Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1;...........................................................................................................Latar
Belakang
Kondisi geologi di setiap daerah berbeda-beda, khususnya kondisi variasi tipe
dan posisi berbatuan penyusun kulit bumi serta mineral-mineral yang terkandung
di dalamnya. Apabila tersingkap di permukaan bumi dan bereaksi dengan suhu,
tekanan udara ataupun terekspos dengan larutan di sekitarnya, akan dapat bereaksi
ataupun mengalami proses yang berpengaruh terhadap kesehatan manusia di
sekitarnya. Penyebaran batuan di Indonesia umumnya berhubungan dengan
keberadaan geologi di suatu daerah. Batuan merupakan salah satu sumber daya
alam yang dapat di manfaatkan secara optimal. Di Kalimantan Barat banyak
terdapat berbagai enis batuan yang tersebar di berbagai daerah. Batuan ini berasal
dari erupsi magma yang telah membeku, batuan yang berasal dari magma
vulkanis tersebut tersebar merata di berbagai !ilayah salah satunya di pantai
Kura-Kura, Kecamatan "ungai #aya Kepulauan, Kabupaten bengkayang.
Di ba!ah permukaan tanah terdapat lapisan batuan yang dapat membedakan
antara lapisan yang satu dengan yang lain karena mempunyai karakteristik fisika
tertentu. "alah satu metode gofisika yang dapat digunakan untuk memperkirakan
keberadaan lapisan batuan adalah dengan metode geolistrik. $eolistrik merupakan
salah satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan enis lapisan
batuan di ba!ah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik D%
&Direct %urrent' yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Dengan
menggunakan metode geolistrik dapat diketahui resistivitas suatu batuan yang
berada di dalam tanah, sehingga sebaran enis batuan di sekitar pantai kura-kura
dapat diketahui.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana sebaran enis
batuan yang ada di sekitar pantai Kura-Kura, Kecamatan "ungai #aya Kepulauan,
Kabupaten bengkayang.
1.2; Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah(
1!br0ken!! )etode geolistrik yang digunakan adalah metode geolistrik
resistivitas dengan konfigurasi *enner-"chlumberger.
2!br0ken!! )etode elektromagnetik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah +) conductivity.
1.3. Tujuan
Adapun tuuan praktikum yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah
untuk mengetahui sebaran enis batuan yang ada di sekitar pantai Kura-Kura,
Kecamatan "ungai #aya Kepulauan, Kabupaten bengkayang.
1.4; Manaat
)anfaat dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi tentang sebaran
enis batuan yang ada di sekitar pantai Kura-Kura, Kecamatan "ungai #aya
Kepulauan, Kabupaten bengkayang.
,
BAB II
TIN!AUAN PU"TA#A
2.1. Met$%e &e$l'str'k
)etode geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika yang mempelaari
sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan
bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, pengukuran arus dan medan
elektromagnetik yang terdi baik secara alamiah maupun akibat ineksi arus ke
dalam bumi. "alah satu metode geolistrik adalah metoda geolistrik tahanan enis
&resistivitas'. Dalam eksplorasi geofisika, metode geolistrik tahanan enis
merupakan metode geolistrik yang mempelaari sifat tahanan enis &resistivitas'
listrik dari lapisan batuan di dalam bumi. Banyak metode eksplorasi geofisika
mempergunakan sifat tahanan enis sebagai media atau alat untuk mempelaari
keadaan geologi ba!ah permukaan, metode- metode tersebut adalah metode-
metode potensial, transient, dan tahanan enis itu sendiri.
2.2. Met$%e Resistivitas
)etode resistivitas merupakan salah satu metode geofisika yang mempelaari
sifat resistivitas dari lapisan batuan di dalam bumi. Prinsip metode resistivitas
adalah dengan mengalirkan arus listrik kedalam bumi melaui kontak dua elektroda
arus, kemudian diukur distribusi potensial yang dihasilkan. Resistivitas batuan
ba!ah permukaan dapat dihitung dengan mengetahui besar arus yang dipancarkan
oleh elektroda tersebut dan besar potensial yang dihasilkan. -ntuk mengetahui
struktur ba!ah permukaan yang lebih dalam, maka arak masing-masing elektroda
arus dan elektroda potensial ditambah secara bertahap. "emakin besar spasi.arak
elektroda arus maka efek penembusan arus ke ba!ah makin dalam, sehingga
batuan yang lebih dalam dapat diketahui sifat-sifat fisisnya.
"ifat konduktivitas listrik batuan dekat permukaan bumi sangat dipengaruhi
oleh umlah air, kadar garam.salinitas air serta bagaimana cara air didistribusikan
dalam batuan. Konduktivitas listrik batuan yang mengandung air sangat
ditentukan terutama oleh sifat air, yakni elektrolit. /arutan garam terdiri dari
0
anion dan kation yang bergerak bebas dalam air. Adanya medan listrik eksternal
menyebabkan kation dalam larutan elektrolit dipercepat menuu kutub negatif
sedangkan anion menuu kutub positif. 1entu saa, batuan yang berpori yang berisi
air, nilai resistivitas listriknya berkurang dengan bertambahnya kandungan air.
Berdasarkan harga resistivitas listriknya, batuan atau mineral digolongkan
menadi tiga yaitu (
1!br0ken!! Konduktor baik
2!br0ken!! Konduktor Buruk
3!br0ken!! Isolator
23
-4
5 6 5 2 7m
2 5 6 5 23
8
7m
6 9 23
8
7m
Pendekatan yang paling sederhana dalam pembahasan geala kelistrikan
didalam bumi adalah mengangap bumi sebagai medium homogen isotropis.
Dengan perlakuan tersebut kemudian medan listrik dari titik sumber di dalam
bumi dianggap memiliki simetri bola. :arga resistivitas listrik suatu formasi
diba!ah permukaan di tentukan menurut persamaan berikut(
I
;
K


