Anda di halaman 1dari 36

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-1

BAB IV
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI


Pengkajian secara lebih mendalam terhadap dampak-dampak yang ditimbulkan dari
kegiatan pertambangan batubara Koptam Rukun Sentosa sangat diperlukan karena
upaya ini akan memudahkan dalam menyusun rencana pengelolaan serta
pemantauan lingkungannya. Pengkajian tersebut juga akan memudahkan dalam
mengetahui pengaruh secara langsung antara komponen kegiatan yang akan
menimbulkan dampak terhadap komponen lingkungan hidup.
Adapun sumber dampak yang nantinya akan menyebabkan perubahan kualitas
maupun kuantitas lingkungan adalah tahapan rencana kegiatan pertambangan
batubara Koptam Rukun Sentosa yang dibagi menjadi 4 tahapan kegiatan, yaitu
sebagai berikut :
A. Pra Konstruksi
1. Pembebasan Lahan
2. Penerimaan Tenaga Kerja
3. Mobilisasi Peralatan
B. Konstruksi
1. Pembangunan Jalan Tambang
2. Pembangunan Fasilitas Penunjang
C. Operasi
1. Pembersihan Lahan
2. Pengupasan dan Penimbunan Tanah Pucuk
3. Pengupasan dan Penimbunan Tanah Penutup
4. Penambangan Batubara
5. Pengangkutan Batubara
6. Penimbunan Batubara
7. Pemuatan dan Pengapalan Batubara
8. Operasional Bengkel dan Genset
9. Corporate Social Responsibility (CSR)
D. Pasca Operasi
1. Rasionalisasi Tenaga Kerja
2. Demobilisasi Peralatan
3. Reklamasi dan Revegetasi Lahan
4. Pengembalian lahan
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-2

Dampak lingkungan yang akan terjadi merupakan komponen lingkungan yang akan
terkena dampak sebagai akibat adanya kegiatan penambangan batubara Koptam
Rukun Sentosa . Adapun dampak lingkungan tersebut adalah sebagai berikut :
A. Fisik Kimia
1) Kualitas Udara Ambien
2) Peningkatan Laju Erosi
3) Menurunnya Kesuburan Tanah
4) Menurunnya Kualitas Air Permukaan
5) Peningkatan Intensitas Kebisingan
6) Terganggunya Stabilitas Lahan
B. Biologi
1) Penurunan Jumlah Vegetasi
2) Habitat satwa Liar
C. Sosekbudkesmas
1) Munculnya sikap dan Persepsi Masyarakat
2) Munculnya Konflik Sosial
3) Terciptanya Lapangan Pekerjaan
4) Terciptanya Lapangan Usaha
5) Peningkatan Pendapatan Masyarakat
6) Gangguan Lalu Lintas Darat
7) Gangguan Keselamatan Masyarakat
8) Gangguan Kesehatan Masyarakat
9) Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat (K3)
10) Perubahan Fungsi Lahan
Dalam menilai dampak yang akan terjadi dan seberapa besar pengaruhnya terhadap
perubahan kualitas dan kuantitas lingkungan, maka acuan yang digunakan adalah
keadaan umum rencana lokasi proyek (BAB III). Prakiraan besaran dampak
dilakukan secara kuantitatif ditentukan dengan metoda formal yaitu menggunakan
rumus matematik, sedangkan secara kualitatif ditentukan dengan metoda informal
yaitu menggunakan analogi, baku mutu lingkungan dan penilaian pakar
(proffesional judgement). Adapun prakiraan dampak yang akan terjadi akibat dari
kegiatan yang dilakukan dapat dilihat pada uraian berikut ini.



DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-3

4.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI
1. Pembebasan Lahan
Kegiatan pembebasan lahan diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan terhadap konflik sosial dan fungsi lahan.
A. Konflik Sosial
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan terhadap konflik sosial akibat dari pelaksanaan
pembebasan lahan adalah potensi munculnya konflik sosial masyarakat.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap konflik sosial pada kegiatan pembebasan lahan
adalah kemungkinan adanya ketidaksesuaian nilai penggantian tanam
tumbuh.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap konflik sosial adalah munculnya pertikaian
antar anggota Koperasi dengan pemrakarsa.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pembebasan lahan, maka dampak yang akan
muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap konflik sosial berpotensi mempengaruhi
kelangsungan rencana proyek.
B. Fungsi Lahan
1. Dampak Penting
Dampak lingkungan hidup terhadap fungsi lahan akibat dari kegiatan
pembebasan lahan prakonstruksi adalah terjadinya pengalihan fungsi lahan
menjadi areal kegiatan tambang.
2. Sumber dampak Penting
Sumber dampak terhadap fungsi lahan adalah penyerahan lahan proyek
kepada pemrakarsa dan dimanfaatkan sebagai areal kegiatan tambang.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap fungsi lahan adalah perubahan fungsi lahan
sebagai areal kegiatan tambang.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap fungsi lahan dari milik warga masyarakat
menjadi areal kegiatan tambang, maka dampak yang akan muncul termasuk
kategori negatif.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-4

5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap fungsi lahan akibat kegiatan pengalihan
fungsi lahan bersifat selama berlangsungnya kegiatan, namun dampak ini
berpotensi mencapai intensitas terburuk yaitu fungsi lahan tidak bisa
kembali kepada fungsi lahan sebelumnya.

2. Penerimaan Tenaga Kerja
Kegiatan penerimaan tenaga kerja diprakirakan berpotensi menimbulkan
dampak lingkungan terhadap Sikap dan Persepsi Masyarakat, Lapangan
Pekerjaan ,Lapangan Usaha dan Pendapatan Masyarakat.
A. Sikap dan Persepsi Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah
terbentuknya sikap dan persepsi masyarakat setempat terhadap Koptam
Rukun Sentosa.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah
penerimaan tenaga kerja dari warga setempat.
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah jumlah dan persentase masyarakat yang
mendukung usaha/kegiatan pertambangan batubara Koptam Rukun
Sentosa.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan munculnya sikap dan persepsi masyarakat akibat
penerimaan tenaga kerja maka bobot dampak kegiatan ini termasuk
positif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap sikap dan persepsi masyarakat akan berlangsung selama
kegiatan penambangan namun berlangsung singkat bilamana Koptam
Rukun Sentosa tidak melaksanakan kegiatan penerimaan tenaga kerja ini
sesuai dengan komitmen dan prioritas penerimaan tenaga kerja.

