Anda di halaman 1dari 18

BAB III

LAPORAN KASUS PASIEN


I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Nurul Ala
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 25 tahun
Pendidikan Terakhir: SD
Pekeraan : I!T
A"ama : Islam
Suku : A#eh
Alamat : $h%k &ani
T"l 'asuk !S : ()*+(*2+),
I. IDENTITAS KELUARGA
Nama suami : Sulaiman
Umur : 2- Tahun
Pendidikan : SD
Pekeraan : Nela.an
A"ama : Islam
Suku : A#eh
II. ANAMNESA
Keluhan utama : terdapat /en%lan di lian" kemaluan se/elah kanan.
Telaah : 0s datan" ke !SUD $an"sa pada tan""al ()*+(*2+), den"an
keluhan terdapat /en%lan pada lian" kemaluan disertai den"an /en"kak
pada /i/ir 1a"ina se/elah kanan. A2aln.a /en%lan terse/ut /erukuran
se/esar keleren" dan mulai mem/esar seak 2 hari /elakan"an ini hin""a
/i/ir 1a"ina se/elah kanan /en"kak. &en%lan terse/ut dirasakan 0S
terasa n.eri3 kemerahan3 pedih3 dan /erden.ut. 0s u"a men"eluhkan
n.eri saat duduk dan /eralan sehin""a san"at men""an""u akti4itas.
Se/elumn.a /en%lan terse/ut pernah tim/ul 5 /ulan .an" lalu
den"an ukuran se/esar ka#an" tanah dan men"hilan" den"an sendirin.a.
!PT : 6*7
!PK : 6*7
!P0 : 6*7
ANAMNESA OBSTETRI
!i2a.at 8aid : haid pertama pada usia ), tahun3
$aman.a 5 hari den"an siklus
teratur
8P8T : 29 : )) * 2+)(
TTP : +, : +- * 2+),
!i2a.at Nikah : 0s menikah sekali den"an suami
Sekaran".
!i2a.at kehamilan dan persalinan : ;)P+A+
!i2a.at k%ntrasepsi : 6*7
III. PEMERIKSAAN FISIK
A. STATUS ;ENE!A$IS
Keadaan umum : &aik
Kesadaran : K%mp%smentis
<ital si"n
Tekanan darah :)++=-+ mm8"
Nadi : -+>= menit
Perna4asan : 2,>=menit
Suhu : (535
+
?
&. STATUS $0KA$ISATA
Kepala : N%rm%#ephali
'ata : K%nun"ti1a palpe/ra in4eri%r anemis 6*=*7
Sklera ikterik 6*=*73 pupil is%k%r 6@=@7
8idun" : Dalam /atas n%rmal
Telin"a : Dalam /atas n%rmal
$eher : Simetris3 Pem/esaran K;& 6*73
Pem/esaran Th.r%id 6*7
Thorax
Inspeksi : Simetris kanan A kiri
Palpasi : Stem premitus kanan A kiri3 n.eri tekan 6*7
Perkusi : S%n%r
Auskultasi : 1esikuler 6@=@73 r%nkhi 6*=*73 2heeBin" 6*=*7
Abdomen
Inspeksi : Perut tampak le/ih /esar pada 2anita hamil umumn.a3
Simetris3 sikatrik 6*7
Palpasi $e%p%ld I : ( ari di atas s.mphisis
$e%p%ld II : TDP
$e%p%ld III: TDP
$e%p%ld I<: TDP
Auskultasi : DJJ 6@7
Ekstremitas superi%r : Edema 6*=*7 akral han"at
Ekstremitas in4eri%r : Edema 6*=*7 akral han"at
<ul1a edema : 6*7
?. PE'E!IKSAAN 0&STET!I
Inspeksi ;enital : /en"kak di la/ia ma.%ra se/elah kanan
<T : TDP
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah rutin : 8aem%"l%/in : -3, "r=dl
8aemat%#r.t : 223+ C
$eu#%#.te : )D.+++=uI>)+E
Tr%m/%#.te : )-2.+++=uI>)+E
V. DIAGNOSA SEMENTARA
;)P+A+ den"an kista /arth%lin @ /arth%linitis
VI. PENATALAKSANAAN
in "entami#in =- am
am%>#isilin ta/ (>) ta/
metr%nidaB%le ta/ (>5++ m"
sul4as 4err%sus )>)
k%mpres la/ia den"an ri1an%l seserin" mun"kin
BAB I
PENDAULUAN
Ki s t a /ar ht %l i ni per t ama kal i di per kenal kan %l eh s e%r an" ahl i
anat %mi &el anda pada t ahun )599 /er nama ?as per &ar t h%l i n. Kel en ar i ni
mer upakan kelenar 1esti/uler ter/esar men.erupai kelenar #%2per 6kelenar /ul/%uretral7
pada laki*laki3 .an" letakn.a tertutup dan /erpasan"an. 9
Kelenar ini /er4un"si untuk mens ekr es i #ai r an pem/er s i h3 mukus .an"
al kal i s kedal am dukt us .an" /a"i an dalamn.a tersusun atas sel k%lumner dan /a"ian
luar tersusun atas epitel transisi%nal.Ki s t a /ar ht %l i ni adal ah t er s um/at n.a s al ur an
l u/r i kas i pada 1a"i na at au mem/es ar n.a muar a s al ur an l u/r i kas i 3 .an"
/er aki /at t i dak kel uar n.a #ai r anl u/r i kas i .an" mes t i n.a kel uar
6 per empuan .an" /el um ,+ t ahun7 . K%ndi s i i ni di s e/a/kan %l eh adan.a
/akt er i 3 .an" ant ar a l ai n adal ah E* #%l i 3 kuman= /akt er i pen.akit kelamin3 dll.
Kista /arth%lini merupakan masalah .an" serin" didapatkan pada 2anita us i a
r epr %duks i 3 ke/an.akan kas us t er adi pada us i a 2+ s ampai (+ t ahun den"an
sekitar ) dalam 5+ 2anita akan men"alami kista /art%lini atau a/ses dalam hidup
