Anda di halaman 1dari 11

BAB.

III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian non eksperimen mengunakan metode
diskribtif dengan rancangan cross-sectional.
B. Subyek penelitian
Subyek dalam penelitian adalah seluruh perawat
yang bekerja di ruang Cedana RSUD. Dr. Moewardi
Surakarta semua perawat pelaksanan dengan kriteria
inklusi : pendidikan minimal D III Keperawatan, pegawai
negeri ataupun pegawai kontrak, tidak menjabat kepala
ruangan, bukan sebagai supervisor (penyelia), dan tidak
sebagai perawat koordinator.
Subyek penelitian diambil dengan total populasi
yaitu dari 64 perawat yang memenuhi kriteria adalah 50
perawat .
C. Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini adalah :
Variabel bebas : persepsi hubungan interpersonal
Perawat - dokter.
Variabel terikat : stres kerja perawat.
33
D. Difinisi Operasional
Didalam melaksanakan tugasnya seorang perawat
melaksanakan hubungan interpersonal dalam bentuk
kerjasama dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan
tugasnya. Dalam penelitian ini penulis batasi hubungan
interpersonal perawat dan dokter.
Adapun definisi operasional yang penulis gunakan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Persepsi hubungan interpersonal perawat - dokter
adalah tanggapan perawat tentang hubungan antara
perawat dan dokter yang didasari saling menghargai
dan menghormati sebagai kerjasama timbal balik yang
sifatnya formal maupun informal di suatu organisasi
dalam situasi kerja yang mampu meningkatkan
produktifitas dalam bekerja dan mencapai kepuasan
dalam bekerja. Skala data ordinal, untuk mengetahui
hubungan interpersonal perawat - dokter diukur
dengan menggunakan kuesioner yang didasarkan pada
aspek komunikasi dan partisipasi.
2. Stres kerja perawat adalah kondisi yang dirasa tidak
menyenangkan dari interaksi perawat dengan
pekerjaannya yang dapat menyebabkan ketegangan
dilingkungan kerja meliputi aspek kognitif,
fisiologis, emosional, dan perilaku.skala data
34
ordinal, pengukuran ini menggunakan kuesioner stres
kerja perawat.
E. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini penulis meggunakan instrumen
penelitian berupa kuesioner tertutup, dimana sejumlah
pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari responden mengenai hal-hal yang
diketahui oleh responden.
Instrumen ini terdiri dari dua macam alat ukur
yaitu instrumen untuk mengukur hubungan interpersonal
perawat - dokter dan instrumen untuk mengukur stres
kerja perawat. Responden penelitian diminta untuk
menjawab dengan cara memilih alternatif jawaban yang
ditentukan sebagai berikut :
Pilihan
jawaban
Nilai Keterangan
Favorabel Unfavorabel
SS 4 1 Sangat setuju
S 3 2 Setuju
TS 2 3 Tidak setuju
STS 1 4 Sangat tidak setuju
1. Kuesioner untuk mengukur hubungan interpersonal
perawat - dokter
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur
hubungan interpersonal merupakan modifikasi dari
alat ukur hubungan interpersonal dari Kusjarwati
(2001) sejumlah 31 item pertanyaan yang telah
35
disesuaikan dengan karakteristik sampel dan lokasi
penelitian.
Untuk mengukur Seberapa baik hubungan
interpersonal perawat - dokter menggunakan skala
ordinal, dengan kategori berpedoman pada Sugiyono,
2002. yaitu : Kategori 4 = sangat baik, Kategori 3 =
Baik, Kategori 2 = kurang baik, kategori 1= tidak
baik.
