Anda di halaman 1dari 15

Download from : www.komitekeperawatan.

tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
free full text artikel , disampaikan pada seminar Aplikasi Proses Keperawatan
NANDA,NIC, NOC di RSU Purwodadi Grobogan tgl 13 Maret 2008
APLI KASI NURSI NG CARE PLAN / DOKUMENTASI KEPERAWATAN
BERBASI S NANDA, NI C, NOC DI RSUD BANYUMAS
Ns.IMRON ROSYADI,S.Kep
I . PENDAHULUAN
Perkembangan profesi kesehatan di Indonesia semakin hari terasa semakin
berkembang dengan pesat. Keperawatan sebagai bagian dari profesi kesehatan yang
ada di Indonesia tentunya tidak mau kalah dan terus untuk meningkatkan diri dan
semakin meningkatkan eksistensi dan peranannya dalammemberikan pelayanan
kepada masyarakat.
Seiring dengan di undangkannya UU tentang praktek kedokteran, profesi
Keperawatan semakin dituntut untuk bisa menunjukkan bentuk dan eksistensi
keperawatan sebagai profesi mandiri dan tidak seperti anggapan sebagian
masyarakat kita yang memandang perawat sebagai profesi yang mengekor profesi
lain.
Saat ini kita sering mendengar lontaran pertanyaan yang kadang menggelitik kita,
pertanyaan yang klasik adalah apa kontribusi nyata perawat dalam pemberian
layanan kesehatan kepada masyarakat ? Pertanyaan yang sedemikian mendasar ini
terkadang membuat kita menjadi emosional, mengapa ? Secara fakta di Puskesmas,
di Rumah Sakit bahkan dalam kondisi bencana perawat adalah orang yang paling
banyak berinteraksi dengan pasien, berinteraksi dengan masyarakat dan jelas sekali
peranan perawat dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat akan tetapi
masih belum dianggap oleh sebagian orang mungkin karena ketidaktahuan ataupun
tidak mau tahu dan perawat masih dikatakan sebagai profesi yang melakukan
tindakan karena intruksi atau perintah profesi lain bahkan kita dianggap melakukan
pekerjaan profesi lain.
Pertanyaan di atas ternyata tidak hanya dirasakan di Indonesia, pertanyaan serupa
juga muncul di belahan dunia yang lain di Amerika misalnya. Pada pemberian asuhan
kesehatan sebagian besar asuhan yang diberikan adalah asuhan keperawatan.
Namun demikian dampak asuhan keperawatan masih kurang diperhitungkan (Mc.
Closkey &Bulecheck, 1996).
Pertanyaan yang sering dilontarkan terkait dengan asuhan keperawatan adalah
sejauh mana tindakan keperawatan dapat mencegah atau mengatasi masalah
pasien? Apakah tindakan keperawawatan memberi dampak pada mutu asuhan
kesehatan? Pertanyaan ini semakin muncul dengan adanya perkembangan teknologi
informasi dalam menilai cost effectiveness pelayanan kesehatan (Gordon, 2001)
Bahkan dalam INA DRG (Diagnostic Related Group versi Indonesia) yang sedang
dikembangkan oleh Departemen Kesehatan komponen pembiayaan pasien
berdasarkan diagnosa medis serta tindakan medis yang diberikan dan belum
mencantumkan komponen tindakan dari perawat maupun profesi penunjang lain.
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Pertanyaannya apakah dengan mengaplikasikan NANDA, NOC dan NIC dapat
menjawab fenomena tersebut di atas ?
I I . NANDA, NOC , DAN NI C SEBAGAI STANDARDI ZED NURSI NG LANGUAGE
Standardized Nursing Languages adalah standar kosa kata / istilah untuk
mendeskripsikan apa yang perawat kerjakan. Dengan standarisasi ini dapat
menjawab pertanyaan lama apa yang perawat kerjakan, membuat hal yang selama
ini tidak terlihat menjadi terlihat dalam pemberian asuhan keperawatan, merupakan
alat yang sistematis untuk belajar intervensi kepaerawatan, menjelaskan apa yang
sebeneranya dilakukan oleh perawat, dan dapat mendeterminasi apa kontribusi
perawat bagi outcome pasien, dan yang penting adalah dapat digunakan sebagai
dasar dalampendokumentasian keperawatan dalamcomputerized medical record.
Mengapa perlu adanya standardized nursing language ? Perawat adalah profesi
yang secara intensif menggunakan informasi , ahli dalam mendiagnosis dan dalam
treatment respon manusia terhadap sakit, pencegahan penyakit dan promosi
kesehatan. Tetapi kata-kata yang perawat gunakakan untuk mendiskripsikan proses
keperawatan dan dokumentasi keperawatan adalah ditemukan adanya istilah yang
tidak konsisten.
Kita perlu mendeskripsikan nursing care plan dalam bahasa yang sama.
Mendeskripsikan nursing care plan dalam bahasa yang sama berarti memfasilitasi
kesinambungan perawatan pasien. Alasan kita perlu menggunakan bahasa yang
baku adalah :
Digunakan untuk memfasilitasi komunikasi antar perawat dan antara perawat
dan profesi lain
Dapat digunakan oleh pemberi layanan kesehatan untuk informasi /
pengolahan data
Dapat digunakan untuk komputerisasi
Mulai digunakan terintegrasi dalamkurikulumpendidikan keperawatan untuk
mahasiswa keperawatan dalambelajar dalampengambilan keputusan klinik
Mengapa kita memilih menggunakan NANDA, NOC dan NIC ?
