Anda di halaman 1dari 24

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER

STRATEGIC COST MANAGEMENT


13 Juni, 2014

Kirim jawaban ujian ini ke mail box: mulyadiugm@gmail.com paling lambat
tanggal
27 Juni 2014 pukul 23:55

TAKE-HOME EXAM

Drs. Mulyadi, M.Sc., CPA


Petunjuk:
a. Kerjakan semua soal ujian ini. Jumlah seluruh soal yang harus Saudara kerjakan
adalah 12 soal. Jawaban yang benar dan bagus akan mendapatkan nilai sesuai
dengan nilai yang tercantum dalam setiap soal;
b. Tulis jawaban Saudara dengan word processor (MS Words) dalam format .doc
atau .docx;
c. Tulis nama file Saudara dengan nama Saudara;
d. Kirim jawaban Saudara via e-mail ke mailbox saya: ulyadiug @gmail.com
paling lambat tanggal 27 Juni 2014 pukul 23:55 Tulis surat pengantar dalam e-
mail Saudara dan tempatkan file jawaban UTS Saudara sebagai attachment
email Saudara. Saudara akan saya jamin mendapatkan konfirmasi via e-mail
tentang penerimaan file jawaban UTS Saudara hanya jika Saudara menulis surat
pengantar dalam e-mail Saudara.

1. NILAI: 9
Strategic cost management adalah berkaitan dengan pengelolaan kos (cost)
secara strategik dan yang dimaksud kos dalam pengelolaan ini mencakup cost of
capital maupun cost of operations (seluruh biaya yang diperhitungkan dalam
penentuan laba rugi operasi perusahaan).
a. Untuk mengurangi cost of capital perusahaan dituntut untuk memiliki
kemampuan dalam melipatgandakan kekayaan investor dan kreditor sehingga
dalam melakukan emisi saham dan obligasi, perusahaan memiliki kesempatan
untuk memperoleh harga premium. Setujukah Saudara dengan pernyataan ini?
Jelaskan jawaban Saudara.

Setuju. Pengurangan biaya modal (cost of capital) merupakan cara lain untuk
meningkatkan nilai yang dilakukan melalui pengelolaan struktur permodalan
perusahaan dan peningkatan dapat diprediksinya laba perusahaan.
Pembelanjaan ekuitas bersifat jangka panjang dan lebih berisiko bagi investor
dibandingkan dengan pembelanjaan melalui pinjaman, sehingga modal
ekuitas memerlukan biaya modal yang lebih tinggi dibandingkan dengan
modal pinjaman. Dengan menggeser ratio lebih tinggi ke pembelanjaan
melalui pinjaman, perusahaan akan memperoleh biaya modal yang lebih
rendah. Pengurangan biaya modal juga dapat diperoleh dengan mencari
pinjaman dengan tingkat bunga yang rendah. Pengefesiensian pajak,
pemilihan saham atau obligasi yang berbiaya modal rendah merupakan cara
lain dalam mengurangi cost of capital.

Pada akhirnya, ketika perusahaan dapat melipatgandakan kekayaan investor
dan kreditor maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. Nilai yang
diciptakan diukur dengan menggunakan ukuran economic value added (EVA)
yang dihitung dengan formula berikut ini EVA = Pendapatan - Biaya -
Beban Modal (hand Out 8 ABB), dengan nilai perusahaan meningkat maka
dalam melakukan emisi saham dan obligasi, perusahaan memiliki kesempatan
untuk memperoleh harga premium, dan perusahaan dapat memilah capital
yang cost nya rendah.

b. Sebutkan management tool yang sangat powerful dalam menjanjikan
pengurangan cost of capital dan jelaskan pula kekuatan sesungguhnya
management tool tersebut.

Management tool yang sangat powerful dalam menjanjikan pengurangan cost
of capital adalah Perencanaan keuangan atau Anggaran (Budget) yang disusun
dengan metode Activity-based budgeting (ABB) yaitu penyusunan anggaran
dengan Balanced Scorecard sebagai rerangka dan aktivitas sebagai basis.
Tujuan utama pendekatan ini adalah untuk menghasilkan anggaran yang
memiliki keterkaitan erat dengan visi, tujuan, dan strategi organisasi serta
pengerahan dan pengarahan seluruh aktivitas perusahaan ke penciptaan nilai.
Dalam penciptaan nilai, fokus perhatian penyusun anggaran diarahkan ke
tujuh pemacu nilai (value drivers) yaitu Pemerolehan atau pertumbuhan
pangsa pasar, Peningkatan laju pertumbuhan penjualan, Peningkatan
produktivitas aktiva, Peningkatan profit margin, Pengurangan pajak
penghasilan, Pengurangan biaya dan Pengurangan biaya modal (cost of
capital)

Peningkatan produktivitas aktiva merupakan cara penting untuk meningkatkan
nilai, karena dengan meningkatnya produktivitas aktiva baik tangible maupun
intagible, akan meningkatkan perputaran modal kerja sehingga meningkatkan
pendapatan dan mengurangi cost of capital dan biaya. Biaya itu sendiri terjadi
akibat dari adanya aktivitas, sehingga cara yang efektif ditempuh dalam
pengurangan biaya adalah dengan mengelola penyebab timbulnya biaya
tersebut sehingga menjadikan anggaran menjadi suatu langkah strategik untuk
melaksanakan pengurangan biaya (cost reduction) melalui perencanaan
aktivitas yang mengkonsumsi biaya.

Kekuatan sesungguhnya adalah terletak pada Balance Scorecard sebagai
rerangkanya inti sistem manajemen strategik. Balanced Scorecard
diterapkan dalam sistem perencanaan strategik untuk menerjemahkan misi,
visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi ke dalam sasaran dan
inisiatif strategik yang memiliki empat atribut: komprehensif, koheren,
terukur, dan berimbang. Dari keempat atribut sasaran dan inisiatif strategik
inilah Balanced Scorecard menjanjikan pelipatgandaan kinerja keuangan
berkesinambungan.

c. Untuk mengurangi cost of operations perusahaan dituntut untuk memiliki
kemampuan dalam mengurangi cost of operation sehingga usaha perusahaan
menjadi cost effective. Setujukah Saudara dengan pernyataan ini? Jelaskan
jawaban Saudara.

Setuju. Perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengurangi
cost of operation sehingga usaha perusahaan menjadi cost effective karena
dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk
memuaskan kebutuhan customer yang senantiasa berubah cepat, sehingga
memaksa perusahaan untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap
aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan keluarannya dan menitik
beratkan hanya pada aktivitas penambah nilai (value added activities) dan
meminimalisasi aktifitas bukan penambah nilai (non value added activities)
sehingga menciptakan keluaran yang mampu memenuhi kebutuhan customer
dengan menggunakan hanya aktivitas penambah nilai dengan konsumsi
masukan yang minimum (cost efective).

d. Sebutkan management tool yang sangat powerful dalam menjanjikan
pengurangan cost of operation dan jelaskan pula kekuatan sesungguhnya
management tool tersebut.

Management tool yang sangat powerful dalam menjanjikan pengurangan cost
of operation adalah Activity Based Management (ABM) yang berdasarkan
pada Activity Based Cost (ABC) System. Dengan mengunakan ABC System
aktifitas yang memiliki nila tambah dan yang tidak memiliki nilai tambah
akan teridentifikasi, sehingga perusahaan dengan mudah dapat mengelola
dengan meningkatkan alokasi sumber dayanya kepada aktifitas yang bernilai
tambah dan meminimalisasi pemakaian sumber dayanya untuk aktifitas yang
tidak bernilai tambah. Penitikberatan pengelolaannya ke non-value added
activity ditujukan untuk meningkatkan cost effectiveness proses yang
digunakan untuk melayani customer.

Kekuatan sesungguhnya adalah terletak pada ABC System yang menyediakan
informasi untuk memantau kinerja personel dalam mewujutkan rencana
(informing) serta kemampuan ABC system dalam menhasilkan informasi
untuk memberdayakan manajemen dan karyawan dalam pengurangan biaya
dan pemrakiran biaya secara andal (empowering).

2. NILAI: 9
Keberhasilan strategic cost management ditentukan oleh tiga factor berikut ini:
(a) management mindsets, (b) management knowledge, dan (c) management
system yang diaplikasikan dalam pengelolaan perusahaan. Setujukah Saudara
dengan pernyataan ini? Jelaskan jawaban Saudara. (Petunjuk: Jawaban Saudara
harus secara spesifik menyasar ke setiap faktor tersebut.)