Tabel 1
Sebaran butir kuesioner hubungan interpersonal
perawat - dokter (setelah uji coba)
Variabel
Komponen yang
diukur
Nomer item Instrumen
Jml
Favorabel Unfavorabel
Hubungan
interper
sonal
1. Komunikasi
a. Percaya
b. Dukungan
c. Empati
d. sikap
terbuka
1, 4
5, 6, 7,
9, 10
11, 12,
13, 14
17, 18,
19, 21
2, 3
8
15, 16
20
4
6
6
5
2. Partisipasi
a. Dihargai
b. ikut
memiliki
c. ikut serta
-
-
-
26, 31, 33
29, 32, 35
27, 28, 30, 34
3
3
4
J u m l a h 15 16 31
36
2. Kuesioner untuk mengukur stres kerja perawat
Untuk mengetahui stres kerja perawat
menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Hersy. P
(2003) sejumlah 41 item pertanyaan yang berbentuk
skala likert.
Untuk mengukur tingkat stres kerja perawat
menggunakan skala ordinal, dengan kategori
berpedoman pada Sugiyono, 2002. yaitu : kategori 4
= stres tinggi, kategori 3 = stres sedang, kategori
2 = stres kurang, kategori 1 = stres rendah.
Tabel 2
Sebaran butir kuesioner stres kerja perawat
(setelah uji coba)
Variabel Komponen yang
diukur
Nomer item Instrumen
Jml
Favorabel Unfavorabel
Stres
Kerja
Perawat
1. Kognitif
2. Fisiologi
s
3. Emosional
4. perilaku
1, 2, 3
9, 10, 11, 12,
13
18, 19, 20,
25, 26, 27, 28
32, 33, 34,
35, 36, 37
4, 5, 6, 7,
8
14, 15, 16,
17
21, 22, 23,
24, 29, 30,
31
38, 39, 40,
41
8
9
14
10
37
J u m l a h 21 20 41

Sebelum melakukan penelitian pada subyek yang
sesungguhnya, penulis melakukan uji validitas dan
reliabilitas terlebih dahulu terhadap instrumen yang
penulis gunakan.
Setelah diujicobakan kepada 20 responden perawat
di ruang rawat inap RSUD. Dr. Moewardi Surakarta dengan
kriteria yang sama dengan subyek penelitian, kemudian
dilakukan uji validitas menggunakan program SPSS versi
11,5 dengan analisa butir menggunakan rumus korelasi
product moment dengan taraf kesalahan 5%. Menurut
Sugiyono, 2002 apabila koefisien korelasi 0,3 maka
butir instrumen dinyatakan valid. Untuk uji
reliabilitas instrumen dilakukan secara internal
consistency dengan tehnik belah dua (slpit half) yang
dianalisis dengan rumus Spearman Brown.
Berdasarkan hasil perhitungan validitas kuesioner
hubungan interpersonal perawat - dokter sejumlah 35
item pertanyaan ternyata ada 4 item pertanyaan yang
gugur yaitu item : 2, 3, 11 dan 22 karena nilai
koefisien korelasi < 0,3 sehingga tinggal 31 pertanyaan
yang dinyatakan sahih dengan nilai koefisien korelasi
antara 0,314 - 0,766 dan nilai reliabilitas part 1 =
0,783 dan part 2 = 0,826.
38
Kuesioner stres kerja perawat sejumlah 48 item
pertanyaan terdapat 7 item pertanyaan yang gugur yaitu
item : 1, 3, 12, 21, 28, 32, 37, karena nilai koefisien
korelasi < 0,3 sehingga tinggal 41 item pertanyaan
yang dinyatakan sahih dengan nilai koefisien korelasi
antara antara 0,301 - 0,738 dengan nilai reliabilitas
part 1 = 0,855 dan part 2 = 0,855. Semua item yang
sahih digunakan kembali untuk penelitian yang
sebenarnya.
F. Analisa Data
Dalam penelitian yang penulis lakukan untuk memperoleh
data yang sudah terkumpul maka penulis melakukan tahap-
tahap sebagai berikut :
1. Seleksi data
Setelah kuesioner yang telah dibagikan kepada
responden terkumpul kembali pada penulis perlu
dilakukukan seleksi. Tujuan ini adalah untuk
mengetahui kemungkinan kuesioner yang belum terisi
lengkap. Bila ada item yang belum diisi responden
dimohon untuk melengkapi.
