Anda di halaman 1dari 21

BUMI SEBAGAI PLANET

Bumi adalah planet ketiga dari 8 planet dalam tata surya. Diperkirakan usianya
mencapai 4,6milyar tahun jarak antara bumi dengan matahari adalah 149,6 juta kilometer atau
1 AU (ing: ASTRONOMICAL UNIT).
Bumi kita tidak bulat sempurna, melainkan pepat pada kutub kutubnya dan
menggelembung pada equatornya. Jari- jari dikutub bumi adalah 6.356,8 Km sedangkan pada
equator jari- jari nya 6.378,2 Km. pepat nya bola bumi ini disebabkan pada saat baru terbentuk
bumi belum terlalu padat dan rotasinya membuat menggelembung pada bagian yang tegak
lurus sumbu rotasi, yaitu bagian equator.
Ciri bumi dapat juga ditunjukkan oleh nilai massa jenisnya. Dengan mengetahui masa
jenis bumi kita dapat mempekirakan bahan-bahan penyusun bumi khususnya bagian dalam
bumi. Kita telah mengetahui massa dan jari-jari bumi. Jika kita anggap bumi berbebtuk bola,
maka volum bumi dapat kita hitung dengan rumus volum bola (4/3)R2, dengan R adalah jari-
jari bumi. Massa jenis rata-rata bumi kira-kira 5.500 kg/m3 atau 5,5 massa jenis air (1000
kg/m3).
Selain memiliki massa jenis bumi juga melakukan rotasi. Rotasi adalah perputaran bumi
berputar pada porosnya. Waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi satu kali dmengitari
porosnya adalah 1 hari atau 24 jam (tepatnya adalah 23 jam 56 menit 4,09 detik). Arah rotasi
bumi adalah arah timur yaitu dari barat ke timur.
Rotasi bumi terhadap porosnya menyebabkan :
a) Pergantian siang dan malam hari.
b) Gerak semu harian benda langit.
c) Penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi.
d) Perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.
Bumi juga melakukan Revolusi yaitu gerak bumi mengitari matahari. Arah revolusi sama
dengan arah rotasi, yaitu berlawan dengan arah jarum jam.Arah revolusi bumi ini diciptakan
sebagai arah timur, yaitu gerak dari timur ke barat. Satu kali revollusi bumi (disebut periode
revolusi bumi) memerlukan waktu 362,25 hari (tepatnya 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik).
Revolusi bumi mengitari matahari menyebabkan :
a) Pergantian musim
b) Perubahan lamanya siang dan malam
c) Gerak semu tahunan matahari
d) Terlihatnya bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.


Struktur Bumi
Komposisi dan Struktur
Bumi adalah sebuah planet kebumian, yang artinya terbuat dari batuan, berbeda dibandingkan
gas raksasa seperti Jupiter. Planet ini adalah yang ter besar dari empat planet kebumian,dalam
kedua arti , massa dan ukuran.dari ke empat panet kebumian, juga memiliki kepadatan
tertinggi, gravitasi permukaan terbesar, medan magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi
juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng tektonik yang aktif.
Bentuk
Bentuk planet bumi sangat mirip dengan bulatan gepeng (ablate spheroid). Sebuah bualtan
yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan pada
khatulistiwa. Buncitan ini terjadi karena rotasi bumi,menyebabkan ukuran diameter
khatulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub. Diameter rata-rata
dari bulatan bumi adalah 112.742 km, atau kira-kira 40.000km/. Karena satuan meter pada
awalnya didefinidikan sebagai1/10.000.000 jarak antara khatulistiwa ke kutub utara melalui
kota Paris, Prancis.
Proses alam endogen/tenaga bumi yang berasal dari dalam bumi. Tenaga alam endogen
bersifat membangun permukaaan bumi ini.Tenaga alam eksogen berasal dari luar bumi dan
bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang membuat berbagai macam relief di muka bumi
ini seperi yang kita tahu bahwa pemukaan bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai
bentukan seperti gunung,lembah,bukit,danau,sungai,dsd. Adanya bentukan-bentukan tersebut
menyebabkan permukaan bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal
sebagai relief bumi.

