Anda di halaman 1dari 3

= 247,233 tonTabel II.

5 Perhitungan gaya geser pada BH IIIKedalamanan(m) Tebal Lapisan


Li(m) Jenis Tanah HargaRata-rataN fi(t/m) Li.fi(t/m)3.95 - 4.00 0.05 Pasir halus 16 3.20
0.164.00 - 10.50 6.50 Pasir halus dan fossil 22.5 4.50 29.2510.50 - 14.50 4.00 Pasir halus 32 6.4
25.6014.50 - 35.00 20.50 Lempung 6.43 6.43 131.8235.00 - 36.00 1.00 Pasir halus 37.7 7.54
7.54 32.05 194.37R = Li.fi

U .= 3,14 . 0,45. 194,37= 274,645 tond. Daya dukung Ultimite tanah terhadap tiang pancang
pada arah vertikalRumus :Ru = qd . Ap + RPerhitungan daya dukung ultimite pada titik BH I,
yaitu :Ru = 345,5 . (0,159) + 190,515= 245,450 tonUntuk perhitungan daya dukung ultimite
tanah pada titik bor yang lain dapat dilihatpada tabel II.6.Tabel II.6 Perhitungan daya dukung
ultimite tanah terhadap tiang pancang padaarah vertikalNo. TitikBH qd(ton/tiang) Ap(m2)
R(ton) Ru(ton)BH I 345,5 0.159 190,515 245,450BH II 374,3 0.159 247,233 306,747BH
III 377,0 0.159 274,645 334,588

e. Daya dukung yang diizinkanWaktu normal:Ra =Perhitungan pada titik bor BH I, yaitu ::Ra
= = 81,817 tonUntuk perhitungan pada titik-titik bor lainnya dapat dilihat pada tabel II.7.Tabel
II.7 Perhitungan Daya dukung yang diizinkanNo. TitikBH Ru(ton) Fk Ra(ton)BH I 245,450 3
81,817BH II 306,747 3 102,249BH III 334,588 3 111,529II.1.b Interpretasi Kapasitas
Dukung Tanah Berdasarkan Nilai SPT menurutLuciano Decourt Dalam memperkirakan daya
dukung tiang pancang (Qu) berdasarkan data SPTmenurut Luciano Decourt, dapat menggunakan
persamaan sebagai berikut :Qu = Qp + QsUntuk diameter tiang direncanakan , D = 0,45 m, maka
:As = . D.L= 3,14. 0,45. 36,00= 50,868 mUntuk memperkirakan daya dukung ujung tiang (Qp)
pada titik BH-I dapat dihitungdengan persamamaan sebagai berikut :Qp = q .ATegangan ultimit
ujung tiang (q ) :q = .KDimana : q = Tegangan ultimit ujung tiang (ton/m)= rata-rata jumlah
pukulan (3 harga N) di ujung tiang ke atasK = Koefisen tanah (ton/m)A = Luas penampang
tiang (m)= = 16,85K = 392 kPa = 392 . 1,02.10 = 39,984 ton/m (dari tabel 2.5)q = 19,85. 39,984
= 673,730 ton/mMaka daya dukung ultimit ujung tiang (Qp) :Qp = q .A= 673,730 . (0,159) = 107,123
ton

Untuk daya dukung ujung tiang dari titik-titik yang lain dapat dilihat dalam TabelII.8 dibawah
ini.Tabel II.8 Daya dukung ujung tiang (Qp)No.TitikBHK(ton/m) q(ton/m) Ap(m) Qp(ton)BH
-I 16,85 39,984 673,730 0,159 107,123BH-II 17,48 39,984 698,920 0,159 111,128BH -III 17,90
39,984 715,714 0,159 113,799Untuk memperkirakan daya dukung akibat gesekan tiang (Qs)
pada titik BH-I dapatdihitung dengan persamamaan sebagai berikut :Qs = As.qGesekan
disepanjang tiang (q ),q =Dimana : q = Gesekan disepanjang tiang (ton/m)= , (dengan n =
jumlah titik yang ditinjau)= rata-rata jumlah pukulan= Jumlah pukulan pada tiap lapis tanah
sepanjang tiang yang tertanamAs = Luas permukaan tiang/sisi tiang yang tertanam (m)= = 14,05q
= = = 5,68 ton/mMaka daya dukung ultimit gesekan tiang (Qp) :Qs = As.qQs = 50,868 . (5,68) =
288,930 tonUntuk daya dukung akibat gesekan tiang dari titik-titik yang lain dapat dilihatdalam
Tabel II.9 dibawah ini.Tabel II.9 Daya dukung gesekan tiang (Qs)No.TitikBHnAs(m) q(ton/m)
Qs(ton)

