Anda di halaman 1dari 8

Makalah Peristiwa Hukum pidana

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hukum dan masyarakat. Kedua hal tersebut bagaikan berada dalam satu
keping uanglogam, berbeda akan tetapi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Keberadaan
hukumtampa adanya masyarakat tidaklah berguna, begitu pula sebaliknya, keberadaan
masyarakattanpa adanya hukum dapat menghancurkan masyarakat itu sendiri.
Masyarakat yang beragamtentu menimbulkan munculnya kepentingan-kepentingan yang
beragam pula. Karena itulah,dalam masyarakat diperlukan adanya pengaturan berbagai
kepentingan yang ada, agarkepentingan-kepentingan itu tidak saling berbenturan satu
dengan yang lain. Di sinilahhukum berperan, hukum dibuat dalam rangka menciptakan
ketertiban dan mengatur relasiantar masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya untuk
menciptakan ketertiban, hukumberlaku sebagai sistem peraturan, yang kemudian
melahirkan peraturan hukum denganberdasar pada asas hukum yang harus dipatuhi
oleh setiap subj ek hukum (dalam hal ini,masyarakat).
Hukum idana! menurut rof. "atochid mengandung beberapa arti atau
dapat dipandang dari beberapa sudut, antara lain bah#a Hukum idana, disebut juga $%us
oenale! yaitu $sejumlah peraturan yang mengandung larangan-larangan atau keharusan-
keharusan dimana terhadap pelanggarnya diancam dengan hukuman!. Dalam
ilmu hukum ada perbedaan antara istilah $pidana! dengan istilah $hukuman!. "udarto
mengatakan bah#a istilah $hukuman! kadang-kadang digunakan untuk pergantian
perkataan straft, tetapi menurut beliau istilah $pidana! lebih baik daripada $hukuman.
Menurut Muladi dan &ardana#a#i 'rief $%stilah hukuman yang merupakan istilah umum
dan kon(ensional, dapat mempunyai arti yang luas dan berubah-ubah karena istilah itu
dapat berkonotasi dengan bidang yang cukup luas. %stilah tersebut tidak hanya sering
digunakan dalam bidang hukum, tetapi juga dalam istilah sehari-hari dibidang
pendidikan, moral, agama, dan sebagainya. )leh karena pidana merupakan istilah yang
lebih khusus, maka perlu ada pembatasan pengertian atau makna sentral yang dapat
menunjukan cirri-ciri atau sifat-sifatnya yang khas!. engertian tindak pidana yang di
muat di dalam Kitab *ndang-*ndang Hukum idana (K*H) oleh pembentuk undang-
undang sering disebut denganstrafbaarfeit.
1.2.Perumusan Masalah
Dari latar belakang di atas ada beberapa permasalahan yang dapat ditarik sebagai
berikut +
,.'pa yang dimaksud dengan peristi#a pidana-
..'pa saja macam-macam delik itu dan pengertianya-
1. !u"uan
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apa itu Delik(eristi#a idana) dan
apa saja macam-macam Delik itu sendiri dan unsur-unsur delik itu sendiri.
1.# Man$aat
Manfaat dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang
hukum yang berkembang di indonesia dan mengetahui penjelasan dari pidana maupun
pemidanaan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua .
BAB II
PEMBAHA%AN
2.1 Peristiwa Pidana atau Delik
/indak pidana ialah suatu perbuatan 0 rangkaian perbuatan yang dilakukan
oleh manusia, yang bertentangan dengan kaedah-kaedah Hukum dan dapat dikenakan
hukuman pidana. /indak idana sering juga disebut dengan perbuatan pidana 0 peristi#a
pidana atau dalam istilah asing, disebut dengan &Deli't(. Menurut rof. Mulyanto, ".H.
%tra$)aar$eit adalah erbuatan idana. %tra$)aar$eit yaitu perbuatan manusia yang
dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang, yang dapat dilakukan oleh
seseorang yang dapat dipertanggungja#abkan. %tra$)aar$eit juga merupakan kelakuan
orang yang dirumuskan dalam #et, yang bersifat mela#an hukum, yang patut dipidana
(straf#aardig) dan dilakukan dengan kesalahan."uatu peristi#a hukum dapat dikatakan
sebagai tindak pidana apabila, "uatu peristi#a hukum tersebut telah memenuhi unsur
obyektif dan unsur subyektif.
Unsur *)+ekti$ dan Unsur %u)+ekti$ terse)ut ialah,
1. unsur -)+ekti$, yaitu adanya suatu tindakan (perbuatan) yang bertentangan dengan
hukum atau perbuatan yang dilarang oleh hukum dengan ancaman pidananya. Menjadi
titik utama dari pengertian obyektif ini adalah tindakannya.
