Anda di halaman 1dari 87

Power Plant Academy PT.

Pem
1
PT. PEMBANGKITAN
POWER PLANT ACAD
1.1.

Dalam rangka menca
terhadap Road Map dan S
Jangka Panjang Perusah
Perusahaan (RKP) !ang d
Pem"ahasan "erikut in
management !ang menja
pencapaian target dan "e
operasi dan e%isiensi Pem"
Dalam pengelolaan ass
sset( Kno*ledge sset m
,am"ar 1# Manajemen

TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu menjelaskan
Management

T. Pembangkitan Jawa Bali
NGKITAN JAWA BALI
ANT ACADEMY Operation and Ei!ien!" Mana#
1.1. LATAR BELAKANG




gka mencapai Visi & Misi perusahaan dan peme
Map dan Strategi !ang dija"arkan dalam Program Re
ng Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja ng
!ang di "agi menjadi "e"erapa stream#
n "erikut ini menitik"eratkan pada $peration and e%%i
!ang menjadi "agian pengelolaan asset untuk mend
rget dan "er"agai pers!aratan !ang telah ditetapkan
siensi Pem"angkit &enaga 'istrik#
gelolaan asset !ang ter"agi menjadi Phisical sset( )
ge sset maka dapat digam"arkan se"agai "erikut +
# Manajemen $perasi dan e%isiensi dalam pengelolaan
ELAJARAN
enjelaskan 'atar -elakang $peration and .%%icienc!

en!" Mana#e$ent
dan pemenuhan
Program Rencana
Kerja nggaran
tion and e%%icienc!
untuk mendukung
ditetapkan terkait
ical sset( )uman
i "erikut +

engelolaan sset
.%%icienc!

Power Plant Academy PT. Pembangkitan Jawa Bali
/
PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI
POWER PLANT ACADEMY Operation and Ei!ien!" Mana#e$ent
Konsep Manajemen $perasi dan e%%isiensi se"agai "agian pengelolaan
Kno*ledge sset !ang meliputi serangkaian kegiatan perencanaan
pengendalian produksi dan transaksi .nergi 'istrik mem"utuhkan kesiapan
dan ketersediaan dari "idang lain untuk untuk mengelola "er"agai asset
!ang diperlukan sehingga sasaran pem"angkit "eroperasi secara aman(
andal( e%isien( mentaati ketentuan lingkungan dan keselamatan serta
regulasi !ang "erlaku dapat tercapai#








1.2.1 Sistem Tenaga Listrik
a. Sistem Tenaga Listrik
Produk utama dalam
pembangkit dan Energi L
utama karena sifat pem
energi listrik sehingga kes
itu menjadi hal yang pen
yang dihasilkan dari sistem
Secara garis besar Siste
yaitu Pusat Pembangkit
konsumen.
Gambar . Sistem Tenaga

TUJUAN PEMBELAJARAN
!ampu menjelaskan
!ampu menjelaskan
Pembangkit
!ampu menjelaskan

1.2. KONSEP DASAR


naga Listrik dan Jenis Pembangkit

a dalam sistem tenaga listrik adalah kesiapan
an Energi Listrik. "esiapan operasi pembangkit menjad
a sifat pembebanan yang berubah#ubah mengikuti
ehingga kesiapan unit pembangkit untuk merespon pe
al yang penting, sedangkan energi listrik sendiri ad
n dari sistem Tenaga Listrik.
besar Sistem Tenaga Listrik terbagi menjadi 3 bagia
Pembangkit, Saluran Transmisi Energi Listrik, $ist
stem Tenaga Listrik
ELAJARAN
jelaskan Sistem Tenaga Listrik dan %enis Pembangkit
jelaskan $eklarasi "esiapan Pembangkit dan &ndeks "
jelaskan Perjanjian %ual 'eli Transaksi Energi Listrik
kesiapan operasi
ngkit menjadi produk
mengikuti demand
erespon perubahan
k sendiri adalah apa
jadi 3 bagian utama
Listrik, $istribusi ke

embangkit
an &ndeks "inerja
rgi Listrik
Selain produk utama berupa kesiapan dan energi listrik, pusat pembangkit
listrik juga diharapkan memenuhi beberapa indikator berdasarkan customer
perspektif diantaranya ( durasi dan jumlah kejadian terganggunya pasokan
energi listrik effisiensi pengoperasian pembangkit yang mempengaruhi biaya
pokok penyediaan energi listrik.

b. Jenis Pembangkit
$alam menghasilkan energi listrik secara umum suatu pembangkit listrik
mengkon)ersi energi mekanis yang dihasilkan oleh penggerap utama yang
terhubung dengan Generator. Penggerak utama tersebut membutuhkan
energi primer untuk menghasilkan energi mekanis, berbagai energi primer
yang digunakan diantaranya 'ahan bakar *osil, +uklir, ,ir, Panas bumi,
Surya, dll.
Terdapat berbagai jenis pembangkit yang digunakan sebagai pusat
pembangkit listrik, berikut pembagian berdasarkan jenis penggerak utama
dan energi primer dari suatu pembangkit, diantaranya (
Pusat Listrik Tenaga ,ir-!ikro .ydro /PLT,-PLT!.0
Penggunaan ,ir sebagai energi primer yang dialirkan ke penggerak
utama baik dengan menampung dalam suatu bendungan ataupun tanpa
bendungan untuk memdapatkan aliran air.
Pusat Listrik Tenaga $iesel /PLT$0
Pembangkit Listrik dengan menggunakan mesin diesel yang berbahan
bakar !inyak .S$ untuk menghasilkan Energi Listrik.
Pusat Listrik Tenaga 1ap / PLT10 'atubara-Gas bumi-!inyak
Pembangkit Listrik yang menggunakan 1ap sebagai media penggerak
turbin. 1ap tersebut dihasilkan dari pemanasan air baku di dalam boiler
baik dengan menggunakan bahan bakar batubara, Gas maupun !inyak.
Pusat Listrik Tenaga Gas /PLTG0
Pembangkit Listrik dengan tipe penggerak utama nya menggunakan
media Gas dengan temperatur tinggi. Gas tersebut dihasilkan dari
kompresi udara dan pembakaran natural gas atau bahan bakar minyak.
Pusat Listrik Tenaga Gas 1ap /PLTG10
Pembangkit Listrik yang mengabungkan konsep PLTG dan PLT1, dimana
energi primer dari PLT1 didapat dari Gas buang PLTG.
Pusat Listrik Tenaga Panasbumi /PLTP0
Pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi /Geothermal0 sebagai
energi penggeraknya. Panas bumi didapatkan dengan mengebor tanah di
daerah yang berpotensi untuk membuat lubang gas panas yang akan
dimanfaatkan memanaskan ketel uap /boiler0 sehingga uapnya
menggerakkan turbin uap yang tersambung ke generator. Sedangkan
panas bumi yang mempunyai tekanan tinggi, dapat langsung memutar
turbin generator setelah uap yang keluar dibersihkan terlebih dahulu.
Pusat Listrik Tenaga +uklir /PLT+0
Suatu pembangkit listrik dimana energi primer diperoleh dari reaktor
nuklir. 2eaktor tersebut menghasilkan panas yang digunakan untuk
menghasilkan uap sebagai media penggerak turbin.
Pusat Listrik Tenaga Surya /PLTS0
!erupakan pembangkit yang memanfaatkan sinar matahari sebagai
penghasil listrik. PLTS biasa digunakan di daerah pantai, pesisir,
pegunungan. "omponen utama dari PLTS ini adalah !odul / Panel Solar
cell0 yang menangkap dan merubah energi matahari menjadi energi listrik,
regulator yang berfungsi untuk pengisian dari modul surya ke battery
control regulator dan penyaluran beban, serta 'attery yang berfungsi
untuk menyimpan dan menyalurkan energi listrik.

Pusat pembangkit listrik pada umumnya dibangun sesuai pengelompokkan
unit dengan mesin yang memiliki karakteristik relatif sama yang meliputi jenis
pembangkit, kapasitas mesin, tahun pembuatan mesin, karakteristik operasi
dan lokasi yang sama, selanjutnya di sebut entitas. !isalnya dalam satu
pusat pembangkit Listrik dapat terdiri dari 3 entitas yaitu entitas PLT1, terdiri
dari unit masing#masing berkapasitas 33 !4, entitas PLTG, terdiri dari 3
unit masing masing kapasitas 533 !4, dan entitas PLTG1 terdiri dari 3 unit
Gas Turbin kapasitas 563 !4 dan Steam Turbin 53 !4.
Gambar 3. Entitas PLTG1
$alam hal pengelolaan,
indikator lainnya yang
pembangkit.

. Diagram Pr!ses Pembang
Secara umum diagram pr
energi listrik dapat digamb
Gambar 3. Proses Pusat L

Energi primer adalah ba
utama atau sumber untu
utama atau prime mover
jenis turbin yang digunak

s PLTG1 configurasi 3 GT 3 .2SG 5 ST
engelolaan, transaksi dan proses perhitungan kesiap
digunakan sebagai acuan adalah berdasarka
s Pembangkit
diagram proses proses pembangkit dari energi primer
apat digambarkan sebagai berikut (
oses Pusat Listrik secara 1mum
r adalah bahan yang digunakan sebagai media pe
umber untuk membuat media penggerak utama.
e mover dari pembangkit biasanya disebut turbin. P
ang digunakan sangat tergantung dari jenis media pe
ngan kesiapan serta
berdasarkan entitas
nergi primer menjadi

ai media penggerak
utama. Penggerak
but turbin. Pemilihan
is media penggerak
yang digunakan. Penggerak utama ini terhubung dengan generator yang
akan merubah energi kinetik menjadi energi listrik sesuai dengan batasan
kapasitas serta proteksi generator.
Energi Listrik tersebut kemudian melalui transformer dengan tujuan
menaikkan tegangan sehingga meminimalkan rugi#rugi yang di sebabkan
penghantar yang relatif panjang. $alam menghantarkan energi listrik
digunakan saluran transmisi dengan beberapa tingkat berdasarkan nilai
tegangan nominal.

+ama
2entang
Tegangan 2endah
sampai 5333 7
Tegangan !enegah
5#53 k)
53#33 k7
33#83 k7
Tegangan Tinggi
83#93 k)
93#33 k7
33#633 k7
Tegangan Ekstra Tinggi
633#833 k)
833#5333 k7
diatas 5333 k7

Tabel 5. 2eferensi tegangan

$ari berbagai transmisi tersebut akan didistribusikan ke berbagai konsumen
yang dibedakan juga berdasarkan kelas tegangan dan kapasitas $aya !7,.

d. E""isiensi Pembangkit
!asing# masing jenis pembangkit listrik memiliki karakteristik, effisiensi dan
nilai keekonomian /harga pokok produksi # 2p-k4h0 yang berbeda.
Perbedaan inilah yang menentukan pembebanannya dalam suatu sistem
tenaga listrik Terdapat 3 pertimbangan untuk menentukan komposisi
pembebanan pembangkit yaitu keekonomian, keamanan dan kualitas sistem
tenaga listrik yang disusun menurut tingkatan biasa disebut !erit order.

Gambar 6. "omposisi

$ari berbagai kriteria
segmen pembangkit yaitu
5. Segmen 'eban $
$asar, PLTP, PLT1
. Segmen 'eban !
PLTG1
3. Segmen 'eban P
mempunyai respon
dan PLTG

$alam pembangkit therma
yaitu ditinjau dari sisi Pro
penjualan netto yang dise

Gambar 6. Produksi, Pem

Perhitungan Plan .eat ra
bahan bakar /dalam k:
dihasilkan selama periode
/Produksi0 sedangkan un
dengan formula sebagai b


=
Lis Energi kWh
kCalBahan
NPHR
. .
-
2.000
4.000
6.000
8.000
10.000
12.000
14.000
16.000
18.000
20.000
22.000
0
:
3
0
2
:
3
0
4
:
3
0
6
:
3
0
8
:
3
0
1
0
:
3
0
MW
Batubara PLTA Waduk HSD

mposisi Pembebanan Pembangkit
i kriteria pembebanan dalam sistem tenaga listrik
angkit yaitu (
'eban $asar, termasuk dalam kategori ini adala
PLTP, PLT1 'atubara
n 'eban !edium, dalam kategori ini diantaranya P
n 'eban Puncak, berdasarkan karakteristik pembang
nyai respon perubahan yang relatif cepat yaitu PLT,
thermal, efisiensi secara umum dikelompokkan m
dari sisi Produksi disebut Gross Plant .eat rate dan
to yang disebut +ett Plant .eat 2ate.
oduksi, Pemakaian Sendiri dan Penyaluran Energi Listr
lan .eat rate tersebut adalah membagi total pemakaia
/dalam k:al0 terhadap jumlah k4h energi listri
lama periode tertentu. 1ntuk GP.2 menggunakan k4
kan untuk +P.2 menggunakan k4h +etto /P
la sebagai berikut (
Netto Listrik
akar alBahanB
. .

20.517
1
2
:
3
0
1
4
:
3
0
1
6
:
3
0
1
8
:
3
0
2
0
:
3
0
2
2
:
3
0
1/2 a!
M"# $a%bu!& PLTP PLTA Da%ar
ga listrik terdapat 3
ori ini adalah PLT,
ntaranya PLT1 dan
tik pembangkit yang
t yaitu PLT, 4aduk
ompokkan menjadi ,
dan dari sisi

Energi Listrik
tal pemakaian energi
listrik yang
ggunakan k4h 'ruto
h +etto /Penjualan0


=
Gross Listrik Energi kWh
akar kCalBahanB
GPHR
. . .

*ormula effisensi thermal berbanding terbalik dengan Plant .eat 2ate dan
dinyatakan dalam persen.

% 100
. .
860 x
akar kCalBahanB
Listrik Energi kWh
x Thermal Effisiensi

=


$alam penilaian effisensi thermal di 1nit Pembangkit thermal di PT. P%' nilai
k4h Energi listrik yang digunakan adalah meter penjualan.