....................................................................................&2'
-ntuk pengukuran beda potensial antara titik ) dan < dari sumber arus listrik A
dan B dipermukaan, maka (
2
2 2 2 2
,

'

,
_

,
_


BN AN BM AM
K
...................................&,'
dengan
K
=aktor geometri
Konsep dasar pengukuran resistivitas batuan dimodifikasi dari pengukuran
tahanan suatu sample bahan di laboratorium yang skemanya diberikan oleh
gambar &,.2' berikut(
>
$ambar ,.2. Resistivitas medium berbentuk balok dengan luas penampang A dan
panang /, beda potensial diukur pada kedua uung kotak tersebut
dengan memasukkan nilai arus
&"umber( 1elford, dkk, 2?84'
"ecara matematis harga tahan suatu medium dapat dirumuskan( &1elford, dkk,
2?84'

A
L
R
..........................................................................................&0'
dengan # @ tahanan yang diukur &ohm'


resistivitas bahan&ohm m'
/ @ panang &m'
A @ luas penampang &m
,
'
karena

I
V
R
........................................................................................&>'
maka

L
A
I
V
.
.....................................................................................&A'

dengan ; @ beda potensial &volt'
I @ kuat arus yang melalui bahan &ampere'
A
"edangkan konduktivitas dapat dinyatakan dalam persamaan(

...........................................................................................&4'

Dari Persamaan &A' dan &4' diperoleh persamaan(

E
J

...........................................................................................&8'

dengan B @ rapat arus @
A
I
+ @ medan listrik @
L
V
2.3. Met$%e Pengukuran Res'st'('tas
Ada beberapa metode pengukuran dalam pengambilan data dengan
menggunakan metode resistivitas. )etode yang digunakan tergantung pada target
yang diinginkan, yaitu untuk mengetahui variasi resistivitas untuk kedalaman
tertentu atau variasi resistivitas ke arah lateral. )etode tersebut adalah (
1!br0ken!!................................................................................................Sounding
Sounding adalah penyelidikan perubahan resistivitas ba!ah permukaan ke
arah vertikal. %aranya( pada titik ukur yang tetap, arak elektroda arus dan
tegangan diubah.divariasi. Konfigurasi elektroda yang biasa dipakai adalah
konfigurasi "chlumberger.
$ambar ,.,. Perpindahan elektroda sounding
&"umber( *aluyo, ,33A
4
2!br0ken!!................................................................................................Traversing
atau mapping
Traversing atau mapping adalah penyelidikan perubahan resistivitas ba!ah
permukaan ke arah lateral &horisontal'. %aranya dengan arak elektroda arus dan
tegangan tetap, titik ukur dipindah.digeser secara horiContal. Konfigurasi yang
biasa dipakai adalah konfigurasi *enner atau dipol-dipol.
$ambar ,.0. Perpindahan elektroda mapping
&"umber( *aluyo, ,33A'
0. Resistivity ! &"usunan "enner#Sc$%um&erger'
1eknik ini merupakan gabungan antara mapping dan sounding. Dimana
pengukuran sounding &2D' dilakukan di setiap titik lintasan secara lateral atau
lintasan mapping &2D' dilakukan setiap kedalaman. "ecara umum, gambaran
pengambilan data untuk masing-masing metode dapat dilihat pada gambar
berikut(
8
$ambar ,.>. /angkah-langkah yang digunakan &a' *enner dan &b' #angkaian
*enner "hlumberger dengan perubahan kedalaman dimana
+lektroda arus &%' dan +lektroda Potensial &P'
-ntuk menggambarkan denah lokasi pengambilan data biasanya digunakan
Stacking '$art( dimana setiap titik pada Stacking '$art menggambarkan posisi
sebuah datum &titik pengambilan data'. Dari setiap titik datum itulah yang akan
diambil nilai beda potensialnya setelah diberi arus dengan besaran yang telah
ditentukan. &Ketua tim, dkk, ,334'
$ambar ,.A. Stacking '$art untuk ;ertikal Sounding ,D

