Anda di halaman 1dari 4

Etika Pergaulan

Hal mendasar dalam etika pergaulan adalah :


1. Bersikap sopan santun dan ramah
2. Perhatian terhadap orang lain
3. Mampu menjaga perasaan orang lain
4. Toleransi dan rasa ingin membantu
5. Mampu mengendalikan emosi diri
alam etika pergaulan penampilan seseorang dapat memberikan kesan !ang baik atau
sebalikn!a. Penampilan !ang menarik dan memikat merupakan modal untuk dapat meraih sukses
dalam pergaulan. Penampilan !ang menarik dan memikat dapat diperoleh dangan "ara :
1. Memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri
2. Memahami bah#a setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan
3. Menjauhkan diri dari rasa minder dan rendah diri
4. Bersikap #ajar$ tidak %over atau under confidence&
Etika berpakaian
1. Bagi !ang bertubuh kurus :
' Hindari pakaian !ang ketat
' iutamakan bahan !ang halus dan mela!ang
' (arna terang lebih dianjurkan
' )unakan moti* garis hori+ontal
2. Bagi !ang bertubuh besar:
' Hindari busana moti* hori+ontal
' Hindari ornamen busana dan asesori berlebihan
3. (arna kulit terang akan lebih menarik mempergunakan busana !ang ber#arna gelap
4. Bagi #anita$ perpaduan moti* dan #arna busana baik keba!a, blus$ kain panjang, rok dan
selendang,pasmina disesuaikan. Busana bermoti* dipadu dengan setelan senada.
5. Bagi pria$ #arna kemeja diusahakan serasi dengan #arna jas dan dasi. -emeja moti* kotak.
kotak tidak disarankan dipadu dengan jas pada a"ara resmi. Pemakaian dasi disesuaikan
dengan #arna kemeja daripada #arna jasn!a.
/. Pada setelan jas maupun kemeja berdasi disarankan tidak men!elipkan pin atau benda lain
!ang membuat saku menggelembung 0ka"amata$ handphone dll1.
2. Pada pemakaian dasi pangkaln!a harus berakhir pada gesper ikat pinggang !ang dipakai.
asi kupu.kupu han!a untuk pakaian dan a"ara tertentu.
3. 4ntuk a"ara resmi pakai sepatu #arna hitam dan kaos kaki disesuaikan dengan #arna jas
atau #arna hitam. Hindari sepatu dengan sol karet atau #arna lain.
Etika berkenalan/ bersalaman
1. 4"apkan nama dengan jelas.
2. 5akukan kontak mata.
3. 6abat tangan dengan hangat$ tidak dingin.
4. Perkenalkan pria pada #anita$ !ang muda kepada !ang tua atau !ang memiliki jabatan.
5. Pada saat sedang duduk$ sebaikn!a berdiri sebentar.
/. 6angan melakukan perkenalan di tempat !ang ramai.
Etika berbicara
1. Harus menatap la#an bi"ara.
2. 7uara harus jelas terdengar.
3. Menggunakan tata bahasa !ang baik.
4. 6angan menggunakan nada suara !ang tinggi.
5. Bias mengimbangi la#an bi"ara.
/. Berusaha men!enangkan la#an bi"ara.
2. Mampu men"iptakan suasana humor.
3. Memuji la#an bi"ara.
8. Mampu menjadi pendengar !ang baik.
19. alam berbi"ara hindari hal.hal sebagai berikut :
' Membi"arakan kejelekan orang lain
' Membi"arakan hal !ang sensiti*
' Memotong pembi"araan orang
' Mendominasi pembi"araan
' Ban!ak membi"arakan diri sendiri
Etika bertamu
1. Beritahu lebih dahulu untuk mendapat kepastian apakah tuan rumah ada di tempat dan
bersedia dikunjungi.
2. Tepat #aktu untuk memberikan kesan !ang baik pada tuan rumah dan menghargai #aktu
tuan rumah
3. Masuk$ bila sudah dipersilahkan. Bila pintu tidak terkun"i$ jangan sembarangan masuk. Bila
pintu terkun"i ketuklah atau bun!ikan bel dan bersabar.
4. 4"apkan salam. 7ebagai penghormatan kepada tuan rumah dan tanda bah#a anda telah
datang. emikian juga pada saat hendak pamit.
5. ;ngat #aktu. (alaupun tuan rumah sangat ramah dan kelihatann!a senang atas kunjungan
anda.
/. 6angan memegang barang. 7ebelum mendapatkan ijin dari tuan rumah pujilah tentang
barangn!a.
2. 6angan merokok bila belum dipersilakan.
3. 6aga sikap dan omongan. 6angan sekali.kali mengkritik interior rumahn!a$ seberantakan
apapun.
8. 7ituasi rumah. Bila situasi rumah sedang kurang enak atau membutuhkan perhatian tuan
rumah$ sebaikn!a segera pamit.