1.2.2 Dek#arasi Kesia$an Pembangkit dan %ndeks Kiner&a Pembangkit
&nformasi mengenai kondisi dan kesiapan Pembangkit berdasarkan Standar
&nternasional /G,$S#+E2:0 sangat diperlukan dalam pengusahaan operasi
sistem. ;perator sistem akan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar
dalam pengambilan keputusan perintah dispatch. ,kurasi tingkat sekuriti dan
keandalan sistem akan tergantung kepada kebenaran atau kemutakhiran dari
informasi tentang kondisi dan kesiapan Pembangkit tersebut.
$isamping itu, kebutuhan operasi sistem saat ini juga menghendaki
diberlakukannya<
a0. mekanisme niaga yang mendorong kesiapan Pembangkit, dan
b0. pengertian yang sama tentang cara perhitungan indikator kinerja
pembangkit.
&nformasi mengenai kesiapan Pembangkit aktual menjadi salah satu
parameter yang penting dalam menentukan besar pembayaran yang akan
diperoleh Pembangkit. ;leh karena itu mekanisme deklarasi kondisi
Pembangkit dan cara perhitungan &ndikator "inerja Pembangkit perlu disusun
agar dapat membantu pengusahaan operasi sistem dalam mempertahankan
sekuriti dan keandalan, serta merupakan sumber informasi kesiapan aktual
Pembangkit untuk keperluan perhitungan pembayaran dan agar semua pihak
terkait dapat menggunakan parameter dan metode perhitungan yang sama
untuk keperluan pengusahaan operasi sistem maupun pembangkit.
$engan prosedur tetap deklarasi kondisi Pembangkit dan indikator kinerja
pembangkit ini diharapkan operasi sistem dan pelaksanaan mekanisme niaga
sistem tenaga listrik %a=a 'ali dapat berjalan lebih baik dan lancar.

a. Diagram K!ndisi 'Stat(s) Unit Pembangkit
$alam Protap $eklarasi "esiapan Pembangkit dan &ndeks "inerja
Pembangkit, kondisi unit dapat dikelompokan dalam berbagai status unit
pembangkit berikut (





Terdapat dua kategori utama dalam status unit pembangkit diatas yaitu >,"T&*? dan
?T&$," ,"T&*?.

T&$," ,"T&* didefinisikan sebagai status unit tidak siap operasi untuk jangka =aktu
lama karena unit dikeluarkan untuk alasan ekonomi atau alasan lainnya yang tidak
berkaitan dengan peralatan-instalasi pembangkit.
@ang termasuk dalam kondisi ini adalah
>&+,:T&7E 2ESE27E? yaitu status bagi unit pembangkit yang
direncanakan sebagai cadangan untuk jangka panjang, 2eser)e
Shutdo=n /2S0 sedikitnya 83 hari dan memerlukan =aktu paling lama A
hari untuk persiapan operasi,
>!;T.',LLE$? yaitu status unit pembangkit yang sedang disiapkan
untuk idle dalam jangka panjang dan hanya berlaku untuk pembangkit#
pembangkit yang oleh pihak perusahaan /pemilik0 nya sedang
dipertimbangkan untuk mengudurkan diri dari sistem karena faktor usia
pembangkit sudah tua dan sering terjadi gangguan mekanis, dan
>2ET&2E$? yaitu unit yang untuk selanjutnya diharapkan tidak beroperasi
lagi namun belum dibongkar instalasinya.
,"T&* berdasarkan bagan diatas dikelompokkan menjadi beberapa status berikut (
Planned ;utage /P;0 ( yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya pekerjaan
pemeliharaan periodik pembangkit seperti inspeksi, o)erhaul atau pekerjaan
lainnya yang sudah dijad=alkan sebelumnya dalam rencana tahunan
pemeliharaan pembangkit atau sesuai rekomendasi pabrikan. Perubahan P;
dapat dire)is paling akhir dalam 2;' dimana P; akan dilaksanakan dan jika
dibutuhkan oleh sistem dapat dire)isi dalam 2;! dimana P; akan
dilaksanakan.
Planned ;utage EBtension /PE0 ( yaitu outage perpanjangan yang
direncanakan, sebagai perpanjangan Planned ;utage /P;0 yang belum
selesai pada =aktu yang telah ditentukan. &ni artinya bah=a sebelum dimulai,
periode dan tanggal operasinya telah ditetapkan. PE hanya bisa dilakukan 5
/satu0 kali dan diajukan pada saat P; berlangsung, serta telah dijad=alkan
dalam 2;'-2;!-2;.. Semua pekerjaan sepanjang PE adalah bagian dari
lingkup pekerjaan a=al dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage
mulai. %ika periode PE mele=ati batas =aktu yang telah ditentukan, maka
statusnya adalah *;5.
!aintenance ;utage /!;0 ( yaitu keluarnya pembangkit untuk keperluan
pengujian, pemeliharaan pre)entif, pemeliharaan korektif, perbaikan atau
penggantian suku cadang atau pekerjaan lainnya pada pembangkit yang
dianggap perlu dilakukan, yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya hingga
jad=al P; berikutnya dan telah dijad=alkan dalam 2;'-2;! berikutnya.
!E C !aintenance ;utage EBtension( yaitu pemeliharaan outage
perpanjangan, sebagai perpanjangan !; yang belum selesai dalam =aktu
yang telah ditetapkan. &ni artinya bah=a sebelum !; dimulai, periode dan
tanggal selesainya telah ditetapkan. Semua pekerjaan sepanjang !E adalah
bagian dari lingkup pekerjaan a=al dan semua perbaikan ditentukan sebelum
outage mulai dan diusulkan oleh pembangkit.
SE C Scheduled ;utage EBtension( adalah perpanjangan dari Planned
;utage /P;0 atau !aintenance ;utage /!;0, yaitu outage yang melampaui
perkiraan durasi penyelesaian P; atau !; yang telah ditentukan
sebelumnya.
S* C Startup *ailure( yaitu outage yang terjadi ketika suatu unit tidak mampu
sinkron dalam =aktu startup yang ditentukan setelah dari status outage atau
2S. S* mulai ketika terjadi problem yang menghambat startup. S* berakhir
ketika unit sinkron, terjadi gagal start lainnya, atau berubah ke status lain
yang diiDinkan. Periode Startup untuk masing#masing unit ditentukan oleh
1nit pembangkit. .al ini spesifik untuk tiap unit, dan tergantung pada kondisi
unit ketika startup /panas, dingin, standby, dll.0. Periode start up dimulai dari
perintah start dan berakhir ketika unit sinkron.
*; C *orced ;utage( yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya kondisi
emergensi pada pembangkit atau adanya gangguan yang tidak diantisipasi
sebelumnya serta yang tidak digolongkan ke dalam !; atau P;.
*;5 C *orced ;utage E &mmediate( adalah outage yang memerlukan
keluarnya pembangkit dengan segera baik dari kondisi operasi, 2S atau
status outage lainnya. %enis outage ini diakibatkan oleh kontrol
mekanik-electrical-hydraulic unit pembangkit trip atau ditripkan oleh operator
sebagai respon atas alarm-kondisi unit.
*; C *orced ;utage E $elayed( adalah outage yang tidak memerlukan
unit pembangkit untuk keluar segera dari sistem tetapi dapat ditunda paling
lama dalam 8 /enam0 jam. ;utage jenis ini hanya dapat terjadi pada saat unit
dalam keadaan terhubung ke jaringan serta melalui proses penurunan beban
bertahap.
:atatan ( atas persetujuan $ispatcher dengan operator pembangkit mengenai =aktu
shutdo=n
*;3 C *orced ;utage E Postponed( adalah outage yang dapat ditunda lebih
dari 8 /enam0 jam. ;utage jenis ini hanya dapat terjadi pada saat unit dalam
keadaan terhubung ke jaringan.
Penundaan harus diberitahukan secara resmi /setelah ada pembicaraan a=al0.
P$ C Planned $erating( adalah derating yang dijad=alkan dan durasinya
sudah ditentukan sebelumnya dalam rencana tahunan-bulanan pemeliharaan
pembangkit. $erating berkala untuk pengujian, seperti test klep turbin
mingguan, bukan merupakan P$, tetapi !$.
!$ C !aintenance $erating( adalah derating yang dapat ditunda melampaui
akhir periode operasi mingguan /"amis, pukul 6(33 4&'0 tetapi memerlukan
pengurangan kapasitas sebelum P; berikutnya. !$ harus dijad=alkan
dalam rencana mingguan /2;!0.
$E C $erating EBtension( adalah perpanjangan dari P$ atau !$ yang
melampaui tanggal penyelesaian yang diperkirakan.
*$5 C *orced $erating E &mmediate( adalah derating yang memerlukan
penurunan kapasitas segera /tidak dapat ditunda0.
*$ C *orced $erating E $elayed( adalah derating yang tidak memerlukan
suatu penurunan kapasita segera tetapi memerlukan penurunan dalam
dalam =aktu 8 /enam0 jam.
*$3 C *orced $erating E Postponed( adalah derating yang dapat ditunda
lebih dari 8 /enam0 jam.
2S C 2eser)e Shutdo=n( adalah suatu kondisi apabila unit siap operasi
namun tidak disinkronkan ke sistem karena beban yang rendah. "ondisi ini
dikenal juga sebagai economy outage atau economy shutdo=n
+: C "ondisi +oncurtailing( adalah kondisi yang dapat terjadi kapan saja
dimana peralatan atau komponen utama tidak dioperasikan untuk keperluan
pemeliharaan, pengujian, atau tujuan lain yang tidak mengakibatkan unit
outage atau derating.
.
PL+ P3' %' mengembangkan sistem informasi untuk mengetahui kondisi
pembangkit, dimana dari informasi yang disampaikan dapat diketahui besaran C
besaran *;., !;., P;., EP$., E*$. dan lainnya sebagai dasar penentuan nilai
faktor yang diperhitungkan seperti E,*, E*;2, S;* yang disebut aplikasi .$"P
/.arian $eklarasi "ondisi Pembangkit0.

b. %ndikat!r Kiner&a Pembangkit
"inerja Pembangkit mengacu pada G,$S +E2: dengan beberapa indikator
utama yang dijadikan indikator pengukuran kinerja. &ndikator utama yang
dijadikan pengukuran kinerja operasi pembangkit diantaranya (

EAF (Equivalent Availability Factor), yaitu indikator kinerja ketersediaan
pembangkit yang telah memperhitungkan dampak dari derating pembangkit.
E,* memiliki rumus (

% 100 X
PH
EPDH EFDH MOH POH FOH PH
EF

=

EFOR (Equivalent Forced Outage Rate), yaitu indikator menunjukkan tingkat
gangguan outage dan derating tiap periode operasi yang diharapkan.

% 100
.
X
EFDHR! Hrs !"n#hr !H FOH
EFDH FOH
EFOR
+ + +
+
=


SOF (Scheduled Outage Factor ), yaitu rasio dari jumlah jam unit pembangkit
keluar terencana /planned outage dan maintenance outage0 terhadap jumlah
jam dalam satu periode. 'esaran ini menunjukkan prosentase kondisi unit
pembangkit akibat pelaksanaan pemeliharaan, inspeksi dan o)erhoul pada
suatu periode tertentu.
% 100 X
PH
MOH POH
!OF
+
=


"eterangan (
P. ( Period .our /jumlah jam dalam 5 bulan tagihan0
*;. ( *orce ;utage .our /jumlah jam pembangkit keluar paksa0
P;. ( Planned ;utage .our /jumlah jam pembangkit keluar terencana
karena pemeliharaan rutin tahunan0
!;. ( !aintenance ;utage .our /jumlah jam pembangkit keluar untuk
pemeliharaan di luar pemeliharaan rutin tahunan yang direncanakan le=at
penyampaian 2encana $aya !ampu !ingguan0
E*$. ( EFuifalent *orced $erating .our /penurunan daya mampu dalam
=aktu tertentu yang tidak terencana dan dieFui)alentkan dalam satuan jam.
EP$. ( EFui)alent Planned $erating .our /penurunan daya mampu
dalam =aktu tertentu yang direncanakan dan dinyatakan dalam 2$! yang
dieFui)alentkan dalam satuan jam0
Synch .rs ( Synchronous .ours, jumlah jam unit beroperasi sebagai
synchronous condenser.
E*$.2S ( EFui)alent *orced $erated .ours during 2eser)e Shutdo=n,
adalah perkalian antara jumlah jam unit pembangkit forced derating selama
reser)e shutdo=n dan besar penurunan derating dibagi dengan $!+.
S. ( Ser)ice .ours, jumlah jam operasi unit pembangkit tersambung
ke jaringan transmisi, baik pada kondisi operasi normal maupun kondisi
derating.

SdOF Sudden outage Frequency : adalah rata C rata jumlah gangguan
mendadak unit pembangkit per periode tinjauan.

=
$it %nit
FO
!&OF
.
1 .


*;5 ( outage yang memerlukan keluarnya pembangkit dengan segera
baik dari kondisi operasi, 2S atau status outage lainnya. %ika dari kondisi
operasi masuk dalam kategori *;5 apabila keluarnya pembangkit tidak
sesuai dengan prosedur shutdo=n normal.

. K!de Pen*ebab ' a(se !de ) K!ndisi Pembangkit
$alam pelaporan kondisi kondisi pembangkit selalu disertai dengan keterangan
kode penyebab. 2incian kode penyebab tersebut dikelompokkan berdasarkan
Sistem- "omponen peristi=a untuk tiap jenis pembangkit /PLT,, PLTG, PLTG1,
PLT1, PLT$, dan PLTP0 yang disusun bertingkat menjadi beberapa le)el.

Gambar 6

Tujuan dari pemberian caus
!empermudah peng
E)aluasi lebih cepat
Perlakuan pemban
pera=atan, perencan
Penyediaan suku ca
Efesiensi biaya peng
!empermudah peng

$alam pemilihan :ause
gangguan /bukan kompone


Gambar G. Gangguan salura

Gambar 6. "ode Penyebab "ondisi Pembangkit
n cause code ini adalah (
mudah pengelompokan status-kondisi pembangkit
i lebih cepat dan akurat
n pembangkit yang tepat dan terarah dalam pengo
an, perencanaan
aan suku cadang yang tepat
pengusahaan
mudah pengambilan kebijakan lebih lanjut
:ause :ode pastikan memilih komponen penyeba
an komponen alat bantu yang mencetuskan gangguan kom
gguan saluran udara menuju salah satu klep pengatur feed

alam pengoperasian,
en penyebab utama
gguan komponen0.

ngatur feed=ater
:ontohnya, gangguan udara control menuju salah satu :ontrol 7al)e feed=ater
bisa menyebabkan )al)e itu menutup, dan Le)el drum akan turun yang jika
mencapai batasnya akan menyebabkan 'oiler Trip. $alam hal ini, kode
penyebabnya adalah control )al)e feed=ater, bukan kode sistem udara control.
*akta bah=a )al)e menutup dipicu oleh gangguan udara control di catat dalam
uraian )erbal.
Pada sisi lain, jika tertutupnya control )al)e feed=ater diakibatkan oleh hilangnya
seluruh sistem udara control, maka kode penyebab untuk sistem udara control
akan dilaporkan sebagai penyebab utama dari peristi=a. $alam hal ini, masalah
sistem udara control menyebabkan gangguan pemakaian banyak control )al)e dan
instrumen di seluruh pembangkit. $aftar penyebab dan kode penyebabnya
selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Protap $"P &"P.
,da sejumlah penyebab outage yang dapat mencegah energi dari pembangkit
sampai pelanggan. 'eberapa penyebab terjadi berkaitan dengan operasi
pembangkit dan peralatan sementara yang lain adalah di luar kendali manajemen
pembangkit misalnya badai salju, angin topan, angin ribut, kualitas bahan bakar
rendah, gangguan pasokan bahan bakar, dan lain lain.
"ondisi ;!: dapat terjadi dalam dua bentuk( outages atau deratings. "ondisi
;!: dapat dikategorikan sebagai *;, !;, P;, *$, !$, P$ tetapi diharapkan
mayoritas adalah kondisi *;. Semua kondisi /termasuk semua kondisi ;!:0 perlu
dilaporkan ke P3' dan perhitungan ;!: akan meniadakan kondisi dan tidak
diperhitungkan dalam setelmen
+E2: mengijinkan kalkulasi peristi=a dengan atau tanpa Peristi=a ;utside
!anagement :ontrol /;!:0. ;utside !anagement :ontrol /;!:0 sebagai catatan
tambahan dalam status ;utage dan derating (


