Anda di halaman 1dari 21

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian deskriptif adalah metode

penelitian dengan tujuan membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan

secara objektif, untuk

memecahkan atau

menjawab permasalahan yang sedang

dihadapi khususnya masalah kesehatan (Notoatmodjo, 2002).

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

mengetahui

gambaran

riwayat

obstetri

(persalinan) ibu yang mengalami plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode

Januari 2006 – Juni 2010.

3.2

Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di RSU Dr. Pirngadi Medan dengan pertimbangan

rumah sakit ini adalah rumah sakit pemerintah yang merupakan rumah sakit rujukan

dari Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lain, yang menyediakan tenaga

spesialis

dan fasilitas

pelayanan obstetri,

ditemukan kasus plasenta previa.

3.2.2 Waktu Penelitian

sehingga

di

rumah sakit

ini

banyak

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret tahun 2010 sampai bulan Desember

tahun 2010.

Universitas Sumatera Utara

3.3

Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami

plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 –Juni 2010 dengan

jumlah 167 orang.

3.3.2 Sampel Penelitian

Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu bersalin yang mengalami

plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 –Juni 2010. Besar

sampel dihitung dengan menggunakan rumus (Notoatmodjo, 2002) :

=

=

1 + ( ²)

167

1 + 167 (0, 05 2 )

= 118

Keterangan

n = Besar sampel yang dibutuhkan

N = Jumlah populasi (167 orang)

d = Tingkat ketepatan yang diinginkan (0,05)

Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling.

Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin yang mengalami

plasenta previa dengan kriteria data lengkap sesuai variabel yang diteliti.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan rumus diatas

maka diketahui besar sampel dari populasi 167 ibu bersalin yang mengalami plasenta

previa didapat sampel penelitian sebanyak 120 orang.

Universitas Sumatera Utara

3.4

Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan berupa data sekunder yang diperoleh dari kartu status ibu

bersalin yang mengalami plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari

2006 – Juni 2010.

3.5 Definisi Operasional

Berdasarkan variabel yang diteliti, maka dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Ibu yang mengalami plasenta previa adalah ibu yang didiagnosa mengalami

plasenta previa oleh dokter di RSU Dr. Pirngadi Medan sesuai yang tercatat di

kartu status.

2. Umur adalah lamanya hidup ibu yang mengalami plasenta previa dalam tahun

dihitung sejak ibu lahir sampai pada saat ibu dirawat di RS Dr. Pirngadi Medan

yang tercatat dalam kartu status.

3. Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami oleh ibu bersalin yang

mengalami plasenta previa yang tercatat dalam kartu status.

4. Usia kehamilan adalah kehamilan yang dihitung dari pertama periode menstruasi

terakhir

sampai

dengan

terjadinya

proses

kelahiran

bayi

yang

mengalami

plasenta previa yang tercatat dalam kartu status.

5. Riwayat kehamilan/persalinan adalah riwayat kehamilan/persalinan terdahulu ibu

bersalin yang mengalami plasenta previa yang tercatat dalam kartu status.

6. Klasifikasi plasenta previa adalah tipe plasenta previa menurut letak dalam uterus

sesuai dengan yang tercatat dalam kartu status.

Universitas Sumatera Utara

7.

Cara persalinan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghentikan kehamilan

ibu yang mengalami plasenta previa saat didiagnosa yang tercatat dalam kartu

status.

8.

Keadaan janin adalah kondisi janin yang dikandung ibu bersalin yang mengalami

plasenta previa setelah dilahirkan, yang tercatat dalam kartu status.

 

3.6

Teknik Analisis Data

 

Data yang telah diolah dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk

tabel

distribusi

frekuensi

dan

dilanjutkan

dengan

membahas

hasil

penelitian

berdasarkan teori dari kepustakaan yang ada.

Universitas Sumatera Utara

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum RSU Dr. Pirngadi Medan

Rumah sakit umum Dr. Pirngadi Medan berdiri pada tanggal 11 Agustus

1928, merupakan rumah sakit (RS) milik pemerintah kota Medan Propinsi Sumatera

Utara dengan status RS Swadana sejak 11 Februari 1998. RSU Dr. Pirngadi Medan

adalah rumah sakit pendidikan kelas B yang terakreditasi pada tanggal 14 April 2000.

