Anda di halaman 1dari 28

3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Epidemiologi
Organisasi kesehatan sedunia memperkirakan bahwa sepertiga populasi
dunia terinfeksi dengan Mycobacterium tuberculosis. Angka infeksi tertinggi di
Asia Tenggara, China, India, Afrika, dan Amerika Latin. Tuberkulosis terutama
menonjol di populasi yang mengalami stress, nutrisi jelek, penuh sesak,
perawatan kesehatan tidak ukup, dan perpindahan tempat. !epuluh sampai dua
puluh juta orang yang hidup di Amerika !erikat mengandung basil tuberkel.
"rekuensi kasus tuberkulosis turun selama setengah abad pertama jauh
sebelum penemuan obat # obat anti tuberkulosis sebagai akibat perbaikan kondisi
kehidupan. Insidensi di Amerika !erikat mulai naik pada tahun $%&'.
(ebanyakan orang di )egara maju tetap beresiko rendah untuk tuberkulosis
keuali untuk kelompok # kelompok tertentu yang sangat terbatas. (ota # kota
yang dengan populasi lebih besar dari *'+.+++ merupakan $& , populasi
Amerika !erikat tetapi ada lebih dari -' , kasus tuberkulosis. .ada setiap umur,
frekuensi tuberkulosis sangat lebih tinggi pada indi/idu kulit berwarna. 0enetik
mungkin memainkan peran keil, tetapi faktor # faktor lingkungan seperti status
sosio # ekonomi jelas memainkan peran besar pada insiden.
.ada orang dewasa, dua pertiga kasus terjadi pada orang laki # laki, tetapi
ada sedikit dominasi tuberkulosis pada wanita di masa anak. "rekuensi
tuberkulosis tertinggi pada orang tua populasi kulit putih di Amerika !erikat1
indi/idu # indi/idu ini mendapat infeksi beberapa dekade yang lalu. !ebaliknya
pada populasi kulit berwarna tuberkulosis paling sering pada orang dewasa muda
dan anak # anak umur kurang dari ' tahun. (isaran umur ' # $- tahun sering
disebut 2umur kesayangan3 karena pada semua populasi manusia kelompok ini
mempunyai frekuensi penyakit tuberkulosis yang terendah.
4i Amerika !erikat kebanyakan anak terinfeksi dengan M.tuberculosis di
rumahnya oleh seseorang yang dekat padanya, tetapi wabah tuberkulosis anak
juga terjadi pada sekolah#sekolah dasar dan tinggi, sekolah perawat, pusat
-
perawatan anak, rumah, gereja, bus sekolah dan tim olahraga. Orang dewasa
yang terinfeksi /irus defisiensi imun manusia 56I78 dengan tuberkulosis dapat
menularkan M.tuberculosis ke anak, beberapa darinya berkembang penyakit
tuberkulosis, dan anak dengan infeksi 6I7 bertambah resiko berkembang
tuberkulosis sesudah infeksi.
Insidens tuberkulosis resisten obat telah bertambah seara dramatis. 4i
Amerika !erikat, sekitar $- , isolate M.tuberculosis resisten terhadap sekurang#
kurangnya satu obat, sementara 3 , resisten terhadap isonia9id maupun
rifampiin. )amun di beberapa negara frekuensi resisten obat bekisar dari *+ ,
sampai '+ ,. Alasan utama terjadinya resisten obat adalah kesetiaan penderita
yang buruk pada pengobatan dan peresepan regimen obat yang tidak adekuat
oleh dokter.
Tuberkulosis masih merupakan penyakit yang sangat luas didapatkan di
negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, baik pada anak maupun pada
orang dewasa yang juga dapat menjadi sumber infeksi. :enurut penyelidikan
;6O dan <)IC=" di daerah >ogyakarta +,? , penduduk menderita
tuberkulosis dengan basil tuberkulosis positif dalam dahaknya, dengan perbedaan
pre/alensi antara di kota dengan di desa masing#masing +.' # +.&' , dan +.3 #
+.- ,. <ji tuberkulin 5uji :antou@ 8 pada '+ , penduduk menunjukan hasil
positif dengan hasil terbanyak pada usia $' tahun ke atas.
4i Indonesia penyakit ini merupakan penyakit infeksi terpenting setelah
eradikasi malaria, merupakan penyakit nomor satu dan sebagai penyebab
kematian nomor tiga.
2.2 Klasifikasi
TAC .rimer adalah peradangan paru yang disebabkan oleh basil tuberkulosis
pada tubuh penderita yang belum pernah mempunyai kekebalan spesifik tehadap
basil tersebut.
2.2.1 Tuberculosis paru primer
$. Tuberkulosis primer yang potensial 5 potential primary tuberculosis 8
terjadi kontak dengan kasus terbuka, tetapi uji tuberulin masih
'
negati/e.
*. Tuberkulosis primer laten 5 latent primary tuberculosis 8
Tanda # tanda infeksi sudah kelihatan, tetapi luas dan akti/itas
penyakit tidak diketahui.
<ji tuberulin masih negati/e.
Badiologis tidak tampak kelainan
3. Tuberkulosis primer yang manifest 5 manifest primary tuberculosis 8
<ji tuberulin positif.
