Anda di halaman 1dari 8

i

AUDIT ENERGI UNTUK MENCAPAI PELUANG PENGHEMATAN


ENERGI PADA SPINNING MILL FACTORY 1A dan 1B DI PT. XYZ


Muhammad Kholil
(1)
, Rudini Mulya
(2)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Mercubuana Jakarta
Email:
1)
m.kholil@mercubuana.ac.id,
2)
rudinimenteri@gmail.com



Abstrak
Energi sebagai kebutuhan pokok manusia dapat diibaratkan sebagai uang, dimana
pemakaiannya haruslah bijaksana, produktif dan efisien. Kita sadari bahwa sumber energi yang
dipakai selama ini seperti minyak bumi, batubara merupakan energi konvensional dan berfungsi
sebagai sumber energi dalam melakukan aktifitas kehidupan kita, yang mana cadangan sumber
energi sangatlah terbatas. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peluang
penghematan energi dengan cara audit energi pada PT.X Manunggal Textile Industries
(PT.XYZ). Pada laporan skripsi ini penulis menerapkan metode SEC (Specific Energy
Consumption) untuk mengetahui berapa energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu
produk. Berdasarkan perhitungan SEC (Specific Energy Consumption) bahwa nilai rata-rata SEC
(Specific Energy Consumption) pada spinning mill factory 1A sebesar 10,76 Kwh/Kg/bulan
sedangkan pada spinning mill factory 1B sebesar 9,47 Kwh/kg/bulan. Berdasarkan analisa SEC
(Specific Energy Consumption) maka kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan energi
pada spinning factory 1A dan 1B sudah baik serta masih bisa menciptakan peluang
penghematan khusunya pada sistem pencahayaan dan sistem tata udara.

Kata kunci: Audit. SEC (Specific Energy Consumption), peluang penghematan




ABSTRACT


Energy as the basic human needs can be likened to money, where its use should be
judicious, productive and efficient. We realize that the energy source used for this such as
petroleum, coal is the conventional energy and serves as a source of energy in performing
activities of our lives, which is very limited energy reserves. Therefore this study aimed to analyze
the energy savings opportunities by way of an energy audit on PT.X Manunggal Textile Industries
(PT.XYZ). This paper reports on the authors apply the method SEC (Specific Energy
Consumption) to find out how much energy is required to produce a product. Based on the
calculation of the SEC (Specific Energy Consumption) that the average value of the SEC
(Specific Energy Consumption) in spinning mill factory 1A at 10.76 Kwh / Kg / month, while the
spinning mill factory 1B of 9.47 Kwh / kg / month. Based on the analysis of SEC (Specific Energy
Consumption) then the conclusion of this study is the use of energy in the spinning factory 1A
and 1B are well and still manage to create savings opportunities especially in lighting systems
and HVAC systems.


Keywords: Audit. SEC (Specific Energy Consumption), savings opportunities








i

1.Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Energi sebagai kebutuhan pokok
manusia dapat diibaratkan sebagai uang,
dimana pemakaiannya haruslah bijaksana,
produktif dan efisien. Kita sadari bahwa
sumber energi yang dipakai selama ini
seperti minyak bumi, batubara merupakan
energi konvensional dan berfungsi sebagai
sumber energi dalam melakukan aktifitas
kehidupan kita, yang mana cadangan
sumber energi sangatlah terbatas. Karena
sifat energi yang tidak dapat diciptakan,
maka hal inilah yang mendorong kita untuk
mencari alternatif dan jalan keluar untuk
mengamankan penyediaan energi yang
diperlukan. Untuk mengamankan sumber
energi dapat dilakukan dengan cara
mengembangkan sumber energi yang bisa
diperbarui. Permasalahannya sekarang
sumber energi pengganti belum
membuahkan hasil optimal untuk
dimanfaatkan menggantikan energi
komersial. Selain hal tersebut harga untuk
sumber energi cenderung semakin
meningkat.
Program penghematan energi
membutuhkan kesadaran masyarakat.
Untuk itu diperlukan himbauan maupun
penyadaran kepada masyarakat guna
melakukan penghematan energi. Bahkan
dalam beberapa kasus dibutuhkan upaya
penyadaran yang lebih kuat sehingga
masyarakat bertindak melakukan
penghematan energi.
Menurut menteri ESDM Purnomo
Yusgiantoro, pemakaian energi di
Indonesia saat ini masih tergolong boros.
Indikasinya intensitas energi Indonesia
masih tergolong besar. Menurut Ratna
Ariati, Direktur Energi Baru dan Terbarukan
dan Konservasi Energi, Ditjen Listrik dan
Pemanfaatan Energi intensitas energi
Indonesia lima kali intensitas energi
Jepang. Padahal konsumsi energi
masyarakat Indonesia masih seperlima
masyarakat Jepang.
Sedang Dirjen Listrik dan
Pemanfaatan Energi Yogo Pratomo
mengungkapkan saat ini laju pertumbuhan
konsumsi energi di Indonesia mencapai 6,8
%. Ini jauh lebih besar dibanding dengan
laju konsumsi energi di dunia yang hanya
sekitar 2 %. Sebagai konsekuensinya
pengurasan sumber energi yang di
Indonesia juga berlangsung dengan cepat


