Anda di halaman 1dari 16

M

a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 1 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
P U T U S A N
No. 628 K/PDT.SUS/2009
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
M A H K A M A H A G U N G

memeriksa perkara Perselisihan Hubungan Industrial dalam tingkat kasasi telah
memutuskan sebagai berikut dalam perkara :
1. ASRUL EFFENDI, bertempat tinggal di Jalan Cucak Rawa 3
No.361 Perumnas Mandala II Medan, Sumatera Utara,
2. M. YAMIN NASUTION, bertempat tinggal di Jl. Talam LK.II
Kel. Nangka, Binjai, dalam hal ini keduanya memberi kuasa
kepada FATIWAZOLO ZEGA, dkk, Pengurus Serikat Buruh
Sejahtera Independen, berkantor di Jl. Rumah Potong Hewan
Link. IX No.78 / Lorong Purnawirawan Ujung Kelurahan
Mabar Kec. Medan Deli, Medan, Sumatera Utara;
Para Pemohon Kasasi dahulu para Penggugat/Pekerja;
m e l a w a n :
PT. CENTRAL WINDU SEJATI (CES), berkedudukan di Head
Office Jalan Berbek Industri I/24 Surabaya (Kawasan SIER)
Indonesia dan Processing Plant, Jl. Pulau Solor KIM II, Medan,
Sumatera Utara;
Termohon Kasasi dahulu Tergugat/Pengusaha.;
Mahkamah Agung tersebut ;
Membaca surat-surat yang bersangkutan ;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang
Para Pemohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat telah menggugat sekarang
Termohon Kasasi sebagai Tergugat di muka persidangan Pengadilan
Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan pada pokoknya atas dalil-
dalil :
1. Bahwa ASRUL EFFENDI bekerja di perusahaan TERGUGAT sejak tanggal 1
Januari 2003 dengan upah sebesar Rp.1.128.979,- (satu juta seratus dua
puluh delapan ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan rupiah) setiap bulan
dan terakhir menerima upah pada bulan Juli 2008 ;
2. Bahwa M. Yamin Nasution bekerja di perusahaan TERGUGAT sejak tanggal
01 Oktober 2002 dengan upah sebesar Rp.1.113.900,- (satu juta seratus tiga
belas ribu sembilan ratus rupiah) setiap bulan dan terakhir menerima upah
pada bulan Juni 2008 ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 1
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 2 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
3. Bahwa pada tanggal 21 Mei 2008, PARA PENGGUGAT atas nama
Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Independen PT. Central
Windu Sejati, mengajukan permohonan pencatatan PK Sejati PT. Central
Windu Sejati kepada Disnakertrans Kabupaten Deli Serdang, tanggal 13
Juni, diundang oleh Kadisnakertrans Kabupaten Deli Serdang sehubungan
dengan pemohonan pencatatan PK Sejati PT. CWS tersebut dan setelah
memenuhi syarat pencatatan sebagaimana ketetuan yang berlaku, tanggal
23 Juni 2008 Disnakertrans Kabupaten Deli Serdang mengeluarkan Surat
bukti pencatatan PK Sjati PT. CWS dengan Nomor : 560 / 630 / DTKTR /
2008 ;
4. Bahwa pada tanggal 26 Juni 2008, PARA PENGGUGAT atas nama
Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Independen (PK Sejati) PT.
CWS, memberitahukan kepada pihak TERGUGAT tentang keberadaan PK
Sejati di perusahaan TERGUGAT dengan melampirkan foto kopi bukti
pencatatan PK Sejati PT. CWS dari Disnakertrans Kabupaten Deli Serdang ;
5. Bahwa TERGUGAT tidak menerima PARA PENGGUGAT untuk menjadi
pengurus dan anggota Serikat Buruh Sejahtera Independent PT. CWS,
karena itu pada tanggal 26 Juni 2008 (hari yang sama setelah TERGUGAT
menerima pemberitahuan pencatatan PK Sejati PT. CWS), pihak
TERGUGAT melarang PARA PENGGUGAT untuk tidak menjadi anggota
dan pengurus Serikat Buruh sebagaimana dimaksud dalam surat
TERGUGAT Nomor 637 / CWS / GA / VI / 2008 tertanggal 26 Juni 2008
yang ditujukan kepada Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera
Independen PT. CWS pada point 3 berbunyi "Berdasarkan Surat Ketentuan
Kapoltabes tersebut maka Manajemen Perusahaan sangat menghormati UU
No. 2 Tahun 2002 Pasal 3 Ayat (2) tentang Kepolisian Negara dan kami
menjunjung tinggi keputusan yang dibuat. Maka dari pada itu kami tidak
menyetujui dan tidak mengizinkan anggota satpam PT.CWS ikut di dalam
organisasi Serikat Pekerja atau sejenisnya baik sebagai pengurus maupun
sebagai anggota;
Tindakan TERGUGAT sebagaimana dimaksud pada point 3 surat tersebut
diatas yang isinya melarang PARA PENGGUGAT untuk tidak menjadi
pengurus dan anggota serikat buruh, merupakan perbuatan melawan hukum
yaitu pelanggaran Pasal 28 Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang
serikat pekerja / serikat buruh yang berbunyi "siapapun dilarang
menghalang-halangi atau memaksa pekerja / buruh untuk membentuk atau
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 2