B. Lapangan Pekerjaan
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap lapangan pekerjaan akibat dari
kegiatan penerimaan tenaga kerja adalah terciptanya lapangan pekerjaan
bagi masyarakat sekitar.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-5

2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap lapangan pekerjaan adalah adanya
penerimaan tenaga kerja yang berasal dari penduduk sekitar.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap lapangan pekerjaan adalah jumlah dan
proporsi tenaga kerja yang berasal dari penduduk sekitar proyek.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap kondisi lingkungan sekitar lokasi tambang,
intensitas aktivitas para pekerja dan lama berlangsungnya dampak maka
dampak yang akan muncul terhadap lapangan pekerjaan termasuk
kategori positif
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap lapangan pekerjaan akan berlangsung lama selama
beroperasinya penambangan batubara serta berpotensi menimbulkan
dampak lanjutan berupa terbentuknya sikap dan persepsi positif
masyarakat terhadap keberadaan dan kelangsungan operasional proyek.
C. Lapangan Usaha
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap lapangan usaha adalah terciptanya
peluang usaha masyarakat sekitar proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap lapangan usaha pada kegiatan penambangan
batubara adalah komponen pekerjaan konstruksi yang dimitrakan kepada
pelaku usaha dari masyarakat setempat.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap lapangan usaha masyarakat adalah jenis
dan volume kegiatan pembangunan yang dimitrakan dengan pelaku
usaha setempat.
4. Bobot Dampak
Terciptanya lapangan usaha yang bersifat sementara dan berpotensi
menimbulkan dampak lanjutan terhadap peningkatan pendapatan
masyarakat, maka dampak yang akan muncul terhadap lapangan usaha
termasuk kategori positif sedang.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap lapangan usaha bersifat sementara, selama
berlangsungnya kegiatan penambangan batubara, namun berpotensi
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-6

menimbulkan dampak lanjutan berupa meningkatnya pendapatan
masyarakat di sekitar lokasi proyek.
D. Pendapatan Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap pendapatan masyarakat adalah
terjadinya peningkatan pendapatan penduduk lokal yang direkrut
menjadi pekerja pada aktivitas tambang batubara
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap pendapatan masyarakat adalah akibat
kegiatan penerimaan tenaga kerja dan terbukanya lapangan usaha bagi
masyarakat.
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap pendapatan masyarakat adalah tingkat
pendapatan masyarakat berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK)
Kutai Kartanegara.
4. Bobot Dampak
Peningkatan pendapatan masyarakat bersifat sementara, maka dampak
yang akan muncul terhadap pendapatan masyarakat termasuk kategori
positif sedang
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap pendapatan masyarakat bersifat sementara,
selama berlangsungnya kegiatan penambangan batubara
.
3. Mobilisasi Peralatan dan Material
Kegiatan mobilisasi peralatan dan material diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap Lalulintas darat, Keselamatan
Masyarakat dan Kesehatan dan Kesekamatan Masyarakat
A. Lalulintas darat
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap lalulintas darat akibat dari kegiatan
mobilisasi peralatan dan material adalah munculnya gangguan kelancaran
lalulintas darat pada lokasi kegiatan proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap gangguan lalulintas darat pada kegiatan
mobilisasi peralatan dan material adalah manuver kedatangan dan
keberangkatan unit pengangkut alat berat ke lokasi proyek.
3. Tolok Ukur Dampak
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-7

Tolok ukur dampak terhadap lalulintas darat adalah intensitas dan
frekuensi gangguan jalan darat pada zona kegiatan proyek.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terganggunya lalulintas darat
yang membahayakan masyarakat, maka bobot dampak terhadap lalulintas
darat akibat kegiatan mobilisasi peralatan adalah termasuk kategori
negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap lalulintas darat akibat kegiatan mobilisasi
peralatan selama berlangsungnya kegiatan mobilisasi peralatan.
B. Keselamatan Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap keselamatan masyarakat adalah munculnya
gangguan terhadap keselamatan masyarakat.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap gangguan keselamatan masyarakat
adalah munculnya resiko keselamatan jiwa masyarakat yang beraktivitas di
sekitar lokasi kegiatan proyek.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak keselamatan masyarakat adalah frekuensi dan
intensitas terjadinya kecelakaan lalulintas.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap mobilisasi peralatan dan material, maka
dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat akibat kegiatan
mobilisasi peralatan dan material bersifat sementara, yaitu selama
berlangsungnya kegiatan mobilisasi peralatan dan material, namun dampak
ini berpotensi mencapai intensitas terburuk yaitu terjadinya gangguan
kesehatan yang membahayakan keselamatan transportasi.
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan pada
kegiatan mobilisasi peralatan.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-8

2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah munculnya resiko keselamatan dan kesehatan jiwa
pekerja yang beraktivitas di lokasi kegiatan proyek.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah frekuensi dan intensitas gangguan keselamatan
dan kesehatan yang terjadi terhadap pekerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan ini
adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada
kegiatan ini bersifat sementara, namun dampak ini berpotensi mencapai
intensitas terburuk yaitu terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan
korban jiwa.

4.2. TAHAP KONSTRUKSI
1. Pembangunan Jalan Tambang
Kegiatan pembangunan jalan tambang batubara diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap Kualitas Udara Ambient, Laju erosi,
Stabilitas lahan, Vegetasi , Habitat satwa liar dan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja.
A. Laju Erosi
1.Jenis Dampak
Dampak penting terhadap erosi adalah terjadinya peningkatan laju erosi
pada bukaan lahan untuk jalan tambang.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap peningkatan laju erosi adalah hilangnya
vegetasi penutup tanah yang merupakan pengikat partikel-partikel tanah.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 150 tahun
2000 Tentang Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa
(ambang kritis erosi sebesar 9 ton/ha/tahun).