mereka3 sehin""a hal ini merupakan masalah .an" perlu untuk di#ermati. 8al
ini /erhu/un"an den"an akti4itas kelenar /arth%lin .an" /erkuran" pada masamen%pause.
Kista /arth%lini ter/entuk aki/at tersum/atn.a kelenar min.ak di/i/ir kemaluan
/a"ian dalam 6ada dua3 di kiri dan kanan7 aki/at adan.a in4eksi. Untuk men"hindari
tim/uln.a kista den"an mena"a ke/ersihan 6h."ienis7. Selama kista ini tidak terin4eksi %leh
1irus3 /akteri3 amur kista ini tidak menim/ulkan masalah3 tidak akan merasa sakit
han.a saa akan ada rasa /en%l%n di la/ia ma.%ra 1a"ina 6/i/ir /a"ian luar 1a"ina7.
Tapi ika kista ini terin4eksi maka dise/ut den"an a/ses /arth%lini. Kelenar
&arth%lini /erkem/an" dari epithelium pada area p%steri%r dari 1esti/ula. Kelenar
/arth%lin terletak /ilateral pada seperti"a /a2ah la/ia min%ra dan mempun.ai saluran
kelenar /arth%lin panan"n.a 2 #m* 235 #mden"an p%sisi pada am , dan am -3
/ermuara pada 1esti/ula. 53-3D Kelenar terse/ut /iasan.a han.a /erukuran se/esar ka#an"
p%l%n" dan aran" mele/ihi ukuran ) #m.-3D
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
!.".De#$n$%$
Kista /arth%lini merupakan tum%r kistik inak .an" tim/ul pada kelenar /arth%lini .an"
merupakan muara lu/rikasi atau tempat pr%duksi #airan pelumas 1ul1a. Kelenar /arth%lini
/erkem/an" dari epithelium pada area p%steri%r dari 1esti/ula. Kelenar ini terletak se#ara
/ilateral pada dasar dari la/ia min%ra dan pr%ses drainasen.a melalui duktus den"an panan" 2*
235 #m3 kelenar terse/ut /iasan.a han.a /erukuran se/esar ka#an" p%l%n"dan aran" mele/ihi
ukuran ) #m. kelenar ini tidak /isa dipalpasi ke#uali teradi in4eksi atau pen.akit lainn.a.
;am/ar ). ;am/aran kista /art%lini
!.!. E&$dem$o'o($
Kista /arth%lin merupakan pertum/uhan kistik .an" palin" serin" ditemukan pada 1ul1a.
Sekitar dua persen 2anita pernah terin4eksi kista /arth%lin dan a/ses selama hidupn.a. A/ses
hampir ti"a kali le/ih serin" ditemukan daripada kista. Se/uah #ase #%ntr%l stud. mem/uktikan
/ah2a 2anita /erkulit hitam dan putih le/ih mudah men"alami kista atau a/ses /arth%lin
di/andin"kan den"an 2anita ras hispanikF dan studi ini u"a men"emukakan /ah2a 2anita
den"an an"ka paritas .an" tin""i /erada pada resik% terendah.
In1%lusi /ertahap dari kelenar /arth%lin dapat teradi pada saat se%ran" 2anita men#apai
usia (+ tahun. 8al ini mun"kin menelaskan serin" teradin.a kista /arth%lin dan a/ses kelenar
selama usia repr%duksi3 khususn.a antara 2+ hin""a 2D tahun.
Karena massa 1ul1a pada 2anita pas#amen%pause dapat /erupa kanker3 /i%psi e>#.si%nal
mun"kin diperlukan. &e/erapa peneliti men"usulkan /ah2a eksisi pem/edahan tidak diperlukan
karena risik% kanker kelenar /arth%lin san"at rendah 6+3)), kasus per )++.+++ 2%man*.ears7.
Namun3 ika dia"n%sis kanker tertunda3 pr%"n%sis dapat menadi le/ih /uruk.
!.). Ana*om$ Ke'en+ar Bar*ho'$n$
Kelenar /arth%lin 6"reater 1esti/ular "lands7 merupakan h%m%l%" dari kelenar #%2per
6kelenar /ul/%urethral pada laki*laki7. Pada masa pu/ertas3 kelenar ini mulai /er4un"si3
mem/erikan kelem/a/an /a"i 1esti/ulum.
Kelenar /arth%lini terletak pada )=( p%steri%r dari setiap la/ium ma.us dan muara dari
duktus sekret%rius dari kelenar ini3 /erada tepat di depan 6eksternal7 h.men pada p%sisi am ,
dan -.
Kelenar ini tertekan pada 2aktu #%itus dan men"eluarkan sekresin.a untuk mem/asahi
atau meli#inkan permukaan 1a"ina di /a"ian #audal. kelenar /art%lini diperdarahi %leh arteri
/ul/i 1esti/uli3 dan dipersara4i %leh ner1us pudendus dan ner1ushem%r%idal in4eri%r. Kelenar
/art%lini se/a"ian tersusun dari arin"an erektil dari /ul/us3 arin"an erektil dari /ul/us menadi
sensiti4 selama ran"san"an seksual dan kelenar ini akan mensekresi sekret .an" muk%id .an"
/ertindak se/a"ai lu/rikan. Drainase pada kelenar ini %leh saluran den"an panan" kira* kira 2
#m .an" ter/uka ke arah %ri4i#ium 1a"ina se/elah lateral h.men3 n%rmaln.a kelenar /art%lini
tidak tera/a pada pemeriksaan palapasi. seperti pada "am/ar di/a2ah ini :