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 3 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi
anggota atau tidak menjadi anggota dst...";
Bahwa alasan TERGUGAT yang mengutip atau menyebut-nyebut adanya
surat dari pihak Kepolisian yang menghimbau agar satpam tidak
menggunakan haknya untuk berserikat, adalah hanya bersifat himbauan dan
Surat Himbauan Kepolisian tersebut tidak dapat dijadikan alasan melarang
atau memutuskan hubungan kerja kepada PARA PENGGUGAT. Undang-
undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja /
Serikat Buruh pasal 5 ayat (1) berbunyi "Setiap pekerja / buruh berhak
membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja / serikat buruh" Sangat
jelas dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekeria /
Serikat Buruh tersebut, tidak ada pelarangan anggota Satpam untuk menjadi
pengurus atau anggota serikat buruh.
6. Bahwa TERGUGAT benar-benar tidak menerima PARA PENGGUGAT untuk
menjadi pengurus dan anggota Serikat Buruh Sejahtera Independent di
PT.CWS, TERGUGAT merencanakan pemutusan hubungan kerja terhadap
PARA PENGGUGAT, sebagaimana dimaksud dalam surat TERGUGAT
Nomor. 639 / CWS / GA / VI / 2008 tertanggal 30 Juni 2008 yang ditujukan
kepada DPC Sejati Kota Medan (sebagai pihak PARA PENGGUGAT)
perihal perundingan niat TERGUGAT untuk memutuskan hubungan kerja
kepada PARA PENGGUGAT dengan alasan "sudah tidak ada keharmonisan
lagi". Perundingan dimaksud dalam surat TERGUGAT ditentukan akan
dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2008 di Kantor perusahaan TERGUGAT di
Jl. Pulau Solor KIM II Medan.
7. Bahwa TERGUGAT sangat bernafsu untuk segera memutuskan hubungan
kerja kepada PARA PENGGUGAT sehingga tidak sabar menunggu hasil
perundingan yang telah ditetapkan pihaknya sendiri, yang akan dilaksanakan
pada tanggal 3 Juli 2008 dengan cara TERGUGAT mengajukan surat
permohonan kepada Disnakertrans Kabupaten Deli Serdang surat Nomor:
638 / CWS / GA / VI / 2008 tertanggal 27 Juni 2008 untuk memutuskan
hubungan kerja sekaligus melakukan skorsing kepada PARA PENGGUGAT.
Alasan TERGUGAT untuk mengajukan PHK dan skorsing terhadap PARA
PENGGUGAT yang diuraikan dalam surat tersebut adalah alasan yang
dibuat-buat (tidak benar dilakukan oleh PARA PENGGUGAT). Salah satu
tuduhan TERGUGAT dalam suratnya dimaksud di atas pada point 4
berbunyi "Anggota Satpam menjadi Pengurus dan Anggota salah satu
Serikat buruh yang bertentangan dengan UU No. 2 Tahun 2002 Pasal 3 Ayat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 3
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 4 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
(3) Tentang Kepolisian Negara" diteruskan pada alinea kedua "Menindak
lanjuti beberapa pelanggaran yang mana tersebut diatas, maka PT. CWS
bermaksud tidak ingin melanjutkan hubungan kerja terhadap 13 orang
pekerja tersebut. Berdasarkan UU No 13 Tahun 2003 Pasal 155 Ayat (3),
manajemen PT. CWS akan menskorsing 13 orang pekerja tersebut dst " 13
orang pekerja tersebut yang dimaksud TERGUGAT adalah termasuk PARA
PENGGUGAT.
Perbuatan TERGUGAT dalam hal ini, yang melakukan PHK kepada PARA
PENGGUGAT karena menjadi pengurus dan anggota Serikat Buruh dan
memberhentikan sementara (melakukan skorsing) adalah merupakan
perbuatan mengulangi pelanggaran sebagaimana dimaksud pada point 5 di
atas yaitu pelanggaran Pasal 28 Undang - Undang No. 21 Tahun 2000
tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh yang berbunyi "siapapun dilarang
menghalang-halangi atau memaksa pekerja / buruh untuk membentuk atau
tidak membentuk, menjadi pengurus atau atau tidak menjadi pengurus,
menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan / atau menjalankan atau
tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja / serikat buruh dengan cara :
a. Melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara,
menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi;
b. Tidak membayar atau mengurangi upah pekerja / buruh ;
c. Melakukan intimidasi dalam bentuk apapun".
8. Bahwa sejak tanggal 27 Juni 2008, PARA PENGGUGAT tidak bekerja
karena diskorsing oleh TERGUGAT dan dalam Surat TERGUGAT
sebagaimana ditujukan kepada Disnakertrans Kabupaten Deli Serdang
TERGUGAT berjanji akan memberikan upah kepada PARA PENGGUGAT
sesuai ketentuan Pasal 155 ayat (3) UUK No. 13 Tahun 2003.
9. Bahwa pada tanggal 3 Juli 2008, DPC Sejati Kota Medan yang diwakili
(Fatiwanolo Zega) sebagai pihak PARA PENGGUGAT menghadiri
pertemuan Bipartit sebagaimana undangan pihak TERGUGAT melalui
suratnya Nomor: 638 / CWS / GA / VI / 2008 tertanggal 27 Juni 2008. Dalam
pertemuan dimaksud, pihak TERGUGAT yang diwakili (Rachmat Noor W.
