Anda di halaman 1dari 14

Subdivisi Geriatri

FK UNS/RS Dr. Moewardi


Surakarta
INTKONTINENSIA URINE (UI) = ngompol
MASALAH MEDIS : menimbulkan
dekubitus, ISK, sepsis , gagal ginjal
MASALAH PSIKOSOSIAL : hilangnya rasa
percaya diri, aktfitas sosial dan seksual
terbatas, depresi
MASALAH EKONOMI : menimbulkan biaya
tinggi
IU pada lanjut usia wanita lebih banyak
dari pria.
Tidak terdeteksi : karena malu tidak
lapor dokter normal
IU dapat sembuh terutama lanjut usia
dengan fungsi mental , mobilitas baik.
DEFINISI
Keluarnya urin yang tidak dikehendaki
baik jumlah dan frekuensi sehingga
menimbulkan masalah sosial dan
kesehatan.
FISIOLOGI BERKEMIH
Fase pengisian dan pengosongan urin
diatur oleh :
otot detrussor dan sf. Uretra
Impuls syaraf dari pelvis sampai korteks
cerebri

M. DETRUSSOR
Vesika urinaria terisi urin impuls saraf
melalui syaraf pelvis dan medulla
spinalis pusat syaraf. subkortikal dan
korteks serebri.
Terjadi relaksasi vesika urinaria (vu), vu
terisi urin kemudian terjadi distensi vu,
disadari sampai ke pusat korteks
instruksi penundaan kencing sampai saat
tertentu.
KONTRAKSI OTOT DRETUSSOR
Dipengaruhi oleh :

Inervasi kolinergik saraf pelvis
Reseptor thdp prostaglandin
Saluran kalsium
PENGHAMBAT KONTRAKSI OTOT
DETRUSSOR
Pemakaian obat penghambat
prostaglandin
Antagonis kalsium
MEKANISME SFINGTER URETRA
1. Alfa adrenergik (pseudoefedrin) kontraksi.
sfingter Uretra. B adrenergik (terazosin)
penghambat kontraksi uretra , dan relaksasi sf.
Uretra
Propranolol (penghambat b adrenergik)
penghambat relaksasi uretra
2. Hubungan anatomi antara uretra, kandung
kemih dang rongga abdomen normal ( sudut
normal antara uretra dan kandung kemih)
sehingga kencing tidak keluar saat batuk atau
bersin.
Sistem urogenital pada lanjut usia
Kandung kemih fibrosis dan penumpukan
jaringan kollagenkontraksi otot tidak efektif.
Terbentuk trabekula dan divertikel.
Uretra : deposit kollagen meningkat.
Atrofi mukosa dan perubahan vaskularisasi
mukosa dan penipisan otot mukosa :perubahan
komponen selular, tekanan akhir keluar dan
tekanan akhir menurun.
Pada laki-laki : testis atrofi, prostat
hiperplasi akibat pembesaran prostat.
Wanita : atrofi mukosa vagina,
pengurangan selular vagina dinding
vagina menipis, mudah eritem. Ruang
vagina menjadi tipis dan pendek. PH dan
flora vagina meningkat. Otot dasar
panggul melemah, deposit kollagen dan
jaringan ikat otot meningkat.
Secara umum kapasitas vesika urinaria
dan kemampuan menahan kencing
menurun. Sisa urin meningkat sesuai
dengan umur. Kontraksi vu meningkat
sesuai dengan umur usila.
PEMBAGIAN

TATA LAKSANA
Non farmakologi :
Terapi perilaku
Terapi penyebab IU
Penurunan B B
Faktor diit, penggunaan kafein
Latihan dasar panggul
Farmakologi
Obat antimuskarinik (antikolinergik)atropin,
oxybutinin
Penghambat alfa adrenergik