Anda di halaman 1dari 25

URINALISIS

Pemeriksaan urin tidak hanya memberikan fakta-fakta tentang ginjal dan


saluran urin, tetapi juga mengenai faal pelbagai organ dalam tubuh seperti: hati,
saluran empedu, pancreas, cortex adrenal, dll.
Jika kita melakukan urinalisis dengan memakai kumpulan urin sepanjang
24 jam pada seseorang, ternyata susunan urin tidak banyak berbeda dari susunan
urin 24 jam berikutnya. kan tetapi kalau kita mengadakan pemeriksaan dengna
sampel-sampel urin dari orang itu pada saat-saat yang tidak menentu di !aktu
siang dan malam, akan kita lihat bah!a susunan sampel urin dapat berbeda jauh
dari sampel lain itu sebabnya maka penting sekali untuk memilih sampel urin
sesuai dengan tujuan pemeriksaan.
1. MEMILIH SAMPEL URINE
a. "rin #e!aktu
"ntuk bermacam-macam pemeriksaan dapat digunakan urin se!akt, yaitu
urin yang dikeluarkan pada satu !aktu yang tidak ditentukan dengan
khusus. "rin se!aktu ini biasanya cukup baik untuk pemeriksaan urin
rutin yang menyertai pemeriksaan badan tanpa pendapat khusus.
b. "rin Pagi
dalah urin yang pertama kali dikeluarkan pada pagi hari setelah bangun
tidur. "rin ini lebih pekat dari urin yang dikeluarkan siang hari, jadi baik
untuk pemeriksaan sedimen, berat jenis, dan protein, serta baik juga untuk
pemeriksaan kehamilan berdasarkan adanya $%& (human chorionic
gonadotropin) dalam urin.
c. "rinPostprandial
#ampel urin ini berguna untuk pemeriksaan terhadap glukosuria. "rin ini
yaitu urin yang pertama kali dikeluarkan '
'
(
2
) * jam sehabis makan.
d. "rin 24 jam
"ntuk mengumpulkan urin 24 jam dibutuhkan botol besar, ber+olume '
'
(
2
liter atau lebih yang dapat ditutup dengan baik. %ara mengumpulkannya
misalnya sebagai berikut: jam , pagi penderita mengeluarkan urinnya- urin
ini dibuang. #emua urin yang dikeluarkan kemudian, termasuk juga urin
jam , pagi esok harinya, harus ditampung dalam botol yang sudah
disediakan.
2. PENGAWET URINE
Jika urin disimpan, mungkin terjadi perubahan susunan oleh kuman-
kuman. .uman-kuman biasanya ada karena urin untuk pemeriksaan tidak
dikumpulkan dan ditampung secara steril. "ntuk mengecilkan kemungkinan
perubahan itu, simpanlah urin pada suhu 4
o
%, sebaiknya dalam lemari es dan botol
tertutup. Jika urin terpaksa harus disimpan beberapa lama sebelum melakukan
pemeriksaan, pakailah suatu bahan penga!t untuk menghambat perubahan
susunannya.
da bermacam-macam bahan penga!et, tidak ada satu /at yang dapat
dipakai secara uni+ersal untuk menghindari urin dari segala macam perubahan
yang mungkin terjadi. dapun bahan penga!et urin tersebut antara lain:
a. 0oluena
Penga!et ini banyak dipakai- hampir mendekati sifat penga!et 1all round2
perombakan urin oleh kuman dihambat, lebih-lebih dalam keadaan dingin-
baik sekali dipakai untuk menga!et glukosa, aseton dan asam aseto asetat.
Pakailah sebanyak 2 - 3 ml toluen kedalam botol penampung dan tiap kali
ditambahkan urin, botol harus dikocok baik-baik.
b. 0hymol
#ebutir thymol sebagai penga!et mempunyai daya seperti toluen juga. .alau
jumlah thymol terlalu banyak ada kemungkinan terjadi hasil positif palsu dan
reaksi terhadap proteinuria dengan cara pemanasan asam asetat.
c. 4ormaldehide
.hsusus dipakai untuk menga!etkan sedimen- menga!et sedimen penting
sekali bila hendak mengadakan penilaian kuantitatif atas unsur-unsur dalam
sedimen. Pakailah sebanyak ' ) 2 ml larutan formaldehide 456 untuk
menga!et urin 24 jam. %ampur baik-baik tiap kali ditambah urin.