Nst.) menyampaikan niat TERGUGAT untuk memutuskan hubungan kerja
kepada PARA PENGGUGAT dengan menawarkan penambahan jumlah
uang pesangon kepada PARA PENGGUGAT asal bersedia di PHK. Dalam
pertemuan tersebut, tidak tercapai kesepakatan dan akan diadakan
perundingan kedua pada tanggal 7 Juli 2008.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 4
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 5 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
10. Bahwa perundingan kedua (tanggal 7 Juli 2008) dan perundingan ketiga
(tanggal 9 Juli 2008) yang dilaksanakan di kantor TERGUGAT di Jln. Pulau
Solor KIM II Medan, tidak menghasilkan mufakat penyelesaian secara
kekeluargaan dan "dilanjutkan upaya penyelesaian melalui pegawai
mediator Disnakertrans Kabupaten Deli Serdang".
11. Bahwa TERGUGAT tidak memberikan kewajibannya kepada PARA
PENGGUGAT berupa upah tiap-tiap bulannya selama skorsing yaitu upah
bulan Agustus, September dan Oktober 2008 dan THR Tahun 2008
sebagaimana dijanjikan dalam surat yang ditujukan kepada Disnakertrans
Kabupaten Deli Serdang Nomor 638 / CWS / GA / VI / 2008 tertanggal 27
Juni 2008.
Tindakan TERGUGAT yang tidak memberikan upah dan THR tersebut
kepada PARA PENGGUGAT merupakan pengulangan perbuatan
pelanggaran ketentuan Pasal 28 Undang-undang No. 21 Tahun 2000
tentang Serikat Pekerja / serikat buruh yang berbunyi "Siapapun dilarang
menghalang-halangi atau memaksa pekerja / buruh untuk membentuk atau
tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus menjadi
anggota atau tidak menjadi anggota dan / atau menjalankan atau tidak
menjalankan kegiatan serikat pekerja / serikat buruh dengan cara :
a. Melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara,
menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi ;
b. Tidak membayar atau mengurangi upah pekerja / buruh ;
c. Melakukan intimindasi dalam bentuk apapun"
Selain melanggar ketentuan Pasal 28 UU. RI. No. 21 Tahun 2000, juga
melanggar ketentuan Pasal 155 ayat (2 dan 3) UUK No. 13 Tahun 2003.
Ayat 2 berbunyi "Selama putusan lembaga penyelesaian Perselisihan
Hubungan Industrial belum ditetapkan, baik pengusaha maupun pekerja /
buruh harus tetap melaksanakan segala kewajibannya kemudian bunyi ayat
(3) "Pengusaha dapat melakukan penyimpangan terhadap ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa tindakan skorsing kepada
pekerja / buruh yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja
dengan tetap wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa
diterima pekerja / buruh".
12. Bahwa Mediator dalam perkara ini telah mengeluarkan surat anjuran dengan
surat Nomor 560 / 1156 / DTKTR / 2008 tertanggal 13 Agustus 2008 yang
isinya sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 5
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 6 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
Agar Serikat Buruh Sejahtera Independen (Sejati) dapat menyampaikan
masalah Hak Normatif kepada Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Deli Serdang ;
Agar Pengusaha dapat memberikan tambahan uang pisah minimal
sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 Undang-undang No.13 tahun
2003 sesuai prinsip Hubungan Industrial Pancasila sebelum
permasalahannya diputuskan oleh PPHI di Pengadilan Negeri Medan ;
Agar masalah upah selama tidak bekerja, agar para pihak yang berselisih
dapat menunggu Putusan PPHI di Pengadilan Negeri Medan ;
13. Bahwa dengan demikian telah terbukti, tindakan TERGUGAT yang melarang
PARA PENGGUGAT untuk tidak menjadi pengurus dan anggota serikat
buruh, dilanjutkan dengan tindakan TERGUGAT melakukan Pemutusan
hubungan kerja dan tidak memberikan upah bulan Agustus, September dan
Oktober 2008 serta tidak memberikan THR tahun 2008 bagi PARA
PENGGUGAT yang seharusnya harus sudah diterima PARA PENGGUGAT,
jelas merupakan perbuatan melawan hukum dan telah merugikan PARA
PENGGUGAT.
14. Bahwa sebagai akibat adanya perbuatan melawan hukum yang telah
dilakukan oleh TERGUGAT tersebut, PARA PENGGUGAT menjadi
menderita kerugian, yang berupa :
ASRUL EFFENDI
Kerugian upah bulan Agustus sebesar Rp. 1.128.979,- ditambah upah
bulan September Rp. 1.128.979.- ditambah upah bulan Oktober 2008
Rp. 1.128.979,- sama dengan Rp. 3.386.937,-
Kerugian THR tahun 2008 biasanya 1 (satu) bulan upah sama dengan
Rp.1.128.979,-
Kerugian immaterial, karena kesulitan kebutuhan dan penderitaan
selama dihentikan pemberian upah, yang menurut hukum dapat
dimintakan uang penggantian secara tunai dan sekaligus sebesar
Rp.70.000.000,-
Kerugian, karena harus mengeluarkan biaya pengurusan perkara
sebesar Rp. 250.000,-
M. YAMIN NASUTION