Terihat kelainan radiologis
.enyulit tuberkulosis paru primer C
$. .embesaran kelenjar ser/ikal superfiial
.enyebaran langsung tuberkulosis ke kelenjar limfe mediastinum
bagian atas dan para trakea berasal dari kelenjar hilus, paling sering
menyerang kelenjar limfe suprakla/ikula dan ser/ikal anterior. (elainan
di kelenjar tersebut bereaksi sangat lambat terhadap obat anti
tuberkulosis. Aila terjadi abses pada kelenjar dilakukan pembedahan.
?
Gambar 1. Tuberkulosis Primer dengan Limfadenopati para-
tracheal
*. .leuritis tuberulosis
(elainan pada pleura merupakan penyakit dini tuberulosis primer
dan terjadi ? # & bulan setelah serangan awal sering disertai kelainan
pada kulit yaitu eritema nodosum.
3. =fusi pleura
Aiasanya jernih, prognosa masih baik, reaksi tehadap obat anti
tuberkulosis sering kali dramatis karena dapat memberi resolusi
sempurna dalam $ # * minggu. (emungkinan untuk menderita
tuberkulosis post primer di kemudian hari lebih besar.
D
Gambar 2. Tuberkulosis Primer serta Efusi Plura Kanan
-. Tuberulosis :illier
(elainan ini paling dini dibanding dengan penyakit tuberkulosis
primer yang lain. .roses tuberulosis milier terjadi & bulan setelah
timbul tuberkulosa primer. 0ambaran radiologik tampak * minggu
&
setelah gejala klinik.
Gambar 3. Tuberkulosis Milier dengan Kavitas di Paru Kanan,
lobus baah
%
Gambar 4. Tuberkulosis Milier pada bayi yang berumur !" bulan
$+
Gambar 5. Tuberkulosis Milier pada #ema$a
'. :eningitis tuberulosis
4apat terjadi sebagai akibat penyebaran hematogen yang peah di
rongga subarahnoid pada tahap akhir dari tuberulosis milier.
2.2.2 Tuberkulosis paru pos primer
Tuberkulosis paru post primer adalah peradangan paru yang disebabkan
$$
oleh basil tuberkulosis pada tubuh yang telah peka tehadap tuberkuloprotein.
4ari luar 5 eksogen 8 infeksi ulang pada tubuh yang pernah
menderita tuberkulosis
4ari dalam 5 endogen 8 infeksi berasal dari basil yang sudah berada
dalam tubuh, merupakan proses lama yang pada mulanya tenang
dan oleh suatu keadaan menjadi aktif kembali.
Adapun pembagian primer paru post primer adalah C
!. Tuberculosis minimal
Terdapat sebagian keil infiltrat non ka/itas pada satu paru maupun
kedua paru, tapi jumlahnya tidak melebihi satu lobus paru.
$*
Gambar 6. Tuberkulosis Primer %nfiltrat di Paru-paru Kanan Lobus atas,
serta atelektasis
&. Moderately 'dvanced Tuberculosis
Ada ka/itas dengan diameter tidak lebih dari - m. Eumlah infiltrat
bayangan halus tidak lebih dari satu bagian paru, bila bayangan kasar
$3
tidak lebih dari sepertiga bagian satu paru.
(. )ar advanced tuberculosis
Terdapat infiltrat dan ka/itas yang melebihi keadaan pada
Moderately 'dvanced Tuberculosis.
2.! Eiologi
.enyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Ada * maam
myobateria yang menyebabkan penyakit tuberulosis yaitu tipe human 5 berada
dalam berak ludah dan droplet 8 dan tipe bo/in yang berada dalam susu sapi.
Agen tuberulosis, Mycobacterium tuberculosa, Mycobacterium bovis, dan
Mycobacterium africanum, merupakan anggota ordo 'ctinomycetes dan famili
Mycobacteriaceae. .Ciri # iri kuman berbentuk batang lengkung, gram positif
lemah, pleiomorfik, tidak bergerak, dengan ukuran panjang $ # - Fm dan tebal
+.3 #+.? Fm, tidak berspora sehingga mudah dibasmi dengan pemanasan sinar
matahari dan ultra /iolet. :ereka dapat tampak sendiri #sendiri atau dalam
kelompok pada spesimen klinis yang diwarnai atau media biakan, tumbuh pada
media sintetis yang mengandung gliserol sumber karbon dan garam ammonium
sebagai sumber nitrogen. :ikobakteria ini tumbuh paling baik pada suhu 3D#-$G,
menghasilkan niasin dan tidak ada pigmentasi. 4inding sel kaya lipid
menimbulkan resistensi terhadap daya bakterisid antibodi dan komplemen.
Tanda semua mikobakteria adalah ketahanan asamnya, kapasitas membentuk
kompleks mikolat stabil dengan pewarnaan aril metan seperti kristal /iolet,
karbol fushin, auramin dan rodamin. Aila diwarnai mereka melawan, perubahan
warna dengan ethanol dan hidroklorida atau asam lain. !ifatnya aerob obligat,
hal ini menunjukan kuman lebih menyenangi jaringan yang tinggi kandungan
oksigen nya, dan sebagian besar kuman terdiri dari asam lemak, sehingga
membuat kuman lebih tahan terhadap asam dan merupakan fator penyebab
terjadinya fibrosis dan terbentuknya sel epiteloid dan tuberkel. !elain itu kuman
terdiri dari protein yang menyebabkan nekrosis jaringan.
