Anda di halaman 1dari 12

S1-Keperawatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya


2014
Meningokel adalah salah satu dari tiga
jenis kelainan bawaan spina bifida.
Meningokel adalah meningens yang
menonjol melalui vertebra yang tidak
utuh dan teraba sebagai suatu benjolan
berisi cairan dibawah kulit.
Penyebab spesifik dari meningokel belum
diketahui.
Beberapa faktor seperti keturunan dan
lingkungan diduga terlibat dalam terjadinya
defek ini.
Hal- hal berikut ini telah ditetapkan sebagai
faktor penyebab, yaitu:
Kadar vitamin maternal rendah, termasuk
asam folat
mengonsumsi klomifen dan asam valfroat
hipertermia selama kehamilan.
Gangguan pembentukan komponen janin
saat dalam kandungan.

Gejala pada umumnya berupa:
Penonjolan seperti kantung di punggung
tengah sampai bawah pada bayi baru lahir.
Jika disinari, kantung tersebut tidak tembus
cahaya
Kelumpuhan/kelemahan pada pinggul, tungkai
atau kaki
Inkontinensia urin maupun inkontinensia tinja
Lekukan pada daerah sakrum

Pada ibu hamil, dapat dilakukan pemeriksaan:
Pada trimester pertama, wanita hamil
menjalani pemeriksaan darah yang disebut
triple screen
Pemeriksaan x-ray
USG tulang belakang
CT scan kepala
MRI tulang belakang
Setelah bayi lahir, dilakukan pemeriksaan
berikut:
Rontgen tulang belakang
USG tulang belakang
CT scan atau MRI tulang belakang
Sebelum dioperasi, bayi dimasukkan ke
dalam inkubator dengan kondisi tanpa baju.
Bayi dalam posisi telungkup atau tidur jika
kantongnya besar untuk mencegah infeksi.
Berkolaborasi dengan dokter anak, ahli
bedah, ahli ortopedi, dan ahli urologi,
terutama untuk tindakan pembedahan,
dengan sebelumnya melakukan informed
consent dan informed choice pada keluarga.

Hedeosefalus
Meningitis
Kelemahan permanen atau paralisis pada
ekstermitas bawah
Serebral palsy disfungsi batang otak
Infeksi pada sistem organ lain
Gangguan pertumbuhan

Diagnosa Keperawatan
Ganguan perfusi jaringan serebral b.d
peningkatan tekanan intracranial
Inkontinensia urin b.d. ketidakmampuan
mengontrol keinginan berkemih.
Kurang pengetahuan orang tua tentang proses
penyakit dan penanganan penyakit anaknya
b.d. kurang terpajan informasi.
Resiko terjadinya kerusakan integritas kulit
b.d. immobilisasi.