Kerugian upah bulan Agustus Rp. 1.113.900,- ditambah upah bulan
September Rp. 1.113.900,- ditambah upah bulan Oktober 2008 Rp.
1.113.900.- sama dengan Rp. 3.341.700,-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 6
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 7 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
Kerugian THR tahun 2008 biasanya 1 (satu) bulan upah sama dengan
Rp. 1.113.900,-
Kerugian immaterial, karena kesulitan kebutuhan dan penderitaan
selama dihentikan pemberian upah, yang menurut hukum dapat
dimintakan uang penggantian secara tunai dan sekaligus sebesar
Rp.70.000.000,-
Kerugian, karena harus mengeluarkan biaya pengurusan perkara
sebesar Rp. 250.000,-
Jadi, jumlah kerugian PARA PENGGUGAT yang harus ditanggung oleh
TERGUGAT adalah sebesar Rp. 149.471.888.- (seratus empat puluh
sembilan juta empat ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus delapan
puluh delapan rupiah)
15. Bahwa PARA PENGGUGAT telah berulang kali meminta kepada
TERGUGAT, agar bersedia menyelesaikan masalah ini secara
kekeluargaan, akan tetapi selalu diabaikan.
16. Bahwa oleh karena gugatan ini telah didasarkan pada bukti-bukti otentik dan
kuat, menurut hukum, maka bersama ini PARA PENGGUGAT mohon agar
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan berkenan
menyatakan putusan sela terlebih dahulu sebelum memeriksa pokok perkara
agar para Penggugat tidak semakin dirugikan tentang upah selama skorsing
dan THR yang seharusnya sudah diterima.
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan supaya
meletakkan sita jaminan atas harta bergerak/tidak bergerak milik Tergugat dan
selanjutnya menjatuhkan putusan yang dapat dilaksanakan lebih dulu sebagai
berikut :
DALAM PROVISIONAL
Memerintahkan TERGUGAT untuk membayar upah selama skorsing kepada
PARA PENGGUGAT dan THR tahun 2008, yang seharusnya sudah diterima
PARA PENGGUGAT masing-masing sebesar:
ASRUL EFFENDI
Kerugian upah bulan Agustus sebesar Rp.1.128.979,- ditambah upah
bulan September Rp. 1.128.979,- ditambah upah bulan Oktober 2008
Rp.1.128.979,- sama dengan Rp. 3.386.937,-
Kerugian THR tahun 2008 biasanya 1 (satu) bulan upah sama dengan
Rp. 1.128.979,-
Jumlah..................................... Rp. 4.515.916,-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 7
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 8 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
M. YAMIN NASUTION
Kerugian upah bulan Agustus Rp.1.113.900,- ditambah upah bulan
September Rp. 1.113.900,- ditambah upah bulan Oktober 2008
Rp.1.113.900,- sama dengan Rp.3.341.700,-;
Kerugian THR tahun 2008 biasanya 1 (satu) bulan upah sama dengan
Rp. 1.113.900,-
Jumlah....................................Rp.4.455.972,-
DALAM POKOK PERKARA
1. Menerima dan mengabulkan gugatan PARA PENGGUGAT untuk
seluruhnya.
2. Menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan
hukum yang merugikan PARA PENGGUGAT.
3. Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan TERGUGAT
kepada PARA PENGGUGAT tidak sah.
4. Menghukum TERGUGAT untuk memperkerjakan kembali PARA
PENGGUGAT, terhitung sejak putusan ini diucapkan.
5. Menghukum TERGUGAT untuk membayar gaji dan hak-hak lain yang sah
kepada PARA PENGGUGAT, terhitung sejak tanggal 27 Juni 2008.
6. Menghukum TERGUGAT untuk membayar ganti rugi kepada PARA
PENGGUGAT secara tunai dan sekaligus, sebesar Rp.140.500.000,-
(seratus empat puluh juta lima ratus ribu rupiah), selambat-lambatnya dalam
waktu 7 hari, terhitung sejak putusan ini diucapkan.
7. Menghukum TERGUGAT, untuk membayar uang paksa kepada PARA
PENGGUGAT sebesar Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk
setiap hari keterlambatan memenuhi isi putusan ini dengan baik, terhitung
sejak Putusan ini diucapkan.
8. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan atas harta
kekayaan TERGUGAT.
9. Menyatakan, bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu secara
serta merta, meskipun ada verzet, kasasi.
10. Menghukum TERGUGAT untuk tunduk dan patuh pada putusan ini.
11. Menghukum TERGUGAT secara tanggung-renteng untuk membayar semua
biaya yang timbul dalam perkara ini.
ATAU : Mohon putusan yang seadil-adilnya.
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut, Tergugat-tergugat telah
mengajukan eksepsi dan rekonpensi sebagai berikut :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 8
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 9 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
Dalam Eksepsi :
Gugatan mengandung Cacat Formil, tidak sempurna karenanya harus
dinyatakan tidak dapat diterima;
1. Bahwa, dalam gugatan Para Penggugat menyebutkan identitas alamat /