1.2.+. Per&an&ian J(a# Be#i Transaksi Energi Listrik
Pengelolaan ;perasi dan efisiensi pembangkit sangat menentukan besarnya
pendapatan yang diperoleh. 1ntuk bidang pembangkit listrik, besar dan jenis
pendapatan diatur dalam perjanjian jual beli transaksi energi listrik-PP, /Po=er
Purchase ,greement0.
a. Penda$atan K!m$!nen AB,D.
Pendapatan utama dikelompokkan sebagai pembayaran faktor kesiapan
/E,*0 yaitu "omponen , dan "omponen ', dimana (
"omponen , yaitu "omponen pembayaran yang terdiri dari
pengembalian biaya terhadap penyusutan aset, biaya bunga,
pajak, amortisasi biaya pemeliharaan dan nilai 2;E yang
disepakati kedua belah pihak.
"omponen ' yaitu "omponen pembayaran yang terdiri dari
pengembalian biaya operasi dan pemeliharaan yang terdiri dari
biaya material , jasa pemeliharaan, biaya pega=ai, dan biaya
administrasi.
Selain itu pembayaran faktor penjualan energi /k4h0 yaitu komponen : dan
komponen $, dimana (
"omponen : yaitu "omponen pembayaran yang terdiri dari
pengembalian biaya pengadaan bahan bakar
"omponen $ yaitu komponen pembayaran yang terdiri dari
pengembalian biaya )ariabel operasi yang dalam hal ini
didefinisikan sebagai penggantian biaya pelumas dan bahan kimia
yang digunakan dalam operasional pembangkitan.
$alam proses Transaksi untuk Perjanjian %ual 'eli Tenaga Listrik /P%'TL0
membutuhkan beberapa data diantaranya (
Logger yaitu data yang menunjukkan pengiriman dan penerimaan
energi listrik aktif /k=h0 dan reaktif /k)arh0 dalam rentang 33 menit.
Logger bulan tertentu dibuat dari tanggal 5 jam 53.33 bulan tersebut
sampai dengan jam 53.33 tanggal 5 di bulan berikutnya.
'erita ,cara Pengiriman Energi Listrik dari P%' ke PL+ /Persero0 yang
ditandatangani oleh Pejabat 1nit Pembangkit /1P0 dan pejabat 1nit
Pelayanan Transmisi /1PT0 terkait.
'erita ,cara E,* 2ealisasi yang ditandatangani oleh P%' dan PL+
P3'
'erita ,cara penyerahan Gas dari supplier Gas P%'
Laporan pemakaian bahan bakar, termasuk didalamnya )olume dan
harga
&nformasi kurs 2upiah terhadap 1S$ pada hari kerja pertama bulan
tagihan H 5 dari situs resmi 'ank &ndonesia
*ormasi .2SG untuk unit PLTG1

Perhitungan nilai tagihan atas "esiapan dan penjualan energi listrik dari
PT P%' ke PT PL+ /Persero0 dalam periode bulanan dikelompokkan dalam
tiap#tiap entitas entitas Pembangkitan yaitu pengelompokkan unit mesin yang
memiliki karakteristik relatif sama yang meliputi jenis pembangkit, kapasitas
mesin, tahun pembuatan mesin, karakteristik operasi dan lokasi yang sama
sehingga didapatkan jumlah tagihan final /%T*0 untuk total P%' yang terdiri
dari entitas.

b. Ani##ar* Ser-ie.
Selain "omponen utama diatas terdapat beberapa pelayanan tambahan atau
disebut ancillary ser)ice diantaranya (
Technical !inimum Load adalah nilai beban dimana pembangkit masih mampu
dioperasikan di ba=ah nilai $aya !ampu !inimum dalam =aktu tertentu.
:osphi adalah nilai perbandingan antara Energi 2eaktif /k7arh0 dan Energi ,ktif
/k4h0
4eek End Shutdo=n adalah aktifitas shutdo=n pembangkit atas perintah
pengatur beban untuk meningkatkan efisiensi biaya sistem dengan mengurangi
aktifitas pembangkit berbahan bakar ''!.

1.3. RUANG LINGKUP




Pembahasan dalam materi ini meliputi pengelolaan Operasi dan Efisiensi
Pembangkit Listrik sesuai dengan Aturan Jaringan yang ditetapkan Mentri ESDM,
berbagai prosedur terkait transaksi, kesiapan pembangkit, kinerja perusahaan
pembangkitan dan persyaratan lain yang berlaku di sistem kelistrikaan jaa bali
!egulasi , pedoman dan prosedur yang terdapat dalam pengelolaan operasi
pembangkit di sistem Jaa "ali dan internal P# PJ", diantaranya $
%& Aturan Jaringan Sistem #enaga Listrik Jaa'Madura'"ali yang tertuang
dalam aturan Menteri ESDM (omor $ )* tahun +)),
Mengatur mengenai manajemen jaringan Listrik, aturan penyambungan,
peren-anaan dan pelaksanaan Operasi, aturan setelmen sampai dengan
aturan kebutuhan data dan pengukuran dalam sistem tenaga listrik&
+& Protap Deklarasi .ondisi Pembangkit dan /ndeks .inerjas Pembangkit
"erisi prosedur deklarasi dan konfirmasi berbagai kondisi 0status1
pembangkit, perpindahan kondisi yang diijinkan, definisi dan formula
perhitungan indeks kinerja pembangkit serta lampiran kode penyebab
kondisi pembangkit&
*& Prosedur tetap 2pload data Load Profile Meter #ransaksi Pembangkit
Menjelaskan prosedur pengambilan data meter transaksi, pembuatan
berita a-ara pengiriman energi listrik sampai dengan upload data load
profile ke ebsite nera-a energi
3& Perjanjian Jual "eli #enaga Listrik
Mendefinisikan kegiatan dan tanggung jaab mulai dari proses pen-atatan
data yang digunakan sebagai dasar transaksi, pengolahan data
berdasarkan metode yang telah disepakati oleh P#& PJ" dan P# PL(
0Persero1&
4& Pedoman .ontrak .inerja 2nit PJ"
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu menjelaskan !uang Lingkup Operation and Effi-ien-y Management

Petunjuk pelaksanaan penilaian kinerja dan sarana pengendalian bagi
manajemen dalam rangka memastikan ter-apainya kontrak kinerja yang
telah ditetapkan&
5& Pedoman Operasi "aku .omunikasi Pengelolaan #enaga Listrik P#&PJ"
Mengatur tata -ara komunikasi dan koordinasi dalam pengelolaan tenaga
listrik baik untuk internal P#&PJ" maupun dengan P#&PL( 0Persero1 P*"
J"&
,& 6andbook Operational Performan-e /mpro7ement P#&PJ"
#entang OEE 0O7erall E8uipment Effe-ti7eness1 adalah
pengukuran yang berkaitan erat dengan pelaporan keseluruhan
pemanfaatan fasilitas, aktu dan bahan untuk operasi manufaktur&
Atas dasar tersebut dengan menggunakan metrik dapat diketahui
kesenjangan antara kinerja yang aktual dan ideal&
Paretto Loos Output
6eat !ate Anlysis merupakan analisa gap heat rate yang umum
digunakan untuk menilai efisiensi suatu poer plan

2.1.






Manajemen operasi meru
pembangkit dapat beroperasi s
yang telah disepakati.
Gam
Kegiatan tersebut melipu
penjadwalan outage, menge
beroperasi secara aman, andal,
keselamatan sesuai dengan regu


2.1.1 Perencanaan Tahunan D
alam perencanaan tahu
!nergi listrik yang dihasilkan da
rencana tersebut di bidang opera
TUJUAN PEMBELAJARAN
Memahami "erencanaan #ahu
Memahami "erencanaan Kesia
Memahami "erencanaan aya
Memahami "erencanaan Oper

2.1. PERENCANAAN OPERASI
perasi merupakan suatu kegiatan yang menjamin a
eroperasi secara kontinyu sesuai dengan target dan
Gambar 6. Operation Management
ebut meliputi proses perencanaan produksi, pengo
ge, mengendalikan, serta mengevaluasi agar pe
man, andal, efisien, serta mentaati ketentuan lingkun
dengan regulasi yang berlaku.
Tahunan Dalam RKAP b!an" O#era$
anaan tahunan dalam $K%" bidang operasi terdapat
ihasilkan dan perkiraan kebutuhan energi primer. (er
operasi dalam kontrak kinerja dikelompokkan da
anaan #ahunan alam $K%" bidang Operasi
anaan Kesiapan dan &adwal "emeliharaan 'nit (ulanan
anaan aya Mampu Mingguan
Operasi )arian
menjamin agar unit
target dan kontrak

ksi, pengoperasian,
i agar pembangkit
tuan lingkungan dan
asi terdapat rencana
(erdasarkan
mpokkan dalam satu
it (ulanan
bagian customer perspective
*O+, *O+ dan !ffisiensi
*umber data utama untu
pemeliharaan pembangkit kare
"&( yang akan digunakan sebag
*etelah penetapan jadwal peme
kegiatan perbaikan dan asumsi g
"encapaian indikator terse
bidang lain.
Gambar ,. "en
*ebagai contoh upaya
eksekusi pemeliharaan yang m
gangguan atau pekerjaan korekti
didapatkan dengan strategy pre
dalam $K%" #ahunan.
$K%" bidang operasi da
tahunan menjadi periode perenc
pergeseran dalam periode bula
mingguan. *etelah didapatkan r
perubahan secara real time apab
ispatcher "#."-. /"ersero0 "1
berisi indikator yang harus dicapai seperti !%+
utama untuk perhitungan tersebut adalah penetapa
angkit karena terkait langsung dengan kesiapan pe
nakan sebagai dasar penetapan kontrak kinerja bidang
jadwal pemeliharaan, berikutnya dilakukan perhitungan
an asumsi gangguan yang mungkin terjadi.
tersebut tidak dapat direalisasikan tanpa dukun
mbar ,. "encapaian indikator Kinerja (idang Operasi

toh upaya pemenuhan target !%+ sangat ditentuk
an yang melibatkan outage management, serta pen
rjaan korektif yang terkait dengan 2"3. $eliability impr
strategy predictive dan preventive maintenance yang
operasi dapat dilakukan dengan menurunkan pere
riode perencanaan bulanan. %pabila terdapat peruba
periode bulanan dilakukan penajaman perencanaan
idapatkan rencana operasi harian, masih dapat dimu
al time apabila sistem menginginkan diawah koordinas
"ersero0 "1( &(.
seperti !%+, !+O$,
penetapan jadwal
esiapan pembangkit
nerja bidang operasi.
perhitungan asumsi
tanpa dukungan dari

g Operasi
gat ditentukan oleh
t, serta penanganan
liability improvement
nance yang tertuang
nkan perencanaan
pat perubahan atau
erencanaan periode
dapat dimungkinkan
h koordinasi petugas
Gam

(erikut ini contoh penyusu
pembangkit dengan memas
gangguan.
Gambar 8. Perencana
engan asumsi diatas
*O+ tahunan
Gambar 9. Pre
Gambar 7. Perencanaan bidang operasi
oh penyusunan atau simulasi perencanaan tahunan
gan memasukkan asumsi kegiatan perbaikan dan a
anaan Outage dan derating pembangkit tahunan

sumsi diatas akan menghasilkan indeks kinerja !%+, !

Prediksi pencapaian kinerja pembangkit tahunan

aan tahunan kinerja
aikan dan antisipasi

hunan
erja !%+, !+O$ dan
hunan

2.1.2 Perencanaan Ke$a#an !an Ja!%al Pemelharaan Un& Bulanan
"ada perencanaan kesiapan dan jadwal pemeliharaan unit periode bulanan
disesuaikan dengan updating jadwal pemeliharaan 1 bulan kedepan serta kesiapan
sumber daya /spare parts ,*M, tools 0 dan dibahas pada $akor Operasi 4 .iaga
(ulanan, informasi ini digunakan perencanaan oleh *$O".
"rosedur penyampaian perencanaan kesiapan dan jadwal pemeliharaan unit
periode bulanan adalah berikut 5
6 Unit Pembangkit mengirim rencana daya mampu bulanan dan kesiapan unit
setiap tanggal 5 ke !"# $sesuai prosedure poin %.&.'.a(
6 P') mengirim *n+ormasi istem ,a-a )ali ke !"# setelah tanggal 5
6 !"# mengajukan pena-aran harga batubara dan #./ declare ke P') setiap
tanggal &5
6 ebelum rapat alokasi dengan P') akan dilaksanakan 0apat koordinasi operasi
dan niaga bulanan yang diikuti oleh !"#1 !.G.1 !0OP1 !))01 !2.31 UP1
UP4ar dan U),O"
6 etiap minggu ke '1 !"# mengikuti penentuan alokasi energi bulanan dengan
P')1 *P1 pembangkit P351 *PP dan P6 P35 $Persero( 2antor Pusat $6631 60.5
dan #P*(.
6 4asil alokasi energi sistem ,a-a bali dan in+ormasi istem ,a-a )ali akan di up
load oleh !"# sebagai 0O) $0encana operasi )ulanan( di 7eb8me.pjb%.com.