Lapisan bumi
Menurut komposisi (jenis dari materialnya), bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai
berikut :
1). Kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar dari bumi yang terbagi dua kategori, yaitu kerak samudera
dan kerak benua. Kerak samudera memiliki ketabalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua
mempunyai ketebalan 20-70 km. penyusun kerak samudera yang utama adalah batuan basalt,
sedangkan penyusun utama kerak benua adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total
kurang lebih 80 km. temperature kerak meningkat seiring kedalamannya . pada batas
terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 200-400o C. kerak dan bagian mantel yang
relative padat membentuk lapisan litosfer. Karena konveksi pada mantel bagian atas dan
bagian atmosfer, litosfer dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergrak. Temperaturnya
meningkat 30oC setiap km, namun gradian panas bumi akan semakin rendah pada lapisan
kerak yang lebih dalam.
2). Mantel bumi
Mantel bumi terletak di antara kerak dan ini bumi. Mantel bumi merupakan batuan
yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada bagian mantel bagian atas 1500oC-
300
o
C.
3). Inti Bumi
Lapisan ini bumi dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapidan inti dalam. Lapisan inti
luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200oC. inti
dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sebesar 2.700 km. Inti dalam
ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya 4.500
o
C.
Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a). Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan
ketebalan lebih dari 650 km. gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena
adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi. Perputaran bumi
ini akn mengakibatkan bergeraknya masa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan
udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbukan arus angin.
b). Litosfer
Adalah lapisan kulit bumi paling luar yang berupa batuan padat.litosfer tersusun dalm
dua lapisan, yaitu kerak dan selubung yang tebalnya 50-100 km. litosfer merupakan
lempeng yang bergerak sehingga dapat menimbulkan pergeseran benua.
c). Hidrosfer
Air adalah senyawa gabungan dua atom hydrogen dengan satu atom oksigen menjadi
H2O. sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah parairan. Lapisan air yang
menyelimuti permukaan bumi disebut hidrosfer.
d). Biosfer
Biosfer merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdidri dari gabungan
ekosistem yang ada di planet bumi. System ini mencakup semua makhluk hidup yang
berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh. Secara etimologi, biosfer
berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan.
Dengan demikian dapt di artikan biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup.
Pembentukan Benua dan Samudera
Benua dan samudera terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Dahulu bentuk
benua dan samudera tidak seperti sekarang ini. Setelah melalui proses yang maka terbentuklah
benua seperti pada saat ini.
Ada seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred Wagener yang mengemukakan
teori tentang pembentukan benua. Menurut Alfred Wagener, sebelum jaman Carbon ( 300
juta tahun lalu), semua benua yang ada sekarang ini trgabung menjadi satu yang disebut benua
Pangea. Benua pangea kemudian terpecah menjadi dua benua, yaitu benua Laurasia (di bagian
utara) dan benua Gondwana (di bagian selatan). Proses pecahnya benua Pangea ini terjadi
sekitar135 juta tahun yang lalu. Selanjutnya benua Laurasia bagian barat bergerak ke utara
menjauhi benua Gondwana yang akhirnya membentuk benua Amerika utara. Sedangkan benua
Gondwana di selatan terpecah menjadi beberapa benua, yaitu sebagai berikut :
1) Bagian barat bergeser terus kea rah barat menjadi benua Amerika Selatan.
2) Bagian timur bergerak ke timur menjadi benua Afrika.
3) Bagian yang lebih kecil di bagian timur terus bergerak kea rah timur laut dan menjadi India.
4) Satu bagian lagi terpecah menjadi dua,yaitu bagian timur terus bergerak ke arah timur laut,
dan pecahan bagian barat terus bergerak ke arah selatan.
Pekembangan selanjutnya, Amerika utara bergabung menjadi satu dengan Amerika
Selatan, Eurasia menjadi benua Eropa dan benua Asia. Bagian selatan yang bergerak ke selatan
menjadi benua Antartika dan bagian dari bagian selatan yang bergerak ke timur laut menjadi
benua Australia. Teori Waneger disebut juga Teori Pergeseran Benua. Teori ini didsarkan pada
fakta-fakta sebagai berikut.
1) Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika utara, dan Amerika Selatan dengan
pantai Barat Eropa dan hamper sama.
2) Daratan Tanh Hijau (Greenland) menjauh dari Eropa sejauh 36 cm setiap tahun.
3) Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia dan Antartika menunjukan persamaan
sifat.
4) Pulau Madagaskar dalam geraknya ke arah barat terhambat oleh Afrika.
5) Posisi benua dan samudera.
Samudera atau lautan berasal dari bahasa sansekerta yaitu laut yang luas dan merupakan
massa air asin yng sambung menyambung meliputi permukaan bumi yang yang dibatasi oleh
benua ataupun kepulauan yang besar. Lapisan air asin ini dapat mengisi cekungan di daratan
maupun di lekukan yang besar di permukaan bumi. Lapisan air yang menyelimuti lekukan-
lakukan permukaan bumi tersebut membentuk massa air luas yang dikenal dengan samudera
atau lautan dengan massa air yang sempit disebut dengan laut.
Perairan laut yang besar dikenal dengan samudera tersebar pada 4 samudera antara lain:
1). Samudera Hindia;
2). Samudera Pasifik;
3). Samudera Atlantik,dan
4). Samudera Arktik.
BUMI

