Anda di halaman 1dari 8

Mengelola Sumber Daya Alam Secara Islami

Semua orang tahu, alam Indonesia sangat kaya. Areal hutannya termasuk paling luas
di dunia, tanahnya subur, dan alamnya indah. Indonesia juga adalah negeri yang memiliki
potensi kekayaan laut luar biasa. Wilayah perairannya sangat luas; kandungan ikannya
diperkirakan mencapai 6,2 juta ton, belum lagi kandungan mutiara, minyak, dan kandungan
mineral lainnya; di samping keindahan alam bawah lautan. ari potensi ikan saja, menurut
!enteri "elautan, bisa didapat de#isa lebih dari $ miliar %S dolar setiap tahunnya.
Sementara itu, di daratan terdapat berbagai bentuk barang tambang berupa emas, nikel,
timah, tembaga, batubara, dan sebagainya. i bawah perut bumi sendiri tersimpan gas dan
minyak cukup besar. "andungan emas di bumi &apua yang kini dikelola &'. (reeport
Indonesia, misalnya, konon termasuk yang terbesar di dunia. 'idak aneh bila !c!oran )old
and *oper, induk dari &'(I, berani membenamkan in#estasi yang sangat besar untuk
mengeruk emas dari bumi &apua itu sebanyak+banyaknya dalam waktu yang sesingkat+
singkatnya.
Akan tetapi, semua orang juga tahu, kini Indonesia terpuruk menjadi negara miskin.
),& perkapitanya hanya sedikit lebih banyak dari -imbabwe, sebuah negara miskin di
A.rika. Sudahlah rakyatnya miskin, utang negara luar biasa besar; disebut+sebut lebih dari
/p 0122 triliun rupiah. Sebanyak /p. 312 triliun rupiah di antaranya berupa utang luar
negeri, sisanya adalah utang dalam negeri 4Forum, 25627622228. &ertanyaannya, siapa yang
harus menanggung beban utang yang demikian besar itu9 'idak lain, tentu saja adalah
rakyat Indonesia sendiri. :al ini tampak pada pos penerimaan dalam A&;, tahun 2222 dari
sektor pajak yang mencapai sekitar 32 persen. Itu artinya, rakyat jugalah yang harus
menanggung beban keterpurukan ekonomi Indonesia. <ika kondisi seperti ini tidak segera
dibenahi, boleh jadi akan timbul bencana ekonomi yang lebih berat dalam jangka pendek
maupun jangka panjang. &ertanyaannya, mengapa hal itu bisa terjadi9
Pengelolaan SDA di Indonesia
!enurut laporan Walhi yang diterbitkan tahun 0==7, rata+rata hasil hutan di Indonesia setiap
tahunnya ketika itu adalah 2,5 miliar %S dolar 4"ini diperkirakan mencapai sekitar 3+$ miliar
%S dolar, Kompas, 10/02/20018. ari hasil sejumlah itu, yang masuk ke dalam kas negara
hanya 03 persen, sedangkan sisanya yaitu sebesar $7 persen masuk ke kantong pengusaha
:&: 4Sembiring, 19948.
&' Inhutani, ;%!, di bawah pengelolaan teknis ephutbun pernah meneliti bahwa
eksploitasi hutan melalui pola :&: ternyata telah menimbulkan kerusakan lebih dari 52 juta
hektar. "erusakan itu makin menggila karena sering pula pengusaha hutan melakukan ijon.
&ada waktu :&: masih dalam proses atau dalam tara. surat keputusan pencadangan,
mereka sudah melaksanakan transaksi dan mendapat fee dari mitra asing tersebut. &ada
0
.ase inilah terjadinya penjualan6penggadaian hutan Indonesia dengan mengabaikan segala
aspek kelestarian dan .ungsi sosial hutan. Inilah proses pembabatan hutan tropis di
Indonesia melalui tebang habis Indonesia 4':I8. Akhirnya, rakyat yang memiliki hutan itu
tidak kebagian apa+apa. "ini, setelah puluhan juta hutan dibabat habis, rakyat masih harus
terus menanggung derita akibat hutang negara yang berjibun jumlahnya.
"ini areal kerusakan hutan mencapai luas 56,=$ juta hektar. %ntuk merehabilitasinya,
Indonesia memerlukan dana /p 225 triliun. Sementara itu, dana reboisasi 4/8 di A&;,
hanya dianggarkan /p 3 triliun saja 4Kompas, 23/10/ 20008. Itupun masih akan bertambah
karena kerusakan hutan di Indonesia kini diperkirakan mencapai 0,6 juta hektar pertahun.
