan masyarakat, masyarakat di sekitar apotek ada
beberapa type, untuk type masyarakat yang hanya ingin mendapatkan
obat saja kami menawarkan pelayanan dengan keramahan, untuk type
masayarakat yang berpendidikan tinggi kami menawarkan konseling
dalam apotek dan via telepon, untuk type masayarakat yang cenderung
sibuk, kami menawarkan pelayanan yang cepat tanpa keluar dari
kendaraan atau pengantaran obat ke tempat.
Ancaman
1. Dari segi kondisi pesaing, yaitu dimana kita lihat telah banyak apotek-
apotek lain yang lebih dahulu mendirikan apotek di sekitar daerah
tersebut serta adanya apotek di rumah sakit-rumah sakit sekitar apotek
ini
Solusi yang ditawarkan :
1. Memberikan pelayanan yang memuaskan dan mendatangkan kesan
tersendiri kepada pelanggan sehingga ada minat balik dari konsumen
A. Analisis Tekhnik
1. Peta lokasi yang menjadi target pendirian
Lokasi yang dipilih adalah lokasi di jalan Perintis Kemerdekaan km
13 dengan alasan seperti pada analisis lingkungan internal di atas
mengenai lokasi pendirian apotek ini
2. Desain interior dan eksterior
Desain interior (dapat dilihat pada lampiran desain apotek)
- Ruangan berlantai keramik putih dengan kaca etalase
berbentuk huruf U ditambah dengan ornamen penyimpanan
permen dan obat-obat kecil OTC berputar kiri dan kanan
- Dinding berwarna putih bersih
- Warna kisi-kisi rak obat berwarna hijau yang diharapkan
memberikan efek psikis yang menenangkan
- Atap yang tinggi dan jendela di tempat penerimaan yang
memudahkan sirkulasi udara dan memberikan udara bersih
di ruang tunggu
- Adanya lorong yang menghubungkan tempat peracikan obat
langsung ke pinggir jalan untuk memudahkan pelayanan
drive thru
- Meja konseling yang diperuntukkan bagi pasien yang ingin
mengadakan konseling
- Kasir ada dua yang memudahkan pelanggan menerima obat
dengan cepat
- Adanya hiburan seperti televisi, surat kabar atau majalah
pada ruang tunggu apotek
Desain eksterior
- Bangunan dengan cat luar putih ditambah ornament hijau
diharapkan mampu menarik perhatian pelanggan
- Bangunan berbentuk U sehingga memudahkan dalam
pelayanan drive thru
- Memiliki tempat parkir, dan bangunan ATM
- Billboard yang terpasang besar dan dengan warna yang
menarik perhatian
3. Produk
Jasa produk farmasi : Obat bebas, Obat wajib Apotek, kosmetik, alat
kesehatan (seperti masker, surgical gloves, spoit), kondom, test pack,
susu bayi dan ibu, OTC, serta menyediakan minuman dingin di
ruangan tunggu
Pelayanan Kefarmasian: Konsultasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
B. Analisis Pasar/ Pemasaran
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan di atas,
konsumen yang berada di sekitar apotek terdiri dari beberapa type yang
akan menguntungkan apotek. Sedangkan untuk laba/keuntungan yang
didapatkan akan menjadi berlipat apabila telah dikenal luas di
masyarakat.
Segmentation
Segmentasi dari pemasaran apotek ini adalah dari semua kalangan
dengan type masyarakat yang beragam dengan harga tidak melebih
standar penetapan penjualan harga di apotek. Apotek ini berada pada
daerah padat penduduk dan ramai lalu lintas.
Targeting
Apotek ini melayani semua kalangan dengan berbagai type masyarakat
dan membuka konseling yang diinginkan oleh pelanggan.
Positioning
Apotek ini menstandarkan diri dan memposisikan diri menjadi apotek
yang memberikan pelayanan kefarmasian yang cepat, tepat dan
bermutu. Memberikan pelayanan konseling yang diinginkan oleh pasien
serta pengantaran ke tempat tujuan bagi pasien yang tidak ingin
mneunggu.
