Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH TINGKAT KEDISPIPLINAN KERJA DALAM MEWUJUDKAN

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KERJA


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah:
HUKUM KEPEGAWAIAN
Oleh:
SAIFUDIN
NIM : A.131.11.0091
UNIVERSITAS SEMARANG
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Lata B!"a#a$% Ma&a"a'
Pada era globalisasi, sumber daya manusia merupakan salah satu sumber keunggulan
kompetitif dan elemen kunci yang penting untuk meraih kesuksesan dalam bersaing untuk
mencapai tujuan. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia bagi organisasi hal yang
penting bagi pelayanan kepada masyarakat. Menurut iagian !"###$ Organisasi masa kini
harus menyesuaikan dengan lingkungan global, internal, maupun organisasional dengan
memperhatikan dinamika yang terus berkembang dan berubah agar mampu menerapkan
strategi yang tepat.
Perubahan yang terjadi di lingkungan kementerian keuangan melalui reformasi
birokrasi mulai tahun "##% !sebelumnya sudah dilaksanakan &alaupun namanya bukan
'reformasi($, mempunyai program utama reformasi birokrasi yaitu: !)$ penataan organisasi*
melalui: modernisasi, pemisahan fungsi, penggabungan fungsi, dan penajaman fungsi* !"$
peningkatan sumber daya manusia, melalui: diklat berbasis kompetensi, pembangunan
assessment center, penyusunan pola mutasi, peningkatan disiplin, dan integrasi sistem
informasi manajemen kepega&aian* !+$ penyempurnaan tata laksana !business process$,
melalui analisis dan e,aluasi jabatan, analisis beban kerja, dan penyusunan standar prosedur
operasi* dan !-$ perbaikan struktur remunerasi, melalui: tunjangan khusus pembinaan
keuangan negara, sistem remunerasi berbasis kinerja, ditetapkan berdasarkan job grade !total
"% grade$, dan kompetitif terhadap general market.
.eformasi pada /adan Pendidikan dan Pelatihan 0euangan !/PP0$, pada penataan
bidang organisasi, antara lain adalah dengan dikeluarkannya 0eputusan Menteri 0euangan
Nomor 11 2ahun "##3 tentang struktur organisasi /alai Diklat keuangan, dengan
penambahan tiga balai diklat yang sebelumnya sudah terbentuk delapan balai diklat. 0etiga
balai diklat tersebut adalah /alai Diklat 0euangan Pekanbaru, Denpasar, dan Pontianak.
4ntuk melaksanakan keputusan menteri keuangan tersebut agar dapat berjalan dengan
baik harus didukung oleh manusia sebagai penggerak dalam penyelenggaraan organisasi,
pendanaan bagi tulang punggung terselenggaranya akti,itas pemerintahan, peralatan bagi
terselenggaranya kegiatan, serta organisasi dan manajemen yang efektif dan efisien sehingga
mempercepat ter&ujudnya pelayanan kepada masyarakat.
Manusia di dalam suatu organisasi dipandang sebagai sumber daya. 5rtinya, sumber
daya atau penggerak dari suatu organisasi. Penggerak dari sumber daya yang lainnya, apakah
itu sumber daya alam atau teknologi. 6al ini merupakan suatu penandasan kembali terhadap
falsafah Man behind the gun. .oda organisasi sangat tergantung pada perilaku7perilaku
manusia yang bekerja di dalamnya.
8ang tidak kalah pentingnya dari reformasi birokrasi kementerian keuangan adalah
peningkatandisiplin. Disiplin merupakan sikap dan perilaku. 5rtinya, sikap dan perilaku
untuk mentaati peraturanorganisasi muncul dari dalam dirinya. Niat untuk mentaati peraturan
merupakan suatu kesadaran bah&a tanpa didasari unsur ketaatan, tujuan organisasi tidak akan
tercapai.
Niat juga dapat diartikan sebagai keinginan untuk berbuat sesuatu atau kemauan untuk
menyesuaikan diri dengan aturan7aturan. ikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai
dengan berbagai inisiatif, kemauan dan kehendak untuk mentaati peraturan. 5rtinya, orang
yang dikatakan mempunyai disiplin tinggi tidak semata7mata patuh dan taat terhadap
peraturan secara kaku dan mati, tetapi juga mempunyai kehendak !niat$ untuk menyesuaikan
diri dengan peraturan7peraturan organisasi.