(uman dapat tahan hidup dan tetap /irulen beberapa minggu dalam keadaan
udara kering maupun dalam keadaan dingin, hal ini terjadi karena kuman berada
$-
dalam sifat dormant. Tetapi dalam airan mati pada suhu ?+GC dalam waktu $'#
*+ menit.
4i dalam jaringan, kuman hidup sebagai parasit intraseluler yakni dalam
sitoplasma makrofag. :akrofag yang semula memfagositasi malah kemudian
disenangi karena banyak mengandung lipid.
2.!.1 "akor resiko erpa#a$ uberkulosis
:ereka yang paling beresiko terpajan ke basil adalah mereka yang
tinggal berdekatan dengan orang yang terinfeksi aktif. :ereka menangkup
para gelandangan yang tinggal di tempat penampungan dimana terdapat
tuberkulosis, serta anggota keluarga pasien. Terutama pada negara # negara
berkembang.
>ang juga beresiko terpajan atau terjangkit tuberkulosis adalah para
pekerja kesehatan yang merawat pasien tuberkulosis, dan mereka yang
menggunakan fasilitas klinik perawatan atau rumah sakit yang juga
digunakan oleh para penderita tuberkulosis. 4i antara mereka yang terpajan
ke basil, indi/idu yang sistem imunnya tidak adekuat misalnya mereka yang
kekurangan gi9i, orang berusia lanjut atau bayi. indi/idu yang mendapat obat
immunosupressan dan mereka yang mengidap /irus immunodefisiensi
manusia 5 6I7 8 kemungkinan besar akan terinfeksi.
2.% Paoge$esis
:asuknya basil tuberkulosis dalam tubuh tidak selalu menimbulkan
penyakit. Terjadinya infeksi dipengaruhi oleh /irulensi dan banyaknya basil
tuberkulosis serta daya tahan tubuh manusia.
Infeksi primer biasanya terjadi dalam paru. 0hon dan (udlih 5 $%3+ 8
menemukan bahwa %'.%3 , dari *.$$- kasus mereka mempunyai fokus primer
di dalam paru. 6al ini disebabkan penularan sebagian besar melalui udara dan
mungkin juga jaringan paru mudah terpapar infeksi tuberulosis 5 suseptible 8,
karena memiliki kandungan oksigen yang sangat tinggi.
Lokasi fokus primer pada *.$$- kasus 0hon dan (udlih ialah C
$'
.aru %'.%3 ,
<sus $.$- ,
(ulit +.$- ,
6idung +.+% ,
Tonsil +.+% ,
Telinga tengah +.+% ,
(elenjar parotis +.+% ,
(onjungti/a +.+' ,
Tidak diketahui *.-$ ,
.enularan kuman terjadi melalui udara. 6al ini disebabkan kuman
dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nulei dalam udara. .artikel
infeksi ini dapat menetap $ # * jam, tergantung pada ada tidaknya sinar ultra
/iolet, /entilasi yang buruk dan kelembaban. 4alam suasana lembab dan gelap
kuman dapat bertahan berhariHhari sampai berbulanHbulan. Ia akan menempel
pada jalan nafas atau paru # paru. .artikel dapat masuk ke al/eolar bila ukuran
partikel I ' mikro. Apabila bakteri dalam jumlah bermakna berhasil menembus
mekanisme pertahanan sistem pernafasan dan berhasil menempati saluran nafas
bawah, maka penderita akan menetuskan sistem imun dan peradangan yang
kuat. (arena respon yang hebat ini, yang terutama diperantarai oleh sel T, maka
hanya sekitar ' , orang yang terpajan basil tersebut menderita tuberkulosis aktif.
>ang bersifat menular bagi orang lain adalah mereka yang mengidap infeksi
tuberkulosis aktif dan hanya pada masa infeksi aktif.
2.%.1 &espo$ imu$ er'adap uberkulosis
(arena basil Mycobacterium tuberculosis sangat sulit dimatikan apabila
telah mengkolonisasi saluran nafas bawah, maka tujuan respon imun adalah
lebih umtuk mengepung dan mengisolasi basil bukan untuk mematikannya.
Bespon seluler melibatkan sel T dan makrofag. :akrofag mengelilingi basil
$?
diikuti oleh sel T dan jaringan fibrosa membungkus kompleks makrofag #
basil tersebut. (ompleks basil, makrofag, sel T, dan jaringan parut disebut
tuberkel. Tuberkel akhirnya mengalami kalsifikasi dan disebut kompleks
0hon, yang dapat dilihat pada pemeriksaan sinarHJ thoraks. !ebelum ingesti
bakteri selesai, bahan mengalami perlunakan. .ada saat ini, mikroorganisme
hidup dapat memperoleh akses ke sistem trakea bronkus dan menyebar
melalui udara ke orang lain. Aahkan walaupun telah dibungkus seara
efektif, basil dapat bertahan hidup di dalam tuberkel. 4iperkirakan bahwa
karena /iabilitas ini, sekitar ' # $+ , indi/idu yang pada awalnya tidak
menderita tuberkulosis mungkin pada suatu saat dalam hidupnya akan
menderita penyakit tersebut.
Aila kuman menetap di jaringan paru, ia tumbuh dan berkembang biak
dalam sitoplasma makrofag. (uman yang bersarang di jaringan paru akan
menjadi fokus primer. Aasil tuberkulosis akan menyebar dengan epat
melalui saluran getah bening menuju kelenjar regional yang kemudian akan
mengadakan reaksi eksudasi.