domisili Tergugat yaitu Jalan Pulau Solor KIM II Medan adalah sangat keliru
karena, alamat Tergugat yang benar Jalan Pulau Solor No.2 KIM Tahap II
Mabar, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, maka jelas gugatan para Penggugat
telah cacat sehingga, tidak sempurna karenanya harus dinyatakan tidak
dapat diterima, sebagaimana Yurisprudensi MARI No.447/K/Sip/1976
bertanggal 20 Oktober 1976 "Gugatan yang tidak sempurna menurut
ketentuan hukum acara karena adanya kekeliruan harus dinyatakan tidak
dapat diterima";
2. Bahwa gugatan para Penggugat Cacat Formil oleh karena para Penggugat
sebagai petugas security (keamanan) pada perusahaan Tergugat ternyata,
telah masuk sebagai anggota Serikat Buruh Sejahtera Independen Kota
Medan dan ternyata pula gugatan ini dimajukan melalui Serikat Buruh
Sejahtera Independen Kota Medan padahal jelas para Penggugat sebagai
petugas security tidak boleh masuk sebagai anggota serikat buruh dan
Serikat Buruh Sejahtera Independen tidak berhak mewakili kepentingan
hukum para Penggugat sebagaimana, UU No.2 Tahun 2002 tentang
Kepolisian Negara Jo. Surat Telegram Kapolri No.Pol : ST/227/111/2001
tanggal 30 Maret 2001 tentang wadah dan posisi Satpam dalam Bin Kamling
Perusahaan Jo Surat Telegram Kapolri No.Pol : ST/645/IV/2002 tanggal 30
April 2002 tentang arahan bahwa Satpam pengemban fungsi Kepolisian, Jo
Surat Telegram Kapolda No.Pol: ST/66A//2002 tanggal 13 Mei 2002 tentang
Himbauan dan ajakan agar Satpam tidak masuk menjadi anggota Serikat
Pekerja atau sejenisnya, dengan demikian gugatan para Penggugat telah
cacat formal karenanya harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
Gugatan tidak jelas, kabur (Obscuurlibel)
Bahwa sebagaimana gugatan yang dimajukan para Penggugat adalah
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum dengan alasan karena Tergugat
melarang para Penggugat untuk tidak menjadi pengurus dan anggota Serikat
buruh dengan dasar Surat Tergugat Nomor 637/CWS/GAA/I/2008 tanggal 26
Juni 2008 ;
Bahwa sangat keliru sekali para Penggugat menyebutkan dalam Surat
Tergugat Nomor : 637/CWS/GAA/I/2008 tanggal 26 Juni 2008, melarang
para Penggugat untuk tidak menjadi pengurus dan anggota Serikat buruh,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 9
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 10 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
yang benar Tergugat tidak menyetujui dan tidak mengijinkan anggota,
satpam PT.CWS ikut didalam Organisasi Serikat Pekerja atau sejenisnya
baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota ;
Bahwa Tergugat menyampaikan tidak menyetujui dan tidak mengijinkan
anggota satpam PT.CWS ikut di dalam Organisasi Serikat Pekerja atau
sejenisnya karena berdasarkan Pasal 3 ayat 2 UU No.2 Tahun 2002 tentang
Kepolisian yang dipertegas lagi dengan Surat Telegram Kapolri No.Pol: ST /
227 / III / 2001 tanggal 30 Maret 2001 tentang dan posisi Satpam dalam Bin
Kamling Perusahaan, Jo Surat Telegram Kapolri No.Pol : ST/645/IV/2002
tanggal 30 April 2002 Tentang Arahan bahwa Satpam pengemban fungsi
Kepolisian, Jo Surat Telegram Kapolda No.Pol : ST/66M2002 tanggal 13 Mei
2002 tentang Himbauan dan ajakan agar Satpam tidak masuk menjadi
anggota Serikat Pekerja atau sejenisnya, dan surat yang disampaikan
KAPOLTABES Medan kepada para Pimpinan/Instansi Perusahaan/Yayasan
Pengguna Jasa Satpam Sewilayah Hukum Poltabes MS, tanggal 16
Nopember 2001 yang salah satu poin menyebutkan Anggota Satpam tidak
boleh terpengaruh dan terlibat dengan salah satu Asosiasi Serikat Pekerja
Indonesia;
Bahwa berdasarkan hal tersebut di atas maka jelas perbuatan Tergugat
bukan merupakan Perbuatan Melawan Hukum karenanya gugatan Perbuatan
Melawan Hukum yang dimajukan para Penggugat ini adalah kabur dan tidak
jelas (Obscuur Libell) sehingga patut untuk ditolak atau dinyatakan tidak dapat
diterima;
Posita Tidak Mendukung Petitum Gugatan karenanya gugatan tidak dapat
diterima;
Bahwa dalam uraian posita gugatan para Penggugat tidak ada menguraikan
tentang Provisonil namun didalam petitumnya disebutkan ;
Bahwa dalam petitum para Penggugat menuntut uang paksa, putusan serta
merta, dan tanggung renteng namun dalam positanya tidak ada
menguraikan tuntutan tersebut;
Dalam posita para Penggugat ada meminta putusan sela namun tidak jelas
terhadap tuntutan yang mana dan didalam petitum tidak disebutkan ;
Berdasarkan alasan tersebut maka jelas gugatan para Penggugat tidak saling
mendukung antara posita dengan petitum sebagaimana Yurisprudensi MARI
No.404/PDT/1966 tertanggal 21 Agustus 1969 apabila posita tidak mendukung
petitum maka gugatan tidak dapat diterima ;

