Anda di halaman 1dari 28

Pemicu 2

Serupa tapi tak sama


I. Istilah asing
1. Benjolan : perbesaran atau peningkatan volume pada
bagian atau daerah tubuh yang abnormal dan transien yang
tidak disebabkan proliferasi
II. Learning Objective
1. Definisi benjolan/tumor
2. Etiologi benjolan/tumor
3. Neoplasma
4. Nematoda Jaringan
5. Mycobacterium tuberculosis
6. Pemeriksaan laboratorium
LO 1. Definisi benjolan/tumor
Benjolan : perbesaran atau peningkatan volume pada
bagian atau daerah tubuh yang abnormal dan transien yang
tidak disebabkan proliferasi
Sifat-sifat tumor :
a. Parasitik : menjadi pesaing sel atau jaringan normal atas
kebutuhan metabolismenya
b. Otonom : tumbuh dengan kecepatan yang tidak
terkoordinasi dan fungsi yang sangat tidak tergantung pada
pengawasan homeostasis sebagian besar sel tubuh
c. Progresif : pertumbuhan ke arah yabg tidak baik dengan
cara menekan kegiatan lain didalam sel
LO 2. Etiologi benjolan/tumor
Radang :
Infeksi : a). Parasit
b). Bakteri
c). Virus
Non radang :
Trauma fisik
Neoplasma





Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor
a. Jumlah sel tumor
b. Produktivitas sel tumor
c. Angiogenesis : pasokan darah terhadap jaringan
tumor
d. Progresi : dalam jangka waktu tertentu, tumor
akan menjadi lebih agresif dan keganasannya akan
meningkat
LO 3. Neoplasma
Klasifikasi neoplasma
1. Berdasarkan sifat biologik tumor
a. Tumor jinak
b. Tumor ganas
c. Intermediate
2. Berdasarkan asal sel/jaringan
a. Sel totipoten : berdiferensiasi ke dalam tiap
jenis sel tubuh
b. Sel embrional pluripoten : berdiferensiasi ke
dalam berbagai jenis sel tubuh
c. Sel berdiferensiasi
LO 3. Neoplasma
3. Berdasarkan morfologi & histogenesis
a. Neoplasma simpleks : tersusun oleh satu jenis
sel neoplasma tunggal
b. Neoplasma campur : tersusun oleh lebih dari
satu jenis sel neoplasma, berupa sel multipoten
dari satu lapis sel germinativum atau blastoderm
c. Neoplasma gabungan : tersusun oleh lebih dari
satu jenis sel neoplasma, berasal sel totipoten
lebuh dari satu lapisan sel germinativum atau
blastoderm

LO 3. Neoplasma
a. Tumor jinak
- Tumor yang berdiferensiasi normal (matang)
- Pertumbuhan lambat dan ekspansif
b. Tumor ganas
- Struktur tidak teratur dengan diferensiasi sel (kromatin,
nukleus, sitoplasma)
c. Intermediate
- Sifat invasif lokal tetapi kemampuan metastasisnya kecil



LO 3. Neoplasma
1. Berdasarkan sifat biologik tumor


Tumor jinak Agresif lokal Tumor ganas
Sifat pertumbuhan Lambat Bervariasi cepat
Tumbuh infiltratif Tidak Lokal Infiltratif
Kemampuan
metastasis
Tidak ada Rendah/tidak Tinggi
Pengobatan Eksisi Eksisi luas Eksisi luas,
pengangkatan KGB
regional,
pengobatan
sistemik
(kemoterapi)
Angka kesembuhan
setelah operasi
Tinggi Cenderung residitif Buruk, cenderung
residitif dan
metastasis
LO 3. Neoplasma
Pertumbuhan neoplasma
1. Fase inisiasi : fase dimana sel tubuh berubah
menjadi sel yang peka
2. Fase induksi : fase dimana yang sudah peka oleh
karsinogen diubah menjadi sel kanker
3. Fase insitu : fase dimana sel kanker terus tumbuh
tetapi masih pada tempatnya, belum menembus
membran basalis
4. Fase invasif : sel kanker telah keluar dari membran
basalis dan menginfiltrasi jaringan sekitarnya
LO 3. Neoplasma
Pertumbuhan neoplasma
5. Fase disseminasi : sel kanker telah tumbuh jauh
diluar organnya.
LO 3. Neoplasma
Etiologi neoplasia
1. Karsinogenesis kimiawi : ada yang bahan alami, ada yang
bahan sintetik.
- Karsinogen alami misalnya : Aflatoksin B (mikotoksin)
karsinoma hepatoseluler
- Karsinogen sintetik misalnya : Vinilklorida ( bahan
industri plastik) angiokarsinoma,

2. Karsinogenesis radiasi : radiasi ultraviolet, terutama UV B.
Paparan UV B yang berlebihan menyebabkan kerusakan
LO 3. Neoplasma
3. Karsinogenesis Virus : virus dapat menyebabkan kanker
dengan memasukkan materi genetik ke dalam genom sel
pejamu, yang kemudian menyebakan aktivasi onkogen atau
inaktivasi gen supresor tumor
- Saat ini dikenal 4 keluarga virus yang dapat menyebabkan
kanker :
keluarga retrovirus HTLV -1 (Human T-cell leukemia virus
1) yang menginfeksi limfosit T
keluarga hepadna virus, HBV (Hepatitis B virus),
keluarga papiloma virus HPV (Human Papiloma Virus)
EBV( Epstein Barr virus)
4. Faktor yang dapat diturunkan : pada 5-10% kasus kanker
ditemukan adanya faktor predisposisi yang diturunkan.
Sebuah gen mutan yang diturunkan dalam sel-sel benih
(misalnya gen mutan yang merusak gen supresor tumor)
meningkatkan resiko terbentuknya tumor

