Anda di halaman 1dari 27

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
1.1.1. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Kelapa Gading
A. Keadaan Geografis
Kecamatan Kelapa Gading dengan luas 1.633,7 hektar, terdiri atas
tiga kelurahan, yaitu Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, dan
Pegangsaan Dua. Populasi warga Kelapa Gading sekitar 5% dari jumlah
penduduk Jakarta dan 20% penduduk Jakarta Utara. Hampir 65 %
penduduknya adalah warga keturunan Tionghoa.
Batas wilayah kecamatan Kelapa Gading :
a) Sebelah utara : Kali Bendungan Batik Kelurahan Tugu Selatan dan
Rawa Badak Kecamatan Koja JakartaUtara.
b) Sebelah selatan : Jl. Raya Bekasi Kecamatan Cakung Jakarta
Timur.
c) Sebelah timur : Kali Cakung dan Kali Petukangan Kecamatan
Cakung Jakarta Timur.
d) Sebelah barat : Jl. Raya Yos Sudarso Kec. Tanjung Priok Jakarta
Utara.

B. Keadaan Demografi
Menurut data Biro Pusat Statistik Jakarta Utara periode Januari
Juli 2012, Kecamatan Kelapa Gading mempunyai jumlah penduduk
sebanyak 134.113 jiwa, dengan kepadatan penduduk 67/Ha. Berikut rincian
jumlah penduduk yang ada di kecamatan Kelapa Gading periode Januari
Desember 2012.







2

Tabel 1.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk di Wilayah
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Tahun 2012
No. Kelurahan
Luas Wilayah
(km
2
)
Jumlah
Penduduk
Kepadatan Penduduk
(per km
2
)
1.
Kelapa Gading Timur 355,13 41.053 11.560
2. Kelapa Gading Barat 650,12 38.645 7.681
3. Pegangsaan Dua 628,45 54.415 8.659
Jumlah 1633,70 134.113 27.900
Sumber :Laporan Bulanan Statistik Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Kelapa
Gading tahun 2012
Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Wilayah Puskesmas
Kecamatan Kelapa Gading Periode Januari Desember 2012
No Keterangan Jumlah
1 Laki-laki 67.326
2 Perempuan 66.787
Jumlah 134.113
Sumber : Laporan Bulanan Statistik Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan
Kelapa Gading tahun 2012
Tabel.1.3 Jumlah penduduk, Kepala Keluarga (KK), Rukun Warga (RW), dan Rukun
Tetangga (RT) di Wilayah Kecamatan Kelapa Gading tahun 2012
No. Kelurahan Jumlah Penduduk Jumlah KK
Jumlah
RW
Jumlah
RT
1. Kelapa Gading Timur
41.053 13.065 21 241
2. Kelapa Gading Barat
38.645 10.235 21 208
3. Pegangsaan Dua
54.415 13.615 25 231
Jumlah 134.113 34.074 67
680
Sumber : Laporan Bulanan Statistik Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Kelapa
Gading tahun 2012

3

Berikut merupakan data demografi kecamatan Kelapa Gading :
a) Data penduduk menurut Tingkat Pendidikan
Tabel 1.4 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Wilayah Kecamatan
Kelapa Gading tahun 2012

No Tingkat Pendidikan Laki-laki Perempuan
1 Tidak sekolah 10.695 9.802
2 Tidak tamat sekolah 6.869 6.055
3 Tamat SD 10.695 14.093.
4 Tamat SLTP 10.714 12.021
5 Tamat SLTA 18.189 16.347
6 Tamat Akademi / Perguruan tinggi 15.623 14.259
Sumber : Laporan Bulan Statistik Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Kelapa
Gading tahun 2012

b) Data Penduduk Menurut Pekerjaan
Tabel 1.5 Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan di Wilayah Kecamatan Kelapa Gading
tahun 2012

No Pekerjaan Laki-laki Perempuan
1 Tani 416 342
2 Karyawan swasta/pemerintah/ABRI 23.430 23.140
3 Pedagang 6.867 6.321
4 Nelayan 442 252
5 Buruh tani 284 195
6 Pensiunan 4.793 4.279
7 Pertukangan 643 0
8 Pengangguran 4.449 4.354
9 Fakir miskin 2.406 1.918
10 Lain-lain 10.241 10.613
Sumber : Laporan Bulanan Statistik Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Kelapa
Gading tahun 2012



4

c) Data Sarana Peribadatan
Tabel 1.6 Sarana Peribadatan di Wilayah Kecamatan Kelapa Gading Tahun 2012
No Sarana peribadatan Jumlah
1 Masjid 28
2 Mushola 43
3 Gereja 36
4 Wihara 2
Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Tahun 2012

d) Data Sarana Kesehatan
Tabel 1.7 Sarana Kesehatan di Wilayah Kecamatan Kelapa Gading Tahun 2012

















Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading tahun 2012


No. Jenis Fasilitas Kesehatan Jumlah
1 Rumah Sakit 2
2 Puskesmas 5
3 RB Puskesmas 1
4 Klinik 24 jam 3
5 Praktek Dokter Umum 119
6 Praktek Dokter Gigi 79
7 Praktek Dokter Spesialin 241
8 Praktek Bidan Swasta 9
9 Balai Pengobatan 24
10 Apotik 64
11 Laboratorium Klnik 5
12 Posyandu 42