d. sam sulfat pekat
sam ini dipakai untuk menga!et urin guna penetapan kuantitatif calcium,
nitrogen dan kebanyakan /at anorganik lain. Jumlah yang harus diberikan
ialah sebanyak itu hingga p$ urin tetap lebih rendah dari 4,3 7kontrol dengan
kertas nitra/in8. 9ekasi asam mencegah terlepasnya nitrogen dam bentuk
amoniak dan mencegah terjadinya endapan kalsium fosfat.
e. :atrium .arbonat
.husus dipakai untuk menga!et urobilinogen jika hendak menentukan
ekskresinya per 24 jam. ;asukkanlah kira-kira 3 gram natrium karbonat
dalam botol penampung bersama dengan beberapa ml toluen.
%atatan :
"ntuk beberapa macam pemeriksaan tidak boleh ditambahkan suatu /at penga!et
pada urin. "ntuk menga!etkannya hanya disimpan dalam lemari es. ;isalnya ada
pemeriksaan porfirin.
3. WADAH URIN
<otol penampung 7!adah8 urin harus bersih dan kering. danya air dan
kotoran dalam !adah berarti adanya kuman-kuman yang kelak berkembang biak
dalam urin dan bisa mengubah susunannya. =adah urin yang terbaik ialah yang
berupa gelas bermulut lebar yang dapat disumbat rapat. #ebaiknya pula urin yang
dikeluarkan langsung ditampung ke dalam !adah tersebut.
Jika hendak memindahkan urin dari satu !adah ke !adah yang lain,
kocoklah terlebih dahulu agar segala endaan ikut serta pindah tempat. Jagalah
juga jangan ada yang terbuang.
<erilah etiket pada !adah dengan keterangan yang jelas. :ama orang,
tanggal, jenis urin, penga!et yang dipakai, dan sebagainya. =adah yang tidak
dimaksudkan untuk pemeriksaan mikrobiologi tidak perlu steril, asal mengikuti
syarat-syarat kebersihan.
4. PEMERIKSAAN URINE LENGKAP
Pemeriksaan urine lengkap meliputi : Pemeriksaan ;akroskopis 7+olume
urin, !arna urine, bau, kejernihan8, Pemeriksaan .imia 7p$, protein, glukose,
darah, bilirubin, urobilinogen, nitrit, keton8, dan Pemeriksaan ;ikroskopis
7sedimen8.
5. PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS URINE
5.1. PEMERIKSAAN VOLUME URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui jumlah dari urin yang dikeluarkan.
lat : - &elas "kur
#ampel : - "rine 24 jam
"rine #e!aktu
>angkah .erja :
'. #iapkan gelas ukur yang bersih dan kering
2. "kur +olume urine sample
*. %atat hasilnya
%atatan :
Jumlah urin se!aktu tidak perlu dikukur jumlahnya
Jumlah urin 24 jam pada orang de!asa normal di daerah tropis berkisal antara
,35 ml dan '235 ml
4aktor yang mempengaruhi jumlah urine :
#uhu, iklim, jenis, dan jumlah makanan, pekerjaan jasmani, jumlah keringat,
dan umur
Poliuria : "rine 24 jam lebih dari 2 liter
?liguria : "rine 24 jam kurang dari 455 ml
nuria : tidak ada urie atau kurang dari 35 ml( 24 jam
5.2. PEMERIKSAAN WARNA URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui !arna urine secara kasat mata dan
membantu diagnosa
lat : 0abung reaksi
#ampel : "rine segar
>angkah .erja :
'. #iapkan tabung yang bersih, kering, dan transparan
2. @si urin kurang lebih A tabung
*. >ihat !arna urin pada tempat yang terang misalnya pada tempat yang
terkena sinar matahari.