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-9

4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pembangunan jalan tambang batubara, maka
dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Peningkatan laju erosi tanah akibat kegiatan pembangunan jalan tambang
berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap terbentuknya alur
permukaan tanah yang . mengakibatkan stabilitas lahan.
B. Kualitas udara ambien
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap kualitas udara pada kegiatan
pembangunan jalan tambang adalah terjadinya penurunan kualitas udara
ambien di sekitar lokasi proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap kualitas udara adalah tebaran debu yang
dihasilkan selama berlangsungnya pembangunan jalan tambang.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap kualitas udara adalah kadar debu ambien
melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 0,23 mg/m3 berdasarkan PP
No 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya penurunan kualitas
udara yang membahayakan kesehatan masyarakat, maka bobot dampak
terhadap kualitas udara akibat kegiatan pembangunan jalan tambang
adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap kualitas udara akan berlangsung lama serta berpotensi
menyebar luas mengikuti arah hembusan angin.
C. Stabilitas lahan
1. Jenis Dampak Penting
Dampak lingkungan hidup terhadap stabilitas lahan pada kegiatan
pembangunan jalan tambang adalah terbentuknya bidang lahan labil dari
bidang urugan di tepi pemadatan badan jalan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap stabilitas lahan pada kegiatan ini adalah proses
pemadatan tanah untuk membentuk jalan tambang.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-10

3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap stabilitas lahan adalah terjadinya longsoran
tanah urugan di tepi pemadatan badan jalan.
4. Bobot Dampak
Memperhatikan besarnya luasan bukaan lahan yang menjadi sumber
dampak, maka dampak yang akan muncul terhadap stabilitas lahan
termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap stabilitas lahan memiliki kecenderungan
bersifat kumulatif di mana material sedimen akan terakumulasi pada lahan
sebagai badan jalan dan dampak akan berlangsung secara terus-menerus.
D. Vegetasi
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap vegetasi adalah terjadinya degradasi
penutup tanah pada bukaan lahan jalan tambang.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap vegetasi adalah kegiatan pembersihan lahan saat
pembuatan jalan tambang.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap vegetasi adalah terjadinya lahan gundul pada
lokasi proyek.
4. Bobot Dampak
Hilangnya vegetasi penutup tanah secara permanen serta potensi
munculnya dampak lanjutan terhadap erosi pada bukaan lahan jalan
tambang, maka dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap vegetasi akan berlangsung lama serta
berpotensi menimbulkan implikasi buruk berupa terjadinya peningkatan
laju erosi.
E. Satwa Liar
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap satwa liar adalah hilangnya habitat
satwa liar di areal tambang batubara.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap satwa liar adalah merupakan dampak lanjutan
degredasi vegetasi kegiatan pembersihan lahan saat pembuatan jalan
tambang yang menyebabkan hilangnya habitat satwa liar.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-11

3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap satwa liar adalah jumlah dan jenis satwa liar
pada areal tambang batubara yang termasuk dalam aspek biologi.
4. Bobot Dampak
Migrasi satwa liar akibat kegiatan bukaan lahan jalan tambang, maka
dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap satwa liar akan berlangsung lama serta
berpotensi menimbulkan implikasi buruk berupa migrasi satwa liar ke
lokasi sekitar tambang.
F. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat
kerja.
2.Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah pengoperasian alat-alat berat dalam kegiatan
pembuatan jalan tambang yang menimbulkan resiko kecelakaan kerja.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah frekuensi dan intensitas gangguan keselamatan
dan kesehatan yang terjadi terhadap pekerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
pembangunan jalan tambang adalah termasuk kategori negatif.

5. Sifat dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada
kegiatan ini bersifat sementara, namun dampak ini berpotensi mencapai
intensitas terburuk yaitu terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan
korban jiwa.
2. Pembangunan Fasilitas Penunjang
Kegiatan pembangunan fasilitas penunjang diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap erosi, vegetasi, Lapangan usaha,
Pendapatan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-12

A. Laju Erosi
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap erosi adalah terjadinya peningkatan laju erosi
pada bukaan lahan untuk pembangunan fasilitas penunjang .
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap peningkatan laju erosi adalah hilangnya
vegetasi penutup tanah yang merupakan pengikat partikel-partikel tanah.
3. Tolok Ukur Dampak
Peraturan Pemerintah Nomor 150 tahun 2000 Tentang Pengendalian
Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa (ambang kritis erosi sebesar 9
ton/ha/tahun).
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pembangunan fasilitas penunjang, maka
dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Peningkatan laju erosi tanah akibat kegiatan pembangunan fasilitas
penunjang berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap stabilitas
lahan.
B. Vegetasi
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap vegetasi adalah terjadinya degradasi
penutup tanah pada bukaan areal pembangunan fasilitas penunjang.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap vegetasi adalah kegiatan pembersihan lahan saat
pembangunan fasilitas penunjang.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap vegetasi adalah terjadinya lahan gundul pada
lokasi proyek.
4. Bobot Dampak
Hilangnya vegetasi penutup tanah secara permanen serta potensi
munculnya dampak lanjutan terhadap erosi pada bukaan areal
pembangunan fasilitas penunjang, maka dampak yang akan muncul
termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap vegetasi akan berlangsung lama serta
berpotensi menimbulkan implikasi buruk berupa terjadinya peningkatan
laju erosi.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-13

C. Lapangan Usaha
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap lapangan usaha adalah terciptanya
peluang usaha masyarakat sekitar proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap lapangan usaha pada kegiatan pembangunan
fasilitas penunjang adalah komponen pekerjaan konstruksi yang
dimitrakan kepada pelaku usaha dari masyarakat setempat.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap lapangan usaha masyarakat adalah jenis dan
volume kegiatan pembangunan yang dimitrakan dengan pelaku usaha
setempat.
4. Bobot Dampak
Terciptanya lapangan usaha yang bersifat sementara dan berpotensi
menimbulkan dampak lanjutan terhadap peningkatan pendapatan
masyarakat, maka dampak yang akan muncul terhadap lapangan usaha
termasuk kategori positif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap lapangan usaha bersifat sementara, selama
berlangsungnya kegiatan pembangunan fasilitas penunjang.
D. Pendapatan Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap pendapatan masyarakat adalah
terjadinya peningkatan pendapatan penduduk lokal yang direkrut menjadi
pekerja pada aktivitas pembangunan fasilitas penunjang
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap pendapatan masyarakat adalah akibat
kegiatan penerimaan tenaga kerja dan terbukanya lapangan usaha bagi
masyarakat.
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap pendapatan masyarakat adalah tingkat
pendapatan masyarakat berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK)
Kutai Kartanegara.
4. Bobot Dampak
Peningkatan pendapatan masyarakat bersifat sementara, maka dampak
yang akan muncul terhadap pendapatan masyarakat termasuk kategori
positif.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-14