Visi RSU Dr. Pirngadi Medan adalah terwujudnya MANTAP tahun 2010,

yaitu :

1. Mandiri dalam pendanaan dan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat

2. Tanggap terhadap tuntutan masyarakat, perubahan pola penyakit, dan kemajuan

IPTEK dibidang kesehatan

3. Profesional dalam pelaksanaan pelayanan sesuai standard dan etika

Misi badan pelayanan kesehatan rumah sakit umum Dr. Pirngadi Medan

adalah :

1. Meningkatkan usaha kesehatan paripurna kepada semua golongan masyarakat

secara merata dan terjangkau, sesuai dengan tugas pokok, fungsi serta peraturan

yang berlaku.

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat spesialistik dan sub spesialistik

yang bermutu.

3. Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan secara profesional dan etis agar timbul

kepercayaan dan harapan serta rasa aman dan kenyamanan bagi penderita.

Universitas Sumatera Utara

4.

Meningkatkan peran rumah sakit sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan

pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kesehatan.

Badan pelayanan kesehatan RSU Dr. Pirngadi Medan mempunyai tugas

melaksanakan

upaya

kesehatan

secara

berdayaguna

dan

berhasil

guna

dengan

mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi,

terpadu

dengan upaya

peningkatan serta

pencegahan dan melaksanakan upaya

rujukan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

RSU Dr. Pirngadi Medan mempunyai fungsi :

1. Menyelenggarakan pelayanan medis

2. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis dan non medis

3. Menyelenggarakan pelayanan asuhan keperawatan

4. Menyelenggarakan pelayanan rujukan

5. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan

6. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan

7. Mengelola administrasi dan keuangan

8. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya

9. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala daerah.

Universitas Sumatera Utara

Rumah sakit ini memiliki ruang rawat inap berjumlah 29 ruangan dan rawat

jalan (klinik rawat jalan) terdiri dari 58 klinik. Dalam usaha pelayanan medis Rumah

Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan terdiri dari beberapa unit, yaitu :

1. Penyakit Dalam

2. Bedah

3. Kebidanan dan Penyaki Kandungan

4. Kesahatan Anak

5. Penyakit Mata

6. Penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan

7. Penyakit Kulit dan Kelamin

8. Penyakit Paru-Paru

9. Penyakit Jiwa

10. Penyakit Saraf

11. Patologi Klinik

12. Rehabilitasi Medis

13. Kedokteran Kehakiman

14. Anestesi (Profil RSU Dr. Pirngadi, 2010)

Universitas Sumatera Utara

4.2

Riwayat Obstetri Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa

4.2.1 Umur Ibu

Distribusi frekuensi umur ibu bersalin yang mengalami plasenta previa di

RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat pada tabel

dibawah ini.

Tabel 4.1

Distribusi Frekuensi Umur Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan Periode Januari 2006 – Juni 2010

No

 

Umur (Tahun)

f

%

1

< 20

1

0,8

2

20

- 24

14

11,8

3

25

- 29

25

20,8

4

30

- 34

36

30,0

5

35

- 39

31

25,8

6

40

- 44

12

10,0

7

45

- 49

1

0,8

 

Jumlah

120

100,0

Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa plasenta previa terjadi pada umur < 20

tahun sampai 49 tahun, terbanyak pada umur 30-34 tahun yaitu 36 orang (30,0%),

selebihnya pada umur

umur 25-29 tahun.

4.2.2 Paritas

35-39 tahun sebanyak 31 orang (25,8%), dan 20,8% pada

Distribusi frekuensi paritas ibu bersalin yang mengalami plasenta previa di

RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat pada tabel

dibawah ini.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Paritas Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan Periode Januari 2006 – Juni 2010

No

Paritas

f

%

 

1 Paritas 0

20

16,7

2 Paritas 1

27

22,5

3 Paritas 2

22

18,3

4 Paritas 3

25

20,8

5 Paritas 4

15

12,5

6 Paritas 5

5

4,2

7 Paritas 6

6

5,0

 

Jumlah

120

100,0

Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa plasenta previa terjadi pada paritas 0

sampai paritas 6. Terbanyak pada paritas 1 yaitu sebanyak 27 orang (22,5%),

selebihnya paritas 3 sebanyak 25 orang (20,8%) dan paritas 2 sebanyak 22 orang

(18,3%).

