Anda di halaman 1dari 29

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

ANEMIA

Bambang Suyono

2
ANEMIA
Gejala
2
/ Sindroma Hb +
PCV +
+ ERI +
Hipoksia jaringan tissue oxygenation inadequat

(transport O
2
tergg) +
- hipoksia konsentrasi +, lemah, letih, lesu.
+ - aktivitas jantung | takikardia, palpitasi
Mekanisme kompensasi :
Denyut jantung me | me | aliran darah (flow rate)
bendungan hepatomegali, udema umum, dll
Frekuensi pernafasan me | me | oksigenasi

Akral dingin prioritas pada organ-organ utama
(otak, jantung, ginjal)
Peningkatan 2,3-DPG me+ ikatan oksigen
3
SIH
(SEL INDUK HEMOPOISIS)
+
+ +
CFU GEMM CFU LIM
+
BFU-E
+
CFU-E CFU-GM CFU-MEG
+
Pronormoblas ---- Tahap proliferasi A. Aplastik
(sintesis protoporfirin,
globin, absorbsi Fe)
Normoblas ---- Tahap Maturasi A. Defisiensi
+ (Sintesis Hb)
Retikulosit
+
Eritrosit Destruksi / lisis A. Hemolitik
Blood Loss A. Paska Hemoragik
4
ERITROSIT
Komposisi
Air -- 60 %
Hb -- 20 % : - 4 % Heme
- 96 % Globin Hemoglobin
+

Lemak -- 7 % transport O
2

Sisanya : KH, elektrolit, enzim, metabolit
Sifat Fisik
Bikonkaf (disc-shape = cakram)
Tidak berinti, ukuran 8 m
Elastis
Enzim (G-6-PD, Piruvat Kinase )
Umur 120 hari
Mempunyai antigen permukaan golongan darah

5
INDEK ERITROSIT
MCV = Mean Cell Volume
( ~ ukuran eritrosit )
MCV = PCV / Jumlah Eritrosit
N = 80 100 fl

Mikrositik
Normositik
Makrositik
6
MCH = Mean Cell Hemoglobin
( ~ warna eritrosit)
MCH = Hb / Jumlah Eritrosit

N = 27 32 pg
Hipokromik
Normokromik

MCHC = Mean Cell Hb Concentration
( ~ warna eritrosit)
MCHC = Hb / PCV

N = 300 350 g/L atau 30-
35 g/dL (g%)
Hipokromik
Normokromik
7
KLASIFIKASI ANEMIA
I. Kinetik
- Gangguan Produksi
- Destruksi berlebihan
- Blood loss (perdarahan)

II. Patofisiologi
- Gangguan Sumsum Tulang (SIH)
- Gangguan proliferasi (DNA / Eritropoitin)
- Gangguan maturasi (defisiensi)
- Hemolisis
- Perdarahan
8
III. Morfologi

Hapusan Darah Tepi
(warna, ukuran, dan bentuk eritrosit )
dan
Indeks Eritrosit
(MCV, MCH, MCHC)
+
- Anemia Hipokrom-Mikrositik
- Anemia Normokrom-Normositik
- Anemia Makrositik


9
PENDEKATAN DIAGNOSIS ANEMIA
Bukti Anemia ?
- Hb, PCV, E Eritrosit menurun
Jenis Anemia ?
- HDT dan Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
tentukan
A. Hipokrom-mikrositik
A. Normokrom-normositik
A. Makrositik
Kausa Anemia ?
- Anamnesis
- Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan Penunjang
10
Pemeriksaan penunjang
*Laboratorium
Skrining : - DL, UL, FL
- Fungsi (hati, ginjal, endokrin)
Tes tambahan :
- Retikulosit
- Status besi (SI, TIBC, feritin)
- Biopsi/aspirasi sstlg
- Vit. B
12
dan asam folat
- Analisis gaster - OFT
- Tes Schilling - Enzim eri (G-6-PD, PK)
- Denaturasi alkali - Tes Coombs
- Haptoglobin - Hb-elektroforesis dll.
*Non-laboratorium
- Radiologi, USG, dll
11
ANEMIA : MORFOLOGI ERITROSIT
Hapusan Darah Tepi Indeks eritrosit
3-S : - Size (ukuran)
- Stain (warna )
- Shape (bentuk)
1. Ukuran MCV (80-100 fl)
(diband. inti limf. kcl.)
+
+
Sama Normositik
Normal range
< Mikrositik
<
> Makrositik
>
12
2. Warna MCH (27-32 pg)
ukuran dae pucat eri MCHC (300-350 g/L)
(Central Pallor = CP ).
diband eritrosit (D)