&"umber ( *aluyo, ,33A'
&"umber ( *aluyo, ,33A'
D
2.) "'at #$n'guras' Elektr$%a
=aktor geometri K merupakan besaran yang berubah terhadap arak spasi
elektroda dan bergantung pada konfigurasi elektroda. =aktor geometri untuk
masing-masing konfigurasi mempunyai nilai yang berbeda.
2. Konfigurasi *enner
Barak )< pada konfigurasi *enner selalu sepertiga &2.0' dari arak AB. Bila
arak AB diperlebar, maka arak )< uga harus diubah sehingga arak )< tetap
sepertiga arak AB. Keunggulan dari konfigurasi *enner ini adalah ketelitian
pembacaan tegangan pada elektroda )< lebih baik dengan angka yang relatif
besar karena elektroda )< yang relatif dekat dengan elektroda AB. Disini bisa
digunakan alat ukur multimeter dengan impedansi yang relatif lebih kecil.
"edangkan kelemahannya adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di
dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. Data yang
didapat dari cara konfigurasi *enner, sangat sulit untuk menghilangkan faktor
non homogenitas batuan, sehingga hasil perhitungan menadi kurang akurat.
&"umber ( *aluyo, ,33A'
$ambar ,.4. "usunan elektroda *enner
a
a
a
<
B
, )
A
2
?
=aktor geometri dari susunan elektroda ini adalah(
)
K

,
_

,
_

BN AN BM AM
2 2 2 2
,
............................................&D'
a
a a a a

,
2
,
2
,
2 2
,

,
_

,
_

.......................................................&?'
,. Konfigurasi "chlumberger
Pada konfigurasi "chlumberger idealnya arak )< dibuat sekecil-kecilnya,
sehingga arak )< secara teoritis tidak berubah. 1etapi karena keterbatasan
kepekaan alat ukur, maka ketika arak AB sudah relatif besar maka arak )<
hendaknya dirubah. Perubahan arak )< hendaknya t'%ak le*'h *esar %ar' 1+,
jarak AB.
Kelemahan dari konfigurasi "chlumberger ini adalah pembacaan tegangan
pada elektroda )< adalah lebih kecil terutama ketika arak AB yang relatif auh,
sehingga diperlukan alat ukur multimeter yang mempunyai karakteristik $ig$
impedance dengan akurasi tinggi yaitu yang bisa mendisplay tegangan minimal >
digit atau , digit di belakang koma. Atau dengan cara lain diperlukan peralatan
pengirim arus yang mempunyai tegangan listrik D% yang sangat tinggi.
"edangkan keunggulan konfigurasi "chlumberger ini adalah kemampuan untuk
mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan, yaitu
dengan membandingkan nilai resistivitas semu ketika teradi perubahan arak
elektroda )<.,.
23
=aktor geometri susunan elektroda ini adalah(

,
_

,
_

, , , 2 2 , 2 2
2 2 2 2
,
* ' * ' * ' * '
Ks

................................................&23'

,
_

,
_

& a & a & a & a


2 2 2 2
,
.................................................&22'

