Anda di halaman 1dari 12

Oleh :

Vincent Rainerius A.
Kerusakan jaringan akibat gigitan anjing bergantung pada
ukuran dan keadaan umum hewan. Luka bisa terdiri atas banyak
lubang yang disebabkan oleh gigi binatang atau kehilangan
jaringan (avulsi) akibat terkoyaknya bagian tubuh.
Tingkat infeksi akibat gigitan anjing pada pasien yang tidak
mendapatkan terapi antibiotik adalah sebesar 16%. Patogen
yang terdapat pada air liur anjing mencakup S.aureus dan
Pasteurella multicoda. Jika ditemukan adanya infeksi, maka perlu
untuk dilakukan kultur luka dan mulai diberikan terapi antibiotik.
Infeksi progresif dan sepsis memerlukan terapi infus antibiotik,
hospitalisasi, dan pada beberapa kasus perlu dilakukan operasi
debridemen

Luka akibat gigitan kucing disebabkan oleh gigi
taring yang tajam dan lebih sering menimbulkan luka
tusuk daripada luka lecet. Infeksi yang terjadi sering
diakibatkan oleh Pasteurella multicoda. Pada luka
terjadi proses pembengkakan di sekitar gigitan dan
kondisi pasien mengalami progresifitas yang cepat.
Terapi profilaksis disarankan untuk luka gigitan di
tangan. Tangan dan luka dibiarkan terbuka kecuali luka
pada wajah.
a. Cuci luka dengan bersih dengan sabun
dan air intuk menghilangkan bia/racun
gigitan
b. Cegah infeksi
c. Tutup luka dengan kain penutup yang
steril
d. Rujuk penderita ke RS
Binatang berdarah panas seperti anjing,
kucing, kelelawar, dan kelinci dapat
memindahkan virus rabies dari air liur
mereka dengan menggigit korban atau
menjilat kulit seseorang yang luka.
Masa inkubasi sekitar 2 bulan dan gejala
total yang muncul adalah 7 hari.
Penyembuhan terjadi dalam waktu lama
(24-155 hari dari terjadinya gigitan)
Stadium Prodromal
Stadium ini berlangsung selama 1-4 hari yang
bisanya tidak menimbulkan gejala spesifik namun
hanya ada gejala umum yang muncul seperti demam
menggigil, nyeri, susah menelan, sakit kepala
Stadium Neurologi akut
Pada stadium ini pasien sudah menjadi hiperaktif,
disoreintasi, mengalami halusinasi dan bertingkah
aneh.
Pada stadium neurologi akut akan terjadi selama 2-7
hari dengan fase paralitik yang lebih panjang
Stadium Koma
Apabila pasien tidak meninggal pada stadium
paralitik maka pasien akan koma yang dapat terjadi
dalam 10 hari. Apabila tidak ditangani dengan baik
maka pasien akan meninggal.

Biasanya seseorang yang terkena rabies
akan menunjukkan gejala-gejala seperti:

1. Nyeri pada bekas luka gigitan
2. Sakit kepala
3. Lemas
4. Gelisah
5. Mulut berlendir
6. Takut air (hydrophobia) bahkan hanya
untuk melihatnya saja.
7. Takut angin (aerophobia), takut cahaya
(photophobia) dan takut suara. Karena itu
biasanya pasien rabies ditempatkan di ruang
rawat khusus yang gelap tanpa angin dan
cahaya.
Tidak ada terapi untuk penderita yang sudah
menunjukkan gejala rabies, penanganannya hanya berupa
tindakan suportif saja. Penderita rabies dapat diberikan
obat-obat sedative dan analgesic secara adekuat untuk
memulihkan ketakukan dan nyeri yang terjadi.
Namun,untuk pencegahannya lebih bisa dikerjakan
dibandingkan yang sudah menimbulkan gejala. Apabila
pasien digigit oleh kera/anjing segera lakukan perawatan
luka yaitu dengan dicuci sabun diberikan disinfektan seperti
alkohol 40-70%. Selanjutkan dapat melakukan vaksinasi
post-exposure dasar vaksinasi ini adalah untuk
menetralkan antibody terhadap virus rabies dapat segera
terbentuk dalam serum setelah masuknya virus kedalam
tubuh dan sebaliknya terdapat dalam titer yang tinggi
selama setahun sehubung dengan panjangnya inkubasi
penyakit.

Kalajengking tergolong menjadi dua
jenis. Ada jenis Kalajengking yang
membahayakan dan ada juga yang tidak
membahayakan. Dari kedua macam
kalajengking tersebut sebaiknya kita tetap
harus mewaspadainya karena meskipun
tidak membahayakan akan tetapi
sengatannya itu rasanya sakit bukan main.
1. Kalajengking yang Membahayakan

- Nyeri otot

- Kejang-kejang

- Mual dan Muntah

2. Kalajengking yang Tidak Membahayakan

- Terjadinya Pembengkakan

- Kemerah-merahan pada bagian yang kena sengatan

- Rasa sakit yang terus menerus
Penderita akibat sengatan kalajengking diupayakan agar selalu
berada pada posisi tenang atau santai (rilex). Sebab, jika merasa
tidak tenang ataupun gelisah akan mengakibatkan cepatnya
racun menjalar kedalam tubuhnya.
Penderita sebaiknya berbaring saja dengan posisi jantung lebih
tinggi agar racun kalajengking yang akan menjalar ke arah
jantung dapat tercegah.
Kemudaian segeralah keluarkan racun kalajengking tersebut
dengan cara memencetnya dengan kedua tangan. Namun
sebelum memencet sebaiknya tangan anda harus dicuci dulu.
Setelah itu cuci pada bagian yang terkena sengatan kalajengking
dengan air hangat pake sabun. Kemudian teteskan larutan
amoniak pada bagian luka yang sudah dibersihkan tadi.
Selanjutnya jika dari langkah-langkah tersebut masih saja atau
tidak ada perubahan, sebaiknya anda membawanya kerumah
sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Anda mungkin juga menyukai