5


e) Data Sarana Perdagangan dan Hiburan
Tabel 1.8 Sarana Perdagangan dan Hiburan di Wilayah Kecamatan Kelapa Gading
Tahun 2012

No Sarana perdagangan dan hiburan Jumlah
1 Hotel 5
2 Pasar tradisional 7
3 Pasar swalayan 9
4 Rumah makan 72
5 Jasa boga 21
6 Salon 53
7 Konveksi 1
Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Tahun 2012

1.1.2. Gambaran Umum Puskesmas
A. Definisi Puskesmas
Puskesmas ialah suatu unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas merupakan suatu unit
organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di
garda terdepan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan
kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu
yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan
namun tidak mencakup aspek pembiayaan.
Seiring dengan semangat otonomi daerah, maka puskesmas dituntut
untuk mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanannya yang akan
dilaksanakan. Tetapi pembiayaannya tetap didukung oleh pemerintah.
Sebagai organisasi pelayanan mandiri, kewenangan yang dimiliki puskesmas
juga meliputi : kewenangan merencanakan kegiatan sesuai masalah
kesehatan di wilayahnya, kewenangan menentukan kegiatan yang termasuk
public goods atau private goods serta kewenangan menentukan target

6

kegiatan sesuai kondisi geografi puskesmas. Jumlah kegiatan pokok
puskesmas diserahkan pada tiap puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat
dan kemampuan sumber daya yang dimiliki, namun puskesmas tetap
melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan nasional.
Peran puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan
kesehatan nasional secara komprehensif. Tidak terbatas pada aspek kuratif
dan rehabilitatif saja seperti di Rumah Sakit.
Puskesmas merupakan salah satu jenis organisasi yang sangat
dirasakan oleh masyarakat umum. Seiring dengan semangat reformasi dan
otonomi daerah maka banyak terjadi perubahan yang mendasar dalam sektor
kesehatan, yaitu terjadinya perubahan paradigma pembangunan kesehatan
menjadi Paradigma Sehat. Dengan paradigma baru ini, mendorong
terjadinya perubahan konsep yang sangat mendasar dalam pembangunan
kesehatan, antara lain :
a) Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada
upaya kuratif dan rehabilitatif, menjadi lebih fokus padaupaya
preventif dan kuratif tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif,
b) Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-
pilah (fragmented) berubah menjadi kegiatan yang terpadu
(integrated),
c) Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari
pemerintah, berubah menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak
dari masyarakat
d) Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang
semula fee for service menjadi pembayaran secara pra-upaya,
e) Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan
konsumtifmenjadi investasi,
f) Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh
pemerintah, akan bergeser lebih banyak dilakukan oleh
masyarakat sebagai mitra pemerintah (partnership),
g) Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat
(centralization), menjadi otonomi daerah (decentralization),
h) Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up
seiring dengan era desentralisasi.

7

B. Wilayah Kerja
Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari
kecamatan. Faktor kepada kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan
geografik, dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan pertimbangan
dalam penentuan wilayah kerja puskesmas.Puskesmas merupakan perangkat
Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga pembagian wilayah kerja
puskesmas ditetapkan oleh Walikota/Bupati, dengan saran teknis dari kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Sasaran penduduk yang dilayani oleh satu
puskesmas adalah sekitar 30.000 penduduk.Untuk jangkauan yang lebih
luas, dibantu oleh Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Puskesmas
di ibukota kecamatan dengan jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih,
merupakan Puskesmas Pembina yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi
puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi.

C. Pelayanan Kesehatan Menyeluruh
Pelayanan kesehatan menyeluruh yang diberikan puskesmas meliputi :
a) Promotif (peningkatan kesehatan)
b) Preventif (upaya pencegahan)
c) Kuratif (pengobatan)
d) Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)
Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk, tidak
membedakan jenis kelamin, umur, sejak pembuahan dalam kandungan
sampai meninggal.

D. Peran Puskesmas
Dalam konteks Otonomi Daerah saat ini, puskesmas mempunyai
peran yang vital sebagai institusi pelaksana teknis, dituntut memiliki
kemampuan manajerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan.
Peran tersebut ditunjukkan dalam bentuk ikut serta menentukan
kebijakan daerah melalui sistem perencanaan yang matang, tatalaksana
kegiatan yang tersusun rapi, serta sistem evaluasi dan pemantauan yang
akurat.