+ +

CP s
1
/
3
D Normokromik Normal range
CP > D Hipokromik <

3. Bentuk -
+
Normal : Bikonkaf
Abnormal : Sferosit, sel target, fragmentosit, dll

Istilah : - Anisositosis

- Poikilositosis
- Dimorfik (double population)
CP
D
13
ANEMIA
HDT /
Indeks ERI
Hipokrom-Mikrositik Normokrom-Normositik Makrositik
Serum Fe Hitung Retikulosit Hitung Retikulosit
14
ANEMIA HIPOKROM - MIKROSITIK
Serum Fe
me + Normal me |
Fe Sstlg / Feritin Hb-Elektroforesis
Fe sstlg me |
sideroblastik
me + N / me |
A. Def. Fe A. peny. kronik
Talasemia
Hemoglobinopatia
A. Sideroblastik
15
Kelainan Dasar Anemia Mikrositik
(MCV = <80 fl)
Kelainan Dasar Penyebab
1. Defisiensi Fe




2. Gg. sintesis globin
3. Gg. sintesis heme &
porfirin
4. Lain-lain


Diet (inadekuat)
Kebutuhan meningkat
Gg. absorbsi
A. Peny. Kronik
Perdarahan kronik
Talasemia, Hemoglobinopati

A. Sideroblastik
Intoksikasi Aluminium
(mekanisme ?)
16
SKEMA :
DASAR KELAINAN A. HIPO-MIKROSITIK
Penyebab: Semua keadaan yang dapat me + sintesis Hb


Fe Protoporfirin As. Amino

- AKB A. Sideroblastik
- APK
(Radang kronis, Rantai polipeptida
keganasan)
Heme + Globin
- Talasemia
- Hemoglobinopatia

Hemoglobin
17
SIKLUS BESI
Absorbsi Jaringan Loss
- Duodenum
- Jejenum proks
1 mg 1 mg

Transferin
20 mg ( Sirkulasi ) 20 mg

Sumsum Tulang RES ( Makrofag )

20 mg 20 mg
Hemoglobin
( Sirkulasi )
18
STATUS BESI
1. SI (besi serum) (N : 60 -135 g/dL)
2. TIBC (Total Iron Binding Capacity ) (N : 250- 450 g/dL)
Kapasitas total ikatan besi
3. Cadangan Besi ( Ferritin, Hemosiderin )
Ferritin (N : lk 20- 300 g/mL; pr 20- 120 g/mL)
- Bentuk utama simpanan Fe tubuh ~ cadangan besi
- Kompleks Fe-apoferitin (Fe
3+
), larut dlm. darah
- Disimpan dalam sistim RES (terut.sstlg dan hati)
- Kadar kecil Immunoassay RIA
Hemosiderin (N : urine negatif)
- Bentuk lain simpanan Fe (ferri hidroksida)
- Kompleks protein-Fe (tidak larut)
- Mengendap di jar.(hati, sstlg) akibat Fe berlebih
- Bahan : biopsi /aspirasi sstlg tindakan invasif
- Pengecatan : Prussian Blue warna biru hijau

19
Transferin (=siderofilin) (N : 240-480 mg/dL)
- Protein pengikat Fe dan alat transport Fe
- diukur / dihitung melalui SI dan TIBC

% Saturasi Transferin = SI / TIBC x 100%
(% Saturasi Transferin terukur sbg SI (%))
- keadaan :
. meningkat def. besi
. menurun kelebh. besi, peny. hati, def. protein


