Anda di halaman 1dari 47

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penglihatan turun mendadak tanpa tanda radang ekstraokular dapat
disebabkan oleh beberapa kelainan. Kelainan ini dapat terlihat pada neuritis
optic, ablasio retina, obstruksi vena retina sentral, oklusi arteri retina sentral,
perdarahan badan kaca, amaurosis fugaks, dan koroiditis.
1.2 Tujuan
Tujuan dari dibuatnya laporan ini adalah untuk metode pembelajaran
jenis-jenis penyakit mata khususnya yang termasuk dalam kategori
Penglihatan turun mendadak tanpa mata merah, sekaligus untuk
melengkapi salah satu tugas kepaniteraan klinik di bagian mata.
BAB II
PEMBAHASAN
.! Anatomi dan i!iologi mata
"ata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. #ang
dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah
lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. "ata yang lebih kompleks
dipergunakan untuk memberikan pengertian visual. "ata manusia sebagai
alat indra penglihatan dapat dipandang sebagai alat optik yang sangat
penting bagi manusia. $truktur dan fungsi mata sangat rumit dan
mengagumkan. $ecara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang
masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta
menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke
otak.
"T"T# SA$A % PEMBULUH DA$AH
%eberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. $etiap otot dirangsang oleh saraf
kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai
saraf lainnya.
$araf optikus memba&a gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina
ke otak
$araf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
$araf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan
merangsang otot pada tulang orbita.
Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata
kanan, sedangkan darah dari mata diba&a oleh vena oftalmika dan vena retinalis.
ST$U&TU$ PELINDUN'
$truktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak
secara bebas ke segala arah. $truktur tersebut melindungi mata terhadap debu,
angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga
memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.
Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot,
saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan
mengalirkan air mata.
Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata.
Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari
benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.
Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh
permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan
kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa
menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya.
%agian dalam kelopak mata adalah selaput tipis 'konjungtiva( yang juga
membungkus permukaan mata.
Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata
dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai
barrier 'penghalang(. Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan
bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.
Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan
dan menghasilkan air mata yang encer. )ir mata mengalir dari mata ke
dalam hidung melalui duktus lakrimalis* setiap duktus memiliki lubang
di ujung kelopak mata atas dan ba&ah, di dekat hidung. )ir mata
berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan
membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. $elain itu, air mata
kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
%agian-bagian mata berperan sebagai media penglihatan, antara lain+
!. Kornea
Kornea adalah selaput bening mata, bagian selaput mata yang
tembus cahaya, merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah
depan.
,apisan pada kornea terdiri dari+
- -pitelium
- "embran %o&mann
- $troma
- "embran .escement
- -ndotelium

. %ilik "ata .epan
$udut bilik mata yang dibentuk jaringan korneosklera dengan
pangkal iris. Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata.
%ila terdapat hambatan aliran keluar cairan mata 'a/uos humor( maka
akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata sehingga
tekanan bola mata 'T01( akan meningkat atau glaukoma. %erdekatan
dengan sudut ini akan ditemukan jaringan trabekulum, kanal $chlemm,
baji sklera, garis $ch&albe, dan jonjot iris.
$udut bilik mata depan sempit terdapat pada mata berbakat
glaukoma sudut tertutup, hipermetropia, blokade pupil, katarak intumesen,
dan sinekia posterior perifer.
2. 0ris dan Pupil
Pangkal iris melekat pada corpus siliaris yang akan berperan dalam
proses akomodasi. 0ris mempunyai celah di bagian tengahnya dan disebut
pupil. Pupil ini akan mengatur jumlah cahaya yang masuk yang
dibutuhkan oleh mata dan kemudian membiaskannya pada lensa.
3. ,ensa "ata
,ensa berbentuk lempeng cakram bikonveks yang terletak di dalam
bilik mata belakang. ,ensa dibentuk oleh sel epitel lensa yang membentuk
serat lensa di dalam kapsul lensa. -pitel lensa akan membentuk serat lensa
terus menerus sehingga mengakibatkan memadatnya serat lensa di bagian
sentral lensa sehingga terbentuk nukleus lensa. %agian sentral lensa
merupakan serat lensa yang paling dini dibentuk atau serat lensa yang
tertua di dalam kapsul lensa. .i dalam lensa dapat dibedakan nukleus
embrional, fetal, dan de&asa. .ibagian luar nukleus ini terdapat serat lensa
yang lebih muda dan disebut korteks. Korteks yang terletak di sebelah
depan lensa disebut korteks anterior, sedang di belakangnya korteks
posterior. 4ukleus lensa mempunyai kepadatan lebih keras dibanding
korteks lensa yang lebih muda. .i sekitar serat lensa ini terdapat kapsul
lensa. .ibagian perifer kapsul lensa terdapat 5onula 5inn yang
menggantungkan lensa di bidang ekuatornya pada corpus siliaris.
$ecara fisiologik, lensa mempunyai sifat tertentu, yaitu+
a. Kenyal atau lentur karena berperan penting dalam proses akomodasi
b. 6ernih atau transparan karena berfungsi sebagai media penglihatan
$edangkan secara patologik, sifat lensa dapat berubah, antara lain+
a. Tidak kenyal atau tidak lentur, sehingga proses akomodasi menjadi
terganggu, keadaan ini disebut presbiopia.
b. Tidak jernih atau keruh, sehingga visual pathway atau jalannya
penglihatan menjadi terganggu, keadaan ini disebut katarak.
7. 8orpus 9itreus
8orpus vitreus atau disebut juga badan kaca merupakan bahan
gelatin yang mengandung sel leukosit. %ersifat semi cair yang
mengandung air sebanyak :;< sehingga tidak dapat lagi menyerap air.
$ifat lainnya adalah bening atau transparan, tidak ber&arna, dan dengan
konsistensi lunak. %erfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata, hal
ini disebabkan karena corpus viterus mengisi sebagian besar bola mata.
Peranannya mengisi ruang untuk meneruskan sinar dari lensa ke retina.
8orpus vitreus tidak mempunyai pembuluh darah, menerima nutrisi dari
jaringan di sekitarnya seperti corpus siliaris, koroid, dan retina.
=. >etina
>etina merupakan membran tipis yang terdiri atas saraf sensorik
penglihatan dan serat saraf optik. >etina merupakan jaringan saraf mata
yang dibagian luarnya berhubungan erat dengan koroid. Koroid
memberikan nutrisi pada retina luar atau sel kerucut dan sel batang.
%agian koroid yang memegang peranan penting dalam metabolisme retina
adalah membran %ruch dan sel epitel pigmen. >etina bagian dalam
mendapat metabolisme dari arteri retina sentral. .ari luar ke dalam secara
histologik, retina dibagi dalam !; lapisan, yaitu+
a. ,apisan epitel pigmen, yang merupakan bagian koroid
b. ,apisan sel batang dan kerucut 'sel fotoreseptor(
c. ,apisan membran pembatas luar
d. ,apisan inti luar
e. ,apisan pleksiform luar
f. ,apisan inti dalam
g. ,apisan pleksiform dalam
h. ,apisan sel ganglionik
i. ,apisan serabut sel saraf
j. ,apisan membran pembatas dalam
Pada bagian sumbu aksial posterior, retina tidak terdiri atas !;
lapisan. ?al ini untuk memudahkan sinar dari luar mencapai sel kerucut
dan sel batang. %agian ini disebut makula lutea atau bintik kuning. .aerah
ini merupakan penglihatan sentral dimana ketajaman penglihatan
maksimal. "akula lutea pada pemeriksaan funduskopi akan terlihat lebih
jelas karena ketipisannya dan karena adanya refleks fovea yang merupakan
sinar yang dipantulkan kembali. Pada saat ini akan terasa silau sekali.
@ovea sentral merupakan bagian retina yang sangat sensitif dan yang akan
menghasilkan ketajaman penglihatan maksimal atau =A=. %ila terjadi
kerusakan pada fovea sentral ini maka ketajaman penglihatan akan sangat
menurun karena pasien akan melihat dengan bagian perifer makula lutea.
$el fotoreseptor terdiri atas sel kerucut yang mempunyai = juta sel
pada setiap mata, berperan dalam penglihatan &arna 'pigmen &arna(.
$edangkan sel batang mempunyai ! juta sel pada setiap mata,
mempunyai peran dalam penglihatan dalam gelap 'rodopsin(. $el kerucut
7;; kali lebih sensitif terhadap cahaya dibanding sel batang.
2.2 Pengli(atan turun mendadak tan)a mata mera(
2.2.1 NEU$ITIS "PTI&US
De*ini!i
4euritis optik adalah gangguan penglihatan yang disebabkan karena peradangan
pada saraf optik.
De!kri)!i
4euritis optik terjadi akibat saraf optik yang merupakan jaras yang memba&a
impuls penglihatan ke otak mengalami peradangan serta sarung mielin yang
membungkus saraf tersebut mengalami kerusakkan 'proses ini disebut juga
demielinisasi(. Terjadinya sangat khas pada salah satu mata 'B;<( yang
menyebabkan gangguan penglihatan yang cepat dan progresif tetapi bersifat
sementara. $ekitar 2;< penderita terjadi pada kedua mata. 4euritis optik
cenderung menyerang de&asa muda dengan usia rata-rata 2;-an. Tujuh puluh lima
persen penderita merupakan &anita.
