Anda di halaman 1dari 6

Macam-macam baterai, karakteristik

dan perawatannya
Posted on April 6, 2010. Filed under: BlackBerry, Tips | Tags: baterai boros, handphone, low
baterai, Perawatan Batterai, Usia Batterai |
Baterai sebagai sumber daya untuk berbagai macam gadget (handphone,pda,ipod,mp3
player,notebook,netbook dll) mempunyai peran yang sangat fital dalam menunjang aktifitas
terhadap gadget yang ada. Tentunya daya baterai sangat dibutuhkan, menjadi hal yang sangat
menyebalkan dan bahkan menjadi hal yang sangat merugikan ketika kita membutuhkan gadget
akan tetapi baterai yang ada tidak mampu menyuplai daya yang dibutuhkan (low bat,baterai soak
dll). Tulisan dibawah berikut adalah tentang karakteristik berbagai macam baterai dan bagaimana
cara untuk menyiasati umur baterai (khusus untuk handphone)
1.NiCD (nickel-cadmium battery / Nicad )
Baterai NiCD
Baterai jenis ini merupakan generasi pertama. Berkapasitas besar, baterai ini cocok untuk ponsel
lama yang bertenaga besar. Sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya. Proses pengisian ulang pun
cukup merepotkan, misalnya pengisian ulang harus dilakukan pada saat daya baterai benar-benar
habis. Karena baterai NiCD memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun
jika pengisian belum benar-benar kosong.
Singkatan NiCad adalah merek dagang terdaftar dari SAFT Corporation, meski produk ini
umumnya digunakan untuk menjelaskan seluruh baterai nikel-kadmium. Di sisi lain, singkatan
NiCd berasal dari simbol kimia dari nikel (Ni) dan kadmium (Cd), oleh karena itu jangan
menjadi bingung dengan rumus kimia .
Ada dua jenis baterai NiCd: disegel dan diberi ventilasi
2.NiMH (Nickel Metal Hydride)
Baterai NiMH
Generasi selanjutnya dari baterai adalah NiMH. Baterai isi ulang ini masih memiliki memory
effect namun hanya bersifat sementara. Jadi lebih fleksibel dibanding dengan NiCD. Untuk
pengisian ulang baterai ini tidak perlu menunggu benar-benar habis, namun dengan konsekuensi
akan terasa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan
kemampuannya akan kembali normal lagi.
pembuangan baterai NiMH yang tidak benar menimbulkan bahaya lingkungan kurang dari
baterai NiCd karena tidak adanya kadmium .
3.Li-Ion ( Lithium Ion)
Baterai Li-Ion
Dibanding dengan 2 generasi sebelumnya, type ini tidak lagi memiliki memory effect. Jadi anda
bisa mengisi ulang tanpa menunggu baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki life cycle (siklus
hidup) yang lebih pendek. Bahkan apabila dicharges berlebihan baterai lithium ion akan
menurun kemampuannya dibanding NiCD atau NiMH.
Lithium-ion adalah salah satu jenis yang paling populer, dengan salah satu yang terbaik energy-
to-weight ratios , tidak ada efek memori , dan lambat dalam penurunan daya jika tidak
digunakan. Selain digunakan untuk peralatan elektronik, baterai lithium-ion yang semakin
meningkat popularitasnya juga dipergunakan untuk pertahanan, otomotif, dan aplikasi ruang
angkasa karena kepadatan energi yang tinggi. Namun, beberapa jenis perlakuan dapat
menyebabkan baterai lithium-ion konvensional dapat meledak .
4.Li-po (Lithium polymer)
Baterai Li-Po
Polimer ion baterai-Lithium, lithium ion polimer, atau lebih umum baterai lithium polymer
(disingkat Li-poli, Li-Pol, LiPo, LIP, PLI atau LiP) adalah baterai isi ulang (baterai sel
sekunder). Biasanya baterai ini terdiri dari beberapa sel sekunder yang identik di samping paralel
untuk meningkatkan kemampuan debit saat ini.
Tipe ini telah berevolusi dari teknologi baterai lithium-ion . Perbedaan utama adalah bahwa
lithium salt elektrolit tidak ditempatkan dalam organic solvent tetapi dalam polimer padat
komposit misalnya polietilen oxide atau polyacrylonitrile . Keuntungan dari polimer Li-ion atas
desain lithium-ion berpotensi lebih rendah termasuk biaya pembuatan, kemampuan beradaptasi
terhadap berbagai bentuk kemasan, dan kekasaran. Lithium-ion baterai polimer mulai muncul
dalam peralatan elektronik konsumen sekitar tahun 1996.
ini generasi paling baru dari baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya diatas
baterai Li-ion, untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh berbeda dengan Lithium Ion.
Namun penanganannya harus ekstra hati-hati mengingat sifatnya yang cukup liquid dengan
tekanan cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.