;am/ar 2. Anat%mi kelenar &arth%lin
!.,.E*$o'o($
Tersum/atn.a /a"ian distal dari duktus /arth%lin dapat men.e/a/kan retensi dari sekresi3
den"an aki/at /erupa pele/aran duktus dan pem/entukan kista. Kista terse/ut dapat menadi
terin4eksi dan dapat mem/entuk kista atau a/ses pada 2anita usia repr%duksi. Kista dan a/ses
/arth%lin serin" kali di/edakan se#ara klinis. Kista /arth%lin ter/entuk ketika %stium dari duktus
tersum/at3 sehin""a men.e/a/kan distensi dari kelenar dan tu/a .an" /erisi #airan. Sum/atan
ini /iasan.a merupakan aki/at sekunder dari peradan"an n%nspesi4ik atau trauma. Kista /arth%lin
den"an diameter )*( #m serin"kali asimpt%matik. Sedan"kan kista .an" /erukuran le/ih /esar3
kadan" men.e/a/kan n.eri dan dispareunia.
A/ses /arth%lin merupakan aki/at dari in4eksi primer dari kelenar3 atau kista .an"
terin4eksi. Pasien den"an a/ses /arth%lin umumn.a men"eluhkan n.eri 1ul1a .an" akut dan
/ertam/ah se#ara #epat dan pr%"resi4. A/ses kelenar /arth%lin dise/a/kan %leh p%l.mi#r%/ial
6ta/le )7.
!.-.Pa*o#$%$o'o($
0/struksi duktus penumpukan se#ret mu#us pem/en"kakan 6kista /arth%lin7
kista dapat men"alami peradan"an 6/arth%linitis7 terutama /ila teradi in4eksi kista .an"
terin4eksi dapat /erkem/an" menadi a/ses 6a/ses /arth%lin7
!... Ge+a'a /'$n$%
Pasien den"an kista dapat mem/eri "eala /erupa pem/en"kakan la/ia tanpa
disertai n.eri. Pasien den"an a/ses dapat mem/erikan "eala se/a"ai /erikut:
a. N.eri .an" akut disertai pem/en"kakan la/ia unilateral.
/. Dispareunia
#. N.eri pada 2aktu /eralan dan duduk
d.N.eri .an" mendadak mereda3 diikuti den"an tim/uln.a dis#har"e 6 san"at mun"kin
menandakan adan.a ruptur sp%ntan dari a/ses7
8asil pemeriksaan 4isik .an" dapat diper%leh dari pemeriksaan terhadap Kista
&arth%lin adalah se/a"ai /erikut:
a. Pasien men"eluhkan adan.a massa .an" tidak disertai rasa sakit3 unilateral3 dan tidak
disertai den"an tanda : tanda selulitis di sekitarn.a.
/. Jika /erukuran /esar3 kista dapat tender.
#. Dis#har"e dari kista .an" pe#ah /ersi4at n%npurulent
Sedan"kan hasil pemeriksaan 4isik .an" diper%leh dari pemeriksaan terhadap
a/ses &arth%lin se/a"ai /erikut:
a. Pada pera/aan tera/a massa .an" tender3 4luktuasi den"an daerah sekitar .an"
eritema dan edema.
/. Dalam /e/erapa kasus3 didapatkan daerah selulitis di sekitar a/ses.
#. Demam3 meskipun tidak khas pada pasien sehat3 dapat teradi.
d. Jika a/ses telah pe#ah se#ara sp%ntan3 dapat terdapat dis#har"e .an" purulen.
Karsin%ma kelenar &arth%lin memiliki persentase sekitar )C dari kanker 1ul1a3 dan
2alaupun kasusn.a aran"3 merupakan tempat terserin" tim/uln.a aden%#ar#in%ma. Sekitar 5+C
dari tum%r kelenar &arth%lin adalah karsin%ma sel skuam%sa. Jenis lain dari tum%r .an" tim/ul
di kelenar &arth%lin adalah aden%karsin%ma3 kistik aden%id 6suatu aden%karsin%ma den"an
hist%l%"is spesi4ik dan karakteristik klinis73 aden%sGuam%usa3 dan transiti%nal #ell #ar#in%ma.
Karena mun"kin sulit untuk mem/edakan tum%r &arth%lin dari kista &arth%lin .an" inak
han.a den"an pemeriksaan 4isik3 setiap 2anita /erusia le/ih dari ,+ tahun perlu menalani
tindakan /i%psi untuk men.in"kirkan ke#uri"aan ne%plasma3 dimana pen.akit in4lamasi aran"
ditemui pada usia terse/ut. Karena l%kasin.a .an" auh di dalam3 tum%r dapat mempen"aruhi
rektum dan lan"sun" men.e/ar melalui 4%ssa is#hi%re#talis. Aki/atn.a3 tum%r ini dapat masuk ke
dalam saluran lim4atik .an" lan"sun" menuu ke kelenar "etah /enin" in"uinal pr%4unda serta
super4i#ialis. Kesalahan dalam mendia"%sis ke"anasan &arth%lin akan mem/erikan pr%"n%sa
.an" /uruk3 sehin""a ketepatan dan ke#epatan dalam mendia"n%sa san"at diperlukan.
&e/erapa k%ndisi /erikut ini dapat merupakan su"esti4 ke"anasan kelenar &arth%lin3
sehin""a perlu dilakukan pemeriksaan .an" le/ih lanut hin""a /i%psi:
a. Usia .an" le/ih tua dari ,+ tahun
/. 'assa .an" tidak n.eri3 kr%nis3 dan /ertam/ah /esar se#ara pr%"resi4
#. 'assa .an" s%lid3 tidak 4luktuasi3 dan tidak n.eri
d. Terdapat ri2a.at ke"anasan la/ial se/elumn.a.
!.0. D$a(no%a
Untuk mene"akkan dia"n%sa kista /art%lini dapat dite"akkan den"an :
". a. Anamne%a
Pada anamnesa /iasan.a ditemukan "eala klinis3 /erupa :
N.eri .an" akut disertai pem/en"kakan la/ia unilateral.
Dispareunia
N.eri pada 2aktu /eralan dan duduk
N.eri .an" mendadak mereda3 diikuti den"an tim/uln.a dis#har"e 6 san"at mun"kin
menandakan adan.a ruptur sp%ntan dari a/ses7