19. 6ika ada tamu lain. Perkenalkan diri anda pada tamu !ang datang lebih dahulu.
Etika Berorganisasi
1. Menjunjung tinggi prinsip %lo!alitas&$ karena tanpa lo!alitas !ang tinggi suatu organisasi
tidak dapat melaksanakan program kegiatan !ang diren"anakan .
2. Tidak membedakan antara pengurus organisasi dengan anggota !ang diurus.
3. Menjunjung tinggi %rasa turut&$ !aitu :
' <asa turut memiliki 0sense of belonging1
' <asa turut berperan serta 0sense of participation1
' <asa turut bertanggung ja#ab 0sense of responsibility1
4. Memahami Hubungan dengan pimpinan
' Hormat
' Minta saran dan petunjuk
' Tidak menge"e#akan
' Beri saran
' 6angan menolak perintah
' 6angan membuat malu
5. Memahami Hubungan dengan !ang dipimpin
' Hargai !ang dipimpin
' 6angan tunjukkan kekuasaan
' Bina hubungan baik
' Tan!akan kondisin!a
' Bijak dalam memberikan perintah dan teguran
/. Memahami hubungan sesama pengurus
' 7aling Membantu
' 7aling Mengingatkan
' Hindari -on*lik
' iskusi engan 7ehat
' 6angan Menjatuhkan Teman
Etika di Masyarakat:
1. Tidak meludah didepan orang lain
2. Berbahasa !ang baik dan sopan
3. Menggunakan pakaian !ang pantas sesuai keadaan
4. Tidak mendengarkan orang !ang sedang menerangkan pelajaran
5. Tidak berkata kasar apalagi kepada kedua orang tua
/. 7uka men"a"i maki orang lain
ari "ontoh = "ontoh tersebut dapat kita lihat bah#a etika seseorang intin!a adalah menjaga
persaan orang lain agar tidak tersinggung atau dirugikan oleh sikap dan tingkah laku seseorang.
Etika kerja adalah sistem nilai atau norma !ang digunakan oleh seluruh
kar!a#an perusahaan$ termasuk pimpinann!a dalam pelaksanaan kerja sehari.hari. Perusahaan
dengan etika kerja !ang baik akan memiliki dan mengamalkan nilai.nilai$ !akni : kejujuran$
keterbukaan$ lo!alitas kepada perusahaan$ konsisten pada keputusan$ dedikasi kepada stakeholder$
kerja sama !ang baik$ disiplin$ dan bertanggung ja#ab.
Etika Lingkungan sebagai berikut:
a. Manusia merupakan bagian dari lingkungan !ang tidak terpisahkan sehingga perlu men!a!angi
semua kehidupan dan lingkungann!a selain dirin!a sendiri.
b. Manusia sebagai bagian dari lingkungan$ hendakn!a selalu berupa!a untuk emnjaga terhadap
pelestarian $ keseimbangan dan keindahan alam.
". -ebijaksanaan penggunaan sumber da!a alam !ang terbatas termasuk bahan energ!.
d. 5ingkungan disediakan bukan untuk manusia saja$ melainkan juga untuk makhluk hidup !ang lain.
i samping itu$ etika 5ingkungan tidak han!a berbi"ara mengenai perilaku manusia
terhadap alam$ namun juga mengenai relasi di antara semua kehidupan alam semesta$ !aitu antara
manusia dengan manusia !ang mempun!ai dampak pada alam dan antara manusia dengan makhluk
hidup lain atau dengan alam se"ara keseluruhan.
Etika Politik
7e"ara substanti>e pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai
pelaku etika !aitu manusia. ?leh karena itu etika politik berkait erat dengan bidang pembahasan
moral. Hal ini berdasarkan ken!ataan bah#a pengertian @moralA senantiasa menunjuk kepada
manusia sebagai subjek etika. Maka ke#ajiban moral dibedakan dengan pengertian ke#ajiban.
ke#ajiban lainn!a$ karena !ang dimaksud adalah ke#ajiban manusia sebagai manusia. (alaupun
dalam hubungann!a dengan mas!arakat$ bangsa maupun Begara$ etika politik tetap meletakkan
dasar *undamental manusia sebagai manusia. asar ini lebih meneguhkan akar etika politik bah#a
kebaikan senantiasa didsarkan kepada hakekat manusia sebagai makhluk !ang beradab dan
berbuda!a. Berdasarkan suatu ken!ataan bah#a mas!arakat$ bangsa maupun negara bias
berkembang kearah keadaan !ang tidak baik dalam arti moral. Misaln!a suatu negara !ang dikuasai
oleh penguasa atau re+im !ang otoriter$ !ang memaksakan kehendak kepada manusia tanpa
memperhitungkan dan mendasarkan kepada hak.hak dasar kemanusiaan. alam suatu mas!arakat
negara !ang demikian ini maka seorang !ang baik se"ara moral kemanusiaan akan dipandang tidak
baik menurut negara serta mas!arakat otoriter$ karena tidak dapat hidup sesuai dengan aturan !ang
buruk dalam suatu mas!arakat negara. ?leh karena itu aktualisasi etika harus senantiasa
mendasarkan kepada ukuran harkat dan martabat manusia sebagai manusia 07useno$ 1832:151.
