Anda di halaman 1dari 6

89

Lampiran B.13
PERHITUNGAN UJI INSTRUMEN
A. Validitas
Perhitungan validitas untuk soal uji instrumen no 1 pada siklus I adalah
sebagai berikut:
Menggunakan rumus


()()()
*

()

+*

()

+

Keterangan :
r
xy
: Koefesien korelasi antara varibel x dan y
x : Skor tiap butir soal
y : Skor total yang diperoleh oleh siswa
n : Jumlah responden
Data yang diperoleh:
n = 30
nxy = 13170
(x)(y) = 12771
nx = 810
(x) = 729
ny = 237030
(y) = 223729
Maka diperoleh :



* + * +

Hasil perhitungan validitas r
xy
dapat diuji menggunakan uji t dengan
rumus sebagai berikut :



Keterangan :
t : Nilai t hitung
n : Jumlah responden
r : Koefisiensi korelasi

90


Maka diperoleh:


()


Pada n = 30 dengan derajat kebebasan (dk) = n-1 = 30 1 = 29 dan dengan
taraf kesalahan = 0,05 didapat t
tabe;
= 1,699. Hasil perhitungan menunjukkan
bahwa soal dinyatakan valid apabila t
hitung
> t
tabel
. Berdasarkan criteria tersebut
maka soal nomor 1 dinyatakan valid.
B. Reliabilitas
Perhitungan reliabilitas ini menggunakan rumus Spearman-Brown dengan
teknik belah dua ganjil-genap. Langkah perhitungannya adalah sebagai berikut:
1. Mengelompokkan skor butir soal ganjil sebagai belahan pertama dan skor
butir soal genap sebagai belahan kedua.
2. Menggunakan rumus product moment


()()()
*

()

+*

()

+

Keterangan :
r
xy
= koefisien reliabilitas butir item
n = jumlah responden
x = skor item nilai x
y = skor total
3. Menghitung reliabilitas dengan rumus Spearman-Brown.


Keterangan :
r
11
= Reliabilitas instrumen
r
1/2 1/2
= r
xy
yang disebut sebagai indeks korelasi antara dua belahan
instrumen
Data yang diperoleh :
n = 30
nxy = 57690
(x)(y) = 55552
nx = 69000
(x) = 65536
ny = 52650
(y) = 47089
91


Maka diperoleh :



* + * +

Maka perhitungan untuk reliabilitas adalah :





Pada n = 30 dengan derajat kebebasan (dk) = n 1 = 29 dan dengan taraf
kepercayaan 95% didapat r
tabel
= 0,367. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa
r
hitung
> r
tabel
. Berdasarkan nilai tersebut maka soal pada siklus I dinyatakan
reliabel dengan kriteria cukup.
C. Daya Pembeda
Untuk menghitung daya pembeda digunakan rumus :


Keterangan :
D = Daya pembeda
J
A
= Banyaknya peserta kelompok atas
J
B
= Banyaknya peserta kelompok bawah
B
A
= Jumlah jawaban benar pada kelompok atas
B
B
= Jumlah jawaban benar pada kelompok bawah
Data yang diperoleh dari soal nomor 1 pada siklus I adalah sebagai
berikut:
J
A
= 15
B
A
= 15
P
A
= 1
J
B
= 15
B
B
= 12
P
B
= 0,8
Maka diperoleh :


Hasil perhitungan daya pembeda soal nomor 1 siklus I adalah 0,2. Berdasarkan
klasifikasi daya pembeda, soal nomor 1 berada pada klasifikasi cukup.
D. Tingkat Kesukaran
Menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal menggunakan rumus sebagai
berikut :
92



Keterangan :
P = tingkat kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar
JS = jumlah seluruh siswa peserta tes
Data yang diperoleh pada soal nomor 1 pada siklus I adalah sebagai berikut:
B = 27
JS = 30
Maka didapat :


Hasil tingkat kesukaran soal nomor 1 pada siklus I adalah 0,9. Berdasarkan
tabel 3.4 kriteria tingkat kesukaran, soal nomor 1 pada siklus I berada pada
kriteria mudah.

93




94