Anda di halaman 1dari 16

Penelitian Tindakan Kelas/Pendidikan

L
R/2009
1
PENDAHULUAN
Peningkatan mutu pendidikan menjadi tugas semua pihak, baik
pemerintah,
ilmuwan maupun praktisi pendidikan.
Salah satu upaya peningkatan pendidikan
dalam lingkup sekolah adalah dengan melakukan riset pendidikan.
Sudah lama
dalam dunia riset
pendidikan, pihak sekolah atau guru tidak banyak dilibatkan
karena riset sering dilakukan oleh pihak luar tanpa banyak melibatkan
pihak
sekolah atau guru untuk selanjutnya diadakan perbaikan yang berarti
bagi sekolah
dan bagi guru untuk peningkatan kualita
s pembelajaran.
Para pelaku/praktisi pendidikan seperti kepala sekolah dan guru
merasa
bahwa hasil dan laporan penelitian terlalu sulit dimengerti karena
memakai
batasan
-
batasan penelitian yang ormal dan sulit dicerna, apalagi langsung
digunakan di lapang
an. Para kepala sekolah dan guru memerlukan penelitian yang
lebih dekat dengan praktik pendidikan sehari
-
hari yang mudah digunakan dalam
peningkatan mutu dan praktik pendidikan. Untuk itulah riset tindakan
menjadi
penting karena dekat dengan praktisi pendi
dikan sendiri (Soeparno, 2008:4).
Bahkan dilaksanakan oleh para pelaku pendidikan itu sendiri yakni
guru dan/atau
kepala sekolah yang lebih mengenal dan memahami situasi dan
karakteristik
praktek pendidikan.
Kemmis (1997:173) mengungkapkan bahwa riset tin
dakan merupakan usaha
untuk mencari relasi antara teori pendidikan dengan praktek
pendidikan sehari
-
hari. Riset diintegrasikan dengan latar (setting) pendidikan yang nyata
sehingga
dapat langsung mempengaruhi dan mengembangkan praktek
pendidikan yang ada.
Dengan demikian, riset tindakan dapat menjembatani jarak antara
peneliti dengan
praktisi karena praktisi menjadi peneliti.
Uraian tentang riset tindakan ini terdiri dari
tiga
bab. Bab satu tentang
konsep umum
peneltian
tindakan. Bab dua tentang proses
pen
elitian
tindakan. Bab
tiga tentang membuat laporan dan menyajikan hasil riset
tindakan
.
Penelitian Tindakan Kelas/Pendidikan
L
R/2009
2
BAB I
KONSEP UMUM PENELITIAN TINDAKAN
Pada bagian pertama tulisan ini akan disajikan tentang konsep umum riset
tindakan.
Sehingga diharapkan dengan mengkaji k
onsep umum riset tindakan akan memberikan
pemahaman yang menyeluruh tentang riset tindakan yakni tentang
pengertian, sejarah,
tujuan, jenis, sifat dan kegunaan riset tindakan.
1.1.
PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN
Kemmis & Mc Taggart (1982) mengatakan:
Action research is the way groups of
people can organize the conditions under which they can learn from their
own experiences
and make their experience accessible to others. Riset tindakan adalah
cara suatu kelompok
atau seseorang dalam mengorganisasi s
uatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari
pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses
oleh orang lain
(Sukardi, 2003:210). McNiff (2002) menerangkan bahwa riset tindakan
sebagai riset
praktisi karena dilakukan oleh praktisi sendiri t
entang apa yang sedang dilakukan. Riset
ini menuntut peneliti berpikir cermat tentang apa yang dibuat, atau menjadi
semacam
relfeksi. Dalam hal ini peneliti melakukan riset di tempat kerjanya sendiri
(Soeparno,
2008:6). Dalam kaitannya dengan dunia pendidi
kan riset tindakan sebagai bentuk releksi
diri kolektif yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi social dengan
tujuan untuk
memajukan produktivitas, rasionalitas, keadilan pada persolan social, atau
praktek
pendidikan. Partisipan tersebut adalah g
uru, siswa, kepala sekolah, orang tua, anggota
masyarakat atau semua yang terkait dengan dunia pendidikan di sekolah.