4.2.3 Usia Kehamilan

Distribusi frekuensi usia kehamilan ibu bersalin yang mengalami plasenta

previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat

pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Usia Kehamilan Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006– Juni 2010

No

Usia Kehamilan

f

%

 

1 28 - 36 minggu

66

55,0

2 > 36 minggu

54

45,0

 

Jumlah

120

100,0

Dari tabel 4.3 di atas diketahui bahwa sebagian besar ibu yang mengalami

plasenta previa melahirkan pada usia kehamilan 28-36 minggu yaitu sebanyak 66

orang (55,0%).

Universitas Sumatera Utara

4.2.4

Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya

Distribusi frekuensi riwayat kehamilan/persalinan sebelumnya ibu bersalin di

RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat pada tabel

dibawah ini.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Riwayat Kehamilan/persalinan Sebelumnya Ibu yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan Periode Januari 2006 – Juni 2010

No

Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya

f

%

1

Partus Spontan

58

48,3

2

Abortus

14

11,7

3

Seksio Cesarea

28

23,3

4

Belum Pernah Melahirkan

20

16,7

 

Jumlah

120

100,0

Dari tabel 4.4 di atas diketahui bahwa 58 orang (48,3%) ibu yang mengalami

plasenta previa mempunyai riwayat partus spontan dan selebihnya memiliki riwayat

seksio cesarea yaitu sebanyak 28 orang (23,3%), belum pernah melahirkan sebanyak

20 orang (16,7%), dan terdapat 14 orang (11,7%) memiliki riwayat abortus.

4.2.5 Klasifikasi Plasenta Previa

Distribusi frekuensi klasifikasi plasenta previa ibu bersalin yang mengalami

plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat

dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Klasifikasi Plasenta Previa Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan Periode Januari 2006 – Juni 2010

No

Klasifikasi Plasenta Previa

f

%

1

Plasenta Previa Totalis

46

38,3

2

Plasenta Previa Partialis

26

21,7

3

Plasenta Previa Marginalis

28

23,3

4

Plasenta Previa Letak Rendah

20

16,7

 

Jumlah

120

100,0

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan klasifikasi plasenta previa pada tabel 4.5 di atas yang terbanyak

adalah plasenta previa totalis yaitu sebanyak 46 orang (38,3%) dan selebihnya

plasenta previa marginalis sebanyak 28 orang (23,3%), plasenta previa parsialis

sebanyak 26 orang (21,7%), dan plasenta previa letak rendah sebanyak 20 orang

(16,7%).

4.2.6 Cara Persalinan

Distribusi frekuensi cara persalinan ibu bersalin yang mengalami plasenta

previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat

pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.6

Distribusi Frekuensi Cara Persalinan Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan Periode Januari 2006– Juni 2010

No

Cara Persalinan

f

%

 

1 Pervaginam

1

0,8

2 Seksio Cesarea

119

99,2

 

Jumlah

120

100,0

Dari tabel 4.6 di atas diketahui bahwa sebagian besar ibu hamil yang

mengalami plasenta previa bersalin dengan cara seksio cesarea yaitu sebanyak 119

orang (99,2%) dan 1 orang (0,8%) dengan cara pervaginam.

4.2.7

Keadaan Janin

Distribusi frekuensi keadaan janin ibu bersalin yang mengalami plasenta

previa

di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat

pada tabel dibawah ini.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Keadaan Janin Ibu Bersalin yang Mengalami Plasenta Previa di RSU Dr. Pirngadi Medan Periode Januari 2006– Juni 2010

No

Keadaan Janin

f

%

1

Lahir Hidup

108

90,0

2

Lahir Mati

12

10,0

 

Jumlah

120

100,0

Dari tabel 4.7 di atas diketahui bahwa keadaan janin ibu bersalin yang

mengalami plasenta previa sebagian besar lahir dalam keadaan hidup yaitu sebanyak

108 orang (90,0%), dan selebihnya lahir mati sebanyak 12 orang (10,0%).

