Anda di halaman 1dari 26

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP

LUARAN MATERNAL DAN PERINATAL PADA


IBU HAMIL DI USIA TUA
Studi Kasus di RS. Adhyatma Semarang
selama Tahun 2012
MELINDA DWI HARDIYANTI
22010110110026


Latar Belakang
Kehamilan usia tua
Antara 1997-2000, rata-rata
usia ibu primigravida
meningkat dari 21,4 24,9
tahun di Amerika dan dari 25,6
28,0 di Jepang
Di Finland (2009) kehamilan usia >35
tahun meningkat menjadi 18,7%
Latar Belakang
Meningkatnya jumlah
kehamilan pada usia
usia tua

Semua kehamilan memiliki
risiko
Kondisi kesehatan ibu
semakin menurun seiring
bertambahnya usia
Meningkatkan risiko morbiditas
dan mortalitas pada ibu dan janin
Faktor yang berpengaruh:
Usia ibu
Riwayat Obstetri
Kondisi medis ibu saat
ini
Riwayat penyakit
keluarga
Usia ibu
Penyulit selama kehamilan:
Preeklampsia-eklampsia
Perdarahan antepartum
Diabetes pregestasional

Kematian maternal 2-5x lebih
tinggi pada wanita hamil dan
melahirkan usia <20 tahun,
dibandingkan usia 20-30, dan
meningkat lagi pada usia >35
tahun

AKI
SDKI 2007: AKI di Indonesia
tercatat sebesar 228 per
100.000 kelahiran hidup
Tertinggi di Asia
Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah (2012): AKI sebesar
116,34/100.000 kelahiran hidup,
dibandingkan AKI 2011 sebesar
116,01/100.000 kelahiran hidup
Target MDGs tahun 2015: AKI sebesar 102
per 100.000 kelahiran hidup.
Faktor-faktor apa yang berpengaruh
terhadap luaran maternal dan perinatal
pada ibu hamil di usia tua?
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Tujuan umum
Mencari faktor-faktor
yang berpengaruh
terhadap luaran
maternal dan
perinatal pada ibu
hamil di usia tua di RS
Adhyatma Semarang
Tujuan khusus
Mengetahui
karakteristik bayi yang
dilhirkan dari ibu
berusia tua di RS
Adhyatma Semarang
Mengetahui
karakteristik ibu hamil
di usia tua di RS
Adhyatma Semarang
Tujuan Penelitian
Tujuan umum
Mencari faktor-faktor
yang berpengaruh
terhadap luaran
maternal dan
perinatal pada ibu
hamil di usia tua di RS
Adhyatma Semarang
Tujuan khusus
Mengetahui
karakteristik bayi yang
dilhirkan dari ibu
berusia tua di RS
Adhyatma Semarang
Mengetahui
karakteristik ibu hamil
di usia tua di RS
Adhyatma Semarang
Sebagai informasi mengenai faktor-
faktor yang berpengaruh pada
kehamilan di usia tua di RS Adhyatma
Semarang
Memberi pemahaman mengenai risiko-
risiko yang dihadapi ibu pada kehamilan di
usia tua
Sebagai masukan data pada institusi
pelayanan dan pendidikan untuk
mengembangkan upaya dan pengetahuan
mengenai penanganan yang lebih baik
Sebagai landasan bagi penelitian lebih
lanjut yang dapat bermanfaat dalam
bidang ilmiah maupun pelayanan
kesehatan masyarakat
Manfaat Penelitian
Nama Judul Tahun Tempat Metode Hasil
Suswadi Penyulit
Kehamilan
dan Persalinan
pada Wanita
Usia Tua
2000 Semarang,
Indonesia
Cross
sectional
Pada usia tua di
dapatkan penyulit
kehamilan lebih
banyak dibanding
wanita usia 20-34
tahun
Anita Ratna
Damayanti
Perbandingan
Luaran
Maternal dan
Perinatal pada
Wanita Usia
Lebih Dari 35
Tahun di RSUP
Dr. Kariadi
Semarang,
Tahun 2008
2009 Semarang,
Indonesia
Kohort
retrospektif
Kehamilan di usia
lebih dari 35 tahun
meningkatkan
berbagai risiko
dalam kehamilan
Orisinalitas
Nama Judul Tahun Tempat Metode Hasil
Anna Widi
Pranita
Pengaruh
Faktor Usia
Ibu terhadap
Keluaran
Maternal dan
Perinatal pada
Persalinan
Primigravida
di RS Dr.
Kariadi
Semarang
Periode Tahun
2010
2011 Semarang,
Insdonesia
Cross
sectional
Faktor usia ibu
berpengaruh
terhadap
kejadian
preeklampsia
dan Berat Bayi
Lahir Rendah