Riset tindakan
dalam pendidikan digunakan dalam rangka pengembangan kurikulum,
profesi, program
sekolah, perencanaan dan kebijakan sekolah
.
Wikipedia (ensiklopedi dalam internet) menyatakan:
Action research
is a
reflective process
of progressive
problem solving
led by
individuals working with others in teams or as part of a "
community of practice
" to
improve the way they address i
ssues and solve problems. Action research can also be
undertaken by larger organizations or institutions, assisted or guided by
professional
researchers, with the aim of improving their strategies, practices, and
knowledge of
the environments within which
they practice.
(From Wikipedia, the free
encyclopedia).
Dalam pengertian di atas mengungkapkan bahwa riset tindakan adalah
riset yang
dapat dilakukan oleh orang yang sedang melakukan sesuatu pekerjaan
untuk
mengembangkan pelaksanaan pekerjaan itu atau da
lam lingkup institusi yang besar untuk
mengembangkan strategi, praktek serta pengetahuan yang ada pada
institusi itu.
Kurt Lewin
(19
4
4) mengatakan:
Action research as a comparative
research on the conditions and effects of various
forms of social action and research leading to social action that uses a
spiral of steps, each of
which is composed of a circle of planning, action, and fact
-
finding about the result of the
action.
(From
Wikipedia, the free encyclopedia).
Dalam pengertian tersebut terkandung makna bahwa riset tindakan
sebagai riset
yang mengkomparasikan pelbagai kondisi dan dampak dari situasi sosial
dengan
menggunakan menggunakan langkah
-
langkah yang berbentuk spiral dim
ulai dari
perencanaan, aksi dan membangun fakta sebagai suatu tindakan.
Sedangkan Reason & Bradbury (2001) mengatakan: Action research is an
interactive inquiry process that balances problem solving actions
implemented in a
collaborative context with dat
a
-
driven collaborative analysis or research to understand
underlying causes enabling future predictions about personal and
organizational change.
(From Wikipedia, the free encyclopedia).
Zuber & Skerritt (1982) sebagaimana dikemukakan oleh Riding, dkk, (1
995)
memberikan gambaran tentang riset tindakan sebagai pencarian
kolaboratif kritis oleh
Penelitian Tindakan Kelas/Pendidikan
L
R/2009
3
para praktisi yang reflektif terhadap yang mereka lakukan.
Dalam lingkup pendidikan,
berarti para pendidik (praktisi) mengadakan refleksi secara kritis terhadap
apa
yang
dikerjakan dengan cara meneliti secara mendalam tentang praktek
pendidikan mereka,
cara mengajar mereka, relasi mereka dengan siswa, serta bagaimana
mereka secara
konkret melakoni profesi mereka (Soeparno, 2008:12).
Glencoe (2006) mengemukakan bahwa
riset tindakan dalam dunia pendidikan
dimengerti sebagai proses sistematis untuk mengetes ide atau gagasan
baru di kelas, ruang
kuliah dan sekolah; lalu menganalisis akibatnya dan akhirnya mengambil
keputusan
untuk pelaksanaan ide baru itu seterusnya. Bias
anya, ide baru itu dapat berupa model
pembelajaran yang baru, cara pendekatan guru yang baru atau teori
pembelajaran yang
baru, cara pendekatan guru yang baru atau teori pembelajaran yang baru.
Menariknya
penelitian itu dilakukan oleh guru sendiri. Misalny
a, seorang guru ingin menerapkan
model simulasi, dia dapat mengunakan riset tindakan apakah model itu
dapat
mengembangkan siswa belajar.
(From Wikipedia, the free encyclopedia).