A.Bumi sebagai Planet
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya
mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau
1 AU (Inggris: Astronomical Unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan
magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin surya,
sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti Bumi hingga
ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer,
Stratosfer, Mesosfer, Ionosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat
tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material
pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan
bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan
sebagainya.
Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta
ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan
perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat
sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air
laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya
kita.
B. Sejarah Terbentuknya Bumi
Banyak ilmuwan yang percaya bahwa Bumi terbentuk bersamaan dengan terbentuknya
Tata Surya. Umur Bumi diperkirakan sekitar 4,5 Milyar tahun, batu tertua yang pernah
ditemukan berusia 4,3 milyar tahun.
Ada beberapa teori asal usul pembentukan bumi seperti yang dikutip Wikipedia, yaitu :
1. Teori Kant
2. Teori Buffon
3. Teori Laplace
4. Teori Planetisimal Hypothesis
5. Teori Tidal
6. Teori Weizsaecker
7. Teori Kuiper
8. Teori Whipple.
Salah satu teori menyebutkan bahwa Bumi pada awalnya berupa gas kemudian berubah
menjadi cairan dan akhirnya menjadi lebih dingin sehingga kerak Bumi ( kulit luar ) menjadi
padat mengeras. Banyak ilmuwan yang mendukung teori bahwa awan Nebula yang membentuk
Tata Surya kita berasal dari ledakan sebuah bintang.
Bumi yang terbentuk berupa materi padat tanpa air dan dikelilingi awan gas. Radiasi
berbagai material dan meningkatnya tekanan di dalam Bumi secara bertahap menghasilkan
panas yang sanggup mencairkan bagian dalam Bumi. Berbagai material berat seperti besi
menjadi tenggelam, sedangkan material ringan seperti Silika ( batuan yang terdiri dari silikon
dan oksigen ) muncul ke permukaan Bumi dan membentuk lapisan keras kulit Bumi yang
pertama.
Panasnya perut Bumi juga menyebabkan zat-zat kimia di dalam Bumi muncul ke
permukaan. Beberapa zat kimia membentuk air, dan ada juga yang menjadi gas-gas yang
membentuk atmosfere. Selama lebih dari jutaan tahun secara perlahan-lahan air terkumpul di
tempat-tempat yang rendah dan membentuk lautan. Daratan berkembang di Bumi, air hujan dan
sungai melarutkan garam dan berbagai subtansi dalam batuan dan membawanya ke lautan,
sehingga membuat lautan menjadi asin.
Atmosfere awal Bumi mungkin terdiri dari hidrogen, helium, metan, dan amonia sama
seperti atmosfere Jupiter saat ini. Barangkali sebagian besar terdiri dari karbon dioksida seperti
atmosfer Venus saat ini.
Selama sekitar satu milyar tahun yang pertama Bumi tak mengandung kehidupan.
Kemudian beberapa unsur kimia bergabung di atmosfer dan memperoleh energinya dari sumber-
sumber seperti petir, menghasilkan asam amino dan asam nukleat, yakni bahan pembangun
molekul semua mahluk hidup.
Bumi pada awalnya mengandung sedikit sekali oksigen. Oksigen di Bumi terutama
berasal dari tanaman-tanaman yang menggunakan karbon dioksida untuk berfotosintesis dan
menghasilkan oksigen. Dengan semakin banyaknya tanaman yang terbentuk di Bumi maka
jumlah oksigen menjadi semakin banyak.
Sejarah Perkembangan Muka Bumi
Pengetahuan terhadap bumi memberikan gambaran bahwa bumi pernah melewati fase cair
pijar, di mana bagian terluar mengalami pengkristalan menjadi kulit bumi dan sewaktu-waktu
mengalami retak, sehingga magma dapat menerobos ke permukaan. Teori perkembangan muka
bumi antara lain dikemukakan oleh beberapa ahli, sebagai berikut :


