Anda di halaman 1dari 2

BAB II

LANDASAN PEMIKIRAN


6. Umum. Pada bab ini akan menguraikan tentang dasar yang digunakan
bagi pembahasan implementasi manajemen modern pada penyelenggaraan tugas
TNI AL dalam menghadapi bencana alam di Indonesia guna mendukung tugas TNI
untuk menjaga keselamatan bangsa dan negara. Dalam proses pembahasan
permasalahan implementasi manajemen modern pada penyelenggaraan tugas TNI
AL untuk menghadapi bencana alam banjir di Indonesia ini didasari pada landasan-
landasan pemikiran seperti peraturan perundangan-undangan dan landasan teori
yang relevan untuk digunakan sebagai dasar atau payung hukum, koridor atau
batasan dalam pembahasan selain juga sebagai alat berpikir. Seluruh instrumen
tersebut akan digunakan pada pembahasan/analisis pada bab V dalam menentukan
kondisi yang diharapkan serta pada pembahasan/analisis pada bab VI untuk
menentukan pemecahan masalah. Sehingga landasan pemikiran ini dapat
digunakan dan keterkaitannya dengan pembahasan pemecahan masalah untuk
menentukan kondisi yang diharapkan serta bentuk pemecahan masalah pada
implementasi manajemen modern pada penyelenggaraan tugas TNI AL dalam
menghadapi bencana alam banjir di Indonesia.

7. Paradigma Nasional
a. Landasan idiil (Pancasila). Pancasila sebagai ideologi negara,
merupakan pedoman mendasar bagi perjuangan Bangsa Indonesia dalam tekad dan
niatnya untuk berdaulat dan mandiri. Dalam sila kedua Kemanusiaan Yang Adil
dan Beradab Hal ini sangat jelas bahwa kegiatan bantuan bencana alam bertujuan
untuk membantu saudara saudara kita yang sedang mengalami musibah. Dalam sila
kelima dari Pancasila yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
tentunya setiap kegiatan senantiasa selalu ditujukan untuk mensejahterakan rakyat
semata.
b. Landasan Konstitusional (Undang-Undang Dasar RI 1945).
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan sumber dari
segala sumber hukum, didalam pembukaan dan batang tubuhnya tertuang pokok-
pokok pikiran tentang penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara.
Khususnya dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan bahwa
negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
dengan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan bagi seluruh
rakyat Indonesia jati diri sebagai tentara rakyat memegang teguh komitmen untuk
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945 sebagai ideologi dan dasar negara.
c. Landasan Visional (Wawasan Nusantara). Wawasan Nusantara adalah
cara pandang Bangsa Indonesia terhadap wilayah Indonesia beserta segala isinya
sebagai satu kesatuan wadah dan sarana perjuangan hidup bangsa secara bulat
dan utuh. Perwujudan kesatuan pandang tersebut mengandung makna bahwa
setiap ancaman terhadap sebagian wilayah Indonesia hakekatnya merupakan
ancaman terhadap keselamatan seluruh bangsa dan negara termasuk ancaman
bencana alam.
d. Landasan Konseptual (Ketahanan Nasional). Ketahanan nasional
merupakan kondisi dinamik suatu bangsa berisi keuletan dan ketangguhan, yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan
baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak
langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan untuk mencapai tujuan nasional. Bangsa Indonesia
menyadari bahwa berbagai aspek kehidupan bangsa tidak mungkin diselenggarakan
secara parsial atau terpisah-pisah, tetapi harus merupakan upaya terpadu seluruh
komponen bangsa sehingga akan menghasilkan suatu sinergi kemampuan berupa
peningkatan ketahanan setiap aspek kehidupan bangsa secara selaras, serasi dan
seimbang.
)
8. Peraturan Perundang-undangan
a. UU Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Dengan
ditetapkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang
Pertahanan Negara, dijelaskan bahwa TNI bertugas menjalankan kebijakan
pertahanan negara untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah,
melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, serta bertugas menjalankan
Operasi Militer untuk Perang dan Operasi Militer Selain Perang serta ikut secara
aktif dalam tugas-tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. Selaku
penegak kedaulatan dan hukum di laut TNI AL siap mempertahankan keutuhan
seluruh perairan yurisdiksi nasional serta melindungi kepentingan