Kerusakkan saraf terjadi pada bagian saraf optik yang letaknya di belakang bola
mata dan disebut juga neuritis retrobulbar serta sering dikaitkan dengan penyakit
sklerosis multipel. Peradangan saraf optik dan edema 'pembengkakan( terjadi
akibat tekanan intrakranial pada tempat dimana saraf masuk ke dalam bola mata.
Peradangan di tempat tersebut disebut papilitis.
Pen+e,a, dan 'ejala-'ejala
Cejala-gejala neuritis optik adalah jika ditemukan satu atau lebih gejala berikut
ini+
penglihatan kabur
bintikAbercak buta, terutama pertengahan lapang pandang
nyeri saat pergerakkan bola mata
sakit kepala
buta &arna mendadak
gangguan penglihatan pada malam hari
gangguan ketajaman penglihatan
4euritis optik sering diakibatkan oleh penyakit sklerosis multipel. Penyebab
lainnya adalah infeksi virus, jamur, ensefalomielitis, penyakit-penyakit otoimun
atau tumor yang menekan saraf penglihatan atau penyakit-penyakit pembuluh
darah 'misalnya radang arteri temporal(. %eberapa bahan kimia beracun seperti
metanol dan timah hitam dapat menyebabkan kerusakkan saraf optik. Kerusakkan
saraf optik dapat juga dikarenakan penyalahgunaan alkohol dan rokok. 4euritis
optik dapat juga disebabkan karena gangguan sistem kekebalan tubuh.
Diagno!i!
.okter mata akan memeriksa mata penderita dan menentukan diagnosis neuritis
optik. Pemeriksaan mata lengkap termasuk pemeriksaan ketajaman penglihatan,
pemeriksaan buta &arna serta pemeriksaan retina dan diskus optik dengan
menggunakan oftalmoskop. Tanda-tanda klinis seperti gangguan reaksi pupil jelas
terlihat selama pemeriksaan mata tetapi pada beberapa keadaan mata terlihat
normal. >i&ayat medis penderita dapat digunakan untuk mengetahui apakah
pernah terpapar kontak dengan bahan-bahan beracun seperti timah hitam yang
dapat menyebabkan neuritis optik. Pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan
">0 'magnetic resonance imaging( diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
.engan ">0 dapat dibuktikan tanda-tanda sklerosis multipel.
Tera)i
Pengobatan neuritis optik tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Cangguan penglihatan yang disebabkan infeksi virus akan membaik sendiri
setelah diberikan pengobatan terhadap virus. 4euritis optik yang disebabkan
bahan-bahan beracun dapat diatasi bila sumber-sumberAkontak dengan racun
dihindari.
Pemberian kortikosteroid suntikan yang dilanjutkan dengan pemberian oral pada
penderita neuritis optik akibat sklerosis multipel sangat cepat memperbaiki
penglihatan penderita, tetapi masih diperdebatkan penggunaanya untuk mencegah
kekambuhan. Terapi Percobaan 4euritis 1ptik menunjukkan bah&a steroid yang
diberikan dengan suntikkan intravena efektif untuk mengurangi serangan neuritis
optik akibat penyakit sklerosis multipel hingga tahun, tetapi perlu penelitian
lebih lanjut. Prednison yang diberikan secara oral tampaknya dapat meningkatkan
serangan berulang neuritis optik sehingga terapi ini tidak dianjurkan.
Pen.ega(an
Cangguan penglihatan yang disebabkan karena neuritis optik biasanya bersifat
sementara. >emisi 'penyembuhan( spontan terjadi dalam dua hingga lima minggu.
$aat masa pemulihan, =7< - D;< ketajaman penglihatan penderita menjadi lebih
baik. Prognosis jangka panjang tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
6ika serangan ini ditimbulkan oleh infeksi virus maka akan mengalami
penyembuhan sendiri tanpa meninggalkan efek samping. 6ika neuritis optik dipicu
oleh sklerosis multipel, maka serangan berikutnya harus dihindari. Tigapuluh tiga
persen penderita neuritis optik akan kambuh dalam lima tahun. Tiap kekambuhan
menyebabkan pemulihannya tidak sempurna bahkan memperburuk penglihatan
seseorang. )da hubungan yang kuat antara neuritis optik dengan sklerosis
multipel. Pada orang yang tidak mengalami sklerosis multipel maka separuh dari
mereka yang mengalami gangguan penglihatan akibat neuritis optik akan
menderita penyakit ini dalam !7 tahun.
Pen.ega(an
Pemeriksaan mata secara teratur untuk menjaga kesehatan mata. Pengobatan dini
terhadap masalah penglihatan dapat mencegah kerusakkan permanen pada saraf
mata.
2.2.2 ABLASI $ETINA
De*ini!i /
)blasio retina adalah suatu keadaan terpisah nya sel kerucut dan batang retina
dengan dari sel epitel pigmen retina. Pada keadaan ini sel epitel pigmen masih
melekat erat dengan membran %ruch. $esungguhnya antara sel kerucut dan sel
batang retina tidak terdapat suatu perlekatan struktur dengan koroid atau pigmen
epitel, sehingga merupakan titik lemah yang potensial untuk lepas secara
embriologis.
Pen+e,a, + Penyebab penyakit ini antara lain karena faktor usia 'insidennya
meningkat pada usia pertengahan atau lebih tua(, akibat terdapatnya benda padat
keras yang masuk ke dalam mata atau bersifat herediter 'biasanya terjadi pada
individu yang memiliki ri&ayat penyakit ini dalam keluarga(. Penyebab lain
seperti akibat komplikasi diabetes mellitus serta penyakit inflamasi, tumor dan
trauma. Ealaupun agak jarang, kondisi ini dapat merupakan penyakit keturunan
yang bahkan dapat terjadi pada bayi dan anak-anak.)blasio retina merupakan
kelainan yang bersifat darurat dan perlu mendapat tindakan segera. Karena bila
tidak ditangani sedini mungkin dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau
kebutaan.
$ebagian besar ablasio retina terjadi karena adanya satu atau lebih robekan
kecil atau lubang pada retina, kadang proses penuaan yang normalpun dapat
menyebabkan retina menjadi tipis dan kurang sehat, sehingga cairan yang terletak
antara lapisan epitel pigmen dan lapisan sel batang dan kerucut lambat laun
meluas ke ba&ah dan selalu mencari tempat terendah. "akin lama cairan yang
masuk makin banyak, ablasi semakin tinggi, retina akan menjadi berlipat-lipat dan
akhirnya seluruh retina terlepas, kecuali pada ora serrata dan papil saraf optik.
%ila disebabkan karena penipisan retina atau penyusutan vitreus yang
biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia atau akibat pertumbuhan mata
abnormal 'penglihatan dekat(, trauma dan inflamasi maka vitreus akan terlepas
dari retina dan meninggalkan satu atau lebih lubang di retina.
&la!i*ika!i
.ikenal 2 macam bentuk ablasio retina +
!. )blasio retina regmatogenosa
. )blasio retina serosa atau eksudatif
2. )blasio retina akibat traksi
1. A,la!io $etina $egmatogeno!a
)blasio retina dimana terjadi pemutusan total 'suatu regma( di retina
sensorik. Cejala yang biasanya terjadi berupa fotopsia 'melihat pijaran api(,
melihat benda bergerak, kehilangan lapang pandan g perifer, penglihatan sentral
yang tidak jelas serta metamorfopsia.
Pada funduskopi didapatkan kelainan berupa
Pigmen pada badan kaca 'tanda
Shaffer(
>etina terangkat ber&arna pucat
dengan pembuluh darah diatasnya
>obekan retina ber&arna merah
>etina tampak ber&arna susu,
berkilauan, dengan lipatan
undulasi retina
Pengobatan pada ablasi retina adalah pembedahan. $ebelum pembedahan pasien
dira&at dengan mata tertutup, pembedahan dilakukan secepat mungkin dan
sebaiknya !- hari.
Pengobatan ditujukan untuk melekatkan kembali bagian retina yang lepas dengan
diatermi dan laser. .iatermi berupa +
.iatermi permukaan
.iatermi setengah tebal sklera sesudah reseksi sklera
2. A,la!io $etina Sero!a atau Ek!udati*
)blasio retina yang terjadi akibat terdapatnya timbunan cairan serosa atau
eksudat di ba&ah retina dan mengangkat retina. Penimbunan cairan sebagai akibat
keluarnya cairan dari pembuluh darah retina dan koroid 'ekstra vasasi( 8airan
dapat mengikuti hukum gravitasi yaitu selalu mengikuti tempat terba&ah dari
mata.
Keluhan seperti berkurangnya lapang pandang dan metamorfopsia dapat
terjadi. Pada fundus okuli didapatkan kelainan seperti gambaran retina yang halus,
tembus cahaya dan menonjol seperti kubah, biasanya tidak terdapat perdarahan
kecuali bila terjadi vaskulopati retinal.
