Anda di halaman 1dari 28

Case Vignette

Pembimbing :
dr. Isa Multazam Noor, MSc, SpKJ



Oleh :
Yuliana
2009730061


Case Vignette 3
Jeremy, usia 9 th, dibawa oleh ibunya ke klinik
kesehatan mental karena dia telah menjadi semakin tidak
disiplin dan sulit untuk diatur di sekolah. Selama bulan
terakhir ini meyakinkan ibunya bahwa ia harus melakukan
sesuatu tentang perilakunya. Beberapa minggu yang lalu ia
bersumpah pada gurunya dan diskors dari sekolah selama 3
hari. Minggu lalu ia ditegur oleh polisi karena mengendarai
sepeda di jalan, ibunya telah berulang kali memperingatkan
dia. Keesokan harinya ia gagal menggunakan pedal rem dan
naik sepeda hingga menghancurkan jendela toko. Dia tidak
tertangkap dalam pelanggaran lebih serius, meskipun begitu
ia memecahkan sebuah jendela ketika ia mengendarai
sepedanya dengan seorang teman.

Jeremy telah sulit untuk diatur sejak sekolah TK.
Masalah perlahan-lahan telah meningkat. Setiap kali dia
tanpa pengawasan yang ketat, ia mendapat kesulitan. Dia
telah ditegur di sekolah untuk mengganggu dan
menendang anak-anak lain, mereka tersandung, dan
menyebut nama mereka. Dia digambarkan sebagai
pemarah dan mudah tersinggung, meskipun pada saat ia
tampaknya menikmati sekolah. Seringkali ia tampaknya
sengaja mencoba untuk mengganggu anak-anak lain,
meskipun dia selalu mengklaim bahwa orang lain telah
memulai argumen. Dia tidak terlibat dalam perkelahian
serius, tetapi kadang-kadang saling memukul dengan
beberapa anak yang lainnya.

Jeremy kadang-kadang menolak untuk
melakukan apa yang kedua gurunya katakan, dan tahun
ini sangat sulit dengan seorang yang mengajarinya disiang
hari untuk aritmatika, seni, dan pelajaran ilmu
pengetahuan. Dia memberikan banyak alasan mengapa
ia tidak harus melakukannya, dan berpendapat ketika
diberitahu untuk melakukannya. Banyak masalah yang
sama dialami tahun lalu ketika dia hanya punya satu
guru. Meskipun demikian, nilai-nilainya yang baik, dan
telah menjadi lebih baik selama tahun, terutama dalam
aritmatika dan seni, yang mata pelajaran yang diajarkan
oleh gurunya ia yang paling memiliki kesulitan.

Perilaku Jeremy di rumah cukup bervariasi. Pada
beberapa hari ia menantang dan kasar kepada ibunya, yang
perlu diminta beberapa kali untuk melakukannya, meskipun
terkadang langsung melakukannya; pada hari-hari lainnya ia
menarik dan rela untuk menolong, tetapi hari yang tidak
menyenangkan mendominasi. "Hal kecil terakhir mengganggu
dia, dan kemudian dia berteriak dan berteriak." Jeremy
digambarkan sebagai dengki dan dengan adiknya, Rickie,
bahkan ketika ia berada dalam suasana hati yang baik, dia
tidak seperti Rickie.
Konsentrasi Jeremy umumnya baik, dan ia tidak
meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai. Ibunya
menggambarkan dia sebagai "di mana saja sepanjang waktu,"
tetapi tidak ada kegelisahan. Ibunya juga komentar bahwa ia
banyak menceritakan kebohongan kecil, meskipun ketika
ditekan, adalah jujur tentang hal-hal penting

Gejala pada ilustrasi
Semakin tidak disiplin dan sulit untuk diatur di sekolah
Ditegur polisi karena mengendarai sepeda di jalan
Menghancurkan jendela toko saat mengendarai
sepedanya
Sulit diatur sejak TK
Telah ditegur di sekolah untuk mengganggu dan
menendang anak lain
Pemarah dan mudah tersinggung

Sengaja mencoba untuk mengganggu anak yang
lainnya
Kadang menolak untuk melakukan apa yang
kedua gurunya katakan
Nilai yang baik terutama dalam aritmatika dan seni
Menantang dan kasar kepada ibunya, bersifat
dengki dengan adiknya
Banyak menceritakan kebohongan kecil, meskipun
ketika ditekan, adalah jujur tentang hal-hal penting

Daftar Masalah
Gejala pemusatan perhatian dan
hiperaktif
Gangguan Emosi
Gangguan tingkah laku

Definisi

Gejala pemusatan perhatian dan
hiperaktif

Gangguan perkembangan neurobehavioral
yang dikarakteristikkan sebuah pola dari
berkurangnya perhatian dan impulsif lebih tinggi
dari yang diharapkan pada anak atau remaja
dengan umur dan tingkat perkembangan tertentu
Gangguan Emosi
Masalah yang terdapat pada suasana perasaan yang
dihayati secara sadar, bersifat kompleks, melibatkan pikiran,
persepsi dan perilaku individu