@nterprestasi $asil :
0idak ber!arna
.uning muda
.uning
.uning 0ua
.uning kemerahan
;erah
%oklat kuning
Putih seperti susu
:ormal :
kuning muda ) kuning tua
%atatan :
<eberapa sebab !arna pada urine:
.uning
- /at !arna normal dalam jumlah besar urobilin dan irochrom
- Bat !arna abnormal yaitu bilirubin
- ?bat-obatan : 9habarber, senna, cascara, riboflafin, santonim
$ijau
- Bat !arna normal dalam jumlah besar : @ndikan
- ?bat-obatan dan dignostik : ;ethyline blue
- danya kuman <. Pyocyaneus, Pseudomonas sp
;erah
- Bat !arna merah dalam jumlah besar : "rorythim
- Bat !arna abnormal : $emoglobin, porpirin, porfobilin
- ?bat-obatan : 9habarber, senna, santonim, amidopin, dll
%oklat
- Bat !arna normal dalam jumlah besar : urobilin
- Bat !arna abnormal : <ilirubin, hematin, porfobilin
%oklat tua tau hitam
- Bat !arna normal dalam jumlah besar : @ndikan
- Bat !arna abnormal : Carah tua alkapton, melanin
- ?bat-obatan : deri+at-deri+at dari fenol argyral
Putih susu
- Bat !arna normal dalam jumlah besar: fosfat, urat
- Bat abnormal: pus, getah prostat, chylus, /at lemak, bakteri, dll
5.3. PEMERIKSAAN KEJERNIHAN
0ujuan : "ntuk mengetahui apakah urine keruh sejak semula atau
sejak didiamkan.
lat : 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. "rine dikocok terlebih dahulu, kemudian dimasukkan kedalam tabung
reaksi sebanyak D - A tabung.
2. mati dengan latar hitam dan penerangan cahaya matahari.
*. >ihat apakah ada kekeruhan
:ormal : Jernih atau sedikit keruh.
%atatan :
"rine keruh sejak semula
- <anyak mengandung fosfat
- danya bakteri
"rine menjadi keruh setelah dibiarkan
- :ubecula, adanya lendir sel epitel dan leukosit yang mengendap
- "rat-urat amorf 7kristal tidak berbentuk8 karena asam dan dingin
- 4osfat amorf yang mengendap dengan karbonat yang dihasilkan urine
- <akteri kontaminasi
5.4. PEMERIKSAAN BAU URIN
0ujuan : "ntuk mengetahui bau dari urin
>angkah .erja :
'. ;asukkan urine dalam tabung sebanyak D atau A tabung.
2. ngkat tabung yang berisi urine atau !adah urine kira-kira setinggi dada
*. &erakkan tangan diatas mulut tabung dari depan kearah hidung
4. %ium bau yang diterima hidung.
@nterprestasi $asil : <au aromatik, bau ammonia dll
:ormal : <au aromatik khas 7karena adanya ammonia, asam
+olatil8
6. PEMERIKSAAN KIMIA URINE
6.1. PEMERIKSAAN BERAT JENIS URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui berat jenis urine bahan dalam
melengkapi diagnosa
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung 9eaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip reagen kedalam urine selama dua detik, semua strip harus
terendam urine
*. $ilangkan kelebihan urine dengan menyentuhkan strip ditepi !adah
spesimen atau dengan meletakkan strip diatas secarik kertas tisu
4. Perubahan !arna diinterpretasi dengan membandingkannya terhadap
!arna skala rujukan, biasanya ditempel pada botol( !adah reagen strip
3. Pembacaan dipstik dapat dilakukan dengan instrumen otomatis 7lebih
dianjurkan8 untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara +isual
E. =aktu pembacaan tidak boleh terlalun cepat atau terlalu lambat atau
pencahayaan kurang agar hasil seperti yang diharapkan 7benar8
Pembacaan $asil :
.adar :ormal :
'.'5 ) '.5*5
6.2. PEMERIKSAAN pH URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui reaksi dari bahan urine apakah bereaksi
asam atau basa dan sampai berapa tingkatnya
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
%atatan :
9eaksi normal bila p$ antara 3 - ,
9eaksi asam bila p$ antara 4,3 ) 3,3
9eaksi basa bila p$ antara ,,F ) F
6.3. PEMERIKSAAN PROTEIN URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui adanya protein dalam urine
;etode : %arik celup
Prinsip :
Protein akan merubah !arna indikator, umumnya 1tetrabromphenolblue dan
*',*3, 3', 33 tetracholorophenol-*,4,3,E- tetrabromsulpphotalein menjadi
ber!arna kinung 7negatif8, hijau biru 7positif8. @ntensitas !arna sebandign
dengan kadar protein dalam urine
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
%atatan :
:ormal protein dalam urine adalah negatif
.esalahan terjadi jika tabung yang dipakai kotor dan urine tidak jernih
6.4. PEMERIKSAAN GLUKOSA URINE
0ujuan : "ntuk melihat adanya glukosa dalam urine
Prinsip :
Pada carik terdapat dua jenis en/im yakni glukosa oksidase, dan
peroksidaseserta kromogen 7/at !arna8. &lukosa diubah menjadi asam
glukoronik dan $
2
?
