Anda di halaman 1dari 3

Retroanastomotic Hernia

Retroanastomotic hernia terjadi ketika lengkungan usus kecil mengalami herniasi


secara posterior melalui defek berkaitan anastomosis bedah: menurut definisi mereka
dianggap sebagai tipe acquired, subtipe abnormal aperture dari hernia interna
abnormal. Secara khusus, hernia ini telah paling sering digambarkan dengan Roux-en-
Y formasi dan hernia ini terus meningkat dengan peningkatan kasus transplantasi hati
dan bypasses lambung untuk operasi bariatric yang semakin sering dilakukan. Jika
operasi adalah tipe antecolic, batas-batas aperture terdiri dari mesocolon transverse
superior, ligamentum Treitz inferior, dan gastroje-junostomy site and aferen limb dari
anterior jejenum maka timbul istilah !retroanastomotic" #$% &'ambar ()*. +engkungan
hernia yang paling umum terdiri dari segmen eferen jejunal, yang terjadi pada sekitar
,$- kasus #(%. .amun, terdapat kontro/ersi mengenai apakah hal ini terjadi lebih sering
dengan jenis pembedahan antercolic #$% atau retrocolic #(%. Jarang sekali adalah aferen
limb panjang, ileum, cecum, atau omentum yang mengalami hernia ke dalam ruang
retroanastomotic. .amun, jika operasi antecolic dilakukan, lengkungan aferen yang
akan merupakan segmen yang paling sering terlibat.

Gambar 18. Ilustrasi diagram menunjukkan prosedur retrocolic roux-en-y bypass
lambung. Panah menunjukkan lengkungan usus menonjol posterior
enteroenterostomy sesuai dengan hernia retroanastomotic interna.
0ibandingkan dengan jenis hernia transmesenteric interna yang berkaitan dengan
operasi Roux-en-Y, jenis retroanastomotic cenderung terjadi paling sering selama bulan
pertama pasca bedah, dengan setengah dari semua kasus mempertunjukkan selama
ini #(,$%. Sisanya $1-, setengah akan terjadi setelah tahun pertama, dan setengah
lainnya &atau 2$- dari total* akan terjadi antara bulan 2 dan (2 #$%. Juga bertentangan
dengan tipe transmesocolic, retroanasto- motic hernia lebih umum terjadi dengan jenis
operasi ante- colic. 'ejala tergantung pada apakah jenis operasi yang dilakukan
retrocolic atau antecolic. Jika retro-colic, gejala mungkin yang tidak spesifik berkaitan
dengan tinggi obstruksi usus kecil, seperti sakit perut kram dan mual #(,$%. 3iasanya,
gejala muntah agak kurang karena relatif kurangnya cairan dan sekresi di kantong
gastric atau Roux limb #(4%. 5ada pemeriksaan fisik, mungkin bisa terdapat massa di
kuadran kiri atas #(%. 0engan jenis operasi antecolic, pasien lebih umum mempresentasi
keluahan seperti nyeri epigastric dan tenderness, muntah nonbilious, dan peningkatan
amilase #(%. 0ibandingkan dengan tipe hernia interna yang lain, hernia ini kecil
kemungkinannya untuk presentasi dengan stangulasi karena ukuran aperture yang
besar. .amun, komplikasi bisa timbul ketika lengkungan hernia masuk semula rongga
peritoneum yang lebih besar melalui foramen 6inslo7 atau gastrohepatic atau ligamen
gastrocolic #$%. 5ertimbangan diagnostic meliputi komplikasi pasca operasi yang lebih
umum seperti obstruksi gastric outlet, sindroma dumping, dan pancreatitis pasca
operasi dengan keterlambatan dalam diagnosis berpotensial untuk menyebabkan
strangulasi &dengan tingkat kematian 81- dan (11- untuk kelompok yang diobati dan
yang tidak diobati* #(,$%.
Gambar 1!. "#-scan dari dua pasien yang berbeda yang menunjukkan hernia
retroanastomatic.
$ contast-enhanced axial "# scan dari hernia
retroanastomatic pada pasien %anita berumur &' tahun yang menunjukkan
dilatasi pada lengkungan dari tanda fluid-filled pada usus kecil (panah pada
kuadran kiri atas) * "# scan axial pada %anita berumur '8
tahun yang diambil + bulan setelah bypass lambung Roux-en-, yang
menunjukkan lengkungan hernia yang posterior pada jejunojejunostomy (panah
lurus) dan dilatasi Roux limb yang proksimal (panah besar) decompressed distal
ileal loops (panah kecil) dan kolon (panah cengkung).
5ada radiograf, karena hernia usus seringkali terjadi dari kanan ke kiri, kemungkinan
terdapat koleksi lengkungan yang dilatasi pada kuadran kiri atas. 9ungkin juga terdapat
dilatasi yang signifikan pada bypassed stomach. :ontras upper-oral pada studi
gastrointestinal menunjukkan terdapat lengkungan yang abnormal pada posterior dan
lateral gastrojejunostomy, sering dengan beberapa derajat stasis dan dilatasi #(,$%.
5ada ;<, lengkungan hernia jejunal sering ditetapkan di kiri atas setiap kuadran,
biasanya berhubungan dengan beberapa derajat dilatasi &'ambar (4*. .amun, dengan
jenis operasi antecolic, temuan pada studi kontras oral mungkin lebih sulit untuk dinilai
karena kesulitan dalam opasifikasi lengkungan aferen. 5ada ;<, dapat ditemui distensi
struktur tubular dengan tanda fluid-filled. Studi kedokteran nuklir sering dapat
membantu dalam mem/isualisasikan lengkungan aferen dengan menggunakan agen
yang diekskresikan oleh sistem empedu ke dalam duodenum, sehingga
menggambarkan lokasi lengkunagan aferen.
-esimpulan
9eskipun hernia interna sebelumnya jarang penyebab obstruksi usus kecil, insiden
tampaknya meningkat dengan lebih banyak operasi Roux-en-Y yang dilakukan untuk
berbagai alasan, sehingga menciptakan pergeseran dari penyebab kongenital kepada
iatrogenik. Sangat penting bagi ahli Radiologi sadar tentang temuan radiologi bagi
hernia ini, terutama pada ;<, karena ;< dengan cepat menjadi dukungan utama dalam
pemeriksaan nyeri perut akut.