!enurut data World ;ank, jika kondisi ini terus berlangsung, hutan di Sumatera akan punah
2225, sedangkan hutan di "alimantan akan punah pada tahun 2202.
Sementara itu, dalam bidang perminyakan, hampir semua sumur minyak di Indonesia telah
dikuasai oleh perusahaan raksasa minyak asing yang merupakan perusahaan multinasional
seperti >??on 4melalui *alte?8, Atlantic /ich@eld 4melalui Arco Indonesia8, dan !obil Ail.
Selebihnya, &ertamina yang memproduksi. alam skala lebih kecil, belakangan muncul
pengusaha+pengusaha swasta nasional yang ikut terjun dalam bisnis minyak bumi seperti
Ari@n &anigoro dengan !edco+nya, 'ommy Soeharto dengan :umpuss+nya, Ibrahim /isjad,
Srikandi :akim, dan Astra International. 4SWA, April-Mei, 1996!
alam bidang pertambangan, Indonesia juga dikenal sebagai negara kaya. engan besarnya
potensi tambang ditambah dengan aturan+aturan yang menguntungkan, Indonesia dengan
mudah menarik in#estor asing untuk menanamkan modalnya. 'ahun 0=63, &' (reeport
Indonesia 4(I8 memulai "ontrak "arya generasi I 4"" I8 untuk konsesi selama 72 tahun.
&ada tahun 0=$$, secara tak terduga, (I menemukan deposit emas yang sangat besar di
)rasberg, diperkirakan mencapai 32 juta ton. "emudian mereka mengajukan pembaruan ""
selama 72 tahun dan bisa diperpanjang dua kali 02 tahun. (I mendapat "" B bersama 6
perusahaan tambang lainnya. ;erbeda dengan "" I, produk utama (I adalah emas, bukan
hanya tembaga. !enurut >conit, royalti yang diberikan (I ke pemerintah tidak berubah,
hanya 0+7,5 persen sehingga penerimaan pemerintah dari pajak, royalti, dan de#iden (I
hanya %SC 13= juta 4SWA, 199". <umlah itu tentu masih sangat jauh dibandingkan dengan
pendapatan yang diperoleh (I sekitar %SC 0,5 miliar 4tahun 0==68, yang dipotong 0 persen
untuk dana pengembangan masyarakat Irian yang ketika itu sekitar %SC 05 juta. #$a%ra,
10/199&.
Pengelolaan SDA dalam Perspektif Islam
alam pandangan Islam, hutan dan barang tambang adalah milik umum yang harus dikelola
hanya oleh negara yang hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang
yang murah atau subsidi untuk kebutuhan primer semisal pendidikan, kesehatan, dan
.asilitas umum.
2
&endapat bahwa sumberdaya alam milik umum harus dikelola oleh negara yang hasilnya
diberikan kepada rakyat dikemukakan oleh An+,abhani berdasarkan pada hadis riwayat
Imam at+'urmidDi dari Abyadh bin :amal. alam hadis tersebut, disebutkan bahwa Abyad
pernah meminta kepada /asul untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. /asul
meluluskan permintaan itu, tetapi segera diingatkan oleh seorang sahabat, EWahai
/asulullah, tahukah Anda, apa yang Anda berikan kepadanya9 Sesungguhnya Anda telah
memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir #ma'u al-(i))u.F /asulullah kemudian
bersabdaG
*+ari,la- %ambang %ersebu% )arin.a!F
:adis tersebut menyerupakan tambang garam yang kandungannya sangat banyak dengan
air yang mengalir.
Hang menjadi .okus dalam hadis tersebut tentu saja bukan EgaramF, melainkan tambangnya.
&enarikan kembali pemberian /asul kepada Abyadh adalah Iilla% 4latar belakang hukum8 dari
larangan atas sesuatu yang menjadi milik umum+termasuk dalam hal ini barang tambang
yang kandungannya sangat banyak+untuk dimiliki indi#idu. alam hadis yang dituturkan dari
Amr bin Jais lebih jelas lagi disebutkan bahwa yang dimaksud dengan garam di sini adalah
tambang garam 4ma')an al-mil-8.
