Anda di halaman 1dari 5

1

MAKALAH SEMINAR PROPOSAL TUGAS AKHIR



ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA METODE SOFT STARTI NG MOTOR
INDUKSI ANTARA METODE KAPASITOR DENGAN METODE INDUKTOR
Yoegi Dwivanjaya
(1)
; Dr. Eng. Suroso
(2)
; Daru Tri Nugroho, S.T.,M.T.
(3)

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Sudirman
(1)
Mahasiswa Pemakalah,
(2,3)
Dosen Pembimbing Tugas Akhir

Abstrak - Motor induksi adalah jenis motor yang banyak digunakan untuk aplikasi industri. Kelebihan
dari penggunaan motor induksi adalah harga yang relatif murah, mudah dalam pengaturan kecepatan, mudah
dalam pengaturan torka kerja, dan mudah dalam starting motor. Kelemahan dari motor induksi tersebut, yaitu
selama proses starting, motor akan menyerap arus yang besarnya beberapa kali besar arus 5 sampai 7 kali dari
arus beban penuh dan hanya menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus mula yang besar
ini dapat mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga akan mengganggu peralatan lain yang
dihubungkan pada saluran yang sama. Prinsip kerja soft starter adalah melakukan proses starting dengan
memasukkan tegangan dan arus secara bertahap dari sumber tenaga ke dalam motor induksi, sehingga tidak
memerlukan arur mula yang besar. Metode soft starter memiliki dua macam tipe yaitu, soft starter open loop
memiliki kemampuan untuk menghasilkan starting yang halus namun tidak mampu menghasilkan torsi yang
diinginkan. Dan tegangan akan naik sampe ke level maksimal meskipun beban yang terpasang pada motor
macet. Sedangkan soft starter closed loop (umpan balik) memantau keluaran dan secara dinamis menyesuaikan
tegangan input sampai target tercapai.

Kata Kunci: Motor induksi, soft starting

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam penggunaan motor induksi perlu
diketahui unjuk kerja motor. Hal ini diperlukan untuk
memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan sehingga
memenuhi syarat teknis dan ekonomis serta efisien.
Kelemahan dari motor induksi tersebut, yaitu selama
proses starting, motor akan menyerap arus yang
besarnya beberapa kali besar arus 5 sampai 7 kali dari
arus beban penuh Untuk motor yang berdaya besar
tentu arus starting juga akan semakin besar, sehingga
untuk motor dengan daya diatas 30 atau 50 hp tidak
dianjurkan menghidupkan motor secara langsung.
Beberapa metode starting motor induksi diantaranya
adalah DOL (Direct On Line), Y-, auto-trafo, dan
primary resistor, yang ternyata dalam pelaksanaannya
masih menarik arus mula yang besar, terlebih pada
starting DOL. Pada starting wye-delta, perpindahan dari
wye ke delta ternyata juga menyebabkan hentakan yang
cukup keras pada motor. Jika ini terus dilakukan,
dikhawatirkan motor akan cepat mengalami kerusakan.
Primary resistor adalah dengan menserikan tahanan
dengan sumber tegangan dengan maksud untuk
menahan atau mengurangi arus start yang masuk ke
dalam motor, tetapi jika ternyata terjadi lonjakan
tegangan yang berlebih tahanan tidak cukup untuk
membendung arus lebih yang lewat karena tahanan (R)
tidak otomatis bertambah nilainya seiring dengan
naiknya tegangan.
Namun seiring dengan perkembangan teknologi
elektronika daya dewasa ini, metode soft starter
berkembang dan dapat dikendalikan dengan kontroler.
Prinsip kerja soft starter adalah melakukan proses
starting dengan memasukkan tegangan dan arus secara
bertahap dari sumber tenaga ke dalam motor induksi,
sehingga tidak memerlukan arus mula yang besar.
1.2 Perumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan
beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam tugas
akhir ini, yaitu:
a. Bagaimana nilai arus start dan torsi start yang
didapat pada periode starting dengan
perbandingan nilai kapasitor dan induktor pada
metode soft starter motor induksi.
b. Bagaimana pengaruh perubahan nilai kapasitansi
kapasitor terhadap unjuk kerja motor induksi.
c. Bagaimana pengaruh perubahan nilai induktansi
induktor terhadap unjuk kerja motor induksi.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini, sebagai
berikut:
a. Menganalisis starting motor induksi dengan
metode soft starter.
b. Menampilkan hasil simulasi dalam bentuk grafik
seperti torsi, arus dan putaran rotor.
Adapun manfaat dari pengerjaan tugas akhir ini,
sebagai berikut:
a. Dapat mengetahui kegunaan dan fungsi soft
starter pada starting motor induksi.
b. Memberikan informasi tentang perbandingan
arus start dan torsi motor terhadap perubahan
nilai kapasitansi dan induktansi.
1.4 Batasan Masalah
Agar isi dan pembahasan menjadi lebih terarah
dan dapat mencapai hasil yang diharapkan, adapun
batasan-batasan yang diambil penulis yaitu sebagai
berikut:
a. Membahas karakteristik arus start dan torsi start
pada saat starting motor induksi menggunakan