Dengan perubahan perilaku melalui peningkatan disiplin diri akan dapat beradaptasi
dengan arus perubahan, karena nasib dan eksistensi negara7bangsa saat ini maupun pada
masa depan tampaknya juga sangat ditentukan oleh kesanggupan mengelola perubahan agar
tidak mudah tergelincir dan terempas.
0ita dapat melihat misalnya negara komunis seperti 4ni o,iet, ambruk dan hilang
dari panggung sejarah karena tidak mampu melakukan adaptasi terhadap arus perubahan.
Dan sebaliknya, kita dapat melihat negara ..9 bisa maju sedangkan masih menganut
paham komunisme !identik dengan keterbelakangan$, antara lain karena disiplin dan
kerja keras, serta dapat menyesuaikan dengan perubahan.
B. P!()(&a$ Ma&a"a'
). Pemahaman terhadap pengertian disiplin dan disiplin kerja
". :aktor7faktor yang mempengaruhi disiplin kerja dan pelaksanaannya
+. 2ingkat kedisiplinan kerja dan pengaruhnya dalam me&ujudkan efekti,itas dan
efisiensi kerja
*. T(+(a$ P!$(",&a$
). 4ntuk mengetahui pemahaman terhadap pengertian disiplin dan disiplin kerja
". 4ntuk mengetahui faktor7faktor yang mempengaruhi disiplin kerja dan
pelaksanaannya
+. 4ntuk mengetahui tingkat kedisiplinan kerja dan pengaruhnya dalam me&ujudkan
efekti,itas dan efisiensi kerja
BAB II
PEMBAHASAN
A. P!$%!t,a$ D,&,-",$ .a$ D,&,-",$ K!+a
1. P!$%!t,a$ D,&,-",$
udah merupakan suatu kela;iman di dalam bahasan ilmu pengetahuan bah&a setiap
kajianselalu dia&ali dengan memberikan batasan tentang suatu konsep dimaksud, dan
demikian pula dengan kata disiplin, 2ujuan memberikan definisi adalah agar mudah di
dalam menarik suatu kesimpulan. 6al ini juga berlaku bagi konsep disiplin itu sendiri.
Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar7standar organisasi.
ecara etimologis, kata 'disiplin( berasal dari kata <atin 'deciplina( yang berarti latihan
atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat !Moekijat, )3=%$.
Pengertian disiplin dikemukakan juga oleh Nitisemito, )3==, yang mengartikan
disiplin sebagai suatu sikap, perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari
perusahaan, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Menurut Nitisemito, )3== terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya
perilaku disiplin kerja, yaitu: tujuan pekerjaan dan kemampuan pekerjaan, teladan pimpinan,
kesejahteraan, keadilan, penga&asan melekat !&askat$, sanksi hukum, ketegasan, dan
hubungan kemanusiaan.
Dari beberapa pengertian di atas, disiplin terutama ditinjau dari perspektif organisasi
dapat dirumuskan sebagai ketaatan setiap anggota organisasi terhadap semua aturan yang
berlaku di dalam oranisasi tersebut, yang ter&ujud melalui sikap, perilaku dan perbuatan
yang baik sehingga tercipta keteraturan, keharmonisan, tidak ada perselisihan, serta
keadaan7keadaan baik lainnya. 5tau juga dapat disimpulkan juga, bah&a disiplin kerja
merupakan suatu sikap dan perilaku yang berniat untuk mentaati segala peraturan organisasi
yang didasarkan atas kesadaran diri untuk menyesuaikan dengan peraturan organisasi.
Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih dan sarana serta prasarana yang
diikat pada satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. /erkaitan
dengan organisasi, maka tujuan dari organisasi /PP0 adalah !)$ menghasilkan DM
pengelola keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegrasi tinggi dan
bertanggungja&ab melalui pendidikan dan pelatihan, dan !"$ menjadi lembaga pendidikan
dan pelatihan dengan tata kelola yang baik.
ebaliknya, perilaku yang sering menunjukkan ketidakdisiplinan atau melanggar
peraturanterlihat dari tingkat absensi yang tinggi, penyalahgunaan &aktu istirahat dan
makan siang, meninggalkan pekerjaan tanpa ijin, membangkang, tidak jujur, berjudi,
berkelahi, berpura7pura sakit, sikap manja yang berlebihan, merokok pada &aktu terlarang
dan perilaku yang menunjukkan semangat kerja yang rendah.