,
_

&
& a
,
, ,

..................................................................................&2,'
&"umber ( *aluyo, ,33A'
$ambar 8. "usunan elektroda "chlumberger
E
& &
a a
<
B ) A
22
BAB III
MET-D-L-&I
3.1. .aktu Dan Tem/at
Pelaksanaan penelitian geolistrik ini dilaksanakan di Pantai Kura-Kura, Desa
1anung $undul, Kecamatan "ungai #aya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.
Pantai Kura-kura terletak pada posisi 33
3
A2F>>FF /" dan 23D
3
A>F>0FF B1 yang
tingginya ,> meter dari permukaan laut. Penelitian geolistrik ini dilaksanakan
selama satu hari pada tanggal 2 Buni ,32>.
3.2. Alat Dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam melakukan penelitian dengan metode
geolistrik adalah sebagai berikut(
1!br0ken!!................................................................................................+lektroda
2A buah
2!br0ken!!................................................................................................Kabel
Panang 233 m > gulung
3!br0ken!!................................................................................................#esistiviti
meter
4!br0ken!!................................................................................................Palu
5!br0ken!!................................................................................................$P"
6!br0ken!!................................................................................................)eteran
gulung
7!br0ken!!................................................................................................Alat tulis
3.3. Pr$se%ur Pengam*'lan Data
Adapun cara mengambil data resistivitas adalah sebagai berikut (
1!br0ken!!................................................................................................Dibuat
stacking '$art.
2!br0ken!!................................................................................................Dipasang
2A buah elektroda dimana arak antar elektroda masing-masing A meter.
2,
3!br0ken!!................................................................................................Batang
elektroda yang dipasang disesuaikan dengan model Stacking '$art.
4!br0ken!!................................................................................................Arus
diineksikan dengan memencet tombol pada alat resistivitimeter, tahan sekitar
0 detik, kemudian tombol hold ditekan.
5!br0ken!!................................................................................................Arus yang
diineksikan serta beda potensial yang tertera pada alat dicatat.
6!br0ken!!................................................................................................Koordinat
lokasi pengambilan data yang diambil dengan +*S dicatat.
7!br0ken!!................................................................................................-ntuk
datum , dan selanutnya, batang elektroda dipindahkan dan dipasang sesuai
dengan Stacking '$art, selanutnya ulangi langkah A dan 4 untuk datum yang
selanutnya.
3.). Met$%e Peng$lahan Data
Pengambilan data geolistrik resistivitas pada penelitian ini menggunakan
konfigurasi *enner-"chlumberger. Pengambilan data dengan cara mengineksikan
arus pada kedua elektroda arus dan mengukur potensial dengan elektroda
potensial. Dari hasil ineksi ini maka diperoleh nilai resistivitas semu bahan yang
terdapat pada lokasi penelitian. -ntuk mendapatkan nilai resistivitas ba!ah
permukaan sebenarnya diperlukan proses perhitungan secara inversi dengan
bantuan so,t)are Res!inv. "etelah mendapatkan hasil interpretasi dari so,t)are
Res!inv( kemudian hasil interpretasi tersebut diolah kembali dengan so,t)are
mapIn,o untuk mendapatkan hasil interpretasi yang lebih baik.
20
BAB I0
HA"IL DAN PEMBAHA"AN
Berdasarkan pada peta distribusi sebaran resistivitas batuan pada lokasi
penelitian didapatkan hasil seperti di ba!ah ini(
).1. Has'l Pem$%elan software res2dinv Pa%a L'ntasan I
$ambar >.2. Distribusi sebaran resistivitas pada lintasan I
Berdasarkan pada peta geologi daerah setempat dari nilai standar resistivitas
batuan, maka peta distribusi resistivitas batuan dapat diinterpretasikan sebagai
berikut(
.arna #eterangan
Elivine norite
/avas
Batu pasir mengandung air
Batu lempung
Pasir mengandung air
/apisan air asin
1abel >.2. :asil interpretasi sebaran resistivitas pada lintasan I
Dari tabel &>.2' yang merupakan hasil interpretasi nilai resistivitas semu umur
batuan penyusun titik penelitian terdiri atas(
1!br0ken!! Elivine norite dengan nilai resistivitas 23
0