2

metode soft starter dengan membandingkan nilai
kapasitor dan induktor.
b. Simulasi menggunakan PSIM 8.0.5.
c. Tidak membahas sistem proteksi.
d. Tidak membahas harmonisa.
e. Tidak membahas jenis beban yang digunakan
dalam percobaan.
f. Analisis metode soft starting pada motor induksi
terhadap pengaruh perubahan nilai kapasitansi
dan induktansi.

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Motor Listrik
Motor listrik merupakan sebuah perangkat
elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk,
misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower,
menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor
listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan
angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut
kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa
motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik
total di industri.
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara
umum sama. Arus listrik dalam medan magnet akan
memberikan gaya jika kawat yang membawa arus
dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka
kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet,
akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/torque untuk
memutar kumparan. Motor-motor memiliki beberapa
loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran
yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan
oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan
medan.
2.2 Motor Induksi
Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak
balik (AC) yang paling banyak digunakan.
Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini
bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke
statornya, dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh
dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang
terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif
antara putaran rotor dengan medan putar (rotating
magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.
2.3 Motor Induksi Tiga Fasa
Motor induksi tiga fasa merupakan motor elektrik
yang paling banyak digunakan dalam dunia industri.
Salah satu kelemahan motor induksi yaitu memiliki
beberapa karakteristik parameter yang tidak linier,
terutama resistansi rotor yang memiliki nilai yang
bervariasi untuk kondisi operasi yang berbeda, sehingga
tidak dapat mempertahankan kecepatannya secara
konstan bila terjadi perubahan beban. Oleh karena itu
untuk mendapatkan kecepatan yang konstan dan
peformansi sistem yang lebih baik terhadap perubahan
beban dibutuhkan suatu pengontrol.

2.4 Motor Induksi Satu Fasa
Motor induksi satu fasa sering digunakan sebagai
penggerak pada peralatan yang memerlukan daya
rendah dan kecepatan yang relatif konstan. Hal ini
disebabkan karena motor induksi satu fasa memiliki
beberapa kelebihan yaitu konstruksi yang cukup
sederhana, kecepatan putar yang hampir konstan
terhadap perubahan beban, dan umumnya digunakan
pada sumber jala-jala satu fasa yang banyak terdapat
pada peralatan domestik. Walaupun demikian motor ini
juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu kapasitas
pembebanan yang relatif rendah, tidak dapat melakukan
pengasutan sendiri tanpa pertolongan alat bantu dan
efisiensi yang rendah.
2.4.1. Konstruksi Umum Motor Induksi Satu Fasa
Konstruksi motor induksi satu fasa hampir sama
dengan konstruksi motor induksi tiga fasa, yaitu terdiri
dari dua bagian utama yaitu stator dan rotor. Stator
merupakan bagian yang diam sebagai rangka tempat
kumparan stator yang terpasang. Stator terdiri dari : inti
stator, kumparan stator, dan alur stator. Motor induksi
satu fasa dilengkapi dengan dua kumparan stator yang
dipasang terpisah, yaitu kumparan utama (main
winding) atau sering disebut dengan kumparan berputar
dan kumparan bantu (auxiliary winding) atau sering
disebut dengan kumparan start.
Rotor merupakan bagian yang berputar. Bagian ini
terdiri dari inti rotor, kumparan rotor dan alur rotor.
Pada umumnya ada dua jenis rotor yang sering
digunakan pada motor induksi, yaitu rotor belitan
(wound rotor) dan rotor sangkar (squirrel cage rotor).
2.4.2. Jenis-Jenis Motor Induksi Satu Fasa
Motor induksi satu fasa dikenal dengan beberapa
nama. Penerapannya menjelaskan cara-cara yang
dipakai untuk menghasilkan perbedaan fasa antara arus
yang mengalir pada kumparan utama dan arus yang
mengalir pada kumparan bantu.
Motor Fasa Terpisah
Motor Kapasitor Start
Motor Kapasitor Permanen
Motor Kapasitor Start Kapasitor Run
Motor Shaded Pole
2.5 Starting Motor Induksi
Selama perode starting, motor pada sistem
dianggap sebagai sebuah impedansi yang kecil yang
terhubung ke bus. Motor akan mengambil arus yang
besar dari sistem sekitar enam kali dari arus rating
motor yang menghasilkan tegangan jatuh pada sistem
dan menyebabkan gangguan pada operasi normal dari
beban sistem lain. Karena torsi percepatan motor
tergantung pada tegangan terminal motor, oleh karena
itu untuk motor dengan tegangan terminal yang rendah
pada beberpa kasus dapat meyebabkan starting motor
tidak mencapai kecepatan rating motor. Ada beberapa
macam metode starting motor induksi adalah sebagai
berikut:
Direct On Line Starter
Star Delta Starter
Autotransformer Starter
Soft Starter
2.6 Soft Starter
Starting ini dipergunakan untuk memperhalus start
motor. Prinsip kerja nya yaitu dengan mengatur
tegangan yang masuk pada motor. Awalnya motor
hanya diberikan tegangan yang rendah sehingga arus