Dunia keperawatan mengenal beberapa bahasa baku atau bahasa terstandar yang
dikenal dengan nursing language. Asosiasi Perawat Amerika (ANA)
merekomendasikan terminology yang mendukung keperawatan diantaranya :
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Tabel 1. Nursing Terminologi
No Klasifikasi Terminology Tahunditerima
1 NANDA-NursingDiagnoses,Definitions,andClassificationNANDA-InternationalWebsite:www.nanda.org1992
2 NursingInterventionsClassificationSystem(NIC) Website:www.nursing.uiowa.edu/centers/ cncce/ 1992
3 HomeHealthCareClassification(HHCC) Website:http:// www.sabacare.com/ 1992
4 OmahaSystemWebsite:www.omahasystem.org 1992
5 NursingOutcomesClassification(NOC) Website:www.nursing.uiowa.edu/ centers/cncce/ 1997
6 NursingManagementMinimumDataSet(NMMDS) 1998
7 PatientCareDataSet(PCDS)ResourceRecognitionDate 1998
8 PeriOperativeNursingDataSet(PNDS)Website:www.aorn.org 1999
9 SNOMEDRT/ CTWebsite:www.snomed.org 1999,2003
10NursingMinimumDataSet(NMDS) 1999
11International Classificationfor NursingPractice(ICNP)Website:www.icn.ch/ icnp/ htm 2000
12ABCcodesWebsite:www.alternativelink.com 2000
13Logical ObservationIdentifiersNamesandCodes(LOINC) Website:www.loinc.org 2002
Ada beberapa alasan mengapa kita memilih menggunakan NANDA, NIC, dan NOC.
Bila kita lihat terminology di atas kita memilih menggunakan NANDA, NIC, NOC
dengan alasan :
o NANDA, NIC, NOC, merupakan bahasa standar yang saling melengkapi dan
mempunyai link yang jelas untuk bahasa standar diagnosa keperawatan,
nursing outcome dan nursing intervensi.
o Karena memiliki bahasa yang standard an masing-masing mempunyai
karakteristik yang unik, maka bisa dikembangkan menjadi systeminformasi
computerized.
o Dari terminology di atas NANDA, NOC, dan NIC adalah istilah yang lebih
populer karena sebagian besar literatur proses keperawatan telah
menggunakan konsep diagnosa NANDA.
A. NANDA
Nursing diagnosis NANDA ( North American Nursing Diagnosis Association)
mendefisinikan Diagnosis Keperawatan adalah suatu keputusan klinik tentang respon
insividu, keluarga atau komunitas terhadap masalah kesehatan / proses kehidupan
yang actual atau potensial. Diagnosa keperawatan menjadi dasar dalammenetapkan
intervensi keperawatan untuk mencapai hasil akhir asuhan yang menjadi tanggung
gugat perawat. (Gordon, 2001).
NANDA lahir pada tahun 1973 dan menjadi organisasi formal pada tahun 1982.
Istilah NANDA berubah menjadi NANDA International ( NANDA-I ) pada tahun 2002,
dan NANDA tidak lagi merupakan akronim/ singkatan melainkan menjadi trademark
semenjak menjadi NANDA International ( NANDA-I ). Diagnosa Keperawatan
NANDA-I telah di terjemahkan ke dalam13 bahasa. Saat ini dalamNANDA-I 2007 -
2008 terdapat 188 diagnosis. Yang berbeda dari NANDA-I edisi sebelumnya adalah
terdapat 15 diagnosis baru dan 26 diagnosis revisi.
North American Nursing Diagnosis Association, menyusun klasifikasi diagnosis
keperawatan.Penggunaan diagnosis keperawatan berbasis NANDA-I dapat
membantu penyusunan Standard Nursing Care Plans bagi institusi pelayanan
kesehatan.Nursing diagnoses mendeskripsikan respon pasien, keluarga, komunitas
terhadap masalah / proses kehidupan yang aktual maupun potensial. Nursing
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
diagnoses menjadi dasar bagi pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai
tujuan / outcome , di mana dapat dipertanggungjawabkan perawat.Setiap nursing
diagnosis mempunyai definisi dengan defining characteristics
(signs/ symptoms) dan related/ risk factors (etiologies).
Contoh Nursing Diagnosis:
Kurang pengetahuan (sepesifikan)
Definisi :
Tidak ada atau kurang informasi kognitif berhubungan dengan topik yang
spesifik
Batasan karakteristik / Defining Characteristics (signs/symptoms):
Mengungkapkan adanya masalah
Mengikuti intruksi tdk adekwat
Tes penampilan tdk akurat
Perilaku berlebihan atau tdk sesuai ( histeris, bermusuhan, agitasi, apatis )
Faktor yang berhubungan / Related Factors (etiology):
Keterbatasan paparan
Mudah lupa
Misintepretasi informasi
Keterbatasan kognisi
Keterbatasan ketertarikan belajar
Tidak familiar dengan sumber informasi
Kita ingat konsep Diagnosa Keperawatan dimana terdiri dari komponen Problem,
Etiologi, Symptom (PES) atau Problem, Etiologi (PE). Bila kita lihat di NANDA-I
Probem adalah konsep diagnosis, Etiologi adalah faktor yang berhubungan dan
Symptomadalah batasan karakteristik.
Rumusan diagnosis keperawatannya adalah :
Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan paparan ditandai dengan
mengikuti instruksi tidak adekwat.