Setuju, bahwa strategic cost management ditentukan oleh tiga faktor yaitu
management mindsets, management knowledge dan management system:
Strategic cost management ditentukan oleh management mindests karena
untuk menerapkan strategic cost management hanya bisa efektif bekerja
jika berlandaskan pada falsafah / mindset yang tepat untuk menerjemahkan
visi, misi, tujuan, nilai dasar sebuah perusahaan ke dalam sasaran-sasaran
strategik yang komprehensif, koheren, terukur dan berimbang. Lingkungan
bisnis yang begitu cepat berubah, memaksa perusahaan untuk melakukan
improvement secara terus menurus, pengelolaan perusahaan tidak lagi bisa
berasumsi bahwa pencapain yang diraih dimasa lalu dan sekarang akn
dapat diraih kembali dimasa mendatang dengan cara yang sama sehingga
pengelolaan biaya agar dapat memenuhi keinginan customer pun harus
terus dilakukan improvement. Oleh karenanya manajemen harus merubah
mindsetsnya dari berpatokan ke masa lalu atau creating the future from
the past menjadi creating the future from the future
1
.

Strategic cost management ditentukan oleh management knowledge karena
management knowledge dibentuk dari paradigma manajemen yang
mendasari perumusan strategi di perspektif keuangan dan non keuangan
yang terjababarkan dalam balance scorecard. Pada perspektif keuangan,
saat ini perusahaan dituntut untuk tidak hanya menjadi institusi pencipta
kekayaan saja, tapi juga sebagai institusi pelipatgandaan kekayaan dan
untuk menjadi institusi pelipatgandaan kekayaan, manajemen harus
memiliki pengetahuan bahwa kekayaan yang berkesinambungan dapat
diperoleh dari peletakan leverage ke intangible assets seperti loyalitas
customer, hubungan yang berkualitas dengan customer, cost effectiveness.
Disamping itu, dari sisi perspektif Customer, paradigma yang digunakan
sebagai basis dari management knowledge adalah customer value strategy
yang artinya perusahaan menempatkan customer pada peringkat pertama
dari keseluruhan pemangku kepentingan. Dari perspektif proses,
manajemen diminta untuk memiliki pengetahuan yang bisa membawa
perusahaan terus melakukan improvement berkelanjutan agar proses
menjadi efective. i. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan,
manajemen dituntut untuk memberdayakan karyawan (empowering)
sehingga bisa mengambil inisiatif yang responsisf dan bertanggung jawab

Keberhasilan cost strategic management ditentukan oleh management
system karena dengan semakin kompleksnya operasi perusahaan dan
semakin kompleks dan turbulennya lingkungan bisnis yang dihadapi oleh
perusahaan, manajemen tidak akan mampu mengambil keputusan sendiri
dan perlu melibatkan semua personel perusahaan untuk merumuskan dan
menerapkan hal-hal yang bersifat strategik di dalam perusahaan. Sehingga
memang diperlukan suatu structured management system untuk membantu
manajemen untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang muncul
karena lingkungan bisnis yang turbulen dan kompetitif


3. NILAI: 9
Dengan adanya perubahan pesat yang terjadi di lingkungan bisnis global,
banyak pengetahuan (knowledge) yang menjadi tidak berdaya untuk menjelaskan
fenomena yang terjadi dalam lingkungan bisnis dan menjadi kehilangan daya



prediktifnya. Terjadilah the death of strategic planning, the death of budgeting,
dan the death of cost accounting.

a. Jelaskan mengapa suatu pengetahuan menjadi mati.

Pengetahuan menjadi mati karena realitas yang terdapat dalam lingkungan
bisnis tidak lagi sesuai dengan paradigma yang digunakan. Ilmu dan
pengetahuan yang ada tidak mampu menjelaskan peristiwa yang terjadi
dalam lingkungan bisnis yang telah berubah menjadi turbulance, persaingan
ketat dan tidak menentu sebagai dampak jaman globalisasi ekonomi, jaman
teknologi informasi, jaman strategic quality management, dan jaman
revolusi manajemen. Praktik-praktik serta pengetahuan manajemen yang
sebelumnya dapat menjanjikan sukses seperti management by exception,
mass production yang sebelumnya mampu untuk menyelesaikan berbagai
masalah yang timbul, tidak lagi dapat digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang timbul.

b. Jelaskan maksud the death of strategic planning, the death of budgeting, dan
the death of cost accounting.

Dalam lingkungan bisnis global sekarang ini telah terjadi kematian sistem
perencanaan strategik, sistem anggaran, sistem akuntansi biaya (the death of
strategic planning, budgeting, and cost accounting).

Maksud dari The death of strategic planning kematian dari sistem
perencanaan strategik di dalam manajemen tradisional yang hanya mencakup
sasaran-sasaran strategik di perspektif keuangan, sehingga tidak mengarahkan
usaha manajemen ke sasaran strategik nonkeuangan (seperti customer, proses,
dan sumber daya manusia), yang justru menjadi pemacu sesungguhnya (the
real drivers) dihasilkannya kinerja keuangan. Oleh karena itu, sistem
perencanaan strategik seperti itu tidak dapat digunakan oleh perusahaan yang
menghadapi lingkungan bisnis yang kompetitif, karena sistem tersebut tidak
dapat memampukan manajemen mendongkrak kinerja keuangan perusahaan
dalam jangka panjang.

Maksud the death of budgeting adalah kematian dari sistem anggaran dalam
manajemen tradisional yang disusun berdasarkan organisasi fungsional
sehingga berfokus ke pencapaian tujuan fungsi, bukan tujuan perusahaan
secara keseluruhan, yaitu menghasilkan value terbaik bagi customer. Oleh
karena itu, sistem penyusunan anggaran berbasis fungsi tersebut
(functionalbased budgeting) tidak pas digunakan untuk memasuki lingkungan
bisnis yang di dalamnya customer memegang kendali bisnis.

Sedangkan yang dimaksud dengan the death of cost accounting kematian
akuntansi biaya tradisional akibat manajer perusahaan yang menghadapi
kompetisi global,tidak lagi dapat menggunakan informasi biaya yang
dihasilkan oleh akuntansi biaya tradisional untuk menghadapi persaingan
harga yang ketat, karena informasi biaya tersebut dihasilkan oleh sistem
informasi yang berfokus ke biaya produksi. Jika di masa lalu, informasi kasar
tentang kos produk dapat menjanjikan sukses dalam menghadapi persaingan
domestik, maka di masa kini dan masa mendatang, informasi biaya yang
akurat dan tepat waktu sangat menentukan posisi kompetitif perusahaan.


4. NILAI: 9
Sekarang ini kita berada dalam jaman strategic quality management.
a. Jelaskan karakteristik setiap jaman yang mendahului jaman strategic quality
management.
Jaman Inspeksi (I nspection Era)
Dalam jaman ini, kualitas produk hanya terbatas pada atribut yang melekat
pada produk. Kualitas hanya dipandang sebagai masalah yang berkaitan
dengan produk rusak, cacat, atau penyimpangan yang terjadi dalam atribut
yang melekat pada produk. Produser menganggap bahwa pasar merupakan
pasar massa, sehingga pendekatan produksi yang digunakan adalah produksi
massa. Di dalam proses produksi diperlukan inspeksi terhadap kualitas produk
pada akhir proses produksi, dengan membentuk Departemen Inspeksi yang
bertanggung jawab untuk mengukur atribut yang melekat pada produk yang
dihasilkan dan membandingkannya dengan atribut standar yang ditetapkan.
Perhatian produser terhadap kualitas sangat terbatas. Manajemen puncak sama
sekali tidak menaruh perhatian terhadap kualitas produk; tanggung jawab
terhadap kualitas produk didelegasikan ke departemen inspeksi. Tanggung
jawab departemen inspeksi terbatas pada pendeteksian dan penyisihan produk
yang tidak memenuhi syarat kualitas dari produk yang baik. Tidak ada
perhatian sama sekali terhadap proses dan sistem yang digunakan untuk
menghasilkan produk.