Kelemahan Li-po justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu
ponsel mati dengan sendirinya. Atau sebisa mungkin ketika ponsel memberikan peringatan
baterai lemah. Jika tidak, ponsel akan susah untuk diaktifkan karena baterai belum pulih
sepenuhnya.
Apakah memory effect itu?
Memory Effect
Anda mungkin pernah atau bahkan sering mendengar istilah memory effect. Memori efek, juga
dikenal sebagai efek baterai malas atau memori baterai, adalah efek yang diamati pada nikel
kadmium baterai isi ulang yang menyebabkan mereka terus berkurang dayanya. Ini
menggambarkan satu situasi yang sangat khusus yang tertentu baterai NiCd secara perlahan
kehilangan kapasitas energi maksimum jika mereka berulang kali diisi setelah habis hanya
sebagian. Baterai muncul untuk mengingat kapasitas lebih kecil. Sumber efek perubahan dari
karakteristik bahan aktif kurang dimanfaatkan oleh sel. Istilah ini sering keliru untuk hampir
semua kasus di mana baterai tampaknya terus berkurang daya dari yang diharapkan.Kasus-kasus
ini lebih mungkin karena usia baterai dan gunakan, menyebabkan perubahan ireversibel dalam
sel karena sirkuit internal pendek, kehilangan elektrolit, atau pemulihan sel.
Memory Effect hanya terjadi pada baterai ponsel jenis NiCAD dan NiMH. Gambaran singkatnya
sebagai berikut : jika setiap saat anda mengisi baterai hanya sebesar 60%, maka suatu saat baterai
akan lupa bahwa masih ada ruang sebesar 40% yang belum terisi. Baterai akan menganggap 60%
adalah 100% alias baterai terisi penuh. Namun memory effect tersebut hanya terjadi pada tipe
baterai lama seperti NiCAD dan NiMH.
Memperpanjang Usia Baterai.
Hal yang paling mudah untuk memperpanjang usia baterai adalah dengan sedikit perawatan.
Usia baterai rata-rata hingga 400 kali pengisian dan discharges, bagaimana cara memperpanjang
usia pemakaiannya? Jika anda melakukan pengisian pada setiap malam, usia baterai anda
setidaknya bisa bertahan dalam kurun waktu 12-15 bulan.
Jika anda dapat melakukan pengisian 2kali dalam seminggu, berarti usia baterai anda bisa
mencapai 2-3 tahun. Jadi, lebih sedikit anda melakukan pengisian, maka semakin lama pula usia
baterai anda.
Berikut dibawah ini adalah beberapa cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk membuat usia
baterai lebih awet.
1.Persingkat waktu pengisian
cara yang paling efektif melakukan pengisian yakni apabila ponsel dalam kondisi off (mati).
Tetapi perlu diingat, lakukan hal ini apabila anda benar-benar tidak sedang dalam keadaan
menunggu telepon yang penting, misalnya selepas jam kerja, malam hari (saat tidur) ,pagi
hari(subuh)
2.Hindari copot sim/baterai.
Setiap kali mengganti SIM, berarti ponsel anda harus dimatikan dan pada awal dihidupkan akan
meloading sistem ponsel dan melakukan pencarian sinyal operator. Pekerjaan ini membutuhkan
daya yang cukup besar.
3.Matikan vibrator dan lampu latar.
Jika anda berada dalam ruangan yang bisa dipastikan bisa mendengar bunyi dering ponsel
dengan jelas, tak ada salahnya matikan fungsi getar, begitu juga matikan lampu latar standby atur
supaya lampu standby off secepatnya (5-10 detik), dan juga sebisa mungkin atur agar tidak aktif
pada siang hari.
4.Hindari fitur yang tidak perlu
fitur ponsel yang semakin beragam membuat penggunaan bateraipun akan semakin boros. Untuk
itu sebisa mungkin tidak menggunakan fitur yang tidak diperlukan diantaranya :
-mengaktifkan flash kamera pada siang hari.
-mengaktifkan bluetooth padahal tidak dipergunakan.
-mengaktifkan wifi
-infra merah
-gps
-setting brightness serendah mungkin saat siang hari
5.Hindari ponsel dari benturan dan percikan air
salah satu sebab baterai boros adalah karena adanya hubungan singkat(korsleting), korsleting
bisa disebabkan karena ponsel sering terjatuh,terbentur benda atau mungkin juga terkena cairan.
Untuk mengurangi efek negatifnya sebaiknya gunakan pelindung.
6.Pastikan anda di mode tertentu (GSM)
ponsel 3G umumnya mempunyai pilihan seting jaringan GSM, dual mode dan 3G only. Bila
anda tidak sedang menikmati fasilitas 3G, sebaiknya gunakan mode GSM saja.
7.Jangan biarkan baterai habis/ drained
untuk tipe baterai jenis Lithium Ion dan Polymer waktu pengisian baterai sebaiknya tidak
menunggu baterai benar-benar habis. Jadi begitu ada peringatan baterai lemah segera lakukan
pengisian baterai anda.