2. Tabulasi data
Setelah data terkumpul maka data ditabulasi sesuai
dengan karakteristik yang telah ditentukan.
39
3. Analisa data
engolahan data ini hasilnya disajikan dalam
bentuk tabel dan narasi dimana menampilkan hubungan
sesuai uji statistik serta kategori dari hubungan
interpersonal pera!at yaitu : " # sangat baik$ 3 #
baik$ 2 # kurang baik$ 1 # tidak baik. Dan juga
menampilkan kategori stres kerja pera!at yaitu :
" # stres tinggi$ 3 # stres sedang$ 2 # stres kurang$
1 # stres rendah.
%ntuk menentukan jumlah responden setiap kategori
dari masing-masing &ariabel penelitian tersebut
diperoleh melalui jumlah nilai skore masing-masing
ja!aban item pertanyaan dari responden dibagi total
item pertanyaan. 'emudian untuk mengetahui persentase
dari masing-masing kategori diperoleh melalui jumlah
rata-rata ( pada setiap kategori dibagi total ( dan
dikalikan 1))*.
%ntuk melihat hubungan antara &ariabel bebas dan
&ariabel terikat maka uji statistik yang digunakan
adalah uji korelasi 'endall tau dengan bantuan SSS
&ersi 11$+. Signi,ikan atau tidaknya hubungan &ariabel
bebas dan &ariabel terikat dapat dilihat dari nilai
40
signi,ikan$ apabila - )$)2+ maka &ariabel bebas
berpengaruh terhadap &ariabel terikat.
%ntuk mengetahui kekuatan hubungan dari &ariabel
bebas dan &ariabel terikat penulis menggunakan pedoman
nilai koe,isien korelasi dari .aryanto/2))20 yaitu :
)$1) 2 1$)) korelasi sangat kuat
)$3) 2 )$45 korelasi tinggi
)$") 2 )$+5 korelasi moderat
)$2) 2 )$35 korelasi rendah
)$1) 2 )$15 korelasi sangat rendah.
G. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitan
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 November
2004 sampai dengan 13 November 2004 di RSUD. Dr.
Moewardi Surakarta Ruang rawat inap Cendana.
H. Jalannya Penelitian
Pengumulan data dilakukan dengan cara membagikan
kuesioner kepada responden. Dalam pelaksanaan ini
peneliti dibantu tiga orang perawat RSUD. Dr. Moewardi
Surakarta untuk membantu menyebarkan dan mengumpulkan
kembali angket penelitian. Sebelum dilakukan penyebaran
angket, peneliti mengumpulkan ketiga pembantu peneliti
tersebut tanggal 6 November 2004 untuk diberikan
penjelasan mengenai : pemilihan sampel sesuai
kriteria, menjelaskan cara responden untuk menjawab
41
angket penelitian dan pengumpulan angket. Selanjutnya
bersama ketiga pembantu peneliti berhubungan dengan
kepala ruangan untuk melakukan seleksi terhadap
responden yang sesuai dengan kriteria dalam penelitian.
Kegiatan selanjutnya pembantu peneliti membagikan
kuesioner untuk diisi oleh responden. Disini pembantu
peneliti tidak harus menunggui ataupun membacakan isi
kuesioner, tetapi bila ada responden yang belum jelas
dapat bertanya kepadanya. Setelah data diisi
selanjutnya dikumpulkan dan pembantu peneliti melakukan
pengecekan untuk mengetahui kemungkinan kuesioner yang
belum terisi lengkap. Bila ada item yang belum diisi
responden dimohon untuk melengkapi, setelah itu
pembantu peneliti menyerahkan kembali kepada peneliti.
Kuesioner yang telah dikumpulkan kepada peneliti
dicek sekali lagi apakah masih ada kuesioner yang
belumterisi lengkap, bila ada item yang belum diisi
responden dimohon untuk melengkapi. Kemudian
dilanjutkan dengan analisa data dan penyusunan hasil
penelitian untuk dikonsulkan ke pembimbing satu maupun
dua untuk diseminarkan.
42
43