C. Analisis Manajemen (Struktur Organisasi Terlampir)
Apotek Sehati Farma adalah suatu usaha yang dimiliki oleh 10
orang. Apotek ini menaruh perhatian besar terhadap pelayanan
kefarmasian yang menyeluruh meliputi informasi, konsultasi, edukasi,
dan monitoring terhadap pasien.
Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin penggunaan obat yang
rasional dan aman sehingga diharapkan Apotek Satu Farma ini dapat
menjadi apotek kepercayaan bagi semua kalangan masyarakat.
Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaannya
diperlukan:
Keterlibatan langsung apoteker dalam pelayanan kefarmasian dari
mulai pengadaan obat, pemberian informasi, konsultasi, edukasi
maupun monitoring penggunaan obat
Pemberian informasi obat yang tepat dan jelas kepada pasien
Penyediaan buku-buku kesehatan
Monitoring penggunaan obat untuk kasus tertentu
Mengadakan fasilitas data base pasien dan data pengggunaan obat
Staf yang ramah dengan pelayanan berkualitas
Ruangan dan suasana apotek yang nyaman
Apotek Sehati Farma ini dibuka setiap hari selama 24 jam,
kecuali hari libur. Dalam menjalankan usaha ini, diperlukan sejumlah
karyawan dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Apoteker penanggung jawab apotek (APA) : 1 orang
Memiliki kemampuan dalam hal manajemen perapotekan yang
mencakup manajemen personel, administrasi, keuangan, produk dan
penguasaan informasi obat
2. Apoteker pendamping : 3 orang
Pembagian tugas berdasarkan shift yang ditentukan shift 1 (06.00
14.00), shift 2 (14.00 22.00), shift 3 (22.00 06.00). tugas apoteker
pendamping di sini memastikan kerasionalan dalam pemberian obat
terhadap konsumen oleh asisten apoteker dan memutuskan
persoalan ketika APA sedang berhalangan sehingga apoteker
pendamping juga memiliki kualifikasi yang hamper sama dengan APA
3. Asisten apoteker : 6 orang yang merupakan lulusan SMF dan D3
dengan pengalaman minimal satu tahun dan memiliki kemampuan
teknis dalam penyiapan dan peracikan obat dengan shift sesuai
dengan yang telah dibagi di atas, masing-masing shift 2 orang
4. Tenaga administrasi : 3 orang yang merupakan lulusan minimal
Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat dan memiliki kemampuan
dalam bidang administrasi dan keuangan seperti menjadi kasir dan
shiftnya sesuai dengan pengaturan di atas, masing-masing shift 1
orang
5. Tenaga Cleaning Service : 2 orang yang merupakan lulusan SLTP
ataupun SMA yang bertugas menjaga kebesihan apotek selama 24
jam dengan terbagi 2 shift
Adapun job description dari masing-masing petugas adalah
sebagai berikut :
A. Apoteker Pengelola Apotek
Tugas dan kewajiban pengelola apotek antara lain :
1. Memimpin seluruh kegiatan apotek
2. Berkewajiban serta bertanggungjawab penuh untuk
mengelolaapotek yang meliputi beberapa bidang antara lain :
a) Pelayanan Kefarmasian
b) Adsministrasi dan Keuangan
c) Ketenagaan atau Personalia
d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi apotek
3. Melakukan langkahlangkah untuk mengembangkan hasil dan
kualitas apotek
Tanggung jawab pengelola apotek yaitu :
APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dalam
apotekserta bertanggungjawab terhadap kelancaran hidup apotek
yangdipimpinnya.
B. Apoteker Pendamping
Tugas dan kewajiban :
Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban APA, bilamana APA
berhalangan selam jam kerja apotek.
