Anda di halaman 1dari 64

DINAS KESEHATAN PROV.

SUMATERA BARAT

8/8/2014 Dinkes Sumbar
A. Pengertian

Penyakit demam berdarah
Dengue (DBD) merupakan
penyakit menular yang
ditandai dengn panas
(demam) disebabkan oleh
virus dengue yang ditularkan
oleh Nyamuk Aedes aegypti
yang hidup didalam dan
sekitar rumah
PENYAKIT DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENYAKIT DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
B. Mengenal gejala

Demam menggigil secara
berkala dan biasanya
disertai sakit kepala
Penderita pucat karena
kurang darah dan badan
terasa lemah, nyeri otot,
mual, muntah dan hilang
nafsu makan
Disertai dengan gejala
spesifik daerah seperti:
- Pada anak dan balita disertai diare
- Sakit otot dan punggung pada
orang dewasa
8/8/2014 Dinkes Sumbar
ENDEMIS

SPORADIS
BEBAS

KAB. PASBAR
KAB. PASAMAN
KAB. 50 KOTA
KAB. AGAM
KAB.TANAH DATAR
KAB.SWL/SJJ
KAB.DHARMASRAYA
KAB.SOLOK SELATAN
KAB.PESISIR SELATAN
KAB.PD.PARIAMAN
KOTA
PADANG
KAB.SOLOK
KOTA PARIAMAN
KOTA BUKITTINGGI
KOTA PADANG PANJANG
KOTA SOLOK
KOTA SAWAH LUNTO
KOTA PAYAKUMBUH
Tahun 2008, jumlah kabupaten/kota
endemis bertambah menjadi 11
kabupaten/kota (IR 37,5)
8/8/2014 Dinkes Sumbar
KAB. PASBAR 4,46
KAB. PASAMAN 7,90
KAB. 50 KOTA 20,94
KAB. AGAM 9,81
KAB.TANAH DATAR 45,36
KAB. SIJUNJUNG 5,57
KAB. DHARMASRAYA 6,83
KAB.SOLOK SELATAN 4,60
KAB.PESISIR SELATAN 79,82
KAB.PD.PARIAMAN 15,08
KOTA PADANG
189,22 KAB. SOLOK 14,79
KOTA PARIAMAN 96,46
KOTA BUKITTINGGI 162,07
KOTA PADANG PANJANG 53,83
KOTA SOLOK 52,52
KOTA SAWAH LUNTO 74,19
KOTA PAYAKUMBUH 100,35
Bebas DBD
< 5
> 5
8/8/2014 Dinkes Sumbar
KAB. PASBAR
KAB. PASAMAN
KAB. 50 KOTA
KAB. AGAM
KAB.TANAH DATAR
KAB. SIJUNJUNG
KAB. DHARMASRAYA
KAB.SOLOK SELATAN
KAB.PESISIR SELATAN
KAB.PD.PARIAMAN
KOTA PADANG
KAB. SOLOK
KOTA PARIAMAN
KOTA BUKITTINGGI
KOTA PADANG PANJANG
KOTA SOLOK
KOTA SAWAH LUNTO
KOTA PAYAKUMBUH
Sporadis
ENDEMIS
8/8/2014 Dinkes Sumbar


8/8/2014 Dinkes Sumbar


8/8/2014 Dinkes Sumbar
Kasus DBD Paska Bencana 2009
0
50
100
150
200
250
300
350
400
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des
2009 s/d Juli 2010
Intervensi Penanggulangan Fokus BNPB
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Situasi DBD di Propinsi Sumatera Barat Th
2001-2011

8/8/2014 Dinkes Sumbar
Pola Kejadian DBD di Propinsi Sumatera
Barat Th 1997- 2011
8/8/2014
0
50
100
150
200
250
300
350
400
450
500
J'97M SJ'98M SJ'99M SJ'00M SJ'01M SJ'02M SJ'03M SJ'04M SJ'05M SJ'06M SJ'07M SJ'08M SJ'09M SJ'10M SJ11M S
Dinkes Sumbar
Gambaran Kasus Per Kabupaten/Kota
8/8/2014 Dinkes Sumbar

Perlu Analisa Situasi !!!!
8/8/2014 Dinkes Sumbar
FAKTOR PEMUNGKIN BERKEMBANGNYA PENYAKIT
DBD
Adanya
tempat
penampungan
air
Kepadatan &
mobilisasi
penduduk
Banyaknya
pemukiman
baru
Adanya vektor
penyebar
penyakit
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PERMASALAHAN
1
Kesadaran/PSM blm sepenuhnya mendukung kegiatan PSNDBD
kurangnya perhatian sebagian Masyarakat terhadap kebersihan
lingkungan khususnya dlm PSN-DBD penggerakan PSM belum optimal.
2
Belum optimalnya kegiatan Pokjanal DBD tingkat Prop dan Kab/Kota
dalam menggerakkan PSN-DBD.
3
Angka Bebas Jentik (ABJ) yang masih rendah < 95%
4
Fogging Minded, penanggulangan Fokus belum komprehensif
5
Dana dan sarana belum optimal
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENYAKIT DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
C. Mencegah

Pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat:

Bunuh jentik/larva nyamuk
Menggunakan obat anti larva nyamuk pada
genangan air, tempat perkembang biakan
nyamuk

Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN-DBD)
Bersihkan Sarang Nyamuk
Membersihkan semak-semak sekitar
pemukiman
Melipat pakaian yang bergelantungan
Upayakan ada cahaya atau sinar matahari
masuk ke dalam rumah (tidak ada tempat
gelap untuk nyamuk istirahat)
Mengalirkan atau menimbun genangan air
yang merupakan tempat
perkembangbiakan nyamuk
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENYAKIT DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
D. Tata laksana
sederhana di
rumah/lokasi
pengungsian

Kompres
Banyak minum
Diusahakan cukup
makan
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENYAKIT DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
E. Menemukan dan
melaporkan

Segera bawa penderita ke
sarana pelayanan
kesehatan seperti:
Polindes, Pustu atau
Puskesmas BILA :

Kesadaran anak menurun
Demam sangat tinggi
Kejang
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PERAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN
PEMBERANTASAN VEKTOR
Keberadaan vektor seperti nyamuk,
lalat, tikus berhubungan dengan
kondisi lingkungan fisik dan kebersihan
lingkungan.
Kondisi kepadatan penghuni yang
melebihi biasanya, pengelolaan
sampah, limbah, kotoran, pengelolaan
makanan serta kebersihan perorangan
yang kurang baik sangat ideal untuk
perkembangbiak vektor.
DR.dr.IRENE,MKM
8/8/2014 Dinkes Sumbar
DR.dr.IRENE,MKM
LANGKAH-LANGKAH DALAM
PEMBERANTASAN VEKTOR
Mengelola
lingkungan
Pengendali
an dengan
insektisida
8/8/2014 Dinkes Sumbar
DR.dr.IRENE,MKM
MENGELOLA LINGKUNGAN
1. Memeriksa tempat yang
potensial/telah menjadi perindukan
vector disekitar tempat tinggal,
contoh : genangan air, tempat
pembuangan sampah, dll.
2. Lakukan pengukuran kepadatan
dan jenis vektornya.
3. Lakukan analisis, apakah
keberadaan vektor tersebut dapat
merupakan resiko munculnya
penyakit menular yang disebarkan
oleh vektor.
4. Jika ada, lakukan upaya untuk
mengurangi vector dengan
oilingatau menutup.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
DR.dr.IRENE,MKM
MENGELOLA LINGKUNGAN
5. Bersama-sama melakukan:
Memberi tutup tempat-tempat
sampah.
Menimbun atau membakar sampah-
sampah yang dapat menjadi sarang
nyamuk dan lalat.
Memberi tutup dan menguras secara
berkala tempat penampungan air.
Mengalirkan air limbah,supaya tidak
ada genangan.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Membersihkan dan menjaga
kebersihan jamban.
Jendela tempat tinggal dipasang
kawat kasa.
Gunakan kelambu pada waktu tidur.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENGENDALIAN DENGAN INSEKTISIDA
Sedapat mungkin dihindari, kecuali untuk
menurunkan populasi vector secara drastis
bilamana dengan cara lain tidak
memungkinkan.
Upayanya dapat berupa penyemprotan,
pengasapan / pengkabutan diluar rumah
dengan menggunakan insektisida sesuai
dengan vector sasaran.
Pemilihan jenis insektisida harus
direkomendasikan oleh Dinkes setempat,
mengingat:
Jenis vektornya.
Residual effek dari insektisida.
Resistensi vector terhadap insektisida.
Toxicitas insektisida.
DR.dr.IRENE,MKM
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENGENDALIAN DENGAN INSEKTISIDA
Waktu penyemprotan
DR.dr.IRENE,MKM
Uraian
Kondisi
Paling cocok Rata-rata Tidak cocok
Waktu Pagi (06.30-08.30)
Atau
Menjelang petang
Sepagi mungkin
menjelang siang,
Atau
Sore menjelang
petang
Menjelang siang
menjelang sore
Angin 3 13 km / jam 0 3 km / jam. Lebih 13 km / jam
Hujan Tidak ada hujan Gerimis Hujan deras.
Suhu Dingin Sedang Panas.
Frequensi penyemprotan dilakukan sesuai
dengan masa efektifitas insektida yang
dipergunakan
8/8/2014 Dinkes Sumbar
PENGENDALIAN DENGAN INSEKTISIDA
Informasi yang perlu disampaikan kepada para
penduduk / pengungsi sebelum
penyemprotan / pengasapan / pengkabutan
dilakukan :
Kapan dilakukan penyemprotan (misal antara
pukul 06.00 08.30 )
Membuka semua pintu dan jendela.
Menutupi peralatan dapur, makanan, kolam ikan,
sangkar burung, dll.
Menjauhkan diri dari pintu dan jendela yang
terbuka selama penyemprotan atau tinggalkan
rumah untuk sementara dan area yang disemprot
sampai penyemprotan selesai.
Melarang anak-anak untuk mengikuti regu
penyemprot dari rumah ke rumah
DR.dr.IRENE,MKM
8/8/2014 Dinkes Sumbar
FOGGING HANYA MEMBUNUH NYAMUK
DEWASA
TIDAK MENYELESAIKAN
MASALAH DBD
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Pencegahan DBD
dengan
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar

SIKLUS HIDUP NYAMUK Aedes aegypti

Larvae (5-7 hari) Pupae (1-2 hari)
Nyamuk dewasa + betina 14
hari
Telur
8/8/2014 Dinkes Sumbar


METODE
SURVEI NYAMUK
Bitting/Land
Resting Per
Rumah
Parity Rate
SURVEI JENTIK
Singel Larva Identifikasi Larva
Visual
Angka Bebas
Jentik (ABJ)
House Index (HI)
Container Indeks
(CI)
Breteau Index
(BI)
SURVEI
PERANGKAP
TELUR (OVITRAP)
Ovitrap Indeks
Kepadatan
Populasi Nyamuk
METODE SURVEILANS
VEKTOR DBD
Survei jentik dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Survei jentik (pemeriksaan jentik)
a.
Semua tempat atau bejana yang dapat menjadi tempat
perkembang-biakan nyamuk Aedes aegypti diperiksa (dengan
mata telanjang) untuk mengetahui ada tidaknya jentik.
b.
Untuk memeriksa TPA yang berukuran besar, seperti: bak mandi, tempayan,
drum dan bak penampungan air lainnya. Jika pada pandangan (penglihatan)
pertama tidak menemukan jentik, tunggu kira-kira -1 menit untuk
memastikan bahwa benar jentik tidak ada.
c.
Untuk memeriksa TPA yang kecil, seperti: vas bunga/pot
tanaman air/botol yang airnya keruh, seringkali airnya perlu
dipindahkan ke tempat lain.
d.
Untuk memeriksa jentik di tempat yang agak gelap, atau airnya
keruh, biasanya digunakan senter.
Tata Cara Melakukan Survei Jentik Di Lapangan
Selain oleh kader, PKK, Jumantik, atau tenaga pemeriksa jentik
lainnya, PJB juga dilakukan oleh masing-masing puskesmas
terutama di desa/kelurahan endemis (cross check) pada tempat-
tempat perkembang-biakan nyamuk Aedes aegypti di 100 sampel
rumah/bangunan yang dipilih secara acak dan dilaksanakan secara
teratur setiap 3 bulan untuk mengetahui hasil kegiatan PSN DBD
oleh masyarakat.
Pengambilan sampel harus diulang untuk setiap siklus pemeriksaan,.
Rekapitulasi hasil PJB dilaksanakan oleh puskesmas setiap bulan
dengan melakukan pencatatan hasil pemeriksaan jentik di
pemukiman (rumah) dan tempat-tempat umum pada FORMULIR
JPJ-2.


COMBI
(Communication
For Behavioral
Impact) ????????

COMBI
(Communication For
Behavioral Impact) :
Upaya untuk
pengerakan
masyarakat, melalui
proses
pemberdayaan,
sesuai dengan sosial
budaya masyarakat,
suatu kegiatan Dari,
Oleh dan Untuk
Masyarakat sehingga
masyarakat mampu
melakukan
pencegahan DBD
dengan PSN
COMBI Kota Padang

Media COMBI (Communication For
Behavioral Impact)
Tempat Perindukan Nyamuk DBD
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Tempat Perindukan Nyamuk DBD
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar
GAMBARAN KEGIATAN PENGGERAKAN PSN DBD
DI DESA / KELURAHAN

DESA/RW ENDEMIS
RT
RW RW RW RW RW RW RW RW RW RW
SATGAS / SUPERVISOR
JUMANTIK
Koord Jumantik
RT RT RT RT RT RT RT RT RT
8/8/2014 Dinkes Sumbar
POLA PERAN SERTA PEMBINAAN PSN DBD melalui pokjanal
PKK
LSM, ORG
PEMUDA