Jaman Pengendalian Kualitas Secara Statistik (Statistical Quality Control
Era)
Kualitas produk merupakan serangkaian karakteristik yang melekat pada
produk yang dapat diukur secara kuantitatif. Semakin tinggi kualitas, maka
semakin tinggi pula biaya produksinya. Departemen Inspeksi diperlengkapi
dengan alat dan metode statistik di dalam mendeteksi penyimpangan yang
terjadi dalam atribut produk yang dihasilkan dari proses produksi. Atribut
produk diinspeksi oleh Departemen Inspeksi dan dicantumkan di dalam
statistical quality control chart, dan jika masih di dalam batas-batas kontrol
(di dalam daerah di antara upper dan lower control limits) penyimpangan
atribut yang terjadi bersifat kebetulan dan tidak perlu dilakukan tindakan
koreksi terhadap sistem dan proses produksi. Namun jika penyimpangan
atribut produk berada di luar batas-batas kontrol, penyimpangan tersebut
diberitahukan kepada Departemen Produksi untuk dasar diadakannya tindakan
koreksi terhadap proses dan sistem yang digunakan untuk mengolah produk.
Pada jaman ini telah terjadi kemajuan dalam penanganan masalah kualitas
produk. Jika di jaman sebelumnya kualitas produk hanya dideteksi melalui
inspeksi terhadap atribut produk yang dihasilkan dari proses produksi, dalam
jaman statistical quality control ini, hasil deteksi yang menunjukkan
penyimpangan signifikan secara statistik sudah mulai digunakan oleh
departemen produksi untuk memperbaiki proses dan sistem yang digunakan
untuk mengolah produk. Kualitas mulai dikendalikan melalui keterlibatan
Departemen Produksi dan Departemen teknik, tidak sekadar diinspeksi oleh
Departemen Inspeksi pada akhir proses produksi. Penekanan penanganan
kualitas produk dititikberatkan pada keseragaman produk dan pengurangan
aktivitas inspeksi. Konsep kualitas masih terbatas pada atribut yang melekat
pada produk yang sedang dan telah diproduksi. Peran para ahli ahli kualitas
berfokus pada Pencarian masalah dan penerapan metode statistik

Jaman Jaminan Kualitas (Quality Assurance Era)
Dalam jaman quality assurance, konsep kualitas mengalami perluasan ke
tahap desain dan koordinasi dengan departemen jasa. Kualitas mulai dibangun
Dalam jaman ini statistical quality control tetap penting di dalam penanganan
kualitas produk. Kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan
manufaktur, namun jauh lebih luas dari itu, menyangkut keterlibatan
pemasok, desain dan pengembangan produk, kerja team antarfungsi (cross-
functional teamwork). Masalah kualitas dipandang suatu masalah yang harus
diatasi namun secara proaktif dengan penitikberatan pada keseluruhan
matarantai produksi, sejak desain sampai dengan pemasaran, dan kontribusi
semua fungsi, terutama fungs desain, untuk mencegah kegagalan kualitas

Keterlibatan manajemen dalam penanganan kualitas produk mulai disadari
pentingnya, karena pelibatan pemasok dalam penentuan kualitas produk
memerlukan koordinasi dan kebijakan manajemen. Manajemen mulai terlibat
dalam penanganan kualitas produk. Namun tanggung jawab kulaitas sudah
berada pada semua departemen, manajemen puncak hanya sedikit terlibat
dalam desain, perencanaan, dan implementas kebijakan kualitas Para ahli
kulaitas mengembangkan pengukuran kualitas, perencanaan kualitas, dan
desain program. Mereka juga menetapan tujuan, pendidikan dan pelatihan,
pekerjaan yang bersifat konsultatif dengan departemen lain, dan desain
program


b. Jelaskan karakteristik jaman strategic quality management.

Dalam jaman strategic quality management ini, untuk pertama kalinya dalam
sejarah penanganan kualitas, keterlibatan manajemen puncak sangat besar dan
menentukan dalam menjadikan kualitas untuk menempatkan perusahaan pada
posisi kompetitif. Oleh karena itu, kualitas produk menjadi tanggung jawab
setiap orang di dalam organisasi, sejak dari manajemen puncak sampai dengan
karyawan, dari fungsi produksi dan inspeksi sampai dengan fungsi-fungsi lain
dalam organisasi perusahaan, bahkan meluas sampai organisasi pemasok dan
mitra bisnis. Penanganan kualitas produk dalam jaman strategic quality
management ini mengakomodasi semua unsur-unsur penanganan kualitas
yang dikembangkan di jaman sebelumnya. Konsep kualitas produk tidak lagi
terbatas pada kepentingan intern perusahaan, namun sudah mulai
memasukkan kebutuhan customer di dalam penanganan kualitas. Jika
digambarkan dalam keseluruhan proses pembuatan produk, titik berat
penanganan kualitas pada jaman strategic quality management bergeser ke
seluruh aspek organisasi. Penanganan kualitas berdasarkan strategic quality
management inilah yang menjadi dasar pengembangan total quality
management.

c. Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip manajemen dalam jaman strategic quality
management.
Value-based Strategy. Kualitas telah menjadi kepentingan manajemen puncak
sampai dengan karyawan, strategi yang dipilih perusahaan tidak lagi
diarahkan untuk mengalahkan pesaing, namun untuk menghasilkan value
terbaik bagi customers. Strategi yang dipilih bergeser penekanannya, dari
generic strategy dan grand strategy ke value based strategy.Dalam value
based strategy mengarahkan manajer agar bertanggung jawab atas: (1)
penyerahan produk/jasa yang memberikan value terbaik untuk pemenuhan
kebutuhan tertentu customer, dan (2) penciptaan sistem strategik untuk secara
berkelanjutan melakukan improvement terhadap value tersebut dan untuk
menunaikan kewajiban perusahaan. Dengan demikian, dalam jaman strategic
quality management, kualitas dikelola secara strategik.

Keunggulan Kompetitif
Dalam jaman strategic quality management, keunggulan kompetitif
perusahaan diperoleh dengan: (1) menyediakan value terbaik bagi customer
dan (2) menjadikan organisasi berbeda (distinct) dari pesaing. Untuk
menyediakan value terbaik bagi customers, perusahaan melakukan kegiatan
utama berikut ini:
a. Mendesain produk dan jasa yang pas dengan kebutuhan customers.
b. Memproduksi produk dan jasa secara cost effective
c. Memasarkan produk dan jasa secara efektif kepada customers.
Untuk menjadikan organisasi berbeda, manajemen harus menerapkan
pengetahuan di dalam pengelolaan.

d. Apakah terdapat korelasi antara riwayat pengendalian dan pengelolaan
terhadap kualitas dengan riwayat pengendalian dan pengelolaan terhadap
biaya. Jelaskan jawaban Saudara.
Ada, Hubungannya terletak pada fokus pengendalian dan pengelolaan yang
dilakukan oleh manajemen. Jika fokus pengendalian dan pengelolaan terhadap
kualitas dilakukan seperti di jaman Strategic Quality Management, yang
memfokuskan konsep kualitas produk tidak lagi terbatas pada kepentingan
internal perusahaan, tapi juga sudah mulai memasukkan kebutuhan costumer
di dalam penanganan kualitas, maka perusahaan bisa menciptakan produk
yang memiliki value terbaik atau yang berarti produk hanya mengkonsumsi
aktivitas yang memiliki nilai tambah untuk customer dan menghilangkan
aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. Produk yang memiliki value
terbaik adalah produk yang akan dicari oleh customer. Selain itu biaya yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi produk ini akan menjadi
lebih rendah karena perusahaan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai
tambah seperti inspeksi dan penyimpanan. Kualitas yang baik akan membuat
perusahaan untuk tidak mengeluarkan biaya-biaya tambahan di masa depan
untuk layanan purna jual seperti penarikan barang dari pasar karena tidak
sesuai spesifikasi dan laku di pasaran atau biaya klaim garansi

5. NILAI 9
Berikut ini dialog via telepon antara karyawan customer service dengan seorang
customer.
- Customer: Halo, printer saya rusak.
- Customer Service: Apanya yang rusak Bu?
- Customer: Mouse is jammed.
- Customer Service: Bu, mouse tidak digunakan untuk printer.
- Customer: Ooh begitu? Ok, saya akan kirim gambar printer
saya via email.

Inilah gambar printer yang dikirim oleh customer tersebut via e-mail.





Pertanyaan:
a) Nilai dasar apakah yang tidak dijunjung tinggi oleh karyawan customer
service tersebut, sehingga karyawan tersebut memberikan jawaban seperti
itu kepada customer-nya?
Nilai dasar yang tidak dijunjung tinggi oleh karyawan Customer Service
tersebut adalah kerendahan hati dan karena kerendahan hati ini tidak
dijunjung tinggi maka nilai dasar kesediaan untuk melayani pun tidak
dijunjung tinggi. Personal value kesediaan untuk melayani customer
hanya dapat tercipta jika setiap anggota organisasi memiliki personal value
kerendahan hati. Sikap Customer Service yang mempertanyakan tentang
mouse seolah olah customer tidak mengerti istilah mouse didunia
komputer bahkan terasa mengolok customer. Semestinya customer service
tersebut dapat dengan rendah hati meminta penjelasan lebih terkait dengan
masalah yang dihadapi oleh customer, dan menunujukan sikap melayani.
Pertlu bagi customer service untuk memantapkan nilai nilai customer value
ini dalam dirinya, karena customer service merupakan orang yang senantiasa
menghadapi customer. Dan caustomer merupakan bagian terpenting dalam
stakeholder.

b) Nilai dasar apa saja yang perlu dijunjung tinggi oleh personel perusahaan
agar institusi mereka mampu memenangkan pilihan customer? Jelaskan
jawaban Saudara.