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 10
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 11 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
Dalam Rekonpensi
Bahwa segala yang diuraikan dalam bagian Konpensi dianggap telah masuk
dan merupakan satu kesatuan dalam bagian rekonpensi ini sehingga tidak
perlu diulangi lagi;
Bahwa para Tergugat dalam rekonpensi/para Penggugat dalam konpensi
telah melakukan kesalahan-kesalahan berat di perusahaan Penggugat
dalam rekonpensi/Tergugat dalam konpensi sebagaimana yang diuraikan
dalam bagian konpensi, hal mana sesuai Pasal 158 UU No.13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 46 Perjanjian Kerja Bersama (PKB),
maka mohon Majelis Hakim Yang Terhormat menyatakan Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) yang Penggugat dalam rekonpensi /Tergugat dalam
konpensi lakukan terhadap para Tergugat dalam rekonpensi /para.
Penggugat dalam konpensi adalah sah ;
Bahwa oleh karena PHK terhadap para Tergugat dalam rekonpensi /para
Penggugat dalam konpensi didasari karena kesalahan-kesalahan berat
maka para Tergugat dalam rekonpensi /para Penggugat dalam konpensi
hanya menerima uang pisah ditambah uang kebijakan perusahaan masing-
masing sebagai berikut :
1. Asrul Effendi, masa kerja 5 tahun 8 bulan = 3 bulan gaji x Rp. 1.128.979.-
(gaji) = Rp.3.386.937,- (uang kebijakan) ditambah uang pisah
Rp.2.257.958,- = Rp. 5.644.895,-
2. M. Yamin Nasution, masa kerja 5 tahun 9 bulan = 3 bulan gaji x
Rp.1.113.900,- (gaji) Rp.3.341.700,- (uang kebijakan) ditambah uang
pisah Rp.2.227.800,- = Rp.5.569.500,-
Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukakan di atas maka mohon
Majelis Hakim yang Mulia yang memeriksa dan mengadili perkara ini
memberikan putusan sebagai berikut:
Dalam Rekonpensi :
1. Mengabulkan Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam rekonpensi / Tergugat
dalam konpensi untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan Penggugat
dalam rekonpensi / Tergugat dalam konpensi terhadap para Tergugat
dalam rekonpensi / para Penggugat dalam konpensi adalah sah;
3. Menetapkan yang diterima para Penggugat atas Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) adalah uang pisah ditambah dengan uang kebijakan
perusahaan masing-masing :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 11
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 12 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
1. Asrul Effendi, masa kerja 5 tahun 8 bulan = 3 bulan gaji x Rp. 1.128.979,-
(gaji) = Rp.3.386.937,- (uang kebijakan) ditambah uang pisah
Rp.2.257.958,- = Rp. 5.644.895,-
2. M. Yamin Nasution, masa kerja 5 tahun 9 bulan = 3 bulan gaji x
Rp.1.113.900,- (gaji) Rp.3.341.700,- (uang kebijakan) ditambah uang
pisah Rp.2.227.800,- = Rp.5.569.500,-
4. Menghukum para Tergugat dalam rekonpensi / para Penggugat dalam
konpensi untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini;
Atau apabila Majelis hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya
(Ex Aequo et bono).
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Hubungan Industrial pada
Pengadilan Negeri Medan telah menjatuhkan putusan, yaitu putusan No.
126/G/2008/PHI.Mdn tanggal 29 Januari 2009 yang amarnya sebagai berikut :
DALAM EKSEPSI
Menyatakan Eksepsi dari Tergugat tersebut tidak dapat diterima;
DALAM KONPENSI
Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian;
Menetapkan hubungan kerja Tergugat dengan Para Penggugat putus karena
PHK terhitung sejak tanggal 22 Juli 2008;
Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Para Penggugat sebagai
akibat dari PHK, kepada masing-masing Penggugat sebesar
1. Penggugat Asrul Effendi sebesar Rp.10.386.606,- (sepuluh juta tiga ratus
delapan puluh enam ribu enam ratus enam rupiah);
2. Penggugat M. Yamin Nasution sebesar Rp.10.247.880,- (sepuluh juta dua
ratus empat puluh tujuh ribu delapan ratus delapan puluh rupiah);
Menolak gugatan Para Penggugat untuk selain dan selebihnya;
DALAM REKONPENSI
Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian;
DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI
Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar nihil;
Menimbang, bahwa dalam Pasal 110 UU No.2 tahun 2004, Putusan