1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
masalah di atas, maka peneliti akan
mencoba menganalisa bagaimana
pemanfaatan energi dan peluang
penghematan energi di PT. XYZ. khusunya
pada bagian Spinning Mill Factory 1A dan
1B untuk dijadikan dasar penerapan sistem
audit enegi agar terciptannya peluang
penghematan energi yang maksimal.


1.3 Batasan masalah
Dalam penulisan skripsi ini, penulis
memberikan batasan-batasan
permasalahan antara lain:
1. Pembahasan hanya dilakukan
pada penggunaan energi
pada sistem kelistrikan
yaitu pencahayaan dan
pendingin udara (AC)
2. Periode pengumpulan data
dari tanggal 28 juni sampai
dengan 28 juli 2013.


1.4 Metodologi Pengumpulan Data
Metodologi penelitian yang
dilakukan dalam penyusunan skripsi ini
adalah sebagai berikut:
a. Studi pustaka, yaitu: mempelajari
teori-teori dengan membaca buku-
buku yang berkaitan dengan tema
tilisan yang dibuat.
b. Wawancara,yaitu Metode ini
digunakan sebagai pengumpulan
data dengan cara mengajukan
berbagai pertayaan kepada Staff
dan Team Leader teknisi sebagai
pembimbing lapangan dalam
penggalian informasi yang sesuai
dengan masalah yang terkait.
c. Studi observasi yaitu penulis
melakukan pengambilan data
dengan cara mencatat data
secara langsung, guna data
penggunaan energi demi untuk
keperluan pemecahan masalah

1.5 Tujuan penelitian
Tujuan dari skripsi ini yaitu untuk
mempelajari proses sistem audit energi
dalam rangka menciptakan peluang
penghematan energi.





ii

1.6 Sistematika Penulisan
Secara garis besar, penulisan
skripsi ini dibagi menjadi 6 (enam) bab.
Adapun isi dari masing-masing bab tersebut
adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan Latar
Belakang, Perumusan Masalah, batasan
Masalah Tujuan Penulisan, Metodologi
Penulisan, dan Sistematika Penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan secara rinci
teori-teori yang berhubungan dan
berkaitan erat dengan masalah-masalah
yang akan dijadikan sebagai landasan
atau dasar dari penulisan laporan Tugas
Akhir.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini membahas tentang
metodologi yang dipakai selama
pembuatan laporan dan perumusan
masalah yang ada sehingga mendapatkan
referensi sebagai alat bantu untuk
menyelesaikan permasalahan.
BAB IV PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA
Pada bab ini berisikan
pengumpulan data yang terdiri dari dua
yaitu data umum perusahaan dan data
khusus untuk pengolahan data.
Pengolahan data dilakukan berdasarkan
data-data yang tersedia dan dengan
melihat serta mempertimbangkan dengan
teori-teori terkait.
2. Landasar Teori
2.1 Specific Energy Consumption (SEC)
Konsumsi Energi Spesifik (KES)
dikenal dengan nama Energi Efficiency Index
(EEI), beberapa literatur juga menamakan
Specific Energy Consumption (SEC) atau
Specific Energi Ratio (SER) atau lebih
sederhana Energy Index (EI).
SEC = Merupakan salah satu
indikator kunci untuk mengetahui kinerja
penggunaan energi suatu perusahaan.

2.2 Rumus Specific Energy Consumption
(SEC)
SEC = Energi Listrik Selama Sebulan (Kwh/kg)
Jumlah Produksi per bulan
Keterangan:
SEC : Specific Energy Consumption
Energi listrik selama sebulan di
dapat dari nilai Kwh listrik ditambah nilai Kwh
pada bahan bakar gas (BBG). Sedangkan
Jumlah produksi di dapat dari hasil produksi
per bulan.