Catatan : untuk diagnosis keperawatan Kurang pengetahuan disaraankan untuk
dispesifikan, maka penulisannya adalah :
Kurang pengetahuan : pengobatan berhubungan dengan keterbatasan paparan
ditandai dengan mengikuti instruksi tidak adekwat.
Struktur diagnosis berdasarkan toxonomy II terdiri dari 13 Domain, 47 kelas, dan
118 Diagnosis. Dalam pembuatan terminologi / penyusunan kalimat diagnosis di
NANDA-I menggunakan 7 Aksis yaitu :
Aksis 1 konsep diagnosis
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Aksis 2 subjek dari diagnosis ( individual, keluarga, grup, komunity )
Aksis 3 Penilaian / J udgment ( antisipatory, compromised, decresed,
defensive, deficient, delayed, disabled, disorganized, disapropiate,
disturbed, dysfunctional, effective, enhanced, exxessive, imbalanced,
impaired, innefektive, interupted, low, organized, perceived, readiness for,
situational )
Aksis 4 Lokasi ( auditory, blader, cardiopulmonary, cerebral, gastrointestinal,
gustatory, intracranial, kinesthetic, mucous membranes, oral, olfactory,
peripheral neurovascular, renal, skin tactile, visual )
Aksis 5 Umur ( fetus, neonatus, infant, toddler, preshool child, school age
child, adolesence, adult, infant, older adult )
Aksis 6 Waktu ( acute, chronic, intermittent, continuos )
Aksis 7 Status diagnosis ( actual, health promotion, risk, wellnes)
Secara praktis sebenarnya kita tidak perlu dipusingkan dengan hal ini karena dalam
Buku NANDA-I telah disusun perumusan dari masing-masing aksis membentuk
kalimat diagnosis yang standard.
Sebagai contoh diagnosis NANDA-I :
Tidak efektif bersihan jalan nafas ( Inefektive airway clereance )
Bila kita lihat dari konsep askis di atas maka tidak efektif adalah aksis 3 sedangkan
bersihan jalan nafas adalah aksis 1
Gangguan persepsi sensory auditori (Disturbed sensory perception : auditory
)
Bila kita lihat konsep aksis di atas maka gangguan adalah aksis 3, persepsi
sensory aksis 1 dan auditori adalah 4
Dari contoh di atas bisa dilihat tidak semua kalimat diagnosis secara eksplisit
terdapat ke-7 aksis di atas dalam buku NANDA-I disebutkan secara esensial dalam
diagnosis terdapat aksis 1 dan 3 pada kondisi tertentu secara esensial menggunakan
aksis 2. Sekali lagi aksis ini banyak digunakan untuk keperluan memunculkan
diagnosis dalam NANDA-I sedangkan dalam penggunaan praktis klinis dalam buku
NANDA-I susunan kalimat diagnosisnya sudah siap pakai sehingga kita bias
menggunakan sesuai dengan redaksi kalimat yang ada.
B. NURSI NG OUT COME CLASSI FI CATI ON ( NOC )
Nursing Outcomes Classification adalah standar clasifikasi pasien outcome
koomprehensif yang dibuat untuk menevaluasi evek dari intervensi keperawatan.
Standarisasi outcome penting untuk dokumentasi dalam electronic record, untuk
penggunaan systeminformasi klinik, untuk mengembangkan nursing knowledge dan
pendidikan profesi keperawatan.
Terdapat 330 NOC outcome dalam Nursing Outcome Classification edisi ke-3,
terdapat 311 level individual outcome, 10 level keluarga, dan 9 level komuniti
outcome. Terbagi menjadi 31 kelas, dan 7 domain. Domain NOC meliputi : functional
health, physiologic health, psycososial health, health knowledge & behavior,
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
perceived health, family health, and community health. NOC secara rutin di update
merevisi outcome berdasarkan riset terbaru, dan dipublikasikan setiap 4 tahun.
NOC adalah klasifikasi dari patient outcomes yang responsive terhadap nursing
interventions. Artinya nursing interventions akan mempengaruhi patient outcomes,
NOCidentik dengan istilah patient goal atau expected outcome.
Pengukuran NOC menggunakan skala linkert dengan rentang 1 sampai dengan 5.
NOC digunakan untuk perencanaan tujuan dan evaluasi.
Bagaimana menggunakannya ?
Setelah menentukan nursing diagnoses yg tepat, tentukan mana outcome(NOC)
yang akan memonitor untuk evaluasi tahapan perbaikan dari setiap masalah pasien
sesuai nursing diagnosis.
Nursing diagnosis pasien adalah Kurang pengetahuan : pengobatan (knowledge
defcient : medication) , kita bisa memilih NOC : Pengetahuan : pengobatan
(Knowledge : medication)
Bagaimana kita tahu jika pasien telah mencapai outcome ?
Kita menggunakan skala pengukuran !
Kita akan melakukan rating pada setiap indikator pada pasien
Pada skala 1 sampai 5
Setelah kita mereviewindikator dengan pasien dan keluarga, pilih satu
indikator yang terbaik dapat mengukur pencapaian outcome pasien.
Kemudian pilih angka yang terbaik mengindikasikan tingkat pengetahuan saat
ini
Lagi, pilih angka dari skala yang mengindikasikan terbaik untuk status pasien
saat ini pada tiap indikator.
Apakah pengukuran skala semua adalah sama ?
Semua pengukuran skala yang digunakan dalam Nursing Outcomes Classification
systemadalah dibuat sehingga : 1 is the least desirable patient state and 5 is
the most desirable patient state. Skala 1 adalah kondisi pasien yang paling
sedikit diinginkan dan 5 adalah kondisi pasien yang paling banyak diinginkan.