7ejak abad ke.12 *ilsa*at mengembangkan pokok.pokok etika politik seperti :
1. Perpisahan antara kekuasaan gereja dan kekuasaan negra 06ohn 5o"ke1
2. -ebebasan ber*ikir dan beragama 05o"ke1
3. Pembagian kekuasaan 05o"ke$ MontesCue1
4. -edaulatan rak!at 0<oesseau1
5. Begara hukum demokratis,repulikan 0-ant1
/. Hak.hak asasi manusia 05o"ke$ dsb1
2. -eadilan so"ial
2. Prinsip.prinsip asar Dtika Politik -ontemporer
a. Pluralisme
engan pluralism dimaksud kesediaan untuk menerima pluralitas$ artin!a untuk hidup
dengan positi*$ damai$ toleran$ dan biasa,normal bersama #arga mas!arakat !ang berbeda
pandangan hidup$ agama$ buda!a dan adat.
Mengimplikasikan pengakuan terhadap kebabasan beragama$ ber*ikir$ men"ari in*ormasi
dan toleransi memerlukan kematangan kepribadian seseorang dan kelompok orang
Terungkap dalam -etuhanan Eang Maha Dsa !ang men!atakan bah#a di ;ndonesia tidak ada orang
!ang boleh didiskriminasikan karna ke!akinan religiusn!a. 7ikap ini adalah bukti keberadaban dan
kematangan karakter klekti* bangsa
b. HFM
6aminan hak.hak asasi manusia adalah bukti kemanusiaan !ang adil dan beradab$ karena hak
asasi manusia men!atakan bagaimana manusia #ajib diperlakukan dan #ajib tidak diperlakuakan
agar sesuai dengan martabatn!a sebagai manusia kontekstual karena baru mempun!ai *ungsi
dimana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat,tradisi dan sebalikn!a dian"am oleh Begara modern
mutlak karena manusia memilikin!a bukan karena pemberian Begara$ mas!arakat$ meliankan
karena ia manusia$ jadi dari tangan pen"ipta. -emanusiaan !ang adil dan beradab juga menolak
kekerasan dan eklusi>isme suku dan ras.
". 7olidaritas Bangsa
7olidaritasd mengatakan bah#a kita tidak han!a hidup untuk diri sendiri melaikan juga demi
orang lain. solidaritas dilanggar kasar oleh korupsi. -orupsi bak kanker !ang mengerogoti
kejujuran$ tanggung ja#ab$ sikap ob!ekti*$ dan kompetensi orang,kelompok orang !ang korup.
d. emokrasi
Prinsip %kedaulatan rak!at& men!atakan bah#a tidak ada manusia atau sebuah elit$ untuk
menentukan dan memaksakan bagaimana orang lain harus atau boleh hidup
emokrasi berdasarkan kesadaran bah#a mereka !ang dipimpin berhak menentukan siapa !ang
memimpin mereka dan kemana tujuan mereka dipimpin. emokrasi adalah kedaulatan rak!at dan
keter#akilan. 6adi demokrasi memerlukan sebuah sistem penerjemah kehendak rak!at kedalam
tindakan politik asar.dasar demokrasi. -ekuasaan dijalankan atas dasar ketaatan terhadap hokum.
Pengakuan dan jaminan terhadap HFM.
e. -eadilan 7osial
-eadilan merupakan norma moral paling dasar dalam kehidupan mas!arakat$
-eadilan sosial men"egah dari perpe"ahan. Tuntutan keadilan sosial tidak boleh dipahami se"ara
ideolodis$ sebagai pelaksana ide.ide$ agama.agama tertentu. -eadilan adalah !ang terlaksana
-eadilan sosial diusahakan dengan membongkar ketidak adilan dalam mas!arakat.
Prinsip dasar di dalam etika profesi :
1. Prinsip 7tandar Teknis$ pro*esi dilakukan sesuai keahlian
2. Prinsip -ompetensi$ melaksanakan pekerjaan sesuai jasa pro*esionaln!a$ kompetensi dan
ketekunan
3. Prinsip Tanggungja#ab$ pro*esi melaksanakan tanggung ja#abn!a sebagai pro*essional
4. Prinsip -epentingan Publik$ menghormati kepentingan publi"
5. Prinsip ;ntegritas$ menjunjung tinggi nilai tanggung ja#ab pro*essional
/. Prinsip ?bjekti>itas$ menjaga objekti>itas dalam pemenuhan ke#ajiban
2. Prinsip -erahasiaan$ menghormati kerahasiaan in*ormasi
3. Prinsip Prilaku Pro*esional$ berprilaku konsisten dengan reputasi pro*esi