Dlam melaksanakan segala tindakan, terutama dalam halhal
penting yang mendasar dan strategis, harus mendapat
persetujuan dari APA.
Tanggung jawab dan wewenang :
Apoteker Pendamping bertanggungjawab penuh kepada APA
dna melaksanakan tugas dan fungsi sebagai apoteker pendamping
sesuai dengan petunjuk dan atau instruksi dari APA.
C. Asisten Apoteker
Tugas dan kewajiban :
1) Melaksanakan pekerjaan yang seusai dengan profesinya sebagai
asisten apoteker, yaitu meliputi :
a. Pelayanan kefarmasian (pelayanan obat bebas san obat
dengan resep) sesuai petunjuk pimpinan apotek.
b. Mengerjakan pengubahan bentuk pembuatan sedan racikan
dan meracik.
c. Menyusun, membendel dan menyimpan resep dengan baik.
d. Mencatat laporan penggunaan obat dan perbekalan farmasi
(narkotik, psikotropik, statistik resep dan OGB, OWA) dan
waktu kadaluarsa.
e. Mendata kebutuhan obat dalam defekta dan membantu
kelancaran kegiatan pembelian.
f. Menerima barang pesanan, memeriksa dan menandatangani
faktur, mencatat ke dalam buku pembelian (komputer) dan
menjaga agar daftar harga tetap up to date.
g. Memelihara kebersihan, kerapihan serta keteraturan ruang
pelayanan dan peracikan obat.
h. Mengelompokkan dan menata obat sesuai abjadnya.
2) Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir
dan lain sebagainya.
Tanggung jawab dan wewenang :
Bertanggung jawab kepada pimpinan apotek atas segala
kebenaran tugas yang diselesaikannya. Berwenag melaksanakan
pelayanan kefarmasian sesuai petunjuk dan atau instruksi pimpinan
apotek.
D. Pembantu Umum/ Cleaning service
Tugas dan kewajiban :
1. Menjamin kebersihan di seluruh lingkungan kerja apotek
2. Mengelola sampah apotek dengan penuh tanggungjawab
Tanggung jawab dan wewenang
Bertanggung jawab langsung kapada pimpinan apotek dan
melaksanakan tugas sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.
E. Tenaga Administrasi
Tugas dan kewajiban :
1. Menerima dan menegmbalikan uang pelanggan dengan cepat dan
tepat
2. Membuat laporan akumulasi pendapatan per hari yang diberikan
kepada apoteker penanggung jawab (APA) tau apoteker
pendamping
3. Membantu AA dalam pengadaan dan penyediaan obat
Tanggung jawab dan wewenang
Bertanggung jawab langsung kapada pimpinan apotek dan
melaksanakan tugas sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.
Adapun standar operasional prosedur dari masing-masing
pelayanan adalah sebagai berikut : (Alur flowchart terlampir)
A. SOP Pelayanan OTC
1) Pasien datang
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien
obat apa yang dibutuhkan
3) Menanyakan lebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita
pasien, baru kemudian membantu pasien untuk mendapatkan
obat yang tepat
4) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal
harga
5) Bila sudah terjadi persetujuan, mengambilkan obat yang diminta
pasien sesuai dengan permintaan meliputi : nama obat dan
jumlah obat
6) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi
tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu
penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang
mungkin timbul setelah penggunaan obat, dan jika diperlukan
pertolongan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan
B. SOP Pelayanan OWA
1) Pasien datang
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien
obat apa yang dibutuhkan
3) Menanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan
gejala penyakitnya
4) Menanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah
menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi
membaik atau bertambah parah)
5) Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya
tidak memuaskan maka pilihkan obat lain yang sesuai dengan
kondisi pasien, begitu juga untuk pasien yang sama sekali belum
pernah minum obat
6) Menghitung harga dan minta persetujuan terhada nominal harga
7) Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat yang
diminta oleh pasien
8) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi
tentang obat meliputi : dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu
penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang
mungkin timbul setelah penggunaan obat dan dan jika
diperlukan pertolongan pertama terhadap efek samping yang
ditimbulkan
9) Mencatat nama pasien, alamat, dan no telp pasien.