(erusakan pada paru akibat infeksi adalah disebabkan oleh basil serta
reaksi imun dan peradangan yang hebat. =dema interstitium dan
pembentukan jaringan parut permanent di al/eolus meningkatkan jarak
untuk difusi oksigen dan karbondioksida sehingga pertukaran gas menurun.
.embentukan jaringan parut dan tuberkel juga mengurangi luas permukaan
yang tersedia untuk difusi gas sehingga kapasitas difusi paru menurun.
Timbul kelainan 7KL yang apabila penyakitnya ukup luas, dapat
menimbulkan /asokonstriksi hipoksik arteriol paru dan hipertensi paru.
Earingan parut juga dapat menurunkan compliance paru.
"okus primer, limfangitis, dan kelenjar getah bening regional yang
membesar, membentuk kompleks primer. (ompleks primer terjadi * # $+
minggu 5 ? # & minggu 8 setelah infeksi. Aersamaan dengan terbentuknya
kompleks primer terjadi hipersensiti/itas terhadap tuberkuloprotein yang
dapat diketahui dari uji tuberkulin. ;aktu antara terjadinya infeksi sampai
terbentuknya kompleks primer disebut masa inkubasi. (ompleks primer ini
$D
selanjutnya dapat menjadi C
$. !embuh sama sekali tanpa meninggalkan aat.
*. !embuh dengan meninggalkan sedikit bekas berupa garis # garis
fibrotik komplikasi dan menyebar seara C
a. .er kontinuatum, yakni menyebar ke sekitarnya.
b. !eara bronkogen pada paru yang bersangkutan maupun paru di
sebelahnya.
. !eara hematogen ke organ tubuh lainnya.
.ada anak lesi dalam paru dapat terjadi dimana pun, terutama di perifer
dekat pleura. Lebih banyak terjadi di lapangan bawah paru dibanding dengan
lapangan atas, sedangkan pada orang dewasa lapangan atas paru merupakan
tempat predileksi. .embesaran kelenjar regional lebih banyak terdapat pada
anak dibanding orang dewasa. .ada anak penyembuhan terutama kalsifikasi,
sedangkan pada orang dewasa terutama ke arah fibrosis. .enyembuhan
hematogen lebih banyak terjadi pada bayi dan anak keil.
2.%.2 Komplikasi uberkulosis
Tuberkulosis primer enderung sembuh sendiri, tetapi sebagian akan
menyebar lebih lanjut dan dapat menimbulkan komplikasi. Tuberkulosis
dapat meluas dalam jaringan paru sendiri. !elain itu basil tuberkulosis dalam
aliran darah dapat mati, tetapi dapat pula berkembang terus, hal ini
tergantung keadaan penderita dan /irulensi kuman. :elalui aliran darah
basil tuberkulosis dapat menapai alat tubuh lain seperti bagian paru lain,
selaput otak, otak, tulang, hati, ginjal dan lain#lain. 4alam alat tubuh
tersebut basil tuberkulosis dapat segera menimbulkan penyakit, tetapi dapat
pula menjadi tenang dahulu dan setelah beberapa waktu menimbulkan
penyakit atau dapat pula tidak pernah menimbulkan penyakit sama sekali.
!ebagian besar komplikasi tuberkulosis primer terjadi dalam $* bulan
setelah terjadinya penyakit. .enyebaran hematogen atau millier dan
meningitis biasanya terjadi dalam - bulan, tetapi jarang sekali sebelum 3#-
$&
minggu setelah terjadinya kompleks primer. =fusi plura dapat terjadi ?#$*
bulan setelah terbentuknya kompleks primer, jika efusi pleura disebabkan
oleh penyebaran hematogen maka dapat terjadi lebih epat. (omplikasi pada
tulang dan kenjar getah bening permukaan 5 superfiial 8 dapat terjadi akibat
penyebaran hematogen, hingga dapat terjadi dalam ? bulan setelah
terbentuknya kompleks primer, tetapi komplikasi ini dapat juga terjadi
setelah ? # $& bulan 5 Linoln 8. (omplikasi pada traktus urogenitalis dapat
terjadi setelah bertahun # tahun 5 Linoln 8. .embesaran kelenjar getah
bening yang kena infeksi dapat menyebabkan atelektasis karena menekan
bronkus hingga tampak sebagai perselubungan segmen atau lobus, sering
lobus tengah paru kanan.
!elain oleh tekanan kelenjar getah bening yang membesar, atelektasis
dapat terjadi karena kontraksi bronkus pada tuberkulosis dinding bronkus,
tuberkuloma dalam lapisan otot bronkus atau oleh gumpalan keju di dalam
lumen bronkus.
.embesaran kelenjar getah bening yang terkena infeksi selain
menyebabkan atelektasis karena penekanan, dapat juga menembus bronkus
kemudian peah dan menyebabkan penyebaran bronkogen. Lesi tuberkulosis
biasanya sembuh sebagai proses resolusi, fibosis dan atau kalsifikasi.
2.( )iag$osa
2.(.1 *ambara$ kli$is
.ermulaan tuberkulosis primer biasanya sukar diketahui seara klinis
karena penyakit mulai seara perlahan # lahan. (adang # kadang
tuberkulosa ditemukan pada anak # anak tanpa keluhan atau gejala # gejala
tuberkulosis primer, dapat juga hanya panas yang naik turun selama $ # *
minggu dengan atau tanpa batuk pilek.