3

dan torsinya juga rendah. Selanjutnya tegangan
dinaikkan secara bertahap sampai ke tegangan
nominalnya dan motor akan bekerja dengan kecepatan
rpm nominalnya.
2.7 Kapasitor
Kapasitor adalah suatu alat untuk menyimpan
muatan dan energi. Konstruksi kapasitor umumnya
terdiri dari dua buah konduktor yang berdekatan namun
dipisahkan oleh dielektrik.
Kapasitansi kapasitor adalah suatu kemampuan
kapasitor untuk menyimpan muatan. Misalkan Q
coulumb adalah besar muatan yang diberikan pada dua
keping sejajar dan jika V adalah beda potensial antara
kedua keping sejajar tersebut, maka kapasitansinya
adalah:


dimana:
C = Kapasitansi kapasitor (Farad)
Q = Muatan (Coulumb)
V = Beda potensial (Volt)

Suatu kapasitor elektrolit digunakan dimana
sejumlah besar kapasitansi diperlukan. Seperti dalam
nama yang tersirat, suatu kapasitor elektrolit berisi
suatu asam aki (elektrolit). Elektrolit ini dapat dalam
wujud suatu cairan kapasitor elektrolit basah dan
kering. Suatu kapasitor elektrolit kering berisi dua plat
metal utama yang dipisahkan oleh elektrolit. Kapasitor
ditempatkan di dalam suatu aluminium container
silindris. Nilai kapasitansi (X) dan tegangan rating dari
kapasitor biasanya dicetak dalam sisi aluminium.
Secara internal, kapasitor elektrolit dibangun
dengan cara yang sama dengan kapasitor kertas/paper.
Plat positif terdiri dari aluminium kertas perak yang
ditutup dengan suatu lapisan oksida yang tipis. Film
oksida yang tipis ini dibentuk oleh suatu proses
electrochemical yang bertindak sebagai dielektrikum
untuk kapasitor itu. Selanjutnya dalam hubungan
dengan oksida adalah suatu potongan kain kasa/kabut
tipis atau paper/kertas yang mana telah diliputi dengan
suatu lekatan elektrolit. Elektrolit bertindak sebagai plat
negatif dari kapasitor itu. Suatu potongan aluminium
kedua melawan terhadap elektrolit untuk menyediakan
kontak listrik ke elektroda negatif (elektrolit). Ketika
ketiga lapisan berada pada tempatnya, maka ketiga
lapisan tersebut digulung ke dalam suatu silinder. Hal
ini memberikan arti bahwa bentuk plat positif dapat
secara kebetulan dihubungkan kepada terminal negatif
ke sumber, dielektrikum oksida film yang tipis akan
terpisah dan kapasitor akan menjadi suatu konduktor
(terhubung singkat). Polaritas dari terminal secara
normal dapat ditandai pada kapasitor itu. Karena suatu
kapasitor elektrolit polaritasnya sensitif, penggunaanya
biasanya terbatas untuk suatu sirkit dc atau untuk suatu
`sirkit dimana suatu tegangan arus bolak-balik kecil
dilapiskan pada suatu tegangan dc. Khusus kapasitor
elektrolit tersedia untuk aplikasi arus bolak-balik
tertentu, seperti motor kapasitor starting. Kapasitor
elektrolit kering berubah-ubah di dalam ukurannya dari
sekitar 4 mikrofarad sampai ribuan mikrofarad dan
mempunyai suatu kemampuan tegangan kerja kira-kira
500 volt.
2.8 Induktor
Induktor atau reaktor adalah sebuah komponen
elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang
dapat menyimpan energi pada medan magnet yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.
Kemampuan induktor untuk menyimpan energi
magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan
Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah
kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan,
lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di
dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday.
Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar
yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan
tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan
induktor untuk memproses arus bolak-balik.
2.6.1. Hubungan Reaktansi Induktif dengan
Frekuensi
Besarnya reaktansi induktif berbanding langsung
dengan perubahan frekuensi dan nilai induktansi
induktor, semakin besar frekuensi arus bolak-balik dan
semakin besar nilai induktor, maka semakin besar nilai
reaktansi induktif XL pada induktor sebaliknya
semakin kecil frekuensi arus bolak-balik dan semakin
kecil nilai dari induktansinya, maka semakin kecil nilai
reaktansi induktif XL pada induktor tersebut.Hubungan
ini dapat ditulis seperti persamaan berikut,