Kerangka Teori
Ibu hamil di usia
tua
Faktor-faktor yang
berpengaruh:
1. Preeklampsia-eklampsia
2. Diabetes gestasional
3. Perdarahan antepartum
4. Ketuban pecah dini
5. Paritas
6. Gemelli
7. Serotinus
8. Kelainan Letak

Faktor perancu:
1. Gaya hidup
2. Hipertensi
pregestasional
3. Diabetes pregestasional
Luaran maternal:
1. Partus dengan tindakan
2. Partus lama
3. Perdarahan post partum
4. Kematian ibu
5. Inersia uteri
6. Lama rawat inap
7. Hb ibu
Luaran perinatal:
1. Prematuritas
2. Asfiksia
3. Kelainan kongenital
4. BBLR
5. Kematian perinatal
6. IUFD
7. Makrosomia
Luaran persalinan

Kerangka konsep
Faktor-faktor yang
berpengaruh pada ibu
hamil usia 35 tahun
Luaran maternal dan
perinatal
Faktor-faktor seperti preeklampsia-eklmapsia,
diabetes gestasional, perdarahan antepartum,
ketuban pecah dini, paritas, gemelli, serotinus,
dan kelainan letak pada ibu hamil usia tua
berpengaruh terhadap luaran maternal dan
perinatal di RS Adhyatma Semarang selama
tahun 2012.
Hipotesis
Metode Penelitian

Ruang Lingkup

Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi
Tempat dan Waktu

Bagian instalasi catatan medis RS
Adhyatma Semarang
Maret-Juli 2014

Jenis dan Rancangan Penelitian

Observasional analitik
Case control


Seluruh ibu hamil di RS
Adhyatma Semarang
Populasi
target
Seluruh ibu hamil yang
melahirkan di RS Adhyatma
Semarang periode 1 Januari
2012 31 Desember 2012
Populasi
terjangkau
Populasi
Kriteria inklusi
Seluruh ibu yang melahirkan di RS
Adhyatma Semarang pada periode 1
Januari 2012 31 Desember 2012
Kelompok kasus: ibu hamil usia 35
tahun
Kelompok kontrol: ibu hamil usia
<35 tahun
Kriteria eksklusi
1. Catatan medis tidak terbaca
dengan jelas
2. Catatan medis tidak lengkap
Cara Sampling
Consecutive sampling

Besar Sampel
Sebanyak jumlah pasien berusia 35
tahun yang melahirkan di RS
Adhyatma Semarang selama
periode 1 Januari 2012 - 31 Desember
2012
Sampel
Variabel
Bebas
1.Preeklampsia dan
eklampsia
2.Diabetes gestasional
3.Perdarahan
antepartum
4.Ketuban pecah dini
5.Paritas
6.Gemelli
7.Serotinus
8.Kelainan Letak
Variabel
terikat
Luaran maternal dan
perinatal pada ibu
hamil usia tua
Variabel
perancu
1. Gaya hidup
2. Diabetes
pregestasional
3. Hipertensi
pregestasioanl
Variabel


Definisi Operasional
No Variabel Skala
1. Ibu hamil di usia tua
Kehamilan yang terjadi pada wanita usia 35
tahun, baik primi maupun multigravida
Nominal
2. Preeklampsia-eklampsia
Sindrom spesifik kehamilan berupa
berkurangnya perfusi darah ke organ akibat
vasospasme dan disfungsi endotel. Ditandai
dengan hipertensi ( 140/90) dan proteinuria
setelah kehamilan 20 minggu. Eklampsia
ditandai dengan timbulnya kejang pada
penderita preeklampsia yang disusul dengan
koma, dimana kejang bukan akibat kelainan
neurologik.
Nominal
No Variabel Skala
3. Diabetes gestasional
Keadaan intoleransi glukosa yang dimulai atau baru
ditemukan pada waktu hamil. Ditandai dengan kadar
glukosa darah 140 mg% dari pemeriksaan tes toleransi
glukosa
Nominal
4. Perdarahan antepartum, meliputi
Solusio plasenta
Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari
tempat implantasinya yang normal pada lapisan
desidua endometrium sebelum bayi lahir
Plasenta previa
Plasenta yang letaknya tidak normal, yaitu pada
segmen bawah uterus, sehingga dapat menutupi
sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir, pada
kehamilan 28 minggu. Keadaan dimana pembuluh
darah plasenta membentang diatas serviks,
terlentang antara serviks dan bagian terendah janin.
Nominal