- 4 G 23
>
.m
$ambar >., :asil Interpretasi Peta Distribusi "ebaran #esistivitas Batuan Pada
/okasi Penelitian
2>
2!br0ken!! /avas dengan nilai resistivitas 23
,
- A G 23
>
.m
3!br0ken!! Batu pasir mengandung air dengan nilai resistivitas ,3 H ?3 .m
4!br0ken!! /apisan air asin dengan nilai resistivitas 3,32,? H 3,0>, .m
5!br0ken!! Batu lempung dengan nilai resistivitas 2 H 23 .m
6!br0ken!! Pasir mengandung air dengan nilai resistivitas 3,2 H 3,? .m
:asil pengolahan data geolistrik pada lintasan ini menghasilkan penampang
resistivitas sebagaimana terlihat pada &$ambar >.2'.Pada /intasan ini ditemukan
lapisan air laut &air asin' dengan resistivitas yang rendah dengan nilai resistivitas
3,32,? Im hingga 3,0>, Im. /apisan ini terletak pada rentang arak ,, m sampai
dengan AD m dari titik a!al lintasan dengan rentang kedalaman 2,,A m hingga
2,,> m dari permukaan. Diperkirakan lapisan paling ba!ah yang be!arna biru tua
merupakan intrusi air laut dimana pada lapisan tersebut sudah kerikil batu
bercampur air asin. -ntuk lapisan yang be!arna biru muda diduga lapisan
tersebut air asin pada bercampur pasir. "edangkan pada lapisan di rentang 8 m
sampai 23 dan 2A m sampai 28 m yang be!arna ungu dan merah diduga laisan
pasir kering yang tidak kena intrusi air laut. Dikarenakan kotak anomali bocor,
terdapat kemungkinan air laut tercampur dengan lapisan pasir kering disekitarnya
dengan cepat &sifat porositas pasir yang tinggi', maka pasir basah tersebut
memiliki nilai resistivitas yang rendah seperti lapisan air laut. "elain itu,
seharusnya terdapat lapisan dengan resistivitas yang tinggi antara pasir kering
dengan air laut, yaitu udara. <amun lapisan ini menadi homogen dengan lapisan
pasir kering karena kecilnya area udara antara air laut dan pasir kering.
).2. Has'l Pem$%elan software res2dinv Pa%a L'ntasan II
2A
$ambar >.,. Distribusi sebaran resistivitas pada lintasan II
Berdasarkan pada peta geologi daerah setempat dari nilai standar resistivitas
batuan, maka peta distribusi resistivitas batuan dapat diinterpretasikan sebagai
berikut(
.arna #eterangan
$abbro
Elivine norite
$ranite
Batu gamping mengandung air
Batu pasir mengandung air
Batu gamping mengandung air asin
1abel >.,. :asil interpretasi sebaran resistivitas pada lintasan II
Dari tabel &>.,' yang merupakan hasil interpretasi nilai resistivitas semu umur
batuan penyusun titik penelitian terdiri atas(
1!br0ken!! Elivine norite dengan nilai resistivitas 23
0

- 4 G 23
>
.m
2!br0ken!! $ranite dengan nilai resistivitas 0 G23
,
- 23
4
.m
3!br0ken!! Batu gamping mengandung air dengan nilai resistivitas D3 H
,33 .m
24
4!br0ken!! Batu gamping mengandung air asin dengan nilai resistivitas 23 H
?? .m
5!br0ken!! $abbro dengan nilai resistivitas 23
0
- 23
4
.m
6!br0ken!! Batu pasir mengandung air dengan nilai resistivitas ,3 - ?3 .m
).3. Has'l Pem$%elan software res2dinv Pa%a L'ntasan III
$ambar >.0. Distribusi sebaran resistivitas pada lintasan III
Berdasarkan pada peta geologi daerah setempat dari nilai standar resistivitas
batuan, maka peta distribusi resistivitas batuan dapat diinterpretasikan sebagai
berikut(
.arna #eterangan
$abbro
Elivine norite
$ranite
Albite
Batu gamping mengandung air
28
Batu pasir mengandung air
Dari tabel &>.0' yang merupakan hasil interpretasi nilai resistivitas semu umur
batuan penyusun titik penelitian terdiri atas(
1!br0ken!! $abbro dengan nilai resistivitas 23
0
- 23
4
.m
2!br0ken!! Elivine norite dengan nilai resistivitas 23
0

- 4 G 23
>
.m
3!br0ken!! $ranite nilai resistivitas 0 G23
,
- 23
4
.m
4!br0ken!! Albite dengan nilai resistivitas 0 G 23
,
&!et' H 0,0 G23
0
&dry' .m
5!br0ken!! Batu gamping mengandung air dengan nilai resistivitas D3 - ,33 .m
6!br0ken!! Batu pasir mengandung air dengan nilai resistivitas ,3 - ?3 .m
:asil pengolahan data geolistrik pada lintasan ini menghasilkan penampang
resistivitas sebagaimana terlihat pada &$ambar >.0'.Pada /intasan ini ditemukan
lapisan air laut &air asin' dengan resistivitas yang rendah dengan nilai resistivitas
03,2 Im hingga 43,2 Im. /apisan ini terletak pada rentang arak 22 m sampai
dengan ,0 m dari titik a!al lintasan dengan rentang kedalaman 2,,A m hingga
4,0D m dari permukaan ditandai dengan !arna biru tua. Diperkirakan lapisan
paling ba!ah yang be!arna ungu adalah batuan beku yang letaknya diba!ah pasir
karana pada lintasan ditemukan singkapannya. /etak batuannya adalah pada
rentang 0> m sampai AD m yang terletatak pada kedalaman 0,8A m sampai 2,,> m.
"edangkan lapisan yang be!arna merah adalah pasir basah yang terletak di
rentang ,0 samapi 43 m persis berada diatas batu yang terpendam.
2D
).). Has'l Pem$%elan software res2dinv Pa%a L'ntasan I0
$ambar >.>. Distribusi sebaran resistivitas pada lintasan I;
Berdasarkan pada peta geologi daerah setempat dari nilai standar resistivitas
batuan, maka peta distribusi resistivitas batuan dapat diinterpretasikan sebagai
berikut(
.arna #eterangan
Elivine norite
Peridotite
$abro
$ranite
Batu $amping mengandung air
Batu Pasir )engandung Air
1abel >.>. :asil interpretasi sebaran resistivitas pada lintasan I;
Dari tabel &>.>' yang merupakan hasil interpretasi nilai resistivitas semu umur
batuan penyusun titik penelitian terdiri atas(
1!br0ken!! Elivine norite dengan nilai resistivitas 23
0

