Anda di halaman 1dari 18

Lapsus Bronkiolitis

Identitas
Nama : Alfira Chika
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 8 bulan
Suku : Jawa
Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Jln. Kecubung Gang Gadung
No. 6 Dps
MRS : 31 Januari 2014

Anamnesis
Keluhan utama: sesak napas
Penderita dikeluhkan sesak sejak tadi, sesak tidak
disertai dengan suara grok-grok, ngik-ngik (-),
kebiruan (-), sesak tidak hilang dengan perubahan
posisi. Penderita dikeluhkan panas sejak 4 hari yang
lalu, panas awalnya sumer-sumer kemudian naik,
panas naik turun dengan obat penurun panas, kejang
(-). Batuk (+) lebih sering di malam hari, sejak satu
minggu yang lalu, batuk dengan dahak putih sulit
dikeluarkan, darah (-). Pilek (+) sejak 4 hari yang lalu,
pilek dengan ingus encer bening. Makan & minum
penderita berkurang sejak sakit. Mencret (+) sejak 2
hari yang lalu, frek. + 3 x / hari, konsistensi seperti
bubur, lendir (-), darah (-), bau asam (-), bau amis (-),
warna kuning. BAK (+) N, terakhir BAK pkl 16.00
warna kuning jernih vol + gelas

Anamnesis
Riwayat pengobatan: 4 hari yang lalu ke bidan dengan
keluhan panas, batuk pilek, diberi obat keluhan tidak
membaik. 2 hari yang lalu ke UGD RSPR dengan keluhan
masih panas, batuk pilek, diberi Sanmol, Sanadryl
expectoran, Cefat keluhan tetap ditambah saat ini
sesak.
Riwayat kesehatan/penyakit: Batuk, pilek, panas, mencret
berobat ke bidan membaik , tidak pernah opname
sebelumnya.
Riwayat keluarga: Ibu menderita penyakit asma
Riwayat persalinan: penderita lahir di bidan, cukup bulan,
langsung menangis, BBL 2800 gram, PBL lupa
Riwayat nutrisi: ASI : 0 - 1 bulan, susu formula : 0
sekarang, bubur Susu : 6 bulan sekarang
Riwayat imunisasi: lengkap
Riwayat tumbuh kembang: mengangkat kepala 3 bulan,
berbalik 4 bulan, duduk belum bisa.
Pemeriksaan Fisik
Status present
Keadaan Umum : tampak sesak
Kesadaran : compos mentis
Nadi : 140 x/menit
Respirasi : 52 x/menit, ekspirasi
memanjang
Temp. Aksila : 38,5
0
C
Panjang Badan : cm
Berat Badan : 6000 gram
Berat Badan Ideal : gram
Status Gizi : %

Pemeriksaan Fisik
Status General
Kepala : normocephali, UUB terbuka datar, UUK tertutup
Mata : anemia (-/-), ikterus (-/-), RP (+/+) isokor, oedema (-/-)
Telinga : sekret (-)
Hidung : sekret (-), NCH (-)
Tenggorokan : sulit dievaluasi
Bibir : sianosis (-)
Leher : pembesaran kelenjar (-), kaku kuduk (-)
Thoraks: simetris (+), retraksi (+) subkostal minimal
Cor : S
1
S
2
Normal Regular, Murmur (-)
Pulmo : B. Vesikuler (+/+), ronkhi (+/+) basah halus di basal,
wheezing (+/+) ekspirasi memanjang
Abdomen: distensi (-), nyeri tekan (-), meteorismus (-), bising usus (+)
normal, turgor normal, hati/limpa tidak teraba
Ekstremitas: hangat (++/++), oedema (--/--)
Darah Lengkap
Parameter Hasil Satuan Interpreta
si
WBC 11 10
3
/L Normal
RBC 4,3 10
6
/L Normal
Hb 10,20 g/dL Rendah
HCT 32,90 % Rendah
PLT 219,00 10
3
/L Normal
NE 1,64 10
3
/L Rendah
LY 9,07 10
3
/L Tinggi
MO 0,25 10
3
/L Rendah
EO 0,02 10
3
/L Rendah
BA 0,02 10
3
/L
Thorax
Cor: besar dan
bentuk normal,
CTR 48%
Po: tidak tampak
infiltrat, kesan
normal
Diagnosis kerja
Bronkiolitis Akut Derajat Sedang
Diagnosis banding: Asma Bronkiale, Pneumonia
Penatalaksanaan
MRS, konsultasi dengan SpA
Terapi Cairan: IVFD D5 NS 20 tetes mikro/menit (500 cc
habis dalam 25 jam)
Sanmol syrup lanjut 4xcth (jika panas terus, diulang
@4jam)
Limoxin drop 3x4 tetes
Nebulisasi Fartolin 0,6 ml + NaCl 3% sampai volume total
4 ml @ 6 jam
Intidrol injeksi bolus awal 12,5 mg (atau 0,2 ml) lanjut
4x3,125 mg (atau 0,05 ml)
Viridis 3x2 ml
Oksigen 1-2 lpm
Monitoring keluhan, vital sign, waspada tanda-tanda gagal
napas.
KIE
Follow up hari I
Tangg
al
S O A P
1/2/14 Sesak berkurang
Batuk (+)
Makan minum
baik
Mencret (-)
Demam (-)
Bak biasa
St. present
KU : sakit sedang
Kes : E
3
V
4
M
5