Gambar 7. $encana Operasi (ulanan

"ada periode bulanan juga disampaikan perkiraan kesiapan unit yang
tertuang dalam !%+ eclare untuk bulan depan. "enentuan !%+ declare digunakan
sebagai dasar perhitungan pendapatan yang nantinya akan dibandingkan dengan
realisasi !%+ bulan bersangkutan.
'ntuk menentukan nilai !%+ eclare "embangkit yang akan disampaikan ke
"#."-. "1(, fungsi "erencanaan harus dapat 5
6 "emastikan durasi penyelesaian chedule PO 9 "O yang pada periode bulan
kedepan
6 "encadangkan jam Outage 9 !erating yang mungkin terjadi pada periode bulan
tsb

8 9: 98
Kesiapan unit 4 jadwal
pemeliharaan dari unit
;nformasi
sistem dari
"1( &(
eklarasi
harga bahan
bakar
<:6<1
"roses
schedulling
$apat %lokasi
energi
19
"elaksanaan
operasional
1:
6 etelah angka #./ !eclare ditetapkan1 harus mengin+ormasikan !eclare tsb ke
bidang :bidang terkait
6 )ila #./ !eclare terancam tidak tercapai1 maka /ungsi 5iaga harus mendorong
ke bagian pemeliharaan terkait untuk segera menyelesaikan pekerjaan secepat
mungkin



Gambar 7. +orm "erencanaan Operasi (ulanan

2.1.' Perencanaan Da(a Mam#u Mn""uan
alam perencanaan daya mampu mingguan disampaikan perkiraan kondisi
Operasi "embangkit untuk satu minggu kedepan dengan prosedur berikut 5
6 etiap elasa jam &;.;; UP mengirim rencana kesiapan unit mingguan 9 0!"
$periode ,umat jam ;;.;; s9d 2amis jam %<.;;( melalui 5avitas $apabila sudah
beroperasi sempurna ( dikirim melalui email dan O. ke !"# cc !0OP.
6 !0OP mengevaluasi 0!" untuk kinerja unit1 bila ada masukan dikirimkan ke
!"# via O. cc UP yang bersangkutan sebelum jam &'.;; pada hari selasa
6 !"# melakukan kompilasi 0!" dari semua unit dan mengevaluasi data
tersebut terhadap kebutuhan sistem ,a-a )ali1 dan bila tidak ada perubahan !"#
mengirim ke P') melalui .plikasi ,)O P3.5 jam &<.;; hari selasa via -eb
pengisian 0!" P')
Gamba
%pabila terdapat perub
pembangkit masih diijinkan mela
9:.:: /sesuai poin a.i0, hal ini ter
dan tidak bisa diedit. )asil dari
Operasi Mingguan /$OM0 yang
98.1: oleh "#."-. "1( deng
optimalisasi energi primer. *etia
dituangkan dalam $M. %pa
pemeliharaan tidak terjadwal dala

2.1.) Perencanaan O#era$ *a
"erencanaan operasi h
berdasarkan perkiraan realisasi b
tetapi pelaksanaan pembebana
dispatcher "1( yang bertugas.
"erencanaan oper
realisasi pembebanan dan
5
6 6erhadap kesesuaian
enior9upervisor Prod
koreksi data
6 6erhadap kesesuaian
Pembangkit $4!2P( de
pass-ord masing8masi
derating1 tanggal dan ja
di -eb .plikasi 4!2P te
Gambar 9:. $encana Operasi Mingguan.
apat perubahan rencana aya mampu minggu
iijinkan melakukan perubahan $M hari $abu sebe
.i0, hal ini terkait web $M /aplikasi &(O* "-%.0 sudah
)asil dari rencana daya mampu pembangkit adalah
yang dikeluarkan pada hari Kamis paling lam
"1( dengan mempertimbangkan kehandalan sis
*etiap rencana kegiatan pemeliharaan minggu
. %pabila dalam periode minggu berjalan,
erjadwal dalam $M , maka unit akan berstatus +O.
O#era$ *aran
operasi harian unit pembangkit ditetapkan "#."
n realisasi beban untuk masing6masing unit tiap 1: me
pembebanan lebih diutamakan koordinasi realtime
bertugas.
naan operasi harian tersebut akan dibandingkan
ebanan dan memeriksa status kesiapan dan ketidaksia
suaian status 5avitas1 apabila data yang diisikan
sor Produksi tidak sesuai kondisi aktual maka harus
suaian status aktual unit terhadap 4arian !eklara
!2P( dengan alamat hdks.pln8ja-a8bali.co.id dengan
masing1 apabila terjadi ketidaksesuaian $status u
al dan jam a-al8akhir gangguan( maka unit segera men
4!2P tersebut sesuai procedure Protap !2*2P.

pu mingguan, unit
ri $abu sebelum jam
-%.0 sudah terkunci
gkit adalah $encana
s paling lambat jam
ndalan sistem dan
aan mingguan harus
berjalan, terdapat
.
pkan "#."-. "1(
it tiap 1: menit. %kan
si realtime dengan
ibandingkan dengan
an ketidaksiapan unit
diisikan upervisor
harus melakukan
!eklarasi 2ondisi
dengan user dan
$status unit1 besar
era mengklari+ikasi


Gambar 7. $encana Operasi )arian yang ditetapkan "1(


2.2. PELAKSANAAN DAN PENGENDALIAN OPERASI













SOP peralatan/unit dan Review
Dalam pelaksanaan operasi pembangkit yang terdiri dari berbagai kegiatan,
peralatan dan proses, sangat dibutuhkan standart prosedur yang mejadi
acuan. Dalam penyusunan SOP baik untuk peralatan maupun unit
pembangkit.
elengkapan SOP yang telah dibuat membutuhkan peninjauan SOP baik
untuk peralatan maupun untuk total unit pembangkit. !eberapa hal yang
ditekankan dalam peninjauan SOP adalah "
#ntuk meng$update SOP / % yang harus berkala direview oleh user
Pelaksanaan review SOP /% sesuai jadwal yang telah dibuat
Saat presentasi review SOP/% dihadiri oleh perwakilan & shi't dan
dimoderatori oleh Rendal Operasi
egiatan Review SOP/% dimasukan dalam SP dan diukur P% dalam
(aturity )evel
*asil review tersebut setelah di sosialisasikan, kemudian dilakukan simulasi
sehingga menjamin kehandalan operasi dan semua aktivitas yang harus
TUJUAN PEMBELAJARAN
(ampu menjelaskan SOP peralatan/unit beserta review.
(ampu menjelaskan egiatan Shi't (eeting
(ampu menjelaskan Patrol +heck dan )oog sheet Operasi
(ampu menjelaskan Pengelolaan ,nergi Primer
(ampu menjelaskan omunikasi Dengan Dispacther
(ampu menjelaskan on'irmasi *arian Deklarasi ondisi Pembangkit
(ampu menjelaskan %ncident )ogsheet di ,))%PS
(ampu menjelaskan )aporan gangguan Peralatan dan #nit.
(ampu menjelaskan tagging peralatan
(ampu menjelaskan Database Operasi dalam -avitas
(ampu menjelaskan Proses .ransaksi .enaga )istrik dan esiapan
Pembangkit

dilakukan terdokumentasi dalam suatu sistem dokumentasi yang mudah
diakses oleh pihak terkait.


/ambar 0. SOP Start $ Stop *ydrogen /eneration Plant

egiatan Shi't meeting
egiatan ini bertujuan sebagai sarana sosialisasi issue penting untuk
mencapai koordinasi internal shi't dan kesinambungan pergantian shi't. Shi't
meeting dilakukan setiap pergantian shi't dan sebelum akti'itas dimulai.
!erikut ini contoh agenda dalam shi't meeting "
o Doa
o Review -otulen meeting
o Penyampaian in'ormasi kondisi unit
o Penyampaian in'ormasi manajemen
o Pembahasan permasalahan urgent
o Penutup
onsistensi shi't meeting mendapat penilaian awal dalam menilai e'ekti'itas
meeting, selain itu dokumentasi dan kemudahan diakses oleh seluruh pihak
terkait menjadi kebutuhan untuk membantu evaluasi dan membentuk budaya
continous improvement dalam pengoperasian pembangkit.



Patrol check dan )ogsheet Operasi
Selesai shi't meeting semua operator melakukan kegiatan patrol check sesuai
dengan ruang lingkup tugasnya masing 1 masing, antara lain "
o (encatat dan mengamati parameter operasi peralatan.
o (encatat dan melaporkan kelainan operasi.
o Peka terhadap kelainan peralatan terkait getaran, suara, bau, dan
house keeping 23S4
egiatan Patrol +heck ini bertujuan untuk mengetahui gap/ indikasi kelainan
operasi dan menjaga kebersihan peralatan dan lingkungan. Dalam melakukan
kegiatan ini dilengkapi dengan check list/ log sheet yang mencatat besaran
beserta batasan indikator yang dipantau, catatan penting kondisi peralatan
dan dilakukan validasi oleh Supervisor Produksi.
)og sheet operasi merupakan sebuah 'orm monitoring peralatan unit
pembangkit untuk mencatat pengukuran peralatan instrument baik pressure
maupun temperature dan variabel operasi seperti !eban 2(54 secara on
board D+S atau dengan check list peralatan di lokal.

Gambar 10 Gambar POS HRSG 12 PLTGU muara tawar
/ambar 67 menunjukkan tampilan sebuah POS 2proces operating system4 di
P)./# muara tawar, nilai nilai pengukuran 'low rate, temperature, pressure
dan lain lain akan dicatat secara manual oleh operator (+R 2main control
room4 dalam sebuah 'orm loog sheet setiap tiga jam. Proses ini berguna
untuk pemantaun kondisi unit oleh operator agar apabila ada gejala awal
trending yang menyimpang dapat segera diambil tindakan. Sebagai contoh
temperature *P steam normalnya adalah &83 9 + maka apabila pengukuran
menunjukkan &:7 9 + maka akan diambil tindakan dengan menambahkan
spray water melalui by pass valve, kemudian dilakukan analisa lebih lanjut
apakah +R; 2control Regulating ;alve4 tersebut gagal membuka karena
gangguan suplai udara instrument. emudian kegagalan tersebut dapat
dibuatkan rekomendasi perbaikan melalui %)S atau De'ect )ist dalam ,llipse.

Gambar 11 Kegiatan pencatatan loog seet !"R PLTGU muara tawar

Gambar 12 Gambar POS Lube Oil s#stem ST1$ PLTGU !uara Tawar
Pembuatan <orm )oogsheet sebaiknya mencantumkan semua pengukuran
yang ditunjukkan oleh POS sehingga apabila terjadi de'ect pengukuran
.emperature (etal !earing seperti gambar diatas dapat dibuatkan
rekomendasi perbaikannya.
)oogsheet Operasi untuk memantau peralatan di lokal seperti !oiler
<eed pump, steam turbine, lube oil system dan lain lain dikenal dengan
kegiatan patrol check. Setiap tiga jam maka operator lokal akan berkeliling
untuk melakukan pengecekan dan pencatatan kondisi peralatan di lokal
melalui 'orm loogsheet.

Gambar 1% Log seet boiler boar& PLTGU Gresi'
/ambar 6= menunjukkan contoh sebuah 'orm loogsheet boiler board P).#
/resik. Dalam 'orm pencatatan dialakukan setiap kurang lebih tiga jam dan
juga terdapat kolom batasan atau re'erensi kondisi normalnya pengukuran
misalnya batasan inlet temperature lube oil cooler adalah &8 9+
egiatan ini juga berguna untuk memantau secara visual peralatan di lokal
apakah terjadi bocoran maupun memonitor yang tidak termonitor di +ontrol
room seperti level pelumas pompa dan peralatan au>ilary lainnya. Pada
kondisi sebelum start sebuah unit pembangkit maka kegiatan pemantauan
kondisi peralatan di lokal sangat penting untuk memastikan kesiapan
peralatan dioperasikan.


Gambar 1$ Gambar pemantauan level pelumas &an pressure gauge

Gambar 1( )orm Pemantauan 'on&isi lo'al boiler PLTU Rembang

Pengelolaan energi primer
Dalam mengoperasikan unit, operator berkoordinasi dengan P=! dan
pemasok bahan bakar terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan
pengaturan pembebanan unit atau saat terjadi gangguan unit pembangkit.
egiatan utama dalam pengelolaan energi primer sebagai berikut "
Perencanaan ?enis dan ;olume
!erdasarkan @lokasi energi )istrik yang telah direncanakan untuk masing$
masing entitas pembangkit dan e''isiensi pembangkit tersebut dapat
dihitung kebutuhan jenis dan volume energi primer yang dibutuhkan.
Dalam penentuan a
melakukan koordinasi
/am
Penanganan dan P
Penanganan ,nergi
penyimpanan sampa
penanganan bahan b
waktu !ongkar (uata
!ahan !akar, koordin
dan pengaturan keters
Pemakaian energi prim
storage dipastikan dap
normal atau krisis.
Pelaporan kualitas
Pelaporan terbagi me
terhadap order / nomin
penyerapan gas terhad
untuk bahan bakar /
kandungan *eating va
dan kriteria lainnya yan
Pengendalian ,ner
enentuan alokasi energi, perusahaan pembangk
koordinasi dengan pusat pengatur beban.
/ambar 68. Pengelolaan ,nergi Primer
anan dan Pemakaian ,nergi Primer
,nergi primer dimulai dari proses pengiriman
an sampai dengan pemakaian. Sebagai contoh
n bahan bakar minyak yang memerlukan perhatian
gkar (uatan !ahan !akar, per'ormance 'asilitas Pen
oordinasi dengan ,>ternal 2Supplier !! B .ra
etersediaan Storage @rea.
energi primer baik langsung dari produsen maupun
pastikan dapat mendukung operasional unit baik dalam

ran kualitas dan kuantitas
terbagi menjadi A yaitu pencapaian realisasi volume
rder / nominasi untuk bahan bakar minyak dan batu !
n gas terhadap jumlah penyerahan minimum harian /
an bakar /as dan kualitas bahan bakar yang tercer
*eating value, spesi'ic gra'ity, viscosity, tekanan, te
lainnya yang spesi'ic untuk masing$masing jenis baha
,nergi Primer
pembangkit akan

engiriman pasokan,
gai contoh, untuk
an perhatian adalah
asilitas Penerimaan
er !! B .ransportir4
sen maupun melalui
aik dalam kondisi
isasi volume terkirim
atu !ara atau
um harian / nominasi
yang tercermin dari
tekanan, temperatur
g jenis bahan bakar.
#paya pengendalian ,nergi Primer dilakukan dalam rangka menekan
)osses dan optimalisasi pengelolaan untuk menjaga ketersediaan bahan
bakar dengan harga dan kualitas yang baik.
!eberapa langkah yang dilakukan diantaranya, secara periodik melakukan
5itness <low +omp (eter transaksi /as dan Stok !!(, mencari
produsen alternati' yang dapat memenuhi kebutuhan energi primer, dan
optimalisasi pengamanan Persediaan.

/ambar 6:. (enjaga ketersediaan !ahan bakar untuk operasi pembangkit
(engingat supply !!( dari supplier penuh dengan ketidakpastian,
sehingga dalam manajemen persediaan dipergunakan sa'ety stock
sebagai CPengaman Persediaan. @pabila dalam kondisi krisis bahan bakar
dapat dilakukan langkah berikut "
$ (engin'ormasikan ke bagian produksi mengenai kondisi siap pakai !!(
$ (empergunakan sa'ety stock dengan tetap mengutamakan keandalan
operasi.
$ Pengoptimalan pembebanan pembangkit 2oordinasi dengan P=!4
$ (eningkatkan koordinasi dengan supplier untuk mempercepat rencana
kedatangan !!(.




omunikasi dengan dispatcher
Pembebanan #nit Pembangkit yang terhubung di sistem ?awa !ali diatur oleh
P=! 2 Penyaluran dan Pusat Pengatur !eban4.Setelah dilakukan berbagai
perencanaan mulai periode tahunan, bulanan sampai pembebanan per =7
menit setiap harinya, pengaturan dilakukan dengan komunikasi real time
dengan dispatcher.
(edia komunikasi langsung menggunakan sarana komunikasi via telepone
dan aplikasi dispatch bebasis web untuk menentukan pembebanan baik naik
dan turun beban atau start/stop unit pembangkit untuk mempertahankan
kualitas sistem yang terdiri dari A parameter utama yaitu 'rekuensi dan
tegangan.
,'ekti'itas komunikasi dengan dispatcher dilakukan sesuai aturan jaringan
dan diatur dalam prosedur pengelolaan tenaga listrik serta pemenuhan
ekspektasi pelanggan yang nantinya akan diukur dalam survey kepuasan
pelanggan.