0. A,la!io $etina Aki,at Trak!i
Terjadi akibat kontraksi pada korpus vitreus sehingga menarik jaringan
fibrovaskuler proliferatif 'jaringan parut( dan retina diba&ahnya kearah anterior
menuju dasar korpus vitreus. Penyakit ini terjadi perlahan-lahan dan
progresivitasnya ditentukan oleh proliferasi fibrovaskuler.
Cejala yang terjadi berupa berkurangnya penglihatan sentral dan dapat
menyebabkan kehilangan penglihatan bila tidak diobati. Pada funduskopi
diperoleh gambaran permukaan yang lebih konkaf, halus dan gambaran pita
memancar keluar dari korpus vitreus.

DIA'N"SIS
Subjektif antara lain penderita mengeluh kilatan-kilatan cahaya beberapa
hari atau minggu sebelumnya 'fotopsia(, melihat tirai yang bergerak ke satu arah,
lambat laun tirai semakin turun dan menutup mata 'terjadi ablasi total, persepsi
cahaya menjadi ;(. pada beberapa kasus mungkin terjadi tanpa kilatan-kilatan
yang nyata tapi penglihatan seolah bergelombang atau berair atau pada
penglihatan pinggir terdapat bayangan hitam.
Objektif dengan oftalmoskop, didapatkan fundus okuli +
>etina ber&arna kehijauan dengan lipatan ber&arna putih, tidak
bergelombang, retina yang lepas sedikit berubah &arna menjadi abu-abu
seperti a&an.
Cambaran koroid kadang masih terlihat 'refleks merah(
Pembuluh darah ber&arna lebih gelap, lebih berkelok-kelok, refleks
cahaya '-(.
PENATALA&SANAAN
Penatalaksanaan ablasio retina regmatogenosa dibedakan berdasarkan akut
dan kronik. Pada yang akut harus ditangani dalam &aktu 3-3D jam dan yang
kronik dalam &aktu ! minggu setelah ditegakkan diagnosis.
Terapi yang dapat diberikan seperti fotokoagulasi laser bila ditemukan
robekan-robekan kecil dengan sedikit atau tanpa lepasnya retina dan cryopeFy
yaitu membekukan dinding bagian belakang mata yang terletak di belakang
robekan retina, dapat merangsang pembentukan jaringan parut dan merekatkan
pinggir robekan retina dengan dinding belakang bola mata. Pilihan lain untuk
terapi ablasi retina regmatogenosa seperti prosedur buckling sclera, retinopeFy
pneumatic dan tamponade minyak silicon intraocular.
)blasio retina akibat traksi dapat diterapi dengan metode tamponade minyak
silicon dan pembedahan vitrektomi persplana. $edangkan ablasio retina serosa
atau eksudatif penanganannya lebih sederhana dan biasanya membaik spontan
dengan penanganan yang sesuai pada kondisi tertentu.
2.2.0 "BST$U&SI 1ENA $ETINA SENT$AL
Penyumbatan vena retina yang mengakibatkan gangguan perdarahan di
dalam bola mata.
%iasanya penyumbatan terletak di mana saja pada retina, akan tetapi lebih
sering terletak di depan lamina kribosa. Penyumbatan vena retina dapat terjadi
pada suatu cabang kecil ataupun pembuluh vena utama 'vena retina sentral(,
sehingga daerah yang terlibat member gejala sesuai dengan daerah yang
dipengaruhi. $uatu penyumbatan cabang vena retina lebih sering terdapat di
daerah temporal atas atau temporal ba&ah.
Penyumbatan vena retina sentral mudah terjadi pada pasien dengan
glaucoma, biabetes mellitus, hipertensi, kelainan darah, arteriosklerosis, papil
edema, retinopati radiasi, dan penyakit pembuluh darah. Trombosit dapat terjadi
akibat endoflebitis.
$ebab-sebab terjadinya penyumbatan vena retina sentral ialah +
!. )kibat kompresi dari luar terhadap vena tersebut seperti yang terdapat pada
prose arteriosklerosis atau jaringan pada lamina kribosa.
. )kibat penyakit pada pembuluh darah vena sendiri seperti fibrosklerosis
atau endoflebitis.
2. )kibat hambatan aliran darah dalam pembuluh vena tersebut seperti yang
terdapat pada kelainan viskositas darah diksrasia darah atau spasme arteria
retina yang berhubungan.
'ejala dan gam,aran klini!
Tajam penglihatan sentral terganggu bila perdarahan mengenai daerah
macula lutea. Penderita biasanya mengeluh adanya oenurunan tajam penglihatan
sentral ataupun perifer mendadak yang dapat memburuk sampai hanya tinggal
persepsi cahaya. Tidak terdapat rasa sakit dan mengenai satu mata.
Pada pemeriksaan funduskopi pasien dengan oklusi vena sentral akan
terlihat vena yang berkelok-kelok, udem makula dan retina, perdarahan berupa
titik terutama bila terdapat penyumbatan vena yang tidak sempurna.
Pada retina terdapat udem retina dan macula dan bercak-bercak 'eksudat(
&ol katun yang terdapat diantara bercak-bercak perdarahan. Papil edem dan
pulsasi vena menghilang karena penyumbatan biasanya terletak pada lamina
kribosa. Terdapat papil merah dan menonjol 'papil edema( disertai pulsasi vena
yang menghilang. Kadang-kadang dijumpai edema papil tanpa disertai perdarahan
di tempat yang jauh 'perifer( dan ini merupakan gejala a&al penyumbatan di
tempat yang sentral. Penciutan lapangan pandang atau suatu skotoma sentral dan
defek irregular. .engan angiografi fluoresen dapat ditentukan beberpa hal seperti
letak penyumbatan, penyumbatan total atau sebagian dan ada atau tidaknya
neovaskularisasi.
Pengo,atan /
Terutama ditujukan kepada mencari penyebab dan mengobatinya, antikoagulasia,
dan fotokoagulasi daerah retina yang menghalangi hipoksia. $teroid diberi bila
penyumbatan disebabkan oleh flebitis.
)kibat penyumbatan ini akan terjadi ganggu fungsi penglihatan sehingga tajam
penglihatan menjadi berkurang. Pada keadaan ini dapat dipertimbangkan untuk
melakukan fotokoagulasi. Pengobatan dengan menurunkan tekanan bola mata dan
mengatasi penyebabnya.
-dema dan perdarahan retina akan diserap kembali dan hal ini dapat memberikan
perbaikan visus.
Penyulit oklusi vena retina sentral berupa perdarahan massif ke dalam retina
sentral berupa perdarahan massif ke dalam retina terutama pada lapis serabut saraf
retina dan tanda iskemia retina. Pada penyumbatan vena retina sentral perdarahan
juga dapat terjadi di depan papilla dan ini dapat memasuki badan kaca menjadi
perdarahan badan kaca. 1klusi vena retina sentral dapat menimbulkan terjadinya
pembuluh darah baru yang dapat ditemukan di sekitar papil, iris dan di retina
'rubeosis iridis(. >ubeosis iridis dapat mengakibatkan terjadinya glaucoma
sekunder, dan hal ini dapat terjadi dalam &aktu !-2 bulan.
Penyulit yang dapat adalah glaucoma hemoragik atau neovaskuler.
2.2.2. "&LUSI A$TE$I $ETINA SENT$AL
Penyumbatan arteri retina sentral dapat disebabkan oleh radang arteri, thrombus
dan embolus pada arteri, spasme pembuluh darah, akibat terlambatnya pengaliran
darah, giant cell arthritis, penyakit kolagen, kelainan hiperkoagulasi, sifilis dan
trauma. Tempat tersumbatnya arteri retina sentral biasanya di daerah lamina
kribrosa. -mboli merupakan penyebab penyumbatan arteri retina sentral yang
paling sering. -mboli dapat berasal dari perkapuran yang berasdal dari penyakit
emboli jantung. 4odus-nodus reuma, carotid pla/ue, atau emboli endokarditis.
Pen+e,a, /
$pasme pembuluh lainnya antara lain pada migren, keracunan alcohol, tembakau,
kina atau timah hitam. Perlambatan aliran pembuluh darah retina terjadi pada
peninggian tekanan intraocular, stenosis aorta atau arteri carotis. Kelainan ini
biasanya terjadi mengenai satu mata, dan terutama mengenai arteri pada daerah
masuknya di lamin kribrosa.
'ejala dan gam,aran klini! /
Pada oklusi retina sentral dimulai dengan penglihatan kabur yang hilang timbul
'amaurosis fugaks( dengan tidak disertai rasa sakit dan kemudian gelap menetap.
Penurunan visus yang mendadak biasanya disebabkan oleh penyakit-penyakit
emboli. Penurunan visus yang merupakan serangan-serangan yang berulang dapat
disebabka oleh penyakit-penyakit spasme pembuluh atau emboli yang berjalan.