Ada tiga nilai dasar yang perlu dijunjung tinggi oleh personel perusahaan
agar institusi mereka mampu memenangkan pilihan customer yaitu
integritas, kesediaan untuk melayani dan kerendahan hati. Integritas adalah
kemampuan seseorang untuk mewujudkan apa yang telah dikatakan,
menjadi realitas, dalam situasi apapun. Jika personel suatu perusahaan telah
menjanjikan sesuatu kepada customer, maka personel tersebut wajib untuk
memegang teguh komitmen yang telah dijanjikan kepada customer tersebut
walaupun mungkin untuk merealisasikannya perusahaan harus
mengeluarkan sumber daya yang lebih dari yang diperkirakan. Customer
akan memilih perusahaan yang personelnya memiliki dan menjunjung tinggi
integritas karena mereka adalah tipe yang paling baik untuk dijadikan
partner bisnis. Kesediaan untuk melayani adalah nilai dasar yang dimiliki
perusahaan untuk selalu dengan ringan hati, memberikan layanan kepada
customer. Jika setiap personel perusahaan dengan ringan hati, siap untuk
memberikan layanan perusahaan, dalam situasi apapun kepada customer
maka customer akan merasa dipedulikan oleh perusahaan. Dan kepedulian
terhadap customer inilah yang akan mengikat perusahaan dengan
customernya. Kerendahan hati adalah merupakan sikap mental yang mampu
menerima seseorang atau sesuatu. Nilai dasar ini menjadikan semua personel
perusahaan menempatkan diri pada posisi mampu menerima setiap kelainan
atau keanehan dalam berhubungan dengan customer. Dengan nilai dasar ini,
maka customer tidak akan merasa direndahkan dan merasa puas dengan
layanan yang diberikan perusahaan sehingga bisa memperkuat loyalitas
hubungan antara perusahaan dan customer


c) Keyakinan dasar apa saja yang perlu ditanamkan dalam diri personel
perusahaan agar institusi mereka mampu memenangkan pilihan customer?
Jelaskan jawaban Saudara.
Paradigma customer value strategy perlu diwujudkan ke dalam keyakinan
dasar yang kuat yang harus ditanamkan kepada seluruh personel organisasi
bahwa:
Bisnis merupakan suatu mata rantai yang menghubungkan pemasok
dengan customers. Manajemen perusahaan berusaha agar perusahaan
yang dipimpinnya menjadi mata rantai fungsional dalam value chain
process dari pemasok sampai end customer. Dengan keyakinan dasar ini,
maka manajemen tidak akan mudah terjerumus ke dalam pandangan yang
bersifat selfish yang mementingkan tujuan-tujuan perusahaan seperti laba,
efisiensi, dan produktivitas. Dengan keyakinan dasar ini pula maka
seluruh personel perusahaan akan menyadari tentang pentingnya
perusahaan untuk memberikan layanan terbaik dan membuat hubungan
yang berkualitas kepada pemasok dan customer, karena dengan hanya
cara begitulah maka perusahaan dapat berfungsi sebagai mata rantai yang
pantas dipilih baik oleh pemasok maupun customer.
Customer merupakan tujuan pekerjaan, berarti perusahaan
menanamkan prinsip bahwa satu-satunya alasan perusahaan ini ada dan
bergerak di bisnis ini adalah customer. Dengan keyakinan dasar ini, maka
personel akan tahu bahwa tujuan dari pekerjaan mereka bukan untuk
menyenangkan bos, diri sendiri atau personel perusahaan yang lain, tapi
untuk menyenangkan customer sebagai alasan perusahaan masih berdiri
dan aktif di bisnis.
Sukses merupakan hasil penilaian terhadap suara customer. berarti
perusahaan harus menanamkan prinsip pada seluruh personel perusahaan
bahwa suara customer selalu benar. Oleh karena itu sukses di dalam
bisnis, sangat tergantung atau ditentukan oleh kemampuan personel
dalam mendengarkan suar customer. Suara customer ini akan menjadi
bahan evaluasi atau review perusahaan tentang apa yang salah di dalam
perusahaan

d) Jika di masa kini manajemen perusahaan tidak menggunakan customer value
strategy dalam mengelola perusahaan mereka, jelaskan kemungkinan
dampaknya terhadap strategic cost management mereka.

Jika di masa kini manajemen perusahaan tidak menggunakan customer value
strategy dalam mengelola perusahaan mereka, maka strategic cost
management yang dijalankan akan menghasilkan produk dengan cost yang
tinggi dan tida efficiens , sehingga akan sangat costly yang dapat
menyebabkan kebangkrutan atau setidaknya tidak dapat tumbuh. Customer
sekarang dengan mudahnya dapat memilih produk yang memberikan value
terbaik bagi mereka. Selain itu karena sangat rasional, sangat
memperdulikan tentang apakah sumber daya yang digunakan oleh produsen
dapat memberikan manfaat bagi customer. Customer juga menginginkan
produknya tidak memiliki cacat dan berkualitas tinggi atau zero defect,
waktu pengiriman yang tepat serta waktu dan layanan purna jual yang sigap
dan tanggap melayani keluhan. Dengan menerapkan customer value
strategy, maka perusahaan akan bisa memotong biaya yang cukup
signifikan. Hal ini dikarenakan untuk menciptakan value perusahaan harus
menghilangkan aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah. Penghilangan
aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah ini akan membuat perusahaan
bisa secara akurat menentukan harga jual (pricing) sehingga bisa bersaing
dengan perusahaan lainnya dengan tetap memuaskan kepentingan dan
kebuthan customer

6. NILAI 9.
Strategic cost management yang efektif dilandasi oleh paradigma manajemen
yang fit dengan karakteristik lingkungan bisnis yang dimasuki oleh perusahaan.

Pertanyaan
a. Continuous improvement merupakan paradigma manajemen pendukung yang
melandasi strategic cost management yang efektif. Setujukah Saudara dengan
pernyataan ini? Jelaskan jawaban Saudara.

Setuju Paradigma improvement berkelanjutan mengerahkan semua energi
personel untuk melakukan improvement secara terus menerus terhadap proses
dan sistem yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer.
Kegiatan manajer dalam setiap tahap proses manajemen hanya menambah
nilai (value-adding) jika kegiatan tersebut menyebabkan personel memiliki
komitmen tinggi untuk menghasilkan value bagi customer. Fokus perhatian
manajemen bergeser ke sistem yang lebih luas, tidak kenal akhir, bersifat
proaktif terhadap peluang, baik yang telah terlihat maupun yang masih
potensial, dan mencakup improvement besar maupun kecil. Kesalahan
sebagai suatu kesempatan untuk belajar. Personel diberi kesempatan untuk
melakukan eksperimen, karena pada dasarnya improvement berkelanjutan
hanya akan terjadi bila personel tidak takut untuk mengemukakan ide baru
dan mencoba ide tersebut dalam suatu eksperimen karena setiap eksperimen
selalu mengandung kemungkinan gagal, namun perlu juga disadari, setiap
eksperimen selalu mengandung pula kesempatan untuk improvement. Tanpa
eksperimen ide baru, organisasi akan berada dalam status quo. Kesalahan
akan diakui secara terbuka oleh personel, karena manajer tidak membebankan
kesalahan sebagai kegagalan pribadi, namun sebagai bagian dari usaha tidak
kenal lelah dalam melakukan improvement terhadap proses dan sistem yang
digunakan untuk menghasilkan value bagi customer.

Improvement berkelanjutan adalah usaha peningkatan di segala bidang dalam
jangka panjang. Usaha tersebut perlu dilandasi oleh mindset yang semestinya
agar unsur berkelanjutannya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Pergeseran ke paradigma improvement berkelanjutan disebabkan oleh
semakin turbulennya lingkungan bisnis dan semakin tajamnya persaingan
yang dihadapi oleh perusahaan pada umumnya. Di dalam lingkungan bisnis
yang demikian, improvement berkelanjutan merupakan prasyarat untuk
mempertahankan eksistensi perusahaan; bahkan improvement berkelanjutan
saja tidak cukup; perusahaan harus melakukan improvement lebih signifikan
dan cepat daripada improvement yang dilakukan dalam persaingan untuk
dapat bertahan hidup dan berkembang. Oleh karena itu, improvement
berkelanjutan ini lah yang menjadikan strategic cost management menjadi
efektif


b. Employee empowerment merupakan paradigma manajemen pendukung yang
melandasi strategic cost management yang efektif. Setujukah Saudara dengan
pernyataan ini? Jelaskan jawaban Saudara.