". b. Pemer$/%aan ($ne/o'o($
8asil pemeriksaan "inek%l%"i .an" dapat diper%leh dari pemeriksaan terhadap
Kista &arth%lin adalah se/a"ai /erikut:
Pasien men"eluhkan adan.a massa .an" tidak disertai rasa sakit3 unilateral3 dan tidak
disertai den"an tanda : tanda selulitis di sekitarn.a.
Jika /erukuran /esar3 kista dapat tender.
Dis#har"e dari kista .an" pe#ah /ersi4at n%npurulent
Sedan"kan hasil pemeriksaan 4isik .an" diper%leh dari pemeriksaan terhadap a/ses
&arth%lin se/a"ai /erikut:
Pada pera/aan tera/a massa .an" tender3 4luktuasi den"an daerah sekitar .an"eritema dan
edema.
Dalam /e/erapa kasus3 didapatkan daerah selulitis di sekitar a/ses.
Demam3 meskipun tidak khas pada pasien sehat3 dapat teradi
Jika a/ses telah pe#ah se#ara sp%ntan3 dapat terdapat dis#har"e .an" purulen
Kista &arth%lin harus di/edakan dari a/ses dan dari massa 1ul1a lainn.a. Karena kelenar
&arth%lin men"e#il saat usia men%pause3 suatu pertum/uhan massa pada 2anita p%stmen%pause
perlu die1aluasi terhadap tanda : tanda ke"anasan3 terutama /ila massan.a /ersi4at irre"uler3
n%dular3 dan keras.
). 1.Pemer$/%aan Pen2n+an(
Apa/ila pasien dalam k%ndisi sehat3 a4e/risF tes la/%rat%rium darah tidak diperlukan untuk
men"e1aluasi a/ses tanpa k%mplikasi atau kista. Kultur /akteri dapat /erman4aat dalam
menentukan kuman dan pen"%/atan .an" tepat /a"i a/ses &arth%lin.