10) Membuat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai
patien data record untuk monitoring resep (medical record)
C. Sop Pelayanan Resep
1) Menerima resep pasien
2) Melakukan skrining resep meliputi administrasi, pharmaceutical
dan klinik
3) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal
harga
4) Memberikan pasien diberi no antrian
5) Menulis no struk (print out) pada resep dan satukan resep
dengan print out
6) Mencocokkan nama, jumlah dan kekuatan obat dalam resep
dengan print out,
7) Menyiapkan obat sesuai dengan resep,
8) Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik
9) Membuat etiket dan cocokkan dengan resep,
10) Meneliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien
termasuk salinan resep dan kwitansi (jika diminta oleh pasien)
11) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi
tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu
penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang
mungkin timbul setelah penggunaan obat dan jika diperlukan
pertolongan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan
12) Mencatat nama pasien, alamat dan no telp pasien
13) Membuat catatan khusus tentang pasien (medical record)
D. SOP Pelayanan Drive Thru
1) Pasien datang, parkir didepan tempat layanan drive thru
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien
obat apa yang dibutuhkan
3) Menanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan
gejala penyakitnya dengan cepat dan cermat
4) Menanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah
menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi
membaik atau bertambah parah)
5) Menghitung harga dan minta persetujuan terhada nominal harga
6) Setelah pasien setuju dengan harga obat, mengambilkan obat
yang diminta tersebut
7) Menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi
tentang obat meliputi : dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu
penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang
mungkin timbul setelah penggunaan obat dan dan jika
diperlukan pertolongan pertama terhadap efek samping yang
ditimbulkan
8) Menatat nama pasien, alamat, dan no telp pasien
9) Membuat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai
patien data record (medical record)
G. SOP Konseling
(Mengadakan konseling apabila pasien yang meminta atau
menginginkan konseling atau ketika pemeriksaan klinik resep obat
ada yang perlu di konselingkan dengan APA atau apoteker
pendamping)
Jika melalui resep atau datang sendiri (membeli obat OTC dan OWA)
1) Pasien datang
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien
obat apa yang dibutuhkan (untuk pasien dengan resep ambil
resepnya)
3) Menanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan
gejala penyakitnya
4) Menanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah
menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi
membaik atau bertambah parah)
5) Jika ternyata apoteker pendamping merasa perlu untuk di
konselingkan, maka menawarkan kepada pasien untuk
dikonselingkan dan berikan penjelasan yang jelas namun dapat
dimengerti bahwa penggunaan obat yang digunakan pasien
memerlukan pengetahuan tambahan
6) Setelah konseling selesai, memberikan obat sesuai dengan
keputusan akhir hasil konseling (sudah menyangkut harga dan
pemeriksaan obat)
Jika pasien meminta konseling
1) Pasien datang
2) Menyapa pasien dengan ramah
3) Mengantarkan pasien menuju APA dan meja konseling
4) Jika telah selesai konseling, lakukan prosedur sesuai dengan
standar dan hasil dari konseling
Jika konseling via telepon
1) Mengangkat dan menerima telepon dengan sopan, jelas dan
tepat (menanyakan nama pasien, alamat pasien dan no telepon
pasien)
2) Menanyakan keluhan dan hal-hal yang ditanyakan
3) Memastikan ulang bahwa keluhan dan pertanyaan pasien sama
dengan pemahaman apoteker