0ambaran klinis tuberkulosis primer antara lain ialah panas atau demam
biasanya pagi hari, malese, keringat malam, dispneu ringan, batuk purulent
produktif kadang disertai nyeri dada lebih dari tiga minggu sering dijumpai
pada infeksi aktif, anoreksia dan berat badan yang menurun, kadang #
kadang dijumpai panas yang menyerupai tifus abdominalis atau malaria
$%
yang disertai atau tanpa hepatosplenomegali. Oleh karena itu bila dijumpai
panas seperti tifus abdominalis pada bayi atau anak keil, harus dipikirkan
juga kemungkinan tuberkulosis sebagai penyebab panas tersebut. !elain itu
bila didapatkan riwayat kontak erat dengan penderita.
2.(.2 +#i Tuberkuli$
.erkembangan hipersensiti/itas tipe lambat pada kebanyakan indi/idu
yang terinfeksi dengan basil tuberulosis membuat uji tuberulin sangat
dibutuhkan..emeriksaan ini merupakan alat diagnosis yang penting dalam
menegakkan diagnosis tuberkulosis. <ji multi punksi tidak seakurat uji
:antou@ karena dosis antigen tuberulin yang dimasukkan ke dalam kulit
tidak dapat di ontrol. <ji tuberkulin lebih penting lagi artinya pada anak
keil bila diketahui adanya kon/ensi dari negatif. .ada anak dibawah umur '
tahun dengan uji tuberkulin positif, proses tuberkulosis biasanya masih aktif
meskipun tidak menunjukkan kelainan klinis dan radiologis.
Ada beberapa ara melakukan uji tuberkulin yaitu dengan ara mono
dengan salep, dengan goresan disebut path test ara /on pirMuet, ara
mantou@ dengan menyuntikan intrakutan dan multiple punture metode
dengan - # ? jarum berdasarkan ara 6eat and Tine. <ji kulit :antou@
adalah injeksi intradermal +.$ mL yang mengandung ' unit tuberulin 5 <T 8
deri/ate protein yang dimurnikan 5 ..4 8 yang distabilkan dengan Tween
&+.
!ampai sekarang ara :antou@ masih dianggap sebagai ara yang
paling dapat dipertanggungjawabkan karena jumlah tuberkulin yang
dimasukkan dapat diketahui banyaknya.
Beaksi lokal yang terdapat pada uji :antou@ terdiri atas C
$. =ritema karena /asodilatasi perifer
*. =dema karena reaksi antara antigen yang dimasukkan dengan
antibodi
3. Indurasi yang dibentuk oleh sel mononukleus.
*+
.embaaan uji tuberulin dilakukan -& # D* jam. !etelah penyuntikan
diukur diameter melintang dari indurasi yang terjadi. (adang # kadang
penderita akan mulai berindurasi lebih dari D* jam sesudah perlakuan uji, ini
adalah hasil positif. "aktor # fator yang terkait hospes, termasuk umur yang
amat muda, malnutrisi, immunosupresi karena penyakit atau obat # obat,
infeksi /irus, /aksin /irus hidup, dan tuberulosis yang berat, dapat menekan
reaksi uji kulit pada anak yang terinfeksi dengan M.tuberculosis. Terapi
kortikosteroid dapat menurunkan reaksi terhadap tuberulin, dengan
pengaruh yang sangat ber/ariasi.
Interpretasi hasil test :antou@ C
$. Indurasi $+ mm atau lebih N reaksi positif
Arti klinis adalah sedang atau pernah terinfeksi dengan kuman
Mycobacterium tuberculosis.
*. Indurasi ' # % mm N reaksi meragukan
Arti klinis adalah kesalahan teknik atau memang ada infeksi
dengan Mycobacterium atypis atau setelah AC0. .erlu diulang
dengan konsentrasi yang sama. (alau reaksi kedua menjadi $+ mm
atau lebih berarti infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis. (alau
tetap ? # % mm berarti ross reation atau AC0, kalau tetap ? # %
mm tetapi ada tanda # tanda lain dari tubeulosis yang jelas maka
harus dianggap sebagai mungkin sering kali infeksi dengan
Mycobacterium tuberculosis.
3. Indurasi + # - mm N reaksi negatif.
Arti klinis adalah tidak ada infeksi dengan Mycobacterium
tuberculosis. Beaksi positif palsu terhadap tuberulin dapat
disebabkan oleh sensitisi silang terhadap antigen mikobakteria non
tuberulosis. Beaksi silang ini biasanya sementara selama beberapa
bulan sampai beberapa tahun dan menghasilkan indurasi kurang
dari $+ # $* mm. 7aksinasi sebelumnya 5 AC0 8 juga dapat
menimbulkan reaksi terhadap uji kulit tuberulin. !ekitar setengah
*$
dari bayi yang mendapat /aksin AC0 tidak pernah menimbulkan uji
kulit tuberulin reaktif, dan reakti/itas akan berkurang * # 3 tahun
kemudian pada penderita yang pada mulanya memiliki uji kulit
positif.
2.(.! Pemeriksaa$ &adiologis
.ada saat ini pemeriksaan radiologis dada merupakan ara yang praktis
untuk menemukan lesi tuberkulosis. .emeriksaan ini memang membutuhkan
biaya lebih dibanding pemeriksaan sputum, tapi dalam beberapa hal
pemeriksaan radiologis memberikan beberapa keuntungan seperti
tuberkulosis pada anak # anak dan tuberkulosis millier. .ada kedua hal
tersebut diagnosa dapat diperoleh melalui pemeriksaan radiologi dada,
sedangkan pemeriksaan sputum hampir selalu negatif.
