Anda di halaman 1dari 6

Yahoo Messenger ID : neo_okta@yahoo.co.

id
Ayam Dan Elang
Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama
telur ayam
yang sedang dieraminya. Setelah menetas, elang itu hidup dan
berperilaku
sama persis seperti anak-anak ayam, karena ia mengira bahwa dirinya
memang
anak ayam. Ia mengais tanah untuk mencari cacing dan serangga. Dia
berkotek
dan berkokok. Dia akan mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang
beberapa
meter di udara.
Pada suatu hari, ia melihat seekor lang yang dengan gagah terbang
mengarungi angkasa. !"!, luar biasa# Siapa dia itu$% &atanya penuh
kagum.
Itulah elang, si ra'a segala burung#% sahut ayam sekitarnya.
&alau sa'a kita bisa terbang, ya$ luar biasa###%
(h 'angan bermimpi# Dia adalah makhluk angkasa, sedang kita hanya
makhluk
bumi. &ita hanyalah ayam#%
(lkisah, elang itu makan, minum, men'alani hidup dan akhirnya mati
sebagai
ayam, karena begitulah anggapannya tentang dirinya.
(pakah kita ingin men'di ayam% padahal kita semua adalah elang%$
'awabannya ada pada diri kita sendiri.
(pa yang kita pikirkan$
)ika kita berpikir *IS(, kita pasti *IS(, bila kita berpikir P(S+I
,(,(-,
kegagalanlah yang akan kita dapatkan#
.asa depan adalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan
dari
impian-impian mereka%
Yahoo Messenger ID : neo_okta@yahoo.co.id
3 Pintu Kebijaksanaan
Seorang /a'a, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan
pintar. 0ntuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada
seorang pertapa bi'aksana.
1*erikanlah pencerahan padaku tentang )alan 2idupku1 Sang Pangeran
meminta.
1&ata-kataku akan memudar laksana 'e'ak kakimu di atas pasir1, u'ar
Pertapa.1Saya akan berikan petun'uk padamu, di )alan 2idupmu engkau
akan menemui 3 pintu.
*acalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata
hatimu.
Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melan'utkan
per'alanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di
atasnya tertulis kata 10*(2-(2 D04I(1
1Ini memang yang kuinginkan1 pikir sang Pangeran. 1&arena di dunia
ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak
kusukai. (ku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku1
.aka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah
dunia. (mbisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha
menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak
kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. !alau
sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.
+ahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa
kembali.
1(pa yang engkau pela'ari dari )alanmu $1 +anya sang Pertapa
1(ku bela'ar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan
kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung
padaku dan apa yang tidak tergantung padaku1 'awab Pangeran
1*agus# ,unakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. -upakan apa yang
diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya1 dan sang
Pertapa menghilang.
+ak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang
bertuliskan 10*(2-(2 S5S(.(.01
1Ini memang keinginanku1 pikirnya. 1"rang-orang di sekitarku adalah
sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka 'uga yang mendatangkan
derita, kepahitan dan 6rustrasi1
Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia
mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka.
Ini men'adi pertarungannya yang kedua.
+ahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
1(pa yang engkau pela'ari kali ini$1
1Saya bela'ar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau
kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. .ereka hanya memberikan
kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam
dirikulah segala hal tersebut berakar1
15ngkau benar1 &ata sang Pertapa. 1(pa yang mereka bangkitkan dari
dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.
*ersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang 7 bahagia dan
bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan 6rustrasi.
&arena melalui mereka lah, &ehidupan menga'arkanmu apa yang perlu
engkau kuasai dan 'alan apa yang harus kau tempuh1
&embali sang Pertapa menghilang.
&ini Pangeran sampai ke pintu ketiga 10*(2-(2 DI/I.01
1)ika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang
disanalah aku harus mengubahnya1. Ia berkata pada dirinya sendiri.
Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah
karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan
kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang
tak sesuai dengan gambaran ideal.
Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan
sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa
kembali.
1&ini apa yang engkau pela'ari $1
1(ku bela'ar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa
ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah1
1Itu bagus1 u'ar sang pertapa. 18a1 lan'ut Pangeran, 1tapi saya
mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan
melawan diri sendiri. +idakkah ada akhir dari semuai ini $ &apan
saya bisa tenang $ Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah,
ingin meninggalkan semua ini #1
1Itu adalah pela'aranmu berikutnya1 u'ar Pertapa. +api sebelum itu,
balikkan punggungmu dan lihatlah )alan yang telah engkau tempuh1.
Dan ia pun menghilang.
&etika melihat ke belakang, ia memandang Pintu &etiga dari ke'auhan
dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi
1+5/I.(-(2 DI/I.01.
Pangeran terke'ut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui
pintu tsb.
1&etika seorang mulai bertarung, maka ia mulai men'adi buta1 katanya
pada dirinya sendiri.
Ia 'uga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan,
kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari
bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.
Ia bela'ar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan
dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya
sendiri.
Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata 1(ku bela'ar, bahwa membenci
dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama sa'a dengan mengutuk
untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. (ku bela'ar untuk
menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.1
1*agus, itu adalah Pintu Pertama &ebi'aksanaan1 , u'ar Pertapa.
1Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu &edua1
Segera ia mencapai Pintu &edua, yang tertulis di sisi belakangnya
1+5/I.(-(2 S5S(.(.01
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan
cintai, serta mereka yang ia benci. .ereka yang mendukungnya, 'uga
mereka yang melawannya.
+etapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat
ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. (pa yang sebelumnya
membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.
Ia bertemu sang Pertapa kembali, 1(ku bela'ar1 u'arnya 1*ahwa dengan
berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan
pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. (ku
bela'ar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.
1Itu adalah Pintu &edua &ebi'aksanaan1 u'ar sang Pertapa, 1Sekarang
pergilah ke Pintu Pertama1
Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan 1+5/I.(-(2 D04I(1
1Sungguh aneh1 u'arnya pada dirinya sendiri 1.engapa saya tidak
melihatnya sebelumnya1. Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia
yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.
Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan
kesempurnaannya.
+etapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah
atau cara pandangnya$
&embali ia bertemu dengan sang Pertapa 9 1(pa yang engkau pela'ari
sekarang $1
1(ku bela'ar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari 'iwaku. *ahwa
)iwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di
dalam dunia. &etika 'iwaku senang, maka dunia pun men'adi tempat
yang menyenangkan. &etika 'iwaku muram, maka dunia pun kelihatannya
muram.
Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia (D(, itu sa'a.
*ukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku
lihat mengenainya. (ku bela'ar untuk menerimanya tanpa menghakimi,
menerima seutuhnya, tanpa syarat.
1Itu Pintu &etiga &ebi'aksanaan1 u'ar sang Pertapa. 1Sekarang engkau
berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia1 Sang pertapa pun
menghilang.
Sang pangeran merasakan aliran yang menye'ukkan dari kedamaian,
ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan
damai.