4) Jika sama, berikan penjelasan dan informasi yang dibutuhkan
oleh pasien dengan jelas, cepat, tepat dan mudah dimengerti
5) Menanyakan ulang hasil konseling tersebut, jika sudah jelas
ucapkan terima kasih, jika belum jelas ulangi lagi penjelasan dan
informasi tersebut
H. SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang
1) Barang datang
2) Mengecek kesesuaian antara SP dengan faktur dan barangnya
(kecocokan tentang nama barang, bentuk, jumlah sediaan, no
batch dan tanggal expire
3) Mengecek kondisi barang (rusak, pecah, tersegel atau tidak)
4) Faktur ditanda tangani oleh apoteker atau asisten apoteker
dilengkapi dengan no SIK/SIA/NIP seta dibubuhi stempel apotek
5) Mengambil 1 lembar faktur untuk arsip apotek
6) Menyerahkan faktur kapada bagian administrasi untuk diinput
di komputer
7) Mencocokkan harga yang sudah ada di computer dengan harga
yang tertera pada faktur baru, apakah ada kenaikan atau tidak
8) Menandatangani faktur yang telah diedit di komputer
9) Memberi barangbarang/obat bebas dan letakkan sesuai dengan
spesifikasinya. Untuk obat keras langsung disimpan dalam
lemari tersendiri dan obat lain dalam almari atau sesuai dengan
tempat penyimpanan yang telah ditetapkan, menurut abjad atau
farmakologinya
10) Mengarsipkan faktur sesuai dengan nama PBF masingmasing
Catatan : untuk SOP meracik dan menimbang obat dilakukan sesuai
dengan prosedur standar yang telah diketahui oleh apoteker dan asisten
apoteker (AA)
D. Analisis Keuangan
Modal diperoleh dari kerjasama :
a. Tn. Akbar Awalluddin, S.Farm, Apt Rp. 150.000.000,-
b. Tn. Rian Marcello, S.Farm, Apt Rp. 150.000.000,-

1. Modal
Modal tetap
- Perlengkapan penunjang (Mebel, kulkas) Rp. 90.000.000,-
- Perlengkapan apotek Rp. 60.000.000,-
- Biaya perizinan Rp. 10.000.000,-
- Kendaraan Rp. 50.000.000,-
Modal Operasional Rp. 250.000.000,-
Cadangan modal Rp. 50.000.000,-
Total Modal Rp. 810.000.000,-

2. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1
Biaya rutin bulanan
- Tenaga kerja
Apoteker (4 orang) Rp. 8.000.000,-
Asisten Apoteker (6 orang) Rp. 7.500.000,-
Tenaga Administrasi (3 orang) Rp. 2.550.000,-
Cleaning Service (2 Orang) Rp. 1.400.000,-
Rp. 19.450.000,-

- Biaya lain-lain
Administrasi Rp. 2.000.000,-
Listrik, telepon Rp. 2.000.000,-
Lain-lain Rp. 1.000.000,-
Rp. 5.000.000,-
Biaya rutin tahun ke-1
- Biaya bulanan 12 x Rp.24.450.000 Rp. 293.400.000,-
- Tunjangan hari raya (1 bulan gaji) Rp. 19.450.000,-
Rp. 312.850.000,-
3. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan tahun ke-1
Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 20 lembar / hari
dengan harga rata-rata perlembar diperkirakan Rp. 200.000,-
dengan demikian akan diperoleh pendapatan pada tahun pertama
sebagai berikut:
- Penjualanresep tahun I 12x26x20xRp.200.000 Rp. 1.248.000.000,-
- Penjualan bebas 26x12xRp.1.000.000 Rp. 312.000.000,-
- Penjualan lain (OWA) 26x12xRp.750.000 Rp. 234.000.000,-
Total Rp. 1.794.000.000,-

Pengeluaran tahun ke-1
- Pembelian obat resep Rp. 250.000.000,-
- Pembelian obat bebas Rp. 200.000.000,-
- Pembelian OWA Rp. 75.000.000,-
- Pengeluaran rutin tahun I Rp. 312.850.000,-
Total Rp. 837.850.000,-

Perkiraan laba-rugi tahun ke I
- Pendapatan tahun I Rp. 1.794.000.000,-
- Pengeluaran tahun I Rp. 837.850.000,-
- Laba sebelum pajak Rp. 956.150.000,-
- Pajak pendapatan (10%) Rp. 95.615.000,-
- Laba netto Rp. 860.535.000,-

4. Perhitungan batas laba/rugi (BEP) Tahun I









( )


























( )
()










BAB III
KESIMPULAN

A. Pembahasan
Apotek Sehati Farma berada di daerah yang strategis, yaitu
berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat yang cukup ramai, di
pinggir jalan besar, dekat dengan sarana kesehatan yang lainnya, seperti
klinik dan rumah sakit. Ini merupakan suatu potensi yang besar untuk
kelangsungan kegiatan apotek Citius Farma.