- 4 G 23
>
.m
2!br0ken!! $ranite dengan nilai resistivitas 0 G23
,
- 23
4
.m
3!br0ken!! Batu gamping mengandung air dengan nilai resistivitas D3 H
,33 .m
4!br0ken!! Peridotite dengan nilai resistivitas 0 G 23
0
&!et' H 4,A G 23
0
&dry' .m
5!br0ken!! $abbro dengan nilai resistivitas 23
0
- 23
4
.m
$ambar >., :asil Interpretasi Peta Distribusi "ebaran #esistivitas Batuan Pada
/okasi Penelitian
2?
6!br0ken!! Batu pasir mengandung air dengan nilai resistivitas ,3 - ?3 .m
:asil pengolahan data geolistrik pada lintasan ini menghasilkan penampang
resistivitas sebagaimana terlihat pada &$ambar >.>'.Pada /intasan ini ditemukan
lapisan air laut &air asin' dengan resistivitas yang rendah dengan nilai resistivitas
4,0, Im hingga ,D,8 Im. /apisan ini terletak pada rentang arak 23 m sampai
dengan 2A m dari titik a!al lintasan dengan rentang kedalaman 2,,A m hingga ,
m dari permukaan dan pada rentang AA m sampai 43 m pada kedalaman yang
sama dengan rentang sebelumnya. Diperkirakan lapisan paling ba!ah yang
be!arna ungu adalah batuan karena memiliki nilai resistivitas yang termasuk
besar. :al ini bias kita adikan acuan karena pantai kura-kura terdapat banyak
batuan-batuan beku. "edangkan lapisan yang be!arna merah diperkirakan adalah
resapan air lautyang bercampur. -ntuk be!arna hiau terdapat pada kedalaman
2,,A mhingga 0,8A m yang berada pada diatas permukaan pantai.
).,. Has'l Pem$%elan software res2dinv Pa%a L'ntasan 0
$ambar >.A. Distribusi sebaran resistivitas pada lintasan ;
Berdasarkan pada peta geologi daerah setempat dari nilai standar resistivitas
batuan, maka peta distribusi resistivitas batuan dapat diinterpretasikan sebagai
berikut(
.arna #eterangan
Elivine norite
$ranite
Pasir
Batu /empung
Pasir )engandung Air
Air Asin
1abel >.A. :asil interpretasi sebaran resistivitas pada lintasan II
Dari tabel &>.A' yang merupakan hasil interpretasi nilai resistivitas semu umur
batuan penyusun titik penelitian terdiri atas(
,3
1!br0ken!! Elivine norite dengan nilai resistivitas 23
0