Sebagai ilustrasi : kita merawat pasien CHF sesak nafas, kondisi sangat sesak adalah
kondisi pasien yang paling sedikit diinginkan, sedangkan kondisi tidak sesak nafas
adalah kondisi yang paling banyak diinginkan.
Tabel 2 . NOC : Pengetahuan : pengobatan
Definisi:mengerti secaraluastentangpenggunaanobatyangaman
Indikator Tdk
pernah
1
Terbatas
2
Sedang
3
Substansial
4
Luas
5
Pengakuankebutuhanuntukmemberitahukankepadapemberi layanankesehatantentangobatyang
telahdiminum
1 2 3 4 5
Pernyataanyangtepattentangnamaobat 1 2 3 4 5
Mendeskripsikanpenampilanobat 1 2 3 4 5
Mendiskripsikancarakerjaobat 1 2 3 4 5
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Mendeskripsikanefeksamping 1 2 3 4 5
Mendeskripsikanperhatianobat 1 2 3 4 5
Mendiskripsikanpenggunaanbantuanmemori 1 2 3 4 5
Mendiskripsikanpotensial interaksi denganobatzatlain 1 2 3 4 5
Mendeskripsikanpenyimpananobatygbenar 1 2 3 4 5
Mendeskripsikancarapemberianobat 1 2 3 4 5
Mendeskripsikanbagaimanauntukmemesanobatyangdibutuhkan 1 2 3 4 5
Identifiksi kebutuhanpemeriksaanlaboratorium 1 2 3 4 5
Pilih satu atau dua indicator yang bisa mewakili untuk menentukan tujuan / outcome
dari pasien dan pilih skala yang mencerminkan kondisi pasien. Pilih 1 (tidak pernah)
samapi 5 (luas) untuk menggambarkan kondisi pasien, sebagai contoh kita pilih
indicator mendiskripsikan cara kerja obat pasien di rating 1 (tidak pernah) bila pasien
tidak bisa menjelaskan kembali cara kerja obat yang perawat ajarkan dan di rating 5
(luas) bila pasien secara jelas dapat menjelaskan kembali cara kerja obat yang
perawat ajarkan.
Selain untuk mengevaluasi, NOC digunakan untuk menentukan tujuan atau outcome
pasien Skala 5 adalah maksimal bila pasien tidak memungkinkan untuk mencapai
skala maksimal, maka target pencapaian pasien disesuaikan dengan kondisi pasien
sehingga skala yang diinginkan misal 4.
C. NURSI NG I NTERVENTI ONS CLASSI FI CATI ON (NI C)
The Nursing Interventions Classification (NIC) adalah standarisasi intervensi
intervensi yang dilakukan oleh perawat secara komprehensif , berdasarkan riset. NIC
berguna untuk dokumentasi klinik, komunikasi lintas care setting, data terintegrasi,
riset yang efektif, pengukuran produktifitas, evaluasi kompetensi, reimbursement,
design kurikulum.
Nursing Interventions Classification (NIC) adalah komprehensive, standardized
language yang mendiskripsikan treatment yang dilakukan perawat pada semua
seting dan semua specialties. Nursing interventions diklasifikasikan untuk
memudahkan akses dan penggunaan. Setiap nursing intervention mempunyai
specific label dan definition serta activities untuk pencapaian intervensi.
Terdapat 542 intervensi di dalam NIC (edisi ke -5) dan terbagi ke dalam 7 domain
yaitu : Physiological: Basic, Physiological: Complex, Behavioral, Safety, Family, Health
System, and Community. NIC dilakukan update setiap 4 tahun sekali.
Nursing Intervention adalah Setiap Treatment berdasarkan keputusan klinis dan
pengetahuan yang dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan outcome dari pasien
/ klien. Nursing intervention termasuk :
Direct care intervention : Treatmen yang dilakukan melalui interaksi dengan
pasien, Termasuk psikologikal dan fisiologikal nursing action, laying on hand
action dan beberapa yang lebih mendukung dan konseling alamiah.
Indirect care intervention : Treatmen dilakukan tdk langsung ke pasien,
separuh dari pasien atau group pasien. Termasuk nursing action yg bertujuan
untuk memanajemen lingkungan perawatan pasien dan interdisiplinary
kolaborasi. Aksi tersebut mendukung efektivitas dari direct care intervention.
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Nurse-initiated treatment : Intervensi atas inisiasi perawat sbg respon
terhadap nursing diagnosis, aksi otonomi berdasarkan rasional ilmiah yang
diputuskan untuk memberikan benefit bagi pasien sesuai dengan nursing
diagnosis dan outcome yang direncanakan. Beberapa aksi termasuk treatmen
atas inisiasi advance practical nurse .
Physician-initiated treatment : Intervensi atas inisiasi dokter dalamrespon
terhadap diagnosis medis tetapi dilakukan oleh perawat dalamrespon
terhadap doctors order. Perawat juga dapat melakukan treatmen atas
inisiasi provider lain seperti pharmasis, respiratory therapists, atau physician
assistants.
Nursing activities adalah : Perilaku khusus atau action yang dilakukan oleh perawat
untuk mengimplementasikan intervensi dan yang membantu pasien / klien menuju
outcome yang diinginkan.