2
oleh glucose oxidase. .romogen 7tetramethylbenzene
dan toluidin8 yang terdapat pada carik oleh peroksidasedioksidasi menjadi
kromogen ber!arna biru.
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
%atatan :
#ebab Positif Palsu:
- danya hydrogen peroxide
- =adah terkontaminasi hydrogen peroxide
- Peroksidase bakteri7mis pada cystitis8
- =adah terkontaminasi dengan hipoklorit dan klorin
- 4ormaldehida
- 9eagen kadaluarsa
#ebab :egatif Palsu:
- <J tinggi 7G'.5258 pada phurine yang tinggi
- Hitamin c 7G35mg(dl menghambat reaksi
- ?bat-obatan: #alycylates dan 0etracyclines
- .eton dalam urine dapat mengurangi sensitifitas metode, kadar G45mg(dl
menyebabkan negatif palsu bila kadar gula dalam urine tidak cukup tinggi
7I'55 mg(dl8
- 9eaktifitas reaksi akan dipengaruhi pada bj dan temperatur tinggi
- =arna urine yang pekat dapat menutupi !arna pita pada carik celup
- "rine simpan dan terdapat bakteri.
6.5. PEMERIKSAAN DARAH PADA URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui adanya darah dalam urine
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
6.6. PEMERIKSAAN BILIRUBIN URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui adanya bilirubin dalam urine
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
6.7. PEMERIKSAAN UROBILINOGEN URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui ada( tidaknya urobilinogen dalam urine
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
6.8. PEMERIKSAAN NITRIT URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui reaksi dari bahan urine apakah bereaksi
asam atau basa dan sampai berapa tingkatnya
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
'. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
*. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
3. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
E. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
6.. PEMERIKSAAN !AT KETON URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui reaksi dari bahan urine apakah bereaksi
asam atau basa dan sampai berapa tingkatnya
;etode : %arik celup
<ahan : "rine segar
lat : - #trip "rine
- 0abung reaksi
>angkah .erja :
1. mbil strip dari !adah dan segera tutup !adah
2. %elupkan strip ke dalam urine, sampai semua bantalan basah
3. ?leskan punggung strip pada bibir tabung urine untuk menyingkirkan
kelebihan urine atau diserapkan pada kertas tissue
4. Ciamkan kurang lebih ' menit pada suhu kamar
5. <aca secara +isual dengan membandingkan !arna yang terjadi dengan
!arna pada botol reagen.
6. %atat hasilnya
Pembacaan $asil :
7. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS URINE
7.1. PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE
0ujuan : "ntuk megetahui adanya kelainan pada ginjal dan
salurannya.
lat : - 0abung centrifuge
- ;ikroskop
- %entrifuge
- ?bjeck glass
- Ceck glass
>angkah .erja :
'. ;asukkan urine kurang lebih A tabung
2. %entrifuge dengan kecepatan *555 rpm selama 3 menit
*. <uang urine yang sudah dicentrifuge dan tinggalkan endapannya kurang
lebih 5,3 ml
4. .ocok tabung tersebut untuk mensuspensikan sedimen
3. 0eteskan pada objeck glass dan tutup denngan deck glass
E. Periksa pada mikroskop dengan perbesan 45x
@nterprestasi $asil :
"nsur-unsur sedimen urine:
?rganik
- Jritrosit
- 0orak
- >eukosit
- #el epitel
- #ilindroid
- ?+al fat bodies 7badan lemak8
- Potongan jaringan
- <enang lendir
- Parasit
- .uman
- #perma
norganik
- "rat pada urin asam
- 4ospat pada urine basa
- .ristal: .eadaan normal 7tidak banyak manfaat8
"rat, calsium oksalat, magnesium fosfat, calsium carbonat
%atatan :
0erjadi kesalahan apabila:
- "rine tidak dikocok lebih dahulu
- %ahaya yang masuk ke mikroskop terlalu terang
- "rine tidak segar sehingga sedimen rusak
- lat yang digunakan tidak bersih.