1. Alfred Lothar Wegener (1880-1930)
Ia mengemukakan teori yang disebut Apungan dan Pergeseran Benua-Benua pada tahun
1912 dihadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman. Teori tersebut dipopulerkan
pertama kalinya dalam bentuk buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Enstehung der
Kontinente und Ozeane (Asal Usul Benua dan Lautan). Buku tersebut menimbulkan kontroversi
besar di lingkungan ahli-ahli geologi, dan baru mereda pada tahun enam puluhan setelah teori
Apungan Benua dari Wegener ini semakin banyak mendapat dukungan.
Wegener mengemukakan teori tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
a) Terdapat kesamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara
dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kesamaan pola garis kontur
pantai tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya Benua Amerika Utara dan Selatan serta
Eropa dan Afrika dahulu adalah daratan yang berimpitan. Berdasarkan fakta bahwa formasi
geologi di bagian-bagian yang bertemu itu mempunyai kesamaan.
Keadaan ini telah dibuktikan kebenarannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika
Barat dari Sierra Leone sampai tanjung Afrika Selatan sama dengan formasi geologi yang
ada di pantai Timur Amerika, dari Peru sampai Bahia Blanca.
b) Benua-benua yang ada sekarang ini, dahulunya adalah satu benua yang disebut Benua
Pangea. Benua Pangea tersebut pecah karena gerakan benua besar di selatan baik ke arah
barat maupun ke arah utara menuju khatulistiwa. Daerah Greenland sekarang ini bergerak
menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahun, sedangkan Kepulauan
Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun. Dengan peristiwa
tersebut maka terjadilah hal-hal sebagai berikut:
Bentangan-bentangan samudra dan benua-benua mengapung sendirisendiri.
Samudra Atlantik menjadi semakin luas karena benua Amerika masih terus bergerak ke
arah barat, sehingga terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan
utara-selatan, yang terdapat di sepanjang pantai Amerika Utara dan Selatan.
Aktivitas seismik yang luar biasa di sepanjang Patahan St. Andreas, di dekat pantai barat
Amerika Serikat.
Batas Samudra Hindia semakin mendesak ke utara. Anak benua India semakin
menyempit dan makin mendekati ke Benua Eurasia, sehingga menimbulkan lipatan
Pegunungan Himalaya.
Pergerakan benua-benua sampai sekarang pun masih berlangsung, hal dibuktikan dengan makin
melebarnya celah yang terdapat di alur-alur dalam samudra.
Tim Peneliti Amerika Serikat (1969)
Hasil penelitian tim peneliti dari The New York American Museum of Natural History Ohio
State University, dan Whichita State University, membuktikan bahwa daerah Alaska terletak di
dekat khatulistiwa pada 200 juta tahun yang lalu. Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang
rahang binatang amfibi air tawar purba, yang disebut lahyrintodont (salamander, kepalanya
gepeng dan badannya besar). Fosil seperti itu ditemui pula di Amerika Selatan dan Afrika.
Bukti-bukti tersebut menguatkan teori apungan benua yang beranggapan bahwa 200 juta tahun
yang lalu hanya ada satu benua besar di planet bumi ini.
Karakteristik Pelapisan Bumi
a. Pelapisan Bumi (Kerak Bumi)
Kerak bumi adalah lapisan yang paling atas dan tipis (seperti kulit ari) yang disebut
dengan litosfer. Lapisan kerak bumi itu terdiri atas dua bagian, yaitu kerak benua
(ketebalan sekitar 40 km) dan kerak dasar samudera (ketebalan sekitar 10 km). Ketebalan
kerak bumi di bawah benua adalah 30 kilometer, sedangkan di bawah samudera 5 hingga 7
kilometer.
Kerak samudera berumur kurang dari 200 juta tahun, terbentuk oleh letusan gunung api
sepanjang celah-celah bawah laut (disebut pematang tengah samudra) dengan material
penyusun berupa batuan basal. Lapisan kerak bumi berumur 3,8 milyar tahun dan tersusun
dari batuan granit ringan, sementara lapisan di bawahnya berupa batuan basal yang lebih
rapat yang terbentuk melalui bermacam-macam proses. Batuan tertua dijumpai di masa
Prakambrium sedangkan batuan yang lebih muda terbentuk selama zaman-zaman
pembentukan gunung.
Angin dan hujan menggerus kerak benua dan menciptakan pasir, debu, serta lumpur yang
hanyut ke samudra sehingga terbentuk suatu lapisan sedimen yang sangat tebal sehingga
menutup lapisan batuan basal, lava bantal, retas vertikal, dan gabro berbutir kasar.
b. Dinamika Kerak Bumi
Kerak bumi terpecah menjadi sekitar 12 lempeng yang saling bergerak mendatar.
Dinamakan lempeng karena bagian litosfer itu mempunyai ukuran yang besar di kedua
dimensi horizontal (panjang dan lebar) tetapi berukuran kecil ada arah vertikal.
Pergeseran lempeng yang tidak sama mengakibatkan ada tiga jenis batas pertemuan antar
lempeng, yaitu dua lempeng saling menjauh (divergent-junctions), dua lempeng saling
bertubrukan (subduction zobes), dan dua lempeng saling berpapasan (transform fault). Berikut
adalah penjelasan tentang teori pertemuan lempeng.



a) Dua Lempeng Saling Menjauh (Divergent-Junctions)
Peristiwa ini terjadi apabila arah pergerakan lempeng (baik lempeng benua maupun
lempeng samudera) saling bertolak-belakang. Contoh perbatasan divergent lempeng samudera
adalah punggungan samudra dan perbatasan divergent lempeng benua adalah Lembah Retak.
Kejadian yang dijumpai di daerah divergent junction yaitu :
Aktivitas vulkanisme laut;
Aktivitas gempa.;
Perenggangan lempeng yang disertai dengan tumbukan di kedua tepi
lempeng;
Pembentukan tanggul dasar samudera (mid ocean ridge).
b) Dua Lempeng Saling Menumbuk (Subduction zone)
Lempeng dasar samudera yang lebih tipis didesak ke bawah oleh lempeng benua yang
lebih tebal dan kaku. Dasar palung merupakan tempat perusakan lempeng benua akibat
pergesekan dua lempeng dan terjadi pula pengendapan batuan yang berasal dari laut dalam
maupun yang diendapkan dari darat. Endapan campuran itulah yang dinamakan batuan bancuh
atau mlange. Bongkahan lempeng benua yang hancur akibat pergesekan akan menambah
campuran bancuh tersebut.
Di sepanjang zone subduction bermunculan puncak gunung api dan sering terjadi gempa bumi
yang kadang-kadang sangat kuat. Di daerah tumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena,
yaitu :
lempeng dasar samudra menunjam ke bawah lempeng benua,
terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu,
pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan,
terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ektrusi,
merupakan daerah hiposentrum gempa baik dangkal maupun dalam yang dapat
menyebabkan terjadinya gempa bumi tektonik dan gelombang tsunami,
penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng, dan
timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan bancuh
atau melange.
Contoh fenomena yang diakibatkan oleh tumbukan dua lempeng, antara lain Palung Jawa
(sebelah Selatan Pulau Jawa), Pegunungan di pantai Barat Amerika, deretan pulau Sumatra,
Jawa, dan Nusa Tenggara.