- 4 G 23
>
.m
2!br0ken!! $ranite dengan nilai resistivitas 0 G23
,
- 23
4
.m
3!br0ken!! Batu gamping mengandung air dengan nilai resistivitas D3 H
,33 .m
4!br0ken!! Batu gamping mengandung air asin dengan nilai resistivitas 23 H
?? .m
7!br0ken!! $abbro dengan nilai resistivitas 23
0
- 23
4
.m
5!br0ken!! Batu pasir mengandung air dengan nilai resistivitas ,3 - ?3 .m
:asil pengolahan data geolistrik pada lintasan ini menghasilkan penampang
resistivitas sebagaimana terlihat pada &$ambar >.A'.Pada /intasan ini ditemukan
lapisan air laut &air asin' dengan resistivitas yang rendah dengan nilai resistivitas
3,30D3 Im hingga 3,844 Im. /apisan ini terletak pada rentang arak 8 m sampai
dengan ,> m dari titik a!al lintasan dengan rentang kedalaman 2,,A m hingga
2,,> m dari permukaan. Diperkirakan air laut hanya ada pada rentang 8 m sampai
,>
,2
BAB 0
PENUTUP
5.1; #es'm/ulan
Berdasarkan hasil interpretasi nilai resistivitas semu umur batuan penyusun
titik penelitian dapat disimpulkan bah!a batuan yang menyusun lokasi penelitian
adalah sebagai berikut(
1!br0ken!! Andesit dengan nilai resistivitas 8,D, .m sampai DD,2 .m
2!br0ken!! Aluvium dan sand dengan nilai resistivitas DD,2 sampai ??> .m
3!br0ken!! Diorit Kuarsa dengan nilai resitivitas ??> .m sampai 0008 .m.
4!br0ken!! $ranite Prophiry dengan nilai resistivitas 0008 .m sampai 22,30
.m.
5!br0ken!! Diorit dengan nilai resistivitas 22,30 .m sampai 08424 .m.
5.2; "aran
"aran yang dapat diambil dari penelitian ini adalah(
1!br0ken!! Perlu adanya perhatian pemerintah terhadap perkembangan dan
sumber daya alam daerah "edau Kecamatan "ingka!ang "elatan Kota
"ingka!ang.
2!br0ken!! Perlu kaian ulang metode geolisrik yang lain, misalnya metode
potensial diri dan lainnya untuk keakuratan data.
,,
DA1TAR PU"TA#A
AChar dan :andayani, $., ,33>, *enerapan Metode +eo%istrik Kon,igurasi
Sc$%um&erger untuk *enentuan Ta$anan Jenis Batu&ara( Jurna% Natur
Indonesia, ;olume ;I( 2,,-2,D
)unir, )., ,330, +eo%ogi Lingkungan, Bayumedia Publishing, )alang.
"ampurno, B., ,338, *endugaan *otensi Air Ba)a$ Tana$ di !aera$ Senaning
Ka&upaten Sintang !engan Mengunakan Metode +eo%istrik
Resistivitas, -niversitas 1anung Pura, =)IPA, Pontianak. &"kripsi'
1elford, *.<, $eldard, /.P., "herrif, #.+., and Keys, D.A., 2?84, App%ied
+eop$ysics, %ambridge -niversity Press, %ambridge,
/ondon,<e!york, )elbourne.
*aluyo, ,33A, *anduan "orks$op Eksp%orasi +eo,isika -Teori dan Ap%ikasi.,
/aboratorium $eofisika -$), Jogyakarta.
,0
/A)PI#A< 2 <ilai resistivitas lokasi penelitian
1abel ,. <ilai resistivitas lokasi penelitian
<o. "pasi +lektroda &m' n a &m' b &m' K ; I 6
&m;' &mA' &7m'
2 2, 2 2, > D30,D> A,4 ,>,2> 2D4,>8
, ,3 , ,3 > ,>22,A, 3,0 >,3A 28D,40
0 2, 2 2, > D30,D> 0,A 2?,A> 2>0,?D
> 2, 2 2, > D30,D> 3,D 3,0D 24?,,,?
A ,3 , ,3 > ,>22,A, 3,0 2D,28 0?,D,
4 ,D 0 ,D > >D,0,3> 3,4 ,>,>0 22D,>A
8 04 > 04 > D30D,> ,,> 4,04 0300,04
D ,D 0 ,D > >D,0,3> 0,> 8,A4 ,24?,3?
? ,3 , ,3 > ,>22,A, 20,0 ,3,08 2A8>,A0
23 2, 2 2, > D30,D> 2>,? ,3,8 A8D,42
22 2, 2 2, > D30,D> ,0 ,D,A0 4>D,30
2, ,3 , ,3 > ,>22,A, 28,> 00,D2 2,>2,38
20 ,D 0 ,D > >D,0,3> >,> ?,0 ,,D2,D8
2> 04 > 04 > D30D,> 2>,2 2?,3A A?>?,4D
2A >> A >> > 2,3A8,4 A,, 3,2, A,,>?4,33
24 A, 4 A, > 24DD3,4> 3,0 3,02 24004,23
28 >> A >> > 2,3A8,4 ,,, 24,DA 2A8>,,?
2D 04 > 04 > D30D,> 3,A 4A,? 43,??
2? ,D 0 ,D > >D,0,3> 0,0 243,4 ??,23
,3 ,3 , ,3 > ,>22,A, 3,, >,> 23?,42
,2 2, 2 2, > D30,D> 8,8 ,,2,> ,8,?4
,, 2, 2 2, > D30,D> 2,A 2>2,0 D,A0
,0 ,3 , ,3 > ,>22,A, 2,A 2A>,8 ,0,0D
,> ,D 0 ,D > >D,0,3> 3,A 233,8 ,0,?A
,A 04 > 04 > D30D,> 3,0 8>,0 0,,>4
,4 >> A >> > 2,3A8,4 2,A 2D?,0 ?A,A>
,8 04 > 04 > D30D,> 3,4 2D? ,A,A,
,D ,D 0 ,D > >D,0,3> 2,0 ,,3,A ,D,>>
,? ,3 , ,3 > ,>22,A, 2,4 ,3A,4 2D,88
03 2, 2 2, > D30,D> 0,, 2?3,> 20,A2
02 2, 2 2, > D30,D> 2,D D4,> 24,8A
0, ,3 , ,3 > ,>22,A, 2,A ,D 2,?,2?
00 ,D 0 ,D > >D,0,3> 4,, 24?,> 284,A,
0> ,3 , ,3 > ,>22,A, ,,8 243,? >3,>8
0A 2, 2 2, > D30,D> 4,> 2D?,? ,8,3?
04 2, 2 2, > D30,D> A,4 ,0>,4 2?,2?
/A)PI#A< , Daftar harga resistivitas batuan
1abel 0. Resistivitas batuan beku dan metamorf
#ock type #esistivity range &ohm meter'
,>
$ranite
$ranite prophiry
=eldspar prophiry
Albite
"yenite
Diorit
Diorit prophiry
Porphyryte
%arbonatiCed prophiry
KuartC prophiry
KuartC diorite
Porphiry &various'
Dacite
Andesite
Diabase porphiry
Diabase &various'
/avas
$abbro
Basalt
Elivine norite
Peridotite
:ornfels
"chists &calcareous L mica'
1uffs
$raphite schist
"lates &various'
$neiss &various'
)arble
"karn
KuartCites &various'
0 G23
,
- 23
4
>,A G 23
0
&!et' H 2,A G 23
4
&dry'
> G 23
0
&!et'
0 G 23
,
&!et' H 0,0 G23
0
&dry'
23
,
- 23
4
23
>
- 23
A
2,? G 23
0
&!et' H ,,D G 23
>
&dry'
23 - A G 23
>
&!et' H 0,0 G 23
0
&dry'
,,A G 23
0
&!et' H 4,> G 23
>
&dry'
0 G 23
,
- ? G 23
A
, G 23
->
H , G 23
4
&!et' H 2,D G 23
A
&dry'
43 - 23
>
, G 23
>
&!et'
2,8 G 23
,
&!et' H >,A G 23
>
&dry'
23
0
&!et' H 2,8 G 23
A
&dry'
,3 - A G 23
8
23
,
- A G 23
>
23
0
- 23
4
23 -2,0 G 23
8
&dry'
23
0