20
ANEMIA KURANG BESI

- penyebab tersering
- beratnya anemia tergantung defisit Fe
- Kausa :
* kehilangan Fe (perdarahan kronik ataupun
perdarahan tersembunyi)
* intake kurang diet
* gangguan absorbsi gastrektomi, peny.coeliac
* kebutuhan me | pertumbuhan, kehamilan,
donor darah)
21
Pendekatan Lab. AKB
1. DL : - Tanda Anemi
- Indeks Eri ( MCV, MCH, MCHC )
2. SI dan TIBC
SI SI +
TIBC TIBC |

% Sat. Transferin = SI / TIBC X 100 %
bila hasil < 15 % gangguan eritropoisis

Perlu diingat :
SI + bisa terjd. pd. infeksi kronis dan proses
keradangan kronis
TIBC + bisa pada malnutrisi

22
3. Ferritin Serum
- A. Def. Fe kadar Ferritin < 15 g / L
- Ferritin : N / |
- Gangguan fungsi hati ( Ferritin dilepaskan
dari sel yang rusak )
- Turnover heme | (hemolisis, trauma /
operasi)
- Infeksi, keradangan, keganasan

4. Tranferin serum cara RID

5. Hapusan sumsum tulang
pengecatan Perlss ( Prussian Blue )
23



SI UIBC (Unsaturated Iron Binding Capacity)

TIBC
Normal
AKB (< 15%)
A. Peny. Kronis
Ekses Besi
24
Perjalanan Anemia Kurang Besi
Cad
Besi
SI Morfologi
Normal + + Normo-Normositer
Def.
Prelaten
+ + Normo-Normositer
Def. Laten + + / - + Hipo-Normositer
AKB - + + Hipo-Mikrositer
DD/ A. Kurang Besi dan A. Penyakit Kronis
Gejala Morfologi SI/TIBC Cad. Fe
AKB Anemia Hipo-Mikro SI +
TIBC |
+ +
APK Anemia Hipo-Mikro
SI +
TIBC + / N
N / |
25
Anemia Penyakit Kronik
Penyebab
1. Peny. radang kronis
a. infeksi (co/ abses pr, TB, pneumonia, endokard, osteomiel)
b. non-infeksi (co/ artritis rematoid, SLE, dll)
2. Peny. keganasan (co/ karsinoma, limfoma, sarkoma)
Patogenesis
akibat menurunnya pelepasan Fe dari makrofag ke plasma
Ingat : T/ besi gagal (tidak ada respon meskipun SI rendah)
(harus sesuai penyebab yang mendasari)
26
Gambaran Laboratorium APK
1. Hipokrom mikrositik
2. Derajat anemia ringan, non-progresif (sesuai penyakit)
3. SI + dan TIBC +
4. Feritin N / |
5. Simpanan Fe sstlg (RES) : N ( tapi eritroblas+ )
lactoferin (transferin-like protein)
TALASEMIA dan HEMOGLOBINOPATIA
dibahas pada A. Normokrom-Normositer
(Anemia hemolitik)
27
ANEMIA SIDEROBLASTIK
Akibat def. heme sintetase gangguan sintesis heme
akumulasi Fe dalam mitokondria eritroblas gg. maturasi
granula Fe di sekitar inti normoblas btk.cincin (ringed
sideroblast ) Fe tdk seluruhnya diperg. u sintesis heme


Tanda-tanda :
- Anemia sedang (7 10 g/dl) sifat anemia: refrakter

- HDT : dimorfik (hipokrom dan normokrom), siderosit,
normoblas >
- Absorbsi Fe | SI dan Ferritin |
% saturasi transferin |
- Sstl : hiperplasia (Prussian blue) ringed sideroblasts
28
Klasifikasi
1. Herediter
- Defek enzim sintesis heme (heme sintetase)
- X-Linked (laki)
2. Didapat
- Mutasi somatik sel progenitor (SIH) cacat
sintesis heme + sintesis DNA (megaloblastik)
- Akibat metabolisme abnormal vitamin B6
(co/ alkoholisme, malabsorbsi, Th/ isoniazid
- Gambaran megaloblastik dan diseritropoitik MCV |
berubah ke AML masuk kelompok MDS
29
Bersambung