2. P!$%!t,a$ D,&,-",$ K!+a
Disiplin sangat penting baik bagi indi,idu !tenaga kerja$ yang bersangkutan maupun
organisasi. 0arena disiplin pribadi akan mempengaruhi kinerja pribadi seseorang. 6al ini
disebabkan manusia merupakan motor penggerak utama dalam organisasi. 4ntuk itu sangat
logis apabila peningkatan disiplin sumber daya manusia harus selalu diupayakan untuk
mencapai produkti,itas organisasi sesuai yang diharapkan.
6eidjrachman dan 6usnan, !"##"$ menyatakan bah&a, disiplin adalah setiap
perseorangan dan juga kelompok yang menjamin adanya kepatuhan terhadap perintah dan
berinisiatif untuk melakukan suatu tindakan yang diperlukan seandainya tidak ada perintah.
Disiplin adalah tindakan manajemen untuk memberikan semangat kepada
pelaksanaan standar organisasi, ini adalah pelatihan yang mengarah pada upaya
membenarkan dan melibatkan pengetahuan7pengetahuan sikap dan perilaku pega&ai
sehingga ada kemauan pada diri pega&ai untuk menuju pada kerjasama dan prestasi yang
lebih baik, itu sendiri disiplin diartikan sebagai kesediaan seseorang yang timbul dengan
kesadaran sendiri untuk mengikuti peraturan7peraturan yang berlaku dalam organisasi
!Da,is, "##-$.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor +# tahun )3=# tentang Peraturan disiplin
Pega&ai Negeri ipil telah diatur secara jelas bah&a ke&ajiban yang harus ditaati oleh setiap
pega&ai negeri sipil merupakan bentuk disiplin yang ditanamkan kepada setiap pega&ai
negeri sipil. Menurut 6andoko !"##)$ disiplin adalah kegiatan manajemen untuk
menjalankan standar7standar organisasional. 5da dua tipe kegiatan pendisiplinan yaitu
pre,entif dan korektif. Dalam pelaksanaan disiplin, untuk memperoleh hasil seperti yang
diharapkan, maka pemimpin dalam usahanya perlu menggunakan pedoman tertentu sebagai
landasan pelaksanaan.
0edisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan
organisasi dan norma7norma sosial yang berlaku !6asibuan, "##>$. 6andoko !"##)$
menyatakan, disiplin adalah kegiatan menajemen untuk menjalankan standart7standart
organisasional. :athoni !"##1$ kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang
mentaati semua peraturan perusahaan dan norma7norma sosial yang berlaku.
Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar7 standar
organisasional. ecara etimologis, kata 'Disiplin( berasal dari kata <atin 'disciplina( yang
berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat
!Moekijad, "##+$
0edisiplinan adalah kesadaran !sikap seseorang yang secara sukarela mentaati semua
peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung ja&abnya. ?adi dia akan memenuhi untuk
mengarsipkan semua tugasnya dengan baik, bukan atas paksaan dan kesediaan suatu sikap,
tingkah laku dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan organisasi baik tertulis
maupun tidak$ seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma7norma sosial yang
berlaku !6asibuan, "##>$.
Disiplin menurut 6odgest pada tahun )33- dalam 8usprati&i !"##)$ menyatakan
bah&a disiplin dapat diartikan sebagai sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk
mengikuti aturan7aturan yang telah ditetapkan. Dalam kaitannya dengan pekerjaan,
pengertian disiplin kerja adalah suatu sikap dan tingkah laku yang menunjukkan ketaatan
pega&ai terhadap peraturan organisasi.
ikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai oleh berbagai inisiatif, kemauan, dan
kehendak untuk mentaati peraturan. 5rtinya, orang yang dikatakan mempunyai disiplin yang
tinggi tidak semata7mata patuh dan taat terhadap peraturan secara kaku dan mati, tetapi juga
mempunyai kehendak !niat$ untuk menyesuaikan diri dengan peraturan7peraturan organisasi
!6elmi, "##%$.
Dari beberapa pengertian di atas, disiplin terutama ditinjau dari perspektif organisasi,
dapat dirumuskan sebagai ketaatan setiap anggota organisasi terhadap semua aturan yang
berlaku di dalam organisasi tersebut, yang ter&ujud melalui sikap, perilaku dan perbuatan
yang baik sehingga tercipta keteraturan, keharmonisan, tidak ada perselisihan, serta keadaan7
keadaan baik lainnya.
Dari uraian disiplin yang dimaksud dari beberapa pengertian maka dapat ditarik
kesimpulan bah&a disiplin kerja merupakan suatu sikap dan perilaku yang berniat untuk
mentaati segala peraturan organisasi yang didasarkan atas kesadaran diri untuk menyesuaikan
dengan peraturan organisasi.