Penyumbatan arteri retina sentral akan menyebabkan keluhan penglihatan tiba-
tiba gelap tanpa terlihatnya kelainan pada mata luar. Pasien akan mengeluh
penglihatannya menurun yang kemudian menetap tanpa adanya rasa sakit. >eaksi
pupil menjadi lemah dengan pupil anisokoria. Pada pemeriksaan funduskopi akan
terlihat seluruh retina ber&arna pucat akibat edema dan gangguan nutrisi pada
retina. Terdapat bentuk gambaran sosis pada arteri retina akibat pengisian arteri
yang tidak merata. $esudah beberapa jam retina akan tampak pucat, keruh keabu-
abuan yang disebabkan edema lapisan dalam retina dan lapisan sel ganglion. Pada
keadaan ini akan erlihat gambaran merah ceri atau cherry red spod pada macula
lutea. ?al ini disebabkan karena tidak adanya lapisan ganglion di macula,
sehingga macula mempertahankan &arna aslinya. ,ama-kelamaan papil menjadi
pucat dan batasnya kabur.
Pengo,atan /
Pengobatan dini dapat dengan menurunkan tekanan bola mata dengan mengurut
bola mata, dan aGetaGolamid atau parasentesis bilik mata depan. 9asodilator
pemberian bersama antikoagulan dan diberikan steroid bila diduga terdapatnya
peradangan maka akan diberikan steroid. Pasien dengan oklusi arteri retina sentral
harus secepatnya diberikan 1.
Penyulit +
Penyulit yang dapat timbul adalah glaucoma neovaskuler tergantung pada letak
dan lamanya terjadinya oklusi maka kadang-kadang visus dapat kembali normal
tapi lapang pandangan menjadi kecil.
2.2.3 &E&E$UHAN DAN PE$DA$AHAN 4"$PUS 1IT$EUS
Kekeruhan badan kaca kadang-kadang terjadi akibat penuaan disertai
degenerasi berupa terjadinya koagulasi protein badan kaca. ?al ini biasanya
disertai dengan pencairan badan kaca bagian belakang. )kibat bagian depan masih
melekat erat maka akan terjadi gerakan-gerakan bergelombang seperti hujan.
Keadaan ini tidak banyak menggangu penglihatan.
Perdarahan pada badan kaca adalah suatu keadaan yang cukup ga&at
karena dapat memberikan penyulit yang mengakibatkan kebutaan pada mata.
Perdarahan pada badan kaca dapat terjadi spontan pada diabetes mellitus,
rupture retina, ablasi badan kaca. Kelainan darah dan perdarahan juga dapat
memberikan perdarahan dalam badan kaca. .iabetes mellitus, hipertensi dan
trauma merupakan penyebab utama perdarahan badan kaca. Perdarahan badan
kaca yang disebabkan trauma dapat akibat trauma tumpul atau kontusi jaringan
dan suatu trauma tembus.
Perdarahan badan kaca akan menyebabkan turunnya penglihatan
mendadak lapang pandangan ditutup oleh sesuatu sehingga mengganggu
penglihatan tanpa rasa sakit. Perdarahan dalam badan kaca biasanya cepat sekali
menggumpal. Keadaan ini disebabkan susunan badan kaca disertai terdapatnya
bahan seperti tromboplastin di dalam badan kaca.
Pada pemeriksaan fundus tidak terlihat adanya refleF fundus yang
ber&arna merah dan sering memberikan bayangan hitam yang menutup retina.
Perdarahan dalam badan kaca akan menyebar sesudah beberapa minggu, dimana
kemudian sel darah merah dimakan oleh sel lekosit dan sel plasma.
Perdarahan badan kaca pada diabetes mellitus dapat timbul tiba-tiba, yang
biasanya akan jernih dan diabsorpsi setelah beberapa minggu atau bulan,
&alaupun demikian keadaan ini merupakan ancaman untuk terjadinya perdarahan
berulang.
Pengobatan berupa istirahat dengan kepala sakit lebih tinggi paling sedikit
selama 2 hari. %ila sedang minum obat maka hentikan obat seperti aspirin, anti
radang nonsteroid, kecuali bila sangat dibutuhkan. .arah dikeluarkan dari badan
kaca bila terdapat bersama ablasi retina atau perdarahan yang lebih lama dari =
bulan, dan bila terjadi glaucoma hemolitik.
Penyulit dapat terjadi bila terjadi reaksi proliferasi jaringan 'retinitis
proliferans( yang akan mengancam penglihatan. %ila terbentuk jaringan parut
akan terjadi perubahan bentuk badan kaca yang dapat mengakibatkan terjadinya
ablasi retinitis. >etinitis proliferans bersifat ireversibel &alaupun perkembangan
pembuluh darah telah berhenti.
AMBLI"PIA T"&SI&
Pada keracunan beberapa obat dapat terjadi kebutaan mendadak. 4euritis optik
toksik dapat terjadi pada keracunan alkohol atau tembakau, timah dan bahan
toksik alinnya. %iasanya terdapat tanda-tanda lapang pandangan yang berubah-
ubah.
Pada uremia dapat terjadi ambliopia uremik dimana penglihatan berkurang.
%erkurangnya akibat keracunan alkohol mengakibatkan ambliopoia alkohol.
$ETIN"PATI SE$"SA SENT$AL
>etinopati serosa sentral adalah suatu keadaan lepasnya retina dari lapis pigmen
epitel di daerah macula akibat masuknya cairan melalui membrane bruch dan
pigmen epitel yang inkompeten.
>etinopati serosa sentral dapat bersifat residif. %iasanya dijumpai pada penderita
laki-laki berusia antara ; sampai 7; tahun. .idapatkan pada perempuan hamil
dan pada usia di atas =; tahun.
)kibat tertimbunnya cairan di ba&ah macula akan terdapat gangguan fungsi
macula sehingga visus menurun disertai metamorfopsia, hipermetropia dengan
skotoma relative dan positif 'kelainan pada uji )mster kisi-kisi(. Penglihatan
biasanya diantara ;A; sampai ;AD;. .engan uji )mster terdapat penyimpangan
garis lurus disertai dengan skotoma. %erkurangnya fungsi macula terlihat dengan
penurunan kemampuan melihat &arna.
Pada funduskopi akan terlihat terangkatnya retina dapat sangat kecil dan dapat
seluas diameter papil. ,epasnya retina dari epitel pigmen akibat masuknya cairan
dari subretinal ini dapat dilihat dengan pemeriksaan angiografi fluoresen.
%iasanya retinopati serosa sentral akan menyembuh setelah kira-kira D minggu
dengan tidak terdapatnya lagi kebocoran. Pada keadaan ini cairan subretina akan
diserap kembali dan retina akan melekat kembali pada epitel pigmen tanpa gejala
sisa subjektif yang menyolok. Pada macula masih dapat terlihat gambaran
perubahan pada epitel pigmen.
Pengobatan retinopati serosa sentral adalah dengan melihat letak kebocoran yang
kadang-kadang tidak perlu dilakukan segera fotokoagulasi. %ila terjadi penurunan
visus akibat gangguan metabolism macula maka dapat dipertimbangkan
fotokoagulasi. Hmumnya kelainan ini menghilang dengan sendirinya setelah =
sampai D minggu, biasanya akan hilang total setelah 3 sampai = bulan.
AMAU$"SIS U'A&S
)tau buta sekejap satu mata yang berulang. Celap sementara selama sampai 7
detik yang biasanya mengenai satu mata pada saat serangan dan normal kembali
sesudah beberapa menit dan jam, disertai dengan gangguan kampus segmental
tanpa rasa sakit dan terdapatnya gejala-gejala sisa. "onocular amaurosis fugaks
dapat terjadi akibat hipotensi ortostatik, spasme pembuluh darah, aritmia, migren
retina, anemia arthritis dan koagulopati.
?ilangnya penglihatan ini jarang total dan dapat merupakan gejala dini obstruksi
arteri retina sentral. )maurosis fugaks merupakan tanda yang paling sering pada
insufisiensi arteri carotis atau terdpatnya emboli pada arteri oftalmik retina.
Pada amaurosis fugaks biasanya tidak ditemukan kelainan fundus karena
pendeknya serangan. Pada fundus tidak terdapat kelainan dan kadang-kadang
terlihat adanya plak putih atau cerah atau suatu embolus di dalam arteriol. %eda
dengan dengan T0) 'trancient iskemik attack( adalah pada T0) dapat mengenai
kedua mata. .iagnosis banding adalah dengan migren, papiledema, myopia,
anemia, polisitemia, hipotensi, dan kelainan darah.
Pengobatan penyakit karotis dengan aspirin 27 mg dan berhenti merokok.
8ontrol diabetes atau hipertensi sebagai penyebab. Pada penyakit jantung aspirin
27 mg 3F sehari dengan pertimbangan bedah jantung dan control semua resiko
yang berhubungan dengan arteriosklerosis. %iasanya diberi salisilat dan obat
untuk mobilisasi sel darah.
U1EITIS P"STE$I"$5&"$"IDITIS
De*ini!i /
Peradangan lapis koroid bola mata yang dapat dalam bentuk +
- Koroiditis anterior, radang koroid perifer
- Koroid areolar, koroiditis bermula di daerah macula lutea dan
menyebar ke perifer
- Koroiditis difusa atau diseminata, bercak peradangan koroid
tersebar di seluruh fundus okuli.