4.3 Tabulasi Silang

4.3.1 Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya Berdasarkan Umur Ibu

Riwayat kehamilan/persalinan sebelumnya berdasarkan umur ibu bersalin

yang mengalami plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 –

Juni 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.8

Distribusi Frekuensi Riwayat Kehamilan/Persalinan Berdasarkan Umur

Sebelumnya

     

Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya

 

Partus

Abortus

Seksio

 

Belum

N

o

Umur

(Tahun)

Spontan

Cesarea

Pernah

Melahirkan

Jumlah

f

% f

 

%

f

%

f

%

F

%

1

< 20

-

- -

 

-

-

-

1

100,0

1

100,0

2

20

- 24

5

35,7

-

-

-

-

9

64,3

14

100,0

3

25

- 29

9

36,0

3

12,0

10

40,0

3

12,0

25

100,0

4

30

- 34

14

38,9

4

11,1

12

33,3

6

16,7

36

100,0

5

35

- 39

19

61,3

6

19,4

5

16,1

1

3,2

31

100,0

6

40

- 44

10

83,4

1

8,3

1

8,3

-

- 12

100,0

7

45

- 49

1

100,0

-

-

-

-

-

- 1

100,0

 

Jumlah

58

48,3

14

11,7

28

23,3

20

16,7

120

100,0

Universitas Sumatera Utara

Pada tabel 4.8 dapat dilihat bahwa 100% ibu yang berumur < 20 tahun belum

pernah melahirkan, dari 15 orang yang berumur 20-24 tahun ada 9 orang (64,3%)

yang mempunyai riwayat belum pernah melahirkan dan 5 orang (35,7%) mempunyai

riwayat partus spontan, dari 25 orang yang berumur 25-29 tahun ada 10 orang

(40,0%)

yang

mempunyai

riwayat

seksio

cesarea

dan

3

orang

(12,0%)

yang

mempunyai riwayat abortus, sedangkan dari 36 orang yang berumur 30-34 tahun ada

12 orang (33,3%) yang mempunyai riwayat seksio cesarea dan 4 orang (11,1%) yang

mempunyai riwayat abortus.

4.3.2 Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya Berdasarkan Paritas

Riwayat kehamilan/persalinan sebelumnya berdasarkan paritas ibu bersalin

yang mengalami plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 –

Juni 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.9

Distribusi Frekuensi Riwayat Kehamilan/Persalinan Berdasarkan Paritas

Sebelumnya

   

Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya

 

Partus

Abortus

Seksio

Belum

N

o

Paritas

Spontan

Cesarea

Pernah

Melahirkan

Jumlah

f

%

f

%

f

%

f

%

F

%

1

Paritas 0

-

-

-

-

-

-

20

100,0

20

100,0

2

Paritas 1

15

55,6

2

7,4

10

37,0

-

- 27

100,0

3

Paritas 2

12

54,6

3

13,6

7

31,8

-

- 22

100,0

4

Paritas 3

16

64,0

4

16,0

5

20,0

-

- 25

100,0

5

Paritas 4

10

66,7

1

6,7

4

26,6

-

- 15

100,0

6

Paritas 5

2

40,0

2

40,0

1

20,0

-

- 5

100,0

7

Paritas 6

3

50,0

2

33,3

1

16,7

-

- 6

100,0

 

Jumlah

58

48,3

14

11,7

28

23,3

20

16,7

120

100,0

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa dari 27 orang primipara (paritas 1) ada 10

orang (37,0%) yang mempunyai riwayat seksio cesarea dan 2 orang (7,4%) yang

Universitas Sumatera Utara

mempunyai riwayat abortus, dari 22 orang paritas 2 ada 7 orang (31,8%) yang

mempunyai riwayat seksio cesarea dan 3 orang (13,6%) yang mempunyai riwayat

abortus, sedangkan dari 25 orang paritas 3 ada 5 orang (20,0%) yang mempunyai

riwayat seksio cesarea dan 4 orang (16,0%) yang mempunyai riwayat abortus.