/erdasarkan pengertian dari disiplin seperti tersebut diatas, maka dapat ditarik
beberapa indikator7indikator disiplin kerja sebagai berikut:
1. Disiplin kerja tidak semata7mata patuh dan taat terhadap penggunaan jam kerja,
misalnya datang dan pulang sesuai dengan jad&al, tidak mangkir jika bekerja, dan
tidak mencuri7curi &aktu.
2. 4paya dalam mentaati peraturan tidak didasarkan adanya perasaan takut, atau
terpaksa.
3. 0omitmen dan loyal pada organisasi yaitu tercermin dari bagaimana sikap dalam
bekerja.
B. Fa#t/01a#t/ 2a$% M!)-!$%a(', D,&,-",$ K!+a .a$ P!"a#&a$aa$$2a
1. Fa#t/ L,$%#($%a$ .a$ K!-,3a.,a$
Disiplin kerja yang tinggi tidak muncul begitu saja tetapi merupakan suatu proses
belajar yang terus7menerus. Proses pembelajaran agar dapat efektif maka pemimpin yang
merupakan agen pengubah perlu memperhatikan prinsip7prinsip konsisten, adil bersikap
positif, dan terbuka.
Disipilin kerja dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan !bagaimana budaya
disiplin dalam organisasi tersebut$ juga dapat dipengaruhi oleh faktor kepribadian.
0etidakdisiplinan yang dipengaruhi oleh salah satu faktor akan menyebabkan pelanggaran
aturan. ?ika salah satu karya&an melanggar aturan, maka perlu dilakukan upaya7upaya
tindakan pendisiplinan agar prinsip7prinsip disiplin dapat dipertahankan.
/erdasarkan PP No >+ 2ahun "#)# tentang Disiplin Pega&ai Negeri ipil, bah&a
2ingkat dan ?enis 6ukuman Disiplin, yaitu: !)$ hukuman disiplin ringan, yaitu: !i$ teguran
lisan, !ii$ teguran tertulis, dan !iii$ pernyataan* !"$ hukuman disiplin sedang, yaitu: !i$
penundaan kenaikan gaji berkala selama ) !satu$ tahun, dan !ii$ penundaan kenaikan
pangkat selama ) !satu$ tahun, dan penurunanpangkat setingkat lebih rendah selama ) !satu$
tahun* dan !+$ hukuman berat, yaitu: !i$ penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama +
!tiga$ tahun, !ii$ pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, dan
!iii$ pembebasan dari jabatan.
anksi tidak disiplin !indisipliner$ dilakukan untuk mengarahkan dan memperbaiki
perilaku pega&ai dan bukan untuk menyakiti. 2indakan disipliner hanya dilakukan pada
pega&ai yang tidak dapat mendisiplikan diri, menentang@tidak dapat mematuhi
peraturan@prosedur organisasi. Melemahnya disiplin kerja akan mempengaruhi moral
pega&ai maupun pelayanan kepada stakeholders, dan akan mempengaruhi kemajuan
organisasi. Oleh karena itu, tindakan koreksi dan pencegahan terhadap melemahnya
peraturan harus segera diatasi oleh semua komponen yang terlibat dalam organisasi.
elanjutnya, kedisiplinan merupakan hal yang diperlukan dalam pencapaian suatu
tujuan tertentu. 2anpa adanya suatu kedisiplinan yang tinggi maka pencapaian tujuan akan
sulit terjadi bahkan bisa jadi akan menutup kemungkinan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkansebelumnya.

2. P!"a#&aa$ D,&,-",$
a4 P!$%a"a)a$ ., N!%aa 2a$% S(.a' Ma+(
/ercermin pada negara7negara yang sudah maju atau mendekati negara maju,
maka budaya disiplin telah melekat pada masyarakatnya terutama pada pemimpin7
pemimpin bangsa yang menjadi panutan rakyat. 4mpamanya kita bisa melihat
pemimpin dari negeri jiran ingapura kala itu, <ee 0uan 8e&, yang dikenal perfeksionis
dan pekerja keras. Ia menjadi perdana menteri ketika usianya masih +> tahun. Dalam
biografinya 0uan 8e& berarti 'cahaya yang bersinar terang dan luas(. <ee 0uan 8e&
adalah sosok seorang intelektual. Didikan orang tuanya membuat ia mempunyai pribadi
yang kuat, tegas dan disiplin, dan menghantarkan ingapura sebagai industri maju di
ka&asan 5sia 2enggara dan para industria&annya merambah ke berbagai negara
termasuk membeli saham mayoritas !&aktu itu$ P2 Indosat contoh lain seperti jasa
penerbangan ingapura I5 !ingapura Internasional 5irlines$ dengan pelayanan yang
paripurna. 2entu, menjadi contoh bagi semua negara sedang berkembang baik di 5sia
maupun di belahan dunia lain.