- 4 G 23
>
&!et'
0 G 23
0
&!et' H 4,A G 23
0
&dry'
D G 23
0
&!et' - 4 G 23
8
&dry'
,3 - 23
>
, G 23
0
&!et' - 23
A
&dry'
23 - 23
,
4 G 23
,
- > G 23
8
4,D G 23
>
&!et' H 0 G 23
4
&dry'
23
,
H ,,A G 23
D
&dry'
,,A G 23
,
&!et' H ,,A G23
D
&dry'
23 - , G23
D
,A
"umber( &1elford, dkk, 2?84'1abel >. Resistivitas batuan sedimen
#ock type #esistivity range &ohm meter'
%onsolidated shales
Argilitis
%onglomerates
"andstone
/imestone
Dolomit
-ncosolidated !et clay
)arls
%lays
Aluvium and sands
Eil sands
,3 - , G 23
0
23 - D G 23
,
, G 23
0
- 23
>
2 H 4.> G 23
D

A3 - 23
8
0,A G 23
,


- A G 23
0
,3
0 - 83
2 - 233
23 - D33
> - D33
"umber( &1elford, dkk, 2?84'
1abel A. #esistivity logam dan unsur
#ock type #esistivity
#ange Average
Antimony
Arsenik
Bismuth
%opper
$old
$raphite
Iron
/ead
)ercury
)olybdenum
<ickel
Platinum
"ilver
"ulphur
1ellurium
1in
-ranium
Mine
>,A G 23
-8
,,, G 23
-8
2,, G 23
-4
2,8 G 23
-D
,,> G 23
-D
A G 23
-8
- 23 23
-0
23
-8
,,, G 23
-8
?,4 G 23
-8
A,8 G 23
-D
8,D G 23
-D
23
-8
2,4 G 23
-D
23
2>
23
8
- 23
24
23
-8
23
->
- , G 23
-0
2,2 G 23
-8
0 G 23
-8
A,D G 23
-D
"umber( &1elford, dkk, 2?84'
1abel 4. Daftar harga resistivitas batuan
Benis batuan :arga resistivitas &ohm meter'
Batu lempung
Pasir
Batu gamping
Batu gamping mengandung air
Pasir mengandung air
Batu gamping mengandung air asin
Batu pasir mengandung air
2 - 23
>3 - D3
N233
D3 - ,33
3,2 H 3,?
23 - ??
,3 - ?3
"umber( &Dinas Pertambangan dan +nergi Kalimantan Barat dalam Boko, ,334'