1. PENDATAAN/PEMETAAN JENTIK
2. REKRUITMEN KADER/JUMANTIK
DIPENDA
DEPAG

PARIWI
SATA

PERIN
DUS
TRIAN
DINKES DLLAJ
DIKNAS

PEMDA/
SEKDA/

RS/
PUS
KES
MAS
RUMAH
TANGGA
PASAR
MADRASAH
PESANTREN
MASJID/
TEMPAT
IBADAH
HOTEL/
TTU
TEMPAT2
INDUSTRI
TERMI
NAL,
DARAT
LAUT
UDARA
SEKOLAH


KANTOR/
INSTI
TUSI
SUBDIN
P2P / KESLING/ PROMKES/UKS
TUPOKSI POKJANAL
3. PELATIHAN/REFRESING
4. PENGGERAKAN PSN
5. PEMERIKS JENTIK BERKALA
6. PENYULUHAN
7. PERENCANAAN ANGGARAN
8. MONITORING & EVALUASI

8/8/2014 Dinkes Sumbar
PEMANTAUAN JENTIK OLEH KADER

8/8/2014 Dinkes Sumbar
KUNJUNGAN RUMAH
OLEH JUMANTIK
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Pelaksanaan PSN
8/8/2014 Dinkes Sumbar
sekolah dg jentik
20-30
%
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Kampanye cegah DBD : sat ..
dua .. satu ... dua ...
Ayo kita jaga rumah kita !!!
berantas jentik, berantas nyamuk di
dalam rumah dan di pekarangan.
Kita cegah demam berdarah !!!
8/8/2014 Dinkes Sumbar
COMBI
8/8/2014 Dinkes Sumbar
MEDIA COMBI
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Lantana camera L/
Tembelekan

Aplikasi Penggunaan
sebagai pengusir nyamuk dengan cara
membakar daun lantana kering.

Bisa ditanam dipot/pekarangan bisa bikin
nyamuk mabuk tapi tidak seefektif dibakar
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Selasih
Selasih umum ditanaman diluar ruangan. Bisa untuk
pagar maupun ditanam ditepi teras.
Barisan selasih merupakan benteng ampuh untuk
menjauhkan nyamuk dari perkarangan rumah.
Selain ditanaman, juga dapat dioles. Daun selasih
diremas lantas dioleskan ketangan. Maka tangan akan
terhindar dari gigitan nyamuk.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Tagetes patula
Tahi Kotok/ Bunga Tahi ayam
Cara Pemakaiannya

Daun dan Tangkai tanaman tagetes mengandung
minyak atsiri (Piperitol dan Bitienil). Aromanya
tidak disenangi nyamuk dan serangga lain.
Untuk membasmi larva, daun tagetes dicampur
dengan air. Air disaring dibuang ampasnya. Air sari
dimasukkan kedalam air yang ada jentiknya.
Daun tagetes bisa juga dijadikan obat nyamuk
bakar.
CARAnya sebanyak 100g daun dikeringkan dan
dibakar. Asap yang yang mengandung antinyamuk
ini akan menyebar dalam ruangan dan membuat
nyamuk mabok.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Zodia (Evodiaa suaveolens)
Aplikasi Penempatan.
Jika anda dekat Zodia , anda akan
mencium bau harum, apalagi
tanaman ini digoyangkan. Namun
lama kelamaan, bagi yang tidak
tahan bakal pusing.
Aroma khas Zodia ini tidak disukai
nyamuk karena adanya senyawa
Evodiamine dan rutaecarpine yang
tidak disukai serangga
Untuk mengusir nyamuk dalam
ruangan, Zodia diletakkan di dekat
jendela atau dipojok ruangan yang
ada kipas anginnya
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Geranium homeanum
Geranium ditanaman outdoor dan indoor. Caranya diletakkan
dekat jendela atau tempat yang dilalui angin. Angin akan
menggoyang tanaman sehingga aroma menyebar ke udara.
Aroma ini yang tidak disukai nyamuk. Jika tidak ada angin bisa
dibantu dengan kipas angin.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Geranium
Ada juga yang menggunakan untuk dioleskan.
Daun diremas-remas atau dihancurkan, kemudian
dioleskan ketangan. Nyamuk tidak akan mendekat
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Sereh
Mekanisme Pengusiran Nyamuk

Caranya dengan menyemprotkan ekstrak ditempat
persembunyian nyamuk.

Bersifat racun kontak. Dapat menyebabkan kematian
nyamuk akibat kehilangan cairan secara terus menerus
sehingga tubuh nyamuk akan kekurangan cairan. Hal ini
terjadi setelah nyamuk mencium ekstraks tamanan ini.

Selain menggunakan eksraknya, daun kering dari sereh
wangi dapat digosok-gosokkan ke kulit. Kulit akan terbebas
dari gigitan nyamuk.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
Lavender spp.
8/8/2014 Dinkes Sumbar
8/8/2014 Dinkes Sumbar