2. unsur su)+ekti$, yaitu adanya perbuatan seseorang atau beberapa orang yang
berakibat pada hal yang tidak dikehendaki oleh undang-undang. Menjadi titik utama dari
pengertian subyektif ini adalah adanya seseorang atau beberapa orang yang melakukan
tindakan.
Adapun s+arat +ang harus dipenuhi se)agai unsur -)+ekti$ dan su)+ekti$ dalam
suatu peristiwa pidana adalah se)agai )erikut,
a. Harus ada perbuatan orang 0 beberapa orang. dimana perbuatan itu dapat dipahami
orang lain sebagai sesuatu yang merupakan peristi#a.
). erbuatan itu harus bertentangan dengan 1orma Hukum
'. erbuatan itu harus sesuai dengan apa yang disebutkan dalam ketentuan hukum
d. Harus terbukti ada kesalahan yang dapat dipertanggungja#abkan
e. Harus tersedia ancaman hukuman terhadap perbuatan yang dilakukan yang termuat
dalam peraturan-peraturan hukum yang berlaku.
'da beberapa tindak pidana yang untuk mendapat sifat tindak pidanya itu
memerlukan hal-hal objektif yang menyertainya, seperti penghasutan (asal ,23 K*H),
melanggar kesusilaan (asal .4, K*H), pengemisan (asal 536 K*H), mabuk (asal
52, K*H).
"umber diketahuinya mengenai suatu /indak idana (Delict), bisa melalui
1. 7aporan
2. engaduan
. tertangkap tangan
1.Lap-ran
Dalam Pasal 1 )utir 2# .UHAP, 7aporan adalah emberitahuan yang disampaikan
seorang karena hak0ke#ajiban berdasar undang-undang kepada pejabat ber#enang
tentang telah0sedang0diduga akan terjadi peristi#a pidana.
2.Pengaduan
engaduan adalah emberitahuan laporan bersifat umum meliputi seluruh jenis tindak
pidana yang diberitahukan sehingga laporan bisa dilakukan oleh semua orang yang
mengalami, melihat dan mendengar suatu peristi#a pidana.
/ Pengaduan tidak dapat di'a)ut kem)ali -leh si pelap-r. 8alaupun pada akhirnya
terjadi perdamaian antara kedua belak pihak sebelum maju ke tahap persidangan.
enegak Hukum tetap berhak meneruskan pemeriksaan hingga persidangan.
/ emberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pejabat
ber#enang untuk menindak menurut hukum seorang yang telah melakukan !indak
Pidana aduan +ang merugikann+a (Pasal 1 )utir 20 .UHAP).
/ Pengaduan +ang )ersi$at khusus, hanya bisa dilakukan oleh pihak tertentu yang
berkepentingan sehingga dapat di'a)ut apabila terjadi perdamaian antara kedua belah
pihak, sebelum sampai ke persidangan. 9ika terjadi pencabutan pengaduan, maka perkara
tidak diproses lagi
.!ertangkap !angan
Dalam Pasal 1 angka 11 .UHAP, /ertangkap /angan adalah tertangkapnya seseorang
pada #aktu sedang melakukan /indak idana atau dipergoki atau dengan segera sesudah
beberapa saat /indak idana dilakukan.
2.2 Ma'am Ma'am Delik
,. Delik kejahatan adalah rumusan delik yang biasanya disebut delik hukuman, ancaman
hukumannya lebih berat:
.. Delik pelanggaran adalah biasanya disebut delik *ndang-*ndang yang ancaman
hukumannya memberii alternative bagi setiap pelanggarnya:
;. Delik formil yaitu delik yang selesai, jika perbuatan yang dirumuskan dalam peraturan
pidana itu telah dilakukan tanpa melihat akibatnya.
<ontoh+ Delik pencurian asal ;2. K*H, dalam asal ini yang dilarang itu selalu justru
akibatnya yang menjadi tujuan si pembuat delik:
6. Delik materiil adalah jika yang dilarang itu selalu justru akibatnya yang menjadi tujuan
si pembuat delik.
<ontoh+ Delik pembunuhan asal ;;4, *ndang-undang hukum pidana, tidak menjelaskan
bagaimana cara melakukan pembunuhan, tetapi yang disyaratkan adalah akibatnya yakni
adanya orang mati terbunuh, sebagai tujuan si pembuat0pelaku delik:
5. Delik umum adalah suatu delik yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan diberlakukan
secara umum.