8

E. Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas
Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya
ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya
kesehatan wajib ini diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada di
seluruh wilayah Indonesia.
Upaya kesehatan wajib tersebut adalah :
a) Promosi kesehatan masyarakat
b) Kesehatan lingkungan
c) KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak)
d) KB (Keluarga Berencana)
e) Perbaikan gizi masyarakat
f) P2M (Pengendalian Penyakit Menular)
g) Pengobatan dasar
Berikut ini akan ditampilkan upaya kesehatan wajib dalam bentuk tabel,
yaitu :
Tabel 1.9 Program Kesehatan Wajib yang dilakukan di Puskesmas
No Upaya Kesehatan Wajib Kegiatan Indikator
1 Promosi Kesehatan Penyuluhan di Dalam
dan di Luar Gedung,
PHBS
Tatanan sehat
Perbaikan perilaku
sehat
2 Kesehatan Lingkungan Penyehatan
pemukiman
Cakupan air bersih
Cakupan jamban
keluarga
Cakupan SPAL
Cakupan rumah
sehat
3 Kesejahteraan ibu dan anak ANC Cakupan K1, K4
Pertolongan persalinan Cakupan linakes
MTBS Cakupan MTBS
Imunisasi Cakupan imunisasi
4 Keluarga Berencana Pelayanan Cakupan MKET

9

Keluarga Berencana
5 Pemberantasan penyakit menular

Diare Cakupan kasus
diare
ISPA Cakupan kasus


ISPA
Malaria Cakupan kasus
malaria
Cakupan
kelambunisasi
Tuberkulosis Cakupan
penemuan kasus
Angka
penyembuhan
6 Gizi Distribusi vit A / Fe /
cap yodium
Cakupan vit A /
Fe / cap yodium
PSG % gizi kurang /
buruk, SKDN
Promosi Kesehatan % kadar gizi
7 Pengobatan Medik dasar Cakupan
pelayanan


UGD Jumlah kasus yang
ditangani
Sumber : Trihono. 2005. Manajemen Kesehatan, Arrimes, ed.

F. Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas
Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah upaya yang
ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di
masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya
kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok
puskesmas yang telah ada, yaitu :
a) Upaya Kesehatan Sekolah
b) Upaya Kesehatan Olahraga
c) Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

10

d) Upaya Kesehatan Kerja
e) Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
f) Upaya Kesehatan Jiwa
g) Upaya Kesehatan Mata
h) Upaya Kesehatan Usia Lanjut
i) Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional
Upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula bersifat
upaya inovasi yaitu upaya lain di luar upaya puskesmas tersebut di atas yang
sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan dan pelaksanaan upaya inovasi ini
adalah dalam rangka mempercepat tercapainya visi puskesmas.
Pemilihan upaya kesehatan pengembangan ini dilakukan oleh
puskesmas bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dengan
mempertimbangkan masukan dari Konkes/BPKM/BPP.Upaya kesehatan
pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib puskesmas telah
terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu
pelayanan telah tercapai.Penetapan upaya kesehatan pengembangan pilihan
puskesmas ini dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.Dalam
keadaan tertentu upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula
ditetapkan sebagai penugasan oleh dinas kabupaten/kota.
Apabila puskesmas belum mampu menyelenggarakan upaya
kesehatan pengembangan, padahal telah menjadi kebutuhan masyarakat,
maka dinas kesehatan kabupaten/kota bertanggung jawab dan wajib
menyelenggarakannya.Untuk itu dinas kesehatan kabupaten/kota perlu
dilengkapi dengan berbagai unit fungsional lainnya.
G. Azas Puskesmas
Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya pengembangan
harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu. Azas
penyelenggaraan tersebut dikembangkan dari ketiga fungsi puskesmas.
Dasar pemikirannya adalah pentingnya menerapkan prinsip dasar dari setiap
fungsi puskesmas dalam menyelenggarakan setiap upaya puskesmas, baik
upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.


11

Azas penyelenggaran puskesmas yang dimaksud adalah :
1. Azas pertanggungjawaban wilayah
Puskesmas bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Untuk ini
Puskesmas harus melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain sebagai
berikut :
a. Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat
kecamatan sehingga berwawasan kesehatan.
b. Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
c. Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang
diselenggarakan oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya.
d. Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama (primer)
secara merata dan terjangkau di wilayah kerjanya.
2. Azas pemberdayaan masyarakat
Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan
masyarakat, agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap program
puskesmas.Untuk ini, berbagai potensi masyarakat perlu dihimpun
melalui pembentukan Badan Penyantun Puskesmas (BPP). Beberapa
kegiatan yang harus dilaksanakan oleh puskesmas dalam rangka
pemberdayaan masyarakat antara lain :
a. KIA : Posyandu, Polindes, Bina Keluarga Balita (BKB)
b. Pengobatan : Posyandu, Pos Obat Desa (POD)
c. Perbaikan Gizi : Panti Pemulihan Gizi, Keluarga Sadar Gizi
(Kadarzi)
d. Kesehatan Lingkungan : Kelompok Pemakai Air (Pokmair),
Desa Percontohan Kesehatan Lingkungan (DPKL)
e. UKS : Dokter Kecil, Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan
Pesantren (Poskestren)
f. Kesehatan Usia Lanjut : Posyandu Usila, Panti Wreda
g. Kesehatan Kerja : Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)