/egitu juga negeri jiran Malaysia, yang &aktu itu dinakhodai oleh Mahatir
Muammad juga mempunyai pribadi yang kuat, tegas, dan disiplin menghantarkan rakyat
kepada kemakmuran dan para industria&annya telah merambah ke berbagai negara
termasuk membeli saham mayoritas P2 /ank Niaga yang sekarang menjadi 9imb
Niaga.
Negara yang berpaham komunis, seperti 9hina juga berhasil memajukan
negerinya, bukan hanya ekonomi yang perkembangannya pesat, tapi juga bidang oleh
raga menjuarai berbagai ajang olah raga kelas dunia. Puncaknya, 9hina bertengger di
puncak perolehan medali pada olimpiade /eijing "##=. emua itu diperoleh melalui
kerja keras dan disiplin tinggi.
34 P!$%a"a)a$ ., N!%aa S!.a$% B!#!)3a$%
Dalam perjalanan sejarahnya, bangsa Indonesia yang dianggap sebagai negara
berkembang, telah mengalami kemerosotan kepribadian yang luar biasa, dibandingkan
dengan masa pergerakan. 0risis karakter membuat korupsi merajalela,
hipokritis@munafik, segan dan enggan bertanggung ja&ab atas perbuatannya, serta punya
&atak yang lemah.
Menurut Mochtar <ubis, yang disampaikan pada pidato kebudayaan 1 5pril )3%%
di 2aman Ismail Mar;uki ?akarta, orasi yang dibukukan dengan judul Manusia
Indonesia, secara blak7blakan mengupas karakter manusia Indonesia. Dia membuka
semua topeng manusia Indonesia, dimaksudkan 'agar orang Indonesia dapat melihat diri
pribadi sendiri di depan kaca( katanya memberi alasan.
Menurut Muchtar, ciri manusia Indonesai itu adalah !)$ manusia Indonesia adalah
hipokritis atau munafik, !"$ segan dan enggan bertanggung ja&ab atas perbuatannya, !+$
berji&a feodal, !-$ manusia Indonesia masih percaya takhayul. Manusia Indonesia
percaya gunung, pantai, pohon, patung, dan keris mempunyai kekuatan ghaib, !>$
manusia Indonesia artistik. 0arena dekat dengan alam, manusia Indonesia hidup lebih
banyak dengan naluri, dengan perasaan sensualnya, dan semuanya ini mengembangkan
daya artistik yang dituangkan dalam ciptaan serta kerajinan artistik yang indah, dan !1$
manusia Indonesia tidak hemat, boros, serta senang berpakaian bagus dan berpesta. Dia
lebih suka tidak bekerja keras, kecuali terpaksa, gampang senang dan bangga pada hal7
hal yang hampa, serta cenderung bermalas7malas akibat alam kita yang murah hati.
elain membuka hal7hal yang buruk, pendiri harian Indonesia Raya itu tak lupa
mengemukakan sifat yang baik. Misalnya, masih kuatnya ikatan saling tolong
menolong. Manusia Indonesia pada dasarnya berhati lembut, suka damai, punya rasa
humor, serta dapat terta&a dalam penderitaan. Manusia Indonesia juga cepat belajar dan
punya otak encer serta mudah dilatih keterampilan. elain itu, punya ikatan
kekeluargaan yang mesra serta manusia penyabar.
Dari uraian Muchtar tersebut terdapat nilai7nilai positif dan negatifnya. Nilai
negatifnya hendaknya kita hindari, dan positif dapat kita pedomani.
54 K!)!$t!,a$ K!(a$%a$
.eformasi birokrasi di 0ementerian 0euangan telah dilaksanakan sebelum tahun
"##%, &alaupun &aktu itu belum dinamakan 'reformasi(. Perubahan yang terjadi di
lingkungan kementerian keuangan melalui reformasi birokrasi telah berjalan lancar.
Namun demikian, pada bahasan ini perlu diungkapkan kembali bah&a betapa
pentingnya peningkatan disiplin dalam memajukan organisasi kementerian keuangan,
sebagai kementerian yang sangat strategis yaitu mengurusi bidang keuangan dan
kekayaan negara.