No Variabel Skala
5. Ketuban pecah dini
Keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum
persalinan
Nominal
6. Paritas
Jumlah persalinan, meliputi primi, multi, dan
grande multipara
Nominal
7. Gemelli
Kehamilan multipel
Nominal
8. Serotinus
Kehamilan lewat bulan atau kondisi dimana
persalinan terjadi pada minggu ke 42 atau lebih
Nominal
9. Kelainan letak
Malposisi janin, meliputi letak sungsang atau
letak lintang
Nominal
Definisi Operasional
No Variabel Skala
10. Partus dengan tindakan
Persalinan yang dilakukan dengan bantuan,
meliputi ekstraksi forceps, ekstraksi vakum, atau
bedah caesar
Nominal
11. Partus lama
Persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam
pada primi dan multigravida
Nominal
12. Perdarahan post partum
Hilangnya 500ml atau lebih darah pada
persalinan pervaginam, 1000ml atau lebih darah
pada persalinan bedah caesar setelah bayi lahir
Nominal
13. Inersia uteri
Kelainan kontraksi uterus saat persalinan.
Ditandai dengan his yang lemah, lama kontraksi
pendek, interval kontraksi pendek serta
perasaan sakit yang ringan
Nominal
No Variabel Skala
14. Kematian maternal
Kematian selama kehamilan atau dalam periode
42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat
semua sebab yang terkait atau diperberat oleh
kehamilan atau penanganannya, bukan karena
kecelakaan.
Nominal
15 Lama rawat inap
Lama rawat inap ibu hamil usia tua
Rasio
16. Hb Ibu
Kadar Hb pada ibu hamil usia tua. Kadar Hb
pada wanita normal ialah 11,5-16,5 gr/dl
Nominal
17. Prematuritas
Bayi yang lahir sebelum kehamilan usia 37
minggu
Nominal
No Variabel Skala
18. Asfiksia neonatorum
Keadaan bayi yang gagal bernafas secara
spontan dan teratur segera setelah lahir.
Tergolong asfiksia jika didapatkan skor Apgar <7
Nominal
19. Kelainan kongenital
Kelaianan bawaan bayi meliputi defek jantung,
defek pada neural tube, dan Sindroma Down
Nominal
20. Berat Bayi Lahir Rendah
Bayi baru lahir yang berat badannnya pada saat
kelahiran <2500 gram
Nominal
21. Kematian perinatal
Kelahiran bayi dalam keadaan meninggal setelah
mencapai berat badan lahir 500gr atau lebih dan
bayi yang meninggal 7 hari setelah persalinan
Nominal
Definisi Operasional
No. Variabel Skala
22. IUFD
Kematian janin didalam kandungan pada
kehamilan >20 minggu
Nominal
23. Makrosomia
Keadaan dimana berat badan bayi >4000 gram
saat lahir
Nominal
Data diperoleh dari catatan medis pasien ibu hamil usia tua
sebagai kelompok kasus dan ibu hamil usia lebih muda sebagai
kelompok kontrol, yang mendapat penanganan dan melakukan
persalinan di RS Adhyatma Semarang.
Data yang dikumpulkan meliputi identitas ibu, serta ada tidaknya
faktor-faktor seperti preeklampsia-eklampsia, diabetes
gestasional, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini, paritas,
gemelli, serotinus, dan kelainan letak, yang berpengaruh pada
luaran maternal dan perinatal seperti partus dengan tindakan,
partus lama, perdarahan post partum, kematian ibu,inersia uteri,
lama rawat inap, Hb ibu, prematuritas, asfiksia, kelainan
kongenital, BBLR, kematian perinatal, IUFD, dan makrosimia
Data kemudian dibandingkan antara kelompok usia tua dan
kelompok usia muda
Cara pengumpulan
data

Alur Penelitian
Catatan medik pasien ibu hamil usia di RS Adhyatma
periode 1 Januari 2012 31 Desember 2012
Sampel penelitian
Pengumpulan data
Uji statistik
Kriteria
inklusi
Kriteria
eksklusi
Pengumpulan
data
Coding, entry,
editing,
cleaning
Analisa data
Analisa data
Analisis
univariat
Analisis
bivariat
Analisis
multivariat
Nominal: distribusi frekuensi
dan persen
Numerik: uji Kolmogorov-
Simrnov
Atau,
Uji Saphiro-Wilk
Nominal: uji Chi-Square
Numerik: uji T tidak
berpasangan
Atau,
Uji Mann-Whitney
Variabel yang memiliki
p<0,25 dari hasil analisis
bivariat
Ethical clearance diperoleh dari Komisi Etik
Penelitian Kesehatan (KPEK) Fakultas
Kedokteran UNDIP/ RS Dr. Kariadi
Semarang

Analisis multivariat
Nominal: Uji regresi
logistik
Numerik: Uji regresi
linier
Ethical clearance

Anda mungkin juga menyukai