Setuju, Pemberdayaan berarti memampukan (to enable), memberi kesempatan
(to allow) atau mengizinkan (to permit), yang dapat diartikan baik melalui
inisiatif sendiri atau dipicu oleh orang lain. Pemberdayaan karyawan berarti
memampukan dan memberi kesempatan kepada karyawan untuk
merencanakan, mengimplementasikan rencana, dan mengendalikan
pengimplementasian rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya atau
tanggung jawab kelompoknya. Ditinjau dari sudut pandang manajer,
pemberdayaan karyawan merupakan proses pemberian peluang kepada
karyawan untuk memampukan diri karyawan di dalam merencanakan dan
mengendalikan pengimplementasian rencana pekerjaan yang menjadi tanggung
jawab karyawan. Ditinjau dari sudut pandang karyawan, pemberdayaan
karyawan merupakan proses untuk meningkatkan keandalan dirinya agar
dipercaya oleh manajer di dalam merencanakan dan mengendalikan
pengimplementasian rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
karyawan yang bersangkutan. Sebagaimana diuraikan di atas, pemberdayaan
karyawan merupakan proses yang tidak bisa tidak harus dilaksanakan sebagai
akibat tuntutan pergeseran teknologi dan tipe pekerja yang pas dengan tuntutan
teknologi masa depan.

7. NILAI 9
Good result without good planning comes from good luck not good management
(David Jaquith).
a. Setujukah Saudara dengan pernyataan David Jaquith tersebut? Jelaskan
jawaban Saudara.
Setuju, Suatu hasil yang berasal dari keberuntungan tidak akan dapat
diulangi lagi pencapaiannya oleh organisasi. Good management tercermin
dari good planning yang disusun oleh personel organisasi. Good result
sebagai akibat dari good planning akan menjanjikan keberhasilan jangka
panjang, karena keberhasilan organisasi berasal dari kapabilitas untuk
merencanakan dan mewujudkan rencana tersebut ke dalam kenyataan.
Kapabalitas itulah yang menjanjikan keberhasilan jangka panjang.
a. Jelaskan apakah pemindahan titik berat pengelolaan dari manajemen yang
bersifat tactical dan operasional ke manajemen yang bersifat strategik
dilandasi oleh kalimat bijak David Jaquith tersebut? Jelaskan jawaban
Saudara.
Perubahan radikal yang terjadi di lingkungan bisnis, dari lingkungan bisnis
stabil dengan kompetisi rendah ke lingkungan bisnis bergolak dan kompetitif
telah menyebabkan manajemen memindah titik berat pengelolaannya dari
pengelolaan yang bersifat tactical dan operational ke pengelolaan yang
bersifat strategik. Pergeseran titik berat pengelolaan dari pengelolaan yang
bersifat tactical dan operational ke pengelolaan yang bersifat strategik
dipacu oleh dua karakteristik lingkungan bisnis berikut ini: (1) lingkungan
bisnis bergolak dan (2) lingkungan bisnis kompetitif.

Perubahan menjadi pesat, serentak, radikal, berkelanjutan, dan pervasif.
Pemanfaatan secara intensif teknologi informasi (komputer dan
telekomunikasi) di masyarakat menyebabkan kemudahan untuk menciptakan
dan mengomunikasikan ide, sehingga menimbulkan perubahan yang pesat.
Lingkungan bisnis bergolak menuntut organisasi untuk mengamati secara
berkelanjutan trend perubahan yang terjadi dalam lingkungan makro,
lingkungan industri, dan lingkungan persaingan. Di samping itu, lingkungan
tersebut juga menuntut organisasi untuk merespons dengan cepat trend
perubahan lingkungan yang diidentifikasi. Mode operasi sense and
respondmelakukan penginderaan berkelanjutan terhadap trend perubahan
lingkungan makro, lingkungan industri, dan lingkungan persaingan serta
melakukan respons dengan cepat terhadap hasil penginderaan tersebut,
merupakan mode operasi yang cocok untuk menghadapi lingkungan
bergolak. Mode operasi sense and respond menuntut organisasi untuk
mengubah secara radikal falsafah yang mendasari perencanaan dari creating
the future from the past ke creating the future from the future. Falsafah baru
yang mendasari perencanaan ini tidak lagi dapat dipenuhi dengan budgeting
system; organisasi perlu menambahkan tiga alat perencanaan selain
budgeting system yaitu: (1) sistem perumusan strategi, (2) sistem
perencanaan strategik, dan (3) sistem penyusunan program. Lingkungan
bergolak menuntut organisasi untuk meningkatkan kualitas perencanaan
dengan menambah tahap perencanaan menjadi empat dan keempat tahap
perencanaan tersebut didesain secara terpadu. Semakin bergolak
lingkungan yang dimasuki oleh organisasi, semakin diperlukan alat
perencanaan untuk mengantisipasi trend perubahan lingkungan. Setiap
tahap perencanaan memerlukan informasi akuntansi manajemen untuk
membangun hubungan sebab-akibat sehingga masa depan menjadi
lebih pasti.
b. Untuk memasuki lingkungan bisnis yang turbulen dan kompetitif,
perusahaan membutuhkan continuous planning agar mampu menghasilkan
good result. Akuntansi perencanaan menjadi suatu kebutuhan manajemen
dalam pengelolaan perusahaan. Setujukah Saudara dengan pernyataan
tersebut? Jelaskan jawaban Saudara.
Setuju. Lingkungan bisnis turbulen dan kompetitif menyebabkan perubahan
mengalami pergeseran atribut. Perubahan sekarang memiliki atribut konstan,
radikal, pesat, serentak, dan pervasif. Perencanaan yang dilaksanakan secara
periodik tidak cocok untuk menghadapi lingkungan bisnis dengan
karakteristik seperti itu. Diperlukan perencanaan berkelanjutan (continuous
planning) agar perusahaan mampu beroperasi dengan lincah, responsif
terhadap perubahan lingkungan bisnis.
Perencanaan merupakan proses pembuatan peta perjalanan bisnis dalam
membangun masa depan perusahaan. Perencanaan berkelanjutan merupakan
proses pembuatan peta yang dilaksanakan secara terus menerus yang
senantiasa dimutakhirkan, diubah, dan diganti sejalan dengan perubahan
yang terjadi di lingkungan bisnis.
Perencanaan berkelanjutan membutuhkan akuntansi perencanaan yaitu
sistem informasi akuntansi manajemen yang mencatat dan menyediakan
informasi kualitatif, kuantitatif nonkeuangan, dan kuantitatif keuangan yang
dipakai sebagai basis pengambilan keputusan dan informasi keluaran yang
dihasilkan dari proses perencanaan. Tipe informasi perencanaan tersebut
disediakan dalam database sehingga membentuk peta perjalanan bisnis
dalam bentuk softcopy. Informasi perencanaan dalam database inilah yang
memampukan perusahaan melakukan perencanaan berkelanjutan,
memungkinkan perusahaan beroperasi dengan sense and respond mode

Untuk memungkinkan perencanaan berkelanjutan, setiap tahap perencanaan
perlu dilaksanakan secara bersistem. Sistem perumusan strategi, sistem
perencanaan strategik, sistem penyusunan program, dan sistem penyusunan
anggaran digunakan secara formal untuk merekonfirmasi atau meredefinisi
misi, visi, dan strategi perusahaan. Di samping itu, berbagai sistem
perencanaan tersebut juga digunakan secara formal untuk menerjemahkan,
menginternalisasi, me-review misi, visi, strategi organisasi serta
melaksanakan penyelarasan (alignment) berbagai unit organisasi dalam
perusahaan. Sistem akuntansi perencanaan menyediakan informasi untuk
memampukan personel dalam melakukan review atas pertimbangan yang
dibuat dalam memutuskan pilihan yang telah dilakukan dalam proses
perencanaan

8. NILAI: 9
Strategic cost management is the development of cost management information
to facilitate the principle management function, strategic management. (Bloker,
Chen, Lin, 2002).
a. Jelaskan evolusi perkembangan manajemen dari traditional management ke
strategic management system.

Evolusi Manajemen mengubah secara radikal prinsip-prinsip manajemen yang
digunakan untuk mengelola perusahaan. Dalam prinsip-prinsip manajemen
baru ini, pengetahuan diterapkan dalam pengelolaan untuk memuasi
kebutuhan customer. Pada masa traditional management, pengelolaan masih
berorientasikan pada produser. Sehingga fokus pada manaegement ini adalah
terkait dengan bagaimana menghitung kos, meng efesiensikan tanpa atau
minim memperhatikan sisi dari customer. Tolok ukur keberhasilan suatu
management dilihat dari performa laporan keuangan nya saja, lebih sempit
lagi performa dalam pencapaian laba. Ini mengakibatkan mananagement
perusahaan hanya berpikiran sempit dan sangat pendek untuk mencapai
performa tersebut. Belum ada nya sistematika jangka panjang dan respon
terhadap perubahan masih lambat.

