Anda di halaman 1dari 5

Definisi Kapal

Kapal, adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut atau sungai
seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Sedangkan dalam istilah inggris,
dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil.
Pada saat ini jenis-jenis kapal kapal yang masih digunakan adalah sebagai berikut:

Kapal Perang
Kapal bersenjata yang digunakan sebagai satuan pertahanan di daerah maritim

Kapal penumpang
Kapal yang berfungsi mengangkut penumpang untuk melewati perairan
Kapal Ro-Ro
Selain mengangkut penumpang, kapal Ro-Ro juga mampu mengangkut
kendaraan di dalamnya. Di Indonesia Kapal Ro-Ro digunakan sebagai
transportai lintas selat


Kapal feri
Kapal feri atau kapal penyebrangan adalah kapal yang digunakan untuk
transportasi jarak dekat, biasanya digunakan untuk melintasi selat.


Kapal pesiar
Kapal persiar atau Cruise Ship merupakan kapal penumpang yang digunakan
untuk pelayaran jarak jauh dengan waktu yang relatif lama. Biasanya kapal
pesiar dilengkapi berbagai fasilitas didalamnya agar penumpang bisa
menikmati perjalanan



Kapal barang
Kapal tanker
Merupakan kapal yang dirancang untuk mengangkut produk minyak dan
sejenisnya. Jenis kapal tanker utama termasuk tanker minyak, tanker kimia
dan tanker LNG.


Kapal kontainer
Kapal kontainer atau kapal peti kemas berfungsi mengangkut peti kemas
dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.


Tongkang
Tongkang atau ponton merupakan kapal pengangkut barang dengan
lambung datar, dibuat sedemikian rupa agar mampu mengakomodasi
pasang-surut pada dermaga apung. Tongkang merupakan kapal yang tidak
memiliki sistem pendorong untuk keperluan akomodasinya, tongkang
digerakan dengan cara ditarik oleh kapal lain


Kapal dingin beku

Kapal pemecah es
Kapal tunda
Kapal pandu
Kapal tender
Kapal keruk

Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan untuk sebuah kapal diatur dalam undang-undang
registrasi sertifikasi(certificate of registry act) tahun 1982 yang termasuk dalam perjanjian
internasional untuk pengukuran kapal(International treaty on the measurment of ship) yang
dibuat oleh IMO pada konferensi tahun 1969. Sedangkan untuk kapal dengan ukuran
minimal 24 meter perjanjian baru berlaku pada Juli 1994. Berikut aspek-aspek yang perlu
diketahui dari sebuah kapal:

Water line
Garis air pada kapal
Light water line
Garis air pada kapal ketika muatan kosong
Deep water line
Garis air pada kapal ketika membawa beban maksimum
Fore Perpendicular(FPP, or FP)
Garis tegak lurus dengan garis air yang berada di ujung depan batang kapal
After Perpendicular (APP, or AP)
Garis tegak lurus dengan garis air yang biasanya berada di centerline dari rudder
stock

Dimensi kapal:
Length between perpendiculars (Lpp)
Jarak antara FPP dan APP
Length over all
Jarak dari ujung depan hingga belakang kapal
Length on the water line
Jarak garis air
Breadth (B)
Lebar kapal terbesar namun diukur dari dalam shell plating
Breadth overall
Lebar makimal kapal diukur dari luar shell plating
Draught
Jarak dari garis air hingga titik terbawah kapal

Air draught
Jarak vertikal antara waterline dengan titik tertinggi kapal
Depth
Jarak vertikal antara garis dasar hingga titik tertinggi deck
Freeboard
Jarak antara waterline dengan titik tertinggi deck

Volume dan berat
Dimensi sebuah kapal dapat juga didefinisikan dengan karakter kapal sesuai dengan
fungsinya, contoh untuk kapal container didefinisikan menggukan jumlah container yang
dapat diangkutnya, kapal Ro-RO didefinisikan dengan luas deck-nya atau dengan jumlah
penumpang yang dapat diangkut. Dalam konferensi IMO tahun 1969 diperkenalkan istilah
gross tonnage dan nett tonnage sebagai standar ukuran sebuah kapal secara
internasional.

Gross tonnage
Adalah ukuran seuatu kapal yang diukur berdasarkan volume kapal dibawah geladak utama.
Nilai tersebut dikalikan dengan sbuah konstanta yang menghasilkan angka tak berdimensi.

Nett tonnage
Juga merupakan bilangan yang tak berdimensi yang menjelaskan volume kargo yang dapat
dimuat.

Displacement
Merupakan jumlah volume bagian kapal di bawah garis air, termasuk propeller, rudder dan
shell plating





Sistem penggerak kapal
Propulsi
Sistem propulsi kapal biasanya menggunakan propeller yang diputar menggunakan shaft
dan digerakkan oleh diesel engine. Pada dasarnya kapal hanya menggunakan sebuah
propeller kecuali kapal-kapal cepat, biasanya menggunakan dua propeller.
Pengaturan sistem propulsi kapal berada di ruang mesin (Engine room), disini mesin

Engine Room
Mesin utama (Main Engine) sebuah kapal biasanya menggunakan jenis diesel engine karena
penggunaan bahan bakar yang relatif efisien dibanding dengan mesin bakar lainnya untuk
menghasilkan jumlah daya yang sama