8.Lain-Lain
-letakkan ponsel ditempat yang benar, ditempat dengan temperatur yang cukup segar, jangan
ditempat yang terlalu panas.
-letakkan ponsel ditempat yang mempunyai jangkauan sinyal yang benar-benar kuat.
-segera cabut charger ketika proses pengisian baterai telah selesai (baterai sudah penuh)
-kurangi aktivitas aplikasi berat seperti editing photo di dalam ponsel, menyalakan mp3 player
terus-menerus, panggilan video call berkali-kali, dan lain-lain.
-gunakan mobile charger pada saat benar-benar dibutuhkan, karena daya pengisian pada mobil
berbeda (kondisi daya pada mobil seringkali naik-turun) dengan daya pengisian listrik, maka jika
benar-benar tidak dalam kondisi dibutuhkan hindari pengisian dengan menggunakan mobile
charger.

Tips Merawat Baterai Li-Po
etelah sebelumnya saya telah membuat posting tentang tips merawat baterai berjenis Li-Ion, di posting kali ini saya
akan membahas tips serupa, namun kali ini berlaku untuk baterai berjenis LiPo atau juga biasa di tulis Li-Po / Li -
Poly (Lithium Polymare). Baterai jenis ini biasanya digunakan oleh produk smartphone Sony (Xperia), bahkan
ponsel lama nya saat masih menggunakan nama Sony Ericsson pun sudah memakai baterai jenis ini. Kelebihan dari
baterai ini adalah memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan baterai Li-Ion. Namun tetap saja, meskipun
lebih unggul, ada beberapa trik dan cara tertentu untuk dapat memaksimalkan umur dari baterai jenis ini. Nah untuk
itu saya ingin berbagi tips untuk perawatan baterai berjenis Li-Polymare ini. Perlu saya tekankan bahwa tips ini
hanya berlaku untuk baterai berjenis Li-Po, karena tiap jenis baterai memiliki kelebihan, kekurangan dan cara
perawatan yang berbeda. Oke kita langsung saja ke TKP :D
Pemakaian pertama
Sama seperti baterai Li-Ion, baterai berjenis Li-Po juga tidak perlu di isi ulang dalam waktu lama saat pertama kali
menggunakannya. Abaikan saja saran orang - orang untuk mengisi ulang dalam jangka waktu tertentu (6-8 jam)
karena hal itu tidak akan berpengaruh pada baterai jenis ini. Pengisian seperti itu hanya berlaku untuk ponsel yang
memiliki baterai berjenis NiCad dan NiMH saja, dimana sekarang ini hampir dipastikan sudah tidak ada lagi ponsel
atau gadget yang menggunakan baterai jenis itu.
Perawatan selanjutnya
Yang paling penting dari baterai jenis ini (dan jenis lain) adalah cara / kebiasaan dari pemakaian dalam jangka
panjangnya. Meskipun baterai ini sudah terlindung dari kondisi overcharge yang artinya tidak ada masalah jika tetap
mengisinya pada saat baterai sudah penuh, namun saya tetap menyarankan untuk segera men-discharge atau
mencabut baterai dari konektor charger saat baterai penuh. Gunanya adalah untuk menjaga suhu baterai agar tidak
terlalu panas.
Baterai jenis ini memiliki life cycle yang lebih baik dibanding dengan baterai Li Ion sehingga akan lebih panjang
masa pakainya. Namun yang paling penting bagi pengguna gadget dengan baterai jenis ini adalah agar menjaga suhu
baterainya agar tidak terlalu tinggi. Karena perlu diketahui bahwa musuh terbesar dari baterai jenis ini adalah panas
berlebihan CMIIW. Panas berlebihan akan menyebabkan baterai ini cepat kembung. Hal - hal diatas sudah saya
terapkan pada handphone lama saya, yakni Sony Ericsson W200i yang kebetulan sudah menggunakan baterai jenis
ini, dimana selama 4 tahun menggunakannya, belum ada masalah yang berarti pada baterai (3 tahun pertama masih
aktif digunakan untuk telpon, sms, musik, internet, dan chatting, charging hingga 2x sehari, namun sekarang hanya
digunakan untuk sms saja dan sesekali memainkan musik, charging 1 hingga 5 hari sekali jika hanya dalam keadaan
stand by) meskipun saya sudah merasakan sedikit penurunan performa.
Isilah baterai saat gadget sudah menunjukkan bahwa baterai lemah, jangan biarkan baterai ini benar - benar habis.
Jika anda tidak bisa mencharge baterai karena keadaan tertentu, dan baterai sudah sangat lemah, sebaiknya matikan
gadget anda, lalu charge dan biarkan beberapa saat, barulah nyalakan kembali. Karena device yang menggunakan
baterai jenis ini akan sulit dinyalakan kembali sebelum baterai benar - benar pulih jika anda membiarkannya benar -
benar kosong.