12

h. Kesehatan Jiwa : Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat
(TPKJM)
i. Pembinaan Pengobatan Tradisional : Tanaman Obat Keluarga
(TOGA), Pembinaan Pengobatan Tradisional (Battra).
3. Azas Keterpaduan
Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperolehnya
hasil yang optimal, penyelenggaraan setiap program puskesmas harus
diselenggarakan secara terpadu.
Ada dua macam keterpaduan yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Keterpaduan Lintas Program
Upaya memadukan penyelengaraan berbagai upaya kesehatan
yang menjadi tanggung jawab Puskesmas. Contoh keterpaduan
lintas program antara lain :
1) Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) : keterpaduan
KIA dengan P2M, gizi, promosi kesehatan & pengobatan.
2) UKS : keterpaduan kesehatan lingkungan dengan promosi
kesehatan, pengobatan, kesehatan gigi, kesehatan
reproduksi remaja dan kesehatan jiwa.
3) Puskesmas keliling : keterpaduan pengobatan dengan
KIA/KB, Gizi, promosi kesehatan, & kesehatan gigi.
4) Posyandu : keterpaduan KIA dengan KB, gizi, P2M,
kesehatan jiwa & promosi kesehatan.
b. Keterpaduan Lintas Sektor
Upaya memadukan penyelenggaraan program puskesmas
dengan program dari sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk
organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha. Contoh
keterpaduan lintas Sektoral antara lain :
1) UKS : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat,
lurah/kepala desa, pendidikan & agama.
2) Promosi Kesehatan : keterpaduan sektor kesehatan dengan
dengan camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama dan
pertanian.

13

3) KIA : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat,
lurah/kepala desa, organisasi profesi, organisasi
kemasyarakatan, PKK dan PLKB.
4) Perbaikan Gizi : keterpaduan sektor kesehatan dengan
camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama, pertanian,
koperASI, dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.
5) Kesehatan Kerja : keterpaduan sektor kesehatan dengan
dengan camat, lurah, kepala desa, tenaga kerja dan dunia
usaha.
4. Azas Rujukan
Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama,
kemampuan yang dimiliki oleh puskesmas terbatas. Pada hal
puskesmas berhadapan langsung dengan masyarakat dengan berbagai
permasalahan kesehatan. Untuk membantu puskesmas menyelesaikan
berbagai masalah kesehatan tersebut dan juga untuk meningkatkan
efisiensi, maka penyelenggaraan setiap program puskesmas harus
ditopang oleh azas rujukan.
Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
atas penyakit atau masalah kesehatan yang diselenggarakan secara
timbal balik, baik secara vertikal dalam arti dari satu strata sarana
pelayanan kesehatan ke strata sarana pelayanan kesehatan lainnya,
maupun secara horizontal dalam arti antar strata sarana pelayanan
kesehatan yang sama.
Ada dua macam rujukan yang dikenal yakni :
a. Rujukan Medis
Apabila suatu puskesmas tidak mampu menangani suatu
penyakit tertentu, maka puskesmas tersebut dapat merujuk ke
sarana pelayanan kesehatan yang lebih mampu (baik vertikal
maupun horizontal). Rujukan upaya kesehatan perorangan
dibedakan atas :
1) Rujukan Kasus untuk keperluan diagnostik, pengobatan
tindakan medis (contoh : operasi) dan lain-lain.

14

2) Rujukan Bahan Pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan
laboratorium yang lebih lengkap.
3) Rujukan Ilmu Pengetahuan antara lain mendatangkan
tenaga yang lebih kompeten untuk melakukan bimbingan
tenaga puskesmas dan atau menyelenggarakan pelayanan
medis spesialis di puskesmas.
b. Rujukan Kesehatan
Rujukan kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam :
1) Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman
peralatan fogging, peminjaman alat laboratorium kesehatan,
peminjaman alat audio visual, bantuan obat, vaksin, bahan
habis pakai dan bahan pakaian.
2) Rujukan tenaga, antara lain tenaga ahli untuk penyidikan
kejadian luar biasa, bantuan penyelesaian masalah hukum
kesehatan, gangguan kesehatan karena bencana alam.
3) Rujukan operasional, yakni menyerahkan sepenuhnya
kewenangan dan tanggung jawab penyelesaian masalah
kesehatan masyarakat dan atau penyelenggaraan kesehatan
masyarakat ke periode dinas kesehatan kabupaten/kota.
Rujukan operasional diselenggarakan apabila puskesmas
tidak mampu.