4.3.3 Cara Persalinan Berdasarkan Klasifikasi Plasenta Previa

Cara persalinan berdasarkan klasifikasi plasenta previa pada ibu bersalin yang

mengalami plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni

2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.10

Distribusi

Plasenta Previa

Frekuensi

Cara

Persalinan

Berdasarkan

Klasifikasi

     

Cara Persalinan

   

Klasifikasi

 

Jumlah

No

Pervaginam

Seksio Cesarea

Plasenta Previa

     

f

% f

 

%

F

%

 

1 Totalis

-

 

- 46

100,0

46

100,0

2 Parsialis

-

- 26

100,0

26

100,0

3 Marginalis

1

3,6

27

96,4

28

100,0

4 Letak rendah

-

-

20

100,0

20

100,0

 

Jumlah

1

0,8

119

99,2

120

100,0

Pada tabel 4.10 diketahui bahwa dari 46 orang yang mengalami plasenta

previa totalis semuanya bersalin dengan cara seksio cesarea, sedangkan dari 28 orang

yang mengalami plasenta previa marginalis ada 27 orang (96,4%) yang bersalin

dengan

cara

pervaginam.

seksio

cesarea

dan

1

orang

(3,6%)

yang

bersalin

dengan

cara

4.3.4 Keadaan Janin Berdasarkan Usia Kehamilan

Keadaan janin berdasarkan usia kehamilan ibu bersalin yang mengalami

plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat

dilihat pada tabel dibawah ini.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Keadaan Janin Berdasarkan Usia Kehamilan

 

Usia

 

Keadaan Janin

   
 

Jumlah

No

Kehamilan

Lahir Hidup

Lahir Mati

(Minggu)

f

%

f

%

F

%

 

1 28 - 36

58

87,9

8

12,1

66

100,0

2 > 36

50

92,6

4

7,4

54

100,0

 

Jumlah

108

90,0

12

10,0

120

100,0

Pada tabel 4.11 diketahui bahwa dari 66 orang yang bersalin pada usia

kehamilan 28-36 minggu ada 58 orang (87,9%) bayi lahir dalam keadaan hidup dan 8

orang (12,1%) yang lahir mati, sedangkan dari 54 orang yang bersalin pada usia

kehamilan > 36 minggu ada 50 orang (87,9%) bayi yang lahir dalam keadaan hidup

dan 4 orang (7,4%) yang lahir mati.

4.3.5 Klasifikasi Plasenta Previa Berdasarkan Riwayat Kehamilan/Persalinan

Sebelumnya

Klasifikasi

plasenta

previa

berdasarkan

riwayat

kehamilan/persalinan

sebelumnya yang mengalami plasenta previa di RSU Dr. Pirngadi Medan periode

Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.12

Distribusi Frekuensi Klasifikasi Plasenta Previa Berdasarkan Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya

   

Riwayat Kehamilan/Persalinan Sebelumnya

 

N

Klasifikasi

Partus

Abortus

Seksio

 

Belum

Jumlah

o

Plasenta

Previa

Spontan

Cesarea

Pernah

Melahirkan

f

%

f

%

f

%

f

%

F

%

1

Totalis

24

52,2

3

6,5

12

26,1

7

15,2

46

100,0

2

Parsialis

12

46,2

4

15,4

5

19,2

5

19,2

26

100,0

3

Marginalis

12

42,9

3

10,7

10

35,7

3

10,7

28

100,0

4

Letak rendah

10

50,0

4

20,0

1

5,0

5

25,0

20

100,0

 

Jumlah

58

48,3

14

11,7

28

23,3

20

16,7

120

100,0

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.12 menunjukkan bahwa dari 46 orang yang mengalami plasenta

Previa totalis ada 12 orang (26,1%) yang mempunyai riwayat seksio cesarea dan 3

orang (6,5%) yang mempunyai riwayat abortus, dari 26 orang yang mengalami

plasenta previa parsialis ada 5 orang (19,2%) yang mempunyai riwayat seksio cesarea

dan

4

orang

(15,4%)

yang

mempunyai

riwayat

abortus,

dari

28

orang

yang

mengalami plasenta previa marginalis ada 10 orang (35,7%) yang mempunyai

riwayat seksio cesarea dan 3 orang (10,7%) yang mempunyai riwayat abortus,

sedangkan dari 20 orang yang mengalami plasenta previa letak rendah ada 4 orang

(20,0%) yang mempunyai riwayat abortus dan 1 orang (5,0%) yang mempunyai

riwayat seksio cesarea.