.ada anak dengan uji tuberkulin positif dilakukan pemeriksaan
radiologis. 0ambaran radiologis paru yang biasanya dijumpai pada
tuberkulosis paruC
$. (ompleks primer dengan atau tanpa pengapuran.
*. .embesaran kelenjar paratrakeal.
3. .enyebaran milier.
-. .enyebaran bronkogen
'. Atelektasis
?. .leuritis dengan efusi.
.emeriksaan radiologis pun saja tidak dapat digunakan untuk membuat
diagnosis tuberkulosis, tetapi harus disertai data klinis lainnya.
2.(.% Pemeriksaa$ ,aboraorium
$. 4arah
.emeriksaan ini kurang mendapat perhatian karena hasilnya
kadang#kadang meragukan. .ada saat tuberkulosis baru dimulai 5 aktif 8
**
akan didapatkan sedikit leukosit yang sedikit meningkat. Eumlah
limfosit masih normal. Laju =ndap 4arah mulai meningkat. Aila
penyakit mulai sembuh, jumlah leukosit kembali normal dan laju endap
darah mulai turun ke arah normal lagi.
*. !putum
.emeriksaan sputum adalah penting karena dengan ditemukannya
kuman ATA, diagnosis tuberkulosis sudah dapat dipastikan. 4isamping
itu pemeriksaan sputum juga dapat memberikan e/aluasi terhadap
pengobatan yang sudah diberikan, tetapi kadang # kadang tidak mudah
untuk menemukan sputum terutama penderita yang tidak batuk atau
pada anak #anak. .ada pemeriksaan sputum kurang begitu berhasil
karena pada umumnya sputum langsung ditelan, untuk itu dibutuhkan
fasilitas laboratorium berteknologi yang ukup baik, yang berarti
membutuhkan biaya yang banyak
Adapun bahan # bahan yang digunakan untuk pemeriksaan
bakteriologi adalah C
a. Ailasan lambung
b. !ekret bronkus
. !putum
d. Cairan pleura
e. LiMuor erebrospinalis
f. Cairan asites
(riteria sputum ATA positif adalah bila sekurang # kurang nya
ditemukan tiga batang kuman ATA pada suatu sediaan. 4engan kata lain
diperlukan '.+++ kuman dalam $ ml sputum.
*3
2.(.( Sisem Skori$g
Gambar 7. *istem skoring diagnosis tuberkulosis anak
Catatan C
4iagnosis dengan sistem skoring ditegakkan oleh dokter
Eika dijumpai skrofuloderma langsung didiagnosis TA
Aerat badan dinilai saat datang
4emam dan batuk tidak ada respons terhadap terapi sesuai baku
"oto rontgen bukan alat diagnosis utama pada TA anak
*-
!emua anak dengan reaksi epat AC0 harus die/akuasi dengan sistem
skoring TA anak
4idiagnosis TA jika jumlah skor *? 5skor maksimal $-8. Cut off point
ini masih bersifat tentatif K sementara, nilai definiti/e menunggu hasil
penelitian yang sedang dikerjakan
2.- ,.mp'ade$iis Tuberculosa
Tuberkulosis lymphonodi superfiial atau yang sering disebut sebagai
sropuloderma, merupakan bentuk tuberulosis ekstra pulmonal yang paling
sering pada anak. !eara histories sopuloderma biasanya disebabkan karena
minum susu yang tidak dipasteurisasi yang mengandung M.bovis. (ebanyakan
kasus sekarang terjadi dalam ? # % bulan infeksi awal oleh M.tuberculosis
walaupun beberapa kasus tampak bertahun # tahun kemudian.
Limfonodi tonsil, er/ial anterior, submandibuler, dan suprala/iular
menjadi terlibat akibat perluasan lesi primer lapangan paru atas. Limfonodi yang
terinfeksi pada inguinal, epithrohanter, atau daerah a@iller akibat dari
limfadenitis regional dihubungkan dengan tuberkulosis kulit atau sistem
skeleton.
Limfonodi biasanya membesar perlahan # lahan pada awal stadium penyakit
limfonodi. Limfonodi ini tetap, tidak keras, tersendiri, dan tidak nyeri. Limfonodi
sering terasa difiksasi pada jaringan di bawahnya atau ada yang menumpanginya.
.enyakit paling sering unilateral, tetapi terjadinye bilateral dapat terjadi karena
perpindahan pola drainase pembuluh limfa pada dada dan leher bagian bawah.
Aila infeksi memburuk banyak nodus yang terinfeksi.
Tanda # tanda dan gejala sistemik selain demam ringan biasanya tidak ada.
<ji kulit tuberulin biasanya reaktif. Badiografi dada normal pada D+ , kasus.
:ulainya sakit kadang # kadang lebih akut dengan pembesaran limfonodi yang
epat, demam, nyeri dan berubah # ubah. Tanda permulaan jarang merupakan
massa yang berubah # ubah dengan selulitis atau perubahan warna.
Limfonodi tuberulosis dapat memburuk ke pengejuan dan nekrosis bila
tidak di terapi. Apabila kapsul limfonodi peah, menyebabkan penyebaran
*'
infeksi ke limfonodi yang berdekatan. Bobekan limfonodi biasanya berakibat
pengaliran saluran sinus yang mungkin memerlukan pembuangan seara bedah.