- Koroiditis eksudatif, koroiditis disertai bercak-bercak eksudatif
- Koroiditis juksta papil
Cejala dan gambaran klinis
- Penglihatan kabur terutama bila mengenai daerah sentral
macula, bintik terbang 'floater(, mata jarang menjadi merah,
- Pada mata akan ditemukan kekeruhan di dalam badan kaca,
infiltrate dalam retina
AMBLI"PLIA T"&SI&
Pada keracunan beberapa obat dapat terjadi kebutaan mendadak neuritis optic
toksik dapat terjadi pada keracunan alcohol atau tembakau, timah dan bahan
toksis lainnya. %iasanya terdapat tanda-tanda lapang pandangan yang berubah-
ubah.
Pada uremia dapat terjadi ambliopia uremik dimana penglihatan akan berkurang.
%erkurangnya penglihatan akibat keracunan alcohol mengakibatkan ambliopia
alcohol. ?ilangnya penglihatan sentral bilateral, akibat keracunan metal alcohol
dan juga akibat giGi buruk.
.2 Penglihatan turun perlahan tanpa mata merah
&ATA$A&
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan
penglihatan.
Cambar . ,ensa yang mengalami katarak
Penyebab
!. Penyebab paling banyak adalah akibat proses lanjut usiaA degenerasi, yang
mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh. ' Katarak $enilis (
. .ipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok, sinar ultraviolet, alcohol ,
kurang vitamin - , radang menahun dalam bola mata , polusi asap motor A pabrik
karena mengandung timbal
2. 8edera mata , misalnya pukulan keras , tusukan benda ,panas yang tinggi ,
bahan kimia yang merusak lensa ' Katarak Traumatik (
3. Peradangan A 0nfeksi pada saat hamil , penyakit yang diturunkan ' Katarak
Kongenital (
7. Penyakit infeksi tertentu dan penyakit metabolik misalnya diabetes mellitus
' Katarak komplikata (
=. 1bat-obat tertentu 'misalnya kortikosteroid, klorokuin, klorpromaGin,
ergotamine, pilokarpin
Patomekani!me
.engan bertambah lanjut usia seseorang maka nucleus lensa mata akan
menjadi lebih padat dan berkurang kandungan airnya , lensa akan menjadi keras
pada bagian tengahnya ' optic Gone ( sehingga kemampuan memfokuskan benda
berkurang.
.engan bertambah usia lensa juga mulai berkurang kebeningannya. 'Katarak
$enilis(
Penderita kencing manis 'diabetes mellitus( yang gagal mera&at
penyakitnya akan mengakibatkan Kandungan gula dalam darah menjadikan lensa
kurang kenyal dan bisa menimbulkan katarak 'Katarak Komplikata(.
'ejala &lini!
Katarak berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri disertai
gangguan penglihatan yang muncul secara bertahap.
!. Penglihatan kabur dan berkabut
. @otofobia
2. Penglihatan ganda
3. Earna manik mata berubah A putih
7. Kesulitan melihat di &aktu malam
=. $ering berganti kacamata
B. Perlu penerangan lebih terang untuk membaca
D. $eperti ada titik gelap didepan mata
:. "elihat dekat jelas ' bersifat sementara (

gambar 2. Perbandingan lensa mata
Cejala Klinis katarak menurut tempat terjadinya sesuai anatomi lensa +
!. Katarak 0nti A 4uclear
a. "enjadi lebih rabun jauh sehingga mudah melihat dekat ,dan untuk
melihat dekat melepas kaca mata nya.
b. Penglihatan mulai bertambah kabur atau lebih menguning , lensa akan
lebih coklat
c. "enyetir malam silau dan sukar
. Katarak Kortikal
a. Kekeruhan putih dimulai dari tepi lensa dan berjalan ketengah sehingga
mengganggu penglihatan
b. Penglihatan jauh dan dekat terganggu
c. Penglihatan merasa silau dan hilangnya penglihatan kontra
2. Katarak $ubscapular
a. Kekeruhan kecil mulai diba&ah kapsul lensa , tepat jalan sinar masuk
b. .apat terlihat pada kedua mata
c. "engganggu saat membaca
d. "emberikan keluhan silau dan halo atau &arna sekitar sumber cahaya
e. "engganggu penglihatan
Pembagian
!. &atarak kongenitali!
)dalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera bayi lahir dan
bayi berusia kurang dari ! tahun
Cambar 3. Katarak kongenital
Katarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan 'di&ariskan secara
autosomal dominan( atau bisa disebabkan oleh+
- 0nfeksi kongenital, seperti campak 6erman
- %erhubungan dengan penyakit metabolik, seperti galaktosemia.
@aktor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah+
- penyakit metabolik yang diturunkan
- ri&ayat katarak dalam keluarga
- infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan.
Kelainan utama terletak dinukleus lensa atau nukleus embrional
bergantung pada &aktu stimulus kataraktogenik atau di kutub anterior atau
posterior lensa. Katarak kongenital dapat berbentuk katarak lameral atau Gonural,
katarak polaris posterior ' piramidalis posterior ,kutub posterior ( polaris anterior '
piramidalis anterior , kutub anterior(, katarak inti 'katarak nuklearis( dan katarak
sutural.
Hntuk mengetahui penyebab katarak kongenital perlu dilakukan
pemeriksaan ri&ayat prenatal infeksi ibu seperti rubela pada kehamilan trimester
pertama dan pemakaian obat selama kehamilan .%ila katarak disertai dengan uji
reduksi pada urine yang positif , mungkin katarak terjadi akibat galaktosemia.
Pada pupil bayi akan terlihat bercak putih atau leukokoria.
Penatalak!anaan
Tindakan pengobatan pada katarak kongenital adalah operasi +
a. 1perasi katarak kongenital dilakukan bila refleks fundus tidak tampak
b. %iasanya bila katarak bersifat total , operasi dapat dilakukan pada usia
bulan atau lebih muda bila telah dapat dilakukan pembiusan.
2. &atarak 6u7enil
Katarak yang lembek dan terdapat pada orang muda , yang mulai terbentuk pada
usia kurang dari : bulan , katarak juvenil biasanya merupakan kelanjutan katarak
kongenital.
Penyulit I penyulit pada penyakit katarak 6uvenil +
!. Katarak "etabolik
a. Katarak diabetik dan galaktosemik
b. Katarak hipokalsemik
c. Katarak defisiensi giGi
d. Katarak aminoasiduria
e. Penyakit Eilson
f. Katarak berhubungan dengan kelainan metabolik lain
. 1tot
.istrofi miotonik ' umur ; sampai 2; tahun (
2. Katarak traumatik
3. Katarak Komplikata
a. Kelainan kongenital dan herediter
b. Katarak degeneratif
c. Katarak anosik
d. Toksik
e. ,ain I lain kelainan kongenital , sindrom tertentu.
f. Katarak radiasi.
Cambar 7. Katarak juvenile
2 Katarak $enilis
$emua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut
%entuk katarak senilis +
a. Katarak nuklear
0nti lensa de&asa selama hidup bertambah besar dan menjadi sklerotik.
,ama kelamaan inti sel yang mulanya putih kekuning I kuningan menjadi
coklat dan kemudian kehitam I hitaman ' Katarak brunesen atau nigra (
b. Katarak kortikal
Pada katarak kortikal terjadi penyerapan air sehingga lensa menjadi
cembung dan terjadi miopisasi akibat perubahan indeks refraksi cahaya .
Pada keadaan ini penderita seakan I akan mendapatkan kekuatan baru untuk
melihat dekat pada usia yang bertambah.
c. Katarak Kupuliform
Katarak kupuliform dapat terlihat pada stadium dini katarak kortikal atau
nuklear. Kekeruhan terletak dilapis korteks posterior dan dapat memberikan
gambaran piring. "akin dekat letaknya terhadap kapsul makin cepat
bertambahnya katarak, Katarak ini sering sukar dibedakan dengan katarak
komplikata.
$tadium katarak senilis +
a. Katarak 0nsipien
Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeruju menuju korteks anterior
dan posterior ' katarak kortikal ( , vakuol mulai terlihat di dalam korteks
Katarak subkapsular posterior , kekeruhan mulai terlihat anterior
subkapsular posterior , celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi
jaringan degeneratif ' benda morgagni (. Kekeruhan ini dapat menimbulkan
poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian
lensa , bila dilakukan uji bayangan iris akan positif, pada permulaan hanya
tampak bilapupil dilebarkan.
Cambar =. Katarak insipien
b. Katarak 0ntumesen
Cambar B. Katarak intumesen
Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeratif
menyerap air.
"asuknya air kedalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi bengkak dan
besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding
dengan keadaan normal. Pencembungan lensa ini dapat memberikan penyulit
glaukoma.
Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan
mengakibatkan miopia lenticular. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks
sehingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah yang akan
memberikan miopisasi.
Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan
jarak lamel serat lensa.
c. Katarak 0matur
Cambar D. Katarak imatur
Katarak belum seluruh lapis lensa,hanya sebagian lensa yang keruh, akan
bertambah volume lensanya akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan
lensa yang degeratif, Pada stadium ini terjadi hidrasi korteks yang
mengakibatkan lensa menjadi cembung sehingga memberikan perubahan
indeks refraksi dimana mata akan menjadi miopi. Kecembungan ini akan
mengakibatkan pendorongan iris kedepan sehingga bilik mata depan akan
semakin sempit dan dapat menimbulkan hambatan pupil sehingga terjadi
glaukoma sekunder. Hji bayangan iris pada keadaan ini positif.
d. Katarak "atur
Cambar :. Katarak matur
Kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa, kekeruhan ini dapat terjadi
akibat deposisi ion 8a yang menyeluruh. %ila proses degenerasi berjalan
terus I menerus akan terjadi pengeluaran air bersama I sama hasil
desintegrasi melalui kapsul , didalam stadium ini lensa akan berukuran
normal , iris tidak terdorong kedepan dan bilik mata depan akan mempunyai
kedalaman normal kembali. ,ensa ber&arna putih keruh akibat perkapuran
menyeluruh karena deposit kalsium.%ila dilakukan uji bayangan iris akan
terlihat negatif.
e. Katarak ?ipermatur
Cambar !;. Katarak hipermatur
Katarak yang mengalami proses degenerasi lanjut , lensa menjadi cair dan
dapat keluar melalui kapsul lensa. "asa lensa yang berdegenerasi keluar dari
kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil , ber&arna kuning dan kering. Pada
pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa, kadang I kadang
pengerutan berlanjut sehingga hubungan dengan Gonula 5inn menjadi kendor. %ila
proses berjalan terus disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks yang
berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar sehingga korteks akan memperlihatkan
bentuk sebagai sekantong susu disertai nukleus yang terbenam didalam korteks
lensa karena lebih berat ' keadaan ini disebut Katarak "orgagni ( . Hji bayangan
iris memberikan gambaran pseudopositif.
Perbedaan $tadium Katarak $enilis
0nsipien 0matur "atur ?ipermatur
Kekeruhan >ingan $ebagian $eluruh "asif
8airan ,ensa 4ormal %ertambah 4ormal %erkurang
0ris 4ormal Terdorong 4ormal Tremulans
%ilik "ata
.epan
4ormal .angkal 4ormal .alam
$udut %ilik
"ata
4ormal $empit 4ormal Terbuka
$hado& Test 4egatif Positif 4egatif Pseudopositif
Penyulit - Claukoma - Hveitis J
Claukoma
7. Katarak Komplikata
Cambar !!. Katarak komplikata
"erupakan katarak akibat penyakit mata lain
seperti radang , dan proses degenerasi seperti
ablasi retina ,retinitis pigmentosa , glaucoma , pasca bedah mata ,dapat juga
disebabkan penyakit system endokrin seperti diabetes mellitus ,
hipoparatiroid , galaktosemia dan miotonia distrofi (.
Katarak komplikata memberikan tanda khusus dimana mulai katarak
selamanya didaerah ba&ah kapsul atau pada lapis korteks , kekeruhan dapat
difus , pungtata ataupun linier, dapat berbentuk rosete ,reticulum dan
biasanya terlihat vakuol.
%entuk katarak komplikata +
a. Kelainan pada polus posterior mata
Terjadi akibat penyakit koroiditis , retinitis pigmentosa , ablasio retina ,
kontusio retina dan myopia tinggi yang mengakibatkan kelainan badan
kaca, biasanya kelainan ini berjalan aksial yang biasanya tidak berjalan
cepat didalam nucleus sehingga sering terlihat nucleus lensa tetap jernih.
b. Kelainan pada polus anterior bola mata
%iasanya akibat kelainan kornea berat ,iridosiklitis , kelainan neoplasma
dan glaukoma . Pada iridosiklitis akan mengakibatkan katarak
subskapularis anterior.
Katarak komplikata yang disebabkan .iabetes "ellitus,dapat terjadi dalam
2 bentuk +
a. Pasien dengan dehidrasi berat ,asidosis dan hiperglikemia nyata, pada
lensa akan terlihat kekeruhan berupa garis akibat kapsul lensa
berkerut.%ila dehidrasi lama akan terjadi kekeruhan lensa, kekeruhan
akan hilang bila terjadi rehidrasi dan kadar gula normal kembali.
b. Pasien diabetes juvenil yang tidak terkontrol , dimana terjadi katarak
serentak pada kedua mata dalam 3D jam , bentuk dapat sno& flake atau
bentuk piring subkapsular.
c. Katarak pada pasien diabetes de&asa dimana gambaran secra histologik
dan biokimia sama dengan katarak pasien non diabetik.
7. Katarak Traumatik
Paling sering akibat cedera benda asing dilensa atau trauma tumpul
terhadap bola mata.,ensa menjadi putih segera setelah masuknya benda
asing karena lubang pada kapsul lensa menyebabkan humor a/ueus dan
kadang korpus vitreus masuk kedalam struktur lensa.
Pasien mengeluh penglihatan kabur secara mendadak. "ata menjadi merah ,
lensa opak dan mungkin terjadi perdarahan intra okular, apabila humor
a/ueus dan korpus vitreus keluar dari mata , mata menjadi sangat lunak.
Penatalaksanaan
!. %enda asing yang masuk harus segera dikeluarkan atau setelah
peradangan mereda.
. .iberikan antibiotik sistemik dan Topikal kortikosteroid topikal untuk
memperkecil terjadinya infeksi dan uveitis
2. )tropin $ulfat ! < untuk menjaga pupil tetap berdilatasi dan mencegah
pembentukkan sinekia posterior.
2.2 'laukoma
Claukoma
Claukoma berasal dari kata #unani glaukos yang berarti hijau kebiruan,
yang memberikan kesan &arna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Kelainan
mata glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil
saraf optik, dan menciutnya lapang pandang.
Peningkatan tekanan di dalam mata 'intraocular pressure( adalah salah satu
penyebab terjadinya kerusakan syaraf mata 'nervus opticus( dan menunjukkan
adanya gangguan dengan cairan di dalam mata yang terlalu berlebih. 0ni bisa
disebabkan oleh mata yang memproduksi cairan terlalu berlebih, cairan tidak
mengalir sebagaimana mestinya melalui fasilitas yang ada untuk keluar dari mata
'jaringan trabecular mesh&ork( atau sudut yang terbentuk antara kornea dan iris
dangkal atau tertutup sehingga menyumbatA memblok pengaliran daripada cairan
mata.
$ebagian orang yang menderita glaukoma namun masih memiliki tekanan
di dalam bola matanya normal, penyebab dari tipe glaukoma semacam ini
diperkirakan adanya hubungan dengan kekurangan sirkulasi darah di daerah
syarafAnervus opticus mata. "eski glaukoma lebih sering terjadi seiring dengan
bertambahnya usia, glaukoma dapat terjadi pada usia berapa saja. >isiko untuk
menderita glaukoma diantaranya adalah ri&ayat penyakit glaukoma di dalam
keluarga 'faktor keturunan(, suku bangsa, diabetes, migraine, tidak bisa melihat
jauh 'penderita myopia(, luka mata, tekanan darah, penggunaan obat-obat
golongan cortisone 'steroids(.
Tekanan bola mata pada glaukoma tidak berhubungan dengan tekanan
darah. Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan gangguan pembuluh
darah retina sehingga mengganggu metabolisme retina, yang kemudian di susul
dengan kematian saraf mata. Pada kerusakan serat saraf retina akan
mengakibatkan gangguan pada fungsi retina. %ila proses berjalan terus, maka
lama-kelamaan penderita akan buta total.
ETI"L"'I
Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intra okular ini, disebabkan+
!. %ertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar.
. %erkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di
celah pupil 'glaukoma hambatan pupil(.
2. Penyakit keturunan.
3. Claukoma dapat timbul akibat penyakit atau kelainan dalam mata
'glaukoma sekunder(.
7. Claukoma dapat diakibatkan penyakit lain di tubuh.
=. Claukoma dapat disebabkan efek samping obat.
Claukoma merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah, akan tetapi bila
diketahui dini dan diobati maka glaukoma dapat diatasi untuk mencegah
kerusakan lanjutnya.
&la!i*ika!i 1aug(en
1. 'laukoma )rimer.
Claukoma dengan etiologi tidak pasti, dimana tidak didapatkan
kelainan yang merupakan penyebab glaukoma. Claukoma ini didapatkan
pada orang yang telah memiliki bakat ba&aan glaukoma seperti+
%akat dapat berupa gangguan fasilitas pengeluaran cairan mata
atau susunan anatomis bilik mata yang menyempit.
"ungkin disebabkan kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata
depan 'goniodisgenesis(, berupa trabekulodisgenesis, irisdogenesis
dan korneodisgenesis dan yang paling sering berupa
trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis.
Claukoma bersifat bilateral, yang tidak selalu simetris dengan sudut bilik
mata terbuka ataupun tertutup, pengelompokan ini berguna untuk
pelaksanaan dan penelitian.