c) Dua Lempeng Saling Berpapasan/Pergeseran Mendatar
Di daerah seperti itu terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah dan gempa yang
tidakkuat. Gejala pergeseran itu tampak pada tanggul dasar samudera yang tidak
berkesinambungan, melainkan terputus-putus.
C. Bentuk dan Ukuran Bumi
Pada zaman dahulu, manusia beranggapan bahwa bentuk bumi adalah datar dan luasnya
tak terhinggga. Namun pada abad ke-6 SM, seorang pemikir Yunani bernama
Pythagoras beranggapan bahwa bentuk bumi menyerupai bola.
Pada abad ke-4 SM, Aristoteles meyakini bahwa bentuk bumi itu bulat. Keyakinanya itu
timbul setelah mengamati bayangan yang menutupi permukaan bulan pada waktu terjadi
gerhana bulan. Bentuk bumi yang bulat menyebabkan benda-benda yang bergerak menjauhi
seorang pengamat di permukaan bumi akan tampak seolah-olah tenggelam di balik ufuk.
Apabila dilihat dari angkasa luar, bumi akan tampak berwarna kebiru-biruan, sehingga
disebut sebagai planet biru. Warna kebiru-biruan tersebut disebabkan oleh keadaan di bumi
sendiri yaitu karena 70 % permukaan bumi berupa laut dan samudra. Selain itu, susunan dan
ketebalan angkasanya juga menentukan ciri khas penampakannya. Pada saat ini telah diketahui
bahwa garis tengah bumi adalah 12.714 km dari kutub ke kutub dan 12. 757 km di sepanjang
garis khatulistiwa. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan
510 juta kilometer persegi. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg.
Titik tertinggi di permukaan Bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter dan titik
terdalam adalah palung Mariana disamudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau
terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar
adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km
2
.
D. Struktur Bumi
Menurut sifat mekanik (sifat dari material)-nya, Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-
lapisan sebagai berikut:
a. Atmosfer, merupakan lapisan gas yang menyelubungi bumi atau dalam
kehidupan sehari-hari disebut dengan udara. Tebal atmosfer sekitar 48.000
km dihitung dari permukaan air laut.
b. Hidrosfer, merupakan lapisan air yang ada di bumi. Hidrosfer meliputi
lautan, danau, sungai, dan es yang terdapat di kutub. Hidrosfer mempunyai
pengaruh yang besar terhadap atmosfer karena air yang menguap akan
membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan hujan dan kembali ke laut
dalam suatu siklus yang disebut siklus hidrologi.
c. Mesosfer, Lapisan yang lebih berat dan tebal, kaya dengan silisium dan
magnesium.Tebalnya sekitar 2400-2750 km.
Sedangkan menurut komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-
lapisan sebagai berikut:
a) Kerak Bumi
Kulit bumi sering juga disebut dengan istilah lapisan litosfer, tebalnya kurang lebih 32 km,
merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa daratan sebagai
tempat tinggal manusia. Kerak bumi sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu kerak
samudera dan kerak benua.
b) Mantel Bumi
Lapisan ini sering disebut juga dengan istilah selimut bumi. Terdiri atas materi-materi
magma kental yang memiliki suhu sekitar 1.400-2.500
o
C dengan ketebalan 2.900 km.
c) Inti Bumi (Inti Bumi bagian dalam)
Inti Bumi bagian dalam merupakan bagian Bumi yang paling dalam atau dapat juga
disebut inti Bumi. inti Bumi mempunyai tebal 1200 km dan berdiameter 2600 km. Inti
Bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai
4800 C.
d) Inti Bumi bagian luar
Inti Bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam Bumi yang melapisi inti Bumi
bagian dalam. Inti Bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara
2900-4980 km. Inti Bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900 C.
E. Gerak Rotasi Bumi
Gerak bumi yang berputar mengitari porosnya sendiri disebut gerak rotasi bumi. Waktu
yang diperlukan bumi untuk berotasi satu kali mengitari porosnya adalah 1 hari atau 24 jam
(tepatnya 23 jam, 56 menit 4,09 detik). Arah rotasi bumi adalah arah timur yaitu dari barat ke
timur. Gerak rotasi bumi yang arahnya ke timur mengakibatkan pada siang hari matahari seolah-
olah bergerak dari timur ke barat, demikian juga dengan bulan dan bintang di malam hari. Gerak
benda-benda langit disebut gerak harian langit atau sering disebut gerak semu harian. Bintang
dalam gerak hariannya akan kembali pada tempat yang sama di bola langit setelah menempuh
waktu yang sama dengan periode rotasi bumi.
Akibat rotasi bumi terhadap porosnya yaitu pergantian siang dan malam hari, gerak semu
harian benda langit, pengembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi, dan
perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.