0edisiplinan merupakan hal yang sangat diperlukan dalam pencapaian suatu
tujuan tertentu. ebagaimana diketahui telah banyak negara berhasil memakmurkan
rakyatnya, karena para pemimpin, para pelayan mempunyai karakter yang kuat, disiplin
dan kerja keras. Oleh karena itu kita sebagai unit terkecil dapat memulai antara lain
melalui disiplin anggaran, dan disiplin kepega&aian.
0 D,&,-",$ .a"a) B,.a$% A$%%aa$6
Disiplin dalam pengelolaan anggaran dapat kita kelompokkan dalam tiga
kelompok, yaitu: Pertama, Disiplin dalam perencanaan 5P/N, seperti disiplin dalam
penyelesaian dan kualitas penyusunan .0570<. Penyusunan anggaran yang baik
akan mengurangi terjadinya re,isi. 2etapi masih sering ditemui DIP5 masih perlu
dilakukan re,isi, seperti jenis belanja tidak sesuai, ,olume kegiatan berubah*
Kedua, Disipilin dalam tahap pelaksanaan 5P/N, yang dialokasikan dalam
DIP5, seperti disiplin dalam pengajuan 4P, A4P, dan < sesuai Peraturan Direktur
?enderal Perbendaharaan No. 11@P/@"##> tentang Mekanisme Pelaksanaan
Pembayaran 5tas /eban 5P/N, dan peraturan terkait, seperti Peraturan Menteri
0euangan No. )%#@MP0.#>@"#)# tentang Percepatan 2agihan 5tas /eban 5P/N.
0ita tahu bah&a salah satu sumber utama penggerak perekonomian adalah belanja
pemerintah !government spending$ atau government consumption. 5pabila kita tidak
mengikuti disiplin pelaksanaan anggaran, dapat berimplikasi rendahnya realisasi
anggaran belanja pemerintah, dan akan menyebabkan total pembentukan modal atau
in,estasi sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi berkurang.
ebagaimana para pakar mengatakan rendahnya realisasi anggaran belanja
pemerintah menyebabkan pertumbuhan in,estasi pemerintah rendah. Ini artinya
peluang penyediaan tenaga kerja dapat terhambat* dan
Ketiga, Disiplin dalam membuat pertanggungja&aban 5P/N, berupa:
penyusunan laporan pertanggungja&aban pelaksanaan 5P/N, antara lain realisasi
5P/N, arus kas, neraca, dan catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu, satuan
kerja !satker$ sebagai 4nit 5kuntansi 0uasa Pengguna 5nggaran !450P5$ &ajib
membuat <aporan .ealisasi 5nggaran dan Neraca serta 5rsip Data 0omputer !5D0$
kepada Menteri 0euangan secara berjenjang dan kepada 0PPN setempat, yang
disusun secara tepat &aktu serta mengikuti standar akuntansi pemerintah yang telah
diterima secara umum.
0 D,&,-",$ .a"a) B,.a$% K!-!%a7a,a$
Peraturan Pemerintah Nomor +# 2ahun )3=# tentang Peraturan Disiplin PN
menetapkan diantaranya mengenai ke&ajiban dan larangan bagi PN. 0e&ajiban dan
larangan tersebut menjadi acuan PN dalam melaksanakan tugas yang menjadi
ke&ajibannya danmenjauhi larangan7larangan tersebut.
Pega&ai7pega&ai dalam bidang kepega&aian atau yang terkait dengan
kepega&aian harus disiplin dalam melakukan tugas pokoknya, seperti dalam hal
terjadi usulan kenaikan pangkat, atau kenaikan gaji berkala harus diperhatikan jangan
sampai terlambat. Daftar Penilaian pelaksanaan pekerjaan !DP+$ pega&ai negeri sipil
agar secara objektif dan berhati7hati untuk penilaian DP+7nya, dan pembuatan laporan
kepega&aian, yaitu semua jenis laporantentang kepega&aian pada satker disampaikan
ke ekretariat /PP0 yang dibuat secara periodik !bulanan, tri&ulanan, semesteran
dan tahunan$ serta disusun menurut bentuk yang telah ditetapkan. Penyampaian
laporan itu secara benar, lengkap dan mutakhir dalam rangka penjaga data
kepega&aian agar up to date.