Gb* +pli'asi ,ebasis web untu' perinta start stop &an nai' turun beban !- &an !.ar

on'irmasi *arian Deklarasi ondisi Pembangkit
*arian Deklarasi ondisi Pembangkit 2*DP4 adalah sebuah sistem in'ormasi
yang dikembangkan oleh P)- P=! untuk mengetahui indeks kinerja
pembangkit, dimana dari in'ormasi yang disampaikan dapat diketahui besaran
1 besaran <O*, (O*, PO*, ,PD* dan ,<D* sebagai dasar penentuan nilai
,@< realisasi.
on'irmasi *DP dilakukan dalam upaya monitoring ketidaksiapan unit dan
memberikan umpan balik sesuai kondisi operasi unit sehingga tidak
merugikan pembangkit. @pabila terdapat deviasi ,@< rencana terhadap
,@<realisasi berdasarkan *DP yang relati' besar maka perlu disimpulkan
dan dievaluasi penyebabnya untuk dilakukan perbaikan baik dari sisi
perencanaan maupun realisasi.


Gb* +pli'asi ,ebasis web untu' in&e's 'iner/a pembang'it


Gb* +pli'asi ,ebasis web untu' 'on0irmasi persetu/uan operator pembang'it tentang
status 'iner/a pembang'it




%)S 2incident )ogsheet4
Record hasil temuan kerusakan atau de'ect merupakan tindak lanjut dari hasil
kegiatan observasi dilapangan yang dilakukan !idang Operasi. Setiap temuan
selalu dibahas didalam daily meeting oleh seluruh bidang dan selanjutnya
Rendal *ar akan menindaklanjuti dengan membuat laporan rekapan hasil
temuan yang akan dilaporkan secara rutin dan berkala kepada asset manajer.
Dari hasil temuan kerusakan maupun kelainan peralatan dari bidang operasi
akan dicreate kedalam ,llipse dalam bentuk 5O 2work order4 setelah dibahas
dalam (eeting pagi. ,llipse merupakan suatu so'tware untuk +((S
2centraliDed maintenance management sytem4. <ungsi ,llipse dalam tata
kelola pembangkit adalah sebagai tools dalam pelaksanaan operasi dan
pemeliharaan yang terkait data 1 data pada saat melakukan proses
pemeliharaan dan 'itur dalam ,llipse sangat banyak sehingga sangat berguna
sekali dalam input data yang terkait dengan operasional sebuah pembangkit.
Di P.. P?! 'ungsi pembuatan laporan kerusakan ini menggunakan so'tware
,llips yang didalamnya menyediakan 'itur pelaporan kerusakan yang dikenal
dengan incident loogsheet 2%)S4










LAPORAN KERUSAKAN
ILS
Software CMMS
ELLIPS
Daily Meeting

Create WO
WO Normal
WO Urgen
WO Emergency
WO Corective

Gb%*1 Gambar 2LS #ang Tela &i&ownloa& &alam 0ormat e3cel &i PLTGU Gresi'
Permintaan
Pekerjaan dari Operator
yang tertulis dalam %)S "
Dalam penulisan %)S perlu memperhatikan hal berikut "
$ Deskripsi kerusakan, dampak kerusakan dan kondisi yang diinginkan.
$ Status peralatan 2normal, urgent, emergency4.
$ ,Euipment number/ re'erence 2plant number4 dan lokasi.
$ Deviasi terhadap nilai standard 2data commisioning/ overhaul terakhir4.
$ <oto/ dokumen tambahan.


)aporan gangguan Peralatan dan #nit.
Dalam #nit Pembangkit )aporan /angguan Pada #nit dan peralatan umumnya
menyajikan "
kronologis dan waktu kejadian
%ndikasi @larm Fang muncul atau analisa penyebab kejadian
5aktu kejadian
@kibat yang ditimbulkan
.indakan Operator #ntuk (engatasi gangguan
Data data yang menguatkan seperti .rend gra'ik POS dan @larm pada
POS dan 'oto peralatan
!erikut ini contoh 'ormat laporan gangguan beserta trend gra'iknya dari
desalination P).# Rembang
LAPORAN GANGGUAN PEMBANGKIT

WAKTU GANGGUAN :
ari ! "anggal # $%m&at ! '()'* Se+t ',-,
$am Ke.a/ian # ,01*, WI2

PERALATAN / SISTIM :
De3allination +lant ) MED 2
C. KRONOLOGI GANGGUAN :
Kondisi sebelum e!"#di $#n$$u#n %&#m '(.''):
Main 3team inlet +re33%re ! tem+ # 415 2ar! -6-7C
"8C 3team tem+ # 5-1(7C
Pre33%re Service Water to De3al Area 9few 3econ/ after tri+: # '1')'1* 93et+oint # (:
Con/%ctivity ! ;low of +ro/%ct # ,10 <31cm! -,,15 m
(
!=r
A%>1 2oiler in 3ervice Pre3!! ;low!! "em+1 # ?10 2ar!! -6m
(
!=r !! ((57C
Indi*#si +#n$ mun,ul / #l#!m :
S%ction +re33%re of Di3tillate In.ection P%m+ 9DIP: i3 LOW LOW
U!u#n Ke"#di#n #
'-1(* MED 2 !!
'-14, Penggantian ga3@et +a/a NC ga3e3 valve
,,1', Steam "o E.ector 3tage '
,'1'0 Steam to E.ector 3tage -
,(1*4 Steam "o "8C
,41(, Di3tillate +ro/%ct to RW" 2
,?1(5 ;illing S2S c=emical to S2S tan@
,01(6 ;illing Anti foam c=emical to A!; tan@
;illing Anti Scallent c=emical to A!S tan@
,01(? S%ction +re33%re of DIP i3 LOW LOW
Di3tillate in.ection +%m+ tri+
,01*, "8C "em+erat%re i3 IA IA 9 B ?' 7C:
MED 2 "ri+1
-*1,, ;illing Service water to 2rine C=amCer 9 L D 4,, mm:
-41*, MED 2 ;l%3=ing 3electe/ E Starte/
-61(, MED 2 ;l%3=ing 3to++e/
E. AKIBAT -ANG .ITIMBULKAN :
MED F 2 "ri+1
/. TIN.AKAN OPERASI -ANG .ILAKUKAN :
Cooling Down MED F 2 9;l%3=ing wit= 3eawater: F to avoi/ "=ermal 3tre33
ig=er 3ervice water +re33%re to /e3al area to *1, Carg

G. PERBAIKAN -ANG .ILAKUKAN :
Perl% /ila@%@an Re3etting 3%++ly Pre33%re yg leCi= tinggi 9* Carg: +a/a 3%ction /i3tillate
in.ection +%m+1

0. UNIT BEROPERASI KEMBALI :
Men%ngg% +i=a@ GP" /an 8en/or

LAIN 1 LAIN :
Lam+iran 9"ren/ing E foto:




G,* Tren& gra0i' #ang &ilampir'an pa&a laporan gangguan



G,* )oto peralatan #ang &ilampir'an &alam laporan gangguan
An#lis# semen#!# #

Gejala # MED F 2 "ri+H "8C tem+ ig= =ig= /i3eCaC@an ole= DIP "ri+
Kemungkinan Penyebab# DIP "ri+ /i3eCaC@an ole= S%ction +re33%re i3 low low 9 +ema@aian 3%++ly
water @e DIP CerleCi=1:
.agging peralatan
ondisi peralatan yang me
kondisi rusak, sedang dipe
perhatian khusus harus diber
tersebut dibuatlah pencata
memastikan bahwa sistem pe
peralatan dan mesin yang ti
sehingga aman dan tidak m
kerusakan peralatan/ mesin.
Pencatatan dilakukan baik de
kegiatan tagging dan sudah
berdasarkan Gmanual operas
isolasi peralatan yang ditanda







/b. !re


SIST

n yang membutuhkan pengamanan lebih, misalny
edang dipelihara atau kondisi lainnya yang mem
harus diberikan penanda beserta keterangan. #ntuk ke
ah pencatatan tagging peralatan yang bertujua
a sistem penguncian 2lock out4 dan penandaan 2tag
esin yang tidak beroperasi dan/atau sedang dalam
dan tidak membahayakan bagi pekerja serta mengh
tan/ mesin.
kan baik dengan menggunakan kartu tagging maupun
dan sudah dilengkapi dengan prosedur isolasi peralat
nual operasi$pemeliharaanG yang dituangkan dalam
yang ditandatangani oleh pejabat yang terkait.
/b. !reaker isolation dengan padlock

PERHATIAN
SISTEM DALAM ISOLASI
ih, misalnya dalam
yang membutuhkan
an. #ntuk kebutuhan
g bertujuan untuk
ndaan 2tag out4 pada
ng dalam perbaikan,
erta menghindarkan
ing maupun logbook
olasi peralatan yang
gkan dalam 'ormulir

,ntry data operasi baik di spreadsheet maupun so'tware -avitas
Pencatatan data operasi baik oleh Operator maupun bagian perencanaan
operasi secara umum dilakukan menggunakan spreadsheet. Di P.. P?! terdapat
so'tware untuk mencatat data operasi yang disebut -avitas. Sebuah aplikasi
berbasis web yang meliputi proses entry sampai validasi bertingkat dari data
operasi mulai periode shi't, harian sampai dengan bulanan. Dengan adanya
so'tware untuk pengelolaan data operasi diharapkan keakuratan dan kecepatan
data dapat mendukung analisa perubahan kebutuhan proses bisnis di bidang
yang bersangkutan dan mengintegrasikan ke dalam aplikasi -avitas. Sehingga
data navitas sebagai data utama pada proses pelaporan pembangkitan.
Dalam So'tware navitas database yang biasa diisikan adalah "
Status start stop pembangkit
Status inerja seperti <O, (O, <D, (D dan PO
(eter /ross, Penjualan, dan meter pemakaian sendiri
Pemakaian bahan bakar


/b. Database Operasi !ebasis 5eb dalam navitas






Proses .ransaksi .enaga )istrik dan esiapan Pembankit
Proses transaksi tenaga listrik dan kesiapan pembangkit mengacu kepada
kesepakatan harga yaitu nilai harga patokan yang digunakan sebagai dasar
perhitungan pembayaran yang disepakati oleh P. P?! dan P. P)- 2Persero4
yang tertuan dalam Perjanjian ?ual !eli .enaga )istrik. esepakatan harga ini
antara lain"
6. *kap 2Rp/k5.tahun4 untuk komponen @
A. *'i> 2Rp/k5.tahun4 untuk komponen !
=. Pada komponen + digunakan kesepakatan -ilai *eat Rate pada beberapa
titik beban yang kemudian akan dijabarkan lebih lanjut dalam 'ormulasi trendline
2persamaan pangkat tiga4 yang terbentuk dari trend heat rate tersebut.
&. *var 2Rp/k5h4 untuk komponen D
Dari kesepakatan harga tersebut kemudian disusun tagihan komponen @ dan
omponen ! berrdasarkan !erita @cara ,@< Realisasi yang ditandatangani oleh
P?! dan P)- P=!.

/ambar !erita @cara ,@< Realisasi unit Pembangkit.
!erikut <ormula perhitungan tagihan "
Pe!2iun$#n Kom3onen A:
a: $i@a EA; Reali3a3i B EA; Rencana
A D IEA;
Rencana
J9,14 > 9EA;
Reali3a3i
F EA;
Rencana
::K > @a+ > DMN > PM!PL 111 9R+:
C: $i@a EA; Reali3a3i M EA; Rencana
A D EA;
Reali3a3i
> @a+ > DMN > PM!PL 111 9R+:
Dengan # PM # .%mla= =ari /alam C%lan tagi=an
PL # .%mla= =ari /alam ta=%n tagi=an
DMN # Daya Mam+% Netto yang /i3e+a@ati /i @ontra@ /alam @W=
@a+ # arga +emngemCalian inve3ta3i @a+a3ita3 /alam R+!@W1ta=%n
Pe!2iun$#n Kom3onen B:
a: $i@a EA; Reali3a3i B EA; Rencana
2 D EA;
Rencana
> fi> > DMN > PM!PL 111 9R+:
C: $i@a EA; Reali3a3i M EA; Rencana
2 D EA;
Reali3a3i
> fi> > DMN > PM!PL 111 9R+:
Dengan # PM # .%mla= =ari /alam C%lan tagi=an
PL # .%mla= =ari /alam ta=%n tagi=an
DMN # Daya Mam+% Netto yang /i3e+a@ati /i @ontra@ /alam @W=
;i> # arga O+era3i /an +emeli=araan /alam R+!@W1ta=%n
Perhitungan tagihan komponen + dan komponen D terkait dengan pengiriman
energi listrik memerlukan !erita @cara Pengiriman ,nergi )istrik dari P?! ke P)-
2Persero4 yang ditandatangani oleh Pejabat #nit Pembangkit 2#P4 dan pejabat #nit
Pelayanan .ransmisi 2#P.4 terkait dan detail data logger per =7 menit untuk tiap$tiap
mesin pembangkit.