Gambar 1.1 Sistem Rujukan Puskesmas









15

H. Fungsi Puskesmas
Setiap upaya atau program yang dilakukan oleh puskesmas
memerlukan evaluasi untuk menilai apakah program yang dilaksanakan
berhasil atau tidak. Untuk itu dibuat indikator keberhasilan sesuai dengan
fungsi puskesmas :
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
Fungsi pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
dapat dinilai dari seberapa jauh institusi jajaran non-kesehatan
memperhatikan kesehatan bagi institusi dan warganya. Keberhasilan
fungsi ini bisa diukur melalui Indeks Potensi Tatanan Sehat (IPTS).
Ada tiga tatanan yang bisa diukur yaitu :
a. Tatanan sekolah
b. Tatanan tempat kerja
c. Tatanan tempat-tempat umum
2. Pusat pemberdayaan masyarakat
Segala upaya fasilitasi yang bersifat non-instruktif guna
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu
mengidentifikasi masalah, merencanakan & melakukan pemecahannya
dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada, baik
instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh mayarakat.
Fungsi ini dapat diukur dengan beberapa indikator :
a. Tumbuh kembang, Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
(UKBM)
b. Tumbuh dan kembangnya LSM di bidang kesehatan
c. Tumbuh dan berfungsinya konsil kesehatan kecamatan atau
BPKM (Badan Peduli Kesehatan Masyarakat) atau BPP (Badan
Penyantun Puskesmas).
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
Indikator keberhasilan fungsi ini dapat dikelompokkan ke
dalam IPMS (Indikator Potensi Masyarakat Sehat), yang terdiri dari
cakupan dan kualitas program puskesmas. IPMS minimal mencakup
seluruh indikator cakupan upaya kesehatan wajib dan kualitas atau
mutu pelayanan kesehatan.

16

1.1.3. Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Koja
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading yang terletak di Jalan Pelepah Elok
No.7 berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 4000 m. Berupa bangunan empat lantai
didirikan pada tahun 2000 dan siap dipergunakan awal tahun 2001. Puskesmas ini
merupakan pindahan dari Puskesmas Pegangsaan Dua. Puskesmas ini membawahi
empat Puskesmas yang tersebar di 3 (tiga) kelurahan :

Gambar 1.2. Peta Pembagian Wilayah Kerja Puskesmas Kelapa Gading








Keterangan :
1. Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading beralamat di Jalan Pelepah Elok No.7
berlokasi di Kelapa Gading Barat.
2. Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Barat beralamat di Jalan Merah Jambu
No. 20 berlokasi di Kelurahan Kelapa Gading Barat.
3. Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua A beralamat di Jalan Kepu No. 32
berlokasi di Kelurahan Pegangsaan Dua.
4. Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua B beralamat di Jalan Gamelan No. 23
berlokasi di Kelurahan Pegangsaan Dua.
5. Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur beralamat di Jalan Puskesmas No.
1 berlokasi di Kelurahan Kelapa Gading Timur.


17

Diagram 1.1. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Koja
















Sumber : Laporan Hasil Kegiatan di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Tahun
2013
KEPALA PUSKESMAS
KECAMATAN

KA. SEKSI PELAYANAN
KA. SEKSI PENUNJANG &
KESMAS
KA. TATA USAHA

UNIT PELAYANAN
1. Unit Kesehatan Umum
2. Unit Kesehatan Gigi &
Mulut
3. Unit Kesehatan Ibu & Anak
4. Unit Kesehatan Spesialis
5. Unit Rumah Bersalin
6. Unit Pelayanan 24 Jam &
Ambulans
7. Unit Pelayanan Keluarga
Berencana
8. Unit Kamar Operasi
UNIT PENUNJANG
1. Unit Farmasi
2. Unit Gizi
3. Unit Laboratorium
4. Unit Radiologi
5. Unit Pemeliharaan Peralatan
Kesehatan
6. Kesehatan Masyarakat
Penyakit Menular
Penyakit Tidak Menular
Penyehatan Lingkungan &
Kesehatan Kerja
Gizi & PPSM
Kesehatan Jiwa &NAPZA
PUSKESMAS
KELURAHAN
KELOMPOK JABATAN
FUNGISIONAL

18

A. Visi Puskesmas
a) Terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri melalui penyelenggara
pemeliharaan pelayanan kesehatan prima yang profesional dan manusiawi
sejajar dengan kota besar lainnya di dunia.
b) Dalam kaitannya dengan peran puskesmas sebagai suatu unit organisasi
kesehatan yang merupakan pusat pengembangan yamg melaksanakan,
pembinaan dan juga memberikan pelayanan para kesehatan upaya kesehatan
secara menyuluruh dan terpadu di wilayah kerjanya.
B. Misi Puskesmas
a) Membina komitmen dan profesionalisme tenaga kesehatan.
b) Mengembangkan upaya sistem pelayanan kesehatan paripurna yang bermutu
prima dan kompetitif sesuai dengan kebutuhan kemampuan masyarakat DKI
Jakarta.
c) Memberdayakan masyarakat menuju kemandirian dan berprilaku hidup bersih
dan sehat.
d) Menjalin kerukunan dengan organisasi kesehatan yang lain dan non kesehatan,
serta masyarakat.
C. Tugas Puskesmas
Melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan dengan mengutamakan upaya
penyembuhan (kuratif), pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan secara terpadu
dengan upaya pencegahan (preventif) dan peningkatan (promotif) serta
melaksanakan pemberdayaan puskesmas keluruhan.
D. Fungsi Puskesmas
1. Penyusunan rencana kerja dan anggaran puskesmas kecamatan.
2. Pelaksanaan rencana kerja dan anggaran yang telah ditetapkan.
3. Pelaksanaan pelayanan kesehatan perorangan.
4. Penyelenggaraan pelayanan medis umum.
5. Penyelenggaraan asuhan keperawatan.
6. Penyelenggaraan pelayanan persalinan.
7. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
8. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan spesialis terbatas kebidanan, kesehatan
anak, penyakit dalam, mata dan telinga, hidung dan tenggorokan.