&ambar #edimen : >ampiran
8. PEMERIKSAAN NARKOBA
8.1 PEMERIKSAAN NARKOBA URINE
0ujuan : "ntuk mengetahui ada tidaknya :arkoba dalam sample urine
;etode : @mmunochromatografi .ompetitif
Prinsip : Pada strip mengandung konjugat drugs @g& anti narkoba,
dimana subtrat urin yang mengandung drugs 7;P (0$%(
;?98 akan bereaksi dengan konjungat dimana hasil 7K8
ditandai dengan terbentuknya garis merah pada test, 7-8 pada
control.
lat dan <ahan : - #trip test :arkoba
- "rine
- 0imer
- =adah penampung "rine
#ampel : "rine #e!aktu
>angkah .erja :
'. #impan sampel pada suhu kamar, lalu buka bungkus strip dan gunakan
sesegera mungkin.
2. %elupkan secara +ertical strip pada specimen urine selama '5-'3 detik,
jangan melebihi batas urine.
*. 0unggu terbentuknya garis. <aca hasil pada 3 menit, jangan lebih dari '5
menit.
@nterprestasi $asil
Positif : $anya terbentuk pita pink pada %ontrol 7%8
:egati+e : 0erbentuk dua pita pink pada %ontrol 7%8 dan pada 0est 708.
@n+alid : 0idak terbentuk pita pink pada %ontrol 7%8 dan pada 0est 708.
atau terbentuk pita pink pada 0est 708 sedangkan pada %ontrol
7%8 tidak terbentuk pita pink.
"ESES
Pemeriksaan feses 7tinja8 adalah salah satu pemeriksaan laboratorium yang
telah lama dikenal untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis suatu penyakit.
;eskipun saat ini telah berkembang berbagai pemeriksaan laboratorium yang
modern, dalam beberapa kasus pemeriksaan feses masih diperlukan dan tidak
dapat digantikan oleh pemeriksaan lain.
#yarat dalam pengumpulan sampel untuk pemeriksaan feses :
a. =adah sampel bersih, kedap, bebas dari urine
b. $arus diperiksa *5)45 menit sejak dikeluarkan jika ada penundaan simpan di
almari es
c. 0idak boleh menelan barium, bismuth dan minyak 3 hari sebelum
pemeriksaan
d. Ciambil dari bagian yang paling mungkin memberi kelainan. misalnya bagian
yang bercampur darah atau lendir
e. Paling baik dari defekasi spontan atau 9ectal 0oucher sebagai pemeriksaan
tinja se!aktu.
f. Pasien konstipasi dapat diberikan saline cathartic terlebih dahulu
g. Pada .asus ?xyuris dapat digunakan metode schoth tape L object glass
h. "ntuk mengirim tinja, !adah yang baik ialah yang terbuat dari kaca atau sari
bahan lain yang tidak dapat ditembus seperti plastic. .alau konsistensi tinja
keras,dos karton berlapis paraffin juga boleh dipakai. =adah harus bermulut
lebar
i. ?leh karena unsur-unsur patologik biasanya tidak dapat merata, maka hasil
pemeriksaan mikroskopi tidak dapat dinilai derajat kepositifannya dengan
tepat, cukup diberi tanda negati+e 7-8, positif ' 7K8, positif 2 7KK8, dan positif *
7KKK8 saja.
1. PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS TINJA #"ESES$
'.' Jumlah
Calam keadaan normal jumlah tinja berkisar antara '55-235 gram per
hari. <anyaknya tinja dipengaruhi jenis makanan bila banyak makan
sayur jumlah tinja meningkat.
'.2 =arna
a. 0inja normal kuning coklat dan !arna ini dapat berubah mejadi lebih tua
dengan terbentuknya urobilin lebih banyak. #elain urobilin !arna tinja
dipengaruhi oleh berbagai jenis makanan, kelainan dalam saluran
pencernaan dan obat yang dimakan. =arna kuning juga dapat
disebabkan karena susu,jagung, lemak dan obat santonin.
b. 0inja yang ber!arna hijau dapat disebabkan oleh sayuran yang
mengandung khlorofil atau pada bayi yang baru lahir disebabkan oleh
bili+erdin dan porphyrin dalam mekonium.
c. =arna kelabu mungkin disebabkan karena tidak ada urobilinogen
dalam saluran pencernaan yang didapat pada ikterus obstruktif, tinja
tersebut disebut akholis. .eadaan tersebut mungkin didapat pada
defisiensi en/im pankreas seperti pada steatorrhoe yang menyebabkan
makanan mengandung banyak lemak yang tidak dapat dicerna dan juga
setelah pemberian garam barium setelah pemeriksaan radiologik.
d. 0inja yang ber!arna merah muda dapat disebabkan oleh perdarahan
yang segar dibagian distal, mungkin pula oleh makanan seperti bit atau
tomat.
e. =arna coklat mungkin disebabkan adanya perdarahan dibagian
proksimal saluran pencernaan atau karena makanan seperti coklat, kopi
dan lain-lain. =arna coklat tua disebabkan urobilin yang berlebihan
seperti pada anemia hemolitik. #edangkan !arna hitam dapat disebabkan
obat yang yang mengandung besi, arang atau bismuth dan mungkin juga
oleh melena.