Pada strategic management system, pengelolaan lebih berfokus pada aktifitas
yang menyebabkan biaya, sehingga bergeser dari cost efesisensi menjadi cost
efektifnees. Custmer menjadi prioritas, sehingga segala system strateteg
diarahkan untuk memberikan kepuasan kepada customer.System management
menjadi terarah dan mempunyai horisan dimasa mendatang, sehingga mampu
untuk menjawab perubahan lingkungan bisnis yang radikal.

b. Jelaskan hubungan antara strategic cost management, activity-based cost
system, dan strategic management system.
Strategic cost management bertujuan untuk memenangkan persaiangan
bisnis dilingkungan bisnis yang begitu kompetitif dengan mengefektifkan
sumber daya yang ada sehingga cost menjadi efektif. Cost yang efektif
merupakan cost yang dapat memberikan kepuasan yang optimum bagi
pemenuhan kebutuhan customet dengan cara memaksimalkan value added
cost dan menghilangkan non value added cost. Agar dapat
mengidentifikakannya agar tercipta cost yang efektif tersebut, diperlukan tool
yaitu Activity based Costing System, yang merupakan system yang
mengidentifikasikan aktifitas aktifitas yang menimbulkan biaya. Dengan ABC
System ini maka teridentifikanlah aktifitas yang mempunyai nilai tambah dan
tidak memiliki nilai tambah, sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya
yang digunakan untuk menciptakan nilai yang lebih bagi customer. Strategic
management system melingkupi seluruh strategic system yang ada seperti
Atrategic cost management, Activity Based Budgeting (ABB), ABM,
mensingkronkannya, mengkorenkannya sehingga sesuai dengan misi visi
perusahaan sehingga mampu melipatkandakan keayaan investor.


9. Nilai 9
Ruang lingkup strategic management accounting sangat berbeda dengan
traditional management accounting.
a. Jelaskan beda ruang lingkup yang dicakup strategic management accounting
dengan traditional management accounting.
Pada akuntansi manajemen strategik, menitikberatkan manajemen pada
management yang bersifat strategik, teknologi pengolah data akuntansi sudah
terkomputrisasi (computerized accounting system) isi informasi informasi
keuangan dan informasi nonkeuangan ruang lingkup dan tipe tipe informasi
akuntansi manajemen strategik dirumuskan dari informasi hasil trend
watching, informasi hasil swot analysis, informasi misi, visi, keyakinan dasar,
dan nilai dasar beserta rationale pemilihannya masing-masing dan informasi
hasil proses pemilihan strategi dan rationale yang melandasi pemilihan
strategi. Perencanaan strategik disusun dengan menggunakan company
scorecard , hasil cascading company scorecard ke mission center scorecard,
hasil cascading mission center scorecard ke service center scorecard, hasil
cascading mission center dan service center scorecard ke personal scorecard,
pengelolaan terpadu kinerja personel berbasis balanced scorecard

Informasi akuntansi manajemen untuk pengelolaan secara strategik capital
expenditure, secara strategik penetapan harga jual, untuk outsourcing
decision, economic value added dan pemacu nilai, just-in time purchasing and
just-in time production, value chain analysis and value added analysis, dan
quality cost management

Anggaran disusun dengan pendekatan activity-based budgeting, activity-
based cost-volume profit analysis, activity-based break-even analysis, target
pricing and target, costing pengukuran cost effectiveness, informasi akuntansi
manajemen untuk short-run decision making

Pengimplementasiannya dengan activity-based management activity-based
responsibility accounting yang dipantau dengan feature costing dan activity-
based cost system

Horison waktu masa depan, pemakai informasi manajemen dan karyawan
pemanfaatan pemberdayaan karyawan sehingga cocok untuk menghadapi
lingkungan bisnis kompetitif dan turbulen akuntansi manajemen tradisional

Pada traditional management accounting, titik berat manajemen yang
masih bersifat tactical dan operational, teknologi untuk pengolah data
akuntansi masih menggunakan manual accounting system sehingga isi
informasinya hanya sebatas informasi keuangan

Ruang lingkup dan tipe informasi pada traditional management accounting
tidak terdapat perumusan strategi, penyusunan program bertujuan untuk
capital investment decision , transfer pricing decision. Budgeting
menggunakan functional-based budgeting, cost-volume-profit analysis,
break-even analysis , cost-plus pricing , pengukuran efisiensi dan
produktivitas dan informasi akuntansi manajemen untuk short-run decision
making.pengimplementasiannya menggunakan responsibility accounting
yang dipantau dengan menggunakan product costing dan standard costing
and variance analysis.

Memiliki ruang lingkup horison waktu pada masa lalu, pemakai informasi
manajemen puncak untuk pemanfaatan pengendalian karyawan sehingga
cocok untuk menghadapi lingkungan bisnis stabil dan dengan tingkat
persaingan rendah

b. Jelaskan mengapa ruang lingkup yang dicakup strategic management
accounting sangat berbeda dengan traditional management accounting.
Pergeseran akuntansi manajemen tradisional ke akuntansi manajemen
strategik dipacu oleh:
o Pergeseran pengelolaan dari pengelolaan yang bersifat tactical dan
operational ke pengelolaan yang bersifat strategik.
o Pergeseran pengolahan data akuntansi dari manual system ke
computerized accounting system
o Pengimplementasian Balanced Scorecard sebagai inti sistem manajemen
strategik
o Pengimplementasian activity-based cost system dalam pengelolaan proses
bisnis.
c. Jika di Jaman Digital ini suatu perusahaan masih menggunakan traditional
management accounting, apa kemungkinan dampaknya terhadap pengelolaan
perusahaan. Jelaskan jawaban Saudara.
Costly, pengelolaan perusahaan akan menjadi mahal karena management
tidak memiliki informasi akuntansi yang memadai untuk pengambilan
keputusan. Perubahan lingkungan bisnis yang begitu pesat menuntut
perusahaan menerapan mode operasi sense and respondmelakukan
penginderaan berkelanjutan terhadap trend perubahan lingkungan makro,
lingkungan industri, dan lingkungan persaingan serta melakukan respons
dengan cepat terhadap hasil penginderaan tersebut, merupakan mode operasi
yang cocok untuk menghadapi lingkungan bergolak. Mode operasi sense and
respond menuntut organisasi untuk mengubah secara radikal falsafah yang
mendasari perencanaan dari creating the future from the past ke creating the
future from the future. (1) sistem perumusan strategi, (2) sistem perencanaan
strategik, dan (3) sistem penyusunan program. Jika masih menggunakan
traditional management accounting, maka perusahaan akan tergilas oleh
perubahan lingkungan bisnis yang pesat dan radikal.
d. Apakah ada hubungan antara perubahan ruang lingkup akuntansi manajemen
tersebut terhadap peran profesi akuntan manajemen? Jelaskan jawaban
Saudara.
Ada hubungan antara perubahan ruang lingkup akuntansi manajemen terhadap
peran profesi akuntan managemen. Pergeseran titik berat pengelolaan dari
manajemen yang bersifat tactical dan operational ke manajemen yang bersifat
strategik telah mengubah secara radikal lingkungan yang di dalamnya profesi
akuntan manajemen bekerja. Sesuai dengan lingkungan pekerjaan mereka,
profesi akuntan manajemen dalam manajemen tradisional lebih berfokus ke
penyediaan informasi bagi manajemen puncak untuk melaksanakan
pengelolaan yang bersifat tactical dan operational. Oleh karena itu, peran
profesi akuntan manajemen dalam manajemen tradisional terbatas pada
penyediaan informasi untuk penyusunan anggaran, pencatatan implementasi
anggaran, dan pengendalian pelaksanaan anggaran. Sebagian besar waktu
profesi akuntan manajemen dikonsumsi dalam pengolahan data akuntansi
untuk menghasilkan laporan keuangan bagi kepentingan pihak luar
perusahaan.
- Akuntan manajemen berfokus ke perumusan strategi, penerjemahan misi, visi
dan strategi ke dalam sasaran-sasaran strategik yang komprehensif, koheren,
dan terukur, serta menjabarkan sasaran-sasaran strategik tersebut ke dalam
action plans terpadu melalui kerja sama lintas fungsi dengan manajer
operasional.
- Akuntan manajemen menyediakan bantuan pengambilan keputusan seketika
(real time decision support), bekerja sama dengan personel operasi untuk
memberikan projeksi dan rekomendasi efektif.
- Akuntan manajemen menempatkan diri sebagai anggota senior dalam tim
manajemen, yang berperan serta aktif dalam penentuan sasaran-sasaran
strategik perusahaan, bukan lagi sebagai penyedia informasi akuntansi bagi
pengambil keputusan.
- Akuntan manajemen mendasarkan keahlian mereka pada pengetahuan
mendalam tentang advanced (modern) management control process, bukan
lagi pada traditional cost accounting.
- Akuntan manajemen memerluas tanggung jawab mereka ke proses
pengendalian di luar daerah yang murni keuangan. Pemanfaatan Balanced
Scorecard sebagai inti sistem manajemen strategik menggeser titik berat
pengelolaan ke perspektif yang menjadi pemacu sesungguhnya kinerja
keuangan (perspektif customer, proses, serta pembelajaran dan pertumbuhan),
sehingga akuntan manajemen memerluas tanggung jawab mereka ke
perspektif nonkeuangan. Di samping itu, penggunaan ABC system dalam
tahap pemantauan menghasilkan informasi berlimpah tentang aktivitas,
sehingga tanggung jawab akuntan manajemen meluas ke informasi tentang
aktivitas.
- Akuntan manajemen mengarahkan orientasi mereka ke bisnis yang
lebihbersifat strategik, bukan yang bersifat tactical dan operational.