Gangguan tingkah laku
Suatu pola tingkah laku yang berulang dan menetap dimana
hak-hak dasar orang lain / norma sosial/ aturan utama yang
sesuai dengan umur dilanggar

Kriteria diagnostik gangguan pemusatan
perhatiian/hiperaktivitas (ADHD) menurut DSM-IV
A. Salah satu dari (1) atau (2)
1. Enam (atau lebih) gejala inatensi/ gangguan konsentrasi yang
menetap 6 bulan atau lebih dengan derajat berat dan tidak
sesuai dengan umur perkembangan.
Inatensi/ gangguan konsentrasi
Sering gagal memberi perhatian yang cukup terhadap detail,
atau membuat kesalahan karena ceroboh saat mengerjakan
pekerjaan sekolah, bekerja atau aktivitas lain
Sering sulit mempertahankan pemusatan perhatian saat
bermain atau bekerja
Sering seperti tidak mendengarkan bila diajak berbicara


Sering tidak enurut instruksi dan gagal mengerjakan
pekerjaan sekolah, tugas di pekerjaan (bukan karena
melawan atau bukan karena tidak mengerti
Sering mengalami kesulitan mengorganisir tugas dan
aktivitas
Sering menghindari, tidak menyukai, atau menolak untuk
melakukan tugas yang memerlukan konsentrasi penuh,
misalnya pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah
Sering kehilangan barang-barang yang diperlukan sehari-
hari untuk menyelesaikan tugas dan aktivitas, misalnya
mainan, pinsil, buku)
Perhatiannya mudah terpecah bila ada rangsang dari luar
Pelupa dalam aktivitas sehari-hari

2. Enam atau lebih gejala hiperaktivitas-impulsivitas,
yang menetap 6 bulan atau lebih, dengan derajat
berat dan tidak sesuai dengan umur
perkembangan
Hiperaktivitas
Sering bermain jari atau tidak dapat duduk diam
Sering meninggalkan kursi di sekolah atau di
situasi lain yang memerlukan duduk di kursi
Sering lari dan memanjat berlebihan di situasi
yang tidak tepat. Pada anak remaja terlihat
sebagai rasa gelisah
Sering mengalami kesulitan bermain atau
aktivitas lain yang memerlukan ketenangan
Selalu bergerak, seperti didorong motor
Sering berbicara terlalu banyak


Impulsivitas
Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai
ditanyakan
Sering sulit menunggu giliran
Sering menginterupsi atau mengganggu anak
lain, misalnya menyela suatu percakapan,
masuk ke dalam permainan tanpa antri
Gejala hiperaktif-impulsif mulai terlihat sebelum
berumur 7 tahun

B. Beberapa gejala hiperaktivitas /impulsivitas atau inatensi
menyebabkan gangguan yang telah ada sebelum
berumur 7 tahun.
C Gejala terjadi di dua situasi berbeda atau lebih misalnya di
sekolah dan di rumah
D. Adanya gangguan bermakna dalam fungsi sosial,
akademis, atau pekerjaan
E. Gejala bukan merupakan bagian gangguan
perkembangan pervasif (autisme), schizophrenia, atau
gangguan jiwa berat lain, dan bukan disebabkan
gangguan mood, kecemasan atau ansietas, gangguan
disosiasi, atau gangguan kepribadian

Tipe:
Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, tipe
kombinasi bila didapat kriteria A1 dan A2 selama 6
bulan terakhir
Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, tipe
inatensi bila kriteria A1 dipenuhi tetapi kriteria A2
tidak dipenuhi selama 6 bulan terakhir
Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, tipe
hiperaktif-impulsif bila kriteria A2 dipenuhi tetapi
kriteria A1 tidak dipenuhi selama 6 bulan terakhir

GANGGUAN HIPERAKTIVITAS DEFISIT
PERHATIAN
(GHDP)
Definisi Hiperaktifitas
Suatu pe aktifitas motorik hingga pada tingkatan tertentu
yang menyebabkan gangguan perilaku yang terjadi
setidaknya pada 2 tempat dan suasana yang
berbeda.(National Medical Series)

