Anda di halaman 1dari 4

Keruntuhan Jembatan Tacoma

POST OLEH ADMIN PADA 25 - MAY - 2011


Pada tgl. 1 Juli 1940, jembatan Tacoma ( the Tacoma Narrows Bridge ) dengan resmi dibuka untuk lalu
lintas. Sebuah bangunan yang indah dan menelan biaya sebesar $ 6,4 juta. Sebegitu jauh, jembatan
tersebut merupakan jembatan yang paling langsing dan luwes dibandingkan dengan jembatan
jembatan yang modern lainnya.

Dengan gelegar utama sepanjang 2800 feet, tingginya hanya 8 feet dan jarak antara kabel dan kabel
adalah 39 feet. Semuanya ini menghasilkan suatu karya yang indah dan manis dengan lantai
kendaraannya yang merentang seolah olah seutas pita saja. Menaranya yang tinggi dan gelegar
tepinya yang panjang menambah keluwesan design.
Proporsi proporsi yang langsing itu, ditambah dengan bentuk irisan normalnya telah menyebabkan
jembatan ini menjadi bahan ramalan mengenai nasibnya. Sejak permulaan, konstruksi sudah
menunjukkan tanda tanda ketidakstabilan, bahkan ketika para pekerja memasang jalan rayanya,
gelegarnya begitu bergoyang, hingga para pekerja menjadi mabuk laut.

Pada tgl. 7 November 1940, kira kira pkl. 07.00 pagi, gelegar utamanya mengalami suatu getaran
diarah vertikal yang berlangsung selama 3 jam. Ketika itu angin bertiup dengan kecepatan 35 sampai
42 miles per jam. Cemas melihat tingkah laku gelegar jembatan, maka yang berwajib menutup
jembatan untuk lalu lintas.
Pada pkl. 10.00 ketika truk terakhir telah meninggalkan jembatan, rasa rasanya ada sesuatu yang
putus dan tiba tiba sifat gerakan jembatan berubah. Gerakan turun naik yang teratur berubah
menjadi gerakan puntiran / torsi dengan dua gelombang. Gelagar utama bergelombang dalam dua
bagian titik simpulnya di tengah tengah.
Pada suatu ketika satu tepi jalannya terangkat setinggi 28 feet. Kemudian di waktu berikutnya, tepi itu
berada 28 feet di bawah posisi statisnya. Gerakan puntiran mengakibatkan perputaran sudut kira kira
45
0
dan silih berganti. Gelegar bergoyang dengan gelombang yang hebat, hingga rasa rasanya sukar
dipercaya bahwa gelegar dibuat dari baja dan bukan dari karet. Selama kira kira setengah jam lebih
jembatan bertahan dengan tabah, tetapi akhirnya menyerah juga.
Pada pkl. 10.30 terjadilah patahan pertama. Sebuah panel lantai di dekat tengah tengah gelegar
terlepas dan jatuh ke dalam air yang berada 208 feet dibawahnya, untuk satu saat, gerakan menjadi
berkurang tetapi segera menghebat kembali.
Pada pkl. 11.00 patahan yang sesungguhnya terjadi. Sepanjang 600 feet dari gelagar utama di dekat
titik perempatan sebelah barat terlepas dari gantungannya dan runtuh ke dalam air. Dengan runtuhnya
bagian ini, diharapkan bahwa gerakan akan menjadi tenang. Tetapi tidak, tarian maut berjalan terus,
bahkn sekarang gelegar tepinya turut mengambil bagian.
Akhirnya pada pkl. 11.10, hampir semua sisa sisa dari gelegar utama terlepas pula dan runtuh. Akibat
kehilangan berat imbangan dari gelegar utama, kabel digelegar utama terangkat ke atas, gelegar tepi
yang panjangnya 1100 feet tiba tiba melendut kira kira 60 feet dan membentur tembok penahan
tepi hingga terpental kembali untuk kemudian jatuh lagi kira kira 30 feet. Menaranya menjadi miring
ke arah luar dan semua gerakan gerakan jembatan berhenti dengan cepat. Perjuangan sekarat dari
sebuah jembatan besar telah berakhir dan unsur kekuatan alam tampil sebagai pemenang.


Sebab dari bencana segera dapat diketahui dan itu merupakan kombinasi dari dua faktor, yaitu
keluwesan yang luar biasa dari gelegar dan yang lain adalah bentuk yang ganjil dari irisan normalnya.
Keluwesan di arah sisi (lateral) bukan merupakan faktor dari keruntuhan. Yang ternyata kritis adalah
kelangsingan di arah vertikal dari gelegar. Tinggi gelegar hanya dibuat 8 feet dengan bentang sebesar
2800 feet atau hanya 1/315 nya bentang !
Runtuhnya jembatan Tacoma merupakan kegagalan yang paling spektakuler dalam sejarah jembatan,
tetapi sekaligus telah merupakan sumbangan yang berharga bagi pemecahan persoalan getaran pada
jembatan gantung dan karenanya telah menimbulkan pengertian akan suatu gejala yang disebut
ketidakstabilan aerodynamica.
Runtuhnya jembatan Tacoma akibat unsur alam tersebut bukanlah kejadian yang pertama tamanya.
Juga sebelumnya sudah terjadi peristiwa peristiwa itu, tetapi ketika itu persoalannya dilenyapkan oleh
bunyi laporan yang menyebutkan bahwa runtuhnya jembatan disebabkan oleh angin yang luar biasa
besarnya.
Dewasa ini jembatan Tacoma yang baru telah berdiri kembali dengan mempertahankan panjang
bentang gelegar utamanya sebesar 2800 feet. Gelegar utamanya dibuat dari konstruksi rangka dan
tingginya ada 33 feet, sedangkan jarak kabel dibuat 60 feet. Jembatan baru ini 15 % lebih berat dari
yang pertama dan aman terhadap efek dynamis tekanan angin. Kembali para insinyur, berkat
ketekunannya, berhasil menundukkan unsur alam yang merusak itu.