LO 4. Nematoda jaringan
Beberapa macam parasit (nematoda jaringan) memiliki
kelainan khas yaitu timbulnya benjolan di derah aksila. Co:
Brugia Malayi/ Brugia Timori
Menimbulkan penyakit brugiasis/Filariasis Malayi
LO 4. Nematoda jaringan
Wuchereria
bancrofti
LO 4. Nematoda jaringan
Gejala klinis
Demam
Limfadenitis
Abses yang sering terjadi
Kelainan kelenjar limfe
LO 5. Mycobacterium tuberculosis
Infeksi sistemik mikroba
Terutama disebabkan oleh infeksi sistemik
Mycobacterium tuberculosis . Komplikasi yang timbul
oleh infeksi bakteri tuberkulosis yang bsifat kronik
biasanya menimbulkan limfadenopati tuberkulosis,
sehingga kelenjar-kelenjar limfe regional membesar


LO 5. Mycobacterium tuberculosis
Penyebaran infeksi
Penyebaran melalui saluran-saluran limfe hingga menuju
kelenjar getah bening regional. Bila kuman berhasil
masuk Ductus thoracicus maka akan menyebar melalui
aliran darah
Penyebaran secara limfohematogen(melalui limfe dan
darah) menyebabkan tuberkel-tuberkel pada alat tubuh
Penyebaran melalui saluran alat tubuh: bronchus, ureter,
vas deferen
LO 5. Mycobacterium tuberculosis
Diagnosa
Dengan biakan kuman-kuman Mycobacterium
tuberculosis
Dengan pengambilan sputum dan diperiksa dengan
pewarnaan Ziehl Nielsen

LO 5. Mycobacterium tuberculosis
Pewarnaan ziehl nielsen
a. Sampel yang diperoleh diapus ke kaca obyek. Kemudian
difiksasi melewati nyala api sebanyak 3 kali.
b. Kaca obyek yang telah difiksasi diletakkan di atas rak
pewarnaan.
c. Pertama-tama, karbol fuchsin diteteskan hingga menutupi
apusan.
d. Pada kondisi tersebut, api dilewatkan berkali-kali di bawah
kaca obyek hingga keluar uap.
e. Pemanasan dihentikan pada saat uap tersebut keluar dan
didiamkan selama 5 menit.
LO 5. Mycobacterium tuberculosis
Pewarnaan ziehl nielsen
f. Apusan kemudian dicuci dengan air mengalir dan kelebihan
air dibuang dengan cara memiringkan kaca obyek.
Selanjutnya, larutan asam alkohol 3% diteteskan hingga
warna menjadi pucat dan kemudian dicuci dengan air
mengalir
g. Setelah itu dilakukan pewarnaan dengan metilen biru dan
dibiarkan selama 10 20 detik, dicuci dengan air dan
dibiarkan kering di udara

LO 6. Pemeriksaan Laboratorium
Biopsi : potongan kecil jaringan yang didapat dari
penderita untuk menegakkan diagnosa penyakit.
Pemeriksaan darah : Laboratorium akan melakukan
pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa jumlah
sel-sel darah.
LO 6. Pemeriksaan Laboratorium
1. Pemeriksaan histopatologik
2. Pemeriksaan darah tepi
3. Pemeriksaan mikroba
4. Pemeriksaan parasit

LO 6. Pemeriksaan Laboratorium
1. Pemeriksaan histopatologik
Tumor tumor kecil jaringan diperoleh dengan cara eksisi
dan tumor besar dilakukan eksisi percobaan atau biopsi
sebagian.
Cara:
Jaringan tumor difiksasi dalam cairan 10%.
Cara klasik: dengan blok paraffin, dan dipulas dg
hematoksilin dan eosin (H.E.). Butuh waktu 24 jam.
Cara cepat: cara potong beku operasi cepat
Jaringan segar/ yg telah difiksasi stlh dibekukan oleh
CO
2
dipotong dg mikrotom atau cryostat. Butuh waktu
bbrp menit & diagnosis tepat 50 95 %



LO 6. Pemeriksaan Laboratorium
2. Pemeriksaan darah tepi
Isolasi dan menentukan sel sel tumor pada peredaran
darah. Dicarinya dengan pulasan sedimen (krn sgt sedikit
terlihat pada pulasan darah rutin).
Sel sel tumor dikumpulkan dg sedimentasi, sentrifugasi
darah dalam larutan albumin.
Penghancuran selektif sel sel darah merah dg saponin
atau enzim enzim dan sel sel darah putih dg
streptolysin 0, kmdn disaring dan filtrat yang
mengandung sel sel tumor disentriugasi dg kecepatan
tinggiuntuk mengendapkan sel - sel tumor yang lebih
besar.
Dapat ditemukan 10 -30 %
LO 6. Pemeriksaan Laboratorium
3. Pemeriksaan mikroba
Dengan biakan kuman-kuman Mycobacterium
tuberculosis
Dengan pengambilan sputum dan diperiksa dengan
pewarnaan Ziehl Nielsen
LO 6. Pemeriksaan Laboratorium
4. Pemeriksaan parasit
Menemukan mikrofilaria dalam darah tepi (harus
mengetahui periodisitas mikrofilaria)
Deteksi antibodi
Deteksi antigen
Limfosintigrafi
Pemeriksaan darah vena (dgn tekhnik konsentrasi
knott/ tekhnik membran filtrasi)