Tabel 3. NIC Domain, Kelas, dan Intervensi
NICDOMAIN
KELAS
Ex:contohintervensi yangsering
1.FisiologisDasar Manajemenaktifitasdanlatihan,ex:terapilatihanmobilitassendi
Manajemeneliminasi,ex;kateterisasiurine
Manajemenimobility,ex;bedrestcare
Dukungannutrisi,ex:monitoringnutrisi
Peningkatankenyamananfisikex:painmanagement
Fasilitasiperawatandiri,ex;memandikan
2.Fisiologi kompleks Manajemenelektrolitdanasambasa:ex:manajemenasidosismetabolik
Manajemenobat;ex:analgetikadministration
Manajemenneurologik;ex:manajemenudemserebri
Perioperatifcare;ex:posisioningintraoperatif
Manajemenrespiratori;ex:airwaymanagement
Manajemenkulit/ luka:ex:incisionsitecare
Termoregulasi;ex:fever treatment
Manajemenperfusijaringan:ex:hypovolemiamanagement
3.Perilaku Terapiperilaku;ex:assertivenesstraining
Terapikognitif;ex:angercontrolassitance
Komunikasi;ex:playtherapy
Bantuankoping;ex:dyingcare
Pendidikanpasien;ex:teachingsafesex
Kenyamananpsikologis;ex:anxietyreduction
4.Keamanan Manajemenkrisis;ex:rapetraumatreatment
Manajemenrisiko;ex:infectioncontrol
5.Keluarga Childbearingcare;ex:highriskpregnancycare
Childrearingcare*)
Lifespancare;ex:familyinvolvment
6.Sistemkesehatan Mediasisistemkesehatan;admissioncare
Manajemensistemkesehatan;bedsidelaboratorytesting
Manajemeninformasi;documentation
7.Komunitas*) Promosikesehatankomunitas
Manajemenrisikokomunitas
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Tabel 4. NIC : Mengajarkan obat yang diresepkan ( teaching : prescribe medication )
Definisi:menyiapkanpasienuntuksecaraamanmeminumobat/ pengobatanyangdiresepkandanmemonitorefeksampingnya
Aktivitas
o Mengajarkankepadapasienmenerimasifatkhusudari
pengobatan
o Mengajarkankepadapasienbagaimanayang
dilakukanbiladosissalah/ terlewat
o Menginformasikankepadapasiennamagenericdan
namapatenobat/pengobatan
o Mengajarkanpasiencarapemberian/ aplikasidari
setiapobat/pengobatan
o Menjelaskankepadapasientujuandancarakerjadari
masing-masingobat/pengobatan
o Mengajarkanpasienkemungkinanefeksampingsetiap
obat/pengobatan
o Mengajarkankepadapasiententangdosis,rute,dan
durasisetiapobat/pengobatan
o Mengajarkanpasienuntukmelakukanproseduryang
dibutuhkansebeluminumobat(misalnyamengecek
nadi)
o Mengintruksikankepadapasienataskriteriayang
manauntukmenggunakankalaumemutuskan
mengubahdosispengobatan/jadwal
o Mengajarkankepadapasienperhatiankhususyang
perludiperhatikanpadasaatminumobat(misal tidak
bolehmenyetir)
o Menginformasikankepadapasiententangkemungkinan
interaksidenganobatlain/makanan
o Mengajarkankepadapasienbagaimanamengatasi
ataumencegahefeksampingtertentu
o Mengajarkankepadapasientandadangejaladari
under/ overdosis
o Mengajarkankepadapasienuntukmembuangdengan
benarjarum,spuit,kedalamkontainerbendatajamdi
rumahataukomunitas
o Berikanpasieninformasi tertulistentangtujuan,cara
kerja,efeksampingobat/pengobatan
o Peringatkanpasienresikobilaminumobat
kadaluwarsa
o Menyediakaninformasi tentangpenggantianobat,
sesuaikebutuhan
o Ingatkanpasientidakmemberikanobatyang
diresepkanuntukpasienkepadaoranglain
Petunjuk : gunakan aktivitas yang sesuai untuk outcome pasien, aktivitas yang dipilih
tidak semua tetapi sesuai kondisi pasien.
D. MENGAPLI KASI KAN NURSI NG CARE PLAN / DOKUMENTASI
KEPERAWATAN BERBASI S NANDA, NOC, NI C
Mengaplikasikan NCP / dokumentasi keperawatan berbasis NANDA,NOC, NIC pada
prinsipnya sama dengan melakukan dengan metode yang selama ini kita kenal. Yang
membedakan adalah kita menggunakan bahasa yang standar dalam menetapkan
diagnosis keperawatan, menggunakan bahasa yang standar dalam menentukan
tujuan dan kriteria hasil, kita menggunakan bahasa yang standar dalam menuliskan
intervensi dan implementasi, dan kita menggunakan bahasa yang standar dalam
melakukan evaluasi. Disamping itu kalimat yang kita gunakan bisa lebih simpel
karena bahasa yang standar dalam NANDA, NOC, NIC merupakan label atau
semacam koding seperti dalam penelitian kualitaitf sehingga dalam pelaksanaannya
bisa lebih efisien sumber daya dan waktu terutama bagi perawat di area klinis.
Hal yang membedakan bila kita menggunakan NANDA,NOC dan NIC dalam hal ini
juga memudahkan perawat adalah tersedianya link / taut yang merupakan
berdasarkan evidence / penelitain sehingga suatu diagnosa NANDA akan mempunyai
link dengan NOC dan NIC sebagai suatu kesatuan yang saling mengisi.