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri yang mengenai
perselisihan hak dan perselisihan pemutusan hubungan kerja dapat langsung
diajukan kasasi kepada Mahkamah Agung ;
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada
para Penggugat/Pekerja pada tanggal 29 Januari 2009 kemudian terhadapnya
oleh Kuasa Hukum para Penggugat/Pekerja (berdasarkan surat kuasa khusus
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 12
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 13 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
tanggal 9 Pebruari 2009) diajukan permohonan kasasi secara lisan pada
tanggal 11 Pebruari 2009 sebagaimana ternyata dari Akte Permohonan Kasasi
No. 13/Kas/PHI.G/2009/PN.Mdn yang dibuat oleh Panitera Muda Pengadilan
Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan, permohonan tersebut
diikuti oleh memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 24 Pebruari 2009;
bahwa setelah itu Tergugat/Termohon kasasi yang pada tanggal 31
Maret 2009 telah diberitahu tentang memori kasasi dari para Penggugat/
Pemohon Kasasi ternyata tidak diajukan jawaban memori kasasi ;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya
telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan dalam
tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang,
maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formil dapat diterima ;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/
para Penggugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah :
1. Bahwa Para Pemohon Kasasi sangat dirugikan atas putusan Pengadilan
Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan tersebut dan terkesan
memihak kepada Termohon Kasasi;
2. Bahwa diduga adanya upaya oknum tertentu untuk membatalkan upaya
hukum kasasi yang dilakukan Para Pemohon Kasasi dalam perkara ini,
dengan cara hingga tanggal surat ini (batas penyerahan memori kasasi)
belum diberikan salinan putusan kepada para Pemohon Kasasi, walaupun
telah berupaya untuk memintanya;
3. Bahwa kalaupun Para Pemohon Kasasi belum mendapatkan salinan
putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan
tentang perkara ini, sehingga tidak dapat menjelaskan hal-hal penting dari
putusan tersebut, namun untuk pertimbangan dalam pemeriksaan ulang
oleh Majelis Kasasi, Para Pemohon Kasasi tetap pada materi gugatan,
bukti-bukti, keterangan saksi-saksi dan kesimpulan yang telah disampaikan
para Penggugat dalam persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial pada
Pengadilan Negeri Medan sehubungan dengan perkara ini;
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung
berpendapat :
Bahwa alasan-alasan kasasi tersebut dapat dibenarkan dengan pertimbangan
sebagai berikut :
1. Bahwa Pemohon adalah Satpam, dan dikenai PHK oleh Termohon karena
para Pemohon mendirikan Serikat Pekerja (PK Sejati);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 13
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 14 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
2. Bahwa sebagai Satpam sesuai dengan perundang-undangan tidak ada
larangan untuk menjadi Pengurus Serikat Pekerja, sebagaimana diatur pada
ketentuan Pasal 3 UU No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian;
3. Bahwa sesuai surat Kapoltabes Medan tanggal 17 Mei 2002 dengan
mendasarkan kepada Pasal 3 ayat (2) UU No.2 Tahun 2002 isinya bersifat
himbauan dan ajakan kepada Satpam tidak menjadi anggota Serikat
Pekerja, bukan berupa larangan (T-8), sekaligus koreksi kepada Surat
Kapoltabes sebelumnya yang menyatakan anggota Satpam tidak boleh
terlibat dengan salah satu Serikat Pekerja (T-7);
4. Bahwa dengan mempertimbangkan ketentuan Pasal 15 UU No.21 Tahun
2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh beserta penjelasannya tegas
menyatakan yang tidak boleh menjadi pengurus Serikat Pekerja / Serikat
Buruh misalnya Manajer SDM, manajer keuangan atau manajer personalia
tidak mengatur mengenai Satpam;
Menimbang, bahwa oleh karena itu putusan judex facti harus dibatalkan
dan Mahkamah Agung akan mengadili sendiri dengan pertimbangan berikut ini ;
Dalam Eksepsi :
Menimbang, bahwa oleh karena dalam eksepsi pertimbangan Judex
Factie sudah tepat dan benar maka Mahkamah Agung akan mengambil alih