F. Revolusi Bumi
Satu kali bumi beredar mengelilingi matahari (berevolusi) diperlukan waktu 365,25 hari
atau 1 tahun. Kecepatan rata-rata bumi dalam berevolusi adalah 30 km/s, sedangkan kecepatan
berotasi adalah 464 m/s.
Revolusi bumi menyebabkan beberapa peristiwa yaitu pergantian musim di bumi
sepanjang tahun; perbedaan lamanya waktu siang dan malam; terlihatnya rasi bintang yang
berbeda setiap bulan, hal ini karena setiap bulan posisi bumi berbeda dengan bulan sebelumnya
sehingga langit di atas kepala kita pun berbeda akibatnya bintang-bintang yang tampak jadi
berbeda. Kumpulan bintang dengan pola-pola tertentu disebut rasi bintang; dan adanya gerak
semu tahunan matahari.
Empat musim di bumi terjadi di daerah-daerah pada belahan bumi utara dan belahan selatan,
sedangkan di daerah khatulistiwa tidak ada pergantian musim.
G. Faktor Pendukung Kehidupan
Bumi adalah planet ketiga pada tata surya denga jarak dari matahari kurang lebih 150
juta km. bumi yang kita tempati ini memiliki faktor-faktor pendukung bagi kehidupan makhluk
hidup sebagai berikut:
a. Bumi cukup menerima sinar matahari sehingga suhu permukaan bumi berkisar 22C.
Dengan suhu tersebut memungkinkan makhluk hidup melakukan proses kehidupannya.
Karena suhu tersebut tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas.
b. bumi mempunyai atmosfer yang mengandung oksigen. Atmosfer ini melindungi bumi
dari jatuhnya benda langit yang lain. Selain itu, atmosfer yang menyelimuti bumi
berperan menahan panas dan cahaya matahari yang berlebihan dan membahayakan,
seperti sinar ultraviolet.
c. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan perairan. Perairan di bumi lebih luas dari pada
daratannya. Dengan demikian dapat menyediakan air sebagai sumber kehidupan.




Microsoft Word 2007

Perbedaan antara Tab, Ribbon dan Group
Tab adalah sederetan menu yang ditandai dengan teks. terdiri dari tab File, Insert,
Page Layout, dll. Ribbon adalah area yang digunakan untuk menampilkan tab dan
menu dari tab yang aktif. Sedangkan Group adalah kelompok menu dalam tiap Ribbon
yang memiliki kesamaan fungsi. Jadi, Ribbon menyediakan tab yang terdiri dari menu,
dan menu sendiri terdiri dari beberapa Group, dan Group terdiri dari sekumpulan menu
yang memiliki kesamaan fungsi.
Tampilan Jendela MS Word 2007


Office Button
Secara umum, Office Button terdiri dari dua area, yaitu area kiri dan area kanan. Area
kiri berisi perintah seperti New, Open, Save, Save As, Print, Prepare, Send, Publish, dan
Close. Sedangkan di area kanan berisi pintasan file dokumen yang baru-baru ini
dibuka.
Pada bagian bawah flyout ini terdapat dua tombol perintah, yaitu Word Option
(digunakan untuk melakukan properti terhadap MS Word 2007) dan Exit Word
(digunakan untuk menutup jendela MS Word). Berikut ini adalah contohnya.

Keterangan:
Nama Icon Keterangan
New digunakan untuk membuat file dokumen kosong baru
Open digunakan untuk membuka file dokumen yang tersimpan
Save perintah untuk menyimpan file dokumen aktif
Save As digunakan untuk menyimpan file dokumen ke dalam format tertentu
Print digunakan untuk mencetak file dokumen yang sedang aktif
Prepare digunakan untuk melakukan properti khusus terhadap file dokumen aktif
Send digunakan untuk mengirimkan file dokumen aktif sebagai email / faksimile
Publish perintah untuk menerbitkan dokumen aktif ke website / blog / dll
Close digunakan untuk menutup file dokumen aktif

Mengenal Fungsi Icon pada Tab Home

Tab Home terdiri dari lima Group yaitu, Clipboard, Font, Paragraph, Styles dan editing.
Group Clipboard

Group Clipboard terdiri dari sekumpulan menu yaitu:
Paste : untuk menempelkan hasil copy atau cut.
Cut : untuk memotong teks/objek terpilih.
Copy : untuk menggandakan teks/objek terpilih.
Format Painter : digunakan untuk meniru format halaman dokumen ke dalam dokumen
lainnya.
* Tombol panah kecil di sudut kanan-bawah setiap Group digunakan untuk
mengakses pengaturan lanjutan mengenai fungsi suatu Group.