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Tabel 5. NANDA, NOC, NIClinkages
NIC
NANDA NOC
Intervention
mayor
Intervensi
disarankan
Intervensi
pilihan
Kurang
Pengetahuan
pengobatan
Pengetahuan
pengobatan
Teaching:
pengobatanyang
diresepkan
Manajemenalergi
Pemberiananalgetik
Manajemenkeotherapi
Manajemenhypoglikemi
Manajemenimunisasi,
vaksinasi
Fasilitasipembelajaran
Peningkatankesiapan
belajar
Manajemenmedikasi
AsistensiPatient-
ControlledAnalgesia
(PCA)
Teaching:individual
Manajemen
kosntipasi
Manajemen
nyeri
Konseling
prekonsepsi
Prenatal car
Ajarkan:proses
penyakit
Ajarkan:group
Langkah - langkah dalam mengaplikasikan NANDA, NOC, NI C dalam NCP /
dokumentasi keperawatan.
1. PENGKAJ I AN
Dalam website NANDA-I tidak lagi merekomendasikan atau tidak menyarankan
hanya menggunakan toxonomy II frame work ( 13 domain ) sebagai alat untuk
melakukan pengkajian pasien, akan tetapi penting untuk menggabungkan multiple
tool / alat pengkajian yang bisa digunakan secara aman di praktek klinis, misalnya :
pola fungsional Gordon, Nursing Outcome Classification Clinical Indikator Level, dan
tool pengkajian menggunakan doamin yang sudah dilengkapi, dan sebagainya.
Ketidaktepatan pengkajian yang sering kita jumpai adalah apabila kita melakukan
pengkajian hanya menggunakan pengkajian dengan pendekatan persystem.
Pengkajian persystem lebih umum dilakukan oleh dokter untuk melakukan
pengkajian dan menemukan masalah kelainan pada sistem organ. Ini berbeda
dengan perawat, masalah / diagnosis keperawatan adalah berdasar respon dari
pasien sehingga bila kita hanya menggunakan pengkajian persistem kita akan
mengalami kesulitan untuk memunculkan diagnosis keperawatan dari pasien yang
kita kaji.
Pengkajian berdasarkan 11 Pola Fungsional gordon bisa dilakukan link / taut dengan
diagnosis keperawatan.
2. DI AGNOSI S KEPERAWATAN
Diagnosis keperawatan NANDA-I merupakan bahasa standar dalam merumuskan
diagnosa, namun demikian bagaimana menggunakan diagnosa yang tepat untuk
suatu respon pasien memerlukan keahlian penilaian klinis. Sebagai contoh
berdasarkan pengkajian perawat ditemukan pasien maslah pernafasan ,mengalami
sesak nafas, dalam NANDA-I nursing diagnosis untuk masalah sesak nafas terdapat
diagnosis diantaranya adalah : pola nafas tidak efektif, bersihan jalan nafas tidak
efektif, gangguan pertukaran gas. Atau masalah yang terkait dengan aktifitas,
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
mobilisasi di NANDA-I terdapat diagnosis Intoleransi aktifitas, kerusakan meobilitas
fisik, defisit perawatan diri.
Untuk bisa menentukan dengan stadar respon pasien dan diagnosis keperawatan
perlu adanya kesepahaman dalammelakukan penilaian sehingga respon pasien yang
muncul bisa di identifikasi masalah atau nursing diagnosis secara tepat oleh perawat.
Dalam hal ini dibutuhkan kesepakatan minimal kesepakatan lokal oleh komunitas
perawat di rumah sakit untuk menentukan pada kondisi atau respon seperti apa
yang muncul pada pasien dapat digunakan untuk memunculkan diagnosis
keperawatan tertentu.
Sebagai contoh diagnosis Nyeri akut, dalam buku NANDA-I terdapat batasan
karakteristik / symptom untuk diagnosis ini antara lain : perubahan tonus otot,
perubahan nafsu makan, perubahan tekanan darah, perubahan HR, perubahan RR,
melaporkan dengan kode, berkeringat banyak, perilaku distraksi, perilaku ekspresif,
muka topeng, perilaku melindungi, fokus menyempit, terobservasi adanya bukti
nyeri, posisi menghindar nyeri, protektif gesture, dilatasi pupil, berfokus pada diri
sendiri, gangguan tidur, melaporkan nyeri secara verbal.
Untuk menetapkan diagnosis nyeri akut bisa diangkat perlu disepakati batasan
karakteristik mana yang harus muncul dan batasan karakteristik mana yang
merupakan data tambahan untuk bisa memunculkan diagnosis nyeri akut, hal-hal
tersebut dapat disepakati oleh komunitas profesional perawat di rumah sakit sebagai
standar lokal. Demikian pula untuk diagnosis keperawatan yang lain misalnya kapan
kita menetapkan diagnosis keperawatan pada pasien adalah intoleransi aktivitas dan
pada kondisi batasan karakteristik seperti apa kita mengangkat diagnosis kerusakan
mobilitas fisik.
Saat ini sudah banyak buku mengulas tentang diagnosis NANDA-I yang link dengan
NOC dan NIC dan didalamnya mengulas tentang saran penggunaan untuk masing-
masing diagnosis, hal tersebut dapat dijadikan rujukan untuk membantu perawat
memenculkan diagnosis keperawatan secara tepat.
3. RENCANA
Pada tahap rencana ini terdapat dua garis besar peerncanaan, yaitu perencanaan
tujuan ( out come ) dan perencanaan tindakan ( intervensi ). Bila kita menggunakan
seting NANDA, NOC, dan NIC maka pada tahap perencanaan ini kita menggunakan
NOC untuk perencanaan tujuan (outcome) dan perencanaan tindakan (intervensi)
menggunan NIC.