Claukoma sudut primer dibagi menjadi dua, yaitu +
). Claukoma primer sudut terbuka 'glaukoma kronis(
"erupakan sebagian besar dari glaukoma ' :;-:7< ( , yang
meliputi kedua mata. Timbulnya kejadian dan kelainan berkembang
secara lambat. .isebut sudut terbuka karena humor
a/ueousmempunyai pintu terbuka ke jaringan trabekular. Pengaliran
dihambat oleh perubahan degeneratif jaringan rabekular, saluran
schleem, dan saluran yg berdekatan. Perubahan saraf optik juga dapat
terjadi. Cejala a&al biasanya tidak ada, kelainan diagnose dengan
peningkatan T01 dan sudut ruang anterior normal. Peningkatan
tekanan dapat dihubungkan dengan nyeri mata yang timbul.
Claukoma sudut terbuka primer adalah glaukoma yang
penyebabnya tidak ditemukan dan ditandai dengan sudut bilik mata
depan yang terbuka.
Cambaran klinik+
%erjalan perlahan dan lambat
$ering tidak disadari oleh penderitanya
'am,ar 2. Sum,atan )ada tra,ekular me!(8ork mem)erlam,at
aliran a9ueo!# !e(ingga meningkatkan TI".
%. Claukoma primer sudut tertutup 'sempit(
.isebut sudut tertutup karena ruang anterior secara anatomis
menyempit sehingga iris terdorong ke depan, menempel ke jaringan
trabekular dan menghambat humor a/ueous mengalir ke saluran
schlemm. Pergerakan iris ke depan dapat karena peningkatan tekanan
vitreus, penambahan cairan di ruang posterior atau lensa yang
mengeras karena usia tua. Cejala yang timbul dari penutupan yang
tiba- tiba dan meningkatnya T01, dapat berupa nyeri mata yang berat,
penglihatan yang kabur dan terlihat hal. Penempelan iris menyebabkan
dilatasi pupil, bila tidak segera ditangani akan terjadi kebutaan dan
nyeri yang hebat.Claukoma sudut tertutup adalah glaukoma primer
yang ditandai dengan sudut bilik mata depan yang tertutup, bersifat
bilateral dan herediter. $udut sempit dengan hipermetropia dan bilik
mata dangkal berbahaya memakai obat antihistamin dan antispasme .
Pembagian Claukoma sudut tertutup+
a. )kut
Claukoma ini terjadi apabila terbentuk iris bombe yang
menyebabkan sumbatan sudut kamera anterior oleh iris perifer dan
akibat pergeseran diafragma lensa-iris ke anterior disertai perubahan
volume di segmen posterior mata.
b. $ubakut
8iri-ciri klinis+
- 4yeri unilateral berulang
- Kemerahan
c. Kronik
8iri-ciri klinis+
- Peningkatan tekanan intraokular
- $inakia anterior perifer meluas
d. 0ris plateau
0ris plateau adalah suatu kelainan yang jarang dijumpai
kedalaman kamera anterior sentral normal tetapi sudut kamera
anterior sangat sempit karena insersi iris secara kongenital terlalu
tinggi.
'am,ar 0. 'laukoma !udut tertutu)
. Claukoma sekunder
Claukoma sekunder merupakan glaukoma yang diketahui
penyebab yang menimbulkannya. Kelainan mata lain dapat menimbulkan
meningkatnya tekanan bola mata. Claukoma timbul akibat kelainan di
dalam bola mata, yang dapat disebabkan+
Kelainan lensa, katarak imatur, hipermatur dan dislokasi lensa.
Kelainan uvea, uveitis anterior.
Trauma, hifema dan inkarserasi iris.
Pascabedah,blokade pupil, goniosinekia.
2. Claukoma kongenital
Claukoma kongenital, khususnya sebagai glaukoma infantil
'buftalmos(, adalah glaukoma akibat penyumbatan pengaliran keluar
cairan mata oleh jaringan sudut bilik mata yang terjadi oleh adanya
kelainan kongenital. Kelainan ini akibat terdapatnya membran kongenital
yang menutupi sudut bilik mata pada saat perkembangan bola mata,
kelainan pembentukan kanal schlemm dan saluran keluar cairan mata yang
tidak sempurna terbentuk.
'am,ar 2. 'laukoma kongenital :Bu*talmo!;
3. Claukoma )bsolute
Claukoma absolute merupakan stadium akhir glaukoma, dimana
sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan
gangguan fungsi lanjut. Pada glaukoma absolute,kornea terlihat keruh,
bilik mata dangkal, papil atrofi dengan eksvakasi glaukomatosa, mata
keras seperti batu dan dengan rasa sakit. $ering mata dengan buta ini
mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah sehingga menimbulkan
penyulit berupa neovaskularisasi pada iris, keadaan ini memberikan rasa
sakit sekali akibat timbulnya glaukoma hemoragik.
PAT"ISI"L"'I
$tudi terbaru mendeteksi terhadap antibody seorang pasien dengan
tekanan normal dan unsur pokok glaucoma. Terlihat juga perbedaan yang sangat
signifikan antara ri&ayat antibody terhadap tekanan normal penderita glaucoma
dan subjek control cairan mata.
Pada glaukoma simpleks ditemukan perjalanan penyakit yang lama akan
tetapi berjalan terus sampai berakhir dengan kebutaan yang disebut sebagai
glaukoma absolute. Karena perjalanan penyakit demikian maka glaukoma
simpleks disebut sebagai maling penglihatan.
'E6ALA &LINIS
'ejala glaukoma umumnya agak sulit diketahui, karena sering tidak
disadari oleh penderitanya atau dianggap sebagai tanda dari penyakit lain
sehingga kebanyakan penderita datang ke dokter mata dalam keadaan yang lanjut
dan bahkan sudah buta. $elain itu, hal ini diperparah oleh minimnya pengetahuan
penderita dan keluarganya terhadap penyakit glaukoma.
!. Pada jenis glaukoma akut, penderita akan mengalami nyeri yang sangat
hebat pada mata, sakit kepala, hingga mual muntah. Penglihatan dirasakan
menurun drastis dan mata terlihat merah. Keadaan ini disebut glaukoma
akut yang terjadi akibat peningkatan T01 yang mendadak.
. Pada jenis glaukoma kronik penderita jarang mengeluhkan mata, karena
umumnya peningkatan tekanan yang terjadi telah berlangsung lama dan
mata penderita telah beradaptasi. Keadaan ini sangat berbahaya, penyakit
berjalan terus sedangkan penderita tidak menyadarinya.
$akit kepala ringan
?ilang penglihatan berangsur-angsur, yamg dia&ali dengan
penyempitan lapang pandang tepi, Pada akhirnya akan terjadi
penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit
melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita
melihat lurus ke depan 'disebut penglihatan terowongan(.
'am,ar 3. Pandangan )ada )enderita glaukoma.
'am,ar <. Pengli(atan ,erka,ut !e)erti tero8ongan
Penglihatan menjadi kabur atau berkabut
halo
2. Pada Claukoma Kongenital +
%ola mata membesar
-dema atau kornea keruh akibat endotel kornea sobek
%ayi tidak tahan sinar matahari
"ata berair
$ilau
"enjauhi sinar dengan menyembunyikan mata.
DIA'N"SIS
Pada penderita glaukoma ditentukan beberapa gejala tergantung pada jenis
glaukoma tersebut. Penderita sering ditemukan mengalami mual, muntah, sakit
hebat di mata dan di kepala, perasaan mual dengan muntah, dan bradikardia.
Cambaran klinis yang sering ditemui antara lain+
!. %radikardia akibat refleks okulo kardiak
. "ual dan muntah yang kadang-kadang akibat rasa sakit yang berat
terdapat gejala gastrointestinal
2. $akit hebat di mata dan di kepala karena iris bengkak dan meradang, papil
saraf optik hiperemis
3. %ilik mata depan di dalamnya normal akibat terjadinya pengecilan lensa
pada katarak hipermatur
7. Kelopak mata edem dengan blefarospasme, terlihat injeksi siliar yang
berat, kornea juga terlihat keruh dan pada dataran belakangnya menempel
lensa yang luksasi.
TES DIA'N"STI& 'LAU&"MA
$ebelum melakukan penanganan lanjut hendaknya dilakukan pemeriksaan
terlebih dahulu sesuai dengan gejala yang ada pada penderita+
!. Tonometri Palpasi
)dalah pemeriksaan untuk menentukan tekanan bola mata dengan cepat,
yaitu dengan memakai ujung jari pemeriksa tanpa alat khusus 'tonometer(.
.engan menekan bola mata dengan jari pemeriksa diperkirakan besarnya
tekanan didalam bola mata.
Penilaian dilakukan dengan pengalaman sebelumnya yang dapat
menyatakan tekanan mata 4J!, 4J, 4J2 atau 4-!, 4-, 4-2 yang
menyatakan tekanan mata lebih tinggi atau lebih rendah daripada normal.
. Tonometer $chiotG
Tonometer $chiotG merupakan tonometer indentasi atau menekan
permukaan kornea dengan beban yang dapat bergerak bebas pada
sumbunya. Pada tonometer $chiotG bila tekanan rendah atau bolamata
empuk maka beban akan dapat mengidentasi lebih dalam dibanding bila
tekanan bola mata tinggi atau bola mata keras.