10. Nilai 9
Information content yang dihasilkan oleh strategic management accounting
sangat berbeda dengan traditional management accounting.
a. Jelaskan mengapa information content yang dicakup strategic management
accounting sangat berbeda dengan traditional management accounting.
b. Informasi tentang tentang:
i. transfer pricing;
ii. product costs (dengan full costing);
iii. cost control;
iv. cost plus pricing; dan
v. cost efficiency;
tidak lagi relevan dalam pengelolaan perusahaan di Jaman Digital ini.
Setujukah Saudara dengan pernyataan tersebut? Jelaskan satu-persatu
mengapa demikian?
Setuju,
i. Transfer pricing yang mengalihkan cost departemen satu ke
departemen lain tidak relevan lagi karena tidak terkait dengan
kebutuhan customer. Transfer pricing hanya memindahkan beban saja.
ii. Produc cost (dengan full costing) tidak relefan lagi. Karena pada saat
ini tidak lagi berorientasi pada produk masal, namun cenderung pada
produk yang memenuhi kebutuhan customer, dan product cost dengan
full costing tidak dapat mengidentifikasikan aktifitas yang value added
atau non value added. Sehingga costing lebih tepat menggunakan
Acitivity Based Costing (ABC) System yang menitik beratkan pada
nilai tambah bagi customer.
iii. Cost Control tidak relevan lagi, karena control saat ini menggunakan
balance scorecard yang mengonrol dari 4 perseptif yaitu keuangan,
customer, proses pemeblajaran dan pertumbuhan.
iv. Cost plus pricing tidak relevan lagi, sekarang menggunakan target
costing.
v. Cost efficiency sudah tidak relefan lagi karena lebih mengutamakan
pada cost efectiveness yaitu tingkat keefektifan penggunaan
sumberdaya untuk menghasilkan keluaran produk yang mampu
memenuhi kebutuhan custmer.
c. Jika di Jaman Digital ini suatu perusahaan masih menyediakan information
content yang dihasilkan oleh traditional management accounting apa
kemungkinan dampaknya terhadap pengelolaan perusahaan. Jelaskan
jawaban Saudara.
Akan terjadi miss management dalam pengelolaan perusahaan yang dapat
beresiko kebangkrutan bagi perusahaan, karena management menggunakan
informasi informasi yang mungkin tidak lagi relevan untuk digunakan dalam
pengambilan keputusan. Bahkan informasi yang muncul bisa dikatakn basi
dan tidak dapat dimanfaatkan lagi akrena cenderung pada horisaon waktu
dimasa lampau, padahal perubahan yang terjadi begitu pesat, turbulance, dan
radikal bisa menyebabkan kejadian dimasa lampau tidak berhubungan lagi
dengan kejadian dimasa sekarang.
11. Nilai 9
Tabel berikut ini memperlihatkan perubahan radikal yang terjadi dalam revolusi
manajemen.
No MANAJEMEN MASA LALU
(ABAD XX)
MANAJEMEN MASA DEPAN
(ABAD XXI)
1 Leadership dari puncak Leadership dari setiap orang
2 Pengendalian melalui aturan dan
hirarkhi
Pengendalian melalui visi dan
values
3 Informasi dijaga ketat Information sharing
4 Independensi perusahaan Saling ketergantungan
antarperusahaan
Untuk setiap butir perbedaan dalam tabel tersebut (butir 1 s.d. 4) jelaskan:
a. Mengapa terjadi perubahan radikal tersebut?
Pergeseran leadership dari puncak ke leadership dari setiap orang.
Untuk memasuki lingkungan bisnis yang turbulen, organisasi perusahaan
memerlukan banyak leader. Di dalam manajemen tradisional, leader adalah
orang yang berada di puncak organisasi, dan yang mengarahkan jalannya
perusahaan berdasarkan berbagai kebijakan dan aturan yang dibuatnya.
Untuk menghadapi lingkungan bisnis yang turbulen, organisasi perusahaan
memerlukan kecepatan respon terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Kecepatan respon hanya dapat dimiliki oleh organisasi jika karyawan dan
manajer bawah berdaya (empowered) di dalam menghadapi perubahan.
Konsep pemberdayaan karyawan untuk membangun leadership potential
dalam diri setiap karyawan diperlukan untuk menggantikan konsep delegasi
wewenang yang selama ini dikenal di dalam manajemen tradisional.

Dari pengendalian melalui aturan ke pengendalian melalui visi dan
values.
Manajemen tradisional dibangun pada waktu masyarakat menggunakan
teknologi hard automation. Teknologi ini dijalankan oleh skilled workers
yang memerlukan instruksi rinci di dalam menjalankan pekerjaan mereka.
Oleh karena itu, untuk mengendalikan pekerjaan skilled workers ini
diperlukan aturan yang ketat sehingga pengendaliannya pun memerlukan
supervisor yang mengamati kesesuaian pekerjaan karyawan dengan aturan
yang telah ditetapkan. Manajemen kontemporer dibangun dalam smart
technology era. Teknologi ini hanya produktif di tangan knowledge workers.
Sebagaimana telah disebutkan di atas, smart technology menuntut kreativitas
knowledge workers dalam memasukkan knowledge ke dalam produk dan
jasa yang dihasilkan. Kreativitas tidak dapat dihasilkan melalui aturan rinci,
namun memerlukan visi organisasi yang memberikan gambaran yang ingin
diwujudkan di masa depan. Hanya melalui visi dan values, kreativitas
knowledge workers dapat diarahkan oleh manajemen.

Dari informasi yang dijaga ketat ke information sharing. Dengan
teknologi manual, manajemen tradisional mengumpulkan secara terpusat
informasi untuk kepentingan pengambilan keputusan. Oleh karena
pengumpulan informasi dilaksanakan secara terpusat dan pusat informasi
dijaga ketat, hanya manajemen puncak yang dapat melakukan akses ke
dalam pusat informasi, sehingga di tangan manajemen puncaklah wewenang
pengambilan keputusan berada.
Smart technology menyediakan shared database yang memungkinkan
information sharing di antara anggota organisasi. Shared database mampu
mengatasi kendala pengambilan keputusan yang dihadapi oleh manajemen
tradisional, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh manajemen bawah dan
karyawan. Dengan information sharing ini, organisasi dapat memanfaatkan
secara optimum semua potensi karyawan untuk memberikan layanan terbaik
bagi customer. Di samping itu, kemitraan usaha antara perusahaan dengan
para pemasok dan dengan para mitra bisnis dapat diwujudkan melalui
information sharing, sehingga kualitas hubungan antarorganisasi perusahaan
mampu menyediakan produk dan jasa yang menghasilkan value bagi
customer.

Dari independensi perusahaan ke saling ketergantungan
antarperusahaan.
Dalam manajemen tradisional, tanggung jawab manajemen perusahaan
hanya mencakup daerah yang dibatasi oleh batas-batas organisasi
perusahaannya. Daerah di luar batas-batas tersebut merupakan daerah
perusahaan lain, yang sama sekali bukan tanggung jawab manajemen
perusahaan. Hubungan antara perusahaan dengan pemasok merupakan
hubungan independen antarperusahaan. Di dalam manajemen kontemporer,
manajemen menyadari bahwa perusahaan merupakan salah satu matarantai
yang menghubungkan pemasok dengan customer. Keberadaan perusahaan
ditentukan seberapa baik perusahaan berfungsi sebagai matarantai
fungsional yang menghubungkan pemasok dengan customer. Manajemen
kontemporer menyadari ketergantungan perusahaan dari hubungan baik
dengan pemasok dan customer. Perusahaan tidak mungkin menyediakan
produk dan jasa yang mampu memenuhi kebutuhan customer jika
manajemen tidak menyadari ketergantungan perusahaan terhadap
pemasoknya dan ketergantungan perusahaan terhadap customer.
b. Jelaskan dampak perubahan radikal dalam manajemen tersebut terhadap
akuntansi biaya.
Sistem akuntansi biaya didesain sejalan dengan proses pembuatan produk
dalam perusahaan manufaktur. Sistem akuntansi keuangan didesain sejalan
dengan proses transaksi keuangan perusahaan. Sebagaimana yang berlaku
dalam akuntansi keuangan dan akuntansi biaya, proses akuntansi
perencanaan didesain sejalan dengan proses perencanaan, karena akuntansi
merupakan bagian terpadu proses manajemen.

