Anda di halaman 1dari 16

Asuhan Keperawatan

OMPHALOKEL

S1-Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Surabaya
2014

Omfalokel adalah penonjolan dari usus
atau isi perut lainnya melalui daerah
umbilical ring yang hanya dilapisi oleh
peritoneum (selaput perut) dan tidak
dilapisi oleh kulit.
Definisi

Penyebab pasti sampai saat ini belum
diketahui.
Omfalokel ini terjadi jika organ abdomen
tidak kembali ke rongga abdomen seperti
seharusnya pada usia janin 10 minggu.


Etiologi

Menurut Glasser (2003) ada beberapa penyebab
omfalokel,
yaitu:
1. Faktor kehamilan dengan resiko tinggi, seperti ibu
hamil sakit dan terinfeksi, penggunaan obat-obatan,
merokok, dan kelainan genetik.
Faktor-faktor tersebut berperan pada timbulnya
insufisiensi plasenta dan lahir pada umur kehamilan
kurang atau bayi prematur.
2. Defisiensi asam folat, hipoksia dan salisilat
menimbulkan defekdinding abdomen
3. Polihidramnion


Manifestasi Klinis
Menurut A.H. Markum
(1991), manifestasi
dari omphalokel
adalah:
1. Organ visera /
internal abdomen
keluar
2. Penonjolan pada isi
usus
3. Teridentifikasi pada
prenatal dengan
ultrasound


Contoh pasien Omphalocel
Omphalocel
Kecil
Besar
Klasifikasi
Menurut Ngastiah, 1997 penatalaksanaan pada
penderita omphalocel anatara lain:
Medik
Operasi dilakukan setelah lahir, akan tetapi
mengingat dengan memasukkan semua usus
dan alat visera sekaligus ke dalam rongga
abdomen akan terjadi tekanan yang
mendadak pada paru, sehingga dapat
menimbulkan gangguan pernafasan, maka
operasi biasanya dilakukan penundaan
sampai beberapa bulan.

Penatalaksanaan
Keperawatan
Masalah keperawatan yang dapat terjadi
adalah resiko infeksi, sebelum dilakukan
operasi bila kantong belum pecah dapat
dioleskan merkurokrom setiap hari untuk
mencegah infeksi. Operasi ditunda sampai
beberapa bulan atau menunggu terjadinya
penebalan selaput yang menutupi kantong
tersebut.
Infeksi usus
Kematian jaringan usus yang bisa
berhubungan dengan kekeringan atau
trauma oleh karena usus yang tidak
dilindungi.
Komplikasi dini adalah infeksi pada
kantong yang mudah terjadi pada
permukaan yang telanjang.

Komplikasi
1. Pengkajian
Fokus Pengkajian menurut Dongoes, M.F (1999):
1. Mengkaji Kondisi Abdomen
Kaji area sekitar dinding abdomen yang terbuka
Kaji letak defek, umumnya berada di sebelah kanan umbilicus
Perhatikan adanya tanda-tanda infeksi/iritasi
Nyeri abdomen, mungkin terlokalisasi atau menyebar,
akut/ironis sering disebabkan oleh inflamasi, obstruksi
Distensi abdomen, kontur menonjol dari abdomen yang
mungkin disebabkan oleh
pelambatan penyosongan lambung, akumulasi gas/feses,
inflamasi/obstruksi.
Asuhan Keperawatan
2. Mengukur temperatur tubuh
Demam, manifestasi umum dari penyakit pada
anak-anak dengan gangguan GI,
biasanya berhubungan dengan dehidrasi, infeksi
atau inflamasi.
Lakukan pengukuran suhu secara kontinu tiap 2
jam
Perhatikan apabila terjadi peningkatan suhu
secara mendadak.

3. Kaji Sirkulasi
Kaji adanya sianosis perifer
4. Kaji distress pernafasan
Lakukan pengkajian fisik pada dada dan paru,
terhadap:
Frekuensi : Cepat (takipneu), normal atau lambat
Kedalaman : normal, dangkal (Hipopnea), terlalu
dalam (hipernea)
Kemudahan : sulit (dispneu), othopnea
Irama : variasi dalam frekuensi dan kedalaman
pernafasan
Observasi adanya tanda-tanda infeksi, batuk, seputum
dan nyeri dada
Kaji adanya suara nafas tambahan (mengi/wheezing)
Perhatikan bila pasien tampak pucat/sianosis

2. Diagnosa Keperawatan
Pre operasi:
Pola nafas tidak efektif b.d. penekanan
rongga abdomen (paru-paru)
Resiko kurang volume cairan b.d.
dehidrasi
Resiko infeksi b.d. isi abdomen yang
keluar
Kecemasan keluarga b.d. ancaman
kematian


TERIMA KASIH