!.3. D$a(no%a band$n(
&e/erapa enis lesi 1ul1a dan 1a"ina dapat men.erupai kista &arth%lin. &e/erapa
diantaran.a adalah:
* Kista se/a#e%us pada 1ul1a san"at serin" ditemukan. Kista se/ase%us ini merupakan suatu kista
epidermal inklusi dan serin"kali asimpt%matik. Pada keadaan terin4eksi3 diperlukan in#isi dan
drainase sederhana.
* D.s%nt%"eneti# #.sts merupakan kista inak .an" /erisi mukus dan /erl%kasi pada intr%itus
atau la/ia min%ra. Terdiri dari arin"an .an" men.erupai muk%sa rektum3 dan serin"kali
asimpt%matik.
* Hi/r%ma merupakan tum%r s%lid inak 1ul1a .an" serin" ditemukan. Indikasi untuk eksisi
/erupa tim/uln.a rasa n.eri3 pertum/uhan .an" pr%"resi43dan k%smetik.
!.4.Pena*a'a/%anaan
Pen"%/atan kista &arth%lin /er"antun" pada "eala pasien. Suatu kista tanpa "eala mun"kin
tidak memerlukan pen"%/atan3 kista .an" menim/ulkan "eala dan a/ses kelenar memerlukan
drainase.
T$nda/an O&era*$#
&e/erapa pr%sedur .an" dapat di"unakan:
".In1$%$ dan Dra$na%e
'eskipun insisi dan drainase merupakan pr%sedur .an" #epat dan mudahdilakukan serta
mem/erikan pen"%/atan lan"sun" pada pasien3 namun pr%sedur iniharus diperhatikan karena ada
ke#enderun"an kekam/uhan kista atau a/ses.Ada studi.an" melap%rkan3 /ah2a terdapat )(C
ke"a"alan pada pr%sedur ini.

!.5ord 6a*he*er
I%rd #atheter ditemukan pertama kali pada tahun )D5+*an. 'erupakan se/uah kateter ke#il
den"an /al%n .an" dapat di"em/un"kan den"an saline pada uun" distaln.a3 /iasan.a di"unakan
untuk men"%/ati kista dan a/ses &arth%lin. Panan" dari kateter karet ini adalah sekitar ) in#h
den"an diameter N%.)+ Hren#h H%le. kateter. &al%n ke#il di uun" I%rd #atheter dapat
menampun" sekitar (*, m$ larutan saline
Setelah persiapan steril dan pem/erian anestesi l%kal3 dindin" kista atau a/ses diepit den"an
4%r#eps ke#il dan /lade n%.)) di"unakan untuk mem/uat in#isi sepanan" 5mm pada permukaan
kista atau a/ses.Pentin" untuk menepit dindin" kista se/elum dilakukan in#isi3 atau /ila tidak
kista dapat #%llapse dan dapat teradi in#isi pada tempat .an" salah.In#isi harus di/uat dalam
intr%ituse>ternal hin""a ke #in#in h.menal pada area sekitar %ri4i#e dari duktus.Apa/ila in#ise
di/uat terlalu /esar3 I%rd #atheter dapat lepas.
Setelah insisi di/uat3 I%rd #atheter dimasukkan3 dan uun" /al%n dikem/an"kan den"an 2 ml
hin""a( ml larutan saline. &al%n .an" men"em/an" ini mem/uat kateter tetap /erada di dalam
r%n""a kista atau a/ses. Uun" /e/as dari kateter dapat dimasukkan ke dalam 1a"ina.A"ar
teradi epitelisasi pada daerah /ekaspem/edahan3 I%rd #atheter di/iarkan di tempat selama
empat sampai enam min""u3 meskipun epithelialisasi mun"kin teradi le/ih #epat3sekitar ti"a
sampai empat min""u.Jika Kista &arth%lin atau a/ses terlalu dalam3 pemasan"an I%rd#atheter
tidak praktis3 dan pilihan lain harus dipertim/an"kan.
A/ses /iasan.a dikelilin"i %leh selulitis.an" si"ni4ikan3 dan pada kasus* kasus terse/ut3
anti/i%tik diperlukan. Anti/i%tik .an" di"unakan harus merupakan anti/i%ti# spektrum luas
untuk men"%/ati in4eksi p%l.mi#r%/ial den"an aer%/ dan anaer%/. Dapat dilakukan kultur untuk
men#ari kuman pen.e/a/. Selama menun""u hasil kultur3 di/erikan terapi anti/i%tikempiris.
Pasien dianurkan untuk merendam di /ak mandi han"at dua kalisehari 6SitB
/ath7. K%itus harus dihindari untuk ken.amanan pasien dan untuk men#e"ah lepasn.a
2%rd#atheter.
SitB /ath 6dise/ut u"a hip /ath3 merupakan suatu enis mandi3 dimana han.a /a"ian pin""ul dan
/%k%n" .an" direndam di dalam air atau salineF /erasal dari&ahasa Jerman .aitu sitBen .an"
/erarti duduk.7 dianurkan dua sampai ti"a kalisehari dapat mem/antu ken.amanan dan
pen.em/uhan pasien selama peri%de pas#a%perasi.
;am/ar 5: Alat .an" di"unakan untuk SitB &ath
). Mar%2&$a'$%a%$
Alternati4 pen"%/atans elain penempatan I%rd#atheter adalah marsupialisasi dari kista
&arth%lin . Pr%sedur ini tidak /%leh dilakukan ketika terdapat tanda* tanda a/ses akut.
;am/ar -. 'arsupialisasi Kista &arth%lin 6kiri7 Suatu in#isi 1ertikal dise/ut pada /a"ian ten"ah
kista3 lalu pisahkan muk%sa sekiarF 6kanan7 Dindin" kista die1ersi dan ditempelkan pada tepi
muk%sa 1esti/ular den"an ahitan interrupted
Setelah dilakukan persiapan .an" steril dan pem/erian anestesi l%kal3 dindin" kista diepit
den"an dua hem%stat ke#il. $alu di/uat in#isi1ertikal pada 1esti/ular mele2ati /a"ian ten"ah
kista dan /a"ian luar dari h.menal rin".In#isi dapat di/uat sepanan" ).5 hin""a (#m3
/er"antun" pada /esarn.a kista.&erikut adalah peralatan.an" diperlukan dalam melakukan
tindakan marsupialisasi.
Setelah kista diin#isi3 isi r%n""a akan keluar. !%n""a ini dapat diiri"asi den"an larutan saline3
dan l%kulasi dapat dirusak den"an hem%stat. Dindin" kista ini lalu die1ersikan dan ditempelkan
pada dindun" 1esti/ular muk%sa den"an ahitan interrupted men""unakan /enan" a/s%r/a/le 2
*+.)- SitB /ath dianurkan pada hari pertama setelah pr%sedur dilakukan. Kekam/uhan kista
&arth%lin setelah pr%sedur marsupialisasi adalah sekitar 5*)+ C.