19

9. Penyelenggaraan rawat inap terbatas.
10. Penyelenggaraan pelayanan penunjang medis laboratorium, radiologi, gizi,
farmasi dan optik.
11. Penyelenggaraan pelayanan ambulans rujukan.
12. Penyelenggaraan pelayanan Keluarga Berencana.
13. Penyelenggaraan pelayanan imunisasi.
14. Penyelenggaraan pelayanan 24 jam.
15. Penyelenggaraan pelayanan rujukan.
16. Penyelenggaraan konsultasi kesehatan perorangan.
17. Penyelenggaraan pemberdayaan puskesmas kelurahan.
18. Penyelenggaraan pencatatan medis.
19. Penyelenggaraan pemeliharaan perawatan peralatan kedokteran, peralatan
keperawatan, peralatan perkantoran dan perawatan medis lainnya.
20. Penyelenggaraan peningkatan dan penjaminan mutu pelayanan.
21. Penyusunan Standar Operasional Prosedur.
22. Pengelolaan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, surat menyurat dan
kearsipan serta kebersihan, keamanan dan keindahan puskesmas.
23. Pembinaan dan pengembangan kesehatan kerja.
24. Pemeriksaan Jenazah.
25. Pengumpulan dan pengolahan data seluruh hasil pelaksanaan tugas dan fungsi
yang diselenggarakan oleh puskesmas kelurahan.
26. Pengolahan data seluruh hasil pelaksanaan fungsi puskesmas kecamatan.
27. Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi puskesmas
kecamatan secara berkala setiap bulan dan setiap triwulan kepada Kepala
Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta melalui Suku Kepala Dinas Kesehatan.

E. Sumber Daya Manusia
Potensi tenaga kesehatan yang ada di Wilayah Puskesmas Kecamatan
Kelapa Gading tahun 2012 berjumlah 105 orang, dapat dilihat dalam tabel berikut:





20

Tabel 1.10 Jumlah Pegawai di Wilayah Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading
tahun 2012


Puskesmas
Medis Paramedis Umum
Jumlah No
PNS
Non
PNS
PNS
Non
PNS
PNS
Non
PNS
1 Kec. Kelapa Gading 6 1 22 10 9 12 60
2 Kel.Kelapa.Gading Timur 2 0 7 0 1 1 11
3 Kel.Kelapa.Gading Barat 2 0 5 0 0 1 8
4 Kel.Pegangsaan Dua 2 1 12 1 1 2 19
Jumlah 12 2 46 11 11 16 98

Sumber: Laporan Bulanan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading tahun 2012

F. Sarana dan Prasarana
Di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading juga dilengkapi fasilitas
perlengkapan medis dan non medis. Perlengkapan medis dan non medis adalah
perlengkapan dan alat-alat tidak habis pakai yang diberikan kepada puskesmas.
Perlengkapan alat-alat medis diantaranya :
a) Basic Equipment
b) Public Health Nursing and Midwifery kit.
c) Diagnostic and Surgical Equipment.
d) Physician kit.
e) Health Education Equipment.
f) Laboratory Equipment.
g) Nebulizer.
h) Screening kit bagi UKS di Puskesmas.
i) Alat-alat Imunisasi.
j) Alat-alat penyuluhan
k) Perangkat peralatan gigi.
l) Perlengkapan/alat-alat pertolongan persalinan
m) USG
n) EKG
o) Treadmill

21

p) Slitlam
q) Optotip snellen/snellen chart
r) Optik kaca mata
s) Alat-alat KB
t) Bangku ginekologi
u) Rontgen
v) Klinik jiwa
w) Test Ishihara
x) Akupunktur
y) Inkubator neonatus
Sedangkan perlengkapan non medis yang dimiliki Puskesmas Kecamatan
Kelapa Gading adalah:
a) Meubel
1. Meja periksa 16 buah
2. Meja rapat 2 buah
3. Meja kerja 40 buah
4. Kursi 60 buah
5. Bangku tunggu 60 buah
b) Kendaraan/transportasi
1. Mobil puskesmas keliling 2 buah
2. Sepeda motor 9 buah
c) Perlengkapan kantor
1. Administrasi (formulir,kertas,map,dll)
2. Mesin ketik (portable, elektronik)
3. Mesin hitung
4. Brankas
5. Personal komputer 3 (tiga) unit
6. LCD 1 buah
d) Alat komunikASI : Telepon, intercom
e) Alat penerangan : PLN dan generator diesel
f) Alat Rumah Tangga Kantor :
1. Televisi
2. Radio kaset/radio