3. Metodologi Penelitian
3.1 Diagram Alur Penelitian



ii


4. Pengolahan dan pengumpulan data
4.1 Data pembayaran rekening listrik
bulanan selama setahun pada spinning
mill factory 1A

Bulan Tahun Jumlah Kwh
jumlah
pembayaran
(Rp)
Juni 2012 743.813,83 Rp645.630.407
Mei 2012 787.862,84 Rp683.864.941
April 2012 820.417,82 Rp712.122.663
Maret 2012 776.738,17 Rp674.208.735
Februari 2012 837.777,48 Rp727.190.851
Januari 2013 815.563,55 Rp707.909.164
Desember 2013 852.497,24 Rp739.967.608
November 2013 6.863,94 Rp595.789.992
Oktober 2013 785.954,48 Rp682.208.484
September 2013 785.169,59 Rp681.527.200
Agustus 2013 763.923,69 Rp663.085.763
Juli 2013 781.852,78 Rp678.648.216
TOTAL 9.437.965,47 Rp8.192.154.024

4.2 Data pembayaran rekening listrik
bulanan selama setahun pada spinning mill
factory 1B

Bulan Tahun Jumlah Kwh
jumlah pembayaran
(Rp)
Juni 2012 561.122,72 Rp487.054.518
Mei 2012 594.352,67 Rp515.898.113
April 2012 618.911,69 Rp537.215.343
Maret 2012 585.960,38 Rp508.613.607
Februari 2012 632.007,57 Rp548.582.572
Januari 2013 615.249,70 Rp534.036.737
Desember 2013 643.111,96 Rp558.221.178
November 2013 517.806,00 Rp449.455.608
Oktober 2013 592.913,03 Rp514.648.506
September 2013 592.320,92 Rp514.134.554
Agustus 2013 576.293,31 Rp500.222.593
Juli 2013 589.818,77 Rp511.962.689
TOTAL 7.119.868,68 Rp6.180.046.018

4.3 Data produksi bulanan selama setahun
pada Spinning Mill Factory 1A



Bulan Tahun
jumlah
produksi(kg)
Juli 2012 160.605,43
Agustus 2012 125.158,76
September 2012 146.682,17
Oktober 2012 153.043,37
November 2012 144.249,34
Desember 2012 147.245,45
Januari 2013 163.192,58
Februari 2013 158.302,14
Maret 2013 168.448,81
April 2013 153.896,86
Mei 2013 159.007,03
Juni 2013 149.183,60




4.4 Data produksi bulanan selama setahun
pada Spinning Mill Factory 1B






Bulan Tahun
jumlah
produksi(kg)
Juli 2012 137.661,79
Agustus 2012 107.278,94
September 2012 12.572,58
Oktober 2012 131.180,03
November 2012 123.642,29
Desember 2012 126.210,39
Januari 2013 139.879,35
Februari 2013 135.687,55
Maret 2013 144.384,69
April 2013 131.911,60
Mei 2013 136.291,74
Juni 2013 127.871,65









iii



4.6 Data Rekening pembayaran
BBGSpinning Mill Factory 1B
Bulan Tahun
Pemakaian
(m3)
konversi
gas ke
kwh jumlah kwh
Juli 2012 56.180,98 x 10,8 606.754.62
Agustus 2012 58.135,53 x 10,8 627.863.69
September 2012 61.025,64 x 10,8 659.076.94
Oktober 2012 54.847,38 x 10,8 592.351.72
November 2012 57.611,92 x 10,8 622.208.69
Desember 2012 61.728,24 x 10,8 666.665.01
Januari 2013 57.613,85 x 10,8 622.229.59
Februari 2013 56.103,39 x 10,8 605.916.61
Maret 2013 63.852,68 x 10,8 689.608.92
April 2013 59.748,16 x 10,8 645.280.08
Mei 2013 59.342,39 x 10,8 640.897.77
Juni 2013 61.105,17 x 10,8 659.935.85
Total 707.295,33 7.638.789.52
rata-rata 58.941.27 x 10,8 636.565.79


4.7 Menghitung besarnya Specific Energy
Consumption (SEC)
Rumus perhitungan Specific Energy
Consumption (SEC)antara lain sebagai
berikut:

SEC = Energi Listrik Selama Setahun (Kwh/kg)

Jumlah Produksi per bulan

Keterangan:
SEC : Specific Energy Consumption
Energi listrik selama satu tahun di
dapat dari nilai Kwh listrik ditambah nilai Kwh
pada bahan bakar gas (BBG). Sedangkan
Jumlah produksi di dapat dari hasil produksi
per bulan






4.8 Specific Energy Consumption (SEC)
pada Spinning Mill Factory 1A

Bulan Tahun
Jumlah Kwh
Listrik
jumlah Kwh
BBG Kwh energi
jumlah
produksi(kg)
SEC
(Kwh/Kg)
Juli 2012 743.813,83 804.302,64 1.548.116,47 160.605,43 9,64
Agustus 2012 787.862,84 832.284,43 1.620.147,26 125.158,76 12,94
September 2012 820.417,82 873.660,14 1.694.077,95 146.682,17 11,55
Oktober 2012 776.738,17 785.210,42 1.561.948,59 153.043,37 10,21
November 2012 837.777,48 824.788,27 1.662.565,75 144.249,34 11,53
Desember 2013 81.563,55 883.718,73 1.699.282,28 147.245,45 11,54
Januari 2013 852.497,24 824.815,97 1.677.313,21 163.192,58 10,28
Februari 2013 686.394 803.191,79 1.489.585,79 158.302,14 9,41
Maret 2013 785.954,48 914.132,76 1.700.087,23 168.448,81 10,09
April 2013 785.169,59 855.371,28 1.640.540,86 153.896,86 10,66
Mei 2013 763.923,69 849.562,17 1.613.485,86 159.007,03 10,15
Juni 2013 781.852,78 874.798,69 1.656.651,47 149.183,60 11,10
total setahun terakhir 9.437.965,47 10.125.837,26 19.563.802,73 1.829.015.54 129,10
rata-rata
786.497,12 843.819,77 1.630.316,89 152.417,96 10,76



4.9 Specific Energy Consumption (SEC)
pada Spinning Mill Factory 1B
Bulan Tahun Jumlah Kwh
jumlah Kwh
BBG Kwh energi
jumlah
produksi(kg)
SEC
(Kwh/Kg)
Juli 2012 561.122,72 606.754,62 1.167.877,34 137.661,79 8,48
Agustus 2012 594.352,67 627.863,69 1.222.216,36 107.278,94 11,39
September 2012 618.911,69 659.076,94 1.277.988,63 125.727,58 10,16
Oktober 2012 585.960,38 592.351,72 1.178.312,10 131.180,03 8,98
November 2012 632.007,57 622.208,69 1.254.216,26 123.642,29 10,14
Desember 2013 615.249,70 666.665,01 1.281.914,71 126.210,39 10,16
Januari 2013 643.111,96 622.229,59 1.265.341,55 139.879,35 9,05
Februari 2013 517.806,00 605.916,61 1.123.722,61 135.687,55 8,28
Maret 2013 592.913,03 689.608,92 1.282.521,95 144.384,69 8,88
April 2013 592.320,92 645.280,08 1.237.601,00 131.911,60 9,38
Mei 2013 576.293,31 640.897,77 1.217.191,08 136.291,74 8,93
Juni 2013 589.818,77 659.935,85 1.249.754,62 127.871,65 9,77
total setahun terakhir 7.119.868,68 7.638.789,52 14.758.658,20 1.567.727,60 113,62
Rata-rata
593.322,39 636.565,79 1.229.888,18 130.643.96 9,47

5.Analisa
Berdasarkan data yang telah
diperoleh dari bab sebelumnya dapat
dijelaskan bahwa nilai rata-rata Specific
Energy Consumption (SEC) pada Spinning
Mill Factory 1A sebesar 10,76 Kwh/Kg/bulan
dan pada Spinning Mill Factory 1B nilai rata-
ratanya sebesar 9,47 Kwh/kg/bulan setelah


iv

kita mengetahui nilai rata-rata Specific Energy
Consumption (SEC) dari Spinning Mill Factory
1A dan 1B lalu ciptakanlah peluang
penghematan energi agar terciptannya Energi
yang lebih efisien atau kurang dari nilai rata-
rata di atas. Adapun analisa dan peluang
penghematan energi sebagai berikut:
5.1 Peluang Penghematan Pada Sistem
Pencahayaan
Dari data LUX dan daya
pencahyaan diatas maka instalasi pada
penerangan sudah baik dan tidak perlunya
adanya perubahan tata letak titik
pencahayaan maupun penambahan lampu
yang dipakai karena hampir 100% daya
pencahyaan dibawah standar nasional
indonesia (SNI) 03-6197-2000. Akan tetapi
peluang penghematan pada pencahyaan
masih ada antara lain:


A. Pemanfaatan cahaya alami
Menggunakan cahaya
matahari merupakan salah
satu cara untuk menghasilkan
peluang penghematan energi
khusunya pada sistem
pencahayaan.
Memaksimalkan cahaya
matahari sudah merupakan
kewajiban bagi seluruh
industri Indonesia
dikarenakan penggunaan
cahaya matahari untuk
penerangan pada siang hari
dapat pengurangi pemakaian
energi lampu untuk
penerangan ruangan akan
tetapi permasalahan sampai
saat ini bnyak industri di
Indonesia yang jarang
memaksimalkan cahaya
matahari sebagai alternative
penerangan pada siang hari.
B. Pencahayaan Tugas
Khusus
Pencahayaan tugas
khusus menunjukkan
dibutuhkannya pencahayaan
yang baik hanya pada areal
yang kecil dimana aktifitas
tersebut dilaksanakan.
C. Perawatan Lampu
Perawatan penting
bagi efisiensi lampu. Tingkat
pencahayaan menurun
dengan bertambahnya waktu
disebabkan penuaan lampu
dan debu pada peralatan.
permukaan lampu dan
ruangan. Faktor-faktor
tersebut secara bersamaan
dapat menurunkan
pencahayaan total sebesar
50% atau lebih.
D. Penggantian Ballast Lampu
Penggantian ballast
lampu penerangan dari
penggunaan ballast biasa
menjadi ballast elektronik
pada 471 titik lampu.
Perubahan dari ballast
konvensional ke ballast
elektronik untuk lampu TL 2 x
40 watt, didapatkan selisih
konsumsi daya sebesar 10
watt. Dengan demikian
didapatkan potensi
penghematan dari sistem
pencahayaan sebesar 4.710
watt. Bila lampu tersebut
digunakan selama 24 jam
perhari, maka didapatkan
potensi penghematan energi
sebesar (4.710 watt x 24 jam
x 30hari x 12bulan) / 1.000 =
40.694,4 kWh pertahun.
5.2 Peluang Penghematan Pada Sistem
Tata Udara
Dari hasil perhitungan di atas diketahui
bawah semua sistem tata udara yang
terpasang sudah efisien dikarenakan jumlah
EER diatas 11. Akan tetapi masih ada peluang
penghematan yang tersedia:
A. Optimasi Alat Penukar Panas
Proses
suatu kecenderungan dalam
menerapkan batas keselamatan
yang tinggi bagi operasi, yang
mempengaruhi tekanan hisap
kompresor/ titik penyetelan
evaporator.

B. Multi-Tahap untuk Efisiensi
Operasi kompresor yang efisien
mensyaratkan bahwa perbandingan
kompresi harus dijaga rendah untuk
mengurangi tekanan dan suhu
buangan. Untuk penerapan suhu


v

rendah yang melibatkan
perbandingan kompresi yang tinggi,
dan untuk persyaratan kisaran suhu
yang lebih luas, maka lebih disukai
(disebabkan keterbatasan
perancangan) dan kadangkala
ekonomis

C. Pemeliharaan Permukaan
Penukar Panas
Setelah kompresor dibeli,
pemeliharaan yang effektif
merupakan kunci bagi pengoptimalan
pemakaian energi. Perpindahan
panas dapat juga diperbaiki dengan
pemisahan minyak pelumas dan
refrigeran yang baik.
6. Kesimpulan dan Saran
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data dan
analisa yang sudah dijelaskan pada Bab
IV dan bab V mengenai AUDIT ENERGI
UNTUK MENCAPAI PELUANG
PENGHEMATAN ENERGI PADA
SPINNING MILL FACTORY 1A dan 1B
PT. KURABO MANUNGGAL TEXTILE
INDUSTRIES (PT. KUMATEX), maka
penulis merumuskan beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan pengolahan data
dan analisa dapat disimpulkan
bahwa pemanfaatan energi pada
PT.kumatex sudah baik ini dilihat
dari rata-rata jumlah SEC yang
hanya 10,76 Kwh/Kg/Bulan.
2. Jumlah SEC mempengaruhi
penggunaan energi semakin tinggi
nilai SEC maka pemakaian energi
semakin besar (boros) dan
semakin rendahnya nilai SEC
maka pemakaian energi semakin
sedikit (hemat)
3. Dari rokomendasi didapatkan
peluang penghematan energi
pada pemanfaatan cahaya alami
sebesar 0,49% sedangkan pada
pencahayaan tugas khusus
sebesar 1,37% dan pada
penggantian ballast lampu
sebesar 0,41% dari keseluruhan
total Kwh yang ada