dimana:
XL = Reaktansi induktif (resistansi semu) induktor
dalam ()
f = Frekuensi arus bolak-balik dalam (Hz)
L = Nilai induktansi induktor (Farad)


Gambar 2.1 Perbandingan Reaktansi Induktif dengan
Frekuensi
2.6.2. Hubungan Arus dan Tegangan pada
Induktor

Gambar 2.2. Hubungan Arus dan Tegangan pada
Induktor
Dari grafik analisa arus bolak-balik (AC) pada
induktor diatas terlihat bahwa tegangan AC (v) yang


4

dilewatkan pada suatu induktor mendahului
(leading) 900 dari pada arus AC (i) yang dilewatkan
pada sebuah induktor (L). Kondisi ini berkebalikan
dengan karakteristik arus listrik bolak-balik (AC) yang
diberikan pada sebuah kapasitor.
2.9 SoftwareSimulasi PSIM
PSIM merupakan salah satu software yang
berguna untuk mensimulasikan berbagai karakteristik
elektronika dan system tenaga listrik. Untuk membuat
simulasi dari system rangkaian elektronika maupun
system tenaga listrik, pertama kali harus dibuat gambar
rangkaiannya. Untuk membuat gambar rangkaian harus
dipilih menu File>>New atau pilih pada short cut New.
Selanjutnya perlu dipilih dan diletakan komponen-
komponen yang menyusun suatu rangkain elektronika
yang akan dibuat. Langkah selanjutnya adalah mengatur
nilai atau parameter rangkaian dengan cara melakukan
dobel klik pada gambar komponen. Setelah daftar
komponen dikumpulkan, selanjutnya perlu dilakukan
dengan menghubungkan komponen yang satu dengan
komponen yang lain. Untuk melakukan simulasi
rangkaian yang telah dibuat dapat dilakukan dengan
menggunakan osiloskop untuk melihat bentuk
gelombang dari rangkaian yang akan dianalisis, caranya
dengan pilih Simulate>>Run Simulation.

III. METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di Laboratorium
Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas
Jenderal Soedirman dengan lama penelitian adalah
empat bulan.
3.2 Alat dan Bahan Objek Penelitian
Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1. Alat dan Bahan Penelitian
Alat Bahan
1. Komputer
2. Osiloskop
3. Multimeter
4. Printer
1. Universal power supply
2. Single phase capasitor start
induction motor
3. Torque & speed control panel
4. Dynamometer machine
5. Shaft coupling and key
6. System frame
7. Standart set of patch leads
8. Conventional instrumentation
(three and single fase measurement)
3.2 Tahapan Penelitian
Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap,
yaitu:
Tahap Persiapan
Tahap persiapan diantaranya adalah menentukan
lokasi objek penelitian dan melakukan studi pustaka
mengenai literature yang berkaitan dengan semua
bahan dan peralatan yang diperlukan dalam
perancangan dan analisis sistem starting motor
induksi dengan metode soft starter. Selain
melakukan studi pustaka, diskusi juga dilakukan
dengan pihak-pihak yang dapat membantu dalam
penelitian tugas.
Tahap Perancangan Rangkaian Simulasi
Pada tahap ini, merancang gambaran umum
rangkaian soft starting dalam membandingkan nilai
kapasitansi dan induktansi untuk menganalisis
pengaruh terhadap unjuk kerja motor induksi. Untuk
merancang rangkaian tersebut, melakukan langkah-
langkah berikut:
Menentukan variabel yang diamati
Variabel yang akan diamatai pada penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a) Efisiensi
Efisiensi motor dapat didefinisikan sebagai
perbandingan output motor yang digunakan
terhadap inputnya.
b) Faktor daya atau yang sering disebut dengan
cos adalah perbandingan daya aktif dan daya
semu.
c) Arus start
Selama proses starting dan mencapai keadaan
nominal, besar arus yang masuk ke belitan
stator baik di belitan utama dan belitan bantu.
d) Torsi start
e) Waktu dalam proses start
Waktu yang diperlukan motor untuk berjalan
mulai dari keadaan diam.
f) Kecepatan putaran
Waktu dari motor hingga mencapai kecepatan
sinkron ditentukan oleh kapasitansi dari
kapasitor.
Menetukan topologi rangkaian soft starting
Sesuai dengan tema penelitian yang diambil,
topologi yang digunakan adalah topologi rangkaian
soft starter motor induksi. Motor induksi sebenarnya
tidak mempunyai torsi awal saat dihidupkan, tetapi
bila lilitan stator dieksitasi dan rotor diputar dengan
alat pembantu, konduktor rotor akan memotong
medan stator dan menyebabkan dibangkitkannya
ggl dalam rotor tersebut. Alat pembantu yang
digunakan untuk memutar rotor motor induksi
disesuaikan dengan torsi pada saat dihidupkan dan
torsi pada saat bekerja yang diperlukan oleh beban.
Kapasitor adalah alat pembantu yang digunakan
untuk memisahkan fasa arus rotor terhadap arus
stator sebesar 90 derajat listrik, sehingga dinamakan
motor jenis kapasitor. Kecepatan motor induksi
sangat dipengaruhi oleh banyaknya kutub pada
statornya dan frekuensi sumber tegangan yang
dirumuskan sebagai berikut:


Tahap Pembuatan dan Pengujian
Pada tahap ini, rangkaian soft starting akan
direalisasikan dan diuji di laboratorium.
Tahap Analisis
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap pengaruh
dari variabel yang diamati terhadap respon sistem
dari motor.
Tahap Akhir
Tahap akhir dari penelitian yaitu penulisan laporan
dan seminar hasil penelitian.




5

3.3 Jadwal Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan empat bulan pada
bulan Mei sampai Agustus 2014. Seperti yang tampak
pada tabel 3.2.
Tabel 3.2.Jadwal Penelitian
Jenis
Kegiatan

Mei Juni Juli Agustus
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

Tahap
Persiapan





Tahap
Perancangan
Rangkaian
Simulasi



Tahap
Realisasi
dan
Pengujian



Tahap
Analisis





Tahap
Akhir




3.4 Alur Penelitian




























Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
IV. DAFTAR PUSTAKA
Kusuma, A. H., 2012. Analisis Starting Motor Induksi
Tiga Fasa Menggunakan Soft Starting di
PT.Pertamina EP.Region Sumatra, Prabumulih.
Skripsi tidak diterbitkan. Palembang: Politeknik
Negeri Sriwijaya.
Manik, A. N., Dinzi, R., 2013. Analisis Perbandingan
Unjuk Kerja Motor Induksi Satu Fasa Split-
phase dan Motor Induksi Satu Fasa Kapasitor
Start-run dengan Menggunakan Matlab
simulink. Skripsi tidak diterbitkan. Medan:
Universitas Sumatra Utara.
Hamzah, A., 2009. Analisis Pengaruh Perubahan
Kecepatan, Kapasitansi dan Beban pada
Generator Induksi Satu Fasa. Skripsi tidak
diterbitkan. Pekanbaru: Universitas Riau.
Prasetijo, H., Nugroho, D.T., Fadli, A., 2013. Modul
Praktikum Mesin Listrik TKE133103.
Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Sains dan
Teknik Universitas Jendral Soedirman.
Awa, E., 2013. Bab II Motor Induksi Satu Fasa.
(Online),
http://id.scribd.com/doc/158022435/Motor-induksi,
diakses 23 Juni 2014).
http://windaadilestari31.wordpress.com/2012/10/07/ma
cam-macam-motor-listrik/, diakses kamis 17 Juli
2014)
http://sisfo.itp.ac.id/bahanajar/BahanAjar/ZurimanAnth
ony/Mesin%20Listrik%20AC/Bab%20III.pdf,
diakses kamis 17 Juli 2014)


TIDAK
Mulai
Studi Pustaka
Perancangan rangkian simulasi
dari soft starting motor induksi
Merealisasikan hasil
perancangan dalam bentuk
hardware
Analisis hasil pengujian
Kesimpulan dan saran
Akhir
melakukan pengujian dari rangkaian