Aktifitas anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan
ditandai gangguan perasaan gelisah, selalu menggerak-
gerakkan jari-jari tangan, kaki, pensil, tidak dapat duduk
dengan tenang dan selalu meninggalkan tempat duduknya
meskipun pada saat dimana dia seharusnya duduk dan
tenang. (Larry B Silver)
ADHD ditandai o/ kemampuan mempertahankan
perhatian walaupun tidak ada stimulus pengalihan
perhatian dari luar.
Anak dengan gangguan ADHD mengalami
hiperaktifitas (karena adanya impulsivitas), dan tampak
resah dan gelisah.
U/ memenuhi kriteria diagnostik gangguan harus ada
sekurangnya 6 bulan gangguan dalam fungsi
akademik atau sosial, dan terjadi sebelum usia 7 tahun.
Menurut DSM IV diagnosis dibuat dengan
menegakkan sejumlah gejala dalam bidang inatensi
atau bidang hiperaktifitas-impulsifitas atau keduanya.
EPIDEMIOLOGI
Insidensi ADHD di AS berkisar antara 2-20%
pada usia sekolah, sekitar 3-7% dari anak-
anak sekolah dasar.
Prevalensi ADHD lebih besar pada anak
laki-laki dibandingkan dengan anak
perempuan , rasio dari 2:1 sampai dengan 9:1.
ETIOLOGI
Penyebab pasti hiperaktivitas pada anak tidak dapat
disebutkan dengan jelas!!
Beberapa referensi bahwa penyebab terjadinya hiperaktivitas
bersifat multifaktorial dimulai dari:
1. faktor genetik,
2. perkembangan otak saat kehamilan,
3. perkembangan otak saat perinatal,
4. tingkat kecerdasan (IQ),
5. terjadinya disfungsi metabolisme,
6. ketidakteraturan hormonal,
7. lingkungan fisik, sosial
8. dan pola pengasuhan anak oleh orang tua, guru dan
orang-orang yang berpengaruh di sekitamya.

Penyebab terjadinya Syndrome Hiperaktifitas
dibagi dalam 3 kelompok
Terjadinya kelainan perkembangan ditandai
penyimpangan struktural dari bentuk normal
karena sebab yang bermacam-macam selain
trauma
Kerusakan SSP secara anatomis seperti halnya
disebabkan infeksi, perdarahan dan hipoksia
Terjadinya malfungsi tanpa disertai perubahan struktur dan
anatomis yang jelas, menyebabkan terjadinya hambatan
stimulus / justru timbulnya stimulus yang berlebihan
penyimpangan yang signifikan dalam perkembangan
hubungan anak dengan orang tua dan lingkungan sekitamya
Terjadinya disfungsi Susunan Saraf Pusat (SSP) sebagai
penyebab terjadinya hiperaktifitas
disfungsi SSP disebabkan gangguan metabolik,
genetik, infeksi, intoksikasi & faktor psikogenik
Masa
prenatal
disebabkan : prematuritas, post date, hambatan
persalinan, induksi persalinan, kelainan letak
(presentasi bayi), efek samping terapi, depresi sistem
imun dan trauma saat kelahiran normal
Masa
perinatal
Dikarenakan : infeksi, trauma, terapi medikasi,
keracunan, gangguan metabolik, gangguan
vaskuler, faktor kejiwaan. keganasan & terjadinya
kejang
Masa kanak
(balita)
5 kriteria utama
1. Gejala tidak mampu memusatkan perhatian
2. Gejala hiperaktivitas dan impulsivitas
3. Gejala hiperaktif-impulsivitas atau tidak mampu
memusatkan perhatian telah ada sebelum usia 7 tahun
4. Kegagalan yang ditimbulkan oleh gejala tersebut
tampak pada dua atau lebih tempat
5. Didapatkan bukti yang jelas adanya kegagalan yang
bermakna secara klinis pada fungsi sosial, akademik dan
okupasional
PENATALAKSANAAN
1. Terapi tingkah laku
CBT (Cognitive and Behavioral Therapy) methods
Pelatihan keterampilan sosial (social skills training)
Pelatihan penatalaksanaan orang tua (parent management training)
Terapi individu/keluarga/kelompok
Intervensi pendidikan
2. Terapi obat-obatan
1
st
line: stimulan, contoh Methylphenidate (Ritalin; dextroamphetamine;
pemoline)
2
nd
line: Clonodine, Desipramine serta SSRIs (Prozac)


Buku ajar psikiatri FKUI, 2013

Diagnosis Multiaksial
Aksis I : F90.1 Gangguan tingkah laku hiperkinetik
Aksis II : Tidak terdiagnosis
Aksis III : Tidak terdiagnosis
Aksis IV : Masalah psikososial dan lingkungan lain
Aksis V : GAF Saat masuk RS : 75
GAF Satu tahun terakhir : 80
PROGNOSIS
Pada umumnya, gejala-gejala tetap ada, namun berubah
pembawaan

menunjukkan tingkah laku antisosial, pelanggaran hukum
(20-25%), penggunaan obat terlarang (16%), dan diagnosis
DSM lain(33%), beberapa memiliki performa kerja yang
buruk, sulit beradaptasi, dan buruknya interpersonal skill.

kebanyakan menjadi normal terutama pada anak yang
tidak agresif, IQ tinggi, kalangan ekonomi atas dan terapi
multi modal