%ila tekanan lebih tinggi ; mm?g dicurigai adanya glaukoma, bila
tekanan lebih dari pada 7 mm?g pasien menserita glaukoma
Tonometer $chiotG T. 4on Kontak T. )planasi
Coldmann
2. 1ftalmoskopi
Hntuk melihat fundus bagian mata dalam yaitu retina. .engan
oftalmoskop dapat dilihat saraf optik didalam mata dan akan dapat
ditentukan apakah tekanan bola mata telah mengganggu saraf optik.
3. Tonografi
Tonografi bertujuan untuk mengukur daya kemampuan pengaliran a/uous
humor atau daya pengosongan cairan mata pada sudut bilik mata.
.engan mempergunakan tonometer $chiotG elektrik dihubungkan dengan
alat pencatat untuk mengetahui hasil tekanan yang menurunkan tekanan
bola mata bila diberi tekanan berkesinambungan. Pencatatan pada kertas
yang berkesinambungan akan memberikan gambaran tonogram.
7. Conioskopi
Pemeriksaan gonioskopi adalah tindakan untuk melihat sudut bilik mata
dengan goniolens. Conioskopi adalah suatu cara untuk melihat langsung
keadaan patologik sudut mata, juga untuk melihat hal-hal yang terdapat
pada susut bilik mata seperti benda asing. .engan gonioskopi dapat
ditentukan klasifikasi glaukoma penderita dan malahan dapat
menerangkan penyebab suatu glaukoma sekunder.
=. Pemeriksaan ,apangan Pandang 'Perimetri(
Perimetri dilakukan untuk mencari batas luar persepsi sinar perifer dan
melihat kemampuan penglihatan daerah yang sama dan dengan demikian
dapat dilakukan pemeriksaan defek lapangan pandang.
B. Pachymetry
)dalah suatu tes yang relatif baru digunakan untuk managemen glaucoma.
Pachymetry menentukan ketebalan dari kornea. $etelah mata dibuat mati
rasa dengan obat-obat tetes bius, ujung dari pachymeter disentuhkan
dengan ringan pada permukaan depan mata 'kornea(. $tudi-studi terakhir
menunjukkan bah&a ketebalan kornea pusat dapat mempengaruhi
pengukuran tekanan intraocular. Kornea yang lebih tebal dapat
memberikan pembacaan tekanan mata yang tinggi secara salah dan kornea
yang lebih tipis dapat memberikan pembacaan tekanan yang rendah secara
salah. ,ebih jauh, kornea-kornea tipis mungkin adalah suatu faktor risiko
tambahan untuk glaucoma.
PENATALA&SANAAN
"acam terapi yang dapat diberikan kepada pasien glaukoma +
!. "edication A 1bat-obatan+
Pemberian obat-obatan baik berupa tetes mata maupun tablet sebagai
tindakan pengobatan a&al bertujuan untuk segera menciptakan keadaan tekanan
bola mata yang normal atau cukup rendah untuk memelihara agar saraf optik tidak
tertekan dan dengan demikian akan mencegah semakin meluasnya kerusakan
lapang pandang.
. ,aser treatment A Tindakan laser
,aser Trabekuloplasty dan ,aser 0ridotomi adalah suatu cara untuk
membuat agar pengaliran a/ueous humor selalu dalam keadaan lancar sehingga
tekanan bola mata selalu dalam batas yang diinginkan.
2. $urgery A Tindakan pembedahan.
Trabekulectomi atau iridektomi, membuat saluran kecil dari bilik mata
belakang tembus ke bilik mata depan dan kesaluran di sudut bilik mata agar cairan
bola mata dapat mengalir secara lancar.
Pemberian terapi menurut jenis glaukoma yang diderita +
!. Claukoma $udut Terbuka
1bat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka.
1bat yang pertama diberikan adalah beta bloker 'misalnya timolol,
betaFolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol(, yang kemungkinan
akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata. 6uga diberikan
pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan
dari bilik anterior. 1bat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine,
dipivephrine dan carbacol 'untuk memperbaiki pengaliran cairan atau
mengurangi pembentukan cairan(.
6ika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek
sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan
pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior.
.igunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan
pembedahan untuk memotong sebagian iris 'iridotomi(.
. Claukoma $udut Tertutup
"inum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan
menghentikan serangan glaukoma. %isa juga diberikan inhibitor karbonik
anhidrase 'misalnya acetaGolamide(. Tetes mata pilocarpine menyebabkan
pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang
tersumbat.
Hntuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta
blocker.
$etelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta
inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan.
Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan
manitol intravena 'melalui pembuluh darah(. Terapi laser untuk membuat
lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan
seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. 6ika glaukoma
tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk
membuat lubang pada iris. 6ika kedua mata memiliki saluran yang sempit,
maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu
mata.
2. Claukoma $ekunder.
Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya.
6ika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat
untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.
3. Claukoma Kongenitalis
Hntuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.
PEN4E'AHAN
Pencegahan kebutaan akibat glaukoma+
!. Pada orang yang telah berusia ; tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan
tekanan bola mata berkala secara teratur setiap 2 tahun.
. %ila terdapat ri&ayat adanya glaukoma pada keluarga maka lakukan
pemeriksaan ini setiap tahun.
2. $ecara teratur perlu dilakukan pemeriksaan lapang pandangan dan tekanan
mata pada orang yang dicurigai akan timbulnya glaukoma.
3. $ebaiknya diperiksakan tekanan mata, bila mata menjadi merah dengan
sakit kepala yang berat.

.7 >-T041P)T0
>-T041P)T0
"erupakan kelainan pada retina yang tidak disebabkan radang. 8otton
&ool patches merupakan gambaran eksudat pada retina akibat
penyumbatan arteri prepapil sehingga terjadi daerah nonperfusi di dalam
retina.
>etinopati adalah suatu kelainan pada retina yang
bukan merupakan peradangan
Klasifikasi berdasarkan penyebabnya+
- retinopati diabetikum
- retinopati hipertensi
- retinopati anemia
- retinopati leukimia
- retinitis pigmentosa
>-T041P)T0 .0)%-T0KH"
Kerusakan progresif pada retina akibat diabetes menahun
Kelainan ini bisa terjadi pada penderita diabetes yang mendapatkan insulin
maupun yang tidak
)da jenis+
- non proliteratif
- proliferatif
Klasifikasi retinopati diabetes+
- .erajat 0 Terdapat mikroaneurisma dengan atau tanpa eksudat lemak
- .erajat 00 Terdapat mikroaneurisma, perdarahan bintik dan bercak
dengan atau tanpa eksudat lemak
- .erajat 000 Terdapat mikroaneurisma, perdarahan bintik dan bercak
terdapat neovaskularisasi dan proliferasi

>-T041P)T0 ?0P->T-4$0
Kelainan retina dan pembuluh darah retina akibat tekanan darah tinggi
Kelainan pembuluh darah dapat berupa spasme, percabangan pembuluh
darah, fenomena crossing atau sklerose pembuluh darah
&la!i*ika!i retino)ati (i)erten!i
$tadium ! + terdapat penciutan setempat pembuluh darah arteri
$tadium + penciutan umum pembuluh darah arteri, pembuluh darah arteri
tegang, percabangan tajam dan kecil
$tadium 2 + lanjutan dari stadium disertai dengan eksudat &ol-katun,
perdarahan retina
$tadium 3 + stadium 2 dengan udem papil, adanya eksudat star figure di
daerah makula lutea
>-T041P)T0 ,-HK0"0)
,eukimia merupakan neoplasma ganas sel darah putih, yang penyebabnya
tidak diketahui, dan dapat berjalan akut
$ering terjadi pada usia kurang dari 7 tahun atau diatas usia 7; tahun
>etinopati ditemukan atau terdapat pada A2 penderita leukimia
.apat mengenai seluruh jaringan mata
- perdarahan konjungtiva dan corpus viterus
- infiltrasi pada konjungtiva, koroid, sklera, dan fovea makula
>-T041P)T0 P0C"-4T1$)
.egenerasi sel epitel retina 'sel batang( dan atrofi saraf optik, menyebar
tanpa gejala peradangan
%ercak dan pita halus yang ber&arna hitam
%erjalan progresif yang onset bermula sejak masa kanak-kanak
Cejala sukar melihat di malam hari, lapang pandangan menjadi sempit,
penglihatan sentral menurun sampai terjadinya buta &arna
@unduskopi akan terlihat penumpukan pigmen perivaskular di bagian
perifer retina, arteri menciut, sel dalam corpus vitreus, dan papil pucat
>-@>-$?04C
P-4C,0?)T)4 TH>H4 "-4.).)K T)4P) ")T) "->)? .)4
P-4C,0?)T)4 TH>H4 P->,)?)4 T)4P) ")T) "->)?
.isusun oleh +
CHT# PHT>0
;;BB2;;=
Pembimbing +
dr. ?j. ?asri .arni, $p."
P>1C>)" $TH.0 K-.1KT->)4
H409->$0T)$ "H?)"").0#)? 6)K)>T)
K-P)40T->))4 K,040K $T)$- ")T)
>$06 P14.1K K1P0
;!3