!enurut konsep kepemilikan dalam sistem ekonomi Islam, tambang yang jumlahnya sangat
besar+baik yang tampak sehingga bisa didapat tanpa harus bersusah payah seperti garam,
batubara, dan sebagainya ataupun tambang yang berada di dalam perut bumi yang tidak
bisa diperoleh kecuali dengan usaha keras seperti tambang emas, perak, besi, tembaga,
timah dan sejenisnya; baik berbentuk padat semisal kristal ataupun berbentuk cair, semisal
minyak+termasuk milik umum, artinya semuanya adalah tambang yang termasuk dalam
pengertian hadis di atas.
emikian juga benda+benda yang si.at pembentukannya tidak bisa hanya dimiliki oleh
pribadi; juga termasuk milik umum. !eski termasuk dalam kelompok pertama, karena
merupakan .asilitas umum, benda+benda tersebut berbeda dengan kelompok yang pertama
dari segi si.atnya sehingga ia tidak bisa dimiliki oleh indi#idu. ;erbeda dengan kelompok
pertama, yang memang boleh dimiliki oleh indi#idu. Air, misalnya, mungkin saja dimiliki oleh
indi#idu, tetapi bila suatu komunitas membutuhkannya, indi#idu tidak boleh memilikinya.
;erbeda dengan jalan, sebab jalan memang tidak mungkin dimiliki oleh indi#idu.
"arena itu, sebenarnya pembagian ini + meskipun dalilnya bisa diberlakukan illa% s.ar'i.a-,
yaitu keberadaannya sebagai kepentingan umum + esensi .aktanya menunjukkan bahwa
benda+benda tersebut merupakan milik umum #/olle/%i0e proper%.; seperti jalan, sungai,
laut, dana, tanah+tanah umum, teluk, selat dan sebagainya. Hang juga bisa disetarakan
dengan hal+hal tadi adalah masjid, sekolah milik negara, rumah sakit negara, lapangan,
tempat+tempat penampungan dan sebagainya.
7
Al+IAssal dan "arim 40===G 32+378, mengutip pendapat Ibn Judamah dalam kitabnya Al-
Mug-ni, mengatakan yang intinya menjelaskan bahwa barang+barang tambang adalah milik
orang banyak meskipun diperoleh dari tanah hak milik khusus. "arena itu, siapa saja yang
menemukan barang tambang atau minyak bumi pada tanah miliknya tidak halal baginya
untuk memilikinya dan barang tambang tersebut harus diberikan kepada negara untuk
dikelola.
Kepemilikan Dalam Islam
"epemilikan adalah tata cara yang ditempuh oleh manusia untuk memperoleh kegunaan
4man.aat8 dari barang maupun jasa. Sedangkan menurut syariat adalah iDin dari pembuat
hokum 4Allah swt8 untuk meman.aatkan suatu benda.
Adapun jenis+jenis kepemilikan G
1. Sektor kepemilikan individu
"epemilikan indi#idu adalah iDin dari Allah swt kepada indi#idu untuk meman.aatkan
sesuatu.
"epemilikan indi#idu adalah hak syarKi bagi indi#idu dan pemeliharaan kepemilikan indi#idu
adalah kewajiban ,egara.
2. Sektor kepemilikan umum.
Sektor ini mencakup segala milik umum seperti hasil tambang, minyak, gas, listrik, hasil
hutan, dsb. &emasukan dari sektor ini dapat digunakan untuk kepentinganG
4a8 ;iaya eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam; mulai dari biaya tenaga kerja,
pembangunan in.rastruktur, penyediaan perlengkapan, hingga segala hal yang
berhubungan dengan dua kegiatan pengelolaan sumber daya alam di atas.
4b8 ibagikan secara langsung kepada masyarakat yang memang merupakan pemilik
sumberdaya alam. "hali.ah boleh membagikannya dalam bentuk benda yang memang
diperlukan seperti air, gas, minyak, listrik secara gratis; atau dalam bentuk uang hasil
penjualan. 4c8 Sebagian dari kepemilikan umum ini dapat dialokasikan untuk biaya dakwah
dan jihad.
3. Sektor kepemilikan negara.
"epemilikan ,egara adalah setiap karta yang pengelolaannya diwakilkan kepada khali.ah
sebagai kepala ,egara. Sumber+sumber pemasukan dari sektor ini meliputi fa'i, g-anima-,
,-ara1, seperlima ri,a2, 02 persen dari tanah (us.ri.a-, 1i2.a-, waris yang tidak habis dibagi
dan harta orang murtad. %ntuk pengeluarannya diserahkan pada ijtihad khali.ah demi
kepentingan negara dan kemashlahatan umat.