Limfadenitis tuberulosis berespon baik terhadap terapi anti tuberkulosis,
walaupun limfonodi tidak kembali pada ukuran normal selama berbulan # bulan.
.embuangan seara bedah kurang dianjurkan kerana limfadenitis ini merupakan
bagian dari penyakit sistemik.
2.-.1 )iag$osis
4efinitif limfadenitis tuberulosa biasanya memerlukan konfirmasi
histologis atau bakteriologis, yang paling baik disempurnakan dengan biopsi
eksisi limfonodi yang terlihat. Aiakan jaringan limfonodi yang menghasilkan
organisme hanya sekitar '+ , kasus. Aanyak keadaan # keadaan lain dapat
diranukan dengan limfadenitis tuberkulosa, termasuk infeksi karena
mikobakteria nontuberkulosis 5 :)T 8, penyakit akaran kuing, tularemia,
brusellosis, toksoplasmosis, tumor, kista elah brakial, higoma kistik dan infeksi
piogenik. :asalah yang paling sering adalah membedakan infeksi karena
M.tuberculosis dari limfadenitis karena :)T pada daerah geografi dimana :)T
la9im. (edua keadaan biasanya disertai dengan radiografi dada normal dan uji
tuberkuin reaktif. (uni penting untuk diagnosa limfadenitis tuberulosis
merupakan kaitan epidemiologis, adakah penderita yang infeksius di sekitarnya.
4i daerah dimana kedua penyakit la9im ada, satu # satunya ara
membedakannya dapat membiakkan jaringan yang terlibat.
2./ Pe$gobaa$ da$ Prog$osa
2./.1 Se#ara' Pe$gobaa$ Tuberkulosis
!ebelum ditemukan obat # obat anti tuberkulosis, pengobatan tuberkulosis
mengalami beberapa tahapan yaituC
!. +ealth #esort Era
!etiap penderita tuberkulosis harus dirawat di sanatorium, yakni
tempat#tempat berudara segar, suasana yang menyenangkan dan
makanan yang bergi9i tinggi,
&. ,ed - #est Era
*?
4alam hal ini penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit tetapi
ukup diberi istirahat setempat terhadap fisiknya saja, disamping
makanan yang bergi9i tinggi.
(. .ollapse therapy Era
4i sini ukup paru # paru yang sakit saja yang diistirahatkan dengan
melakukan pneumothora/ artificial. .aru # paru yang sakit menjadi
kolaps dan tidak bisa lagi aktif bekerja.
0. #esection Era
.aru # paru yang sakit dibuang dengan ara operasi. Aagian yang
sakit dibuang dengan ara edge resection, atau satu lobus maupun satu
bagian pun.
1. .hemotherapy Era
4i sini terjadi re/olusi dalam pengobatan tuberkulosis, yakni
dengan ditemukannya streptomisin atau obat anti tuberkulosis mulai
tahun $%-- dan bermaam # maam obat lainnya pada tahun # tahun
berikutnya.
2./.2 Pe$aalaksa$aa$
.engobatan tuberkulosis ditentukan berdasarkan dua pertimbangan
bakteriologis. .ertama adalah adanya mutan yang resisten terhadap obat. 6al ini
dapat diegah terjadinya resistensi dengan pemakaian * obat atau lebih. (edua
adalah adanya basil tuberkulosis yang hidup karena pertumbuhannya yang
lambat dan intermitten. 6al ini biasanya ditanggulangi dengan memperpanjang
masa pengobatan sampai $& bulan atau lebih. (alau tidak ada masalah resistensi
terhadap rimfapiin dan I)6 maka pemberian kombinasi rimfapiin dan I)6
dikatakan ukup berhasil dalam % bulan.
4alam tubuh seorang penderita dengan tuberkulosis aktif, diduga terdapat
tiga maam populasi basil tuberkulosis yang masih dapat diobati yaitu C
$. Aasil yang berkembang aktif dan terdapat ekstraseluler.
*D
*. Aasil yang tumbuh lambat atau intermitten dan terdapat di dalam
makrofag dengan p6 asam.
3. Aasil yang tumbuh lambat atau intermitten dalam daerah kaseosa dengan
p6 netral.
Aerikut ini obat # obat tuberkulosa yang pentingC
0ba )osis Aki1ias Efek Sampi$g
Bifampiin
$+H$'
mgKkgKAAKhari
.er oral
Aakterisidal
=kstra dan
intraseluler
6epatotoksik
6ipersensiti/itas
)ausea
I)6
$+H*+
mgKkgAAKhari
.er oral
Aakterisida
=kstra dan
intraseluler
6epatotoksik
)euritis perifer
.yra9inamide
3+H3'
mgKkgAAKhari
.er oral
Aakterisidal
Intraseluler
6iperurisemia
6epatotoksik
!reptomisin
3+H3'
mgKkgAAKhari
Intra muular
Aakterisidal
=kstraseluler
(etidak
seimbangan
pendengaran
=thambutol
$'H*'
mgKkgAAKhari
.er oral
Aakteriostatik
=kstra dan
intraseluler
)euritis optika
!kin rash
.A!