/ambar !erita @cara Pengiriman ,nergi )istrik

/ambar Data )ogger /resik P).# HA

Pe!2iun$#n *om3onen C:

=
=
=
n
i
i
n
i
i i
W
MW
xMW SHR
SHR
1
1
.111111 @cal!@W=

=
=
Vbb
xVbb Hbb
HBB
n
i
i i
TERTIMBANG
1
1111111R+!Lt ata% R+!Kg ata% USD!MM2"U4 /imana
#
SRW D Nilai =eat rate tertimCang 9@cal!@W=:
22
"ER"IM2ANA
D arga Ca=an Ca@ar terimCang 9R+!@g ata% R+!lt ata%
R+!MM2"U:
SRi D Nilai =eat rate +a/a CeCan @e F i 9@cal!@W=:
MWi D Nilai +emCeCanan +a/a +erio/e @e F i 9MW:
8CCi D 8ol%me 2a=an 2a@ar @ontra@ @e F i 9lt ata% @g ata%
MM2"U:
CCi D arga Ca=an Ca@ar @ontra@ @e F i 9R+!lt ata% R+!@g ata%
R+!MM2"U:

a: PemCang@it "=ermal Single ;iring 9- .eni3 Ca=an Ca@ar:
xEa
HHV
xHBB SHR
C
TERTIMBANG W
= 11111 9R+:H /imana#
8 D Nilai @alor Ca=an Ca@ar @cal!@g ata% @cal!liter ata%
@cal!MM2"U:
Ea D $%mla= energi yang /i 3era=@an ole= Pen.%al 9@W=:

C: PemCang@it "=ermal D%al ;iring 9 ' .eni3 Ca=an Ca@ar:

+ =
BBM
BBM BBM GAS GAS
a
W
NK
xK H xKursUSD xH K
x xE
HHV
SHR
C
252000
11111 9R+:H /imana#
K ga3 D Kon3tanta +ema@aian energi ga3 ter=a/a+ @e3el%r%=an
energi 9/alam N:
K CCm D Kon3tanta +ema@aian energi CCm ter=a/a+ @e3el%r%=an
energi 9/alam N:
K%r3 USD D Nilai t%@ar tran3a@3i R%+ia= ter=a/a+ USD +a/a =ari @er.a
+ertama C%lan tagi=an J -1
ga3 D arga Aa3 /alam USD!MM2"U
CCm D arga 22M rata F rata /alam R+!Lt

c: PemCang@it i/ro
xEa H C
C
= 11111 9R+:H /imana#
c D arga @om+onen C /alam R+!@W=
Ea D $%mla= energi yang /i 3era=@an ole= Pen.%al 9@W=:

/: Kom+le@3ita3 alo@a3i energi +er +ola o+era3i /i +emCang@it PL"AU
Pa/a PL"AU ini ter/a+at /%a .eni3 +ola o+era3i yait% O+en Cycle 9OC: /an Clo3e/
Cycle 9CC:1 Pa/a +ola o+era3i O+en Cycle Aa3 "%rCin ti/a@ mener%3@an ga3
C%angnya @e RSA %nt%@ /imanfaat@an /alam +ro3e3 +emC%atan %a+ Cagi
Steam "%rCin1 Sementara Cila Cero+era3i +a/a mo/e Clo3e/ Cycle ga3 C%ang
/ari Aa3 "%rCin /iter%3@an @e RSA %nt%@ @em%/ian ter.a/i +ro3e3 +emC%atan
%a+ %nt%@ men.alan@an Steam "%rCin1 PL"AU P$2 mer%+a@an +emCang@it yang
memili@i +ola o+era3i yang 3angat fle@3iCelH /engan /%@%ngan /ari ( Aa3 "%rCin
/an - Steam "%rCinH ma@a PL"AU /a+at memili@i +ola o+era3i yang Ceragam
yang /a+at /i3e3%ai@an /engan @eC%t%=an 3i3tem1 Pola o+era3i PL"AU 3en/iri
/a+at /i@omCina3i@an men.a/i * .eni3 yait% # O+en Cycle 9OC:H CC -)-)- 9- A" F -
RSA F - S":H CC ')')- 9' A" F ' RSA F ' S":H CC ()()- 9(A" F ( RSA F (S":H
/imana /alam @enyataannya forma3i Clo3e/ Cycle 9CC: /a+at /igaC%ng@an
/engan OC1 A/anya CerCagai +ola o+era3i /i ata3 memi@i nilai efi3ien3i yang
c%@%+ Canya@ CerCe/aH 3e=ingga /alam +ra@te@nya @e3e+a@atan =eat rate
/iC%at %nt%@ * .eni3 +ola o+era3i iniH CerCe/a /engan entita3 lain yang =anya
memili@i - .eni3 +er3amaan =eat rateH +a/a PL"AU ter/a+at * +er3amaan =eat
rate yang tergant%ng +a/a +ola o+era3i yang ter.a/i /iata31 Ole= @arena it%
/iC%t%=@an meto/e +engola=an /ata %nt%@ menent%@an 3eCera+a nilai energi
yang /iCang@it@an Cer/a3ar@an +a/a +ola o+era3i /iata31
2er/a3ar@an @on/i3i informa3i yang a/aH Ceri@%t ini meto/e +er=it%ngan yang
/ig%na@an %nt%@ menent%@an nilai energi @irim +er +ola o+era3i#
-: Meter "ri Win/ing 9+enent%an alo@a3i energi /iantara ' A" /alam - meter:
Meter .eni3 ini a/ala= meter yang memili@i in+%t ' .eni3 9' Aa3 "%rCin:
/engan =a3il +emCacaan meter =anya - o%t+%t1 Ma@a %nt%@ mengeta=%i
Aa3 t%rCin mana yang a@tif 3e=%C%ngan /engan o%t+%t meter ter3eC%t ma@a
/iC%t%=@an Stat%3 A" "riwin/ingH /imana rincian alo@a3i energi %nt%@
ma3ing F ma3ing A" a/ala= 3eCagai Ceri@%t#
Stat%3 A"-
i
D - 9on: A"'
i
D - 9on:H ma@a o%t+%t A" D
EA"-
i
D EA"i!' EA"'
i
D EA"i!'
Stat%3 A"-i D , 9off: A"'i D - 9on:H ma@a o%t+%t A" D
EA"-
i
D , EA"'
i
D EA"i!'
Stat%3 A"-i D - 9on: A"'i D , 9off:H ma@a o%t+%t A" D
EA"-
i
D EA"i!' EA"'
i
D ,
Keterangan#
EA"i D $%mla= energi yang /i=a3il@an Meter "rwin/ing +a/a CeCan @e F i
/alam @W=
EA"-i D $%mla= energi yang /i=a3il@an A" - +a/a CeCan @e F i /alam @W=
EA"'i D $%mla= energi yang /i=a3il@an A" ' +a/a CeCan @e F i /alam @W=

': Per=it%ngan Stat%3 2lo@ /an Penent%an Alo@a3i Energi "er=a/a+ +ola
O+era3i1
Dalam menent%@an +ola o+era3i yang 3e/ang a@tif /i PL"AU yang /alam =al
ini yang memili@i ( Aa3 "%rCinH ( RSA /an - Steam t%rCinH ma@a
+engalo@a3ian nilai energi yang /i=a3il@an +er +ola o+era3i 3e3%ai /engan
@e3e+a@atan =eat rate
Pe!2iun$#n *om3onen .:
xEa H D
VAR
= ...... 2Rp4 , dimana"
*var " *arga variabel komponen D dalam Rp/k5h
,a " ?umlah energi yang di serahkan oleh Penjual 2k5h4



Pe!2iun$#n Pemb#+#!#n Ene!$i Re#*i5:
Nilai Energi Rea@tif ma@3im%m yang ti/a@ /itagi=@an +a/a CeCan tertent% /imana
Cila nilai energi rea@tif yang /i=a3il@an Cera/a /i Cawa= nilai 8ar
ma@3
ma@a nilai energi
rea@tif tertagi= +a/a CeCan ter3eC%t D ,H mengi@%ti r%m%3 Ceri@%t #
2
1

Cos x
Cos
Ei
Var
MAKS
= 1111 98ar=: /imana#
Ei D 2e3arnya energi a@tif +a/a CeCan @e F i /alam @w=
Co3 O D 2ata3an co3 +=i yang /ii.in@anH yait% %nt%@ +o3i3i lagging
9@w= o%t: D ,1?4H /an +o3i3i lea/ing 9@w= in: D ,104

Se=ingga nilai energi rea@tif 3etelmen a@an mengi@%ti +er3amaan 3eCagai Ceri@%t #

AVG
n
i
i i
xH Cos x
Cos
Ei
Er fs Ar

=

=
1
2
1

1111111 9R+:H /imana #


Eri D 2e3arnya energi a@tif +a/a CeCan @e F i /alam @8ar= yang
nilainya leCi= Ce3ar /ari 8ar ma@3 /i CeCan @e F i
;3 i D Stat%3 energi rea@tifH /imana .i@a Eri B 8ar
ma@3
ma@a f3i D -H
/an f3i D , .i@a Eri M 8ar
ma@3
ata% Ei D ,

A8A
D arga rata F rata R+!@w= %nt%@ entita3 /imana avg
mer%+a@an +emCagian /ari nilai tagi=an @om+onen C
/engan nilai energi ter@irim 9Ea:

Pe!2iun$#n Pemb#+#!#n Te,2ni,#l Minimum Lo#d:
S%at% +emCang@it /inyata@an Cero+era3i /alam tec=nical mim%m loa/ Cila#
2ero+era3i /iCawa= CeCan minim%m
2%@an /alam +erio/e menai@@an CeCan +a/a 3aat 3tart %+ ata% +en%r%nan
CeCan +a/a 3aat 3=%t/wonH /alam =al ini %nt%@ Aa3 t%rCin ma@a "ML Cerla@%
+a/a - .am 3etela= 3tart 9ma3%@ 3i3tem: /an - .am 3eCel%m 3=%t/own 9@el%ar
3i3tem:
2eri@%t ini r%m%3 yang /ig%na@an /alam +er=it%ngan tagi=an "ML#
[ ]
TML MIN
n
t
MIN TML
n
t
t TML
E E x SHR SHR x fs x P

=

= 1 1
2 / 1
> P9@
AAS
>
AASR
> Er
R
! 8
AAS
: J 9@
22M
>
22MR
!8
22M
:Q 11111 9R+:H /imana#

P"ML D PemCayaran @om+en3a3i ter=a/a+ +emCeCanan +a/a
"ec=nical Minim%m Loa/1
SR"ML D Nilai eat Rate +a/a CeCan "ec=nical Minim%m Loa/
3e3%ai Ke3e+a@atan PemCayaran Kom+onen C
SRMIN D Nilai eat Rate +a/a nilai /aya mam+% minim%m 3e3%ai
Ke3e+a@atan PemCayaran Kom+onen C
8 D Nilai @alor Ca=an Ca@ar @cal!@g ata% @cal!liter ata%
@cal!MM2"U:
22 "ER"IM2ANA D arga Ca=an Ca@ar terimCang 9R+!@g ata% R+!lt ata%
R+!MM2"U:
;3t D ;a@tor 3tat%3 o+era3iH
/imana f3t D - Cila Ei M E MIN
E min D 2eCan Minim%m 3e3%ai Ke3e+a@atan PemCayaran
Kom+onen C
E tml D 2eCan "ML 3e3%ai Ke3e+a@atan PemCayaran Kom+onen
C
KAAS D Ke3e+a@atan @on3tanta @om+o3i3i energi ga3 yang
Cer%+a +erCan/ingan .%mla= in+%t @alor ga3 ter=a/a+
total in+%t @alor ma3ing)ma3ing entita3 3elama @%r%n
wa@t% tertent%H /alam 3at%an +er3en1
AASR D arga rata F rata ga3 reali3a3i +ema@aian /alam +erio/e
+enagi=anH /alam 3at%an USR!MM2"U1
ErR D 2e3arnya nilai t%@ar r%+ia= +er - USR yang /ig%na@an
+a/a C%lan +enagi=anH /alam 3at%an R+!US R
8AAS D A3%m3i nilai @alor @otor ga3 yang /ig%na@an +a/a arga
Penawaran yang /i3am+ai@an ata% Ke3e+a@atan
PemCayaran Kom+onen C yang /iCerla@%@anH /alam
3at%an @cal!MM2"U1
D '4'1,,, @cal!MM2"U
K22M D Ke3e+a@atan @on3tanta @om+o3i3i energi 22M yang
Cer%+a +erCan/ingan .%mla= in+%t @alor 22M ter=a/a+
total in+%t @alor ma3ing)ma3ing entita3 3elama @%r%n
wa@t% tertent%H /alam 3at%an +er3en1
22MR D arga Ca=an Ca@ar 22MH Cai@ SD /an M;O 9terma3%@
Ciaya tran3+ort: +a/a C%lan +enagi=anH /alam 3at%an
R+!liter1
822M D A3%m3i nilai @alor @otor Ca=an Ca@ar 22MH Cai@ SD
/an M;O yang /ig%na@an +a/a arga Penawaran yang
/i3am+ai@an ata% Ke3e+a@atan PemCayaran Kom+onen
C yang /iCerla@%@anH /alam 3at%an @cal!liter1
D 0140? @cal!liter %nt%@ M;O /an 01,04 @cal!liter %nt%@
SD1

22M
D arga Ca=an Ca@ar minya@ yang /ig%na@an %nt%@ 3at%
@ali Start Up yang Ce3arnya 3ama /engan =arga Ca=an
Ca@ar minya@ yang /ig%na@an +a/a 3etelmen C%lanan
%nt%@ ma3ing)ma3ing entita31

2.3. EVALUASI DAN PELAPORAN OPERASI




Pelaporan bidang operasi merupakan rekap kegiatan satu bulan akan disajikan
dalam Laporan Pengusahaan. Secara umum format Laporan Pengusahaan (lapus)
menampilkan :
Resume Laporan Pengusahaan
o Resume Laporan pengusahaan menampilkan produksi energi listrik
yang dibangkitkan, Pemakaian sendiri, Susut rafo dan !"h terjual
o #aktor $perasi seperti : %&#, %for dan S$#
o 'iaya $perasi dari faktor bahan bakar, pelumas dan bahan kimia
dalam rupiah(k"h



)b. Resume lapus yang menampilkan faktor operasi dan biaya operasi











TUJUAN PEMBELAJARAN
*emahami %+aluasi Pelaporan $perasi


,ata Pengusahaan Pembangkitan
*enampilkan data k"h produksi, pemakaian sendiri, susut trafo secara detail
tiap mesin pembangkit.



)b. ,ata pengusahaan dalam lapus

,ata-data $perasi .%R/-)&,S
*enampilkan detail faktor operasi tiap mesin pembangkit seperti /#, %&#,
%#$R dan lain lain


)b. #aktor operasi dalam lapus



0eat Rate dan %ffisiensi hermal dan S#/
*enampilkan 0eat rate dan effisiensi tiap tiap mesin pembangkit

)b. 0eat rate dalam lapus

Laporan Pemakaian 1 'iaya 'ahan 'akar
*enampilkan laporan pemakaian bahan bakar, stok a"al dan akhir dari tiap
tiap mesin pembangkit.

)b. Pemakaian bahan bakar dalam lapus

Selain itu terdapat pemantauan jumlah bahan bakar untuk menghasilkan
energi listrik per k2h yang disebut spesific fuel consumption (S#/).




Laporan Pemakaian 1 'iaya *inyak Pelumas
*enampilkan laporan pemakaian dan biaya pelumas.

)b. Pemakaian dan biaya pelumas dalam lapus

Laporan Pemakaian 'ahan !imia

)b. Pemakaian dan biaya bahan kimia dalam lapus



Laporan !erusakan Pembangkit


,ata )angguan dan derating Pembangkit



,ata Pemeliharaan Pembangkit




3.1.