4.3.6 Keadaan Janin Berdasarkan Cara Persalinan

Keadaan janin berdasarkan cara persalinan yang mengalami plasenta previa di

RSU Dr. Pirngadi Medan periode Januari 2006 – Juni 2010 dapat dilihat pada tabel

dibawah ini.

Tabel 4.13

Distribusi Frekuensi Keadaan Janin Berdasarkan Cara Persalinan

     

Keadaan Janin

   

No

Cara

Lahir Hidup

Lahir Mati

Jumlah

Persalinan

 

f

%

f

%

F

%

 

1 Pervaginam

1

100,0

-

-

1

100,0

2 SC

107

89,9

12

10,1

119

100,0

 

Jumlah

108

90,0

12

10,0

120

100,0

Pada tabel 4.13 dapat diketahui bahwa dari 119 orang yang bersalin dengan

cara seksio cesarea ada 107 orang (89,9%) bayi yang lahir dalam keadaan hidup dan

12 orang yang lahir mati, sedangkan 1 (100%) orang lahir dalam keadaan hidup.

Universitas Sumatera Utara

BAB 5 PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan di RSU Dr. Pirngadi Medan pada tanggal 06 sampai

09 Oktober tahun 2010 dengan jumlah ibu yang mengalami plasenta yang dirawat

inap di rumah sakit tersebut sebanyak 46 kasus (tahun 2006), 50 kasus (tahun 2007),

35 kasus (tahun 2008), 20 kasus (tahun 2009), dan 16 kasus (Juni 2010) dari 4633

persalinan dengan menggunakan rumus didapat sampel 120 orang dengan kriteria

data lengkap sesuai variabel yang diteliti.

Dari hasil penelitian didapatkan kasus plasenta previa terbanyak pada umur

30-34 tahun yaitu sebanyak 36 orang (30,0%). Sesuai dengan hasil penelitian

Wardana (2007) di RS Sanglah Denpasar dari Juli 2001-Juli 2002 didapatkan

sebanyak

85,7%

ibu

yang

mengalami

plasenta

previa

berumur

<

35

tahun.

Berdasarkan penelitian Archibong El dan Ahmed ESM pada penelitian tahun 1997 -

2000 dalam Wardana (2007) menyatakan prevalensi plasenta previa sesuai dengan

peningkatan umur ibu, 1 kali pada umur ibu 20 - 29 tahun, 3 kali pada umur ibu 30 -

39 tahun dan 9 kali pada umur ibu 40 tahun.

Dari hasil penelitian pada umur 30 -3 4 tahun banyak ibu yang mempunyai

riwayat seksio cesarea yaitu sebanyak 12 orang (33,3%), dan abortus sebanyak 4

orang (11,1%). Di Amerika Serikat tahun 1997 telah menunjukkan bahwa ibu dengan

riwayat seksio cesarea minimal 1 kali mempunyai risiko 2,6 kali untuk menjadi

plasenta previa pada kehamilan berikutnya (Santoso, 2008), begitu juga dengan

riwayat abortus mempunyai risiko plasenta 4 kali lebih besar dibanding wanita

dengan tanpa riwayat abortus (Wardana, 2007).

Universitas Sumatera Utara

Dari hasil penelitian, didapatkan umur 35 - 39 tahun yaitu sebanyak 31 orang

(25,8%). Hal ini karena plasenta previa juga meningkat dengan meningkatnya umur

ibu. Peningkatan umur ibu, merupakan faktor risiko untuk terjadinya plasenta previa,

karena sklerosis pembuluh darah arteri kecil dan arteriole miometrium menyebabkan

aliran darah ke endometrium tidak merata sehingga plasenta tumbuh lebih lebar

dengan luas permukaan yang lebih besar untuk mendapatkan aliran darah yang

adekuat (Prawirohardjo, 2008).

Pada hasil penelitian distribusi ibu yang mengalami plasenta previa menurut

paritas tertinggi pada paritas 1, hal ini berkaitan dengan banyak ibu yang mempunyai

riwayat SC yaitu sebanyak 10 orang (37,0%), dan abortus sebanyak 2 orang (7,4%).

Sejalan dengan penelitian Sihaloho (2004) paritas terbanyak adalah 0-3 kali (88,4%).