Akuntansi manajemen strategik menuntut pergeseran peran profesi akuntan
manajemen. Jika sebelumnya profesi akuntan manajemen berperan sebagai
penyedia informasi bagi manajemen untuk pengambilan keputusan, dalam
perannya yang baru, profesi akuntan manajemen berperan sebagai decision
support specialistberperan serta secara aktif sebagai anggota tim lintas
fungsional dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategik. Sebagai
konsekuensinya, pergeseran peran profesi akuntan manajemen ini menuntut
perubahan secara radikal pengetahuan yang menjadi tulang punggung
profesi, dari akuntansi biaya tradisional ke advanced (modern) management
planning and control dan activity based cost system

12. Nilai 9
Oleh karena titik berat pengelolaan perlu digeser ke manajemen yang bersifat
strategik agar perusahaan mampu memasuki lingkungan bisnis terkini, maka
akuntansi perencanaan menjadi suatu kebutuhan.
a. Setujukah Saudara dengan pernyataan tersebut? Jelaskan jawaban Saudara.
Setuju, perusahaan, semakin dibutuhkan perencanaan yang baik bagi
perusahaan untuk secara efektif mengarungi lingkungan bisnis semacam itu.
Perencanaan yang baik membutuhkan informasi yang baik, dan informasi
yang baik membutuhkan sistem informasi akuntansi yang khusus didesain
untuk kebutuhan itu. Sistem informasi akuntansi ini disebut akuntansi
perencanaan. karakteristik lingkungan bisnis turbulen dan kompetitif yang
dimasuki oleh perusahaan telah menggeser titik berat pengelolaan dari
pengelolaan yang bersifat tactical dan operational ke pengelolaan yang
bersifat strategik.

Akuntansi manajemen strategik sebagai bagian terpadu sistem manajemen
strategik berfokus ke penyediaan informasi yang bersifat strategik. Karena
pengelolaan yang bersifat strategik seluruhnya terdiri dari kegiatan
perencanaan (perumusan strategi, perencanaan strategik, dan penyusunan
program), maka akuntansi manajemen strategik didesain dengan fokus ke
pemenuhan kebutuhan manajemen dalam proses perencanaan yang bersifat
strategik. Akuntansi perencanaan yang merupakan sistem informasi yang
berfokus ke penyediaan informasi kualitatif, kuantitatif nonkeuangan, dan
kuantitatif keuangan dalam proses perencanaan menjadi pilar utama
akuntansi manajemen strategik (strategic management accounting). Di
samping itu, kita sekarang sudah berada di Jaman Jejaring yang di dalamnya
teknologi informasi merupakan tulang punggung teknologi yang
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Computerized
accounting menjadi pemampu pengelolaan informasi kualitatif, kuantitatif
nonkeuangan, kuantitatif keuangan, dan informasi masa depan

b. Jelaskan mengapa di dalam manajemen tradisional akuntansi perencanaan
tidak menjadi suatu kebutuhan bagi manajemen.
Akuntansi perencanaan mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis,
menggolongkan, mencatat informasi (kualitatif, kuantitatif nonkeuangan dan
kuantitatif keuangan) yang dijadikan sebagai basis pemilihan strategi,

Di samping itu, akuntansi perencanaan juga menangkap dan mencatat
strategi pilihan yang dihasilkan dari strategy crafting process. Ada dua
fungsi akuntansi perencanaan: empowering dan informing. Akuntansi
perencanaan berfungsi untuk memberdayakan (empowering) personel dalam
menyepakati informasi yang dijadikan basis pengambilan keputusan (dalam
contoh ini keputusan dalam memilih strategi pilihan). Di samping itu,
akuntansi perencanaan juga menyediakan informasi (informing) bagi
personel yang berkepentingan tentang informasi keluaran yang berhasil
disepakati oleh personel dari proses perencanaan beserta informasi
penguatnya (corroborating information).

Jika perencanaan dalam manajemen tradisional hanya membutuhkan
pembangunan kesepakatan di antara manajemen puncak,
Akuntansi manajemen tradisional berfokus ke penyediaan informasi untuk
pengelolaan yang bersifat tactical dan operational. Mengapa demikian? Ada
dua penyebab: Pertama, titik berat pengelolaan dalam manajemen tradisional
berada di pengelolaan yang bersifat tactical dan operational. Oleh karena
akuntansi manajemen merupakan bagian terpadu proses manajemen, maka
akuntansi manajemen tradisional berfokus ke penyediaan informasi untuk
pengelolaan yang bersifat tactical dan operational. Kedua, teknologi yang
dipakai untuk memproses informasi akuntansi adalah pen-and-ink
technology atau lebih sering disebut manual system. Oleh karena itu,
akuntansi manajemen tradisional hanya mampu menangkap informasi
terutama yang bersifat keuangan dan informasi masa lalu. Informasi yang
bersifat kualitatif, kuantitatif nonkeuangan, dan masa depan (future
information) berada di luar kemampuan manual system yang digunakan oleh
akuntansi manajemen tradisional. Keterbatasan manual system itulah yang
menyebabkan akuntansi manajemen tradisional tidak mampu menyediakan
informasi untuk kepentingan perencanaan.

Dalam manajemen tradisional, perencanaan dilakukan secara periodik (lima
tahun sekali untuk rencana laba jangka panjang dan setahun sekali untuk
rencana laba jangka pendek). Pada waktu akuntansi diolah secara manual,
proses perencanaan laba jangka panjang menghasilkan keluaran dalam
bentuk buku yang dijilid, begitu pula proses perencanaan jangka pandek.
Itulah sebabnya terhadap rencana yang telah dibuat jarang dilakukan
perubahan, karena rencana yang dijilid dalam bentuk buku menyulitkan
dilakukannya perubahan terhadap isinya

c. Jelaskan apa yang menjadi pemampu akuntansi berperan besar dalam proses
perencanaan.
Tersedia Teknologi Informasi sebagai Pemampu Sebenarnya, sejak
dahulu manajemen memerlukan dokumentasi informasi dalam proses
perencanaan. Informasi yang dihasilkan dari proses perencanaan menjadi
basis yang kuat untuk mengevaluasi kesepakatan personel yang dicapai
pada waktu proses perencanaan berlangsung. Pengevaluasian kesepakatan
personel diperlukan karena pada waktu pelaksanaan rencana, kondisi
lingkungan bisnis yang dipakai sebagai basis kesepakatan kemungkinan
besar mengalami perubahan. Namun, karena akuntansi pada waktu itu
masih menggunakan manual systemyang hanya mampu secara terbatas
menangkap dan menyajikan informasi kuantitatif keuangan, maka
dokumentasi informasi dalam proses perencanaan tidak mungkin
dilakukan. Jika dilakukan dokumentasi informasi dalam proses
perencanaan, itu sangat terbatas pada hasil akhir proses perencanaan
berupa anggaran (budget) berserta rinciannya, tanpa informasi yang
menjelaskan tentang asal angka-angka yang disajikan dalam anggaran
tersebut. Informasi yang dipakai sebagai basis pengambilan keputusan
yang banyak dilakukan dalam proses perencanaan sama sekali tidak
didokumentasikan, karena keterbatasan manual technology yang
dimanfaatkan oleh akuntansi. Sekarang kita berada di Jaman Jejaring
(Network Era) yang di dalamnya teknologi informasi merupakan
teknologi yang dominan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia. Jika
di masa lalu teknologi hanya digunakan untuk mendukung perubahan,
dalam Jaman Jejaring ini, teknologi informasi dimanfaatkan untuk
memacu perubahan (Tom Peters, p. 29).Ada empat manfaat yang dapat
diperoleh akuntansi dari penerapan teknologi informasi:
1. Memampukan akuntansi untuk menangkap dan mengolah
informasi apa saja, dari informasi kualitatif, kuantitatif
nonkeuangan, maupun kuantitatif keuangan.
2. Memampukan akuntansi dalam memberdayakan personel secara
individual dan tim dalam pengambilan keputusan
3. Memampukan akuntansi untuk menyediakan peta perjalanan bisnis
yang dengan mudah dimutakhirkan sejalan dengan perubahan
lingkungan bisnis

d. Jika Saudara ditugasi untuk merancang sistem akuntansi perencanaan dalam
suatu organisasi, jelaskan langkah strategik yang Saudara tempuh.

Langkah strategic yang akan ditempuh:
1. Menerjemahkan misi, ,Visi, dan Strategi ke Dalam Company
Scorecard
2. Mendokumentasikan Strategy Map
3. Mendokumentasikan Company Scorecard
4. Mendokumentasian Mision Center Scorecards
5. Mendokumentasian Service Center Scorecards
6. Mendokumentasian Team dan Personal Scorecards