<elas sekali, pemerintah harus meman.aatkan seoptimal mungkin sumberdaya alam negeri
ini yang sesungguhnya sangat melimpah itu. :arus ada strategi baru dalam meman.aatkan
sumberdaya itu. ,amun demikian, strategi apa pun tidak akan dapat berjalan jika tetap
1
berada dalam kontrol undang+undang dan peraturan yang bersumber dari sistem
kapitalisme+sekular seperti sekarang ini. Sudah saatnya, pengelolaan sumberdaya alam
diatur dengan undang+undang dan peraturan yang bersumber dari syariat Allah, -at Hang
!ahatahu atas segala sesuatu, yang pasti jauh lebih mengetahui apa yang terbaik bagi
manusia. "arena itu, marilah kita renungkan kembali ayat berikutG
Apa,a- #sis%em -u,um 1a-ili.a- .ang mere,a ,e-en)a,i! #Sis%em -u,um siapa,a- .ang
lebi- bai, )ari pa)a #sis%em -u,um Alla- bagi orang-orang .ang .a,in3 (QS al-Maidah !"#
!$%&
Pandangan Islam 'entang Kepemilikan (mum dan Pengelolaannya
!enurut An+,abhaniy dalam kitab An-4i2-am Al-56%is-a)i. Fiil 5slam, "epemilikan %mum
adalah iDin as-S.ari7 4Allah SW'8 kepada suatu komunitas untuk sama+sama meman.aatkan
benda. Sedangkan benda+benda yang termasuk dalam kategori kepemilikan umum adalah
benda+benda yang telah dinyatakan oleh as-S.ari7 bahwa benda+benda tersebut adalah
untuk suatu komunitas, dimana mereka masing+masing saling membutuhkan, dan melarang
benda tersebut dikuasai hanya oleh seseorang atau sekelompok kecil orang.
ari pengertian di atas maka benda+benda yang termasuk dalam kepemilikan umum dapat
dikelompokkan menjadi tiga kelompokG
Pertama, )asilitas (mum& Hang dimaksud dengan kebutuhan umum adalah apa saja yang
dianggap sebagai kepentingan manusia secara umum, dimana apabila ketiadaan barang
tersebut dalam suatu negeri atau dalam suatu komunitas, akan menyebabkan kesulitan dan
dapat menimbulkan persengketaan dalam mencarinya. /asulullah saw. telah menjelaskan
si.at kebutuhan umum tersebut dalam sebuah hadits. ari Ibnu Abbas, bahwa ,abi saw
bersabda G
*Manusia berseri,a% #pun.a an)il )alam %iga -al, .ai%u air, pa)ang rumpu%, )an api8 (*+
Abu Daud%
Anas r.a. juga meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas ra. tersebut dengan menambahkanG 9a
%samanu-u -aram 4dan harganya haram8, yang berarti dilarang untuk diperjualbelikan.
Kedua, ,ahan tambang yang tidak terbatas (sangat besar%& ;ahan tambang dapat
diklasi@kasikan menjadi dua. Hakni, bahan tambang yang jumlahnya terbatas 4sedikit8 dan
bahan tambang yang jumlahnya tidak terbatas 4sangat besar8. ;ahan tambang yang
jumlahnya sedikit dapat dimiliki secara pribadi. :asil tambang seperti ini akan dikenai
hukum ri,a2 4barang temuan8 sehingga harus dikeluarkan 065 bagian 422L8 darinya. ;ahan
tambang yang jumlahnya sangat besar terkategorikan sebagai milik umum, dan tidak boleh
dimiliki secara pribadi.
Ketiga- ,enda-benda yang sifat pembentukannya menghalangi untuk dimiliki
secara perorangan& ;enda+benda yang si.at pembentukannya mencegah indi#idu untuk
memilikinya, maka benda tersebut adalah benda yang termasuk keman.aatan umum.