Dewasa ini selain istilah penelitian tindakan pendidikan dikenal istilah penel
itian
tindakan kelas (Classroom Action Research). Kedua istilah ini sebenarnya
tidak jauh
berbeda. Penelitian tindakan pendidikan lebih memiliki pengertian yang
lebih luas. Karena
penelitian yang dilakukan bisa dalam lingkup yang lebih luas, yakni lingkup
sekolah.
Sedangkan penelitian tindakan kelas lebih fokus pada penelitian yang
dilakukan di dalam
kelas.
Gwynn Mettetal
(1998) mengatakan: Classroom Action Research is research
designed
to help a teacher find out what is happening in his or her classroom, and to
use
that information to make wise decisions for the future. Methods can be
qualitative or
quantitative, descriptive or experimental.
(From Wikipedia, the free encyclopedia).
Dala
m pengertian tersebut mengungkapkan bahwa penelitian tindakan kelas
sebagai penelitian untuk membantu guru mengetahui apa yang terjadi
dalam kelas mereka
dan menggunakan semua informasi yang didapat untuk membuat
keputusan yang
bijaksana untuk masa depan.
Metode yang dapat dipergunakan dapat menggunakan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif, atau eksperimen.
Penelitian tindakan kelas merupakan pencermatan terhadap kegiatan yang
sengaja
dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas. Kegiatan penelitian dilakuk
an oleh guru
dalam kelas tempat mengajarnya untuk penyempurnaan atau peningkatan
praktik dan
proses dalam pembelajaran (Aqib, 2006:13; Susilo, 2007:16).
1.2
. SEJARAH SINGKAT PENELITIAN TINDAKAN
Dari segi isi riset tindakan sudah dirintis oleh John De
wey dalam bukunya
How We
Think
, 1933 (Tomal, 2003:7) dengan metode ilmiah dalam memecahkan
persoalan.
Akan
tetapi para ahli dan peneliti riset tindakan sekarang lebih memandang Kurt
Lewin sebagai
bapak riset tindakan. Kurt Lewin adalah seorang praktisi dan
teoretisi, ia mendirikan
pusat riset untuk dinamika kelompok, yaitu
The Research Center for Group Dynamics
di
Massachusetts Institute of Technology (MIT). Lewin adalah orang yang
pertama
menggunakan istilah action research (riset tindakan) pada tahun 1946
dalam makalanya
action research and minority peoblems. Lewin menggunakan riset
tindakan untuk
memecahkan persoalan sosial di masyarakat waktu itu lalu terjadilah
perubahan social.
Dalam riset tindakan. Lewin menekankan pentingnya kerja
-
sama dalam mengum
pulkan
data sosial. Sampai tahun 1970, metode Lewin belum bergema dalam
dunia pendidikan.
Riset tindakan mulai digunakan dalam dunia pendidikan pada awal tahun
1970
-
an,
bertepatan dengan munculnya gerakan guru sebagai peneliti
-
teacher
-
researcher
di Ingg
ris.
Tokoh yang penting mengembangkan riset tindakan dalam duni pendidikan
di Inggris
adalah Lawrence Stenhouse. Pada tahun 1975 di Inggris, ia membantu
para guru untuk
melakukan penelitian sambil mengajar di kelas. Guru diajak berefleksi
secara kritis dan
sistematis tentang praktek mengajar sehingga dapat memabngun teori
kurikulum sendiri.
Guru harus menjadi ahli dalam bidangnya lewat penelitian terhadap
tindakannya sendiri.
Guru mulai dimasukkan ke dalam proses riset dan hal ini dianggap sangat
tepat kare
na
guru kelaslah yang dapat melihat persoalan dan mencari pemecahan
tentang persoalan
pengajaran di kelasnya (Soeparno, 2008:11). Pada awalnya riset tindakan
lebih
dilaksanakan di sekolah menengah ke bawah, namun dewasa ini berke
1.