3.1 Data Collection
Dalam sebuah pembangkit lis
mendasar yang harus dilakukan
kinerja peralatan. Sumber sum
operasi adalah sebagai berikut :
Loog Sheet Operasi
Incident Loog Sheet(ILS) a
Data "asil Do#nload dari
Data !anagement $nergi
Laporan &engusahaan
TUJUAN PEMBELAJARA
!ampu !enjelaska

3.1. DATA COLLECTION
bangkit listrik kegiatan pengumpulan data merupa
s dilakukan dalam rangka memonitor kinerja pemban
umber sumber data pembangkit khususnya dalam
gai berikut :
Sheet(ILS) atau Defect List dalam !!S
#nload dari $DS (engginering Data Ser%ice)
ment $nergi
usahaan
BELAJARAN
!enjelaskan Data ollection

ata merupakan hal
erja pembangkit dan
snya dalam bidang
Data Logger
Data &erformance test
'rending &OS atau DS
Laporan gangguan
Laporan start up
Data ollection yang akan dibahas disini adalah data yang akan digunakan
sebagai inputan dalam performance test( sedangkan kegiatan data collection
lainnya sudah dibahas di bab sebelumnya.
3.2 Pengambilan Data Pe!omance Te"t
merupakan kegiatan pengambilan data yang diperlukan untuk input analisa performa
maupun analisa perbandingan dengan titik reference yaitu hasil comissioning(
berupa nilai nilai pengukuran maupun akumulasi atau counter dalam satu #aktu
tertentu. )da * cara pengambilan data yaitu :
&engambilan data secara manual yaitu pengambilan data dengan metode
pencatatan dalam form tertentu atau loogsheet. +iasanya data counter flo#
bahan bakar maupun ,-" yang tidak dilengkapi koneksi ethernet maupun
tidak bisa diambil auto ataupun data data dari pengukuran mesin mesin
+O&(balance off plant) seperti )u.ilary +oiler dan Desalination &lant.
&engambilan data secara auto yaitu pengambilan data dengan metode
capture maupun do#nload pada satu #aktu tertentu. Sebagai contoh
pengambilan data temperatur dan pressure dapat dilakukan dengan sebuah
soft#are sniffer. Soft#are sniffer ini merupakan sebuah soft#are ba#aan dari
pabrikan mesin pembangkit yang memang digunakan untuk kebutuhan
pengambilan data. ontoh soft#are sniffer adalah D$$& /I$-$0 untuk
pabrikan )LS'O! dan 1o.+oro untuk pabrikan dari "arbin dan dongfang.
&engambilan data dengan pengujian laboratorium misalnya ""/ dari batu
bara


Gb3.10 Data Pencatatan manual flow batubara PLTU Rembang

Gb3.11 Download data operasi main steam pressure dan temperature PLTU Rembang
melalui program sniffer

Gb3.12 Download data operasi PLTGU U!R! T!"!R


Gb3.13 Gambar #asil pengu$ian laboratoium batubara bu%it asam








2ang &erlu diperhatikan sebelum pengambilan data yang pertama adalah status
kalibrasi dari alat alat pengukuran instrument maupun counter( "arus dipastikan
bah#a alat alat pengukuran tersebut telah terkalibrasi sesuai standar pabrikan
maupun standar de%iasi pengukuran oleh )S!$ &'3 dan 4( Semakin banyak atau
seluruhnya peralatan ukur tersebut telah terkalibrasi maka akan didapatkan data
yang akurat. )pabila data yang didapat akurat tentunya hasila analisa akan akurat
dan menghasilkan rekomendasi yang tepat.

Gb3.1& 'alibrasi termocouple





5ambar *.6 diba#ah ini menunjukkan kemungkinan eror pengukuran sebuah alat
ukur dan pengaruhnya terhadap perhitungan efficiency &L'7 menurut )S!$ 3.8
8943. &ada performance test pembangkit baru pada masa commissioning de%iasi
pengukuran menjadi sangat penting karena akan menjadi klaim performa oleh
pabrikan apakah sesuai dengan buku kontrak atau tidak.

Gb3.1( Tabel error pengu%uran

Gb3.) Garansi performa dari pabri%an sesuai bu%u %ontra% *PLTU Tan$ung !war !war+

Gb3.1) Tabel permissible de,iation *!-. PT/ ) 200&+

)pabila pengambilan data lebih dari 8 dalam )S!$ &' 4 disebut dengan duplicate
test runs kita dapat mengambil nilai rata rata dari banyaknya pengukuran( akan
tetapi nilai nilai antara satu dengan lainnya tidak boleh berde%iasi terlalu besar.
ontoh pada gambar *.6 besarnya de%iasi fluctuation yang diijinkan untuk
pengukuran initial steam pressure adalah :.;6 <.
&engukuran pertama : 8: bar
&engukuran kedua : 8:.::8
&engukuran ketiga : 8:.6 = :.;6 < data tidak dipakai
+anyaknya alat ukur di pembangkit yang berjumlah ratusan bahkan ribuan tentunya
tidak bisa dihindari akan adanya hasil pengukuran yang tidak akurat maupun karena
alat ukur itu sendiri rusak sementara jika dilakukan penggantian atau kalibrasi alat
ukur tersebut menunggu inspection. >ika sebuah pengukuran menghasilkan data
yang tidak akurat maka kita dapat menggunakan perhitungan sesuai formula teknis
Nilai Rata Rata (average)
thermodinamika maupun mekanika fluida atau asumsi saja. +erikut ini contoh
perhitungan apabila alat pengukuran 1lo# 0ate 7ap tidak akurat:
pada gambar *.4 diketahui jumlah flo# rate feed #ater (L& 1-) masuk adalah *;(9
kg?s( kemudian flo# keluar ada dua yaitu ke 1eed -ater 'ank (1-') 88.@ kg?s dan
,e L& steam turbine sebesar ;6.; kg?s. !aka menurut "ukum kekekalan !assa
atau mass balance seharusnya jumlah flo# rate in A flo# rate out

Gb3.10 ass 1alance e2uation
Dengan )sumsi 'idak )da +ocoran dan +lo#do#n setting %al%e telah ditutup maka
flo# rate 7ap (L& Steam adalah) :
1lo# L& Steam A 1lo# 1eed -ater In B 1lo# #ater ke 1-'
1lo# L& Steam A (*;.9 B 88.@) kg?s
1lo# L& Steam A ;8 .; kg?s

Gb3.13 Gambar D/- PLTGU uara Tawar
,emudian yang perlu diperhatikan sebelum pengambilan data adalah tercapainya
kondisi steady state dari mesin pembangkit. Dalam istilah teknis kondisi steady state
didefinisikan kondisi tidak berubahnya properti (mass flo#( enthlapi( pressure(
temperature) terhadap #aktu. Dalam prakteknya pengertian kondisi steady state di
pembangkit adalah kondisi ditahannya +eban (load) 8 jam atau sesuai standar
)S!$ &'4 ;::3 untuk &L'7 yaitu ; jam atau standar pabrikan dalam
melaksanakan performance test( sebelum data tersebut diambil. &enahanan beban
tersebut biasanya pada 8::<( @6< dan 6: <. !aksud dari penahanan selama satu
jam atau sesuai standar )S!$ adalah supaya kondisi pembangkit sudah stabil
dimana kondisi pengukuran temperature pressure dan sebagainya sudah tidak
berde%iasi terlalu besar. >uga dari setiap proses naik atau turun beban suatu
pembangkit diperlukan #aktu sesuai karakteristik rate beban ( !-?min) sebelum
tercapainya kondisi stabil.

Gb3.14 -tartup cur,e PLTU Rembang

Gb. Tabel wa%tu stabilisasi dan durasi dalam sebua# performance test *!-. PT/ &)+
7ntuk !endapatkan data yang bisa dibandingkan dengan data performance test
pada kondisi comissioning maka kondisi test harus disamakan dengan kondisi
commissioning. !isalnya pada %al%e blo#do#n pada kondisi tertutup( kemudian
%al%e drain juga harus pada kondisi tertutup.

Gb3.) capture List Peralatan 5ang diisolasi menurut !-. PT/ ) 200&

3.2. MODEL BASED NORMALIZATION




Model Merupakan representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu
objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau
simplifikasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe),
software komputer atau rumusan matematis. Sedangkan Pemodelan adalah
Proses memproduksi atau menghasilkan model. Salah satu tujuan dari
pemodelan adalah memungkinkan analis untuk memprediksi pengaruh perubahan
pada Sistem. Disatu sisi model harus menjadi pendekatan dengan sistem nyata
dan menggabungkan sebagian besar fitur penting pada Sistem nyata, disisi lain,
model seharusnya tidak terlalu rumit, sehingga analis mudah untuk memahami
dan melakukan eksperimen (simulasi) terhadap sistem tersebut.

1. Permodelan Heat Balance Power Plant.
eat adalah energi yang ditransfer dari satu media ke media lain melalui
interaksi thermal seperti konduksi, !on"e!tion, dan radiasi. Dalam hukum
pertama termodinamika menyatakan energi tidak dapat di!iptakan juga tidak
dapat dimusnahkan.

Encrgy in Encrgy out = u

eat balan!e Power Plant merupakan keseimbangan energi yang
menyangkut #
$nergy Bahan Bakar
%osses &hermal isolation
%osses Pembakaran
Power 'utput
Dan lain lain

T!AN PEMBELA!ARAN
Mampu Menjelaskan Model Based (ormali)ation.


GB. Heat balance PLTU dari ASME PTC 4.1 1964

Permodelan eat Balan!e Power Plant merupakan kegiatan untuk membuat
Model Power Plant baik itu P%&* maupun P%&+* yang didalamnya ada
kalkulasi keseimbangan energinya dan persamaan bantu lainnya.
,ontoh Persamaan bantu adalah flow yang melewati sebuah "al"e
= C: p

Dimana
- . flow (m/0s)
," . 1onstanta friksi "al"e
p . Beda pressure upstream dan downstream
2. Permodelan Heat Balance Den"an So#tware $ate %&cle.
Dengan makin kompleknya sistem di thermal power plant dan jumlah
peralatan yang semakin banyak maka tentu saja akan semakin susah
mengkalkulasi keseimbangan energi se!ara manual. &hermal ,y!le Software
seperti gate !y!le akan memudahkan kita untuk memodelkan power plant
serta mengkalkulasi keseimbangan energinya.
+ate !y!le merupakan program komputer yang dilengkapi gambar model
peralatan dengan detail thermodinamika propertiesnya, heat transfer dan fluid
me!hani!al proses yang memungkinkan user run analisis design yang telah
dibuat dan simulasinya. Software gate !y!le merupakan suatu software dari
pabrikan +eneral $letri! (+$) yang berguna untuk #
2 Menganalisa seluruh performa siklus meliputi effi!ien!y dan power
2 Menge!ek klaim performan!e power plant atau peralatan yang diklaim
"endor
2 Simulasi performan!e pada kondisi off design
2 Memprediksi perubahan performa akibat modifikasi peralatan
3itur ,y!lelink merupakan fitur penting yang memungkinkan user untuk
memanage database dengan menentukan input dan output "ariable mealui
MS e4!el. Sebagai ,ontoh dapat dipanggil data temperature outlet igh
Pressure 5ater eater(P) sebagai input "ariable kemudian diamati
pengaruhnya net plant heat rate, dengan mem"ariasikan beberapa nilai input
maka dengan mudah akan didapatkan plot grafik pengaruh kenaikan
temperature P terhadap (et plant heat rate. Plot grafik tersebut dapat
digunakan sebagai Thermal Kit Pembangkit sebagai faktor koreksi pengaruh
temperature P terhadap (P6.


Gb. Tampilan proram ate c!cle

Gb2. spread sheet excel yang terhubung dengan Fungsi cyclelink dalam gate cycle
Area Design equipment
Tool Bar
Input Variable yang diinginkan (contoh : temperature out
HPH
outputVariable yang diinginkan (contoh : !PH"

Gb3. Grafik plot data temperature HPH outlet terhadap heat rate

Pengaruh Kenaikan Temp. HPH1 Outlet
terhadap Heat Rate
7,300.00
7,400.00
7,500.00
7,600.00
7,700.00
7,800.00
7,900.00
8,000.00
8,100.00
255 260 265 270 275 280
Perubahan Temperature (C)
G
P
H
R

(
k
J
/
k
W
h
)
GPHR
TCHR
3.3. PERFORMANCE TEST





Menurut AME PTC 4.1 1964 Performance Test bertujuan untuk :
Cek actual performa mesin pembangkit ibaningkan garansi paa buku
kontrak
Membaningkan karakteristik seperti steam temperature engan konisi
stanar operasi.
Membaningkan Pengujian Paa !ariasi beban
Membaningkan Pengujian Paa Peruba"an properties ba"an bakar.
#apat ili"at ba"$a tujuan performance test paa intin%a aala" untuk
membaningkan konisi. &tanar iperlukan untuk kreibilitas test alam "al ini
merujuk paa :
A&ME PTC 4. #an A&ME PTC 6 untuk P'T(
A&ME PTC )) an A&ME PTC 46 untuk P'T*(
#i (nit unit T"ermal PT.P+, Performance Test Merupakan -egiatan Pengambilan
#ata ari !ariabel operasi pembangkit untuk kemuian igunakan sebagai input
per"itungan performance pembangkit. Performance "asil per"itungan tersebut
kemuian akan ibaningkan engan titik referensi %aitu performance paa konisi
comissioning maupun untuk membaningkan antara sebelum an sesua"
inspection mesin pembangkit. 'angka" langka" umum alam kegiatan performance
test aala" sebagai berikut :
Pengambilan #ata
Pengola"an #ata
Analisa #ata
Pembuatan 'aporan
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu Menjelaskan Performance Test