<ontoh+ enerapan delik kejahatan dalam buku %% K*H misalnya delik pembunuhan
asal ;;4 K*H:
2. Delik khusus atau tindak pidana khusus hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu
dalam kualitas tertentu dalam kualitas tertentu, misalnya tindak pidana korupsi, ekonomi,
sub(ersi dan lain-lain:
=. Delik biasa adalah terjadinya suatu perbuatan yang tidak perlu ada pengaduan, tetapi
justru laporan atau karena ke#ajiban aparat negara untuk melakukan tindakan:
4. Delik dolus adalah suatu delik yang dirumuskan dilakukan dengan sengaja, contoh
asal-pasal pembunuhan, penganiayaan dan lain-lain:
>. Delik kulpa yakni perbuatan tersebut dilakukan karena kelalaiannya, kealpaannya atau
kurang hati-hatinya atau karena salahnya seseorang yang mengakibatkan orang lain
menjadi korban.
<ontoh+
- "eorang sopir yang menabrak pejalan kaki, karena kurang hati-hati menjalankan
kendaraannya:
- "eorang buruh yang membuang karung beras dari atas mobil, tiba-tiba jatuh terkena
orang lain yang sementara berjalan kaki:
,3. Delik berkualifikasi adalah penerapan delik yang diperberat karena suatu keadaan
tertentu yang menyertai perbuatan itu.
<ontoh+ asal ;2; K*H, pencurian yang dilakukan pada #aktu malam, atau mencuri
he#an atau dilakukan pada saat terjadi bencana alam dan lain-lain, keadaan yang
menyertainya itulah yang memberiatkan sebagai delik pencurian yang berkualifikasi:
,,. Delik sederhana adalah suatu delik yang berbentuk biasa tanpa unsur dan keadaan
yang memberiatkan.
<ontoh+ asal ;2. K*H, delik pencurian biasa:
,.. Delik berdiri sendiri (Zelfstanding Delict) adalah terjadinya delik hanya satu
perbuatan saja tanpa ada kelanjutan perbuatan tersebut dan tidak ada perbuatan lain lagi.
<ontoh+ "eseorang masuk dalam rumah langsung membunuh, tidak mencuri dan
memperkosa:
,;. Delik berlanjut (Voortgezettelijke Handeling) adalah suatu perbuatan yang dilakukan
secara berlanjut, sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan yang dilanjutkan:
,6. Delik komisionis adalah delik yang karena rumusan *ndang-undang bersifat larangan
untuk dilakukan.
<ontoh+ erbuatan mencuri, yang dilarang adalah mencuri atau mengambil barang orang
lain secara tidak sah diatur dalam asal ;2. K*H:
,5.Delik omisionis adalah delik yang mengetahui ada komplotan jahat tetapi orang itu
tidak melaporkan kepada yang ber#ajib, maka dikenakan asal ,26 K*H, jadi sama
dengan mengabaikan suatu keharusan:
,2. Delik aduan adalah delik yang dapat dilakukan penuntutan delik sebagai syarat
penyidikan dan penuntutan apabila ada pengaduan dari pihak yang dirugikan0korban.
BAB III
PENU!UP
.1 %impulan
Delik idana (eristi#a idana) adalah perbuatan manusia yang dilarang dan diancam
dengan hukuman oleh undang-undang, yang dapat dilakukan oleh seseorang yang dapat
dipertanggungja#abkan.Memiliki beberapa *nsur yaitu subjektif dan objektif. Macam-
macam delik yaitu delik kejahatan, delik pelanggaran ,delik formil ,delik materil ,delik
umum,delik khusus , delik biasa , delik dolus, delik kulpa , delk berkualifikasi ,delik
sederhana, delik berdiri sendiri, delik berlanjut ,delik komsionis, delik omsionis ,delik
aduan
.2 %aran
"etiap hukum tidaklah sempurna maka ada baiknya peraturan hukum yang berlaku di
indonesia maupun proses pidana dan pemidanaan harus terus di perbarui menurut
perkembangan ?aman dan tingkah laku manusia untuk menciptakan negara yang makmur
maupun masyarakat yang serasi ,maju ,makmur dan tentram.
DA2!A3 PU%!A.A
Manihuruk %H&)l-gsp-t.'-m(44 !indak Pidana&Deli't(44 diakses 1%eptem)er 2512
Pukul 25,26wi).
%aleh A))u A++u)&http,77)ahankuliahn+ar+-.)l-gsp-t.'-m(44 Ma'am8ma'am
Deli't44diakses 1 %eptem)er 2512 Pukul 25,26 wi).
http+00boyyendratamin.blogspot.com0.3,.03;0deelneming-penyertaaan-dalam-
peristi#a.html
http+00#onkdermayu.#ordpress.com0kuliah-hukum0hukum-pidana0
Ali9 :ainuddin. 255;.2ilsa$at Hukum <akarta, %inar =ra$ika.Arras"id9 >hainur. 255#.
Dasar8Dasar Ilmu Hukum <akarta, %inar =ra$ika.M-el"atn-. 255.
.ita) Undang8Undang Hukum Pidana<akarta, P!. Bumi Aksara