'.2 <au
@ndol, skatol dan asam butirat menyebabkan bau normal pada tinja. <au
busuk didapatkan jika dalam usus terjadi pembusukan protein yang tidak
dicerna dan dirombak oleh kuman. 9eaksi tinja menjadi lindi oleh
pembusukan semacam itu.
0inja yang berbau tengik atau asam disebabkan oleh peragian gula yang
tidak dicerna seperti pada diare. 9eaksi tinja pada keadaan itu menjadi
asam. .onsumsi makanan dengan rempah-rempah dapat mengakibatkan
rempah-rempah yang tercerna menambah bau tinja
'.* .onsistensi
0inja normal mempunyai konsistensi agak lunak dan bebentuk. Pada diare
konsistensi menjadi sangat lunak atau cair, sedangkan sebaliknya tinja yang
keras atau skibala didapatkan pada konstipasi. Peragian karbohidrat dalam usus
menghasilkan tinja yang lunak dan bercampur gas. .onsistensi tinja berbentuk
pita ditemukan pada penyakit hisprung. feses yang sangat besar dan berminyak
menunjukkan alabsorpsi usus.
'.4 >endir
Calam keadaan normal didapatkan sedikit sekali lendir dalam tinja.
0erdapatnya lendir yang banyak berarti ada rangsangan atau radang pada
dinding usus.
'8 >endir yang terdapat di bagian luar tinja, lokalisasi iritasi itu mungkin
terletak pada usus besar. #edangkan bila lendir bercampur baur dengan
tinja mungkin sekali iritasi terjadi pada usus halus.
28 Pada disentri, intususepsi dan ileokolitis bisa didapatkan lendir saja
tanpa tinja.
*8 >endir transparan yang menempel pada luar feces diakibatkan spastik
kolitis, mucous colitis pada anxietas.
48 0inja dengan lendir dan bercampur darah terjadi pada keganasan serta
peradangan rektal anal.
38 0inja dengan lendir bercampur nanah dan darah dikarenakan adanya
ulseratif kolitis, disentri basiler, di+ertikulitis ulceratif, intestinal tbc.
E8 0inja dengan lendir yang sangat banyak dikarenakan adanya +ilous
adenoma colon
'.3 Carah
danya darah dalam tinja dapat ber!arna merah muda, coklat atau
hitam. Carah itu mungkin terdapat di bagian luar tinja atau bercampur
baur dengan tinja.
'8 Pada perdarahan proksimal saluran pencernaan darah akan bercampur
dengan tinja dan !arna menjadi hitam, ini disebut melena seperti pada
tukak lambung atau +arices dalam oesophagus.
28 Pada perdarahan di bagian distal saluran pencernaan darah terdapat di
bagian luar tinja yang ber!arna merah muda yang dijumpai pada
hemoroid atau karsinoma rektum. #emakin proksimal sumber
perdarahan semakin hitam !arnanya.
'.E Parasit
Ciperiksa pula adanya cacing ascaris, anylostoma dan spesies cacing
lainnya yang mungkin didapatkan dalam feses.
2. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS TINJA #"ESES$
Pada pemeriksaan mikroskopis feses bertujuan untuk mencari proto/oa
dan telur cacing yang terdapat pada specimen feses.
lat dan <ahan:
;ikroskop
Ceck glass
?bjek glass
>arutan eosin '-26 atau larutan lugol '-26
>idi
0issue
#ampel : 0inja se!aktu
>angkah .erja:
'. 0eteskan ' tetes larutan eosin keatas objek glass yang bersih
2. mbil tinja menggunakan lidi secukupnya
*. $omogenkan antara feses dan larutan eosin
4. 0utup dengan deck glass
3. mati diba!ah mikroskop perbesaran 455M
%atatan:
#ediaan hendaknya dibuat setipis mungkin, agar unsur)unsur jelas terlihat
dan dapat dikenal. >arutan asam acetat '56 bisa dipakai untuk melihat
leukosit lebih jelas, sedangkan untuk melihat unsur)unsur lain larutan
garam 5,N6 sebaiknya digunakan untuk pemeriksaan rutin.