5
SepertiG jalan, sungai, laut, danau, tanah+tanah umum, teluk, selat, dan sebagainya. Hang
juga bisa disetarakan dengan hal+hal tadi adalahG masjid, sekolah milik negara, rumah sakit
negara, lapangan, tempat+tempat penampungan, dan sebagainya. :al ini berdasarkan
sabda /asulullah saw.,
*Ko%a Mina a)ala- %empa% par,ir un%a bagi orang .ang lebi- )ulu #)a%ang! #Ma,su)n.a
%empa% un%u, umum!8
;arang+barang tambang seperti minyak bumi besarta turunannya seperti bensin, gas, dan
lain+lain, termasuk juga listrik, hutan, air, padang rumput, api, jalan umum, sungai, dan laut
semuanya telah ditetapkan syaraM sebagai kepemilikan umum. ,egara mengatur produksi
dan distribusi aset+aset tersebut untuk rakyat. Pengelolaan kepemilikan umum
oleh negara dapat dilakukan dengan dua cara- yakni#
Pertama. Pemanfaatan Secara /angsung 0leh Masyarakat (mum&
Air, padang rumput, api, jalan umum, laut, samudra, sungai besar, adalah benda+benda
yang bisa diman.aatkan secara langsung oleh setiap indi#idu. Siapa saja dapat mengambil
air dari sumur, mengalirkan air sungai untuk pengairan pertanian, juga menggembalakan
hewan ternaknya di padang rumput milik umum.
;agi setiap indi#idu juga diperbolehkan menggunakan berbagai peralatan yang dimilikinya
untuk meman.aatkan sungai yang besar, untuk menyirami tanaman dan pepohonan. "arena
sungai yang besar cukup luas untuk diman.aatkan seluruh masyarakat dengan
menggunakan peralatan khusus selama tidak membuat kemudharatan bagi indi#idu lainnya.
Sebagaimana setiap indi#idu diperbolehkan meman.aatkan jalan+jalan umum secara
indi#idu, dengan tunggangan, kendaraan. <uga diperbolehkan mengarungi lautan dan sungai
serta danau+danau umum dengan perahu, kapal, dan sebagainya, sepanjang hal tersebut
tidak membuat pihak lain yaitu seluruh kaum muslim dirugikan, tidak mempersempit
keluasan jalan umum, laut, sungai, dan danau.
Kedua. Pemanfaatan Di ,a1ah Pengelolaan 2egara
"ekayaan milik umum yang tidak dapat dengan mudah diman.aatkan secara langsung oleh
setiap indi#idu masyarakatNkarena membutuhkan keahlian, teknologi tinggi, serta biaya
yang besarNseperti minyak bumi, gas alam, dan barang tambang lainnya, maka negaralah
yang berhak untuk mengelola dan mengeksplorasi bahan tersebut. imana hasilnya nanti
akan dimasukkan ke dalam kas baitul mal. "hali.ah adalah pihak yang berwenang dalam
pendistribusian hasil tambang dan pendapatannya sesuai dengan ijtihadnya demi
kemashlahatan umat.
alam mengelola kepemilikan tersebut, negara tidak boleh menjualnya kepada rakyatN
untuk konsumsi rumah tanggaNdengan mendasarkan pada asas mencari keuntungan
semata. ,amun diperbolehkan menjualnya dengan mendapatkan keuntungan yang wajar
6
darinya jika dijual untuk keperluan produksi komersial. Sedangkan jika kepemilikan umum
tersebut dijual kepada pihak luar negeri, maka diperbolehkan pemerintah mencari
keuntungan.
ari hasil keuntungan pendapatan dari harta pemilikan umum itu kemudian didistribusikan
dengan cara sebagai berikutG Pertama- dibelanjakan untuk segala keperluan yang
berkenaan dengan kegiatan operasional badan negara yang ditunjuk untuk mengelola harta
pemilikan umum, baik dari segi administrasi, perencanaan, eksplorasi, eksploitasi, produksi,
pemasaran dan distribusi. &engambilan hasil dan pendapatan harta pemilikan umum untuk
keperluan ini, seperti pengembalian bagian Dakat untuk keperluan operasi para amil yang
mengurusi Dakat 4lihat JS. At 'aubahG 628. Kedua- dibagikan kepada kaum muslimin atau
seluruh rakyat. alam hal ini khali.ah boleh membagikan air minum, listrik, gas, minyak
tanah, dan barang lain untuk keperluan rumah tangga atau pasar+pasar secara gratis atau
menjualnya dengan semurah+murahnya, atau dengan harga wajar yang tidak memberatkan.