5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap pendapatan masyarakat bersifat sementara,
selama berlangsungnya kegiatan pembangunan fasilitas penunjang.
G. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan terhadap K3 pada kegiatan pembangunan fasilitas
penunjang adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan
akibat kerja.
2. Sumber Dampak
Beberapa sumber dampak utama terhadap K3 pada kegiatan ini adalah :
a) Potensi kecelakaan kerja akibat terjatuhnya pekerja dari ketinggian
bangunan.
b) Resiko kecelakaan kerja akibat sengatan listrk saat pengoperasian
peralatan las.
c) Kecelakaan kerja akibat tertimpa material bangunan.
d) Kecelakaan kerja akibat pengoperasian alat berat konstruksi.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap K3 adalah frekuensi dan intensitas
kecelakaan kerja yang terjadi.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
pembangunan fasilitas penunjang adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap K3 bersifat negatif dan berpotensi mencapai intensitas
yang terburuk, yaitu terjadinya kecelakaan akibat kerja yang
membahayakan keselamatan jiwa pekerja.
4.3. TAHAP OPERASI
1. Pembersihan Lahan
Kegiatan pembersihan lahan diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan terhadap erosi, vegetasi, Satwa Liar dan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.



DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-15

A. Erosi
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap erosi adalah terjadinya peningkatan laju erosi
akibat pembersihan lahan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap peningkatan laju erosi adalah hilangnya
vegetasi penutup tanah yang merupakan pengikat partikel-partikel tanah.
3. Tolok Ukur Dampak
Peraturan Pemerintah Nomor 150 tahun 2000 Tentang Pengendalian
Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa (ambang kritis erosi sebesar 9
ton/ha/tahun).
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pembersihan lahan, maka dampak yang akan
muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Peningkatan laju erosi tanah akibat kegiatan pembersihan lahan berpotensi
menimbulkan dampak turunan terhadap stabilitas lahan.
B. Habitat Satwa Liar
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap habitat satwa liar pada kegiatan pembersihan
lahan adalah migrasi satwa liar di sekitar areal proyek
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap migrasi satwa liar pada kegiatan
pembersihan lahan merupakan dampak lanjutan akibat hilangnya vegetasi
alami penutup pada bukaan lahan yang dibersihkan
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap migrasi satwa liar adalah jumlah dan jenis
satwa liar yang bermigrasi dari lokasi tambang
4. Bobot Dampak
Dampak terhadap habitat satwa liar akibat kegiatan pembersihan lahan
termasuk kategori negatif
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap habitat satwa liar akan berlangsung lama
serta berpotensi menimbulkan implikasi buruk berupa migrasi satwa liar ke
tempat lain yang tidak terganggu di sekitar lokasi proyek.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-16

C. Vegetasi
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap vegetasi adalah terjadinya degradasi
penutup tanah pada lahan yang dibersihkan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap vegetasi adalah kegiatan pembersihan lahan.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap vegetasi adalah terjadinya lahan gundul pada
lokasi proyek.
4. Bobot Dampak
Hilangnya vegetasi penutup tanah secara permanen serta potensi
munculnya dampak lanjutan terhadap erosi pada lahan yang dibersihkan,
maka dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif sedang.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap vegetasi akan berlangsung lama serta
berpotensi menimbulkan implikasi buruk berupa terjadinya peningkatan
laju erosi.
D. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat
kerja.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah pengoperasian alat-alat berat dalam kegiatan
pembersihan lahan menimbulkan resiko kecelakaan kerja.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah frekuensi dan intensitas gangguan keselamatan
dan kesehatan yang terjadi terhadap pekerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
pembersihan lahan adalah termasuk kategori negatif.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-17

5. Sifat dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja(K3) pada
kegiatan ini bersifat sementara, namun dampak ini berpotensi mencapai
intensitas terburuk yaitu terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan
korban jiwa.

2. Pengupasan dan Penimbunan Tanah Pucuk
Kegiatan pengupasan dan penimbunan tanah pucuk diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap kesuburan tanah, erosi, kualitas
udara ambient.
A. Kesuburan Tanah
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap kesuburan tanah pada kegiatan pengupasan dan
penimbunan tanah pucuk adalah terjadinya degradasi kesuburan tanah
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terjadinya degradasi kesuburan tanah akibat dari
kegiatan pengupasan dan penimbunan tanah pucuk
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan pada pemulihan kondisi kesuburan
tanah mengacu kepada harkat kesuburan tanah berdasarkan kriteria
tingkat kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah Bogor tahun 1983
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap kesuburan tanah akibat pengupasan dan
penimbunan tanah pucuk, maka dampak yang akan muncul termasuk
kategori negatif sedang
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kesuburan tanah akibat pengupasan dan
penimbunan tanah pucuk akan berlangsung lama dan memerlukan waktu
cukup lama untuk mengembalikan kondisi kesuburan tanah.
B. Laju Erosi
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap erosi adalah terjadinya peningkatan laju erosi
pada pengupasan dan penimbunan tanah pucuk.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap peningkatan laju erosi adalah hilangnya
vegetasi penutup tanah yang merupakan pengikat partikel-partikel tanah.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-18

3. Tolok Ukur Dampak
Peraturan Pemerintah Nomor 150 tahun 2000 Tentang Pengendalian
Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa (ambang kritis erosi sebesar
9 ton/ha/tahun).
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap laju erosi akibat pengupasan dan
penimbunan tanah pucuk, maka dampak yang akan muncul termasuk
kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Peningkatan laju erosi tanah akibat kegiatan pengupasan dan penimbunan
tanah pucuk berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap stabilitas
lahan.
C. Kualitas udara ambien
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap kualitas udara pada kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah pucuk adalah terjadinya penurunan
kualitas udara ambien di sekitar lokasi proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap kualitas udara adalah tebaran debu yang
dihasilkan selama berlangsungnya pengupasan dan penimbunan tanah
pucuk.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap kualitas udara adalah kadar debu ambien
melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 0,23 mg/m3 berdasarkan PP
No 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya penurunan kualitas
udara yang membahayakan kesehatan masyarakat, maka bobot dampak
terhadap kualitas udara akibat kegiatan pengupasan dan penimbunan tanah
pucuk adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap kualitas udara akan berlangsung lama serta berpotensi
menyebar luas mengikuti arah hembusan angin.
D. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat kerja.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-19