Gb3.9 Gambar Prosedur Performance Test PLTGU Muara Tawar



3.2.1 Pengambilan Data
Tela" ijelaskan i bab ata collection
3.2.2 Pengolaan Data
#ata ata %ang tela" iambil baik secara manual. o$nloa an sampling laboratorium
kemuian akan iola" melalui per"itungan performa secara manual alam microsoft e/cel
maupun memanfaatkan soft$are seperti gate c%cle.
Equipments Parameters KKS Unit 1 2 3 4 5 Average
Ambient Pressure MBL01CP001 mbar 1026,77 1026,90 1027,15 1026,97 1026,95 1026,95
Ambient Temperature MBL01CT001 C 31,09 30,915 30,848333 31,233333 31,6325 31,14
umi!it" MBL01CM001 # 61,17 60,963333 62,559167 60,5675 59,183333 60,89
Air $nta%e &P mm2' 175,00 175,00
Temperature Air $n(et )T*1+ MBL30CT011 C 31,70 31,614167 31,5075 31,499167 31,604167 31,59
,$-, MBA82C.902 &e/ree 00,62 00,61 00,6116667 00,615 00,6125 -0,61
Pressure B(12 '33 MBA 80 CP 020 Bar 4,27 4,295 4,2708333 4,2691667 4,2658333 4,27
&is45ar/e C1mpress1r Temp)T*2+ 0 C 6&$,708 6&$,708 6&$,708 6&$,708 6&$,708 !A
C1mpress1r &is45ar/e Press )P*2+ MBA 80 CP 912 Bar 12,91 12,935 12,913333 12,895833 12,894167 12,91
Temp $n(et Turbine )T$T+ MBA30CT912 C 1099,3575 1099,8333 1099,4717 1099,0292 1099,0825 1099,35
Temp A3ter Turbine )TAT+ A9/ MBA30CT902 C 540,01 539,87167 539,9475 539,94167 539,97167 539,95
Pu(sati1n L12 MBM 30 mbar 6,36 6,2125 6,7208333 6,6175 6,415 6,47
Pu(sati1n i/5 MBM 30 mbar 27,88 27,640833 27,6225 27,429167 27,421667 27,60
Pressure .:5aust mbar 6&$,708 6&$,708 6&$,708 6&$,708 6&$,708 !A
,ib; Bearin/ Turbine MB& 10 C< 001 mm7s 0,13 0,125 0,1241667 0,1208333 0,1225 0,12
,ib; Bearin/ C1mpress1r MB& 20 C< 001 mm7s 3,93 3,9058333 3,9366667 3,9283333 3,9283333 3,93
,ib; Bearin/ -en &. M*& 10 C< 020 mm7s 2,99 2,9533333 3,0108333 2,9866667 3,0141667 2,99
,ib; Bearin/ -en =&. M*& 20 C< 020 mm7s 3,07 3,035 3,095 3,0691667 3,085 3,07
A:ia( P1s; >1t1r MB& 22 C< 001 mm 0,61 0,61 0,61 0,6075 0,6083333 0,61
A:ia( P1s; >1t1r MB& 22 C< 002 mm 00,66 00,7116667 00,7291667 00,7933333 00,8125 -0,74
,ib; ?5a3t Turbine MB& 11 C< 001 m 45,53 45,611667 45,601667 45,808333 45,561667 45,62
,ib; ?5a3t Turbine MB& 11 C< 002 m 49,13 49,015833 48,994167 48,905833 48,726667 48,96
,ib; ?5a3t C1mpress1r MB& 21 C< 001 m 128,79 128,78167 128,865 128,9675 128,86417 128,85
,ib; ?5a3t C1mpress1r MB& 21 C< 002 m 67,79 67,494167 67,874167 67,729167 67,795833 67,74
,ib; ?5a3t -en &. M*& 10 C< 021 m 81,44 81,038333 81,394167 81,446667 81,650833 81,39
,ib; ?5a3t -en &. M*& 10 C< 022 m 20,37 20,315 20,4725 20,385 20,515833 20,41
,ib; ?5a3t -en =&. M*& 20 C< 021 m 47,29 47,283333 46,896667 46,978333 46,874167 47,06
,ib; ?5a3t -en =&. M*& 20 C< 022 m 56,51 56,153333 56,519167 56,228333 56,191667 56,32
Temp; Bearin/ Turbine MB& 11 CT 001 C 107,57 107,54583 107,57417 107,6025 107,61167 107,58
Temp; Bearin/ Turbine MB& 11 C< 002 C 103,63 103,60833 103,635 103,62083 103,63833 103,63
Temp; Bearin/ C1mpress1r MB& 21 CT 001 C 110,60 110,59833 110,60833 110,62333 110,60917 110,61
Temp; Bearin/ C1mpress1r MB& 21 CT 002 C 99,17 99,17 99,1875 99,231667 99,234167 99,20
Temp; Bearin/ -en &. M*& 11 CT 001 C 84,25 84,3025 84,334167 84,255 84,29 84,29
Temp; Bearin/ -en &. M*& 11 CT 002 C 83,28 83,250833 83,326667 83,319167 83,391667 83,31
Temp; Bearin/ -en =&. M*& 21 CT 001 C 97,27 97,250833 97,289167 97,265833 97,254167 97,27
Temp; Bearin/ -en =&. M*& 21 CT 002 C 85,42 85,381667 85,396667 85,41 85,426667 85,41
Temp; T5rust Bearin/ C1mp; MB& 22 CT 003 C 83,05 83,055833 83,1325 83,105 83,120833 83,09
Temp; T5rust Bearin/ C1mp; MB& 22 CT 005 C 83,41 83,420833 83,500833 83,468333 83,483333 83,46
Temp; T5rust Bearin/ -en MB& 22 CT 003 C 83,05 83,055833 83,1325 83,105 83,120833 83,09
Temp; T5rust Bearin/ -en MB& 22 CT 005 C 83,41 83,420833 83,500833 83,468333 83,483333 83,46
?pee! MBA30C?902 rpm 2999,40 2997,3117 3000,2983 2999,4692 2999,9542 2999,29
@reAuen4" M*A10C.103 B 49,94 49,93 49,96 49,99 50,005 49,97
-as C1n4entrati1n # 6&$,708 6&$,708 6&$,708 6&$,708 6&$,708 "#$%!0&
P12er A4ti9e M*A 10 C. 902 MC 134,57 134,88 134,66 134,30917 134,28 134,54
>ea4ti9e P12er M*A 10 C. 606 M9ar 52,56 54,465 54,081667 57,013333 58,583333 55,34
C1s P5i 0,93 0,92 0,92 0,9175 0,9108333 0,92
>1t1r @r1nt @a4e MBA 30 CT 009 C 150,78 150,90083 150,995 151,30583 151,40583 151,08
@ue( -as -, MMBTD7MM?C@ 1141,31 1141,31
@ue( -as @(12 MBP 01 C@001 %/7s 8,38 8,3841667 8,375 8,3633333 8,3575 8,37
@ue( -as Temperature MBP 31 CT001 C 73,23 73,238333 73,215 73,2375 73,261667 73,24
@ue( -as Pressure MBP 40 CP 001 Bar 22,69 22,684167 22,715 22,730833 22,72 22,71
@ue( 'i( @(12 MB= 32 C@ 001 %/7s 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
@ue( 'i( Pressure MB= 32 CP 001 Bar 0,89 0,89 0,89 0,89 0,89 0,89
@ue( 'i( Temperature MB=32CT004 C 31,81 31,86 31,86 31,88 31,93 31,87
,ib;Bearin/
Temp; Bearin/
mis4e((ane1us
@ue(
Ambient
C1mpress1r
Turbine E C1mbuster






RAW DATA
Cyclelink


#ari pengola"an ata kita akan menapatkan nilai nilai performa unit maupun
peralatan berupa effisiensi an "eat rate. #ialam pengola"an ata %ang perlu
iper"atikan aala" stanar metoe "itung an corection factor. 0ang isebut
stanar metoe "itung misaln%a aala" per"itungan effisiensi A&ME PTC 4.1 1964 .
aa ua cara %aitu :
1nput 2utput met"o
3eat loos met"o

Gb3.20 Metode hitung effisensi ASM PT!." "9#!


Corection 4actor merupakan suatu grafik ari pabrikan atau pembuatan t"ermal kits
melalui soft$are untuk menggambarkan pengaru" peruba"an !ariabel ter"aap
output.

Gb3.2" $orection $ur%e &eheat tem'erature terhada' out'ut (oad PLTU &embang 300 M)
#ari gambar 5.6 apat ili"at grafik re"eat temperature an pengaru"n%a ter"aap
7 output loa %ang i"asilkan. &ebagai conto" temperatur esign ari steam re"eat
P'T( rembang aala" 856 9 C ari "asil pengujian saat ini paa konisi %ang sama
temperature steam re"eat aala" 858 9 C maka akan aa penamba"an :.:6 7
ter"aap "eat rate %ang i"asilkan.
T"ermal kits apat iartikan sebagai karakteristik peralatan pembangkit termal %ang
berupa iagram. kur!a. persamaan;persamaan seperti gambar iatas. *rafik
tersebut iseiakan< ibuat ole" !enor ari pembangkitn%a. T"ermal kits apat
ibuat seniri apabila imiliki sebua" moel "eat balance ari soft$are gate c%cle.
ari gambar 5.9 i!ariasikan peruba"an TT# peralatan 4ee =ater 3eater
kemuian iapatkan ampakn%a ter"aap 3eat >ate ari po$er plant tersebut.

Gb3.22 Therma( *its dari 'rogram gate c+c(e

3.2.3 Anali!a Data
Analisis ata %ang imaksu aala" membaningkan nilai nilai performa unit engan
titik referensi a$al %aitu performance test paa saat comissioning. &ala" satu
metoe analisis %ang igunakan PT.P+, alam buku panuan 2P1 aala" 3eat rate
*ap Anilisis. 3eat >ate merupakan parameter %ang umum igunakan untuk menilai
efisiensi suatu po$er plant. 3eat rate menunjukkan jumla" kalori<panas %ang
ibutu"kan untuk meng"asilkan per k=" listrik ari generator. &emakin besar nilai
3eat >ate maka semakin jelek efisiensi po$er plan. an semakin kecil nilai 3eat
>ate maka semakin efisien po$er plan tersebut.

,erasarkan patokan 2utput %ang igunakan sebagai asar per"itungan.
perumusan 3eat rate ibagi menjai ua macam. %aitu :
a. ?etto 3eat >ate : %aitu per"itungan 3eat >ate engan menggunakan ata
k=" ?etto ari 2utput generator. 0ang imaksu k=" ?etto aala" jumla"
ari tra!o generator setela" ikurangi pemakaian seniri.
b. *ross 3eat >ate : %aitu per"itungan 3eat >ate engan menggunakan ata
*ross *enerator 2utput @**2A. 0ang imaksu **2 aala" jumla" total
output k=" ari tra!o generator

(ntuk meli"at perkembangan konisi efisiensi unit. berasarkan ,uku EP>1 B3eat
>ate 1mpro!ement >eference ManualC maka perlu ibaningkan antara 3eat >ate
>eference engan konisi 3eat rate unit saat ini. &emakin besar gap %ang
i"asilkan berarti semakin besar pula egraasi efisiensi ari po$er plan tersebut.
Metoe %ang igunakan alam ,eat &ate Ana(+sis ini. mengacu paa okumen best
'ractice EP>1 @,eat rate reference im'ro%ement manua(A an &out"ern Compan%
@,eat rate handboo-A. Conto" Pengelompokkan point heat (oss P'T( apat
ijabarkan sebagai berikut :

1. 2perator Controllable
- 4lue gas in A3 temperature
- 2rsat 2) gas in A3
- Main steam temperature
- 3ot >e"eat steam temperature
- =ater spra% to #e&3
- =ater spra% to #e>3
). (nit Controllable
- Au/illiar% po$er. 7
- 4inal 4ee $ater outlet temperature
- (nburn carbon
- Main steam flo$
- 3ot >e"eat steam flo$
- Conenser !accum. mm3gA
5. Turbine Component
- 3P turbine Efficienc%
- 1P turbine Efficienc%
- 'P turbine Efficienc%
- 3P seal clearence
- 1P seal clearence
- 'P seal clearence
4. C%cle Component
- ,4P Performance
- 4=3 not in ser!ice
- TT# 4=3
- 1solation c%cle
8. ,oiler Component
- 7Moisture in fuel
- 73 composition in fuel
- A3 leakage
- A3 effecti!eness
- Air in A3 temperature
- Mill out air temperature
6. 2t"er losses
- Make (p $ater
- (ne/plaine gap



















Gb3.23 .ormat La'oran Ana(isa (ooses heat rate

Data Pengukuran
Data Perhitungan (gate Cycle dll)
Data Uji Laboratoriu
!eat Rate !and "ook
Theral #it$ Pabrikan
Theral kit$ dari gate cycle
&elanjutn%a ari ata ata iatas gao "eat rate ari masing masing komponen
iakumulasi seperti paa gambar 5.11 berikut ini

Gb3.2! .ormat La'oran Ana(isa Ga' heat rate
&etela" semua komponen i"itung gap "eat raten%a berikutn%a apat iplotkan
alam bentuk grafik gap "eat rate breako$n an sesuai pareto analisis %ang
ianjurkan alam buku panuan 2P1 apat iplotkan grafik 8 terbesar pen%ebab gap
"eat rate ibaningkan konisi comissioning. #apat ili"at alam conto" ba"$a
penurunan 'P efficienc% turbine aala" pen%ebab terbesar turunn%a 3eat >ate.
&e"ingga timbul rekomenasi paa saat inpection untuk ilakukan pengecekan i
'P turbine
REFERENCE DATA EXISTING DATA
(Commisioning & Design Data) (Average Data 2009)
Acta! "eat Rate (Netto) kCal%kWh & '('')*+*,- '('')*(
.utlet /a$ Te0erature kCal%kWh '+,,)1* '('')*+*,- '2)2,
.utlet /a$ .' kCal%kWh '+,,)1* '(3,)','2-3 #9$%2
4ain 5tea Te0erature kCal%kWh '(32),'-(32 '(3,)','2-3 -)2(
!ot Reheat 5tea Te0erature kCal%kWh '(3')(2&13( '(32),'-(32 3)'&
4ain 5tea Pre$$ure kCal%kWh '(3')+*133* '(3')(2&13( &)&-
5u0erheat 50ray kCal%kWh '(&&)3+&,** '(3')+*133* 3')-'
Reheat 50ray kCal%kWh '+,-),&+(1 '(&&)3+&,** 1)'-
&'erator Contro!!a(!e kCal%kWh & '+,-),&+(1 '+,-),3
Conden$er Pre$$ure kCal%kWh '+,')(1'&- '+,-),&+(1 2)3+
5tation 5er6ice (Au7illiary Po8er) kCal%kWh '++*)+1-*'1 '+,')(1'&- '1)3&
9inal 9eed8ater Te0erature kCal%kWh '++&)&& '++*)+1-*'1 *)+1
Unburned Carbon kCal%kWh '++&)&& '++')&2+(', 2$0)
*nit+,!an Contro!!a(!e kCal%kWh & '++')&2+(', '++')&1
!P Turbine :;;iciency kCal%kWh '+'-),&-&33 '++')&2+(', 2+)32
<P Turbine :;;iciency kCal%kWh '+&,)3**+++ '+'-),&-&33 3+)('
LP Turbine :;;iciency kCal%kWh '13,)1(+*&2 '+&,)3**+++ 3*,)(3
"9P :;;iciency kCal%kWh '13-)32'32+ '13,)1(+*&2 1)21
TTD LP! 3 kCal%kWh '131)*(+&&3 '13-)32'32+ &)'+
TTD LP! ' kCal%kWh '131)2'(313 '131)*(+&&3 &)--
TTD LP! 2 kCal%kWh '132)3,'*', '131)2'(313 3)32
TTD !P! - kCal%kWh '2*3)-1-,', '132)3,'*', 23)+-
TTD !P! + kCal%kWh '2((),(''2+ '2*3)-1-,', 2)-(
TTD !P! ( kCal%kWh '2('),&+1-- '2((),(''2+ -)&(
Tr(ine C-c!e Com'onent kCal%kWh & '2('),&+1-- '2('),3
Coal 4oi$ture kCal%kWh '22&)**2*,2 '2('),&+1-- 1')&'
Air !eater Leakage kCal%kWh ''-,)''+'+, '22&)**2*,2 (3)++
Air !eater :;;ecti6ene$$ kCal%kWh ''1(),( ''-,)''+'+, 33)'+
9D 9an Air <nlet Te0erature kCal%kWh ''1(),( ''1*)+-'&13 0$.%
4ill .utlet Air Te0erature kCal%kWh ''1(),+,&3- ''1*)+-'&13 &)+*
/oi!er Com'onent kCal%kWh & ''1(),( ''1(),(
Une70lained /a0 kCal%kWh ''1(),( ''+&)1,'*-- #2$02
Re1erence "eat Rate (Netto) kCal%kWh & ''+&)1,'*-- ''+&)1,
*&2 ,ARA2ETER GA,

Gb3.2/ Grafi- Ga' ,eat &ate 0rea- down

Gb3.2# Pareto Ga' ,eat &ate