Bila kita lihat di beberapa literatur terdapat beberapa model aplikasi yang digunakan,
dibeberapa literatur dicontohkan penggunaan NOC dengan skala untuk rencana
tujuan (outcome) dan penggunaan label NIC untuk intervensi. Beberapa literatur
menggunakan gabungan antara otucome menggunakan NOC tanpa skala dan
menggunakan kriteria hasil serta intervensi menggunakan label NIC digabung
dengan intervensi keperawatan biasa.
Penulisan tujuan menggunakan NOC dan NIC secara manual dapat dilakukan seperti
contoh berikut :
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Dalamwaktu 5 x 24 jampasien mempunyai pengetahuan tentang pengobatan
dengan indikator : (ket : lihat NOC)
Dapat menyebutkan nama obat skala 5 (luas),
Mendeskripsikan efek samping obat skala 4 (substansial)
Setelah dilakukan tindakan : ( ket : lihat NIC )
Teaching : pengobatan yang diresepkan
Fasilitasi pembelajaran
Peningkatan kesiapan belajar
Manajemen medikasi
4. I MPLEMENTASI
Mendokumentasika implementasi keperawatan menggunakan NIC, pada penggunaan
NIC untuk impelementasi ditulis aktivitas pada label NIC atau dapat juga dilitulis label
NIC kemudian diberi keterangan tambahan. Lihat pada tabel NIC
5. EVALUASI
Evaluasi menggunakan skala yang di rating setiap hari dan dilihat apakah bisa
mencapai target yang direncanakan atau tidak. Kita akan mengevaluasi ulang pasien
pada interval yang ditentukan. Dengan penggunaan skala pengukuran untuk menilai
pasien, kita dapat menentukan jika pasien sedang mengalami kemajuan ke arah
outcome dan dapat membuat perubahan rencana keperawatan yang sesuai.
GAMBARAN PENDOKUMENTASI AN KEPERAWATAN BERBASI S
NANDA,NOC,NI C dengan format yang lazim di I ndonesia
Tgl
DiagnosisKeperawatan Perencanaan
1/1/2008Kurangpengetahuan:pengobatanberhubungandengan
keterbatasanpaparanditandaidenganmengikuti instruksi
tidakadekwat.
Dalamwaktu5x24jampasienmempunyaipengetahuan
tentangpengobatandenganindikator:
Dapatmenyebutkannamaobatskala5(luas),
Mendeskripsikanefeksampingobatskala4
(substansial)
Setelahdilakukantindakan:
Teaching:pengobatanyangdiresepkan
Fasilitasipembelajaran
Peningkatankesiapanbelajar
Manajemenmedikasi
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
CATATAN PERKEMBANGAN
tgl/jam IMPLEMENTASI EVALUASI
1/1/2008
09.00
09.10
08.30
Menginformasikankepadapasiennamagenericdannama
patenobat/pengobatan
Menjelaskankepadapasientujuandancarakerjadari
masing-masingobat/pengobatan
Mengajarkanpasienkemungkinanefeksampingsetiap
obat/pengobatan
..
..
.
..
S:sayabelumhapalsemuanamaobat,sayabarutahu3
namaobat.
O:pasienmenyebutkannama3obatdari5jenisobat,
menjelaskanefeksampingsecaraterbatas
menyebutkannamaobat skala3
Mendeskripsikanefeksampingobatskala2
A:masalahbelumteratasi
P:jelaskanualngtentangobatdanefeksampingobat
2/2/2008jam09.00
E. Pengalaman RSU Banyumas mengimplementasikan NANDA, NOC , dan
NI C
RSU Banyumas mengembangkan dokumentasi keperawatan berbasis NANDA, NOC ,
dan NIC tidak berlangsung begitu saja akan tetapi melaui proses yang cukup
panjang. Issue tentang penggunaan NANDA, NIC, dan NOC mulai berkembang di
RSU Banyumas mulai tahun 2001-2002. Hal tersebut disebabkan RSU Banyumas
digunakan sebagai Rumah Sakit pendidikan UGMdalamhal ini PSIK FK UGM. Dengan
semakin banyak perawat RSU Banyumas yang melanjutkan S-1 dan Ners ke PSIK FK
UGMwacana tersebut semakin berkembang.
Tahun 2002 Sistem Informasi Rumah Sakit yang didalamnya juga terdapat Sistem
Informasi Asuhan Keperawatan yang masih berbasis NCP model Carpenito
berdasarkan keputusan manajemen akan beralih dari komputer bebasis DOS beralih
ke komputer berbasis Windows.
Dengan adanya perubahan sistem operasi komputer ini dijadikan momentum oleh
perawat untuk beralih dari software asuhan keperawatan yang mengacu kepada
Carpenito menjadi software asuhan keperawatan yang mengacu / berbasis NANDA,
NOC, NIC.
Pada tahun 2004-2005 proses ini semakin intens dengan adanya kelompok kerja
yang di pelopori oleh J asun, S.Kep untuk menterjemahkan NANDA, NOC, dan NIC
sekaligus merancang dan mengembangkan software sistem informasi keperawatan
berbasis NANDA, NOC, NIC. Proses ini juga diikuti dengan sosialaisasi dan pelatihan
kepada perawat tentang NANDA, NOC, dan NIC oleh Komite Keperawatan beserta
Bidang Keperawatan.
Pada tahun 2006 software Sistem Informasi Manajemen Keperawwatan berbasi
NANDA, NOC, NIC mulai di uji coba di lima ruangan dan berkembang sampai
sekarang di hampir semua ruangan.