2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah pengoperasian alat-alat berat dalam kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah pucuk menimbulkan resiko kecelakaan
kerja.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah frekuensi dan intensitas gangguan keselamatan
dan kesehatan yang terjadi terhadap pekerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah pucuk adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada
kegiatan ini bersifat sementara, namun dampak ini berpotensi mencapai
intensitas terburuk yaitu terjadinya kecelakaan kerja dan penurunan
kesehatan pekerja yang berakibat kepada kematian.
3. Pengupasan dan Penimbunan Tanah Penutup
Kegiatan pengupasan dan penimbunan tanah penutup diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap erosi, kualitas udara ambient dan
Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat.
A. Laju Erosi
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap erosi adalah terjadinya peningkatan laju erosi
pada bukaan lahan pengupasan dan penimbunan tanah penutup.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap peningkatan laju erosi adalah hilangnya
vegetasi penutup tanah yang merupakan pengikat partikel-partikel tanah.
3. Tolok Ukur Dampak
Peraturan Pemerintah Nomor 150 tahun 2000 Tentang Pengendalian
Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa (ambang kritis erosi sebesar
9 ton/ha/tahun).
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pengupasan dan penimbunan tanah penutup,
maka dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-20

5. Sifat Dampak
Peningkatan laju erosi tanah akibat kegiatan pengupasan dan penimbunan
tanah penutup berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap
stabilitas lahan.
B. Kualitas udara ambien
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap kualitas udara pada kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah penutup adalah terjadinya penurunan
kualitas udara ambien di sekitar lokasi proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap kualitas udara adalah tebaran debu yang
dihasilkan selama berlangsungnya pengupasan dan,penimbunan tanah
penutup.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap kualitas udara adalah kadar debu ambien
melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 0,23 mg/m3 berdasarkan PP
No 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara. .
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya penurunan
kualitas udara yang membahayakan kesehatan masyarakat, maka bobot
dampak terhadap kualitas udara akibat kegiatan pengupasan dan
penimbunan tanah penutup adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap kualitas udara akan berlangsung lama serta berpotensi
menyebar luas mengikuti arah hembusan angin.
C. Stabilitas Lahan
1. Jenis Dampak Penting
Dampak lingkungan hidup terhadap stabilitas lahan pada kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah penutup adalah terbentuknya bidang
lahan labil dari bidang bukaan lahan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap stabilitas lahan pada kegiatan ini adalah proses
penimbunan pada pengupasan tanah penutup.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap stabilitas lahan adalah terjadinya longsoran
tanah timbunan

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-21

4. Bobot Dampak
Memperhatikan besarnya luasan bukaan lahan yang menjadi sumber
dampak, maka dampak yang akan muncul terhadap stabilitas lahan
termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap stabilitas lahan memiliki kecenderungan
bersifat kumulatif di mana material sedimen akan terakumulasi pada
lahan dan dampak akan berlangsung secara terus-menerus.
D. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat
kerja.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah pengoperasian alat-alat berat dalam kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah penutup menimbulkan resiko
kecelakaan kerja.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah frekuensi dan intensitas gangguan
keselamatan dan kesehatan yang terjadi terhadap pekerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
pengupasan dan penimbunan tanah penutup adalah termasuk kategori
negatif.
5. Sifat dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja(K3) pada
kegiatan ini bersifat sementara, namun dampak ini berpotensi mencapai
intensitas terburuk yaitu terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan
korban jiwa.
4. Penambangan Batubara
Kegiatan penambangan batubara diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
A. Kualitas Air Permukaan
1. Jenis Dampak
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-22

Dampak penting terhadap kualitas air permukaan pada kegiatan
penambangan batubara adalah terjadinya penurunan kualitas air permukaan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap penurunan kualitas air akibat air asam
tambang yang menyebar melalui media air pada penambangan batubara.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah berdasarkan Kep Men LH No.113 Tahun 2003
Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Penambangan
Batubara.
4. Bobot Dampak
Dampak terhadap kualitas air permukaan akibat kegiatan penambangan
batubara termasuk kategori negatif sedang.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kualitas air akibat dari penambangan batubara
akan berlangsung lama serta akan menyebar melalui media air.

B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan terhadap K3 pada kegiatan penambangan batubara
adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat
kerja.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah pengoperasian alat-alat berat dalam kegiatan
penambangan batubara menimbulkan resiko kecelakaan kerja
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap K3 adalah frekuensi dan intensitas
kecelakaan kerja yang terjadi.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
penambangan batubara adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap K3 bersifat negatif dan berpotensi mencapai intensitas
yang terburuk, yaitu terjadinya kecelakaan akibat kerja yang
membahayakan keselamatan jiwa pekerja.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-23

5. Pengangkutan Batubara
Kegiatan pengangkutan batubara dari areal tambang ke stockpile diprakirakan
berpotensi menimbulkan dampak lingkungan terhadap Kualitas Udara Ambient,
Lalulintas darat, Kesehatan masyarakat, Keselamatan Masyarakat dan
Kesehatan dan Keselamatan kerja.
A. Kualitas Udara Ambien
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap kualitas udara pada kegiatan pengangkutan
batubara adalah terjadinya penurunan kualitas udara ambien.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap kualitas udara adalah peningkatan
kadar debu akibat dari gesekan roda kendaraan dengan permukaan jalan.
3. Tolok Ukur Dampak
a. Kandungan debu di udara sebesar 0,23 mg/m
3
(Baku Mutu Udara
Ambient) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999
Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
b. Nilai ambang batas debu di tempat kerja sebesar 3 mg/m
3
berdasarkan
SK MENAKER Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Nilai Ambang Batas
Debu di Tempat Kerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya penurunan
kualitas udara yang membahayakan kesehatan masyarakat, maka bobot
dampak terhadap kualitas udara akibat kegiatan pengangkutan batubara
dari areal penambangan ke stockpile adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap kualitas udara akan berlangsung selama kegiatan
pengangkutan batubara dari areal tambang ke stockpile serta berpotensi
menyebar luas mengikuti arah hembusan angin.
B. Lalulintas Darat
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap lalulintas darat adalah munculnya gangguan
lalulintas darat pada ruas jalan dan perpotongan jalan angkut batubara
dengan jalan umum pada kegiatan pengangkutan batubara dari areal
tambang ke stockpile.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap lalulintas darat adalah akibat
perlintasan berulang-ulang unit pengangkut batubara (dump truck) di
ruas jalan saat berlangsungnya kegiatan pengangkutan batubara.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-24