22

3. Kulkas
4. Peralatan dapur
5. Kasur, bantal, gorden, taplak
6. Alat-alat kebersihan
G. Program Kesehatan Dasar Di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading
a) Promosi Kesehatan Masyarakat (PKM)
b) Program Kesehatan Lingkungan
c) Program Kesehatan Ibu dan Anak
d) Keluarga Berencana (KB)
e) Program Gizi
f) Pengendalian Penyakit menular (P2M)
g) Program Pengobatan Dasar
Pada laporan Pemecahan Masalah ini dilakukan pembahasan tentang program
Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.
H. Program Kesehatan Lingkungan
Keadaan lingkungan baik fisik dan biologis pemukiman penduduk
Indonesia belum baik, baru sebagian kecil penduduk yang menikmati air bersih
dari fasilitas penyehatan lingkungan. Hal ini berakibat masih tingginya angka
kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit. Peningkatan kesehatan
lingkungan dimaksudkan untuk perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat
menjamin kesehatan, melalui kegiatan peningkatan sanitasi dasar serta
pencegahan dan penanggulangan kondisi fisik dan biologis yang tidak baik,
termasuk berbagai akibat sampingan pembangunan. Semua kegiatan penyehatan
lingkungan dan pemukiman yang dilakukan oleh staf puskesmas, sebaiknya
dilaksanakan dengan mengikutsertakan masyarakat secara bergotong-royong.
Upaya penyehatan lingkungan pemukiman adalah upaya untuk
meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar,
pengawasan mutu lingkungan dan tempat umum, termasuk pengendalian
pencemaran lingkungan dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan
keterpaduan pengelolaan lingkungan melalui analisis dampak lingkungan.
Secara umum, kegiatan peningkatan kesehatan lingkungan dan
pemukiman bertujuan untuk mengendalikan semua unsur fisik dan lingkungan

23

yang terdapat di masyarakat, yang dapat memberi pengaruh jelek terhadap
kesehatan mereka. Secara khusus, program ini bertujuan untuk meningkatkan
mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin masyarakat mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang optimal serta mencapai terwujudnya kesadaran dan
keikutsertaan masyarakat, dan sektor lain yang berkaitan serta bertanggung jawab
atas upaya peningkatan dan pelestarian lingkungan hidup.

1.1.4 Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Kecamatan Koja
Kesehatan lingkungan masuk ke dalam program dasar puskesmas atau yang
dikenal dengan basic seven dikarenakan kesehatan lingkungan mempunyai daya
ungkit yang tinggi terhadap penyelesaian masalah-masalah kesehatan masyarakat.
Dan juga masih terdapat penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan.
Pengendalian faktor lingkungan yang baik sangat berguna dalam upaya penurunan
angka kesakitan (morbidity rate) maupun menurunkan angka kematian (mortality
rate) yang berhubungan dengan penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan.
Puskesmas Kecamatan Koja merupakan salah satu Puskesmas yang
memasukkan kesehatan lingkungan ke dalam program wajib puskesmas dan
melaksanakan kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif masalah
kesehatan lingkungan yang terdapat di wilayah kerjanya.
Program kesehatan lingkungan di Puskesmas Kecamatan Koja tahun 2014
meliputi:
a. Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu.
b. Pembinaan Tempat Tempat Umum (TTU).
c. Pemantauan dan Pemeriksaan Kepemilikan Sanitasi Dasar.
d. Pemeriksaan Instalasi Pengelolaan Makanan.
e. Pemeriksaan Sarana Pendidikan
Dari lima program kegiatan tersebut, empat program yaitu program pembinaan
tempat-tempat umum, pemantauan dan pemeriksaan kepemilikan sanitasi dasar,
pemeriksaan instalasi pengelolaan makanan, pemeriksaan sarana pendidikan
adalah program-program yang telah dijalankan oleh puskesmas kecamatan koja,
namun karena ketidaktersediaan data akibat keterlambatan pengumpulan data oleh
masing-masing puskesmas kelurahan di kecamatan Koja selama periode Januari
Arpil 2014, sehingga keempat program tersebut tidak dapat dievaluasi. Satu-

24

satunya program yang dievaluasi dari program kesehatan lingkungan puskesmas
kecamatan Koja pada periode Januari 2014 Arpil 2014 adalah program
Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu.
Pengendalian vektor dapat dilakukan melalui Pemeriksaan Jentik Berkala
(jumantik) dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Kegiatan program
Pengendalian Vektor ini meliputi Pemeriksaan Jentik Berkala ke rumah-rumah
warga serta pemberian abatisasi ke Puskesmas Kelurahan di wilayah
kecamatan meliputi Puskesmas, dilaksanakan oleh tim jumantik. Indikator
Puskesmas Kecamatan Koja untuk Angka Bebas Jentik (ABJ) yaitu > 95 %.
1. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Pemberantasan sarang nyamuk ke pemukiman penduduk kecamatan
Jumat setiap hari jumat selama 30 menit.
2. Pemeriksaan jentik berkala/abatisasi
a) Target kegiatan
Pemeriksaan jentik berkala dan abatisasi, dengan pemeriksaan
jentik berkala setiap Jumat pukul 09.00 WIB sampai dengan 09.30
WIB.
b) Pembahasan hasil kegiatan.
Jika terjadi peningkatan jumlah kasus, maka hal tersebut merupakan
tanggung jawab tujuh tatanan, yaitu :
1) Fasilitas kesehatan
2) Institusi pendidikan
3) Pemukiman
4) Industri dan perkantoran
5) Tempat-tempat umum (TTU)
6) Tempat pengelolaan makanan (TPM), Fasilitas olahraga.
Hasil kegiatan program-program ini diarahkan kepada upaya pelaksanaan
Dokumen Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) pada program
pemantauan jentik berkala, dan program Non DPA-SKPD dengan Pemberantasan
Sarang Nyamuk 30 menit.
Kegiatan program pengendalian vektor telah dilaksanakan oleh puskesmas
kecamatan, namun karena tidak adanya pelaporan kegiatan kesehatan lainnya
akibat dari pergantian kepengurusan puskesmas sehingga kegiatan yang telah
direncanankan banyak yang belum terlaksana. Selain itu, adanya pelimpahan