,.E/%$%$ 7Bar*ho'$ne1*om89
Eksisi dari kelenar &arth%lin dapat dipertim/an"kan pada pasien .an" tidak /eresp%n terhadap
drainase3 namun pr%sedur ini harus dilakukan saat tidak ada in4eksi akti4.
Eksisi kista /arth%lin karena memiliki risik% perdarahan3 maka se/aikn.a dilakukan di ruan"
%perasi den"an men""unakan anestesi umum. Pasien ditempatkan dalam p%sisi d%rsal lith%t%m..
$alu di/uat insisi kulit /er/entuk linear .an"memanan" sesuai ukuran kista pada 1esti/ulum
dekat uun" medial la/ia min%ra dansekitar ) #m lateral dan parallel dari h.menal rin". 8ati :
hati saat melakukan in#isikulit a"ar tidak men"enai dindin" kista.Struktur 1askuler ter/esar .an"
mem/eri suppl. pada kista terletak pada /a"ian p%ster%superi%r kista. Karena alasan ini3 diseksi
harus dimulai dari /a"ian /a2ahkista dan men"arah ke superi%r. &a"ian in4er%medial kista
dipisahkan se#ara tumpul dan taam dari arin"an sekitar. Alur diseksi harus di/uat dekat
den"andindin" kista untuk men"hindari perdarahan ple>us 1ena dan 1esti/ular /ul/ danuntuk
men"hindari trauma pada re#tum.
;am/ar -. Diseksi Kista
Setelah diseksi pada /a"ian superi%r selesai dilakukan3 1askulariasi utama dari kista di#ari dan
diklem den"an men""unakan hem%stat. $alu dip%t%n" dan dili"asi den"an /enan"#hr%mi# atau
/enan" dela.ed a/s%r/a/le (*+.

;am/ar D. $i"asi Pem/uluh Darah
?%%l pa#ks pada saat 2, am setelah pr%sedur dapat men"uran"i n.eri3 pem/en"kakan3 dan
pem/entukan hemat%ma. Setelah itu3 dapat dianurkan sitB /ath han"at )*2 kali sehari untuk
men"uran"i n.eri p%st %perasi dan ke/ersihan luka.
Pen(oba*an Med$/amen*o%a
Anti/i%tik se/a"ai terapi empirik untuk pen"%/atan pen.akit menular seksual /iasan.a
di"unakan untuk men"%/ati in4eksi "%n%#%##al dan #hlam.dia. Idealn.a3 anti/i%tik harus se"era
di/erikan se/elum dilakukan insisi dan drainase. &e/erapa anti/i%tik.an" di"unakan dalam
pen"%/atan a/ses /arth%lin:
". 6e#*r$axone
?e4tria>%ne adalah se4al%sp%rin "enerasi keti"a den"an e4isiensi /r%ad spe#trum terhadap /akteri
"ram*ne"ati43 e44i#a#. .an" le/ih rendah terhadap /akteri "ram*p%siti43 dan e44i#a#. .an" le/ih
tin""i terhadap /akteri resisten. Den"an men"ikat pada satu atau le/ih peni#illin*/indin" pr%tein3
akan men"ham/at sintesis dari dindin" sel /akteri dan men"ham/at pertum/uhan /akteri. D%sis
.an" dianurkan: )25 m" I' se/a"ai sin"le d%se .