*. T,$%#at K!.,&,-",$a$ K!+a .a$ P!$%a('$2a Da"a) M!7(+(.#a$ E1!#t,8,ta& .a$
E1,&,!$&, K!+a
1. T,$%#at K!.,&,-",$a$ K!+a
Disiplin pega&ai dalam manajemen sumber daya manusia berangkat dari pandangan
bah&a tidak ada manusia yang sempurna, luput dari kekhilafan dan kesalahan. Oleh karena
itu setiap organisasi perlu memiliki berbagai ketentuan yang harus ditaati oleh para
anggotanya, standar yang harus dipenuhi.
Menurut 6asibuan !"##>$ terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya
disiplin petugas yaitu : tujuan dan kemampuan , teladan pimpinan, balas jasa, keadilan,
penga&asan melekat !&askat$, sanksi hukuman, ketegasan dan hubungan kemanusiaan.
emua faktor itu pasti berpengaruh terhadap penerapan disiplin dalam organisasi.
Mengacu pada Dessler !"##=$, 'discipline is a procedure that corrects or punishes a
subordinate because a rule or procedure has been violated(. Disiplin kerja adalah suatu sikap
menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturanB peraturan yang berlaku, baik
yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankan dan tidak mengelak
untuk menerima sanksi B sanksinya, apabila anggota organisasi yang bersangkutan
melanggar tugas dan &e&enang yang diberikan kepadanya.
Perilaku disiplin petugas merupakan sesuatu yang tidak muncul dengan sendirinya,
tetapi perlu dibentuk. Oleh karena itu pembentukan disiplin kerja menurut 6andoko !"##)$
dapat dilakukan melalui dua cara yaitu :
). Disiplin Pre,entif !Preventive discipline$
Disiplin prefentif merupakan tindakan yang diambil untuk mendorong para pekerja
mengikuti atau mematuhi norma7norma dan aturan7aturan sehingga penyele&engan7
penyele&engan tidak terjadi. 2ujuannya adalah untuk mendorong disiplin diri dan
diantara para pega&ai. Dengan cara ini pega&ai menjaga disiplin diri mereka bukan
semata7mata karena dipaksa manajemen.
". Disiplin 0orektif !Corrective discipline$
Disiplin 0orektif merupakan suatu kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran
terhadap aturan7aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran7pelanggaran lebih
lanjut. 0egiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan
pendisiplinan !disciplinary action$.
/erdasarkan penjelasan7penjelasan tersebut diatas, untuk mengukur tingkat disiplin
antara lain adalah:
a. 0ehadiran@absensi pega&ai dan kepatuhan pega&ai pada jam7jam kerja
b. 0epatuhan pega&ai mengikuti apel pagi dan siang
c. 0epatuhan pega&ai pada perintah atau instruksi dari atasan
d. 0epatuhan pega&ai pada peraturan dan tata tertib yang berlaku
e. /erpakaian seragam pada saat jam kerja dan menggunakan atribut dan tanda7tanda
pengenal instansi sesuai ketentuan yang berlaku
f. Penggunaan dan pemeliharaan bahan7bahan atau alat7alat perlengkapan kantor
dengan hati7hati
g. /ekerja dengan mengikuti cara7cara bekerja yang telah ditentukan oleh peraturan
yang berlaku.
Pengukuran lain menggunakan Achievement Motivation uestionnaire !5MC$ dari
pence and 6elmreich tahun "##+ yang mengukur orientasi pekerjaan !!ork orientation$,
penguasaan !mastery$, dan persaingan !competiveness$. 6al ini dikembangkan menjadi
beberapa item diantaranya, pencapaian prestasi yang lebih, bekerja dengan baik, bekerja
lebih baik dari yang kemarin, suka bekerja keras, melakukan lebih baik untuk mengatasi
kesulitan, berpikir menyenangkan, perebutan untuk menguasai sesuatu, tetap melakukan
tugas, tingkat keterampilan yang tinggi, tidak melakukan tugas yang tidak pasti, sibuk setiap
&aktu, mencoba berkompetisi lebih keras, menikmati kompetisi, gangguan jika orang lain
bekerja lebih baik, penting untuk lebih baik daripada orang yang lain, menang dalam
pekerjaan, bakat sukses, peningkatan prestasi !6elmi, "##=$.