6.2 Saran
Untuk penciptakan peluang penghematan
energi pada Spinning Mill Factory 1A dan
1B berdasarkan data yang terungkap dari
hasil penelitian. Penulis menyarankan
sebagai berikut:
1. Pada analisa sistem penerangan
sebaiknya perlu adanya
penggantian jenis lampu yang
sudah ada dengan jenis lampu
LED supaya daya yang tepakai
akan semakin kecil tetapi tingkat
penerangan sama. Sehingga
biaya yang dikeluarkan akan
semakin berkurang.
2. Lebih memaksimalkan
penggunaan pencahayaan alami
pada siang hari di karenakan
dapat mengurangi penggunaan
pencahayaan buatan sehingga
dapat menurunkan biaya tagihan
listrik.
3. Pada sistem Tata udah sudah
baik dikarenakan nilai EER sudah
di atas nilai Standar nasional
Indonesia (SNI) akan tetapi harus
adannya perawatan secara
berkala supaya ac yang
digunakan selalu baik dan dapat
mempertahankan Nilai EER yang
sudah ada.
4. Perlu ditingkatkan lagi kesadaran
akan pentingnya penghematan
energi dengan menggunakan
pamphlet-pamphlet,stiker,dan
benner-benner yang menuliskan
tentang pentingnya penghematan
energi.

Daftar pustaka
Arora, C.P. Refrigeration and Air Conditioning.
Second edition. Tata McGraw
HillPublishing Company Ltd. 2000.

Bureau of Energy Efficiency, Ministry of
Power, India. HVAC and Refrigeration
Systems. In: Energy Efficiency in
Electrical Utilities, chapter 4. 2004

Caffal, C., 1995. Energy Management in
Industry. Centre for the Analysis and
Dissemination of Demonstrated


vi

Energy Technologies (CADDET),
Sittard, the Netherlands

Darmasetiawan, C. and Puspakesuma, L.
1991, Teknik Pencahayaan dan Tata
Letak Lampu, Gramedia, Jakarta.
Depdiknas ,RI.2000, Audit Energi, Depdiknas
RI, Jakarta
Energy Efficiency and Conservation Clearing
House Indonesia (EECCHI).2000.
Konservasi energi pada sistem
pencahayaan,(PDF),
http://konservasienergiindonesia.info/fi
les/standards.pdf. diundah 28 juni
2013.
Purnomo, ridwan.2010. pengertian dan rumus
SEC,
http://www.energyefficiencyindonesia.i
nfo/application/assets/files/3/LW_DAY
_4_Presentasi_EINCOPS_25_Mrt_20
11_Jkt-PT_Semen_Tonasa.pptx.
(ppt). di akses tanggal 8 juni 2013.
Rusman Panjaitan, Drs.1988. Lampu-lampu
Listrik dan Penggunaannya, Tarsito,
Bandung.
Sanken community.2008,BTU dan EER,
http://sankencommunity.blogspot.com/
2008/04/btu-dan-eer.html. di akses
tanggal 5 juni 2013.
Sofyan.2011,pengertian
AC,(online),http://www.scribd.com/doc
/51428151/PENGERTIAN-AC. di
akses tanggal 28 mei2013.
Tugas dan catatan sekolah.2010,prinsip cara
kerja Air conditioner,(online),
http://mengerjakantugas.blogspot.com
/2009/07/prinsip-cara-kerja-air-
conditioner.html. di akses tanggal 2
juni 2013.
Ucep._,Pencahayaan,(pdf),http:/www.energye
fficiencyasia.org/does/ee_modules/ind
o/ chapter %20-
%20(bahasa%20Indonesia).pdf.
diundah pada 14 april 2013.
Universitas pendidikan Indonesia. 2011,
repository.upi.edu/.../s_e5231_081165
4_chapter2.pdf, (download).