Berbeda dengan hasil penelitian Wardana (2007) paritas terbanyak pada ibu yang

mengalami plasenta previa adalah multipara (64,3%).

Pada tabel 4.3 dapat dilihat pada usia kehamilan 28 minggu sudah dilakukan

pengakhiran kehamilan dikarenakan komplikasi perdarahan yang terjadi dan adanya

his karena adanya rangsangan koagulum darah pada serviks, dan turunnya kadar

progesteron akibat dari lepasnya plasenta. Sejalan dengan Sihaloho (2004) 54,7%

persalinan plasenta previa merupakan persalinan prematur.

Pada tabel 4.6 terlihat bahwa 99,2% ibu melahirkan dengan cara seksio

cesarea, hal ini merupakan penanganan yang terbaik untuk menghindari perdarahan

lebih lanjut yang dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janinnya. Sejalan dengan

penelitian Sihaholo (2004) di RS Elisabet bahwa cara persalinan terbanyak adalah

seksio cesarea sebanyak 80 orang (93%), dengan pervaginam sebanyak 6 orang (7%),

Universitas Sumatera Utara

dan sesuai dengan penelitian Siregar di RSIA Badrul Aini (2007) cara persalinan ibu

yang mengalami plasenta previa adalah seksio cesarea yaitu 100%.

Umumnya yang menentukan tindakan dalam memilih cara persalinan yang

terbaik tergantung dari : jenis plasenta previa, jumlah kehamilan/persalinan, jumlah

perdarahan, keadaan umum ibu hamil, keadaan janin, pembukaan jalan lahir dan

fasilitas penolong serta fasilitas rumah sakit (Mochtar, 2002).

Pada tabel 4.7 diperoleh bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami

plasenta previa di RSU Dr Pirngadi sebagian besar lahir dalam keadaan hidup yaitu

108 orang (90,0%%), dan lahir mati sebanyak 12 orang (10,0%). Kematian bayi pada

kasus plasenta previa ini cukup tinggi dikarenakan 8 orang (12,1%) kelahiran

prematur dan 4 orang (7,4%) yg lahir aterm. Sejalan dengan penelitian Sihaloho

(2004), di RS Elisabet Medan keadaan janin ibu bersalin yang mengalami plasenta

previa yang terbanyak adalah lahir hidup yaitu 68 orang (79,1%).

Universitas Sumatera Utara

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan

yang berhubungan

dengan plasenta

previa

di

RSU Dr.

Pirngadi Medan,

dapat diambil

beberapa

kesimpulan sebagai berikut :

1. Plasenta previa terjadi pada umur < 20 tahun sampai 49 tahun, terbanyak pada

umur 30-34 tahun (30,0%). Plasenta previa terjadi pada paritas 0-6, terbanyak

pada paritas 1 (22,5%), dan usia kehamilan 28-36 minggu (55,0%).

2. Riwayat

kehamilan/persalinan

terdahulu

terbanyak

adalah

partus

spontan

(48,3%), selebihnya seksio cesarea (23,3%), belum pernah melahirkan (16,7%),

dan abortus (11,7%).

3. Klasifikasi plasenta previa tertinggi adalah plasenta previa totalis (38,3%),

selebihnya plasenta previa marginalis (23,3%), plasenta previa partialis (21,7%),

dan plasenta previa letak rendah (16,7%).

4. Hampir semua ibu hamil yang mengalami plasenta previa bersalin dengan cara

seksio cesarea yaitu 119 orang (99,2%) dan 1 orang (0.8%) bersalin dengan cara

pervaginam.

5. Janin yang lahir dalam keadaan hidup merupakan jumlah yang paling besar yaitu

108 orang (90,0%) dan 12 orang (10,0%) lahir mati.

Universitas Sumatera Utara

6.2

Saran

Kepada petugas kesehatan diharapkan memberikan informasi kepada ibu

untuk segera ke petugas kesehatan jika dijumpai tanda-tanda perdarahan tanpa sebab

dan tanpa nyeri, karena plasenta previa dapat terjadi pada semua umur ibu, paritas,

usia kehamilan, dan riwayat kehamilan/persalinan sebelumnya.

Universitas Sumatera Utara