*++H3++
mgKkgAAKhari
.er oral
Aakteriostatik
=kstraseluler
0astritis
6epatotoksik
4ari beberapa obat tersebut, obat yang diberikan pada tahap intensif terdiri
dari rimfapiin, I9onia9id, .yra9inamid selama dua bulan diberikan setiap hari.
*&
Tahap lanjutan terdiri dari Bimfapiin dan Isonia9id selama - bulan diberikan
setiap hari. 4alam memberikan terapi anti TAC tidak lupa ditambahkan /it A?
karena I9oniasid menghambat absorpsi dari asam folat.
.ada TAC berat 5 TAC milier, TAC meningitis dan TAC tulang 8 juga
diberikan streptomisin atau ethambutol pada permulaan pengobatan. Eadi pada
TAC berat biasanya pengobatan dimulai dengan kombinasi - # ' obat selama *
bulan, kemudian dilanjutkan dengan Isonia9id dan Bimfapiin selama $+ bulan
lagi atau lebih sesuai dengan klinisnya.
!elain obat anti tuberkulosis dapat juga diberikan kortikosteroid. .emberian
kortikosteroid diberikan pada keadaan C
$. Tuberulosis milier
*. Tuberulosis meningitis
3. Tuberulosis endobronkial
-. Tuberkulosis pluritis
'. Tuberkulosis periarditis
?. Tuberkulosis peritonitis
2./.! Prog$osa
4ipengaruhi oleh banyak faktor seperti umur anak, berapa lama setelah
mendapat infeksi, luasnya lesi, keadaan gi9i, keadaan sosial ekonomi keluarga,
diagnosa dini, pengobatan adekuat, kepatuhan minum obat, dan adanya infeksi
lain seperti morbilli, pertusis, diare yang berulang dan lain # lain.
2.2 Pe$cega'a$
.enularan perlu diwaspadai dengan mengambil tindakan # tindakan
penegahan selayaknya untuk menghindarkan droplet infection dari penderita ke
orang lain. !alah satu ara adalah batuk dan bersin sambil menutup mulut atau
hidung dengan sapu tangan atau kertas tissue untuk kemudian didesinfeksi
dengan Lysol atau dibakar. Aila penderita berbiara dianjurkan untuk tidak
terlalu dekat dengan lawan biaranya. 7entilasi yang baik dari ruangan juga
*%
memperkeil bahaya penularan.
Anak # anak di bawah usia $ tahun dari keluarga yang menderita TAC perlu
di/aksinasi AC0 sebagai penegahan.
2.2.1 3aksi$asi B4* 5 Bacille Calmette Guerin 6
.emberian AC0 meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi oleh
basil tuberkulosis yang /irulen. Imunitas timbul ? # & minggu setelah
pemberian AC0. Imunitas yang terjadi tidaklah lengkap sehingga masih
mungkin terjadi super infeksi meskipun biasanya tidak progresif dan
menimbulkan komplikasi yang berat.
7aksin ini mengandung basil TAC sapi yang telah dihilangkan
/irulensinya setelah dibiakkan di laboratorium selama bertahun # tahun.
7aksinasi meninggalkan tanda bekas luka yang nyata, biasanya di lengan
bawah dan memberikan kekebalan selama 3 # ? tahun terhadap infeksi
primer dan efektif untuk rata # rata D+ , bayi yang diimunisasi.
=fekti/itas /aksin AC0 adalah ontro/ersial, walaupun sudah
digunakan lebih dari '+ tahun di seluruh dunia. 6asilnya sangat ber/ariasi,
beberapa penelitian baru telah memperlihatkan perlindungan terhadap lepra,
tetapi sama sekali tidak terhadap TAC. 7aksin AC0 diberikan intradermal
+.$ mL bagi anak # anak dan orang dewasa, bayi+.+' mL.
!ekarang pemberian AC0 dianjurkan seara langsung tanpa didahului
uji tuberkulin karena ara ini dapat menghemat biaya dan menakup lebih
banyak anak.
2.2.2 4'emoprofilaksis
!ebagai kemoprofilaksis biasanya dipakai I)6 dengan dosis $+
mgKkgAAKhari selama $ tahun. (emoprofilaksis primer diberikan untuk
menegah terjadinya infeksi pada anak dengan kontak tuberkulosis dan uji
tuberkulin masih negatif yang berarti masih belum terkena infeksi atau
masih dalam masa inkubasi.
(emoprofilaksis sekunder diberikan untuk menegah berkembangnya
3+
infeksi menjadi penyakit, misalnya pada anak yang berumur kurang dari '
tahun dengan uji tuberkulin positif tanpa kelainan radiologis paru dan pada
anak dengan konsensi uji tuberkulin tanpa kelainan radiologis paru.
2.2.! Educaio$
=dukasi sangat penting dianjurkan untuk diberitahukan kepada keluarga
dengan penderita TAC aktif di dalamnya. .entingnya sirkulasi udara yang
baik, usaha menutup mulut pada saat batuk atau bersin, kebersihan dari
bahan # bahan pribadi dari penderita sangat banyak membantu mengurangi
penularan dari TAC.
=dukasi tentang kepatuhan penderita dalam menjalanan terapinya juga
perlu untuk disampaikan, untuk menegah terjadinya resistensi obat. Euga
bagi ibu # ibu yang tidak mau mengimunisasikan anaknya dengan alasan
takut anaknya menjadi panas juga perlu untuk dijelaskan lebih jauh mengapa
imunisasi diperlukan, dan resiko yang akan diterima bila anak tidak
diimunisasikan.