!. 6$&ro#'oxa1$n
Se/uah m%n%terapi alternati4 untuk #e4tria>%ne. 'erupakan anti/i%tik tipe /akterisida .an"
men"ham/at sintesis DNA /akteri dan3 %leh se/a/ itu akan men"ham/at pertum/uhan /akteri
den"an men"inhi/isi DNA*".rase pada /akteri.
D%sis .an" dianurkan: 25+ m" P0 ) kali sehari

). Dox8181'$ne
'en"ham/at sintesis pr%tein dan replikasi /akteri den"an #ara /erikatan den"an (+S dan5+S
su/unit ri/%s%m dari /akteri. Diindikasikan untuk ?tra #h%matis.
D%sis.an" dianurkan: )++ m" P0 2 kali sehari selama 9 hari

,. A:$*rom$%$n
Di"unakan untuk men"%/ati in4eksi rin"an sampai sedan".an" dise/a/kan %leh /e/erapa strain
%r"anisme. Alternati4 m%n%terapi untuk? tra#h%h%matis.
D%sis.an" dianurkan: ) " P0 )>

!.";.Kom&'$/a%$
K%mplikasi .an" palin" umum dari a/ses&arth%lin adalah kekam/uhan.
Pada /e/erapa kasus dilap%rkan ne#r%tiBin" 4as#iitis setelah dilakukan drainase a/ses.
Perdarahan3 terutama pada pasien den"an k%a"ul%pati.
Tim/ul arin"an parut.


!."".Pro(no%$%
Jika a/ses den"an didrainase den"an /aik dan kekam/uhan di#e"ah3 pr%"n%sisn.a /aik. Tin"kat
kekam/uhan umumn.a dilap%rkan kuran" dari 2+C.


BAB III
PENUTUP

).".Ke%$m&2'an
Kista adalah kantun" .an" /erisi #airan atau /ahan semis%lid .an" ter/entuk di /a2ah kulit atau
di suatu tempat di dalam tu/uh. Kista kelenar &arth%lin teradi ketika kelenar ini menadi
tersum/at. Kelenar &art%lini /isa tersum/at karena /er/a"ai alasan3 seperti in4eksi3 peradan"an
atau iritasi an"ka panan". Apa/ila saluran kelenar ini men"alami in4eksi maka saluran kelenar
ini akan melekat satu sama lain dan men.e/a/kan tim/uln.a sum/atan. ?airan .an" dihasilkan
%leh kelenar ini kemudian terakumulasi3 men.e/a/kan kelenar mem/en"kak dan mem/entuk
suatu kista. Suatu a/ses teradi /ila kista menadi terin4eksi.
Kista &art%lini /erkem/an" ketika saluran keluar dari kelenar &art%lini tersum/at. ?airan .an"
dihasilkan %leh kelenar kemudian terakumulasi3 men.e/a/kan kelenar mem/en"kak dan
mem/entuk suatu kista. Suatu a/ses teradi /ila kista menadi terin4eksi. A/ses &art%lini dapat
dise/a/kan %leh seumlah /akteri. Ini termasuk %r"anisme .an" men.e/a/kan pen.akit menular
seksual seperti Klamidia dan ;%n%re serta /akteri .an" /iasan.a ditemukan di saluran
pen#ernaan3 seperti Es#heri#hia #%li. Umumn.a a/ses ini meli/atkan le/ih dari satu enis
%r"anisme. 0/struksi distal saluran &art%lini /isa men"aki/atkan retensi #airan3 den"an
dihasilkann.a dilatasi dari duktus dan pem/entukan kista. Kista dapat terin4eksi3 dan a/ses dapat
/erkem/an" dalam kelenar. Kista &art%lini tidak selalu harus teradi se/elum a/ses kelenar.
Kelenar &art%lini adalah a/ses p%limikr%/ial. 'eskipun Neisseria "%n%rrh%eae adalah
mikr%%r"anisme aer%/ik .an" d%minan men"is%lasi3 /akteri anaer%/ adalah pat%"en .an" palin"
umum. ?hlam.dia tra#h%matis u"a mun"kin menadi %r"anisme kausati4. Namun3 kista saluran
&art%lini dan a/ses kelenar tidak la"i dian""ap se/a"ai /a"ian eksklusi4 dari in4eksi menular
seksual. Selain itu %perasi 1ul1%1a"inal adalah pen.e/a/ umum kista dan a/ses terse/ut.
Pasien den"an kista dapat mem/eri "eala /erupa pem/en"kakan la/ial tanpa disertai n.eri.
Pasien den"an a/ses dapat mem/erikan "eala se/a"ai /erikut:
N.eri .an" akut disertai pem/en"kakan la/ial unilateral.
Dispareunia
N.eri pada 2aktu /eralan dan duduk
N.eri .an" mendadak mereda3 diikuti den"an tim/uln.a dis#har"e 6 san"at mun"kin
menandakan adan.a ruptur sp%ntan dari a/ses7
Pen"%/atan kista &arth%lin /er"antun" pada "eala pasien. Suatu kista tanpa "eala mun"kin
tidak memerlukan pen"%/atan3 kista .an" menim/ulkan "eala dan a/ses kelenar memerlukan
drainase.
Dia"n%sis Dan Penatalaksanaan
Kista &arth%lini &erulan" Pada Nullipara &erusia 25 Tahun
!atin"s: 6+7J<ie2s: )3((5J$ikes: )+
Pu/lished /. Dika !iBkiardi
See '%re