Group Font

Menu-menu di Group Font secara khusus berfungsi untuk pemformatan seputar huruf.
Terdiri dari :
Font : untuk memilih jenis huruf
Font Size : untuk mengatur ukuran huruf
Grow Font : untuk memperbesar ukuran huruf secara instan
Shrink Font : untuk memperkecil ukuran huruf secara instan
Change Case : untuk mengubah status huruf kapital/huruf kecil
Clear Formatting : untuk menghapus pemformatan teks terpilih
Bold : untuk menebalkan teks terpilih
Italic : untuk memiringkan Teks terpilih
Underline : untuk memberikan garis bawah pada teks terpilih
Strikethrough : memberikan tanda coret padateks terpilih
Subscript : untuk mengetik karakter pemangkatan
Superscript : untuk mengetik karakter pemangkatan
Text Effect : untuk memberikan efek artistik pada teks terpilih
Text Highlight Color : untuk memberikan warna stabilo di belakang teks terpilih
Font Color : untuk mengatur warna teks terpilih.

Group Paragraph

Group Paragraph terdiri dari sekumpulan menu yang memiliki kesamaan fungsi untuk
mengatur paragraf teks. perintah-perintah di Group Paragraph yaitu:
Bullets : untuk memberikan tanda bullet di tiap paragraf terpilih
Numbering : untuk memberikan format penomoran di tiap paragraf terpilih
Decrease Indent : untuk menggeser baris kedua paragraf ke kiri
Increase Indent : untuk menggeser baris kedua paragraf ke kanan
Left-to-Right : untuk menjadikan arah teks berjalan dari kiri ke kanan (format Latin)
Right-to-Left : untuk menjadikan arah teks berjalan dari kanan ke kiri (format Arab)
Sort : untuk menyortir data
Show Paragraph Marks : untuk menampilkan / menyembunyikan tanda koreksi
paragraf
Align Text Left : untuk mengatur teks rata kiri
Center : untuk mengatur teks rata tengah
Align Text Right : untuk mengatur teks rata kanan
Justify : untuk mengatur teks rata kanan-kiri
Line Spacing : untuk mengatur jarak antar baris teks
Shading : untuk mengatur warna latar teks terpilih
Border : untuk memberikan garis tepi pada teks terpilih.


Group Styles

Group Styles terdiri dari dua menu. Yaitu:
Heading Styles : berisi pilihan format judul/subjudul dari paragraf terpilih
Change Styles : berisi pilihan pengaturan tema paragraf

Group Editing

Secara umum group Editing terdiri dari Find, Replace, dan Select. fungsinya adalah:
Find : untuk mencari kata tertentu berdasarkan keyword tertentu dalam suatu file
Replace : untuk mencari dan mengganti kata yang ditemukan untuk diganti dengan
kata tertentu dalam suatu file
Select : digunakan untuk memilih objek atau teks tertentu di dalam suatu file

MICROSOFT WORD 2007
Fungsi Menu Tab Ikon Word 2007- Secara keseluruhan terdapat 7 baris tab utama dalam
Microsoft Word 2007. Ketujuh tab tersebut terdiri atas Home, Insert, Page Layout, References,
Mailings, Review, dan View. Masing-masing tombol yang terdapat pada setiap tab Microsoft
Word 2007 perlu diketahui agar dicapai penggunaan Microsoft Word 2007 secara maksimal.
Berikut ini adalah tampilan dan masing-masing tab dalam keadaan aktif beserta kelengkapan
tombol perintah pengoperasian Microsoft Word 2007.
a. Fungsi Menu Tab Home Word 2007
Tab home adalah tab yang berisikan kumpulan menu-menu standar.

Gambar 5.3. Tab Home berisikan toolbar standar dari Microsoft Word 2007
Telah disebutkan di atas bahwa berbeda dengan Microsoft Word XP atau versi sebelumnya di
mana perintah-perintah dilakukan melalui pull down menu (menu tarik ke bawah), maka pada
Microsoft Word 2007 perintah-perintah didominasi dalam bentuk tab, dimana pada tab-tab
tersebut berisikan sekumpulan tombol perintah. Kumpulan tombol-tombol perintah tersebut
hanya muncul pada saat tab diaktifkan. Cara menampilkan tab adalah cukup dengan klik kiri
pada judul masing-masing tab itu sendiri, dan dalam hal ini Home, Insert, Page Layout,
References, Mailings, Review, dan View adalah judul tab yang dimaksud. Selanjutnya, secara
berturutan ditampilkan gambar-gambar kumpulan tombol-tombol pada tab-tab sebagai bagian
dari submenu tab Home sebagai berikut.
1) Submenu Clipboard
Submenu Clipboard digunakan untuk menampung sementara file-file hasil copy, hasil
pemotongan, serta format painter. Selain itu, submenu ini digunakan untuk menampilkan
kembali hasil proses copy atau pemotongan yang telah dilakukan.
2) Submenu Font
Submenu Font berisi ikon-ikon untuk fungsi pengaturan model/jenis huruf, ukuran huruf,
menebalkan huruf, mencetak huruf miring, membuat huruf turun, naik setengah karakter,
menghapus huruf, memberi warna huruf, memberi background huruf, dan membuat huruf
menjadi besar atau kecil satu karakter.
3) Submenu Paragraph
Kegunaan submenu Paragraph adalah untuk pengaturan dan pemberian bullet and numbering,
pengaturan outline number, melakukan decrease dan increase indentasi paragraf, perataan teks
atau Allignment (yang terdiri dari align left, right, dan justify), pengaturan jarak baris (spasi),
pemberian color (fill color), pemberian bingkai (border), dan pengurutan data (sort).
4) Submenu Style
Submenu Style digunakan untuk mengatur penampilan teks (di antaranya dengan pilihan
normal, tidak berspasi, serta heading).