HR : 130 x/menit
RR : 30 x/menit
Tax : 37
0
C
SpO
2
: 98%
St. General
THT : NCH (-), sekret (+)
encer, sianosis (-)
Thoraks : simetris (+), retraksi
(-)
Cor : S
1
S
2
N Reg Mur (-)
Po : b.ves +/+, rh -/-, wh -/-
Ext : hangat ++/++, sianosis --
/--, CRT < 3


Bronkiolit
is akut
Terapi Cairan: IVFD
D5 NS 20 tetes
mikro/menit (500 cc
habis dalam 25 jam)
Sanmol syrup lanjut
4xcth (jika panas
terus, diulang @4jam)
Limoxin drop 3x4
tetes
Nebulisasi Fartolin 0,6
ml + NaCl 3% sampai
volume total 4 ml @ 6
jam
Intidrol injeksi bolus
awal 12,5 mg (atau
0,2 ml) lanjut 4x3,125
mg (atau 0,05 ml)
Viridis 3x2 ml
Oksigen 1-2 lpm
Mx/ vital sign, tanda
gagal napas

Follow up hari II
Tanggal S O A P
2/2/14

Sesak (-)
Batuk berkurang
Makan minum
baik
Keluhan (-)
St. present
KU : baik
Kes : E
3
V
4
M
5

HR : 130 x/menit
RR : 30 x/menit
Tax : 36,5
0
C
SpO
2
: 98%
St. General
THT : NCH (-), sekret (+)
encer, sianosis (-)
Thoraks : simetris (+), retraksi
(-)
Cor : S
1
S
2
N Reg Mur (-)
Po : b.ves +/+, rh -/-, wh -/-
Ext : hangat ++/++, sianosis --
/--, CRT < 3


Bronkiolit
is akut
Terapi lanjut
Bila keluhan (-)
pasien BPL,
kontrol 3 hari lagi
atau bila ada
keluhan

Mx/ vital sign, tanda
gagal napas

Pembahasan
teori kasus
Bronkiolitis terjadi pada
anak < 2 tahun
Bronkiolitis awalnya
ditandai dengan ispa
(pilek encer, demam) 1-2
hari batuk iritatif
repetitif dan paroksismal
dyspneu, napas cuping
hidung, takikardi, sianosis
Tanda: penggunaan otot
bantu nafas, retraksi,
ronki basah halus,
wheezing dan ekspirasi
yg memanjang
Usia 8 bulan
merupakan salah satu
usia puncak terjadinya
bronkiolitis
Gejala diawali ispa,
batuk iritatif dan sesak
Terdapat tanda retraksi
minimal pada subkosta,
ronki basah halus dan
wheezing dg ekspirasi
memanjang
Bronkiolitis Akut
Derajat Sedang
Pembahasan
teori kasus
Gold standar: usapan
nasofaring untuk RSV
DL: umumnya normal
Radiologis:
hiperinflasi paru,
atelektasis sekunder,
konsolidasi, 10%
kasus normal
Saturasi oksigen
Tidak dilakukan
pemeriksaan usapan
nasofaring
Dijumpai limfositosis
(viral infection)
Pada roentgen normal
Saturasi oksigen
masih baik
Pembahasan
teori kasus
Diagnosis banding
Asma: >> usia > 2
tahun, riwayat atopi di
keluarga, eosinofilia,
tidak didahului ISPA,
rhonki terbatas,
membaik dg
bronkodilator
Pneumonia: jarang
pada usia < 2 tahun,
leukositosis, wheezing
jarang, infiltrat pd
roentgen lebih jelas
Usia 8 bulan, riwayat
atopi (+), eosinofilia (-
), didahului ispa,
rhonki (+/+)
Leukositosis (-),
infiltrat (-)
Pembahasan
teori kasus
Oksigen konsentrasi 40%
untuk menanggulangi
dyspneu, mencegah
sianosis (saturasi harus
95-98%)
Terapi cairan pd px dg
kondisi lemah
Bronkodilator
kontroversi
Adrenalin rasemik
kontroversi
Kortikosteroid
kontroversi
Antibiotika kurang
rasional
Ribavirin kontroversi
Nebulisasi Fartolin 0,6 ml +
NaCl 3% sampai volume
total 4 ml @ 6 jam (dosis
salbutamol 0,05-0,1
mg/kgBB/kali @6jam)
Intidrol injeksi bolus awal
12,5 mg (atau 0,2 ml) lanjut
4x3,125 mg (atau 0,05 ml)
(dosis deksametason bolus
1 mg/kgBB 0,5-1
mg/kgBB/hari @ 8 jam)
Viridis 3x2 ml (methisoprinol:
imunomodulator)
50mg/kgBB/hari
Pembahasan
teori kasus
Prognosis pada
umumnya baik.
Kematian terjadi < 1
% biasanya karena
apneu
berkepanjangan,
dehidrasi berat, PJB,
imunodefisiensi
Pencegahan:
mengurangi kontak,
higienitas, RSV
imunoglobulin,
Palivizumab
Pada pasien prognosis
diperkirakan ke arah
baik dg lama perawatan
dua hari
Tidak tampak toksik,
saturasi >95%, lahir
aterm, laju napas
52x/menit (tidak sampai
>70x/menit), tidak
tampak atelektasis, usia
> 3 bulan
KIE pada keluarga
mengenai higienitas
(cuci tangan) dan
kontrol 3 hari setelah
rawat inap/ bila ada
keluhan
trimikisyi