;arang+barang tambang yang tidak dikonsumsi rakyat, misalnya minyak mentah, dijual ke
luar negeri dan keuntungannyaNtermasuk keuntungan pemasaran dalam negeriNdibagi
keseluruh rakyat, dalam bentuk uang, barang, atau untuk membangun sekolah+sekolah
gratis, rumah+rumah sakit gratis, dan pelayanan umum lainnya. <uga untuk menutupi
tanggungan ;aitul !al yang wajib dipenuhi lainnya, seperti anggaran belanja untuk jihad @
sabilillah.
Pandangan Islam tentang Pen3ualan Aset 2egara ke S1asta
Syariat telah menjelaskan bahwa seluruh benda+benda yang oleh Allah dan /asul+,ya
dinyatakan untuk masyarakat banyak, yang masing+masing saling membutuhkan,
terkategori sebagai barang milik umum. ;enda+benda tersebut tampak dalam tiga halG
408 Hang merupakan .asilitas umum, yang kalau tidak ada di dalam suatu negeri atau suatu
masyarakat akan menyebabkan sengketa dalam mencarinya;
428 ;arang tambang yang tidak terbatas;
478 Sumberdaya alam yang si.at pembentukannya menghalangi untuk dimiliki oleh indi#idu
secara perorangan 4OihatG An-4i2-:m al-56%is-:); f; al-5sl:m8. Islam melarang tiap+tiap
indi#idu maupun kelompok orang untuk menguasainya.
,abi saw. bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Ibn MAbbasG
Kaum Muslim berseri,a% )alam %iga -al, .ai%u< air, pa)ang rumpu%, )an api #barang
%ambang! 4*+ Ahmad%&
%ntuk menjaga terjaminnya kesejahteraan rakyat, maka hak pengelolaan benda+benda milik
umum itu dibebankan kepada negara. ,egara berkewajiban untuk mengatur
pengelolaannyaNsehingga potensi alam tersebut dapat dengan optimal digunakan untuk
kesejahteraan rakyatNdan bukan justru menjualnya kepada swasta.
3
alam memelihara kepentingan dan kemaslahatan rakyat ini, negara harus membentuk
berbagai badan yang secara spesi@k menangani satu kemaslahatan tertentu. ;adan+badan
negara ini harus sepenuhnya diorientasikan untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat; tidak boleh diorientasikan untuk mendatangkan pemasukan bagi negara dari
akti#itas pemberian pelayanan kepada masyarakat itu semisal badan yang menangani
kesehatan, jalan umum, pendidikan, pasar dan sebagainya.
Air, listrik, minyak bumi, dan barang+barang tambang lainnya adalah harta kekayaan yang
diciptakan Allah SW' untuk menjadi milik umat yang tidak boleh dirampas oleh siapapun.
<ika negara menguasainya, maka itu hanyalah untuk mencegah agar tidak dikuasai pihak
asingP Hang lebih penting dari itu, agar khali.ah dapat mengatur peman.aatan untuk
kepentingan seluruh rakyat karena merekalah pemilik yang sesungguhnya.
Khatimah
"enestapaan hidup yang kita alami sesungguhnya merupakan akibat ideologi dan sistem
kapitalisme yang diterapkan di tengah+tengah kita; juga akibat ditinggalkannya ideologi dan
sistem aturan yang diberikan Allah, -at Hang !ahaadil dan !ahabijaksana. padahal, kita
semua adalah orang+orang yang beriman kepada Allah; kita semua juga beriman kepada
kerasulan !uhammad saw. &enerapan ideologi dan sistem kapitalisme itu sungguh
bertentangan dengan keyakinan dan keimanan kita semua; menyakiti hati nurani kita.
"arena itu, sudah saatnya kita membuang dan mencampakkan ideologi dan sistem
kapitalisme itu dari tengah+tengah kehidupan kita. Sebaliknya, marilah kita terapkan
ideologi dan sistem Islam yang datang dari Allah, -at Hang !ahaadil dan !ahabijaksana.
:anya dengan itulah kehidupan kita akan menjadi sejahtera. Allah SW' ber@rmanG
Apa,a- -u,um =a-ilia- .ang ,alian ,e-en)a,i3 Siapa,a- .ang lebi- bai, -u,umn.a,
)iban)ing,an )engan -u,um Alla-, bagi orang-orang .ang .a,in3 (QS al-Maidah !"# !$%&
$