5) Submenu Editing
Submenu Editing digunakan untuk proses pengeditan teks.
b. Fungsi Menu Tab Insert Word 2007
Tab ini digunakan untuk memasukkan instruksi-instruksi ke dalam dokumen.

Gambar 5.4. Tab Insert digunakan untuk memasukkan instruksi ke dalam dokumen Microsoft
Word 2007
Bagian dari tab Insert tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
1) Submenu Page
Submenu Page digunakan untuk untuk pembuatan halaman cover, membuat atau membuka
dokumen yang masih kosong dan membuat penggalan halaman.
2) Submenu Tabel
Submenu Insert Tabel digunakan untuk menyisipkan atau memasukkan tabel ke dalam lembar
kerja Word.
3) Submenu Ilustrations
Submenu Ilustrations digunakan untuk memudahkan Anda dalam mendesain lembar kerja
dengan cara menambahkan gambar, Clip Art, Shapes (gambar-gambar sederhana yang
ditampilkan Word 2007), dan menyisipkan grafik.
4) Submenu Link
Apabila Anda menginginkan untuk dapat menghubungkan file ke file yang lain, maka pilihan
Link ini akan membantu dan mempermudah Anda menghubungkan ke file lain termasuk ke
internet.
5) Submenu Header and Footer
Insert Header and Footer digunakan untuk menyisipkan teks pada header dan footer sebuah
dokumen serta pemberian nomor halaman.
6) Sub menu Text
Insert Text digunakan untuk membuat Text Box, membuat WordArt (huruf indah), serta
pembuatan Drop Cap (huruf menjadi lebih besar di awal paragraf).
7) Submenu Symbol
Insert Symbol digunakan untuk membuat/memasukkan rumus serta simbol-simbol ke dalam
teks.


c. Fungsi Menu Tab Page Layout Word 2007
Tab Page Layout digunakan untuk mengatur tata letak data, yang meliputi Page Setup, memberi
warna background pada lembar kerja, mengatur spasi antarbaris, membuat kolom pada teks, dan
mengatur indentasi.

Gambar 5.5. Tab Page Layout untuk mengatur tata letak data dalam Microsoft Word 2007
Tab Page Layout ini terdiri dari sub-sub menu berikut.
1) Themes
Themes digunakan untuk pengaturan huruf dengan format sesuai keinginan (misalnya heading,
normal, dan lain-lain).
2) Page Setup
Page Setup digunakan untuk pengaturan margin (batas tepi kertas), paper size (ukuran kertas),
dan pembuatan kolom teks.
3) Page Background
Page Background digunakan untuk memformat halaman menjadi berwarna, watermark, dan
pembuatan bingkai halaman kertas.
4) Paragraph
Pada submenu Paragraph ini Anda dapat mengatur seberapa besar indentasi (menjorok) serta
membuat spasi antarbaris teks Anda.
5) Arrange
Arrange digunakan untuk mengatur tata letak/posisi teks di dalam halaman, seperti diletakkan di
depan atau di belakang gambar.
d. Fungsi Menu Tab References Word 2007
Tab ini digunakan untuk memasukkan berbagai perintah seperti menuliskan footnote (catatan
kaki), menyisipkan gambar, dan membuat tanda citasi.

Gambar 5.6. References untuk memasukkan catatan kaki dan menyisipkan gambar pada
Microsoft Word 2007
e. Fungsi Menu Tab Mailings Word 2007
Tab ini berguna untuk membuat mail merger (surat massal), mengetik teks pada amplop, dan
membuat label.

Gambar 5.7. Tab Mailings digunakan untuk membuat surat massal pada Microsoft Word 2007
f. Fungsi Menu Tab Review Word 2007
Tab Review berguna untuk mengecek kesalahan tata bahasa serta memproteksi dokumen.

Gambar 5.8. Tab Review untuk mengetahui kesalahan tata bahasa pada lembar kerja Microsoft
Word 2007
g. Fungsi Menu Tab View Word 2007
Tab View digunakan untuk menampilkan atau mencetak dokumen pada layar, mengatur ukuran
cetakannya, dan menampilkan garis bantu pada lembar kerja.

Gambar 5.9. Tab View untuk menampilkan atau mencetak dokumen pada lembar kerja
Microsoft Word 2007
Di samping tab-tab yang sifatnya baku di atas, Microsoft Word 2007 memberikan kemudahan
juga dengan tampilnya tab-tab otomatis. Sebagai contoh, pada saat objek pada dokumen
Microsoft Word 2007 klik untuk keperluan format, maka secara otomatis muncul tab ke delapan,
yaitu tab format. Dengan munculnya tab format secara otomatis, maka tombol-tombol perintah
format akan muncul seperti gambar berikut ini.

Gambar 5.10. Tab Format untuk mengatur tampilan data dalam lembar kerja Microsoft Word
2007