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
Pada 11-12 Desember 2006 dari hasil uji coba pelaksananaan SIMKep berbasis
NANDA, NOC, NIC tersebut diselenggarakan seminar dan workshop nasional
NANDA,NIC,dan NOC penerapannya dalam dokumentasi keperawatan berbasis
computer, Baturaden, Purwokerto.
Pasca seminar nasional dilakukan sosialisasi dan pelatihan yang lebih gencar lagi bagi
seluruh perawat yang ada di RSU Banyumas dengan merancang bentuk pelatihan
yang bernama MAKSI ( pelatihan Manajemen Asuhan Keperawatan dan Sistem
Informasi ). Materi yang diberikan adalah mengenai konsep NANDA-I, NOC, dan NIC
berlangsung selama dua hari meliputi teori dan praktek mengaplikasikan sofware
menggunakan komputer. Saat ini MAKSI sudah mencapai angkatan ke-4 dengan
jumlah peserta per angkatan 30 orang perawat. Selain ditujukan kepada perawat
RSU Banyumas pelatihan MAKSI juga bisa dilakukan bagi perawat rumah sakit lain
yang ingin mengembangkan nursing care plan / dokumentasi keperawatan berbasis
NANDA-I, NOC, dan NIC.
Keuntungan yang didapatkan dengan mengaplikasikan NANDA-I, NOC, dan NIC di
RSU Banyumas antara lain :
NANDA-I, NOC, NIC menggunakan bahasa yang terstandar dan terstruktur
sehingga link antara ketiganya memudahkan untuk penggunaan bagi
perawat.
Bahasa yang digunakan dalamNANDA_I, NOC, dan NIC memungkinkan
untuk dibuat aplikasi komputer dalambentuk sofware sehingga memudahkan
dalamaplikasi di lapangan.
Saat ini pendokumentasian Asuhan Keperawatan sudah dilakukan
menggunakan komputer sehingga memungkinkan interaksi perawat pasien
lebih banyak dan mengurangi waktu pendokumentasian Asuhan Keperawatan
bila dibandingkan manual.
Dengan komputerisasi SIMKep berbasis NANDA,NOC,NIC outcome atau
dampak asuhan keperawatan menjadi lebih jelas. Dengan data mining yang
ada kita bisa mengetahui apa masalah pasien yang sering muncul dilihat dari
Diagnosis Keperawatan terbanyak, apa sebenarnya fokus atau out come dari
intervensi yang dilakukan oleh perawat, dan apa saja yang dilakukan oleh
perawat yang tercermin dalamNursing Intervension. Data-data tersebut
tentunya sulit kita peroleh apabila kita masih belummenggunakan bahasa
yang sama dan masih menggunakan manual.
Data-data tersebut tentunya sangat berguna bagi pengambilan keputusan
oleh manajer keperawaan untuk perencanaan standar peralatan,
perencanaan SDM, perencanaan pembiayaan dan yang paling penting data
tersebut semakin memperjelas peran perawat dalammemberikan pelayanan
kepada pasien.
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.
Download from : www.komitekeperawatan.tk
http ://banyumasperawat.wordpress.com
DAFTAR RUJ UKAN
Gordon M(2001) Nursing nomenclature and classification systemdevelopment,
diambil tanggal 29 Februari 2008 dari
http://www.zwo.nhl.nl/hbov/telemark/gordon.html
J asun, Aplikasi proses keperawatan dengan pendekatan NANDA, NOC, dan NIC
dalamsysteminformasi manajemen keperawatan di RSU Banyumas, disampaiakan
pada seminar dan workshop nasional NANDA,NIC,dan NOC penerapannya dalam
dokumentasi keperawatan berbasis computer, Baturaden, Purwokerto 11 Desember
2006
J ohnson, M, Moorhead, S (2000) Nursing Outcome Classification, St. Louis; Mosby
Mc Closkey, J .C. &Bulecheck, G.M. (1996) Nursing intervention classification, St.
Louis; Mosby
NANDA-I, Nursing diagnosis : definition &classification 2007-2008, Philadelpia
Nursing Intervention Classification, Over viewof NIC diambil tanggal 29 Februari
2008 dari
http://www.nursing.uiowa.edu/excellence/nursing_knowledge/clinical_effectiveness/
nicoverview.htm
Nursing Outcome Classification, Over viewof NOC diambil tanggal 29 Februari 2008
darihttp://www.nursing.uiowa.edu/excellence/nursing_knowledge/clinical_effectivene
ss/nocoverview.htm
Ozbolt J (2003) Nursing terminologies diambil tanggal 28 Februari 2008 dari
http://www.himss.org/content/files/iso-standards/NursingTerminologiesforNHII.pdf
Nursing Diagnosis : Knowledge deficit, diambil tanggal 08/09/02 dari
www.elsevierhealth.com/MERLIN?J ohnson/linkages-Knowledge_Deficit_Specify.htm
Patterson , P.M. (2002) Standarized nursing language : a self learning module
diambil tanggal 1 Maret 2008 dari http://www.med.umich.edu/nursing/snl/mna.html
Sitorus, R (2006) Konsep proses keperawatan menggunakan NANDA,NIC, dan NOC,
disampaiakan pada seminar dan workshop nasional NANDA,NIC,dan NOC
penerapannya dalamdokumentasi keperawatan berbasis computer, Baturaden,
Purwokerto 11 Desember 2006
Easy PDF Creator is professional software to create PDF. If you wish to remove this line, buy it now.