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN KISTABARTHOLINI BERULANG PADA
NULLIPARA BERUSIA25 TAHUN
Dibuat oleh: Diana Kartika P,Modifkasi terakhir pada Tue 26 of Jul, 2011
[20:0!
ABSTRAK
Kelenjar bartolini merupakan kelenjar yang terdapat pada bagian
bawah introitus vagina. Jika kelenjar ini mengalami infeksi yang berlangsung
lama dapat menyebabkan terjadinya kista bartolini. Kista bartolini
adalahsalah satu bentuk tumor jinak pada vulva. Kista bartolini merupakan
kista yang terbentuk akibat adanyasumbatan pada duktus kelenjar bartolini,
yang menyebabkan retensi dan dilatasi kistik, dimana isi di dalam kista ini
dapat berupa nanah yang dapat keluar melalui duktus atau bila tersumbat
dapat dapat mengumpul di dalammenjadi abses. Kista bartolini tidak
menular secara seksual, meskipun penyakit menular seksual seperti Gonore
adalah penyebab paling umum terjadinya infeksi pada kelenjar bartolini
yang berujung pada terbentuknya kista dan abses. Siflis ataupun infeksi
bakteri lainnya juga dianggap menjadi penyebab terjadinya infeksi pada
kelenjar ini.Keyword bartholini, diagnosis, penatalaksanaan
KASUS
"eoran# $anita u%ur 2& tahun den#an '0P0(0 datan# den#an keluhan
adan)a ben*olan di alat kela%in se*ak+, %in##u )an# lalu- Pasien
%erasakan n)eri pada ben*olan dan %en#aku ben*olan %akin hari %akin
%e%besarhin##a sebesar telur pu)uh- De%a% ./0, %en#eluh sakit saat 1(K
dan sakit untuk ber*alan- Pasien sudah periksasebelu%n)a tapi belu% ada
perbaikan- Pasien pernah %enderita pen)akit serupa dan ini adalah )an# ke
kalin)a- Pasien sudah %enikah, tidak %e%akai K1 dan tidak terdapat
ri$a)at %enderita pen)akit berat atau%endapat tindakan operasi- 2ital
si#n : TD 3 10040 %%5#, 6adi 3 78 94%enit, "uhu badan 3 ,6:;,
Keadaanu%u% : baik, kesadaran : ;o%pos %entis- "tatus #eneralis : kepala/
thora9/abdo%en/ekstre%itas :6or%al- "tatus 'inekolo#i :/ Pe%eriksaan <uar
Pada inspeksi: terlihat adan)a ben*olan di =ul=a ba#ian dekstra sebesar telur
pu)uh, ta%pak hipere%is- Pada Palpasi : teraba %assa kistik sebesar telur
pu)uh, %obile, li>in, per%ukaan rata, n)eri tekan.?0-/ Pe%eriksaan Dala% :
pada =a#inal tou>h @lu9us ./0 Auor ./0, =a#ina4uretra tak ada kelainan,
adneksa dan para%etriu% nor%al >orpus uteri nor%al- Pada pe%eriksaan
dala% se%ua dala% batas nor%al-
DIAGNOSA
Banita, '0 P0 (0 usia 2& tahun den#an abses bartholini
TERAPI
Pasien dira$at inap dan diberikan terapi den#an antibioti> .(%o9i>illin0 , 9
&00 %#, =ita%in .2iliron0 1 9 1,anal#esi> .(sa% Mefena%at0 , 9 &00 %#
serta dilakukan in>isi abses ? %arsupialisasi
DISKUSI
Kelen*ar bartholini %erupakan kelen*ar )an# terdapat pada ba#ian ba$ah
introitus =a#ina- Kelen*ar bartoliniseba#ian tersusun dari *arin#an erektil dari
bulbus, *arin#an erektil dari bulbus %en*adi sensitif sela%aran#san#an
seksual dan kelen*ar ini akan %ensekresi sekret )an# %ukoid )an# bertindak
seba#ai lubrikan-Drainase pada kelen*ar ini oleh saluran den#an pan*an#
kira/ kira 2 >% )an# terbuka ke arah orif>iu% =a#inasebelah lateral h)%en-
6or%aln)a kelen*ar bartolini tidak teraba pada pe%eriksaan palapasiJika
kelen*ar ini%en#ala%i infeksi )an# berlan#sun# la%a dapat %en)ebabkan
ter*adin)a kista bartolini- Kista adalah kantun#