3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak dari adanya gangguan lalulintas umum adalah
tingkat kemacetan kendaraan pada ruas jalan yang dilalui dari adanya
pengangkutan batubara dari areal tambang ke stockpile.
4. Bobot Dampak
Dampak terhadap lalulintas darat akibat kegiatan pengangkutan batubara
dari areal tambang ke stockpile termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap lalulintas darat akibat dari pengangkutan
batubara dari areal tambang ke stockpile akan berlangsung selama
pengangkutan batubara
C. Kesehatan Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap kesehatan masyarakat pada kegiatan
pengangkutan batubara dari stockpile kepelabuhan khusus batubara
adalah munculnya resiko gangguan kesehatan penduduk setempat yang
beraktivitas di sekitar lokasi proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap kesehatan masyarakat merupakan
dampak lanjutan akibat dari penurunan kualitas udara ambien dan
penurunan kualitas air.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap kesehatan masyarakat adalah adanya
penderita silikosis kronis yang diderita penduduk kampung di sekitar
kegiatan pengangkutan batubara dari areal tambang ke stockpile.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pengangkutan batubara dari areal tambang
ke stockpile, maka dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat akibat pengangkutan
batubara dari areal tambang ke stockpike bersifat sementara, yaitu
selama berlangsungnya kegiatan, namun dampak ini berpotensi
mencapai intensitas terburuk yaitu terjadinya gangguan kesehatan yang
membahayakan keselamatan transportasi.
D. Keselamatan Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap keselamatan masyarakat adalah munculnya
gangguan terhadap keselamatan masyarakat.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-25

2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap gangguan keselamatan masyarakat
adalah munculnya resiko keselamatan jiwa masyarakat yang beraktivitas
di sekitar lokasi kegiatan proyek.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak keselamatan masyarakat adalah frekuensi dan
intensitas terjadinya kecelakaan lalulintas.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap pengangkutan batubara dari areal tambang
ke stockpile, maka dampak yang akan muncul termasuk kategori negatif
sedang.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat akibat kegiatan
pengangkutan batubara dari areal tambang ke stockpile bersifat
sementara, yaitu selama berlangsungnya kegiatan berlangsung, namun
dampak ini berpotensi mencapai intensitas terburuk yaitu terjadinya
gangguan kesehatan yang membahayakan keselamatan transportasi.
E. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan terhadap K3 pada kegiatan pengangkutan batubara
dari areal tambang ke stockpile adalah munculnya resiko gangguan
kesehatan dan kecelakaan akibat kerja.
2. Sumber Dampak
Beberapa sumber dampak utama terhadap K3 pada kegiatan ini adalah :
a) Kecelakaan kerja akibat pengoperasian alat berat konstruksi.
b) Kecelakaan kerja akibat pengangkutan batubara
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap K3 adalah frekuensi dan intensitas
kecelakaan kerja yang terjadi.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
pengangkutan batubara adalah termasuk kategori negatif sedang.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-26

5. Sifat Dampak
Dampak terhadap K3 bersifat negatif dan berpotensi mencapai intensitas
yang terburuk, yaitu terjadinya kecelakaan akibat kerja yang
membahayakan keselamatan jiwa pekerja.
6. Penimbunan Batubara
Kegiatan pengolahan dan penimbunan batubara diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap Kualitas udara ambient, kualitas air
permukaan, Kebisingan, dan Kesehatan dan Keselamatan kerja.
A. Kualitas udara ambien
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap penurunan kualitas udara adalah terjadinya
penurunan kualitas udara ambien (peningkatan debu) di sekitar lokasi
proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak yang menimbulkan dampak penurunan kualitas udara
ambient adalah tebaran debu halus batubara yang dihasilkan saat proses
penimbunan dan pemuatan batubara ke alat pengangkut.
3. Tolok Ukur Dampak
a. Kandungan debu di udara sebesar 0,23 mg/m
3
(Baku Mutu Udara
Ambient) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999
Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
b. Nilai ambang batas debu di tempat kerja sebesar 3 mg/m
3
berdasarkan SK MENAKER Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Nilai
Ambang Batas Debu di Tempat Kerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya penurunan
kualitas udara yang membahayakan kesehatan masyarakat, maka bobot
dampak terhadap kualitas udara akibat kegiatan pengolahan dan
penimbunan batubara adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap kualitas udara akan berlangsung lama serta berpotensi
menyebar luas mengikuti arah hembusan angin.
B. Kualitas air Permukaan
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap kualitas air pada kegiatan penimbunan batubara
adalah terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar areal lokasi
proyek.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-27

2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap kualitas air mengakibatkan
terbentuknya air asam tambang yang berasal dari timbunan batubara.
3. Tolok Ukur Dampak
a. SK MEN-LH No. 113 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah
Bagi Usaha dan atau Kegiatan pertambangan batubara.
b. PP RI Nomor 82 Tahun 2001 (kelas I dan II) Tentang Pemantauan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
4. Bobot Dampak
Suplai material pencemar dari kegiatan pengolahan dan penimbunan
batubara akan berlangsung secara terus-menerus setiap terjadi hujan dan
akan menyebar tidak terkendali melalui media air, sehingga dampak
terhadap kualitas air permukaan termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kualitas air akibat dari pengolahan dan
penimbunan batubara akan berlangsung lama serta akan menyebar
melalui media air.

C. Kebisingan
1. Dampak Penting
Dampak penting terhadap kebisingan pada kegiatan penimbunan
batubara adalah peningkatan kebisingan disekitar areal proyek.
2. Sumber Dampak Penting
Sumber dampak penting terhadap kebisingan merupakan akibat suara
yang ditimbulkan oleh peralatan pemuatan batubara.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah Baku mutu kebisingan di lingkungan kerja
SK. MENAKER No. 51 Tahun 1999 yaitu sebesar 85 dB (A).
4. Bobot Dampak
Memperhatikan sifat penyebaran dampak dan lama dampak berlangsung,
maka dampak yang akan muncul terhadap tingkat kebisingan termasuk
kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kebisingan akibat dari penimbunan
batubara akan berlangsung selama kegiatan berlangsung.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-28

D. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan terhadap K3 pada kegiatan pengolahan dan
penimbunan batubara adalah munculnya resiko gangguan kesehatan dan
kecelakaan akibat kerja.
2. Sumber Dampak
Beberapa sumber dampak utama terhadap K3 pada kegiatan ini
kecelakaan kerja akibat pengoperasian alat berat dan paparan debu selama
kegiatan berlangsung.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap K3 adalah frekuensi dan intensitas
kecelakaan kerja yang terjadi, dan jumlah pekerja yang menderita sakit
terutama ISPA.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
penimbunan batubara adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap K3 bersifat negatif dan berpotensi mencapai intensitas
yang terburuk, yaitu terjadinya kecelakaan akibat kerja yang
membahayakan keselamatan jiwa pekerja.
7. Pemuatan dan Pengapalan Batubara
Kegiatan pemuatan dan pengapalan batubara diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap Kualitas air permukaan.
A. Kualitas Air Permukaan
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap kualitas air permukaan pada kegiatan pemuatan
dan pengapalan batubara adalah terjadinya penurunan kualitas air
permukaan di sekitar areal lokasi kegiatan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap kualitas air adalah ceceran butiran
lembut batubara dan oli dari ponton yang jatuh dan memasuki badan
perairan.
3. Tolok Ukur Dampak
a. SK MEN-LH No. 113 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah
Bagi Usaha dan atau Kegiatan pertambangan batubara.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-29

b. PP RI Nomor 82 Tahun 2001 (kelas I dan II) Tentang Pemantauan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
4. Bobot Dampak
Memperhatikan sifat penyebaran dampak dan lama dampak berlangsung,
amka dampak yang akan muncul terhadap kualitas air permukaan termasuk
kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kualitas air akibat dari pengolahan dan
penimbunan batubara akan berlangsung lama serta akan menyebar melalui
media air.
8. Operasional Bengkel dan Genset
Kegiatan operasional genset diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan terhadap Kebisingan dan Keselamatan dan kesehatan kerja.
A. Kebisingan
1. Dampak Penting
Dampak penting terhadap kebisingan pada kegiatan aktivitas bengkel dan
genset adalah peningkatan kebisingan disekitar areal genset.

2. Sumber Dampak Penting
Sumber dampak penting terhadap kebisingan merupakan akibat suara
yang ditimbulkan oleh mesin genset.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah Baku mutu kebisingan di lingkungan kerja
SK. MENAKER No. 51 Tahun 1999 yaitu sebesar 85 dB (A).
4. Bobot Dampak
Memperhatikan sifat penyebaran dampak dan lama dampak berlangsung,
maka dampak yang akan muncul terhadap tingkat kebisingan termasuk
kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kebisingan akibat dari operasional genset
akan berlangsung selama kegiatan
B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan terhadap K3 pada kegiatan operasional genset adalah
munculnya resiko gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat kerja.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-30

2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap K3 pada kegiatan ini adalah akibat:
a. Sumber dampak terhadap K3 pada kegiatan ini adalah kecelakaan
kerja akibat pengoperasian genset.
b. Resiko gangguan kesehatan pekerja akibat paparan debu di
lingkungan kerja.
c. Resiko gangguan kesehatan pendengaran akibat paparan kebisingan
saat pengoperasian alat berat.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap K3 adalah frekuensi dan intensitas
kecelakaan kerja yang terjadi serta kebisingan.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
operasional genset adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap K3 bersifat negatif dan berpotensi mencapai intensitas
yang terburuk, yaitu terjadinya kecelakaan akibat kerja yang
membahayakan keselamatan jiwa pekerja.

9. Corporate Social Responsibility (CSR)
Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) diprakirakan berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan terhadap sikap dan persepsi masyarakat.
A. Sikap dan Persepsi Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah
terbentuknya sikap dan persepsi yang bersifat positif pada masyarakat
setempat terhadap pemrakarsa
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah
pemberian bantuan pada masyarakat baik dalam bidang pendidikan, sosial
maupun ekonomi
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah jumlah dan persentase masyarakat yang
mendukung usaha/kegiatan pertambangan batubara
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-31

4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan munculnuya sikap dan persepsi masyarakat akibat
progam CSR maka bobot dampak kediatan ini termasuk positif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap sikap dan persepsi masyarakat akan berlangsung selama
kegiatan penambangan tetapi bisa berdampak singkat bilamana program
CSR tidak dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan.

4.4. TAHAP PASCA OPERASI
1. Rasionalisasi Tenaga Kerja
Kegiatan rasionalisasi tenaga kerja diprakirakan berpotensi menimbulkan
dampak lingkungan terhadap Lapangan pekerjaan
A. Lapangan Pekerjaan
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap lapangan kerja pada kegiatan rasionalisasi
tenaga kerja adalah hilangnya lapangan pekerjaan bagi penduduk di
sekitar lokasi proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap hilangnya lapangan kerja akibat adanya
PHK (pemutusan hubungan tenaga kerja).
3. Tolok Ukur Dampak
a. Jumlah tenaga kerja lokal yang terkena pemutusan hubungan kerja.
b. Besarnya pesangon yang diberikan kepada tenaga kerja lokal yang
terkena pemutusan hubungan kerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap jumlah tenaga yang terkena PHK dan lama
berlangsungnya dampak maka dampak yang akan muncul terhadap
lapangan pekerjaan termasuk kategori negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak terhadap lapangan pekerjaan akan berlangsung lama apabila
tidak memiliki alternatif pekerjaan lain tetapi bisa berdampak singkat
apabila tenaga kerja yang terkena PHK memiliki skill untuk pekerjaan
lain.
2. Demobilisasi Peralatan
Kegiatan demobilisasi peralatan diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan terhadap Lalulintas darat dan Keselamatan masyarakat.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-32

A. Lalulintas Darat
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap lalulintas darat akibat dari kegiatan
demobilisasi peralatan adalah munculnya gangguan kelancaran lalulintas
darat pada lokasi di sekitar kegiatan proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap gangguan lalulintas darat pada kegiatan ini
adalah pergerakan unit trailer saat demobilisasi peralatan.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah intensitas dan frekuensi gangguan jalan darat
pada zona kegiatan demobilisasi peralatan.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terganggunya lalulintas darat
yang membahayakan masyarakat, maka bobot dampak terhadap lalulintas
darat akibat kegiatan demobilisasi peralatan adalah termasuk kategori
negatif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap lalulintas darat akibat kegiatan demobilisasi
peralatan selama berlangsungnya kegiatan demobilisasi peralatan.
B. Keselamatan Masyarakat
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap keselamatan masyarakat akibat dari
kegiatan demobilisasi peralatan adalah munculnya resiko keselamatan
jiwa masyarakat yang berlalulintas di jalan darat sekitar lokasi kegiatan
proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap keselamatan masyarakat adalah pergerakan unit
trailer yang melintasi jalan darat yang sering dilalui masyarakat.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap keselamatan masyarakat adalah terjadinya
kecelakan lalulintas darat yang membahayakan keselamatan jiwa
masyarakat.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap keselamatan masyarakat, maka dampak yang
akan muncul termasuk kategori negatif.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-33