pertimbangan Judex Factie yang telah tepat dan benar tersebut;
Dalam Pokok Perkara :
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas
beralasan hokum PHK terhadap Pemohon bertentangan dengan isi Pasal 153
ayat (1) huruf g UU No.13 Tahun 2003 dan berdasarkan ayat (2) wajib
dipekerjakan kembali dengan demikian petitum-petitum gugatan patut
dikabulkan kecuali petitum 6, 8 dan 9;
Dalam Rekonpensi :
Menimbang, bahwa oleh karena dalam rekonpensi pertimbangan judex
factie sudah tepat dan benar maka Mahkamah Agung akan mengambil alih
pertimbangan judex factie yang telah tepat dan benar tersebut;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, menurut
pendapat Mahkamah Agung terdapat cukup alasan untuk mengabulkan
permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : ASRUL EFFENDI, DK dan
membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri
Medan No. 126/G/2008/PHI.Mdn tanggal 29 Januari 2009 serta Mahkamah
Agung mengadili sendiri perkara ini dengan amar putusan sebagaimana yang
akan disebutkan dibawah ini ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 14
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 15 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
Menimbang, bahwa oleh karena nilai gugatan perkara a-quo dibawah
Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah), maka berdasarkan Pasal 58
UU No.2 Tahun 2004 para pihak dibebaskan dari biaya perkara, dan selanjutnya
biaya perkara dibebankan kepada Negara;
Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 dan
Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dengan
Undang-Undang No 5 Tahun 2004, Undang-Undang No.2 Tahun 2004 dan
peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ;
M E N G A D I L I :
Mengabulkan permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi :
1. ASRUL EFFENDI, 2. M. YAMIN NASUTION tersebut ;
Membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
Negeri Medan No. 126/G/2008/PHI.Mdn tanggal 29 Januari 2009;
MENGADILI SENDIRI :
DALAM KONPENSI :
DALAM EKSEPSI :
Menyatakan eksepsi tidak dapat diterima;
DALAM POKOK PERKARA :
Menerima dan mengabulkan gugatan PARA PENGGUGAT untuk
seluruhnya.
Menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan
hukum yang merugikan PARA PENGGUGAT.
Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan TERGUGAT
kepada PARA PENGGUGAT tidak sah.
Menghukum TERGUGAT untuk memperkerjakan kembali PARA
PENGGUGAT, terhitung sejak putusan ini diucapkan.
Menghukum TERGUGAT untuk membayar gaji dan hak-hak lain yang sah
kepada PARA PENGGUGAT, terhitung sejak tanggal 27 Juni 2008.
Menghukum TERGUGAT, untuk membayar uang paksa kepada PARA
PENGGUGAT sebesar Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk
setiap hari keterlambatan memenuhi isi putusan ini dengan baik, terhitung
sejak Putusan ini diucapkan.
Menghukum TERGUGAT untuk tunduk dan patuh pada putusan ini.
DALAM REKONPENSI :
Menolak gugatan Penggugat Rekonpensi seluruhnya;

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 15
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
M
a
h
k
a
m
a
h

A
g
u
n
g

R
e
p
u
b
l
i
k

I
n
d
o
n
e
s
i
a
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id


Hal. 16 dari 16 hal. Put. No. 628 K/PDT.SUS/2009
DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :
Membebankan biaya perkara kepada Negara ;
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah
Agung pada hari Selasa tanggal 17 Nopember 2009 oleh H. ABBAS SAID,
SH.MH Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai
Ketua Majelis, FAUZAN, SH.MH dan HORADIN SARAGIH, SH.MH Hakim-
Hakim Ad Hoc PHI pada Mahkamah Agung sebagai Anggota, dan diucapkan
dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis
beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh TUTY HARYATI,
SH.MH Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak ;
Hakim-Hakim Anggota : K e t u a :

ttd. ttd.

FAUZAN, SH.MH. H. ABBAS SAID, SH.MH.

ttd.

HORADIN SARAGIH, SH.MH.

Panitera Pengganti :

Ttd.

TUTY HARYATI, SH.MH.


Untuk Salinan
MAHKAMAH AGUNG R.I.
a.n. Panitera
Panitera Muda Perdata Khusus




RAHMI MULYATI, SH.MH.
Nip. 040049629


Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)
Halaman 16