2. D,&,-",$ K!+a M!7(+(.#a$ E1!#t,8,ta& .a$ E1,&,!$&, K!+a
Disiplin kerja merupakan kondisi organisasi atau iklim kerja yang sangat penting
untuk mengefektifkan organisasi. 2anpa disiplin kerja akan sulit me&ujudkan efekti,itas dan
efisiensi kerja, sehinga akan sulit pila dalam mencapai tujuan organisasi secara maksimal.
ehubungan dengan itu 2heo 6aiman pada tahun )3=" dalam Na&a&i !"##+$
mengatakan bah&a disiplin adalah suatu kondisi yang tertib, dengan anggota organisasi yang
berperilaku sepantasnya dan memandang peraturan Bperaturan organisasi sebagai perilaku
yang dapat diterima. Disiplin dikatakan baik apabila pega&ai@anggota organisasi secara
umum mengikuti aturan7aturan organisasi, dan dapat dikatakan buruk apabila tidak mengikuti
atau melanggar aturan7aturan tersebut.
Da,is !"##-$ mengatakan bah&a disiplin adalah tindakan atau perilaku manajemen
yang menuntut pemenuhan kebutuhan akan standar organisasi. edangkan 6asibuan !"##>$
mengatakan bah&a disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana orang yang tergabung disiplin
organisasi tunduk pada peraturan7peraturan yang telah ada dengan senang hati.
ejalan dengan itu pendapat7pendapat diatas 2ohardi !"##+$ mengatakan disiplin
adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku
yang menunjukkan nilai7nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, dan ketertiban. /erdasarkan
nilai7nilai tersebut berarti disiplin merupakan dasar pengembangan hati nurani yang
merupakan salah satu faktor penting dalam memelihara emosi seorang petugas@anggota
organisasi. Oleh karena itu dapat dikatakan bah&a disiplin sangat penting pula dalam
perkembangan karakteristik kepribadian lainnya, seperti tanggung ja&ab, percaya diri,
ketekunan, dan control diri. Disiplin dalam pengembangan karakteristik kepribadian tersebut
sangat penting bagi para pega&ai@anggota organisasi dalam mempertahankan dan
mengembangkan perilaku yang tepat dalam bekerja.
BAB III
PENUTUP
A. K!&,)-("a$
udah menjadi tuntutan ;aman bah&a kita harus mampu dan siap menghadapi
globalisasi, mampu beradaptasi dengan arus perubahan. 4ntuk menghadapi arus
perubahan kita harus melihat kemampuan diri sebagai akar budaya yang menjamin
kedisiplinan, kerja keras, dan menghargai pendidikan. 6al ini sangat berperan dalam
memacu kelancaran tugas7tugas yang diberikan organisasi. 2untutan perubahan yang
semakin meningkat sehubungan dengan tantangan ;aman, yang memungkinkan kita tidak
bisa lagi berdiam diri. Organisasi akan tergilas mana kala menghindari arus
perubahan. egalanya akan terus mengalir dan mengalir. iapa yang tidak mau dan siap
berubah akan ketinggalan ;aman, Organisasi yang tidak siap menghadapi perubahan akan
tersingkir.
B. Saa$
Oleh karena itu sikap mental perilaku kita kuatkan agar kita bisa menghadapi
tantangan ;aman. 0ita mempunyai peluang untuk menjangkau masa depan. Masa depan
akan semakin mantap jika kita mampu mengembangkan budaya yang menekankan kerja
keras, disiplin, dan menghargai pendidikan. Dan, dengan demikian, apabila semua unit7
unit satker terkecil sampai tingkat pusat mendisiplinkan diri, kemajuan akan dapat
tercapai, seperti halnya negara7negara yang sudah meraih kemakmuran rakyatnya.
DAFTAR PUSTAKA
B(#(03(#(9
<ubis, Mochtar. Manusia Indonesia: "ebuah Pertanggungja!aban. ?akarta: Inti Idayu Press.
)3=1.
Moekijat. Manajemen Kepega!aian. ?akarta: 5lumni. )3=%.
Nitisemito, 5leD. . Manajemen Personalia. 9etakan ke7=. ?akarta: 9halia Indonesia. )33).
iagian, .P. #eori Pengembangan $rganisasasi. 9etakan 0etiga, ?akarta: /umi 5ksara. "###.
D/#()!$9
0eputusan Menteri 0euangan Nomor +#@0M0.#)@"##% tentang .eformasi /irokrasi.
/ulletin Psikologi, 2ahun IE, Nomor ", Desember )331, Fdisi khusus 4lang 2ahun GGGII
0ompas, '2untutan Perubahan Perilaku(. 0oran 0ompas, Fdisi, ?umat, "1 ?uni "##3,
?akarta: P2 Aramedia. "##3,
HHHHHHH, "##%, Depkeu ?adi Percontohan .eformasi /irokrasi, Fdisi,enin, 3 ?uli "##%, ?akarta:
P2 Aramedia.