$al)hal yang diamati pada sediaan 4eses yaitu:
'. #el Jpitel
<eberapa sel epitel yaitu berasal dari dinding usus bagian distal dapat
ditemukan dalam keadaan normal. .alau sel epitel berasal dari bagian
yang lebih proksimal, sel)sel itu sebagian atau seluruhnya rusak.
Jumlah sel epitel bertambah banyak kalau ada perangsangan atau
peradangan dinding usus itu.
2. ;akrofag
#el)sel besar berinti satu memiliki daya fagositosis, dalam plasmanua
sering dilihat sel)sel lain 7leukosit, eritrosit8 atau benda)benda lain.
Calam preparat natif sel)sel itu menyerupai ameba, perbedaannya
ialah sel ini tidak dapat bergerak.
*. >eukosit
>ebih jelas terlihat kalau tinja dicampur dengan beberapa tetes larutan
asam acetat '56. .alau hanya dilihat beberapa dalam seluruh sediaan,
tidak ada artinya. Pada dysentri basiler, coitis ulcerosa dan peradangan
lain-lain, jumlahnya menjadi besar.
4. Jritrosit
$anya dilihat kalau lesi mempunyai lokalisasi dalam colon, rectum
atau anus.
3. .ristal-kristal
Pada umumnya tidak banyak artinya. Pun dalam tinja normal mungkin
terlihat .ristal-kristal triplefosfat, caciumoxalat dan asam lemak
sebagai kelainan mungkin dijumpai krsital %harcot->eyden dan .ristal
hematoidin.
E. #isa makanan
$ampir selalu dapat ditemukan sisa makanan yang tidak tercerna,
bukan keberadaannya yang mengindikasikan kelainan melainkan
jumlahnya yang dalam keadaan tertentu dihubungkan dengan sesuatu
hal yang abnormal.
#isa makanan itu sebagian berasal dari makanan daun-daunan dan
sebagian lagi makanan berasal dari he!an, seperti serta otot, serat
elastic dan /at-/at lainnya.
"ntuk identifikasi lebih lanjut emulsi tinja dicampur dengan
larutan >ugol maka pati 7amylum8 yang tidak sempurna dicerna
nampak seperti butir-butir biru atau merah. Penambahan larutan jenuh
#udan @@@ atau #udan @H dalam alkohol ,56 menjadikan lemak netral
terlihat sebagai tetes-tetes merah atau jingga.

,. Jamur
'8 Pemeriksaan .?$
Pemeriksaan .?$ adalah pemeriksaan tinja dengan menggunakan
larutan .?$ 7kalium hidroksida8 untuk mendeteksi adanya jamur,
sedangkan pemeriksaan tinja rutin adalah pemeriksaan tinja yang biasa
dilakukan dengan menggunakan lugol.
"ntuk membedakan antara %andida dalam keadaan normal dengan
.andidiasis adalah pada kandidiasis, selain gejala kandidiasis, dari
hasil pemeriksaan dapat ditemukan bentuk pseudohifa yang
merupakan bentuk in+asif dari %andida pada sediaan tinja.
0imbulnya kandidiasis juga dapat dipermudah dengan adanya
faktor risiko seperti diabetes melitus, @C#, pengobatan antikanker,
dan penggunaan antibiotika jangka panjang. .alau memang positif
kandidiasis dan terdapat gejala kandidiasis, maka biasanya dapat
sembuh total dengan obat jamur seperti flucona/ole, tetapi tentu saja
bila ada faktor risiko juga harus diatasi. #!ap adalah mengusap
mukosa atau selaput lendir atau pseudomembran kemudian hasil
usapan diperiksa secara mikroskopik, sedangkan biopsi adalah
pengambilan jaringan atau sel untuk dilakukan pemeriksaan secara
mikroskopik juga.
F. 0elur cacing
0elur cacing yang mungkin didapat yaitu scaris lumbricoides,
:ecator americanus, Jnterobius +ermicularis, 0richuris trichiura,
#trongyloides stercoralis dan sebagainya.
N. Proto/oa
<iasanya didapati dalam bentuk kista, bila konsistensi tinja cair baru
didapatkan bentuk trofo/oit.