BH -I 168,55 12 14,05 50,868 5,68 288,930BH-II 151,43 12 12,62 50,868 5,21 265,022BH -III 175,70
12 14,63 50,868 5,88 299,104Jadi besar daya dukung ultimit tiang pancang pada titik bor BH-I,
yaitu :Qu = Qp + Qs= 107,123 + 288,930= 396,053 tonSehingga :Qu == = 132,018 tonUntuk daya
dukung ultimit tiang pancang (Qu) dari titik-titik yang lain dapat dilihatdalam Tabel II.10
dibawah ini.Tabel II.10 Daya dukung ultimit tiang pancang (Qu)No.TitikBH Qp(ton) Qs(ton)
Qu(ton)Qu(ton)BH -I 107,123 288,930 396,053 3 132,018BH-II 111,128 265,022 376,150
3 125,383BH -III 113,799 299,104 412,903 3 137,634Jadi perbandingan perhitungan daya
dukung ultimit berdasarkan data SPT menurutMayerhof dan Luciano Decourt dapat dilihat pada
tabel II.11. dibawah ini :Tabel II.11 Perbandingan Daya dukung ultimit (Qu) menurut Mayerhof
dan LucianoDecourtNo.TitikBH Qu Mayerhof (ton) Qu Luciano Decourt (ton)BH -I 81,817
132,018BH-II 102,249 125,383BH -III 111,529 137,634II.2 Effisiensi Kelompok tiang pancang
(Pile group)Dalam menganalisa daya dukung kelompok tiang pancang perlu juga
untukmenghitung effisiensi kelompok tiang pancang yaitu perbandingan kapasitas
jumlahkapasitas masing-masing tiang pancang. Untuk menghitung jarak dari kelompok

tiang pancang maka digunakan formula sebagai berikut :s =dimana:s = jarak antara tiang (m)m =
banyak barisn = banyak kolommisalnya : m = 3 ; n = 2s = = 0,963 mGambar II.3. Denah
perencanaan kelompok tiang pancangMenurut Joseph E. Bowles effisiensi kelompok tiang
pancangEg =Dimana:Eg = Perbandingan habatan kulit pada garis keliling kelompok terhadap
jumlahtahanan kulit masing-masing tiang pancangD = Diameter tiang pancang (m)Maka
diperoleh:Eg =Eg = 1,00II.3 Daya dukung Kelompok Tiang PancangUntuk menghitung daya
dukung tiang pancang pada lapisan tanah yang mencapailapisan keras diperkirakan bahwa daya
dukung tiang dalam kelompok tiang adalahsama dengan kemampuan tiang tunggal
dikalikan dengan banyak tiang yaitu:Qpg = n . Eg. QuDimana:Qpg = Daya dukung kelompok
tiang pancang (pile group)

Qu = daya dukung tiang pancang yang berdiri sendiri (single pile)n = Banyaknya tiang
pancangEg = Efisiensi kelompok tiang pancangPada penulisan ini jumlah kelompok tiang
diasumsikan sebanyak 4 tiangMaka dari hasil perhitungan daya dukung tiang tunggal (single
pile) yang akandigunakan untuk perhitungan daya dukung kelompok tiang (pile grup) yaitu
padahasil analisa yang terkecil yang diperoleh dari formula klasik Mayerhof, sehingga :Qpg = n .
Eg. QuQpg = 4.1,00. (81,817) = 327,268 tonUntuk perhitungan daya dukung kelompok tiang
pancang pada titik bor yang laindapat dilihat dalam tabel II.12 dibawah ini :Tabel II.12 Daya
Dukung Kelompok Tiang PancangNO. TitikBH Qu(ton) n Qpg(ton)BH -I 81,817 4 327,268BH -
II 102,249 4 408,996BH -III 111,529 4 446,116II. 4 Perhitungan Pondasi TelapakMenghitunga
luasan telapak Foot Plate :h Pondasi diambil 500 mmKedalamn pondasi = 2 mq Netto = q tanah
izin (h pondasi beton) (kedalaman pondasi tanah) tanah = 18 kN/m3Pondasi Pada luasan
pada Kolom Kn (ex K1 ; K2, dst) :Pu = 3508,94 kNP = 2591,74 kNM kap = 853,36 kNm