25

beberapa program puskesmas ke masing-masing kelurahan mengakibatkan
pelaporan data di puskesmas tidak lengkap. Oleh karena itu, hanya data dari
program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di pemukiman pada periode
Januari 2014 Februari 2014 yang dapat disajikan.

Tabel 1.11 Angka Bebas Jentik di Pemukiman Kecamatan Koja Bulan
Januari 2014 Februari 2014


Kelurahan

Januari

Februari

Rata-
Rata
Yang
diperiksa
+ - % Yang
diperiksa
+ - %
Koja 18 3 15 84,21 87 4 83 95,45 89,86 %
Lagoa 6129 555 5574 91,11 5232 441 4791 91,67 91,39 %
Rawabadak
Selatan
144 0 144 100 144 0 144 100 100 %
Rawabadak
Utara
2644 45 2599 98,30 2743 42 2701 98,47 98,38 %
Tugu utara 14 4 10 75,00 23 4 19 84,00 79,5 %
Tugu
Selatan
2276 32 2244 98,59 2275 23 2252 98,99 98,79 %
Sumber : Laporan Bulanan Program Kesehatan Lingkungan Periode Januari 2014
Februari 2014











26

Tabel 1.12 Hasil Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) Triwulan Puskesmas Kecamatan
Koja
NO KELURAHAN
HASIL PEMERIKSAAN
ABJ
JUMLAH
BANGUNAN
DIPERIKSA
JUMLAH
BANGUNAN
POSITIF
JENTIK
JUMLAH
BANGUNAN
NEGATIF
JENTIK
1 Koja 100 11 89 89.00
2 Lagoa 100 9 91 91.00
3 Rawabadak Utara 100 7 93 93.00
4 Rawabadak Selatan 100 6 94 94.00
5 Tugu Utara 100 12 88 88.00
6 Tugu Selatan 100 6 94 94.00
JUMLAH 600 51 549 91.50

Dari tabel 1.11 pada laporan periode Januari 2013 Juli 2013, diketahui
nilai rata-rata Angka Bebas Jentik (ABJ) Kelurahan lagoa adalah 91,9%, ABJ
Pegangsaan Dua 94,83%, dan ABJ Kelapa Gading Timur adalah 94,9 %.

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH

Dari berbagai laporan program kegiatan kesehatan lingkungan yang dievaluasi di
Puskesmas Kecamatan Koja Periode Januari 2014 Februari 2014, dari program
pemeriksaan jentik berkala dijalankan di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading ternyata
di ketiga kelurahan yang diperiksa, angka bebas jentiknya masih belum mencapai target
yaitu > 95%. Program tersebut dievaluasi karena adanya masalah pada program tersebut
yaitu belum mencapai target yang sudah ditetapkan, adanya kemudahan dalam
mengakses data serta pencatatan dan pelaporan yang cukup lengkap.
Adapun identifikasi masalah yang didapatkan antara lain :

27

1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Tatanan Pemukiman di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Barat Periode Januari 2013 Juli
2013 sebesar 91,9%.
2. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Tatanan Pemukiman di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua Periode Januari 2013 Juli
2013 sebesar 94,83%.
3. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Tatanan Pemukiman di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur Periode Januari 2013
Juli 2013 sebesar 94,9%.

1.3 RUMUSAN MASALAH
Setelah identifikasi masalah dari program pemeriksaan jentik berkala (PJB) pada
tatanan pemukiman di puskesmas kecamatan Kelapa Gading periode Januari 2013 Juli
2013 terdapat tiga kelurahan yang belum mencapai target. Kemudian dilakukan
perhitungan dan pembandingan nilai kesenjangan antara apa yang diharapkan (expected)
dengan apa yang telah terjadi (observed), dilakukan perumusan masalah untuk membuat
perencanaan yang baik sehingga masalah yang ada dapat diselesaikan.
Rumusan masalah dari program kesehatan lingkungan di puskesmas kecamatan
Kelapa Gading adalah sebagai berikut :
1. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Tatanan Pemukiman di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Barat Periode Januari 2013 Juli
2013 sebesar 91,9% kurang dari target sebesar 95%.
2. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Tatanan Pemukiman di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua Periode Januari 2013 Juli
2013 sebesar 94,83% kurang dari target sebesar 95%.
3. Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Tatanan Pemukiman di
Wilayah Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur Periode Januari 2013 Juli
2013 sebesar 94,9% kurang dari target sebesar 95%.