3. PJ;J9@.#: .@;@
. Carah samar
Pemeriksaan kimia tinja yang terpenting adalah pemeriksaan terhadap
darah samar. 0es terhadap darah samar dilakukan untuk mengetahui adanya
perdarahan kecil yang tidak dapat dinyatakan secara makroskopik atau
mikroskopik.
danya darah dalam tinja selalau abnormal. Pada keadaan normal tubuh
kehilangan darah 5,3)2 ml ( hari. Pada keadaan abnormal dengan tes darah samar
positif 7K8 tubuh kehilangan darah G 2 ml( hari
;acam-macam metode tes darah samar yang sering dilakukan adalah guajac
tes, orthotoluidine, orthodinisidine, ben/idin tes berdasarkan penentuan akti+itas
peroksidase ( oksiperoksidase dari eritrosit 7$b8
'8 ;etode ben/idine basa
a8 <uatlah emulsi tinja dengan air atau dengan larutan garam kira-kira '5 ml
dan panasilah hingga mendidih.
b8 #aringlah emulsi yang masih panas itu dan biarkan filtrat sampai menjadi
dingin kembali.
c8 .edalam tabung reaksi lain dimasukkan ben/idine basa sebanyak sepucuk
pisau.
d8 0ambahkan * ml asam acetat glacial, kocoklah sampai ben/idine itu
e8 <ubuhilah 2 ml filtrate emulsi tinja, campur.
f8 <erilah 'ml larutan hydrogen peroksida * 6, campur.
g8 $asil dibaca dalam !aktu 3 menit 7 jangan lebih lama 8
%&'&'&( )
$asil dinilai dengan cara :
:egati+e 7 - 8 : tidak ada perubahan !arna atau samar-samar hijau
Positif 7' K8 : $ijau
Positif 72 K8 : biru bercampur hijau
Positif 7* K8 : biru
Positif 74 K8 : biru tua
28 ;etode <en/idine Cihidrochlorida
Jika hendak memakai ben/idine dihirochlorida sebagai pengganti ben/idine basa
dengan maksud supaya test menjadi kurang peka dan mengurangi hasil positif
palsu, maka caranya sama seperti diterangkan diatas.
*8 %ara &uajac
Prosedur .erja :
a8 <uatlah emulsi tinja sebanyak 3 ml dalam tabung reaksi dan tambahkan ' ml
asam acetat glacial, campur.
b8 Calam tabung reaksi lain dimasukkan sepucuk pisau serbuk guajac dan 2 ml
alcohol N36, campur.
c8 0uang hati-hati isi tabung kedua dalam tabung yang berisi emulsi tinja
sehingga kedua jenis campuran tetap sebagai lapisan terpisah.
d8 $asil positif kelihatan dari !arna biru yang terjadi pada batas kedua lapisan
itu. Cerajat kepositifan dinilai dari !arna itu.
Bat yang mengganggu pada pemeriksaan darah samar diantara lain adalah
preparat 4e, chlorofil, extract daging, senya!a merkuri, Hitamin % dosis tinggi
dan anti oxidant dapat menyebabkan hasil negatif 7-8 palsu, sedangkan >ekosit,
formalin, cupri oksida, jodium dan asam nitrat dapat menyebabkan positif 7K8
palsu.
<. "robilin
Calam tinja normal selalu ada urobilin. Jumlah urobilin akan berkurang
pada ikterus obstruktif, pada kasus obstruktif total hasil tes menjadi negatif, tinja
dengan !arna kelabu disebut akholik.
Prosedur kerja :
'8 0aruhlah beberapa gram tinja dalam sebuah mortir dan campurlah dengan
larutan mercurichlorida '56 dengan +olume sama dengan +olume tinja
28 %ampurlah baik-baik dengan memakai alunya
*8 0uanglah bahan itu ke dalam ca!an datar agar lebih mudah menguap dan
biarkan selama E-24 jam
48 danya urobilin dapat dilihat dengan timbulnya !arna merah
>;P@9: 7&;<9 #JC@;J:8
&ambar '. #el Carah ;erah 7Jritrosit8
&ambar 2. #el Jpitel
&ambar *. .ristal morf
&ambar 4. .ristal .alsium ?ksalat
&ambar 3. .ristal 0riple 4osfat
&ambar E. .ristal .alsium .arbonat
Gambar 7. Kristal Amonium Biurate
Gambar 8. Cast Hialin
Gambar 8. Cast Granular