Ruangan gedung tertata dengan baik sehingga pelaksanaan fungsi
dan tugas apotek berjalan dengan baik. Konsep baru apotek yang
dihadirkan berupa drive thru dan pengantaran ke tempat membuat
apotek mampu menawarkan konsep yang cepat dalam proses pembelian
obat-obat bebas pada masyarakat.
Apoteker Pengelola Apotek (APA) dibantu oleh Asisten
apoteker mengatur dan melaksanakan semua kegiatan pengelolaan
sediaan farmasi dan perbekalankesehatan lainnya di apotek Sehati
Farma.
Pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya ini
dilakukan menurut prosedur yang telah ditetapkan,yang terdiri dari
perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan penjualan. Pelaksanaan
pengadaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya dilakukan
dengan memperhatikan sifat pergerakan dari sediaan farmasi tersebut,
yaitu slow moving atau fast moving.
Pelaksanaan penyimpanan dan penyaluran sediaan farmasi
dilakukan dengan menggunakan sistem FIFO (First In First Out) dan
sistem FEFO (First Expired First Out). Apotek Sehati Farma telah
melakukan pembelian berencana yaitu berdasarkan kebutuhan pada
ruang racikan dan penjualan bebas sehingga dapat mengurangi
terjadinya obat-obat kadaluarsa dan stagnant, yaitu berdasarkan
forecasting pembelian sehari-hari. Hal ini mampu mempermudah
apoteker merancang penyediaan sediaan farmasi beberapa minggu dan
bulan ke depan, bahkan dapat pula menggambarkan kebutuhan untuk
satu tahun ke depan.
Administrasi yang ada di apotek meliputi administrasi
pembeliaan, administrasi penjualan, administrasi pencatatan
psikotropika dan administrasi pencatatan narkotika.
Pelayanan yang diberikan di apotek Sehati Farma berupa
pelayanan resep, pelayanan obat bebas, pelayanan sediaan farmasi
lainnya, dan pelayanan perbekalan kesehatan. Apoteker Pengelola
Apotek berperanan penting dalam setiap pelayananini, terutama dalam
pemberian informasi mengenai obat yang diperlukan oleh pasienyang
bertujuan untuk mewujudkan penggunaan obat yang tepat, aman, dan
rasional, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesehatan
dari pasien tersebut.
Apotek Sehati Farma telah melakukan fungsinya sebagai
sarana pendistribusian sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
lainnya kepada pasien dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan
pasien. Dalam peranannya ini, apotek juga tetap mengusahakan untuk
memperoleh keuntungan demi kelangsungan hidup apotek.
B. Kesimpulan Kelayakan Proyek
Dengan adanya apotek ini maka apoteker dapat melaksana
kan kerja dari disiplin profesinya dan mengaplikasikannya di lingkungan
luas (pelayanan prima terhadap masyarakat). Dari hasil studi kelayakan
(Feasibility Study) yang dilaksanakan, menunjukkan bahwa Apotek
Sehati Farma layak didirikan di Jalan Perintis Kemerdekaan km 13,
Makassar.