5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan masyarakat akibat kegiatan
demobilisasi peralatan bersifat sementara, yaitu selama berlangsungnya
kegiatan demobilisasi, namun dampak ini berpotensi mencapai intensitas
terburuk yaitu terjadinya kecelakaan.
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) adalah munculnya resiko keselamatan saat kegiatan demobilisasi
peralatan.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada
kegiatan ini adalah munculnya resiko keselamatan dan kesehatan jiwa
pekerja yang beraktivitas di lokasi kegiatan proyek.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah frekuensi dan intensitas gangguan
keselamatan dan kesehatan yang terjadi terhadap pekerja.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan prakiraan adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
yang membahayakan keselamatan jiwa pekerja serta potensi munculnya
gangguan kesehatan yang bersifat kronis terhadap pekerja, maka bobot
dampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akibat kegiatan
demobilisasi peralatan adalah termasuk kategori negatif.
5. Sifat dampak
Dampak lingkungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja(K3) pada
kegiatan ini bersifat sementara, namun dampak ini berpotensi mencapai
intensitas terburuk yaitu terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan
korban jiwa.
3. Reklamasi Dan Revegetasi Lahan
Kegiatan reklamasi dan revegetasi lahan diprakirakan berpotensi menimbulkan
dampak lingkungan terhadap Kesuburan Tanah, Stabilitas Lahan, Vegetasi,
Habitat Satwa Liar, Lapangan Usaha dan Pendapatan Masyarakat .
A. Kesuburan Tanah
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap kesuburan tanah pada reklamasi dan revegetasi
lahan adalah terjadinya perbaikan kesuburan tanah di sekitar tapak proyek.


DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-34

2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap perbaikan kondisi kesuburan akibat dari
kegiatan reklamasi dan revegetasi
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan pada pemulihan kondisi kesuburan
tanah mengacu kepada harkat kesuburan tanah berdasarkan kriteria tingkat
kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah Bogor tahun 1983.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap kesuburan tanah akibat reklamasi dan
revegetasi lahan, maka dampak yang akan muncul termasuk kategori
positif
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap kesuburan tanah akibat reklamasi dan
revegetasi lahan akan berlangsung lama karena memerlukan waktu cukup
lama untuk mengembalikan fungsi lahan sebagaimana kondisi awal.
B. Vegetasi
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap vegetasi adalah terjadinya perbaikan
vegetasi pada bukaan lahan bekas tambang batubara.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap perbaikan vegetasi akibat kegiatan
reklamasi dan revegetasi.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah populasi dan tingkat pertumbuhan tanaman.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap vegetasi akibat reklamasi dan revegetasi
lahan, maka dampak yang akan muncul termasuk kategori positif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap vegetasi akan berlangsung lama karena
memerlukan waktu cukup lama untuk mengembalikan kondisi awal.
C. Habitat Satwa Liar
1. Jenis Dampak
Dampak penting terhadap habitat satwa liar pada kegiatan reklamasi dan
revegetasi lahan adalah kembalinya satwa liar yang sebelumnya bermigrasi
ke sekitar areal proyek ke areal bukaan bekas tambang yang telah
mengalami perbaikan vegetasi.

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-35

2. Sumber Dampak
Sumber dampak penting terhadap migrasi satwa liar pada kegiatan
pembangunan fasilitas penunjang merupakan dampak lanjutan akibat
perbaikan vegetasi alami penutup pada bukaan lahan bekas tambang.
3. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap migrasi satwa liar adalah jumlah dan jenis
satwa liar yang bermigrasi kembali ke lokasi bukaan lahan bekas tambang
4. Bobot Dampak
Dampak terhadap habitat satwa liar akibat kegiatan pembersihan lahan
termasuk kategori positif
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap habitat satwa liar akan berlangsung lama
karena memerlukan waktu cukup lama untuk mengembalikan kondisi awal
yang terganggu di lokasi proyek.
D. Lapangan Usaha
1. Jenis Dampak
Dampak lingkungan hidup terhadap lapangan usaha adalah terciptanya
peluang usaha masyarakat sekitar proyek.
2. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap lapangan usaha pada kegiatan reklamasi dan
revegetasi lahan adalah komponen pekerjaan konstruksi yang dimitrakan
kepada pelaku usaha dari masyarakat setempat.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap lapangan usaha masyarakat adalah jenis dan
volume kegiatan pembangunan yang dimitrakan dengan pelaku usaha
setempat.
4. Bobot Dampak
Terciptanya lapangan usaha yang bersifat sementara dan berpotensi
menimbulkan dampak lanjutan terhadap peningkatan pendapatan
masyarakat, maka dampak yang akan muncul terhadap lapangan usaha
termasuk kategori positif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap lapangan usaha bersifat sementara, selama
berlangsungnya kegiatan reklamasi dan revegetasi lahan.
4. Pengembalian Lahan
Kegiatan pengembalian lahan diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak
lingkungan terhadap Fungsi lahan.
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI I V-36

A. Fungsi Lahan
1. Dampak Penting
Dampak lingkungan hidup terhadap fungsi lahan akibat dari kegiatan
pengembalian lahan pasca operasi adalah terjadinya pengalihan fungsi
lahan menjadi fasilitas publik.
2. Sumber dampak Penting
Sumber dampak terhadap fungsi lahan adalah penyerahan lahan proyek
kepada pemerintah dan dimanfaatkan bagi kepentingan umum dan
perekonomian masyarakat setempat.
3. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap fungsi lahan adalah perubahan fungsi lahan
sebagai fasilitas publik dan perekonomian masyarakat.
4. Bobot Dampak
Berdasarkan kajian terhadap fungsi lahan dari areal penambangan menjadi
fasilitas publik, maka dampak yang akan muncul termasuk kategori positif.
5. Sifat Dampak
Dampak lingkungan terhadap fungsi lahan akibat kegiatan pengalihan
fungsi lahan bersifat selama berlangsungnya kegiatan, namun dampak ini
berpotensi mencapai intensitas terburuk yaitu fungsi lahan tidak bisa
kembali kepada fungsi lahan sebelumnya.