Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dan dikuti oleh
majunya pemikiran masyarakat dalam usaha perniagaan membuat maraknya
usaha asuransi akhir-akhir ini. Hal ini dapat dipahami mengingat meningkatnya
laju pembangunan di Indonesia pada berbagai sektor kehidupan, mengundang
pula semakin meningkatnya risiko yang dihadapi. Risiko ini dapat timbul dalam
berbagai bentuk, seperti kerusakan alat - alat, terganggunya transportasi, rusaknya
proyek hasil pembangunan, kehilangan barang-barang berharga dan lain-lain.
Lembaga asuransi atau pertanggungan dalam kondisi tersebut mempunyai fungsi
sebagai lembaga yang akan mengambil alih setiap risiko yang mungkin timbul
atau dihadapi.
Menurut pasal 1 Undang-Undang no. 2 tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, dimana asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,
dimana pihak penanggung yang mengikat diri kepada tertanggung, dengan
menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung
karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau
tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita
tertanggung, yang timbul dari suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Menilik dari sejarah kemunculannya yang berawal sejak abad sebelum
masehi, perkembangan asuransi sekarang ini telah semakin pesat seiring dengan
perkembangan teknologi dan transportasi. Semakin banyak produk asuransi
yangmuncul, baik asuransi jiwa ataupun kerugian. Berdasarkan sejarah, konsep
Asuransi bermula sekitar tahun 2250 SM oleh bangsa Babylonia yang hidup di
daerah lembah sungai Euphrat dan Tigris. Pada waktu itu apabila seorang pemilik
kapal memerlukan dana untuk mengoperasikan kapalnya atau untuk
modal membuat usaha dagang, ia dapat meminjam uang pada saudagar
(kreditur) dengan menggunakan kapalnya sebagai jaminan dengan perjanjian
bahwa siPemilik kapal dibebaskan dari kewajiban membayar hutang
jika kapal tersebut selamat sampai di tujuan, disamping sejumlah uang
sebagai imbalan atas resiko yang telah dipikul oleh pemberi pinjaman.
Tambahan biaya ini dapat dianggap sebagai uang premi yang
dikenal pada asuransi sekarang
Dari pemaparan di atas, dapat dikatakan bahwa asuransi yang pertama
berkembang adalah asuransi kerugian atas pengangkutan atau barang. Pada artikel
sejarah asuransi-Prudential, ditulis bahwa asuransi yang paling gencar di
Indonesia saat awal munculnya asuransi adalah asuransi kerugian terutama untuk
kebakaran dan pengangkutan. Sebab pada masa itu (masa penjajahan Belanda),
Belanda sangat gencar dalam memproduksi barang di pabrik pabrik, dan
mengangkutnya dari Indonesia ke Belanda. Sehingga Belanda merasa
memerlukan suatu jaminan bahwa jika terjadi kerugian pada kegiatannya, akan
ada pihak yang menanggung kerugiannya bila terjadi kebakaran atau kerugian saat
barang- barang di angkut ke Belanda.
Namun pada saat itu asuransi pengangkutan hanya sebatas pada kapal
dagang, belum pada kendaraan bermotor. Sebab pada masa itu, jumlah kendaraan
bermotor belumlah sebanyak sekarang ini. Semakin pesatnya produksi kendaraan
bermotor, sehingga semakin hari semakin dipikirkan dampak lain yang bisa
terjadi pada kendaraan bermotor, terutama dari sisi ekonomi jika terjadi sesuatu
pada kendaraan tersebut. Maka mulailah muncul Perusahaan Asuransi dengan
kendaraan bermotor sebagai objek pertanggungannya. Asuransi ini disebut dengan
Asuransi Kendaraan Bermotor, dimana objeknya adalah kerugian atau kerusakan
pada kendaraan bermotor. Asuransi kendaraan bermotor sedikit berbeda dengan
asuransi lainnya, karena kendaraan bermotor memiliki karakteristik berbeda
dibandingkan dengan benda lainnya. Sehingga asuransi untuk kendaraan bermotor
memiliki aturannya sendiri, yaitu Polis Standard Asuransi Kendaraan Bermotor
Indonesia (PSAKBI). Dan seiring berjalanya waktu masyarakat pun mulai
berbondong bonding menggunakan asuransi kendaraaan bermotor tersebut hal ini
terbukti dengan semakin banyaknya asuransi kendaraan bermotor yang
bermunculan di Indonesia.
Tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap asuransi bukan berarti
tidak ada kekecewaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi. Penolakan
klaim yang dilakukan oleh PT Asuransi Bina Dana Arta kepada nasabah Rusli,
SH tentang hilangnya mobil yang menjadi objek pertanggungan didalam Polis
Asuransi No. SPCBK0021000004-001235. Penanggung beranggapan kesalahan
berada pada pihak tertanggung, klaim yang diajukan oleh tertanggung
bertentangan dengan polis asuransi yang sudah disepakati. BPSK Kota Medan
mengabulkan permohonan klaim asuransi yang diajukan oleh Rusli SH namun
Pengadilan Negeri Medan membatalkan putusan BPSK Kota Medan. Mahkamah
Agung mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Rusli, SH.
Adapun tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimanakah perjanjian
pertanggungan asuransi kendaraan bermotor antara tertanggung dan penanggung
pada kasus sengketa konsumen tersebut di tinjau dari KUHD dan pertimbangan
hukum Majelis Hakim Mahkamah Agung dalam putusan Nomor No. 9
K/Pdt.Sus/2012 di hubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999
Tentang Perlindungan Konsumen
1.2 Rumusan Masalah
Dari contoh kasus tersebut, ada suatu hal yang menarik sekaligus menjadi
suatu permasalahan yaitu ketika pihak asuransi menolak untuk membayar klaim
yang diajukan oleh pembeli secara mengangsur.
1. Apa itu Asuransi?
2. Bagaimanakah aturan asuransi kendaraan bermotor di Indonesia?
3. Apakah alasan yang digunakan oleh pihak PT Asuransu Bina Dana
Arta dalam menolak klaim asuransi tersebut menurut Peraturan
Perundangan yang berlaku?


1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut
1. Mengetahui apa itu asuransi, untuk memahami asuransi secara lebih baik,
sehingga bisa mengambil manfaatnya dengan sebaik-baiknya.?
2. Untuk mengetahui bagaimana aturan asuransi kendaraan bermotor di
Indonesia, sehingga bisa mendapatkan pedoman cara berasuransi kendaraan
bermotor dan benar-benar merasakan manfaatnya?
3. Untuk mengetahui apa yang mendasari PT Asuransi Bina Dana Darta menolak
klaim yang diajukan oleh Sdr Rusli SH?